Postingan

Menampilkan postingan dengan label Utama

Bertempat di SDN Panaongan 3, Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan Resmi Dibentuk

Gambar
Abu Supyan (tengah) SUMENEP - Rapat konsolidasi dan pembentukan pengurus Paguyuban PPPK Paruh Waktu tingkat Kecamatan Pasongsongan dilaksanakan di SDN Panaongan 3. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru PPPK Paruh Waktu dan tenaga kependidikan (tendik) se-Kecamatan Pasongsongan. Rapat tersebut dihadiri Sekretaris KKKS Pasongsongan, Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, serta Ketua Koordinator PPPK Paruh Waktu tingkat kabupaten. Kehadiran para pemangku kepentingan ini jadi bentuk dukungan terhadap terbentuknya paguyuban PPPK Paruh Waktu di tingkat kecamatan. Dalam sambutannya, Abu Supyan selaku Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan mengingatkan bahwa PPPK Paruh Waktu dan PPPK Penuh Waktu memiliki status yang sama sebagai tenaga kontrak. Oleh karena itu, seluruh PPPK diharapkan memahami serta menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “PPPK Paruh Waktu dan PPPK Penuh Waktu sama-sama tenaga kontrak. Maka perlu sebagai ASN memperhatikan t...

Rapat Konsolidasi dan Pembentukan Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan di SDN Panaongan 3

Gambar
Sovi Kurnia Dewi (kanan). SUMENEP - Rapat konsolidasi dan pembentukan pengurus Paguyuban PPPK Paruh Waktu tingkat Kecamatan Pasongsongan dilaksanakan di SDN Panaongan 3. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru PPPK Paruh Waktu dan tenaga kependidikan (tendik) se-Kecamatan Pasongsongan. Selasa (27/1/2026). Rapat tersebut dihadiri Sekretaris KKKS Pasongsongan, Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, serta Ketua Koordinator PPPK Paruh Waktu Kabupaten Sumenep. Kehadiran para pemangku kepentingan ini jadi bentuk dukungan terhadap terbentuknya paguyuban PPPK Paruh Waktu di tingkat kecamatan. “PPPK Paruh Waktu dan PPPK Penuh Waktu itu sama-sama ASN. Oleh karena itu, kita wajib tunduk dan patuh terhadap regulasi yang berlaku sesuai dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan,” tegas Ketua Koordinator PPPK Paruh Waktu Kabupaten Sumenep, Sovi Kurnia Dewi dalam sambutannya. Melalui rapat konsolidasi ini diharapkan Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan bisa jadi wadah koordi...

Rapat Konsolidasi dan Pembentukan Pengurus Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan

Gambar
Agus Sugianto (kiri) SUMENEP — Rapat konsolidasi dan pembentukan pengurus Paguyuban PPPK Paruh Waktu tingkat kecamatan dilaksanakan di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru PPPK Paruh Waktu dan tenaga kependidikan (tendik) se-Kecamatan Pasongsongan. Selasa (27/1/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris KKKS Pasongsongan, Pengawas Bina SD, serta Ketua Koordinator PPPK Paruh Waktu tingkat kabupaten. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bentuk dukungan terhadap terbentuknya wadah organisasi PPPK Paruh Waktu di tingkat kecamatan. Dalam sambutannya, Agus Sugianto selaku Sekretaris KKKS Pasongsongan menyampaikan bahwa pembentukan pengurus paguyuban ini bertujuan sebagai wadah untuk menyerap aspirasi anggota, menjaga kekompakan, serta memudahkan PPPK Paruh Waktu dalam memperoleh informasi penting yang berkaitan dengan kedinasan masing-masing. “Melalui rapat konsolidasi ini diharapkan Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pason...

Paguyuban PPPK Paruh Waktu Pasongsongan Tuai Tanggapan Positif dari Dunia Pendidikan

Gambar
Sundari, S.Pd (tengah).  SUMENEP — Pembentukan komunitas atau paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan melahirkan beragam tanggapan positif dari berbagai pelaku dunia pendidikan. Selasa (27/1/2026).  Kehadiran paguyuban ini dinilai penting sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, serta penyampaian aspirasi bagi para guru PPPK Paruh Waktu di wilayah tersebut. Salah satu tanggapan positif datang dari Sundari, S.Pd, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN Padangdangan 1 yang juga berstatus PPPK Paruh Waktu.  "Kami hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap terbentuknya paguyuban yang diharapkan mampu memperkuat kebersamaan dan solidaritas antaranggota," ucap wanita yang sebelumnya mengabdi jadi guru honorer selama 21 tahun.  Menurut Sundari, paguyuban PPPK Paruh Waktu tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi, tapi juga sebagai sarana untuk merumuskan langkah-langkah positif demi peningkatan kualitas pendidikan.  Dengan adanya komunita...

Upacara Bendera SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Berlangsung Lancar dan Kondusif

Gambar
SUMENEP — Upacara bendera di SDN Padangdangan 1 Kecamatan Pasongsongan berlangsung lancar dan tertib. Senin (26/1/2026).  Kegiatan tersebut berjalan kondusif karena cuaca cerah dan tidak turun hujan, sehingga seluruh rangkaian upacara bisa terlaksana dengan baik.  Bertindak sebagai pembina upacara, Ririn Rahmawati, S.Pd menyampaikan amanat singkat yang sarat nilai pendidikan karakter.  Ia menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat tumbuh dan belajar jadi pribadi baik. “Di sekolah kita belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, dan toleransi. Saling menghargai, tidak membully, tidak mengejek, termasuk tidak mengolok-olok nama orang tua. Jika melakukan kesalahan, beranilah mengakui, minta maaf, dan perbaiki diri tanpa menyalahkan teman,” pesannya.  Ririn Rahmawati juga mengajak seluruh warga sekolah untuk menghargai perbedaan serta menjaga lingkungan sekolah agar tetap jadi lingkungan aman dan nyaman demi menumbuhkan semangat be...

Zainal Arifin Ingatkan Disiplin Belajar Saat Upacara Bendera di SDN Padangdangan 2

Gambar
SUMENEP —  SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan melaksanakan upacara bendera hari Senin dengan khidmat. Senin (26/1/2026).  Bertindak sebagai pembina upacara, Zainal Arifin, S.Pd menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta didik terkait tanggung jawab sebagai pelajar. Dalam amanat singkatnya, Zainal Arifin menegaskan bahwa tugas utama seorang pelajar adalah belajar, baik di sekolah maupun di rumah.  Ia mengingatkan bahwa bermain tetap diperbolehkan, namun harus terjadwal agar tidak mengganggu waktu belajar. Pesan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran disiplin belajar sejak dini, sehingga siswa mampu mengatur waktu dengan baik dan meraih prestasi yang lebih optimal. [k4y]

Sundari, S.Pd Sambut Positif Pembentukan Paguyuban PPPK Paruh Waktu Pasongsongan

Gambar
Sundari (4 dari kiri) SUMENEP — Rencana pembentukan Paguyuban PPPK Paruh Waktu Kecamatan Pasongsongan mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan pendidik. Ahad (25/1/2026).  Berdasarkan undangan yang beredar, rapat koordinasi pembentukan paguyuban tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026. Sundari, S.Pd, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Padangdangan 1 Kecamatan Pasongsongan, menyambut baik rencana tersebut.  Menurutnya, keberadaan paguyuban sangat penting sebagai wadah pemersatu bagi PPPK Paruh waktu di wilayah Pasongsongan. “Paguyuban ini nantinya bisa jadi media untuk menyalurkan aspirasi, menyampaikan gagasan, serta menyusun rencana jangka panjang demi kebaikan bersama,” ujar wanita yang juga berstatus guru PPPK Paruh Waktu ini.  Ia berharap paguyuban yang akan dibentuk bakal bisa memperkuat solidaritas dan memperjuangkan kepentingan bersama secara positif dan konstruktif. [k4y]

Takziah Guru SDN Padangdangan 1: Perkuat Tali Kekeluargaan Sekolah dan Wali Siswa

Gambar
Sundari (kiri) saat menyerahkan penghargaan.  SUMENEP — Sebagai wujud kepedulian dan empati, para guru SDN Padangdangan 1 Kecamatan Pasongsongan melaksanakan takziah ke rumah keluarga siswa yang meninggal dunia. Sabtu (24/1/2026).  Kehadiran para guru ini jadi wujud nyata perhatian sekolah terhadap duka yang dialami keluarga siswa. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Padangdangan 1, Sundari, S.Pd, menegaskan bahwa takziah, membesuk orang sakit, atau peduli kepada keluarga siswa yang tertimpa musibah merupakan salah satu cara efektif untuk menjalin dan mempererat tali kekeluargaan antara sekolah dan wali siswa.  Wanita alumni Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk ini mengungkapkan, bahwa hubungan yang baik tidak hanya terbangun di lingkungan sekolah, tapi juga lewat kepedulian sosial. “Kegiatan seperti ini mengajarkan nilai kemanusiaan, empati, dan kebersamaan kepada seluruh warga sekolah,” ujar Sundari.  Wanita dia anak ini berharap budaya saling peduli ini terus terjaga se...

Sundari, S.Pd Bersama Guru SDN Padangdangan 1 Takziah ke Rumah Keluarga Peserta Didik

Gambar
Sundari, S.Pd (paling kiri)  SUMENEP — Sebagai wujud kepedulian dan empati, Sundari, S.Pd bersama para guru SDN Padangdangan 1 Kecamatan Pasongsongan, melakukan takziah ke rumah keluarga salah satu peserta didik yang tengah berduka karena meninggal dunia. Sabtu (24/1/2026).  Kehadiran rombongan guru tersebut disambut hangat oleh pihak keluarga.  Selain menyampaikan belasungkawa, para guru juga mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Menurut Sundari, takziah merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekolah kepada peserta didik dan keluarganya.  “Tujuan takziah yakni mengunjungi keluarga yang sedang berduka untuk menghibur, mendoakan, serta memberikan dukungan moral dan spiritual agar mereka sabar dan tabah menghadapi musibah kematian,” ujar guru PAI tersebut. [k4y]

Senam “Aku Sehat Aku Hebat”, Upaya SDN Padangdangan 1 Ciptakan Generasi Bugar dan Religius

Gambar
Aksi sosial siswa.    ​ SUMENEP – Terlihat suasana penuh semangat menyelimuti SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, pada Jumat pagi (23/1/2026).  Seluruh peserta didik dan tenaga pendidik berkumpul di halaman sekolah untuk gelar kegiatan rutin Jumat Senam Sehat dengan jargon "Aku Sehat Aku Hebat". ​Kepala SDN Padangdangan 1, Matrasit, M.Pd, menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari integrasi tiga program utama yang dilaksanakan tiap Jumat. ​"Tiga pilar utama pada kegiatan ini, yaitu Jumat Sehat, Jumat Bersih, dan Jumat Berkah. Tujuannya agar siswa tidak hanya kuat fisik, tapi juga memiliki lingkungan asri dan jiwa sosial," ujar Matrasit. ​Setelah sesi senam usai, para peserta didik melanjutkan dengan kegiatan religius berupa pembacaan sholawat bersama-sama.  ​ Indahnya Berbagi ​Salah satu poin menarik dari rangkaian kegiatan ini adalah program Jumat Berkah.  Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Sundari, S.Pd, memaparkan bahwa pi...

Wujudkan Generasi Bugar, SDN Padangdangan 1 Gelar Program "Aku Hebat Aku Sehat"

Gambar
​ SUMENEP – SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, mengisi Jumat pagi dengan penuh energi melalui kegiatan Jumat Senam Sehat. Jumat (23/1/20226).  Mengusung jargon "Aku Hebat Aku Sehat", kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik dan tenaga pendidik. "Kegiatan ini bukan sekadar olahraga rutin, melainkan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter dan kesehatan siswa," ucap Kepala SDN Padangdangan 1, Matrasit, M.Pd. Sementara Rizqon Muttaqin sebagai guru olahraga menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam program Jumat di sekolah ini: ​Tiga Program Utama Jumat: ​Jumat Sehat: Diisi dengan senam bersama untuk menjaga kebugaran fisik siswa agar siap menerima pelajaran dengan stamina yang prima. ​Jumat Bersih: Aksi gotong royong membersihkan lingkungan sekolah guna menanamkan rasa peduli terhadap kebersihan sanitasi. ​Jumat Berkah: Kegiatan sosial atau spiritual yang bertujuan mempererat tali silaturahmi dan rasa syukur di lingk...

SDN Padangdangan 1 Terapkan Sholat Dhuhur Berjamaah, Bentuk Karakter Religius Siswa

Gambar
SUMENEP —  SDN Padangdangan 1 Kecamatan Pasongsongan menetapkan kegiatan sholat dhuhur berjamaah sebagai upaya pembiasaan positif di lingkungan sekolah.  Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh seluruh siswa dan guru sebagai ikhtiar menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Padangdangan 1, Sundari, S.Pd, menjelaskan, bahwa sholat berjamaah memiliki banyak manfaat bagi peserta didik. Kamis (22/1/2026). Menurutnya, kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kedisiplinan, kebersamaan, toleransi, serta rasa tanggung jawab dalam diri siswa. “Selain membentuk karakter, sholat berjamaah juga menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, melatih kerjasama, dan memperkuat ikatan sosial antar siswa,” ujar Sundari.  Ia berharap pembiasaan ini bisa jadi bekal positif bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah atau di masyarakat. [k4y]

Kolaborasi SDN Panaongan 3 dan SDN Soddara 2, Sinergi Guru Pasongsongan di Ruang GTK

Gambar
SUMENEP — Semangat kolaborasi kembali ditunjukkan dunia pendidikan Kecamatan Pasongsongan. Rabu (21/1/2026).  SDN Panaongan 3 berkolaborasi dengan SDN Soddara 2 dalam kegiatan pengerjaan E-Kinerja Guru pada aplikasi Ruang GTK yang digelar di SDN Panaongan 3.  Kegiatan ini diikuti delapan guru SDN Panaongan 3 serta Kepala SDN Soddara 2 bersama enam guru. Kepala SDN Soddara 2, Bambang Sutrisno, S.Pd, mengatakan kolaborasi tersebut bukan kali pertama dilakukan.  ”Kami  mengakui banyak program di sekolahnya terinspirasi dari SDN Panaongan 3. Kami menilai peran Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 sekaligus Sekretaris KKKS Pasongsongan, sangat besar dalam mendorong lahirnya inovasi antar sekolah," ucap Bambang Sutrisno.  Sementara itu, Agus Sugianto menegaskan pentingnya memberi manfaat bagi sesama.  "Kegiatan ini jadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi sekolah pinggiran untuk terus berinovasi, karena pendidikan akan tumbuh lebih kuat melalui kebers...

Bangun Karakter Religius, SDN Padangdangan 1 Galakkan Sholat Dhuhur Berjamaah hingga Jumat Berkah

Gambar
SUMENEP – SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, terus berkomitmen memperkuat pondasi moral siswa lewat program keagamaan.  Salah satu langkah nyata itu dengan menggalakkan sholat dhuhur berjamaah antara guru dan peserta didik di sekolah. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan bagian integral dari Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk membangun spiritualitas sejak dini.  Hal ini selaras dengan nilai filosofis bahwa sholat bisa menangkal diri dari perbuatan keji (fahsya) dan mungkar. Sundari, S.Pd., guru PAI yang berstatus PPPK Paruh Waktu di SDN Padangdangan 1, mengungkapkan bahwa pembentukan karakter harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh. "Lewat sholat berjamaah, kita menanamkan kedisiplinan dan ketakwaan. Kami ingin siswa memiliki proteksi spiritual guna membentengi mereka dari perilaku negatif," ucap Sundari. Selain sholat berjamaah, SDN Padangdangan 1 juga menerapkan kebiasaan positif setiap pagi. Sebelum memasuki ruang kelas, para siswa melaku...

Pesan Sundari S.Pd di SDN Padangdangan 1: Bangun Pondasi Moral Siswa Sejak Dini

Gambar
​ SUMENEP – Pendidikan karakter bagi generasi muda kini jadi perhatian serius, terutama di lingkungan sekolah dasar.  Hal ini ditegaskan Sundari, S.Pd., saat memberikan amanat dalam upacara bendera di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan. Senin (19/1/2026).  ​Guru PPPK Paruh Waktu yang baru ini menekankan, bahwa penguatan karakter melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan yang sangat penting dan mendesak.  Menurutnya, pondasi moral siswa harus dibangun sejak dini agar mereka siap menghadapi tantangan zaman. ​"Pendidikan karakter di sekolah dasar adalah kunci. Melalui integrasi dalam pelajaran Agama Islam, kita membentuk etika dan perilaku siswa secara langsung," ujar Sundari di hadapan peserta upacara . [k4y]

Siswa SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Khidmat Ikuti Upacara Bendera, Pembina: Menghormati Guru Adalah Harga Mati

Gambar
Sundari, S.Pd sebagai pembina upacara.   SUMENEP – Suasana khidmat menyelimuti halaman SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, pada Senin pagi.  Seluruh siswa dan dewan guru melaksanakan upacara bendera rutin guna menanamkan kedisiplinan dan rasa nasionalisme sejak dini. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Sundari, S.Pd.  Dalam amanatnya, sosok pendidik yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Annuqayah ini menekankan pentingnya adab dan etika siswa terhadap pengajar. Senin (19/1/2026).  Sundari menegaskan bahwa menghormati guru adalah hal mutlak yang tidak bisa ditawar bagi setiap murid.  Ia mengibaratkan guru sebagai orang tua kandung selama siswa berada di lingkungan sekolah. "Menghormati guru tidak ada nilai tawar, karena guru adalah orang tua kalian di sekolah. Para guru mencurahkan semua ilmunya dengan ikhlas agar kalian semua jadi manusia seutuhnya," ujar Sundari di hadapan barisan peserta upacara. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kecerdas...

Tekankan Arti Kebersihan, Yeni Alfi Laeliy, S.Pd Jadi Pembina Upacara di SDN Padangdangan 2

Gambar
Upacara bendera SDN Padangdangan 2. SUMENEP – Yeni Alfi Laeliy, S.Pd bertindak sebagai pembina upacara bendera hari Senin di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan.  Upacara diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan tenaga kependidikan dengan tertib.  Dalam amanat singkatnya, Yeni Alfi Laeliy, S.Pd menekankan pentingnya menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan sekolah.  “Kebersihan diri dan sekolah harus dimulai dari diri kita. Jika lingkungan sekolah bersih, maka belajar pun akan terasa lebih nyaman,” ujar Yeni Alfi Laeliy di hadapan peserta upacara. Selasa (19/1/2026).  Ia juga mengajak seluruh siswa untuk membiasakan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kerapian pakaian, kebersihan kelas, serta membuang sampah pada tempatnya. “Sekolah yang bersih adalah cerminan warganya. Mari kita jaga bersama agar SDN Padangdangan 2 tetap jadi sekolah sehat dan nyaman,” pungkasnya. [k4y]

Pesan Menyentuh Pembina Upacara SDN Padangdangan 1: Hormat pada Guru Adalah Kunci Sukses

Gambar
SUMENEP – Suasana khidmat menyelimuti halaman SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, dalam pelaksanaan upacara bendera rutin pada Senin pagi. Cuaca cerah dan mendukung tanpa rintik hujan membuat seluruh rangkaian prosesi berjalan lancar dan tertib. Senin (19/1/2026). Ada yang berbeda pada pelaksanaan upacara kali ini. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Sundari, S.Pd., sosok guru baru di lingkungan SDN Padangdangan 1. Kehadirannya sebagai pembina jadi momen spesial karena ini adalah kali pertama bagi wanita dengan dua anak tersebut mengemban amanah sebagai pembina upacara sejak bergabung sebagai guru PPPK Paruh Waktu di sekolah tersebut. Dalam amanatnya di hadapan ratusan siswa dan jajaran guru, Sundari memberikan penekanan khusus mengenai pendidikan karakter, terutama terkait sopan santun kepada guru. Menurutnya, kecerdasan akademik semata tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan etika yang baik. Ia meyakini bahwa keberkahan ilmu dan kesuksesan hidup sangat be...

Cahaya Adab di Bawah Langit SDN Padangdangan 1 Pasongsongan

Gambar
Pagi itu, langit di atas SDN Padangdangan 1 membentang goresan mendung, seolah alam semesta turut berkonspirasi memberi ruang bagi khidmatnya sebuah prosesi. Senin (19/1/2026). Di bawah naungan cuaca teduh, derap langkah para siswa menyatu dengan hening yang sakral, menciptakan harmoni indah saat sang merah putih perlahan mendaki angkasa. Keheningan itu jadi saksi bisu bagi kelancaran sebuah upacara yang tidak hanya sekadar ritual, melainkan sebuah simfoni kedisiplinan yang menyatu dengan restu alam nan cerah. Di halaman sekolah, berdirilah Sundari, S.Pd., seorang ibu dari dua buah hati yang kini menapaki babak baru dalam pengabdiannya. Sebagai guru PPPK Paruh Waktu yang baru saja menabuh jejak di sekolah ini, momen tersebut jadi kali pertama baginya berdiri tegak sebagai pembina upacara. Meski merupakan pengalaman perdana, aura ketenangan terpancar dari sosoknya, membawa semangat baru di lingkungan SDN Padangdangan 1, layaknya embun pagi yang membasahi rimbunnya dedaunan i...

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1

Gambar
SUMENEP – Raut wajah bahagia terpancar dari Sundari, S.Pd., sosok pendidik yang kini memulai babak baru dalam perjalanan kariernya. Senin (19/1/2026). Setelah lebih dari dua dekade mengabdi, wanita yang dikenal gigih ini resmi berpindah tugas ke unit kerja baru di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan. Perpindahan ini jadi momen membanggakan bagi Sundari. Pasalnya, sebelum menempati posisi barunya, ibu dari dua anak ini telah menghabiskan waktu selama 21 tahun mengabdi sebagai guru kelas di SDN Padangdangan 2. Masa pengabdian yang panjang tersebut jadi bukti nyata kesetiaan dan dedikasinya dalam mencerdaskan anak bangsa. Linieritas Ijazah Berbeda dengan tugas sebelumnya sebagai guru kelas, di SDN Padangdangan 1 Sundari kini memegang amanah sebagai Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Penempatan ini didasarkan pada latar belakang pendidikannya sebagai Sarjana Pendidikan Agama Islam (S-1). Langkah ini diambil untuk memastikan linieritas kompetensi pengajaran, sehingga...