Postingan

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

Gambar
​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak tersentuh kebijakan pemerintah.  Kita patut bersyukur atas janji kesejahteraan kendati selalu "jauh panggang dari api". Ketidakpedulian penguasa justru jadi bumbu penyedap paling otentik di meja makan rakyat jelata. ​Dan kekecewaan menggunung mendadak luruh bersama segelas es teh manis.  Siapa butuh anggaran pendidikan dan kesehatan yang mumpuni jika kita sudah punya label "sejahtera" di atas kertas?  Kita diajak merayakan pemangkasan hak-hak dasar demi satu piring harapan.  Bukankah sangat puitis melihat masa depan anak bangsa dikorbankan demi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang penuh kemegahan? ​Mari kita kunyah makanan ini dengan khidmat tanpa perlu banyak tanya.  Nikmatilah kemewahan sesaat ini selagi angka kemiskinan hanya jadi hiasan infografis di kantor kementerian.  Pemerintah sedang bekerja keras mencerdaskan b...

Kebersihan Lingkungan Sekolah: Tanggung Jawab Bersama untuk Generasi Masa Depan

Gambar
PASONGSONGAN - Kebersihan lingkungan sekolah bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.  Mulai dari kepala sekolah, guru, staf, hingga para siswa memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman, asri, dan sehat.  Kesadaran untuk menjaga kebersihan harus terus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan positif yang melekat pada diri siswa.  Langkah nyata dalam menanamkan kesadaran ini ditunjukkan Zainal Arifin, S.Pd, seorang pendidik di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep.  Ia tidak hanya menyampaikan teori di dalam kelas, tapi juga secara konsisten memberikan teladan langsung kepada para siswanya untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.  "Melalui tindakan sederhana seperti memungut sampah yang berserakan di sekitar lingkungan sekolah, Zainal mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar melalui perbuatan nyata," ucap Zainal. Sabtu (2/5/2026)....

Prestasi Membanggakan, Siswa SDN Padangdangan 2 Sumenep Tembus Semifinal Olimpiade PAI Jawa Timur

Gambar
PASONGSONGAN – Ahmad Zainul Abidin, siswa kelas VI SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan melangkah ke babak semifinal Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Provinsi Jawa Timur. Sabtu (2/5/2026).  Keberhasilan Zainul ini jadi angin segar sekaligus motivasi besar bagi dunia pendidikan di Kecamatan Pasongsongan, karena mampu menunjukkan kapasitas dan bersaing dengan perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Menjelang babak semifinal, Zainul terus melakukan persiapan yang intensif di bawah bimbingan para guru di sekolahnya.  Guru PAI SDN Padangdangan 2, Siti Endang Junnur Aida, S.Pd., menyatakan keyakinannya bahwa Zainul memiliki peluang besar untuk melaju ke babak selanjutnya.  "Kami sangat optimis anak didik kami akan mampu masuk ke babak final, melihat dedikasi dan semangat belajarnya yang sangat tinggi selama proses persiapan ini," ujar Siti Endang. [Kaiy]

Peringatan Hardiknas 2026 di SDN Panaongan 3: Apresiasi Tulus untuk Guru Ngaji

Gambar
  PASONGSONGAN -- SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, gelar Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung khidmat dan sarat akan makna. Sabtu (2/5/2026) Seluruh peserta didik yang kompak mengenakan seragam Pramuka tampak antusias mengikuti jalannya upacara yang dipimpin Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto.  Pada Hardiknas kali ini menghadirkan kejutan istimewa berupa apresiasi kepada salah seorang guru ngaji dari lingkungan sekitar sekolah, yaitu Ustadz Namsura. Agus Sugianto mengalungkan bunga melati secara simbolis kepada Ustadz Namsura sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya.  Dalam amanatnya, Agus Sugianto menegaskan bahwa guru ngaji memiliki kontribusi yang tidak kalah penting dengan pendidik formal.  "Di tengah keterbatasan, tanpa gaji tetap dan honor pemerintah, guru ngaji tetap istiqomah mengajar anak-anak kita. Meski hanya dalam waktu singkat setiap malam dari pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, mereka telah menanamkan pendi...

Klinik Ar-Rahman Pasongsongan Sumenep: Pelayanan Prima yang Memuaskan Warga

Gambar
Keberadaan Klinik Ar-Rahman yang berlokasi di Dusun Morasen, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, terus mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat setempat. Ahad (1/5/2026).  Sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau, klinik ini dinilai mampu memberikan pelayanan medis yang prima, ramah, dan tanggap.  Berbagai kalangan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga para lansia, merasa sangat terbantu dengan kehadiran layanan kesehatan yang berkualitas di wilayah mereka. Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat tersebut adalah Niyatun (67), wanita asal Dusun Sempong Barat.  Ia mengungkapkan rasa puas dan syukurnya ketika berobat ke Klinik Ar-Rahman karena mendapatkan penanganan cepat serta perawatan yang penuh empati dari para tenaga medis.  " Kaule (saya) puas aobat ka ka'dinto , (berobat ke sini). kejelasan informasi, dan kebersihan fasilitas klinik membuat proses berobat terasa lebih nyaman dan menenangkan," ujar Niyatun, wanit...

Komitmen SDN Panaongan 3 Cegah Perundungan Melalui Program Guru Tamu

Gambar
PASONGSONGAN -- Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman terus diperkuat SDN Panaongan 3, Pasongsongan, Sumenep, melalui kegiatan Program Guru Tamu. Kamis (30/4/2026).  Mengusung tema "Sekolah Aman, Hati Nyaman Tanpa Bullying", acara ini jadi langkah nyata pihak sekolah dalam mencegah perundungan sejak dini.  Hadir dua narasumber berkompeten, yakni Denny Rohmy Wahyuni, S.Pd (guru SRT 49 Sumenep) dan Amilia Rahma Sania, S.Pd (guru SMPN 2 Sumenep), untuk memberikan edukasi langsung kepada para siswa. Selama kegiatan berlangsung, materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh para peserta.  Narasumber membahas tuntas berbagai jenis perundungan, dampak psikologis yang dialami korban, serta cara menghindari dan melaporkan tindakan tersebut.  Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto,S.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa sekolah harus jadi tempat aman bagi siswa. "Karena bullying bisa berdampak serius terhadap mental ...

Nuansa Keraton di Sekolah: Guru SDN Padangdangan 2 Kompak Berbatik Khas Sumenep

Gambar
PASONGSONGAN – Ada pemandangan berbeda di lingkungan SDN Padangdangan 2, Pasongsongan, Sumenep. Kamis (30/4/2026).  Kepala sekolah, Seluruh guru dan tenaga kependidikan kini tampil anggun dan berwibawa dengan mengenakan seragam batik baru yang mengusung konsep desain ala Keraton Sumenep.  Langkah ini diambil sebagai upaya sekolah dalam melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas kekhasan daerah di lingkungan pendidikan. Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa pemilihan motif batik dengan sentuhan keraton ini bukan tanpa alasan.  "Seragam ini melambangkan nilai-nilai luhur, kedisplinan, dan dedikasi yang jadi napas perjuangan para pendidik di sekolah kami," ucap Madun.  Melalui penerapan seragam baru ini, Madun berharap akan ada dampak positif terhadap etos kerja timnya.  "Kami berharap dengan penggunaan batik baru ini, para guru dan tenaga kependidikan bisa menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan tugas," ungkapnya. ...

SDN Padangdangan 1 Dominasi Juara Kids Atletik O2SN Pasongsongan

Gambar
PASONGSONGAN  -- Paguyuban Guru Olahraga (Paruga) Kecamatan Pasongsongan sukses menyelenggarakan seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga kids atletik. Rabu (29/4/2026).  Bertempat di Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan, Sumenep ajang ini jadi panggung bagi para atlet cilik tingkat sekolah dasar untuk menunjukkan bakat dan sportivitas.  Dalam kompetisi bergengsi tingkat kecamatan ini, SDN Padangdangan 1 mengirimkan empat peserta didik terbaiknya untuk bertanding. Hasilnya cukup membanggakan, dimana tiga dari empat siswa yang didelegasikan berhasil meraih posisi di podium juara.  Kepala SDN Padangdangan 1, Matrasit, M.Pd, menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian para anak didiknya tersebut.  "Meski belum ada yang menempati juara I, kami bangga karena tiga siswa kami mendominasi kejuaraan. Ini adalah bukti kerja keras mereka dalam berlatih," pungkasnya. [Kaiy]