Postingan

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

Gambar
​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak tersentuh kebijakan pemerintah.  Kita patut bersyukur atas janji kesejahteraan kendati selalu "jauh panggang dari api". Ketidakpedulian penguasa justru jadi bumbu penyedap paling otentik di meja makan rakyat jelata. ​Dan kekecewaan menggunung mendadak luruh bersama segelas es teh manis.  Siapa butuh anggaran pendidikan dan kesehatan yang mumpuni jika kita sudah punya label "sejahtera" di atas kertas?  Kita diajak merayakan pemangkasan hak-hak dasar demi satu piring harapan.  Bukankah sangat puitis melihat masa depan anak bangsa dikorbankan demi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang penuh kemegahan? ​Mari kita kunyah makanan ini dengan khidmat tanpa perlu banyak tanya.  Nikmatilah kemewahan sesaat ini selagi angka kemiskinan hanya jadi hiasan infografis di kantor kementerian.  Pemerintah sedang bekerja keras mencerdaskan b...

SDN Padangdangan 1 Banjir Murid Baru Berkat Deretan Prestasi!

Gambar
PASONGSONGAN — SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, dibanjiri pendaftar pada penerimaan peserta didik baru tahun ini. Senin (27/7/2026).  Membludaknya jumlah siswa baru di sekolah ini tidak lepas dari rentetan prestasi gemilang yang berhasil diraih para muridnya, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Sudah pasti, daya tarik sekolah ini semakin kuat di mata masyarakat berkat komitmennya dalam mengasah dan mengoptimalkan bakat para murid.  Berbagai piala dan penghargaan dari beragam ajang kompetisi jadi bukti nyata dari keberhasilan pola pendidikan yang diterapkan di SDN Padangdangan 1. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Padangdangan 1, Sundari, S.Pd., menyampaikan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil yang didapat secara instan.  Menurutnya, diperlukan proses panjang yang konsisten agar anak-anak mampu bersaing dan meraih juara. "Untuk mencetak prestasi itu bukan perkara mudah, butuh bimbingan dan pembinaan yang intensif dari para guru ya...

Sambut HUT RI ke-81, Paruga Pasongsongan Gelar Pertemuan Rutin di SDN Panaongan 4

Gambar
PASONGSONGAN – Paguyuban Guru Olahraga (Paruga) Kecamatan Pasongsongan kembali menggelar pertemuan rutin yang bertempat di SDN Panaongan 4. Ahad (26/7/2026).  Pertemuan ini jadi ajang konsolidasi para tenaga pendidik bidang olahraga dalam menyongsong berbagai kegiatan besar di wilayah Kabupaten Sumenep. Salah seorang guru olahraga dari SDN Pasongsongan 5, Hariyanto Aloy, menyampaikan bahwa fokus utama pada pembahasan kali ini adalah persiapan dan partisipasi Kecamatan Pasongsongan dalam rangkaian lomba yang digagas Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. "Pertemuan hari ini membahas keikutsertaan kontingen Pasongsongan dalam ajang lomba yang diselenggarakan DWP Dinas Pendidikan Sumenep. Berbagai persiapan, mulai dari pemetaan potensi hingga teknis pelaksanaan di lapangan, menjadi perhatian utama kami," ujar Hariyanto Aloy. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan lomba tersebut dijadwalkan bakal dimulai pada 9 Agustus mendatang.  Event t...

Pisah Sambut Pengawas Warnai Pertemuan Rutin KKG PAI Pasongsongan di SDN Pasongsongan 1

Gambar
PASONGSONGAN – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali menggelar agenda pertemuan bulanan. Sabtu (25/7/2026)  Acara yang ditempatkan di SDN Pasongsongan 1 ini terasa istimewa dan penuh haru karena dirangkai dengan momen pisah sambut Pengawas PAI Kecamatan Pasongsongan. Dalam pertemuan tersebut, tongkat estafet kepengawasan pendidikan agama Islam secara resmi beralih dari pengawas lama, Tohet, M.Pd., kepada pengawas yang baru, Jufri, S.Pd.I., M.M. Ketua KKG PAI Kecamatan Pasongsongan, Abu Siri, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi pengawas lama selama bertugas membina para guru di wilayahnya. "Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Tohet atas bimbingan dan dedikasinya selama bertugas di Kecamatan Pasongsongan. Banyak ilmu, arahan, dan motivasi yang telah Bapak berikan kepada kami," ungkap Abu Siri. Ia juga mendoakan agar pengabdian yang telah ...

Pertemuan Bulanan KKG PAI Pasongsongan: Resmi Sambut Pengawas Baru

Gambar
PASONGSONGAN — Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali menggelar pertemuan bulanan rutin yang bertempat di SDN Pasongsongan 1, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik PAI se-Kecamatan Pasongsongan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan program kerja ke depan. Dalam sambutannya, Ketua KKG PAI Pasongsongan, Abu Siri, S.Ag, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang secara khusus kepada Pengawas PAI Kecamatan Pasongsongan yang baru, Jufri, S.Pd.I,M.M, yang hadir menggantikan pengawas sebelumnya. "Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Jufri, S.Pd.I. Besar harapan kami, kehadiran beliau dapat membawa semangat baru, bimbingan yang optimal, serta perubahan yang jauh lebih baik bagi kemajuan pendidikan agama Islam di Kecamatan Pasongsongan," ujar Abu Siri. Pertemuan bulanan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban.  Hadir dalam pertemua...

Banyak Siswa Bukan Jaminan: Meninjau Ulang Makna "Sekolah Favorit" di Era Zonasi

Gambar
Setiap memasuki musim penerimaan peserta didik baru, pemandangan yang sama selalu berulang: para orang tua berbondong-bondong, bahkan rela berebut, demi mengamankan satu kursi di sekolah yang berlabel "favorit".  Jarak rumah yang jauh seringkali diabaikan, padahal ada sekolah sederajat yang lokasinya hanya beberapa ratus meter dari tempat tinggal mereka. Fenomena ini memicu pertanyaan mendasar: apa sebenarnya yang membuat sebuah sekolah disebut favorit?  Apakah indikator utamanya adalah jumlah siswa yang melimpah dan gedung yang selalu penuh sesak? Mitos Kuantitas dan Narasi "Kepercayaan Masyarakat" Sebagian sekolah beranggapan bahwa kian banyak siswa yang mendaftar dan diterima, makin tinggi pula legitimasi kualitas mereka.  Buka pintu seluas-luasnya, tambah kuota rombongan belajar, lalu berlindung di balik frasa: "Ini adalah wujud kepercayaan wali siswa." Tapi, mengukur kualitas pendidikan semata-mata dari kuantitas peserta didik adalah pandangan yang ke...

Membongkar Mitos Sekolah Favorit: Ketika Persepsi Mengalahkan Realita Pendidikan

Gambar
Setiap memasuki tahun ajaran baru, sebuah pola berulang senantiasa terjadi di tengah masyarakat kita.  Ada sekolah tertentu yang kebanjiran pendaftar hingga harus menolak puluhan calon siswa, sementara di sudut lain, ada sekolah yang harus bersusah payah sekadar untuk memenuhi kuota satu ruang kelas.  Sekolah yang sepi peminat ini perlahan-lahan mati suri, terancam digabung, atau bahkan ditutup. Kondisi ini memicu satu pertanyaan krusial: Apakah sekolah yang sepi peminat tersebut memang tidak berkualitas? Jika fenomena ini dicermati di Kabupaten Sumenep, jawaban atas pertanyaan tersebut jelas: tidak sejajar. Kualifikasi Guru yang Tak Lagi Menjadi Pembeda Secara umum, mayoritas tenaga pendidik di Kabupaten Sumenep—maupun daerah lainnya—saat ini telah mengantongi Sertifikat Pendidik.  Artinya, secara kualifikasi, kompetensi, dan standar profesionalisme, para guru di sekolah yang dianggap "kurang favorit" memiliki kapasitas yang relatif sama dengan mereka yang mengajar di se...

Pemkab dan BPN Sumenep Lakukan Pengukuran Tanah di SDN Padangdangan 2 untuk Inventarisasi Aset

Gambar
PASONGSONGAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep menerjunkan tim untuk melakukan pengukuran tanah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (24/7/2026).  Kegiatan ini difokuskan untuk memastikan batas-batas wilayah sekolah serta legalitas kepemilikan lahan secara resmi. Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd.SD, mengonfirmasi bahwa pengukuran lahan tersebut merupakan langkah nyata dalam menata administrasi daerah.  Menurutnya, proses ini merupakan bagian integral dari program pengamanan dan inventarisasi aset milik Pemkab Sumenep. "Pengukuran tanah di lingkungan sekolah kami ini bertujuan untuk pengamanan serta inventarisasi aset Pemkab Sumenep, agar ke depannya memiliki kejelasan status hukum dan pendataan yang teratur," ujar Madun. Langkah pendataan dan sertifikasi aset fasilitas pendidikan ini diharapkan dapat mencegah potensi sengketa lahan di masa mendatang, sekaligus...