Postingan

Featured Post

Cermin Chomsky di Tanah Papua: Ketika Militerisme Menjadi Bahan Bakar Perlawanan

Gambar
Noam Chomsky, sang linguis sekaligus kritikus sosial paling tajam abad ini, pernah melontarkan tesis yang menampar wajah kekuatan global:  "Jika kita ingin berhenti menjadi sasaran terorisme, kita harus berhenti menjadi pelakunya."   Bagi Chomsky, terorisme bukan sekadar aksi kekerasan tanpa sebab (random acts of violence), melainkan sebuah reaksi atas intervensi militer, eksploitasi ekonomi, dan ketidakadilan sistemik yang dipaksakan oleh kekuatan besar terhadap entitas yang lebih lemah. Jika kita menarik garis merah pemikiran Chomsky ke dalam konteks domestik Indonesia, maka cermin itu akan mengarah tepat ke satu titik panas yang tak kunjung mendingin: Papua. Kekerasan yang Melahirkan Kekerasan Chomsky berargumen bahwa kebijakan luar negeri yang intervensionis sering kali menjadi akar masalah.  Di Papua, kita melihat pola serupa namun dalam skala internal.  Selama berpuluh-puluh tahun, pendekatan keamanan (security approach) yang kaku telah menjadi "menu ut...

Angin Segar dari Mandapa: THR PPPK Paruh Waktu dan Bukti Kepedulian Bupati Sumenep

Gambar
​Kabar gembira menyelimuti ribuan tenaga kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep menjelang Lebaran 2026.  Di tengah hiruk-pikuk persiapan hari raya, sebuah kebijakan progresif muncul sebagai oase bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.  Bupati Sumenep secara resmi memastikan bahwa mereka juga akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini. ​Langkah ini bukan sekadar janji lisan. Kepastian hukumnya telah tertuang dalam Peraturan Bupati Sumenep Nomor 11 Tahun 2026.  Peraturan ini merupakan perubahan atas Perbup Nomor 10 Tahun 2026 mengenai teknis pemberian THR dan gaji ketiga belas yang bersumber dari APBD 2026. ​ Mengapa Kebijakan Ini Patut Diapresiasi? ​Ada beberapa alasan mengapa langkah Bupati Sumenep ini layak disebut sebagai bentuk perhatian yang luar biasa: ​Asas Keadilan Sosial: Dengan menyertakan PPPK Paruh Waktu sebagai penerima THR, pemerintah daerah menunjukkan bahwa kontribusi setiap pegawai, sekecil apa pun jam kerj...

Merdeka dari Kompeni, Menuju Penjajahan Mandiri

Gambar
Sungguh sebuah pencapaian luar biasa. Sangat menakjubkan dan jadi catatan bersejarah.  Setelah melewati masa "magang" penderitaan di bawah ketiak bangsa asing selama ratusan tahun, kita akhirnya berhasil membuktikan satu hal: kita tidak butuh orang Belanda atau Jepang untuk membuat rakyat sendiri merasa terasing di tanah airnya. Setelah 80 tahun menghirup udara yang katanya bernama "merdeka," kita harus memberikan apresiasi setinggi-langitnya kepada para penguasa.  Mereka telah berhasil memodernisasi konsep kolonialisme jadi jauh lebih efisien dan dikemas dengan rapi dalam bungkus protokol negara. Estetika "Dijajah Bangsa Sendiri" Dahulu, VOC mengambil rempah-rempah kita dengan paksa. Betapa kuno dan kasar.  Sekarang, para pemegang kebijakan melakukannya dengan jauh lebih elegan.  Hutan digunduli bukan demi pembangunan, melainkan demi "investasi"—istilah keren untuk mengubah paru-paru dunia jadi tumpukan angka di rekening pribadi. Gunung dikeruk,...
Gambar
BAHASA INDONESIA KELAS 2 A.   Berilah tanda silang (x) huruf a, b, atau c pada jawaban yang paling benar! 1.    Perhatikan gambar berikut ini! Apa perasaan yang dialami pada gambar diatas … a.    Bahagia                  b. Marah                       c. Sedih Perhatikan Puisi Berikut  ini (Soal No. 2 – 3) Sampai Jumpa Saat berpisah telah tiba Aku harus pindah ke Kota Jakarta Tiga tahun kita lewati bersama Dalam tangis dan tawa Sampai jumpa lagi, kawanku Aku akan selalu mengingatmu 2.    Hari ini keluarga Novi ………. Ke Kota Jakarta a.    Pergi                         b. Pulang       ...