Postingan

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

Gambar
​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak tersentuh kebijakan pemerintah.  Kita patut bersyukur atas janji kesejahteraan kendati selalu "jauh panggang dari api". Ketidakpedulian penguasa justru jadi bumbu penyedap paling otentik di meja makan rakyat jelata. ​Dan kekecewaan menggunung mendadak luruh bersama segelas es teh manis.  Siapa butuh anggaran pendidikan dan kesehatan yang mumpuni jika kita sudah punya label "sejahtera" di atas kertas?  Kita diajak merayakan pemangkasan hak-hak dasar demi satu piring harapan.  Bukankah sangat puitis melihat masa depan anak bangsa dikorbankan demi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang penuh kemegahan? ​Mari kita kunyah makanan ini dengan khidmat tanpa perlu banyak tanya.  Nikmatilah kemewahan sesaat ini selagi angka kemiskinan hanya jadi hiasan infografis di kantor kementerian.  Pemerintah sedang bekerja keras mencerdaskan b...

Inspiratif! SDN Soddara 1 Pasongsongan Hidupkan Karakter Siswa Lewat LIBAS JAMAN

Gambar
PASONGSONGAN – Suasana penuh kebersamaan dan khidmat menyelimuti halaman SDN Soddara 1, Kecamatan Pasongsongan.  Seluruh keluarga besar sekolah berkumpul untuk melaksanakan kegiatan bulanan "LIBAS JAMAN" (Religi dan Bakti Sosial Jumat Manis) untuk edisi bulan Mei pada Jumat (29/5/2026).  Kegiatan ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan. Menurut Imam Buhari, S.Pd., salah seorang guru di SDN Soddara 1, rangkaian kegiatan keagamaan ini sengaja dirancang untuk membangun karakter spiritual siswa sejak dini. "Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama. Ini adalah bentuk ikhtiar kita agar seluruh keluarga besar sekolah senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menuntut ilmu," ujar Imam Buhari. Aksi Nyata Bakti Sosial dan Kehangatan Tradisi Lokal Tidak hanya fokus pada kegiatan spiritual, "LIBAS JAMAN" juga menyentuh sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.  Pada momen tersebut, dilaksanakan pengu...

Keren! Aksi Nyata SDN Soddara 1 Pasongsongan: Wujudkan Anak Indonesia Hebat

Gambar
PASONGSONGAN – Pagi yang cerah di SDN Soddara 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (29/5/2026).  Seluruh warga sekolah berkumpul untuk melaksanakan kegiatan bulanan “LIBAS JAMAN” (Religi dan Bakti Sosial Jumat Manis) untuk edisi bulan Mei.  Kegiatan rutin ini berjalan dengan lancar, khidmat, dan sukses mempererat tali silaturahmi. Kegiatan positif ini dibuka dengan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama yang diikuti seluruh murid, guru, dan staf sekolah. Kepada apoymadura.com, Kepala SDN Soddara 1, Sarkawi, S.Pd., menyampaikan bahwa momen spiritual ini merupakan bentuk ikhtiar batiniah sekolah. "Kami berharap melalui doa bersama ini, seluruh keluarga besar SDN Soddara 1 senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kemudahan dalam menuntut ilmu," tutur Sarkawi. Tidak hanya fokus pada kegiatan spiritual, "LIBAS JAMAN" juga menyentuh sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.  Pada kesempatan ini, dilakukan pengumpulan dana sukarela yang dialokasika...

Dari Pasongsongan Menuju Dunia: Jejak Inspiratif MS Arifin dan Gurita Bisnis Banyu Urip

Gambar
Ada sebuah kebanggaan tersendiri ketika melihat putra daerah melangkah jauh, menembus batas-batas lokal, lalu kembali dengan membawa perubahan nyata untuk tanah kelahirannya.  Cerita inilah yang melekat erat pada sosok MS Arifin, owner sekaligus nakhoda utama di balik layar PT Bintang Banyu Urip Yogyakarta. Lahir dan tumbuh besar di atmosfer pesisir Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, MS Arifin adalah bukti hidup bahwa impian besar bisa tumbuh dari mana saja—bahkan dari sudut utara Pulau Madura yang jauh dari hiruk-pikuk ibu kota. Mengglobal Lewat Kearifan Ramuan Tradisional Keberhasilan MS Arifin membangun gurita bisnis tidak diraih dalam semalam.  Pondasi utamanya terletak pada keberanian mengangkat potensi pengobatan tradisional melalui brand Ramuan Banyu Urip.  Di tangan dinginnya, apa yang semula dipandang sebagai alternatif, bertransformasi jadi produk kesehatan berkualitas yang diakui dan mendunia. Tidak berhenti di situ, kerajaan bisnis PT Bintang Bany...

Gelar Ta’aruf Pengurus Baru MWC NU Pasongsongan: Luncurkan Aplikasi Keuangan Digital Menuju Era Transparansi

Gambar
PASONGSONGAN – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan sukses menyelenggarakan acara Gelar Ta’aruf (perkenalan) pengurus baru. Senin (25/5/2026).  Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus MWC NU beserta badan otonom dan lembaga di bawah naungannya. Acara tersebut dipusatkan di Gedung KH Wahab Hasbullah, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Momentum ini jadi pijakan awal bagi nakhoda baru MWC NU Pasongsongan untuk bersinergi selama satu masa khidmat ke depan. Pembacaan Struktur Kepengurusan Baru Dalam sambutannya, Ketua Terpilih MWC NU Pasongsongan, K. Ahmad Riyadi, M.Pd, secara resmi membacakan komposisi kepengurusan baru MWC NU dan Lembaga.  Langkah ini dilakukan agar seluruh jajaran pengurus saling mengenal, menyamakan visi, dan siap bergerak bersama dalam menjalankan roda organisasi. "Ta'aruf ini bukan sekadar formalitas, melainkan jembatan untuk membangun kemandirian dan soliditas antar-...

Khidmat, Ratusan Jemaah Hadiri Sholat Idul Adha di Ponpes Al-Istikmal Pasongsongan

Gambar
PASONGSONGAN – Gema takbir berkumandang memenuhi kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Istikmal yang terletak di Dusun Pakotan, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Rabu pagi (27/5/2026).  Ratusan jemaah yang terdiri dari santri, tokoh masyarakat, dan warga sekitar tampak khusyuk melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha 1447 Hijriah. Pelaksanaan Sholat Id yang berpusat di Masjid Al-Istikmal ini berjalan dengan sangat tertib dan penuh hidmat sejak pukul 06.30 WIB. Keteladanan Nabi Ibrahim AS Jadi Inti Khutbah Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan sholat Idul Adha kali ini adalah KH. Kholilurrahman, yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Istikmal. Dalam khutbahnya, KH. Kholilurrahman menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi ibadah kurban dan sejarah pengorbanan agung Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya.  Ia menekankan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual menyembelih hewan kurban, melainkan momentum untuk memperkuat keimanan, ketak...

Refleksi Idul Adha 1447 di Ponpes Al-Istikmal Pasongsongan

Gambar
Rabu pagi, 27 Mei 2026, gema takbir bersahut-sahutan memecah keheningan Dusun Pakotan, Desa Pasongsongan.  Di antara ribuan umat Muslim yang berbondong-bondong menuju tempat ibadah, langkah kaki kembali membawa saya ke sebuah tempat yang amat akrab: Masjid Al-Istikmal.  Di masjid yang berdiri kokoh di dalam kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Istikmal, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep inilah, saya memilih untuk merayakan dan melaksanakan ibadah shalat Idul Adha. Bagi sebagian orang, memilih tempat shalat Idul Adha mungkin sekadar mencari tempat terdekat atau yang paling megah.  Tapi bagi saya, kembali ke Ponpes Al-Istikmal adalah sebuah ritual "pulang" yang sakral. Setiap tahun, saya selalu sengaja meluangkan waktu untuk menunaikan shalat Hari Raya di sini. Alasan di balik konsistensi ini sangat sederhana tapi mendalam: nostalgia dan takzim.  Di tempat inilah, semasa duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dahulu, saya menghabiskan masa kecil untuk mengaji dan menimba ilm...

Dari Pasongsongan ke Jember: Refleksi 33 Tahun Perjalanan Hidup Syamsul Arifin

Gambar
Pertemuan selalu punya cara sendiri untuk mengaduk-aduk emosi.  Kemarin malam (Selasa, 26 Mei 2026) di sebuah rumah di Dusun Pakotan, Desa Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, saya duduk berhadapan dengan Syamsul Arifin.  Di rumah saudaranya itulah, ingatan kami mendadak terlempar jauh ke belakang, tepatnya 33 tahun yang lalu. Tiga puluh tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar.  Pikiran saya langsung memutar kembali memori saat Syamsul masih lajang, belum memiliki istri, dan menjalani kerasnya hidup bersama orang tuanya.  Kala itu, kata "miskin" dan "menderita" bukan sekadar bumbu cerita, melainkan makanan sehari-hari yang harus mereka telan. Orang tua Syamsul adalah warga asli Pasongsongan yang memutuskan merantau ke Jember demi mengadu nasib.  Di tanah rantau itulah Syamsul lahir dan dibesarkan.  Tanpa modal apa pun kecuali tenaga dan harapan, mereka bertahan hidup di garis kemiskinan yang amat ketat.  Menatap Syamsul yang sekarang, sulit rasanya melupak...