Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

NU Terlalu Sibuk ke Atas, Warga Ribut ke Bawah: Retaknya Harmoni Organisasi

Gambar
NU adalah organisasi besar. Begitu besar sampai pengurus di atas dan warga di bawah tampak hidup di dua alam berbeda. Yang satu di ruang rapat ber-AC, yang lain di lapangan penuh perdebatan. Keduanya sama-sama NU, tapi rasanya seperti sedang tidak satu grup WhatsApp. Para pengurus terlihat sibuk. Sibuk rapat, sibuk manuver, sibuk lobi. Saking sibuknya, suara warga kecil terdengar seperti notifikasi yang disenyapkan. Sementara itu, di bawah, warga NU ribut soal nasab. Debat panas. Persaudaraan memanas. Tapi tenang saja, di atas semuanya tetap adem. Saat warga saling bersitegang, para elit tampak khusyuk jaga kepentingan pribadi. Katanya demi organisasi. Meski anehnya, yang kenyang selalu itu-itu saja. Rakyat diminta sabar. Diminta dewasa. Diminta jangan ribut. Padahal yang paling jarang turun tangan justru para pemilik mikrofon. NU tidak akan runtuh. Terlalu besar untuk itu. Tapi kepercayaan bisa bocor pelan-pelan. Kalau pemimpin terus sibuk mengurus perut sendiri, sementa...

Kontroversi Nasab Ba’alawi dan Keberanian Membongkar Klaim Keturunan

Gambar
Isu nasab Ba’alawi, kelompok habib Yaman yang mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, kembali memicu perdebatan panjang di tengah umat Islam Indonesia.  Selama puluhan tahun klaim nasab ini diterima luas tanpa banyak ruang kritik.  Tapi, situasi berubah ketika KH Imaduddin Utsman al-Bantani secara terbuka menyuarakan keberatannya dan menyebut adanya dugaan “kepalsuan” dalam klaim keturunan para imigran Yaman tersebut. KH Imaduddin Utsman al-Bantani sendiri dikenal sebagai ulama, pendidik, sekaligus penulis yang menaruh perhatian serius pada kajian nasab.  Lewat penelitian yang ia klaim berbasis literatur sejarah dan silsilah, ia mempertanyakan validitas rantai keturunan Ba’alawi yang bersambung langsung kepada Rasulullah SAW.  Sikap lantangnya menuai pro dan kontra: sebagian menganggapnya sebagai upaya ilmiah untuk meluruskan sejarah, sementara yang lain menilai langkah tersebut berpotensi memicu kegaduhan dan perpecahan umat. Terlepas dari kontroversinya, nas...

Kunci Jawaban Bahasa Madura Kelas 6 SD

Gambar
Berikut ini apoymadura.com akan menyajikan soal-soal dan kunci jawaban Asesmen Sumatif Akhir Semester Genap mata pelajaran Bahasa Madura untuk kelas 6 SD. 1. Settong otaba pan-barempan okara se ekoca’agi ka oreng laen se malowagi jawaban esebbut … A.   okara kakanthen B.   bak-tebbagan C.   parebasan D.   saloka   2. Bak-tebbagan ekoca’agi kalaban samar tojjuwanna sopaja …. A.   agella’an B.   etebbak C.   ekarembak D.   ekaenga’e   3. Bak-tebbagan biyasana aesse okara …. A.   kakanthen B.   petanya C.   pasoro D.   lalakon   4. Bak-tebbagan ekoca’ sastra en-maenan se tojjuwanna kaangguy …. A.   masenneng ate B.   matapencol ate C.   panglepor ate D.   masekkel ate   5. Sala settong tatengngerra okara bak-tebbagan marlowagi badhana …. A.   soalla B.   jawabanna C.   monyena D.   endhana okara   6. Ba...

Puting Beliung dan Alarm Kesiapsiagaan di Desa Karduluk Sumenep

Gambar
Rumah warga di Karduluk. Bencana puting beliung di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep mengakibatkan beberapa rumah rusak berat.  Ahad (1/2/2026). Hal ini jadi pengingat pahit bahwa ancaman bencana alam bisa datang kapan saja. Dalam hitungan menit, angin kencang mampu merenggut rasa aman warga dan memporak-porandakan tempat tinggal yang dibangun bertahun-tahun dengan kerja keras. Peristiwa ini tidak bisa dipandang sekadar sebagai musibah musiman. Perubahan pola cuaca yang ekstrem menuntut perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Kerusakan rumah warga menunjukkan masih lemahnya ketahanan bangunan terhadap bencana, terutama bagi masyarakat pedesaan yang sebagian besar membangun rumah dengan keterbatasan ekonomi. Puting beliung di Desa Karduluk sejatinya jadi alarm bersama: bahwa kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. [k4y] Catatan: Semua video kiriman dari netizen warga Karduluk.

Cahaya Adab di Bawah Langit SDN Padangdangan 1 Pasongsongan

Gambar
Pagi itu, langit di atas SDN Padangdangan 1 membentang goresan mendung, seolah alam semesta turut berkonspirasi memberi ruang bagi khidmatnya sebuah prosesi. Senin (19/1/2026). Di bawah naungan cuaca teduh, derap langkah para siswa menyatu dengan hening yang sakral, menciptakan harmoni indah saat sang merah putih perlahan mendaki angkasa. Keheningan itu jadi saksi bisu bagi kelancaran sebuah upacara yang tidak hanya sekadar ritual, melainkan sebuah simfoni kedisiplinan yang menyatu dengan restu alam nan cerah. Di halaman sekolah, berdirilah Sundari, S.Pd., seorang ibu dari dua buah hati yang kini menapaki babak baru dalam pengabdiannya. Sebagai guru PPPK Paruh Waktu yang baru saja menabuh jejak di sekolah ini, momen tersebut jadi kali pertama baginya berdiri tegak sebagai pembina upacara. Meski merupakan pengalaman perdana, aura ketenangan terpancar dari sosoknya, membawa semangat baru di lingkungan SDN Padangdangan 1, layaknya embun pagi yang membasahi rimbunnya dedaunan i...

Umar Dhany Kawesa: Kejujuran Hati dan Lengkingan Suara dari Kota Keris

Gambar
Kota Sumenep tidak hanya dikenal sebagai "Kota Keris" yang kaya akan tradisi, tapi juga sebagai rahim bagi talenta-talenta seni yang luar biasa. Salah satu nama yang tetap berpijar dalam ingatan dan industri musik pop-rock adalah Umar Dhany Kawesa. Bagi mereka yang pernah bersinggungan langsung dengannya, Umar bukan sekadar penyanyi; ia adalah simbol integritas di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan. Jejak Nostalgia Jakarta Mengenang Umar membawa ingatan saya kembali ke Jakarta pada tahun 2000. Kala itu, atmosfer musik Indonesia sedang berada di puncak kreativitasnya. Di antara deretan musisi yang mencoba peruntungan di ibu kota, Umar muncul dengan karakter khas. Banyak kenangan yang tercipta di sudut-sudut Jakarta bersamanya. Ada satu hal yang tidak pernah berubah dari sosok Umar: kejujurannya dalam bersikap. Di industri yang terkadang penuh dengan kepura-puraan, Umar adalah sosok santun. Ia memperlakukan sesama rekan artis dengan rasa hormat dan ketulusan murni...

Pasongsongan: Menjaga Tahta sebagai Lumbung Ikan Terbesar di Tanah Madura

Gambar
Perahu Desa Pasongsongan. [k4y] Jika kita berbicara tentang denyut nadi perikanan di Pulau Garam, maka mata kita tak boleh lepas dari sebuah pelabuhan di ujung utara Sumenep: Pasongsongan. Sejak zaman nenek moyang hingga era modern saat ini, Pasongsongan secara konsisten mencatatkan diri sebagai daerah dengan hasil tangkapan ikan terbesar di wilayah Madura. Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan geografis, melainkan buah dari ketekunan para nelayan yang mampu memadukan kearifan lokal turun-temurun dengan adaptasi zaman. Kesegaran yang Terjaga hingga Meja Makan Salah satu kunci mengapa ikan dari Pasongsongan sangat diminati di pasar Jawa Timur adalah sistem rantai dingin yang diterapkan secara disiplin. Begitu perahu merapat di pelabuhan, transaksi jual-beli langsung terjadi secara cepat dan dinamis. Yang paling krusial adalah perlakuan pasca-tangkap: ikan-ikan tersebut diperlakukan dengan hati-hati agar dagingnya tetap utuh. Setelah turun dimasukkan dalam drum beris...

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura ASAS Genap SD Kelas 2

Gambar
Berikut Redaksi apoymadura.com akan menyajikan soal-soal dan kunci jawaban Bahasa Madura Asesmen Sumatif Akhir Semester Genap untuk tingkat SD kelas 6. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 46.   Jajal toles 4 (empa’) macem tatengngerra okara bak-tebbagan! 47.   Bak-tebbagan ebaba reya ekagabay dhari okara paparegan.        Jajal terros agi okara essena mon samperenna cara barinna’ :             a.   Solorra ka taman, konco’na ka accem.             b.   Bangpa’ konem tadul to’cer. 48.   Jajal toles tello’ bagian pidhato kalaban rontot! 49.   Baca teks pidhato e baba reya!             Mator sakalangkong dha’ sadaja Bapa’ / Ibu Guru tor red-mored se ampon soddi narema badan kaula dhalem kabadha’an se sanget nyennengngagi. Bapa’-bapa’, Ibu-ibu ...