Postingan

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

Gambar
​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak tersentuh kebijakan pemerintah.  Kita patut bersyukur atas janji kesejahteraan kendati selalu "jauh panggang dari api". Ketidakpedulian penguasa justru jadi bumbu penyedap paling otentik di meja makan rakyat jelata. ​Dan kekecewaan menggunung mendadak luruh bersama segelas es teh manis.  Siapa butuh anggaran pendidikan dan kesehatan yang mumpuni jika kita sudah punya label "sejahtera" di atas kertas?  Kita diajak merayakan pemangkasan hak-hak dasar demi satu piring harapan.  Bukankah sangat puitis melihat masa depan anak bangsa dikorbankan demi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang penuh kemegahan? ​Mari kita kunyah makanan ini dengan khidmat tanpa perlu banyak tanya.  Nikmatilah kemewahan sesaat ini selagi angka kemiskinan hanya jadi hiasan infografis di kantor kementerian.  Pemerintah sedang bekerja keras mencerdaskan b...

Pemerintah Desa Pasongsongan Gelar Rokat Dhisah 2026, Hadirkan KH Musleh Adnan

Gambar
PASONGSONGAN -- Pemerintah Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar pengajian umum berskala besar bertajuk "Rokat Dhisah Pasongsongan 2026". Ahad siang (10/5/2026).  Acara yang dipusatkan di Lapangan Sawunggaling ini jadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus memohon keberkahan bagi desa.  Ribuan warga tampak memadati area lapangan, menciptakan suasana religius yang khidmat di tengah semangat kebersamaan. Acara inti dari pengajian ini adalah ceramah agama yang disampaikan dai kondang asal Pamekasan, KH Musleh Adnan, S.Ag.  Dalam tausiyahnya, Kiai Musleh menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga dan rasa syukur atas potensi alam yang dimiliki Desa Pasongsongan.  Dengan gaya penyampaiannya yang khas—bernas namun diselingi humor segar—dia berhasil menghibur sekaligus memberikan pencerahan spiritual kepada para jemaah yang hadir dari berbagai penjuru kecamatan. Ahmad Saleh Hari...

Mengenal Yamaro Sitompul: Maestro di Balik Lagu Pelabuhan Pasongsongan

Gambar
Yamaro Sitompul, sosok seniman yang membuktikan bahwa dedikasi tanpa batas akan membuahkan karya abadi.  Sebagai musisi berdarah Batak yang kini menetap di Bekasi, ia tidak hanya dikenal karena karakter vokalnya, tapi juga karena produktivitasnya yang luar biasa sebagai pencipta lagu.  Ribuan komposisi lahir dari tangannya dan telah memperkaya belantika musik tanah air, menjadikannya salah satu pilar kreatif yang memberikan warna tersendiri dalam industri hiburan di Indonesia. Kehebatan Yamaro tidak hanya terletak pada kemampuannya merangkai nada secara mandiri, tapi juga pada keterbukaannya dalam berkolaborasi untuk melahirkan visi artistik yang baru.  Sinergi kreatif ini menemukan bentuk nyatanya melalui kolaborasi dalam pembuatan karya-karya musik yang menyentuh hati.  Lewat proses kreatif yang mendalam, ia mampu menerjemahkan ide dan rasa jadi sebuah harmoni yang bisa dinikmati oleh khalayak luas, membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menghub...

Siswa SDN Padangdangan 2 Gelar Upacara Rutin, Tekankan Kebersihan dan Persiapan Asesmen

Gambar
PASONGSONGAN – Pelaksanaan upacara bendera hari Senin di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, berlangsung khidmat dan lancar. Senin (11/5/2026).  Suasana kondusif ini menunjukkan kedisiplinan yang terus dijaga warga sekolah dalam mengawali kegiatan belajar mengajar di awal pekan. Bertindak sebagai pembina upacara, Yeny Alfi Laeliy, S.Pd., memberikan amanat yang menekankan pentingnya menjaga ekosistem sekolah yang sehat.  Ia mengajak para murid untuk lebih peduli terhadap sampah dan menjaga keasrian kelas serta halaman agar suasana belajar tetap nyaman. Selain masalah kebersihan, Yeny juga memberikan motivasi khusus kepada para siswa untuk memacu semangat belajar mereka.  "Tingkatkan intensitas belajar kalian dan tetap fokus, agar hasil asesmen nanti memuaskan dan mencerminkan kerja keras kalian selama ini," pungkasnya di akhir amanat. [Kaiy]

Sapi Sonok Pasongsongan 2026: Keanggunan Budaya Madura di Tengah Terik.

Gambar
Sabtu (9/5/2026), berlokasi di Lapangan Sawungggaling, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, bukan sekadar lapangan berdebu.  Di bawah sengatan matahari musim kemarau yang cukup menyengat, ribuan pasang mata jadi saksi betapa tingginya martabat kebudayaan Madura lewat helatan Kontes Sapi Sonok 2026. Walau cuaca panas membungkus arena, semangat ribuan penonton yang datang dari berbagai penjuru Madura tidak surut.  Hal ini membuktikan satu hal: Sapi Sonok bukan sekadar tontonan, melainkan kebanggaan kolektif yang menyatukan masyarakat. Lebih dari Sekadar Kontes Kecantikan Berbeda dengan Karapan Sapi yang mengadu kecepatan, Sapi Sonok adalah perayaan estetika dan etika.  Diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Pasongsongan, kontes ini menampilkan sepasang sapi betina yang diapit oleh Pangonong —ukiran kayu atau bambu yang menyatukan keduanya dalam satu harmoni. Ada filosofi mendalam di balik Pangonong tersebut. Ia bukan sekadar beban, melainkan simbol keselarasan....

SDN Padangdangan 2 Luncurkan Program "Sapusa" untuk Jaga Kebersihan Lingkungan

Gambar
PASONGSONGAN -- SDN Padangdangan 2 yang terletak di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, secara resmi meluncurkan program Sabtu Pungut Sampah (Sapusa).  Program inovatif ini dirancang sebagai langkah nyata sekolah dalam membangun kesadaran individu seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf kependidikan. Sabtu (9/5/2026).  Lewat kegiatan ini, tiap Sabtu seluruh elemen sekolah bergerak bersama untuk memastikan tidak ada sampah yang berserakan di area pendidikan tersebut.s Implementasi program Sapusa dilakukan dengan metode gotong royong yang santai tapi tetap disiplin.  Suriyanto, selaku penjaga sekolah di SDN Padangdangan 2, menyambut positif inisiatif ini.  "Pembiasaan baik melalui Sapusa sangat efektif dalam menjaga kenyamanan tempat belajar," tutup Sundari. [Kaiy]
Gambar
Musik seringkali jadi mesin waktu yang paling jujur di antara beragam kesenian.  Lewat kolaborasi saya bersama musisi berdarah Batak, Yamaro Sitompul, lahir sebuah karya berjudul "Pelabuhan Pasongsongan".  Lagu ini bukan sekadar deretan nada, melainkan sebuah upaya untuk memotret kembali kejayaan sebuah bandar tua di pesisir utara Madura yang telah jadi saksi bisu pertukaran peradaban sejak berabad-abad silam. Pasongsongan dalam Lintasan Sejarah Jauh sebelum kita mengenal batas-batas modern, Pasongsongan sudah jadi magnet bagi dunia internasional.  Catatan sejarah menunjukkan bahwa sejak awal abad ke-14 Masehi, pelabuhan ini telah menjelma jadi titik temu yang sangat sibuk bagi para saudagar dari Arab dan Cina.  Di sinilah transaksi perdagangan global terjadi, berdampingan dengan misi mulia penyebaran agama Islam di nusantara. Pada masa itu, Pasongsongan bukanlah wilayah tak bertuan. Sistem pemerintahan yang tertata sudah berdiri kokoh di bawah kekuasaan seorang Adip...

Harmoni dalam Perbedaan: Persahabatan Saya dengan Yamaro Sitompul

Gambar
Persahabatan sejati seringkali tidak mengenal batas suku, agama, maupun latar belakang budaya.  Hal inilah yang saya rasakan dalam hubungan persahabatan erat saya dengan Yamaro Sitompul, seorang penyanyi gereja dan musisi berbakat berdarah Batak.  Hubungan kami adalah bukti nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang mampu melahirkan karya-karya indah. Kenangan yang paling berkesan terjadi pada 1999. Selama tiga bulan, saya sempat tinggal dan menumpang di kediaman Yamaro di Perumahan Taman Wisma Asri, Bekasi.  Di sana, saya menyaksikan langsung bagaimana sosok Yamaro bukan hanya seorang seniman yang hebat, tetapi juga pribadi yang luar biasa hangat. Meskipun saya beragama Islam dan memiliki darah Madura yang kental, Yamaro dan keluarganya menerima kehadiran saya dengan tangan terbuka tanpa sedikit pun rasa canggung. Kebaikan hati Yamaro melintasi sekat-sekat identitas. Ia memperlakukan siapa saja dengan rasa hormat dan kasih yang tulus.  Sifat ...