Kamis, 27 Januari 2022

Sekda Sumenep Harapkan BPD Maksimalkan Pengawasan Desa

Dialog ke-BPD-an di Aula Universitas Bahauddin Mudhari (UNIBA) Madura.

Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep sangat mengharapkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk membantu dalam hal pengawasan terhadap pemerintahan desa. Hal ini bertujuan dalam rangka mencegah potensi terjadinya pelanggaran hukum. Kamis ( 27/1/2022)

"BPD yang tergabung dalam Pengurus Daerah Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Sumenep ini, bisa mengawasi kinerja pemerintahan desa,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi, M.Si, mewakili Bupati Achmad Fauzi, SH, MH, pada Pelantikan PABPDSI, di Aula Universitas Bahauddin Mudhari (UNIBA) Madura.

Karena itulah, BPD yang belum ada PABPDSI kecamatan untuk segera membentuk kepengurusan lembaganya. Sehingga dimasa yang akan datang keberadaannya sangat membantu terhadap desa guna menjalankan sistem pemerintahan desa.

Keberadaan BPD disetiap desa harus mampu mendeteksi lebih awal manakala ada potensi pelanggaran yang dilakukan pemerintahan desa, supaya tidak merugikan masyarakat,” imbuhnya.

“BPD dan kepala desa harus bersinergi dalam rangka pembangunan desa, termasuk maksimalisasi pengawasan, dengan harapan semua program pemerintah desa tidak menuai masalah bahkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Pengurus Daerah Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Sumenep, melantik pengurus kecamatan secara serentak tersebar di 17 dari 27 Kecamatan se-Kabupaten Sumenep.

Pelantikan serentak tingkat kecamatan perdana di Indonesia ini dikemas dengan dialog ke-BPD-an, mengangkat tema "Menakar Peran Strategis BPD dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa". Menghadirkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Achsanul Qosasi sebagai keynote speaker.

Sebagai pemateri, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Darul Hasyim Fath dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat, Moh. Ramli.

Rangkaian resepsi pelantikan juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama MoU (Memorandum of Understanding) antara pengurus PD PABPDSI Kabupaten Sumenep dengan Rektor UNIBA Madura berupa komitmen melahirkan satu desa satu sarjana.

Sementara Ketua PD PABPDSI Kabupaten Sumenep, Sukran Hamidi mengungkapkan, keberadaan PABPDSI di masing-masing kecamatan mampu  menguatkan peran BPD di desa untuk memberikan solusi dan kontribusi dalam pembangunan desa.

Yang jelas, pihaknya menekankan kepada BPD supaya jangan sampai kontra produktif terhadap pemerintah desa. Tetapi , justru harus berkolaborasi dengan kepala desa bersama-sama memajukan desa demi kesejahteraan masyarakat.

“Jumlah anggota BPD se-Kabupaten Sumenep 2.448, sehingga jika peran dan fungsinya dimaksimalkan bisa membatu kepala desa dalam mewujudkan kemajuan desa,” pungkas Sukran Hamidi. (Sl/Yant Kaiy)



Rabu, 26 Januari 2022

Satresnarkoba Polres Sumenep Tangkap 3 Orang Pemuda

Tiga tersangka yang melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Sumenep - Lakukan pesta narkotika jenis sabu-sabu, 3 orang pemuda ditangkap Satresnarkoba Polres Sumenep, di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kamis (27/01/2022)

Pada awalnya Satresnarkoba Polres Sumenep menerima informasi dari masyarakat. Bahwa ke-3 tersangka sering melakukan transaksi narkotika jenis sabu-sabu. Kemudian anggota Satresnarkoba Polres Sumenep melakukan lidik secara intensif terhadap kegiatan tersangka.

Sementara, Kasat Narkoba Polres Sumenep Iptu Taufik Hidayat, S.H, melalui Kasubag Humas AKP Widiarti, S.H, mengatakan bahwa benar adanya kejadian tersebut, sehingga pihaknya langsung melakukan penggerebekan di rumah tersangka.

“Terlihat 2 orang didalam kamar yaitu Budi Hartono (34 tahun) dan H. Baihaqi (40 tahun) telah melakukan pesta sabu,” ucapnya

Lanjut Widi, saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti di lantai, tepatnya dibawah tempat tidur berupa: 1 poket/kantong plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu berat kotor ± 0,36 gram. Seperangkat alat hisap terdiri dari: sebuah bong terbuat dari botol merk Kratingdaeng yang pada tutupnya terdapat dua lubang, masing-masing tersambung dengan potongan sedotan warna putih dan bening. Sebuah pipet kaca terdapat sisa sabu yang sempat dibuang oleh tersangka.

“Setelah ditunjukkan, tersangka Budi Hartono mengakui bahwa barang bukti adalah miliknya yang diperoleh dari Moh. Rawi (62 tahun) warga Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.

Penangkapan tersebut pada Kamis 27 Januari 2022, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Diketahui ke-3 tersangka ditangkap didalam kamar milik Budi Hartono alamat Dusun Gilir, Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.

“Kemudian saat dilakukan interogasi terhadap Moh. Rawi, ia mengakui telah menjual sabu-sabu kepada Budi Hartono dan ditemukan barang bukti 1 unit HP merk Nokia warna hitam, uang tunai sebesar Rp 100.000,- dan 1 unit sepeda motor merk Scoopy warna putih No.Pol: M-4937-WV,” terang Widi.

Selanjutnya ke-3 tersangka berikut barang buktinya diamankan di kantor Satresnarkoba Polres Sumenep guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Atas kejadian tersebut tersangka terjerat Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) Subs. Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Sl/Yant Kaiy)



Pelaksanaan Tes Urine bagi Anggota Satreskrim Polres Sumenep

Pelaksanaan tes urine bagi 43 anggota Satreskrim Polres Sumenep.

Sumenep - Kegiatan tes urine yang diikuti 43 anggota Satreskrim dan dilaksanakan di Mapolres Sumenep, tepatnya di lapangan Tennis Pesat Gatra Polres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo Desa Pabian Kecamatan Kota Sumenep. Rabu (26/1/2022).

Wakapolres Sumenep, Kompol Palma Fitri Pahlevi, SIP, SIK, MIK, melakukan pengawasan secara langsung didampingi Kasat Reskrim AKP Fared Yusuf,SH; Kasat Reskoba AKP Taufik Hidayat, SH; Kasi Propam IPTU Abd Kohar SH; Kasiwas IPDA Taufik Rahman; Kasi Dokkes Aipda Eko Agus Setiawan,Amd; Kasubag Humas AKP Widiarti SH dan anggota Satreskrim Polres Sumenep.

Lebih jauh Wakapolres Sumenep menyampaikan, sebanyak 43 anggota Satreskrim Polres Sumenep melaksanakan tes urine oleh petugas urusan kesehatan Polres Sumenep.

"Bagi kami program ini penting dilakukan. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi penyalahgunaan narkoba dan zat-zat terlarang lainnya di lingkungan Satreskrim Polres Sumenep, " ujarnya.

"Hal ini untuk mengetahui secara pasti ada tidaknya personel anggota yang terlibat narkoba. Alhamdulillah, hasilnya semua anggota satreskrim yang berjumlah 43 orang negatif. Ini tentu sangat membanggakan bagi kami," pungkasnya. (Sl/Yant Kaiy)



Selasa, 25 Januari 2022

Mengamati Ruang Kosong Sepeda Motor Dibawah 100 cc di Indonesia

Catatan: Yant Kaiy

Sudah sebelas tahun lebih saya kemana-mana mengendarai sepeda motor rantai 110 cc. Paling banter melarikan sepeda motor 60 Km/jam. Walau di speedo meter kendaraan tertulis 160 Km/jam. Intinya, bagi saya mubazir mesin motor besar kalau kebutuhan melarikan kendaraan kecepatannya tidak lebih dari angka 60 Km/jam.

Sedangkan saat ini perusahaan kendaraan roda dua cc-nya semakin tinggi. Seiring itu pula konsumsi bahan bakar minyak, bayar pajak, ganti suku cadang makin membengkak biayanya.

Baik secara langsung dan tidak, pabrik kendaraan itu telah menjadi penyebab utama habisnya cadangan bahan bakar minyak bumi sebelum waktunya.

Berbanding terbalik dengan kampanye perusahaan kendaraan, bahwa jenis produk kendaraannya yang teririt di kelasnya dan paling ramah lingkungan. Semuanya gombal. Perusahaan lebih mengutamakan keuntungan dari pada kepentingan hidup penduduk di negeri ini.

Sementara di negara asal perusahaan kendaraan tersebut, produk kendaraan roda dua mereka cc-nya dibawah 100. Mereka hebat. Kita hanya bisa heboh.[]



Senin, 24 Januari 2022

Jasimul Nakhodai Perkumpulan ZS Pasongsongan

Akhmad Jasimul Ahyak dalam sebuah acara. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Secara aklamasi Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.I dipercaya oleh segenap anggotanya untuk memimpin Perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan (PZSP) Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep-Madura. Selasa (25/1/2022).

Budayawan muda kelahiran 1973 ini dipercaya menakhodai Perkumpulan ZS Pasongsongan bukan tanpa alasan. Sukses mengarsiteki Perkumpulan Macapat Lesbumi MWC NU Pasongsongan menjadi bahan pertimbangan segenap anggotanya.

“Sesungguhnya sudah berulangkali saya menolak, tapi teman-teman tetap ngotot. Telah saya sampaikan, bahwa kesibukan yang menjadi alasan utama saya menolaknya,” ujar perupa yang lahir dan besar di Pasongsongan lebih jauh.

Disamping mengajar di lembaga pendidikan swasta di bawah naungan LP Maarif MWC NU Pasongsongan, ia juga aktif di organisasi kemasyarakatan lainnya.

Ia juga aktif membuat konten video untuk sosial media dan menulis dibeberapa website.

“Selebihnya, saya terima keputusan rekan-rekan. Prinsip pribadi, saya ingin berbuat yang terbaik bagi segenap masyarakat. Saya tidak suka mencari muka atau ingin punya nama populer. Hal itu bertolak belakang dengan kepribadian saya,” tegas Jasimul.

Ia percaya, masih banyak sosok yang lebih kompeten dari dirinya memimpin perkumpulan bernuansa Islami tersebut.

“Saya dari dulu memang punya atensi terhadap Zikir Samman. Menurut cerita orang tua dulu, Zikir Samman Pasongsongan itu berasal dari Aceh yang dibawa Nyai Agung Madiya pada abad XVII. Siapa Nyai Agung Madiya itu? Beliau adalah putri Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin,” terang Jasimul.

Ada tambahan sedikit. Syekh Ali Akbar adalah penyebar agama Islam di pesisir utara Kabupaten Sumenep dan Pamekasan pada abad VIV Masehi. Beliau meninggal dunia pada 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah atau Sabtu, 28 Maret 1592 Masehi.

Syekh Ali Akbar adalah paman Raja Sumenep, Bindara Saod. Karena ibunda Raja Bindara Saod (Nyai Nairima) saudara sepupu Syekh Ali Akbar.

“Sebagai orang Pasongsongan, memang sepatutnya kita melestarikan seni tradisi warisan leluhur,” pungkas Jasimul. (Yant Kaiy)



Bupati Sumenep Berdzikir Manaqib di Masjid As-Syuhada Batuputih

Bupati Sumenep di tengah-tengah jamaah Masjid As-Syuhada Batuputih.

Sumenep – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH. menghadiri pelaksanaan Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jalani dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Momen religiusitas tersebut berlangsung di Masjid As-Syuhada, Gedang-gedang Kecamatan Batuputih. Minggu (23/01/2022).

Pada acara tersebut hadir Forpimka Batuputih, alim ulama, para Kepala Desa dan kaum muslimin-muslimat se-Kecamatan Batuputih.

Bupati Sumenep dalam kata sambutannya mengapresiasi kegiatan keagamaan yang sangat penting tersebut. Kegiatan manaqib merupakan wujud kecintaan masyarakat kepada waliyullah dan Rasulullah.

Bupati Sumenep berjanji, dirinya akan siap hadir pada acara manaqib dan pengajian dilain waktu.

“Selanjutnya saya siap menjadi pembina organisasi keagamaan yang positif. Tujuannya untuk pembangunan SDM, khususnya keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” tegas Bupati Sumenep.

Acara manaqib dan doa bersama juga dapat meningkatkan kebersamaan dan silaturrahim, tanpa ada sekat dan diskriminasi. Silaturrahim dapat menambah panjang umur, sekaligus interaksi untuk menjadi insan yang berguna bagi orang lain.

Bupati Sumenep mengajak masyarakat untuk selalu mengaji keberadaan dirinya. Bukan selalu mencari-cari bentuk kesalahan orang lain. Sebab kita pun tidak lepas dari khilaf dan lupa.

“Pada buku diri kita ada catatan-catatan yang harus dikaji dan dijadikan referensi untuk introspeksi. Yang jelek harus dihapus, yang kurang diperbaiki dan yang baik harus ditingkatkan,” ujar Bupati Sumenep berfilosofi.

Apabila kita senang membaca buku diri sendiri akan menjadikan pelajaran amat berarti. Pribadi yang sombong mungkin akan mulai menurun tensinya. Sebaliknya, kalau kita senang membaca buku orang lain akan muncul persepsi diri sebagai orang yang terbaik. Orang lain selalu dinilai, dikritisi, disalahkan dan bertendensi negatif lainnya.

"Marilah kita tingkatkan jalinan kebersamaan dan doa, semoga kita menjadi orang yang beriman dan bertaqwa. Semoga bangsa dan negara kita dalam lindungan Allah SWT. Aman dari penyebaran virus omicron," pungkasnya. (Sl/Yant Kaiy)



Reorganisasi Perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan

Akhmad Jasimul Ahyak (kiri) bersama Kiai Haji Imam Arifin. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Rapat reoganisasi Perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan berlangsung di Mushalla Siddiqiyah Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Senin malam (24/1/2022).

“Setelah menimbang dan mengcover masukan dari semua pengurus dan anggota, kami sebagai pendiri Perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan mengambil inisiatif menyelenggarakan rapat reorganisasi,” terang Kiai Haji Imam Arifin pada apoymadura.com.

Hal itu dilakukan agar seni budaya muslim peninggalan para waliyullah itu tidak musnah, tambah Kiai Imam.

Dalam rapat tersebut terpilih secara aklamasi sebagai ketua yaitu Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.I.

“Saya sesungguhnya agak kaget terpilih jadi ketua. Soalnya yang lebih tua dari saya banyak, ” timpal Jasimul.

Ketika ditanya, apa program Perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan kedepan.

“Langkah awal, saya akan lebih memperkenalkan Zikir Saman terhadap masyarakat luas. Selanjutnya mempromosikan via sosial media semaksimal mungkin. Bagi saya target penting. Tapi saya tidak mau muluk-muluk dulu,” ucap Jasimul. (Yant Kaiy)



MI Annajah Pasongsongan dan Penerimaan Piala Porseni

 

Akhmad Jasimul Ahyak sedang menyerahkan trofi kepada para peserta didiknya yang berprestasi. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Salah satu lembaga pendidikan swasta terbaik di bawah naungan LP Maarif MWC NU Pasongsongan, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Annajah Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Tadi pagi ada beberapa siswa-siswinya yang menerima piala Porseni. Senin (24/1/2022).

Sebenarnya di lembaga pendidikan LP Maarif ini tergabung juga RA, MTs dan MA dalam satu lokasi

Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.I bertindak selaku pembina upacara memberikan beberapa pesan penting kapada para anak didiknya.

“Memacu diri terus belajar tidak akan memberikan dampak kerugian apa-apa. Karena kedepan tantangan keilmuan akan terus berkembang. Seiring kurikulum kompetensi yang berbasis komputer,” papar Jasimul.

Selain itu Jasimul menekankan, anak didiknya terus dipacu untuk membiasakan diri belajar kembali di rumah dan mengerjakan tugas sebaik mungkin. Sedangkan di lingkungan sekolah tetap menaati peraturan sekolah.

“Disiplin ketika menimba ilmu juga tidak kalah penting. Dengan disiplin seseorang akan sukses. Salah satu kunci sukses lainnya adalah manfaatkan waktu semaksimal mungkin," tandas Jasimul.

"Siswa dijaman sekarang untuk menjadi yang terbaik harus pula memiliki nilai keilmuan dibidang digital," tegas Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan ini lebih jauh.

Selesai upacara, Jasimul menyerahkan hadiah berupa trofi kepada para siswa berprestasi. Mereka yang menerima hadiah telah memenangkan kompetisi Porseni tingkat Kabupaten Sumenep. (Yant Kaiy)





Minggu, 23 Januari 2022

Santunan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa dari Bupati Sumenep dan BAZNAS

bupati+sumenep+Jawa+timur
Kegiatan sosial Bupati Sumenep dan Baznas.

Sumenep - Selesai melepas acara Touring Gesits seri ke-2 di depan kantor Gesits Kelurahan Karangduak Sumenep. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH MH, melanjutkan dengan memberikan santunan terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan sosial ini bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional Sumenep, Minggu (23/01/22).

Ada sejumlah 20 orang anak yatim dan dhuafa di Kecamatan Dasuk mendapatkan santunan berupa uang dalam acara Gesits Sumenep Community (GSC).

Bupati Achmad Fauzi mengharapkan, bahwa santunan anak yatim dan kaum dhuafa bisa dilaksanakan secara merata pada tiap-tiap kecamatan di wilayah Kabupaten Sumenep.

Pada kesempatan lain, ketua Badan Amil Zakat Nasional Sumenep (BAZNAS), Mohammad Jasuli menyampaikan, pihaknya selalu bersinergi dengan pemerintah kabupaten dalam banyak program Baznas.

"Pada Ahad, hari ini, ada pemberian santunan untuk anak yatim dan kaum dhuafa berjumlah 20 orang. Secara simbolis, bantuan diberikan langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi," Tegasnya.

Menurutnya, ada 2 program santunan Baznas. Yang pertama ada program Baznas tersendiri dan yang kedua atas usulan dan pengajuan.

Baznas Sumenep berharap, santunan tersebut menandakan bahwa pemerintah peduli akan nasib mereka.

"Paling tidak buat mereka itu ada yang memperhatikan, ketika tidak ada orang tuanya. Yang pasti Baznas akan senantiasa hadir di kehidupan mereka," harapnya cukup meniscaya. (SL/Yant Kaiy)

#SantunanBupatiSumenep #BaznasSumenep #AnakYatim



Sabtu, 22 Januari 2022

Di Masjid Al-Fadhilah Bluto Kajari Sumenep Memberikan Penyuluhan Hukum

Kajari Sumenep di tengah-tengah jamaah Masjid Al-Fadhiĺah Bluto


Sumenep - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Jawa Timur, Adi Tyogunawan, S.H, M.H, memberikan penyuluhan hukum di tengah masyarakat usai shalat subuh berjamaah di Masjid Al-Fadhilah Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Minggu (23/1/2022).

Penyuluhan hukum oleh Kajari Sumenep terkait pencegahan dan pemberantasan tindak pidana narkotika. Kajari Sumenep menyoroti ketentuan Pasal 54 tentang korban penyalahgunaan narkotika.

“Ketentuan pasal 54 itu jelas membedakan pelaku dan korban tindak pidana narkotika sehingga korban ini harus kita selamatkan. Caranya lapor ke Puskesmas terdekat atau langsung ke BNN untuk selanjutnya akan dilakukan asesmen tingkat keparahannya,” papar Kajari Adi.

Kajari Adi memaparkan, berdasarkan ketentuan penjelasan Pasal 54 UU 35 tahun 2009, bahwa yang dimaksud dengan ‘korban penyalahgunaan narkotika’ adalah seseorang yang tidak sengaja menggunakan narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa, dan/atau diancam untuk menggunakan narkotika.

“Jika ada anak kita, tetangga kita, atau warga kita yang termasuk korban penyalahgunaan narkotika mengajak para jamaah (masyarakat) untuk melaporkan diri untuk para korban tersebut agar bisa diselamatkan,” himbau Kajari Sumenep.(Sl/Yant Kaiy)



Jumat, 21 Januari 2022

Modifikasi SO Pemkab Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi di awal 2022 melaksanakan amanat undang-undang dengan merombak Struktur Organisasi (SO) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Ada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama Januari mendapat sorotan masyarakat luas dengan adanya unjuk rasa.

DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) yang belum kelar menyelesaikan kasus sengketa Pilkades Matanair Kecamatan Rubaru.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang dipertanyakan keseriusan dan komitmennya menyelesaikan permasalahan pendidikan. Adanya disparitas (ketimpangan) mencolok antara wilayah daratan dan kepulauan. Baik dari infrastruktur, sarana-prasarana, termasuk guru.

Urgensi kedua demontrasi itu memang berbeda. Namun sisi baiknya dapat ditarik garis lurus, bahwa warga masyarakat Kota Keris Sumenep menghendaki kebijakan berkeadilan dari semua pimpinan OPD. Dibutuhkan rencana kerja sistematis sehingga memperoleh capaian sukses membanggakan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kita tunggu inovasi masing-masing pimpinan OPD tersebut.[]



Di Batang-Batang Rumah Ambruk Diterjang Hujan dan Angin

Rumah milik Masdira yang ambruk.

Sumenep Malang tak dapat ditolak. Sebuah rumah milik salah seorang warga Dusun Seddung, Desa Batang Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, ambruk.

Rumah tersebut milik Masdira (66 tahun). Peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Jumat (21/1/2022) siang.

Sekretaris Desa Batang-Batang Daya, Agung Dodi Suryo, SH membenarkan kejadian tersebut.

"Iya Itu benar. Musibah itu terjadi  di Dusun Seddung Desa Batang-Batang Daya. Rumah milik Bapak Masdira," Jelasnya.

Sementara kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, bahwa robohnya rumah milik Masdira itu akibat bencana alam. Yakni diterjang angin kencang dan hujan lebat.

“Ukuran rumah Masdira 6 x 9 meter dan tidak ada korban jiwa. Sedangkan aliran listrik dirumah tersebut oleh PLN sementara diputus atau dimatikan untuk mengantisipasi kebakaran.

Lanjut AKP Widi, pemilik rumah ditaksir mengalami kerugian materi sebesar Rp 75.000.000.- (Kur/Yant Kaiy)



Wabup Dewi Khalifah Gandeng Bappeda Sumenep untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Sumenep.

Wabup Sumenep Hj Dewi Khalifah saat rapat bersama Kepala Bappeda dan beberapa OPD Kabupaten Sumenep.

Sumenep Satu kebijakan yang patut mendapat atensi luar biasa dari Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Hj. Dewi Khalifah SH, MH, yakni tentang sinkronisasi potensi dan sumber daya manusia (SDM) desa. Hal itu bertujuan sebagai upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumenep, Madura. Jumat (21/1/2022).

Wakil Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah, menyampaikan secara langsung pada saat rapat bersama Kepala Bappeda Drs. Yayak Nurwahyudi M.Si dan beberapa OPD Kabupaten Sumenep serta pendamping desa di Aula Bappeda Kabupaten Sumenep.

Menurut Wakil Bupati Sumenep, kemiskinan tidak bisa diselesaikan oleh dinas sosial saja. Dibutuhkan bantuan dari dinas lainnya.

“Maka dari itu, dari data 25 profil desa yang sudah tergolong dalam kemiskinan ekstrem ini, dilihat potensi dan Sumber daya manusianya seperti apa. Lalu sinkronkan dengan OPD mana yang harus membantu desa itu,” ucapnya.

 Bahkan, program ini menjadi program wajib yang harus dilaksanakan dalam 1 tahun kedepan.

“Entah nanti akan menjadi desa wisata, edukasi dan pilot project dari beberapa desa yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” lanjut Nyai Eva.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Drs. Yayak Nurwahyudi M.Si menyampaikan bahwa hal ini bisa ditindaklanjuti ke desa-desa itu.

“Kemudian ini bisa kita identifikasi dan diikuti oleh OPD yang lain agar program-program yang sudah direncanakan bisa berjalan dengan maksimal.”

Lanjut Yayak, nantinya hasil pengumpulan data yang dikumpulkan dari beberapa desa akan membantu dinas-dinas terkait dalam programnya.

Pada gilirannya, dapat kita lihat data yang digunakan nantinya bisa bermanfaat untuk dinas-dinas terkait agar lebih giat lagi dalam penanganan mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumenep.” tutup Kepala Bappeda. (Kur/Yant Kaiy)



Kamis, 20 Januari 2022

Mencermati Aneka Warna Bantuan Pemerintah

Catatan: Yant Kaiy

Membantu orang miskin pahalanya luar biasa. Tak ada satu pun orang membantah. Garansinya surga. Dosa-dosa luntur karenanya. Semua kitab agama manapun telah mencatatnya.

Sejak kekuasaan Indonesia ada di tangan Presiden Joko Widodo, warna-warni bantuan deras mengalir pada masyarakat. Tumpang-tindih namanya. Semua berlabel: “Bantuan”.

Sistem politik ini sah-sah saja diaplikasikan oleh penguasa manapun. Lantaran itu bukan jalan sesat dimurkai Tuhan. Tidak menyalahi perundang-undangan negara. Dari sikap dermawan ini akan menatalkan cinta-kasih terhadap pemberi bantuan.

Fakta di lapangan, warga masyarakat yang tercover bantuan pemerintah tersebut senang bukan kepalang. Girang luar biasa. Terutama bagi mereka yang satu kepala keluarga menerima lebih dari satu label bantuan.

Berbanding terbalik dengan mereka yang tidak tersentuh bantuan pemerintah. Padahal diantara mereka ada yang lebih pantas menerima manfaat. Kelompok ini kecewa, pasrah. Benih-benih tidak simpati menjamur di jiwa mereka.

Sesungguhnya, akan lebih bermartabat seorang pemimpin itu membuka lapangan kerja. Ketimbang mencekoki mereka dengan bantuan instan. Pada akhirnya mental pengemis akan tertanam di benak rakyat kita.[]



Menikam Mimpi


Menikam Mimpi

Puisi: Yant Kaiy

luka tak berdarah

jadi lukisan sukma

janji dikhianati

tak mungkin

menyatu lagi

    gagal bercinta

    banjir derita

    membakar asa

    menuai luka

hati tak kuasa

menahan siksa

impian indah

bahagia musnah

          awal indah berbunga-bunga

          merajut mimpi tak bertepi

          tapi tulusku kau nodai

          senyumku pun tiada lagi

janji setia manis dikata

mimpi bahagia bersamanya

dustamu hancurkan segala

kerontang jiwa nan merana

           biar buih kenangan

           pergi jauh dariku

           masih banyak mimpi

           menanti cinta suciku.

Pasongsongan, 11/1/2022



Unras PMII STKIP Sumenep Dijaga Personel Gabungan

Aktivis mahasiswa PMII STKIP PGRI Sumenep demo di depan Kantor Bupati Sumenep.

Sumenep - Ratusan personel gabungan dikerahkan dalam rangka pengamanan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Sumenep, Jawa Timur, Kamis, (20/1/2022).

Aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STKIP PGRI Sumenep.

Demo mahasiswa kali ini mempersoalkan kebijakan Bupati Sumenep atas dilantiknya Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang baru, Agus Dwi Saputra.

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas mengatakan, personel yang diterjunkan merupakan gabungan dari personel Polri, TNI dan Satpol PP.

Widi merinci, terdapat 221 personel Polri, 7 dari TNI dan 30 personel Satpol PP. “Itu jumlah personil pengamanan aksi unras (unjuk rasa) PMII ke kantor Pemkab Sumenep,” kata Widi.

Untuk diketahui, aksi kali ini merupakan kali kedua dilakukan oleh aktivis PMII STKIP PGRI Sumenep selama Januari 2022. Beberapa waktu lalu mereka melakukan aksi di Dinas Pendidikan Sumenep. (SP/Yant Kaiy)



Rabu, 19 Januari 2022

Sanksi untuk Penjual Minyak Goreng Melebihi HET di Sumenep

Sumenep – Sudah dua pekan, sejumlah warga masyarakat mengeluh atas melambungnya harga minyak goreng dalam kemasan premium maupun sederhana.

Akan tetapi, mulai hari ini pemerintah pusat menetapkan harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu/liter. Rabu,(19/1/2022).

Sebagai awal pelaksanaan, penyediaan minyak goreng satu harga akan dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Kepala Dinas Koprasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumenep, Ainur Rasyid menyampaikan turunnya harga minyak goreng tersebut merupakan regulasi dari pemerintah Pusat melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia.

“Jadi, setiap pasar tidak boleh melebihi harga yang sudah ditetapkan itu,” tegasnyanya.

Ainur menegaskan, jika pedagang maupun swalayan masih menjual dengan harga melampaui batas Harga Eceran Tertinggi (HET), pihaknya akan melakukan sanksi tegas. Tidak pandang bulu.

"Jika masih melanggar aturan yang berlaku, nanti pasti akan kami beri sanksi," ujarnya.

Pihaknya, berjanji akan melakukan monitoring ke pasar atau toko untuk memastikan harga minyak goreng sudah sesuai regulasi. Hal itu dilakukan, agar masyarakat di wilayahnya itu tidak terjebak pada permainan harga minyak goreng.

Semantara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan, pemerintah akan mengambil tindakan tegas jika  produsen atau perusahaan minyak goreng masih menjual produknya di atas Rp 14 Ribu per liter.

"Produsen yang tidak mematuhi ketentuan, maka akan dikenakan sanksi berupa pembekuan atau pencabutan izin. Kami mengingatkan pemerintah akan mengambil langkah sangat tegas," ujar Mendag Lutfi saat jumpa pers virtual, dikutip dari kompas.com. Selasa (18/1/2022).

Mendag mangaku akan memproses semua pihak yang melakukan kecurangan atau penyelewengan minyak goreng di meja hijau.

"Kami ingatkan kepada siapapun yang melakukan kecurangan atau melakukan apapun tindakan melawan hukum Pemerintah RI akan dilanjutkan ke proses hukum," Tegas Lutfi.

Terhitung dari sekarang,  pasar tradisional diberikan waktu satu minggu untuk melakukan penyesuaian dengan harga yang diatur pemerintah.

"Melalui kebijakan ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau dan di sisi lain produsen tidak dirugikan karena selisih harga akan diganti oleh Pemerintah,"pungkasnya. (SP?Yant Kaiy)



Selasa, 18 Januari 2022

Ajang Silaturahmi Perkumpulan Zikir Samman Sumenep

Sumenep – Perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan Kabupaten Sumenep yang dipimpin Kiai Haji Imam Arifin, nanti malam akan kedatangan tamu perkumpulan Zikir Samman dari Kecamatan Lenteng dan Kecamatan Ganding. Rabu (19/1/2022).

Menurut Kiai Imam, kehadiran perkumpulan Zikir Samman dari dua kecamatan tersebut sebagai ajang silaturahmi.

“Zikir Samman merupakan aliran tarekat dalam Islam. Kebudayaan ini masuk ke Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan pada abad XVII Masehi, dibawa Nyai Agung Madiya dari Aceh,” ucap Kiai Imam pada apoymadura.com.

Seiring perjalanan waktu, Zikir Samman Pasongsongan mengalami metamorfosa pada koreografi. Tak ayal, pola gerakan diantara perkumpulan Zikir Zamman yang satu dengan lainnya berbeda-beda.

“Masing-masing perkumpulan Zikir Samman yang ada di Sumenep memiliki ciri khas berbeda. Tidak ada pola gerakan baku. Letak kesamaan kebudayaan Islami ini dari segi bacaan saja,” terang Kiai Imam.

Lebih jauh ia menerangkan, kalau ajang silaturahmi Zikir Samman nanti malam akan ditempatkan di Langgar Kona (semacam musholla), di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan. Acaranya akan dimulai pukul 19.30 WIB.

“Langgar Kona menurut ceritanya adalah kediaman Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin. Beliau penyebar agama Islam di wilayah pantura Kabupaten Sumenep pada abad XV Masehi. Beliau salah satu pengamal tarekat Sammaniyah,” tutur Kiai Imam.

Syekh Ali Akbar sendiri adalah ayah Nyai Agung Madiya.

“Tatkala Kerajaan Sumenep dipimpin Bindara Saod, Nyai Agung Madiya pernah menjadi panglima perang. Nyai Agung Madiya membawa pasukan ke Aceh bertempur dengan tentara kolonial Belanda. Putri Syekh Ali Akbar ini pulang membawa kemenangan dan oleh-oleh Zikir Samman,” cerita Kiai Imam. (Yant Kaiy)



 

 

Kunjungan Gubernur Jawa Timur Ke Kabupaten Sumenep

Hj. Dewi Khalifah SH, MH. dampingi Gubernur Jatim Hj. Dra. Khofifah sambangi pedagang srikaya di Kecamatan Bluto Sumenep.

Sumenep - Pada kunjungannya ke Kabupaten Sumenep kali ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambangi para pedagang srikaya yang ada di Kecamatan Bluto kabupaten setempat. Ia mengatakan, ternyata kualitas srikaya Sumenep memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan srikaya Jember dan Kediri. Selasa (18/1/2022).

Menurutnya, ciri khas itu terletak pada dagingnya yang empuk dan manis. Srikaya Sumenep juga mempunyai nilai ekonomis bagi para petani.

"Srikaya Sumenep ini sangat manis dan dagingnya lumayan tebal dan empuk," kata mantan Menteri Sosial RI ini.

Dalam kesempatan tersebut Khofifah didampingi Wakil Bupati Sumenep Hj Dewi Khalifa memborong buah srikaya.

Bahkan dirinya mengatakan bahwa, buah srikaya ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Terutama apabila dibudidayakan dengan lebih baik dan sesuai dengan sistem pertanian modern.

“Srikaya ini dapat menambah pendapatan bagi para petani di Kabupaten Sumenep," terang nya sambil berbincang-bincang dengan para pedagang srikaya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur memberikan bantuan sembako bagi para pedagang srikaya.

Sebelumnya, kata Khofifah, dirinya melihat sebuah foto srikaya di media sosial (Medsos) berlokasi di wilayah Kecamatan  Bluto yang sudah mulai ramai dijajakan di pinggir jalan raya.

"Saya mendapatkan foto bahwa ada srikaya di Bluto. Jadi usai mengisi acara di Kampus IAIN Madura langsung kesini," ujarnya singkat. (SP/Yant Kaiy)



Senin, 17 Januari 2022

Siap-siap Didepak: Nasib Guru Honorer Tua

Catatan: Yant Kaiy

Mengabdi jadi guru honorer puluhan tahun. Usia hampir mencapai kepala lima. Uban di kepala mulai terlihat. Gigi banyak yang tanggal. Baju, celana dan sepatu lusuh. Mafhum. Mereka dibayar tidak lebih Rp 300.000,- tiap bulan.

Mungkinkah elegi guru honorer tua tidak terpotret oleh pemilik kebijakan negeri ini? Dedikasi mereka menguap terbawa angin lalu. Harapan menggantung di langit angan-angan.

Buktinya, seleksi PPPK kemarin banyak diantara mereka tidak tercover. Padahal itu merupakan jalan satu-satunya bagi guru tua tersebut terangkis dari lembah kemiskinan.

Rupanya kemampuan berpikir mereka kalah bersaing dengan guru honorer yang lebih muda. Mereka pun mempersiapkan diri terdepak dari posisinya. Karena ada penggantinya, yakni guru PNS dan PPPK 2021.

Semoga tangis tak darah mereka ada yang mendengarnya. Guru honorer tua adalah putra bangsa berjasa besar bagi kemajuan dunia pendidikan kita.[]



Terkini, Haul ke-443 Syekh Ali Akbar Pasongsongan

Kiai Haji Imam Arifin. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Malam ini, pukul 19.30 WIB, bertepatan tanggal 14 Jumadil Akhir 1443 Hijriah, Astah Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin yang ada di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep ramai dengan para pengunjung yang akan melaksanakan tahlil. Senin (17/1/2022).

“Seperti biasa, haul Syekh Ali Akbar tiap tahun diawali dengan tahlil. Kemudian dilanjutkan Zikir Samman,” terang Kiai Haji Imam Arifin, penyelenggara haul.

Syekh Ali Akbar adalah sosok penyebar agama Islam di wilayah pantai utara Kabupaten Sumenep. Beliau wafat pada 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah.

Suasana malam diiringi gerimis tidak mengurangi nilai khusu’ para jamaah yang hadir. Lantunan Zikir Samman yang dipimpin bergantian oleh para keturunan Syekh Ali Akbar itu terus berkumandang.

“Tepat pukul 22.00 WIB nanti, Zikir Samman akan berakhir,” ucap Kiai Imam ketika hendak memulai acara haul.

Zikir Samman yang ada di Pasongsongan berasal dari Aceh. Dibawa oleh Nyai Agung Madiya pada sekitar abad 17 Masehi. Nyai Agung Madiya adalah panglima perang Kerajaan Sumenep yang berangkat ke Aceh mengusir penjajah Belanda.

Pertempuran dimenangkan pasukan perang Kerajaan Aceh atas bantuan pasukan perang Kerajaan Sumenep. Nyai Agung Madiya pulang membawa kemenangan dan budaya Zikir Samman ke Pasongsongan. (Yant Kaiy) 



DPC PAN Pasongsongan Mulai Menyusun Kekuatan

 

Herman, Ketua DPC PAN Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Selama tiga hari, Ketua DPC Partai Amanat Nasional Pasongsongan Kabupaten Sumenep, Herman mulai merekrut beberapa orang untuk duduk dikepengurusan PAN Kecamatan Pasongsongan.

Tentu semua itu dilakukan atas petunjuk dan arahan dari pengurus DPD PAN Sumenep.

“Perlu diketahui, bahwa rapat konsolidasi sudah dilakukan akhir 2021 kemarin bersama pengurus partai berlambang matahari terbit Sumenep,” ujar Herman dikediamannya, Dusun Lebak Desa/Kecamatan Pasongsongan. Senin (17/1/2022).

Dalam rapat konsolidasi tersebut ia telah mengantongi beberapa nama yang akan dijadikan ujung tombak di Pemilu nanti. Setelah melewati tahapan pertimbangan dan banyak masukan, Herman kemudian merombaknya.

Ia sangat selektif dalam memilih dan memilah personil DPC PAN Pasongsongan. Tidak asal main comot orang.

“Mereka yang memiliki nilai kompetensi dan loyalitas tinggi terhadap partai, sudah barang tentu yang kami pilih.” tandas Herman.

Dirinya menambahkan, kalau dua hari lagi akan mengirimkan data keseluruhan pengurus DPC PAN Pasongsongan ke DPD PAN Sumenep. (Yant Kaiy)



Minggu, 16 Januari 2022

Diketahui Identitas Korban Amuk Massa di Pasongsongan

Korban amuk massa berinisial AS (30 tahun)


Sumenep – Kapolsek Pasongsongan AKP Suwardi membenarkan telah terjadi amuk massa di Desa Lebeng Barat Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Jawa Timur.

Diduga korban hendak mencuri sepeda motor milik salah seorang warga desa setempat, AS (30 tahun), warga Desa Lobuk Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep, ketiban nasib sial. Sebelum berhasil menggondol barang curiannya, AS tertangkap massa.

“Kronologinya pelaku pura-pura mau membeli sepeda motor bersama dengan salah seorang temannya. Lalu temannya pergi duluan dengan alasan hendak membeli rokok,” papar Suwardi pada apoymadura.com. Ahad malam (16/1/2022).

Korban sempat menjadi bulan-bulanan warga. Tubuhnya penuh luka. Setelah itu korban segera dibawa ke Puskesmas Pasongsongan. Beruntung jiwanya terselamatkan. (Yant Kaiy)



Diduga Hendak Mencuri Motor di Pasongsongan, Pria Diamuk Massa

Pria bernisial AS, korban amuk massa.

Sumenep – Berlokasi di Desa Lebeng Barat Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, seorang pria berinisial AS (30 thn) warga Desa Lobuk Kecamatan Bluto yang diduga hendak mencuri sepeda motor ditangkap massa dan diamuk beramai-ramai.

Beruntung jiwanya terselamatkan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Pasongsongan untuk mendapatkan perawatan medis. Ahad sore (16/1/2022).

“Kami masih belum bisa menjelaskan lebih detail tentang biodata korban,” terang Kapolsek Pasongsongan AKP Suwardi ketika dihubungi apoymadura.com via jaringan seluler.

Ia berjanji akan memberikan press release dalam jangka waktu tidak lama. (Yant Kaiy)



Pedagang dan Parkir Kendaraan di Pasar Pao Pasongsongan Picu Kemacetan

Suasana Pasar Pao Pasongsongan saat macet. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Sudah jamak berlaku dimanapun di bumi nusantara, apabila sebuah pasar posisinya berdekatan dengan jalan raya, maka kemacetan sudah pasti akan terjadi. Begitu pula yang berlaku di Pasar Pao Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.

“Pasar Pao berada di lokasi yang tidak layak lantaran menempati sebuah pertigaan jalan raya. Ditambah lagi disitu jalannya menikung,” ujar H. Zainal Fatah, tokoh pemuda yang intens menyoroti keberadaan Desa Pasongsongan. Ahad (16/1/2022).

Butuh sebuah manuver kebijakan bagi pihak-pihak terkait yang bisa diterima akal sehat. Terutama bagi para pelaku usaha. Sebab permasalahan Pasar Pao begitu kompleks.

Terkait kemacetan arus lalu lintas, sumber penyebabnya karena tidak ada lahan parkir kendaraan. Otomatis parkir mobil dan sepeda motor menempati bahu jalan raya.

“Ditambah kesemrawutan menyangkut para pedagang yang sama-sama menempati bahu jalan raya. Terpaksa para pejalan kaki melintas di badan jalan walau itu sangat membahayakan keselamatan jiwanya,” timpal lelaki sebagai sekretaris LSM KPK Nusantara DPC Sumenep ini pada apoymadura.com.

Persoalan sampah juga memperburuk kondisi Pasar Pao menjadi tempat berbelanja yang tidak sehat dan tidak nyaman. Sejatinya ada fasilitas tempat sampah representatif disitu.

“Sebenarnya Pasar Pasongsongan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah ada. Lokasinya ada di Desa Panaongan. Tapi pasar itu hanya ditempati hari Selasa saja,” ucap Zainal.

Seolah ada keengganan dari para pembeli berbelanja di Pasar Pasongsongan. Sedangkan di Pasar Pao segala kebutuhan hidup sehari-hari tersedia lengkap disitu.

Ketika ditanya solusi terbaik agar Pasar Pao tidak macet, tidak kotor dan tidak semrawut.

“Semua pihak harus duduk bersama. Baik itu pelaku usaha, pemangku kebijakan, dan tokoh masyarakat yang ada di Pasongsongan. Dengan begitu akan menghasilkan solusi dan resolusi,” pungkas Zainal. (Yant Kaiy)



Sabtu, 15 Januari 2022

Kecamatan Pasongsongan: Jalan Dibeberapa Desa Rusak

Achmad Musleh. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Beberapa jalan desa di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep ternyata banyak yang rusak saat ini. Kerusakan jalan itu bervariasi; ada yang hanya butuh tambal sulam, ada rusak total dan harus segera diperbaiki.

Apalagi saat sekarang masuk musim penghujan. Biasanya jalan yang rusak itu bertambah sulit untuk dilintasi kendaraan karena digenangi air dan berlumpur. Ini tentu menjadi keprihatinan warga masyarakat yang melintasi jalan tersebut. Acapkali pengendara sepeda motor jatuh akibat jalan licin.

“Saya selaku pemerhati kebijakan publik mencermati keberadaan akses jalan desa di Kecamatan Pasongsongan memang butuh diinventarisasi. Sifatnya segera. Ini tentu menjadi tugas dari Kepala Desa setempat,” ujar Achmad Musleh dari LSM Tikam menanggapi banyaknya keluhan dari warga masyarakat.

Mobilitas warga masyarakat saat ini cukup tinggi. sejatinya hal ini diimbangi akses jalan yang baik.

“Kita tahu, saat ini hampir keseluruhan jalan kabupaten sudah bagus dan mulus. Berbanding terbalik dengan jalan milik kewenangan desa yang kondisinya amat buruk,” timpal Musleh pada apoymadura.com. Ahad (16/1/2022).

Dana Desa sebagai sarana utama dan faktor penting bagi seorang kepala desa membangun jalan-jalan di desanya.

”Sesungguhnya warga masyarakat bisa menilai dan melihat realita di lapangan. Bahwa seorang kepala desa telah sepenuhnya mengaplikasikan Dana Desa (DD) atau belum. Sebab semua persentase DD sudah tertuang dalam Juklak dan Juknis,” pungkas Musleh. (Yant Kaiy)

Bantu subcribe, like dan comment:



Kapolres Sumenep Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Desa Romben Guna

Kapolres Sumenep pantau langsung jalannya vaksinasi Kecamatan Dungkek.

Sumenep -  AKBP Rahman Wijaya, Kapolres Sumenep,  terus bergerilya memantau pelaksanaan percepatan vaksinasi di kabupaten ujung timur Pulau Madura. Sabtu (15/1/2022).

Terbaru, orang nomor satu di lingkungan Korps Bhayangkara Sumekar ini turun ke beberapa desa di wilayah Kecamatan Dungkek seperti Desa Romben Guna. Di desa yang berpenghuni sebanyak 3 ribu lebih penduduk ini, Kapolres AKBP Rahman Wijaya memantau secara langsung masyarakat yang sedang melaksanakan vaksinasi.

"Kedatangan saya kesini untuk melihat lebih dekat pelaksanaan percepatan vaksinasi," kata Kapolres Sumenep, saat di Balai Desa Romben Guna.

"Jadi, untuk penanganan COVID-19 itu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan," imbuhnya.

Lebih lanjut eks Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jatim ini menjelaskan, yang perlu diperhatikan pertama dalam penanganan COVID-19 adalah disiplin didalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes).

Kedua, penerapan 3 T yang merupakan sebuah upaya atau tindakan dalam melakukan tes (Testing), penelusuran kontak erat (Tracing) dan tindak lanjut (Treatment) berupa perawatan bagi penderita COVID-19.

"Kemudian yang ketiga itu adalah herd immunty untuk membentuk kekebalan tubuh yang dapat kita saksikan dengan cara pelaksanaan vaksinasi seperti ini," tegas AKBP Rahman Wijaya.

Selanjutnya, pria yang memikul dua bunga melati emas di pundaknya ini berharap kepada seluruh masyarakat agar menyukseskan program vaksinasi untuk mencapai minimal 70%.

"Kepada seluruh masyarakat khusunya di Kecamatan Dungkek ini agar ikut berpartisipasi dalam rangka percepatan vaksinasi," harap AKBP Rahman Wijaya.

Sementara itu, Kepala Desa Romben Guna, Yunni Nur Fatjrona mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Kapolres Sumenep dalam memantau pelaksanaan percepatan vaksinasi.

"Kami atas nama masyarakat Desa Romben Guna mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran Pak Kapolres ke sini," kata Kades yang akrab disapa Vera.

"Semoga masyarakat semakin sadar betapa pentingnya vaksin ini untuk membentuk kekebalan tubuh," kata dia, menambahkan. (Slm/Yant Kaiy)



Jumat, 14 Januari 2022

SDN Padangdangan II Belajar Mencintai Alam

Para murid SDN Padangdangan ll Kecamatan Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Murid-murid SD Negeri Padangdangan II Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tiap Sabtu mempunyai agenda tetap, berolah raga pagi dan bersih-bersih lingkungan sekolah.

“Dari murid kelas 1 sampai 6, saban Sabtu, kami mengajak seluruh murid untuk sadar lingkungan hidup. Pertama kali murid melakukan senam bersama. Setelah itu jalan-jalan santai berbaris keluar dari halaman sekolah. Balik ke sekolah murid-murid melaksanakan kegiatan bersih lingkungan,” ujar Sundari, S.Pd kepada apoymadura.com. Sabtu (15/1/2022).

Sebagai guru kelas dirinya merangkap jadi guru olah raga, sehubungan guru olah raga tidak ada. Sedangkan penjaga sekolah SDN Padangdangan ll juga tidak ada.

“Kebersihan lingkungan sekolah akhirnya menjadi tugas bersama antara murid dan guru. Misalnya menyapu kelas dan kantor diselesaikan bersama-sama pula,” ujar Sundari.

Sundari mengevaluasi program sadar lingkungan para muridnya mencapai level sukses

“Menanamkan cinta bersih lingkungan terhadap para siswa penting dilakukan sejak dini. Tujuannya nanti anak-anak bisa bersahabat dengan alam sekitar sebaik mungkin. Kalau tidak begitu, kerusakan alam ini lambat-laun akan cepat terjadi. Bencana alam pasti tidak akan bisa dihindari. Pada akhirnya berakibat buruk bagi kehidupan makhluk di atas muka bumi,” tandas Sundari.

Perlu diketahui, SDN Padangdangan II terletak di Dusun Dunggadung Desa Padangdangan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Posisi Kepala Sekolah diduduki Madun, S.Pd. SD yang telah banyak melakukan inovasi untuk kemajuan wawasan sadar lingkungan terhadap anak didiknya. (Yant Kaiy)



Angin Barat, Nelayan Pasongsongan Hijrah ke Bintaro

Alimurrahman, Staf UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)

Sumenep – Angin kencang dan gelombang laut tinggi mengharuskan para nelayan Pasongsongan tidak melaut. Keselamatan jiwa lebih utama dari mencari harta.

Opsi lainnya kalau ingin tetap kerja, perahu mereka hijrah ke Pelabuhan Bintaro Desa Longos Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Karena angin barat dan gelombang laut tidak tinggi di pelabuhan ini.

Menurut Alimurrahman, staf UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Pasongsongan, bahwa sebagian nelayan Pasongsongan memang ada yang melaut di Kecamatan Gapura dan Talango.

“Adalah persoalan dana yang dikucurkan juragan perahu tidak sedikit kalau hijrah kerja ke tempat lain. Tidak jarang juragan perahu menanggung hutang karena perahu mereka tidak dapat hasil tangkapan ikan,” terang Alimurrahman pada apoymadura.com. Sabtu (15/1/2022).

Bahan bakar mesin perahu dan biaya makan setiap hari para nelayan di tempat kerja serta kebutuhan lainnya semua ditanggung juragan perahu. Bisa dibayangkan dana juragan perahu sangat besar lantaran satu perahu terdiri dari 17 orang.

Sedangkan nelayan Pasongsongan yang tidak melaut, mereka pasrah menunggu keadaan cuaca membaik. Tidak mungkin bagi mereka memaksakan diri.

Karena seluruh hidup para nelayan Pasongsongan digantungkan di laut dan tidak memiliki pekerjaan lain, terpaksa para nelayan tersebut menganggur.

“Kami dari UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Pasongsongan senantiasa melansir info cuaca tiap hari. Kalau keadaan cuaca memburuk seperti pagi ini, tentu kami mewanti-wanti para nelayan untuk tidak melaut,” tandas Alimurrahman.

Ketika ditanya kapan kira-kira keadaan cuaca akan membaik.

“Sesungguhnya saya tidak bisa mengira-ngira. Tapi biasanya sepekan dari hari ini cuaca akan kembali normal. Atau mungkin bisa lebih dari sepekan. Pokoknya kita tunggu info terbaru dari kami,” pungkasnya. (Yant Kaiy)

Berikut laporan keadaan cuaca hari ini:





# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...