Sungguh brilian. Menag kita sepertinya sedang mencoba teknik marketing terbaru untuk akhirat. Zakat dianggap tidak populer? Mari kita hapu...
Kisruh Zakat Menag Nasaruddin Umar: Salah Ucap, Salah Tafsir, atau Salah Terjemahkan Minat “Majikan”?
- Apoy Madura
- Maret 06, 2026
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya mengenai zakat yang sempat menimbulkan kekisruhan luar...
Viral Ceramah Nasaruddin Umar Soal “Tinggalkan Zakat”, Salah Paham atau Humor Zaman Digital?
- Apoy Madura
- Maret 05, 2026
Pernyataan Nasaruddin Umar, Menteri Agama (Menag) tentang zakat tiba-tiba berkeliling dunia maya. Potongan video pendek. Kalimat lebih pend...
Di Kabupaten Sumenep, pada awal Maret 2026, jadi momentum yang emosional bagi ribuan guru berstatus PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanji...
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sumenep Cuma Rp 400 Ribu, Kok Bisa Lebih Kecil dari Honorer?
- Apoy Madura
- Maret 04, 2026
Di tengah gegap gempita jargon peningkatan kualitas pendidikan, ada ironi yang sunyi di Kabupaten Sumenep. Guru berstatus PPPK Paruh Waktu ...
Anggaran Pendidikan Dipangkas Demi MBG? Pro Kontra Kebijakan Prabowo yang Menguras Triliunan Rupiah
- Apoy Madura
- Maret 04, 2026
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang Presiden Prabowo Subianto telah memicu gelombang kritik tak terelakkan. Di tengah s...
MBG vs Pendidikan dan Kesehatan Gratis: Rakyat Kecil Bertanya, Prioritas Pemerintah Kemana?
- Apoy Madura
- Maret 04, 2026
Di sudut-sudut warung kopi, pasar tradisional, dan lorong kampung, pertanyaan itu terus bergaung: kenapa harus MBG? Bagi masyarakat kecil, ...
Kenapa Harus MBG? Saat Rakyat Lebih Butuh Pendidikan dan Kesehatan Gratis
- Apoy Madura
- Maret 03, 2026
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap dipromosikan sebagai jawaban atas persoalan gizi anak bangsa. Tapi di ruang-ruang sunyi, masyaraka...
Di warung kopi hingga sudut-sudut pasar, sebuah pertanyaan retoris sering bergema: "Kenapa harus Makan Bergizi Gratis (MBG)?" Per...
Gus Nur. Kasus hukum yang menjerat Sugi Nur Raharja atas Gus Nur, akhirnya mencapai babak baru. Setelah divonis enam tahun penjara (yang k...
Kasus hukum yang menjerat Sugi Nur Raharja, atau Gus Nur, kembali memicu perdebatan publik mengenai batas antara pencemaran nama baik dan tu...
Ironi "Kota Keris": Ketika Administrasi Mengalahkan Esensi Linieritas Serdik
- Apoy Madura
- Maret 03, 2026
Di dunia pendidikan kita, Sertifikat Pendidik (Serdik) sering dianggap sebagai "ijazah sakti". Ia adalah bukti formal profesionali...
Sakti Mandraguna SK Kepala Sekolah: Ketika Gelar Serdik Takluk di Tangan Administrasi
- Apoy Madura
- Maret 03, 2026
Selamat datang di dunia pendidikan kita yang penuh keajaiban, khususnya bagi para pejuang pendidikan di Kota Keris, Sumenep. Di sini, kita ...
Ironi di Kota Keris: Ketika SK Bupati Lebih "Sakti" (Menghambat) Daripada SK Kepala Sekolah
- Apoy Madura
- Maret 03, 2026
Selamat datang di dunia pendidikan kita yang penuh keajaiban, khususnya bagi para pahlawan tanpa tanda jasa di Kota Keris, Sumenep. Di sini...
Mempertanyakan Kesucian Habib: Ketika Kekaguman Berubah Menjadi Kekecewaan
- Apoy Madura
- Maret 03, 2026
Dulu, saat masih remaja, saya memiliki sebuah keyakinan yang tak tergoyahkan: bahwa gelar "Habib" adalah simbol kemuliaan terting...
Sains modern memberikan alat uji yang dingin namun objektif melalui tes DNA. Dalam diskursus mengenai nasab ini, hasil tes DNA dari para pen...
Dulu, dalam benak saya yang masih muda, gelar "Habib" adalah puncak dari kemuliaan manusia. Di majelis-majelis taklim yang saya h...
Dulu, dalam benak saya dan mungkin jutaan umat Muslim lainnya di Indonesia, gelar "Habib" adalah simbol kemuliaan yang absolut. S...
Dulu, saat usia saya masih muda dan penuh semangat mencari jati diri, sosok bergelar Habib menempati posisi yang sangat istimewa di hati sa...
Antara Garis Keturunan dan Cahaya Ilmu: Refleksi Atas Pemaknaan Gelar "Habib"
- Apoy Madura
- Maret 02, 2026
Dulu, saat saya masih duduk di bangku SMP dan semangat keagamaan sedang meluap-luap, figur seorang Habib adalah segalanya. Dalam benak say...