Jumat, 31 Maret 2023

Nelayan Pasongsongan Butuh Jaminan Usia Senja


Catatan: Yant Kaiy

Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep merupakan satu-satunya daerah penghasil tangkap ikan terbesar di Pulau Madura. Lalu hasil ikan tersebut langsung dijual kebeberapa pabrik pengolahan ikan di Jawa. Sementara ada beberapa jenis ikan tertentu masuk ke restoran hotel. Ada pula yang diekspor, memenuhi permintaan pasar di luar negeri. Sebagian lagi ikan itu dijual dibeberapa pasar tradisional.

Kekayaan hasil laut Desa Pasongsongan sungguh luar biasa. Sangat melimpah. Karunia Ilahi ini patut kiranya untuk selalu disyukuri.

Namun ketika kita berada di desa tersebut, ternyata kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan seluruh hidupnya di laut masih belum sepenuhnya sesuai impian.

Kendati melimpah hasil laut di Pasongsongan, namun tak membuat sebagian besar masyarakatnya sejahtera. Salah satu faktor penyebab mereka terdampak kemiskinan karena tidak semua perahu yang melaut mendapatkan hasil tangkap.

Apalagi ketika tiba musim angin barat, banyak nelayan tidak melaut. Otomatis mereka memakai uang simpanan dalam menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Akhirnya banyak diantara mereka yang terlilit hutang sebab tak ada lagi yang bisa dijual.

Jaminan Hari Tua

Dalam perbincangan dengan para nelayan Desa Pasongsongan, mereka sesungguhnya mengidamkan ada lembaga yang bisa menjamin hari tuanya. Karena tidak ada lagi ladang pendapatan bagi mereka tatkala usia sudah senja. Mereka akan menyerah kalah tatkala raga tak bisa berkarya lewat tenaga.

Andai saja ada yang peduli dengan kenyataan pahit ini, mungkin usia harapan mereka akan lebih panjang.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Kamis, 30 Maret 2023

Toko Modern Tumbuh Subur di Pasongsongan


Catatan: Yant Kaiy

Desa Pasongsongan adalah salah sebuah desa yang jumlah penduduknya terbesar ketimbang sembilan desa yang ada di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Mata pencaharian utama masyakatnya sebagai nelayan. Sebelah barat desa ini berbatasan langsung dengan Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.

Warga yang mendiami Desa Pasongsongan terdiri dari penduduk pribumi, Cina dan Arab. Mereka melebur dalam peradaban sosial budaya Islami. Sedangkan pertumbuhan perekonomian di desa ini cukup baik. Karena Desa Pasongsongan merupakan penghasil tangkap ikan terbesar di wilayah Madura.

Menelisik kebiasaan belanja orang-orang disitu yang cukup tinggi, rupanya menyita perhatian para pengusaha ritel dari luar daerah. Tak ayal, dalam lima tahun terakhir di Desa Pasongsongan sudah berdiri 6 toko modern.

Dari keenam toko modern itu, hanya satu toko yang pemiliknya warga desa setempat. Memang tidak ada aturan mengikat bagi siapa saja yang mau menjalankan bisnis ritel di desa petis pancitan ini.

Sedangkan warga Desa Pasongsongan asli hanya menjalankan bisnis toko kelontong. Endingnya, pelan tapi pasti, pengusaha kecil ini mulai terusik.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Forum Silaturahmi Komite Sekolah Pasongsongan

komite sekolah kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep, komite sekolah elemen penting bagi kemajuan sekolah, kolaborasi komite sekolah dengan kepala sekolah setempat yang menaunginya
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP – Perhatian serius Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep terhadap keberadaan Komite Sekolah mulai mengemuka. Seiring ada beberapa Komite Sekolah kurang punya atensi terhadap lembaga pendidikan yang menaunginya. Kamis (30/3/2023).

“Ada beraneka alasan para Komite Sekolah tersebut tidak maksimal melaksanakan tugas dan fungsinya. Kita tidak bisa menyalahkannya. Mereka memiliki kesibukan. Salah satunya, mereka harus menafkahi keluarga. Saran saya, harus ada langkah solutif, yakni membangun sebuah forum. Sehingga mereka punya pijakan jelas sebagai Komite Sekolah,” saran Agus Sugianto.

Komite Sekolah merupakan elemen penting dalam dunia pendidikan. Keberadaannya tak bisa dipisahkan bagi tumbuh-kembangnya sekolah bersangkutan.

“Dewan Pendidikan Sumenep tahun kemarin telah memberi sinyal untuk membangun komunitas bagi Komite Sekolah. Karena menelaah kenyataan di lapangan, Komite Sekolah masih belum sepenuhnya menjalankan amanat mulia sesuai perundangan berlaku,” tegas Guru Penggerak ini lebih jauh.

Dalam waktu dekat dirinya akan melakukan komunikasi kebeberapa pihak terkait. Misalnya kepada Pengawas Pendidikan Kecamatan Pasongsongan. [kay]

Rabu, 29 Maret 2023

Dinamika Peta Politik Sumenep 2023


Catatan: Yant Kaiy

Bagi-bagi sembako dan angpao tidak lagi jadi amunisi dahsyat dalam mencuri perhatian calon pemilih. Peta politik di ujung timur Pulau Garam Madura saat ini mulai berubah.

Terbukti, pekan pertama Ramadhan 2023 kemarin, niat tulus Said Abdullah membagi-bagikan angpao terhadap warga Sumenep menuai cibiran dari beberapa kalangan. Padahal tidak sedikit uang yang dikeluarkan Said Abdullah.

Kita tahu, aksi ikhlas Said Abdullah bukanlah kali pertama. Tiap tahun di Bulan Suci Ramadhan ia selalu berbagi zakat mal terhadap warga masyarakat di tanah kelahirannya.

Dari peristiwa ini bisa ditelaah, kalau finansial bukanlah power vital bagi seseorang yang bakal maju di sirkuit Pemilu. Bisa jadi pemilih akan mengambil duitnya saja, tapi ogah memilih dirinya di bilik suara.

Dulu masyarakat pemilih bisa dibom pakai duit. Sehingga kiblat pilihannya berubah. Diiming-iming kesejahteraan hidup lebih baik. Ia bakal ada di garis depan membela kepentingan rakyat. Segala aspirasinya akan diakomodir dan segera ditindaklanjuti. Tapi setelah terpilih, ia bak kacang lupa kulitnya.

Zona aman dan nyaman meninabobokan sang wakil rakyat. Sementara masyarakat akar rumput jadi kecewa berat.

Rupanya noktah hitam inilah yang tak mudah dihapus di hati rakyat. Sudah cukup baginya menderita karena telah menjual suaranya 300 ribu rupiah. Tapi sengsara hidupnya selama lima tahun.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Selasa, 28 Maret 2023

Zakat Mal Said Abdullah untuk Sumenep


 

Catatan: Yant Kaiy

Status Said Abdullah saat sekarang menduduki Ketua Banggar (Badan Anggaran) DPR RI. Politisi senior dari fraksi PDI Perjuangan ini berasal dari Kota Keris Sumenep.

Ramadhan pekan pertama, Said Abdullah membagi-bagikan zakat mal kepada masyarakat dibeberapa lokasi di Sumenep. Angpao itu disalurkan selesai shalat tarawih di masjid dan musholla.

Niat tulus Said Abdullah bukan kali pertama. Setiap tahun di Bulan Suci Ramadhan ia tidak absen melakukan hal yang sama. Bahkan diluar Ramadhan ia acapkali memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Namun ada saja orang yang ‘usil’ menyebut perbuatan baiknya sebagai gerakan politik. Semestinya mereka tidak menyudutkan Said Abdullah terlampau dalam.

Perilaku berbagi Said Abdullah terhadap masyarakat di Madura sudah sangat dirasakan cukup membantu perekonomian mereka. Masyarakat bergembira ria.

Kalaupun pemberian zakat mal itu terselip niat pamrih, itu urusan Said Abdullah dengan Sang Khalik. Kita tidak boleh menghakimi pemberian bantuannya. Sebagai muslim, kita harus tetap husnudzon. Jangan terus berburuk sangka.

Ibarat seorang anak yang diberi uang oleh orang tuanya, lalu kita menuduh niat tulusnya sebagai wujud pamrih. Sebagai insan beragama, kita tentu tak bijak menuduh jelek terhadapnya. Paling tidak kita sepantasnya mengucapkan terima kasih.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Senin, 27 Maret 2023

SD Panaongan 3 Butuh Sarana Transportasi

sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep madura
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]

 

SUMENEP – Beberapa pekan lalu, saat Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 memberikan santunan sepatu dan tas sekolah kepada para murid yatim dan dhuafa di lingkungannya, ternyata diketahui banyak diantara muridnya berjalan kaki lebih dari 2 kilometer. Ini mengundang keprihatinan tersendiri baginya. Senin (27/3/2023).

Penyerahan bantuan itu diterima langsung oleh wali murid bersangkutan. Kepedulian ini bertujuan agar sekolah yang berada di pelosok ini menjadi bagian tak terpisahkan dengan lingkungan sekitarnya.

“Sekolah kami saat ini butuh sarana transportasi antar-jemput. Minimal kendaraan roda tiga. Bisa dibayangkan, betapa lelahnya mereka pulang-pergi sekolah dengan jalan kaki,” ungkap Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.

Dalam waktu dekat dirinya akan melayangkan proposal kepada para pengusaha asli Pasongsongan. Syukur nanti ada dermawan yang ikhlas membantu.

“Pintu itu senantiasa kami buka lebar-lebar. Kami berharap ada yang mau peduli,” imbuh Agus Sugianto. [kay]

Paguyuban Guru Bahasa Madura Pasongsongan

guru bahasa madura di sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep provinsi jawa timur
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto,S.Pd memandang perlu dibentuknya sebuah paguyuban (komunitas) guru Bahasa Madura di Pasongsongan. Pernyataan itu dilontarkan Agus Sugianto karena ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengaplikasikan tangga Bahasa Madura (ondhaggha bhasa) dalam berkomunikasi. Senin (27/3/2023).

“Dengan adanya paguyuban guru Bahasa Madura ini, kita bisa menyatukan visi dan misi dalam mengemban tugas sebagai pendidik. Sesama guru nantinya bisa saling belajar di komunitas tersebut,” ucap guru penggerak SD satu-satunya di Pasongsongan ini serius.

Maklum, saat ini para guru khusus Bahasa Madura jenjang pendidikan SD agak kurang. Umumnya guru yang  mengajar memegang banyak bidang studi. Tidak spesifik.

“Bisa dipastikan, hadirnya paguyuban guru Bahasa Madura akan memberikan ruang penyempurnaan tata bahasa daerah yang benar. Kendati bukan satu-satunya, tapi paling tidak hal ini adalah salah satu ikhtiar untuk berbenah,” tambah Agus Sugianto.

Kebutuhan paguyuban guru ini cukup mendesak. Sebab komunitas ini akan menjadi ujung tombak recovery tata sosial dikalangan para murid menjadi lebih baik. Karena pada studi kasus, perilaku seseorang dapat dilihat dari cara bicaranya.

“Gagasan ini nantinya akan saya wacanakan kepada pihak-pihak terkait. Walau saya sendiri bukanlah pemilik kebijakan. Tapi aspirasi ini menjadi bahan pemikiran saya,” tegasnya. [kay]

Sabtu, 25 Maret 2023

Pondok Ramadhan di SDN Panaongan 3 Pasongsongan

sdn panaongan 3 akan selenggarakan pondok ramadhan, sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep jawa timur
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Program Pondok Ramadhan merupakan salah satu kegiatan keagamaan sangat dianjurkan pada masing-masing sekolah. Walau sifatnya bukan wajib, tapi tidak ada salahnya sekolah melaksanakannya. Ahad (26/2023).

“Pada kalender pendidikan jenjang Sekolah Dasar, ada waktu tiga hari tersedia sebelum masa libur sekolah. Biasanya nanti akan ada surat edaran dari Dinas Pendidikan. SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan telah merancang program Pondok Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya,” terang Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 ketika dijumpai di kediamannya, Dusun Benteng Desa Panaongan.

Pelaksanaan Pondok Ramadhan akan diisi kegiatan tadarus, bengkel sholat, siraman rohani oleh guru mapel PAI dan berbuka puasa. Agus Sugianto menambahkan, bahwa dirinya juga akan mengambil kebijakan menggandeng pengusaha lokal untuk ala kadarnya memberikan santunan kepada para peserta didik.

“Perlu digarisbawahi, bahwa kegiatan santunan yatim-piatu dan dhuafa terhadap para peserta didik murni kegiatan sosial. Bukan promosi, apalagi terselip gerakan politik praktis,” ucap lelaki berkacamata ini tegas. [kay]

Jumat, 24 Maret 2023

Zakat Said Abdullah di Ramadhan Hari ketiga



SUMENEP - Masjid Naqsyabandi di Pajagalan, Masjid Laju depan Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Sumenep, dan salah satu Mushola di Jalan RA Kartini  kebanjiran jamaah sholat tarawih. Tidak seperti dua malam Ramadhan sebelumnya. Jumat (24/3/2023). 

Sebagian besar masyarakat dari seluruh penjuru kecamatan di Kota Keris Sumenep mendatangi ketiga tempat ibadah tersebut karena lagi ada acara bagi-bagi duit. Mereka berbondong-bondong menggelar sajadah agar bisa dapat tempat. Bahkan banyak dari mereka membawa bekal buka puasa. Umumnya mereka datang pada pukul lima sore. 

Parahnya lagi, ada beberapa jamaah sholat tarawih yang melompat pintu pagar demi mendapatkan angpao dari Said Abdullah. Pintu pagar sengaja ditutup karena jamaah sholat tarawih membludak.

Semua orang tahu kalau Said Abdullah saat ini diberi jabatan sebagai Ketua Badan Anggaran atau Banggar DPR RI untuk periode 2019 - 2024.  [kay/ven]

Artis yang Berasal dari Madura

artis berasal dari madura, artis yang berasal dari madura, artis berdarah madura, artis asli madura, artis indonesia keturunan madura

Catatan: Yant Kaiy
Umardhany Kawesa, salah seorang artis Jakarta berasal dari Kota Keris Sumenep. Saya kenal artis ini di Jakarta pada 1999, sama-sama sebagai perantau. Kami menapaki karier berbeda: dia sebagai biduan dan saya sastrawan. 

Setelah sekian lama berpisah, akhirnya kami dipertemukan kembali di rumah salah seorang musisi senior Sumenep, penyanyi dari group musik dangdut BS, Aji Lahaji. Kamis malam (23/3/2023). 

Perbincangan pun mengalir indah tanpa batas. Saya abadikan perbincangan itu lewat channel Youtube, Apoy Madura. Dengan satu tujuan agar pemirsa bisa memetik hikmah, bahwa hidup membutuhkan tekad kuat dalam meraih impian. 

Pada perbincangan tersebut terkandung nilai-nilai pembelajaran moral sangat kuat. 

Sebagai seorang artis yang bukan kaleng-kaleng, Umardhany menembus ketatnya persaingan penyanyi Jakarta seorang diri. Ia berjuang dari nol hingga sukses saat ini. 

-Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Kamis, 23 Maret 2023

Venceremos

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq

_Mereka yang tak punya api, hidupnya akan sia-sia_ - Rumi

SUBEKI, nama itu telah lama saya dengar. Orang Kaya Baru asal Banyuwangi yang tinggal di Sumenep, Madura.

Hebat. Punya kerajaan bisnis, aset berupa tanah dan bangunan rumah dimana-mana.

Subeki mampu mendikte BNI Syari'ah yang kini melebur menjadi Bank Syariah Indonesia bersama BRI Syariah dan Bank Syariah Mandiri.

Seorang Subeki, berdasarkan rapat internal BSI, bisa menjebol pertahanan perbankan syariah hingga  diduga menimbulkan kerugian uang negara lebih dari 60 milyar.

Subeki dikenal sebagai kiai di internal BNI Syariah/BSI. Tapi menurut rekan-rekan di Al-Amien, ia bukan kiai, jadi bisa kita bilang: "kiai gadungan."

Subeki menggunakan nama orang lain untuk menjebol keuangan perbankan, dia mampu mendikte BNI Syariah agar seluruh duit milik nasabah ditransfer oleh bank ke rekening Subeki. Seluruhnya. 

Nasabah yang lugu, dipecundangi. Dibuat mengemis pada Subeki. Jika nasabah komplain ke bank, pihak bank bilang: kami diminta Kiai Subeki untuk mendebet seluruh duit bapak.

Jadi, tanpa restu pimpinan bank, mustahil Subeki sukses menjebol BNI Syariah/BSI. Inilah mafia perbankan. Setan berbaju syari'ah.

Subeki bisa atur bank. Jika agunan bernilai 15 juta, bisa cair 7 ratus juta. Jika agunan bernilai 300 juta, bisa cair 2 milyar lima ratus, dan seterusnya. 

Tapi, duit milyaran itu ditransfer oleh bank ke rekening Subeki. Nasabah hanya sapi perah, yang akan ditagih setiap bulan oleh bank. Tak peduli apa alasan nasabah. 

Prinsip syari'ah dimana  tuh? Bukankah _maysir, gharar_ dan _riba_ dilarang dalam  akad syariah? Bukankah akad syari'ah itu untuk membumikan nilai-nilai Islam, nilai-nilai universal sebagai bentuk kepatuhan kita pada nilai-nilai _ilahiyah?_

Tapi, perilaku Subeki dengan oknum BSI itu justru merupakan pembangkangan terhadap nilai-nilai ilahiah, pembangkangan terhadap Allah. 

Dalam Islam, yang memilih untuk membangkang pada Allah itu hanya setan, iblis itu semua. Jadi bisa kita bilang, perbuatan pelaku ini bukan syari'ah, melainkan perbuatan setan berbaju syari'ah.

Kabarnya, banyak pejabat, Aparat Penegak Hukum dan pengusaha yang rajin ke rumah Subeki dekat Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

Jangan salah, Subeki bukan bagian dari Al-Amien Prenduan. _Track recordnya_ buruk, terdepak juga dia dari Al-Amien.

Awalnya kami belum percaya kehebatan Subeki, baru paham setelah ada empat korban meminta bantuan untuk menangani masalahnya.

Kami koordinasi BSI Cabang Sumenep, BSI Regional Surabaya dan bagian legal di BSI. Mereka semua bingung, tak dapat berbuat banyak. 

Kami hanya minta dua hal: (1) kembalikan seluruh uang nasabah ke rekening mereka, (2) jika tidak, serahkan hasil audit atau seluruh dokumen ke Aparat Penegak Hukum untuk diusut tuntas dan diproses hukum.

Karena tak bergeming, kami memilih turun jalan, sebagai langkah advokasi menjaring korban-korban lain. 

Kita ciptakan gejolak, protes. Kita bangkitkan amarah, bangkitkan api perlawanan, kibarkan semangat juang melawan eksploitasi dan penindasan.

Tak peduli siapapun pejabat dan APH yang terlibat, seret saja. Kami hanya mengerti kosa kata korban, meski perlu pengorbanan.

Jika ada rayuan uang, ada ancaman, ada upaya membenturkan gerakan progresif, ada pihak yang berani membuat "pasukan" kami pesimis dan cemas, maka, kami pastikan maju terus pantang mundur.

Kedepan, kita akan berkumpul dengan para pelopor, menyegarkan kembali gelora perlawanan terhadap kapitalis iblis berbaju syari'ah ini.

Kita harus berani menantang segala tipu daya. Harus berani melawan keserakahan. Pastikan pijakan kaki kita berada pada posisi kritis menantang ketidak adilan. 

Sampaikan bahwa kita lawanmu wahai kapitalis iblis berbaju syari'ah. Kami akan melawan, meski dalam ancaman.

Ingatlah, maut kapanpun dapat menyergap kita. Karena itu, jangan takut. Rapatkan barisan. Kita kibarkan bendera perang.

Kemaren, saya _posting_ status WA untuk menguji kedalaman rasa kemanusiaan rekan-rekan aktifis, dari yang nasionalis sampai aktifis milenial muslim. Bunyinya begini:

_"Marhaenis, kami rindu suaramu. Apa kau merasa tua sehingga geloramu melemah?"_

_"Imperialisme gaya baru harus dilawan dengan sungguh-sungguh. Apa kalian yakin tak perlu lagi diskursus sosialisme dan revolusi untuk melawan kaum penindas ideologis itu?"_

_"Wahai pemuda muslim transformatif. Apakah karena kalian khatam ngaji Al-Qur'an, lalu merasa cukup shaleh? Lihatlah kapitalis berbaju syari'ah yang semakin gemuk, sombong dan congkak. Mereka menginjak-injak Al-Qur'anmu. Keluarlah. Kobarkan api Islam itu."_

_"Aku hidup di masa kini, dimana sastra, puisi dan seni budaya menyerah di bawah sepatu penindas. Tak ada lagi teks perlawanan terhadap kejahatan kekuasaan. Kolaborasi sempurna neolib dengan penguasa telah mampu membunuh sebuah harapan. Kemana kalian para seniman, dimana kalian anak-anak teater?"_

_*Saya belum merasakan energi kritis aktifis-aktifis milenial muslim dari HMI, PMII, IMM, dan lain-lain. Mereka direkam oleh sejarah dan rasanya makin memfosil. Tak ada denyut perlawanan, meski kejahatan di depan mata. Meski penindasan jadi tontonan. Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan semakin nyaman. Inilah zaman paling nyaman bagi para penggarong. Selamat istirahat para aktifis..."_

Semua itu lahir bukan semata-mata karena adanya kasus aktual Subeki dan BSI Sumenep.

Melainkan karena nyata di depan mata kita, bagaimana kasus kapal ghoib dengan kerugian bermilyar-milyar di Sumenep semakin ghoib.

Bagaimana _Participating Interest_ migas Sumenep semakin tidak jelas. Bagaimana dugaan korupsi gedung Dinkes Sumenep semakin sayup tanpa ujung. 

Bagaimana masalah kemiskinan dan penderitaan rakyat pulau hanya menjadi komoditas politik lima tahunan sehingga rakyat pulau di Sumenep semakin marginal.

Rakyat hanya diberi makan janji-janji politik busuk oleh penguasa. Bukankah itu pengkhianatan terhadap rakyat dan demokrasi? 

Karena itu, mari bersama-sama kita lawan.

_*Venceremos!*_ (*)

Rabu, 22 Maret 2023

Kesenian Pasongsongan untuk Dunia

                         Catatan: Yant Kaiy

Ternyata banyak kesenian asli Madura berasal dari desa kecil yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pamekasan ini. Desa itu bernama Pasongsongan, masuk wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Mulai dari ludruk Madura, topeng dalang dan musik tongtong lahir di desa ini.

Informasi ini saya tahu dari Ainur Ridwan,M.Pd, Kepala SD Negeri Pasongsongan 1 ketika saya melakukan podcast untuk channel Youtube Apoy Madura. Selasa (21/3/2023).

Ludruk Madura

Syahdan, salah seorang guru sekolah bernama Asmoro dari Pagar Batu Kecamatan Saronggi mengajar di Pasongsongan. Asmoro lalu mendirikan kesenian ludruk di Pasongsongan karena masyarakat antusias terhadap kesenian ini.

Tidak berapa lama kemudian, di Desa Pagar Batu berdiri pula kesenian ludruk dan jadi cikal-bakal ludruk Rukun Karya dan Rukun Famili. Kedua kesenian ludruk ini hingga saat ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep.

Topeng Dalang

Dari penuturan Ainur Ridwan, pertamakali topeng dalang Madura berdiri di Desa Padangdangan Kecamatan Pasongsongan. Dari desa kecil ini, ada salah seorang warganya yang menikah ke Desa Slopeng Kecamatan Dasuk. Tak disangka, ternyata di Desa Slopeng inilah kesenian topeng dalang terus berkibar dan mendunia.

Saat sekarang topeng dalang yang tetap aksis adalah Rukun Pewaras dan Rukun Perawas dari Desa Slopeng.

Musik Tongtong

Musik tongtong lahir dan berkembang di Pasongsongan pada 1980-an. Awal penampilan musik perkusi ini di atas panggung. Karena satu kebutuhan lomba, maka para seniman Pasongsongan merancang panggung bergerak dengan menggunakan roda.

Kenapa dari ketiga kesenian tradisional tersebut salah satunya tidak berkembang di Pasongsongan. Kemungkinan besar karena Pasongsongan menjadi pusat penyebaran agama Islam sejak abad 15 Masehi.

Syiar Islam kala itu dimotori Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin. Beliau wafat 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah. Sepeninggal beliau digantikan para anak-anaknya. Salah satu putrinya yang terkenal adalah Nyai Agung Madya.

Pada abad Xll Hijriah berdatangan saudagar Tiongkok Tibet dan Timur Tengah masuk lewat Pelabuhan Pasongsongan. Selain berniaga, kedua bangsa asing itu juga menyebarkan agama Islam ke seluruh pelosok Pulau Madura.

Maka wajar kalau akhirnya semua kesenian tersebut stagnan. Apalagi kesenian Islami berupa zikir Samman hadir dan tumbuh di Pasongsongan.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Ternyata Musik Tongtong Madura Berasal dari Desa ini

musik tongtong madura berasal dari desa pasongsongan kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep
Ainur Ridwan,M.Pd, Kepala SDN Pasongsongan 1 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP – Pernyataan Ainur Ridwan,M.Pd, Kepala SDN Pasongsongan 1 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep membuat banyak orang baru tahu, kalau kesenian tradisional musik tongtong berasal dari Desa Pasongsongan. Rabu (22/3/2023).

“Bukan saya mau membanggakan Pasongsongan. Saksi hidup masih ada sekarang, bukan saya saja. Saya bersama teman-teman membangun komunitas musik tongtong bernama Lor-polor di era 80-an. Komunitas kami beberapakali jadi juara pada festival musik tongtong,” kenang Ainur Ridwan.

Saat ini musik tongtong terus berkembang pesat. Harmonisasi alat-alat musik akustik menjadi warna khas dari musik ini.

“Ciri khusus dari musik tongtong cenderung lebih banyak drumnya. Drum musik tongtong bukan dari kulit, tapi dari ban dalam mobil. Jadi bunyinya unik,” ucap budayawan berpenampilan sederhana ini di kantornya.

Ainur Ridwan menambahkan, pertunjukan musik tongtong Madura dari sejak dulu memang tampil berarak di sepanjang jalan raya. Bahkan saat ini ada tambahan penari di depan group musik tongtong, sebagai bentuk daya tarik. [kay]

Selasa, 21 Maret 2023

Sekilas Tentang KH Imam Arifin Pasongsongan


Catatan: Yant Kaiy

Nama KH Imam Arifin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat pantai utara Pulau Garam Madura. Ia lahir dan besar di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Beliau salah seorang tokoh agama Islam terkemuka dengan membangun banyak komunitas (perkumpulan) dakwah.

Dzikrul Ghofilin, Dzikir Samman, perkumpulan kesenian hadrah Madura, Perkumpulan Kalimat Tauhid, thoriqoh Sammaniyah, Jamaah Pengajian Senin Pagi, dan beliau adalah seorang dai yang seringkali diundang mengisi acara pengajian umum di beberapa tempat.

KH Imam Arifin merupakan keturunan keenam dari Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin yang wafat pada 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah. Siapa Syekh Ali Akbar? Beliau salah satu penyebar agama Islam pertama di pesisir utara pantai Madura.

KH Imam Arifin memilih jalan sebagai pendakwah karena panggilan jiwa. Tak berlebihan kalau akhirnya seluruh waktu yang dimiliki hanya diperuntukkan bagi kepentingan umat.

Kita doakan bersama semoga beliau diberi kesehatan sepanjang hidupnya. Karena kita tahu, jarang ada orang saat sekarang yang totalitas hidupnya diperuntukkan bagi kemaslahatan umat. Ini hanya contoh kecil, menempatkan kepentingan dunia (ekonomi) jauh dibawah agama.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Minggu, 19 Maret 2023

PPDB SMPN 1 Pasongsongan



SUMENEP - OSIS SMPN 1 Pasongsongan Kabupaten Sumenep melakukan program sosialisasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) 2023 terhadap para murid kelas 6 SDN Padangdangan 2. Senin (20/3/2023). 

"Sosialisasi ini dimaksudkan untuk menjaring peserta didik baru. Istilah tidak kenal, tidak sayang menjadi pijakan awal kami untuk lebih dekat kepada seluruh murid SD. Besar harapan kami mereka bisa menjadi bagian keluarga besar kami," terang Fajar sebelum acara perkenalan dimulai. 

Ahmad Fajar bersama Kun Chairin Nadira mendampingi siswa-siswi SMPN 1 Pasongsongan memberikan materi orientasi nilai plus yang dimilikinya terhadap para siswa SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan. [kay]

Sabtu, 18 Maret 2023

Tidak ada Paguyuban Guru Kesenian di Pasongsongan

guru sekolah dasar sk paguyuban sekolah sk paguyuban doc sk paguyuban sk paguyuban paud, sk paguyuban kelas
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP – Agus Sugianto, Kepala SD Negeri Panaongan 3 dalam sebuah kesempatan di kediamannya, Dusun Benteng Utara Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan menyampaikan ide briliannya kepada apoymadura.com. Bahwa di daerah Pasongsongan seharusnya ada semacam paguyuban guru kesenian. Baginya ini penting, agar nilai-nilai budaya warisan nenek moyang tidak punah di atas muka bumi. Ahad pagi (19/3/2023)

“Urgensi dari paguyuban guru kesenian bertujuan layaknya sebagai garda pertahanan terdepan. Karena gempuran barbar budaya asing tidak bisa dicegah. Budaya yang seringkali tidak sesuai dengan kearifan lokal. Hadirnya platform sosial media menjadi dilema tak terelakkan,” terang Agus Sugianto.

Lebih jauh lelaki kelahiran Pasongsongan ini menambahkan, sosial media di hp android jadi sebuah pintu masuk cukup mudah bagi nilai-nilai budaya asing. Memproteksi peserta didik bukan dengan menjegalnya, tapi sebagai orang tua harus bijak dengan mengimbanginya. Salah satu solusinya yakni memperkenalkan kesenian tempo dulu kepadanya. Atau mempraktikkan permainan anak-anak zaman silam yang sekian lama dilupakan.

“Di SDN Panaongan 3, setiap Sabtu anak-anak diajarkan beraneka ragam kesenian nusantara dan daerah Madura. Konsekuensinya, pada Senin hingga Jumat kami menambah jam belajar bagi para murid,” ucap Agus Sugianto.

Sebagai Guru Penggerak satu-satunya di Pasongsongan, Agus Sugianto mempunyai mimpi ini karena berangkat dari keprihatinan. Dirinya punya harapan besar, bahwa suatu saat nanti impiannya berbuah kenyataan. [kay]

Jumat, 17 Maret 2023

Inilah Para Juara O2SN 2023 Pasongsongan

 


SUMENEP – Paruga (Paguyuban Guru Olahraga) Pasongsongan Kabupaten Sumenep menghelat O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) jenjang Sekolah Dasar. Pelaksanaan O2SN tersebut bertempat di Lapangan Sawunggaling Pasongsongan. Sabtu pagi (18/3/2023).

Ketua Paruga Pasongsongan, Mohammad Dafirudin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua guru pendamping, atas antusias mereka mengikutkan-sertakan peserta didiknya di ajang lomba tersebut.

“O2SN 2023 kali ini melombakan dua jenis olahraga, yakni slalom dan lari gawang. Nantinya para juara, baik putra dan putri, akan diikutkan di ajang O2SN tingkat kabupaten,” terang Dafirudin kepada para peserta lomba.

Dilihat dari segi disiplin waktu, baik panitia dan peserta lomba, tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Pernyataan itu disampaikan oleh Dafirudin selesai pelaksanaan O2SN.

Berikut para juara lomba yang harus mempersiapkan diri di ajang lomba selanjutnya:

Putra: 

1.SDN Soddara 2

2.SDN Pasongsongan 4

3.SDN Prancak 2

Putri:

1.SDN Padangdangan 2

2.SDN Soddara 1

3.SDN Padangdangan 1

Sementara itu Pengawas sekaligus Koordinator Pendidikan Pasongsongan, Haji Rusdi dihubungi terpisah menyampaikan ucapan selamat kepada para juara lomba.

“Kepada para juara diharapkan untuk terus berlatih. Mempersiapkan diri ke jenjang O2SN tingkat kabupaten. Saya yakin, kalau persiapan sudah matang, impian untuk melenggang ke Jawa Timur akan sangat mudah,” tegas Haji Rusdi. [kay] 


Kamis, 16 Maret 2023

Rapat Persiapan Seleksi O2SN Pasongsongan

olimpiade olahraga siswa nasional kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep madura
Dari kiri: Moh. Dafirudin dan Haji Rusdi,M.Pd. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP – Salah satu upaya meningkatkan prestasi peserta didik di bidang olahraga, maka Paruga (Paguyuban Guru Olahraga) Pasongsongan akan menghelat Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat SD se-Kecamatan Pasongsongan.

Rapat Persiapan Seleksi O2SN bertempat di SD Negeri Padangdangan 2 yang dihadiri Ketua Paruga Mohammad Dafirudin,S.Pd dan Pengawas sekaligus Koordinator Pendidikan Pasongsongan Haji Rusdi,M.Pd. Kamis (16/3/2023).

Mohammad Dafirudin dalam kata sambutannya telah merinci banyak hal. Salah satunya yang tidak kalah penting yakni tentang teknis pelaksanaan di lapangan.

“Sukses pagelaran O2SN tidak bergantung pada salah satu pihak saja. Kami berharap satu sama lain harus bisa bekerjasama dan mampu menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai tanggung jawabnya,” harap Dafirudin.

Lebih jauh Dafirudin menyampaikan, bahwa pelaksanaa  O2SN kali ini akan diselenggarakan pada Sabtu pagi, 18/3/2023.

Sedangkan Haji Rusdi mengimbau kepada para panitia O2SN untuk datang tepat waktu ke lokasi ajang pembuktian prestasi ini. Semua dimaksudkan agar tidak molor.

“Saya berharap kalau perhelatan O2SN ini akan mendulang sukses sesuai apa yang direncanakan,” ucap Haji Rusdi.

Dirinya percaya, seluruh panitia O2SN yang telah ditunjuk adalah para guru yang sudah memiliki banyak pengalaman. Dan mereka seringkali terlibat langsung pada kegiatan-kegiatan olahraga sebelumnya. [kay]

Babinsa Inspiratif Peduli Pendidikan Hadir di SDN Panaongan 3

babinsa inspiratif peduli pendidikan, sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep, koramil ambunten, koramil pasongsongan
Dari kiri: Serka Joyo, Agus Sugianto, dan Serka Adam. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP – Adalah Serka Joyo (Babinsa Koramil 0827/10 Ambunten) dan Serka Adam (Batuud Koramil 0827/11 Pasongsongan) Kabupaten Sumenep hadir di SD Negeri Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan. Kedua personil TNI AD ini melakukan kegiatan belajar mangajar sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan. Kamis (16/3/2023).

Dalam kesempatan itu, Serka Joyo menyampaikan materi mata pelajaran Bahasa Inggris kepada para peserta didik.

“Bahasa Inggris saat ini sudah menjadi salah satu mata pelajaran di tingkat pendidikan SD kelas 1 dan kelas 4 pada Kurikulum Merdeka. Maka penting bagi kami memberikan materi pelajaran ini sebagai wujud sumbangsih terhadap para peserta didik,” ucap Serka Joyo sebelum masuk ruang kelas.

Ia menambahkan, kedepan dirinya akan lebih getol mendatangi sekolah-sekolah di wilayah Pasongsongan dan Ambunten.

Sedangkan Serka Adam dalam penyajian materi pembelajaran terhadap para murid lebih menekankan pada kedisiplinan. Ia berharap  para peserta didik untuk lebih tekun belajar.

“Tugas kalian harus terus belajar dan belajar tanpa kenal lelah. Berbakti penuh kepada kedua orang tua, juga kepada guru-guru kalian adalah modal dasar meraih sukses masa depan,” ujar Serka Adam.

Sementara itu, Agus Sugianto sebagai Kepala SDN Panaongan 3 menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran kedua personil TNI tersebut.

“Kedepan jalinan kerja sama cukup baik ini akan terus kami tingkatkan. Bahkan kami telah membicarakan program lanjutan kepada mereka berdua,” tegas Agus Sugianto. [kay]

Sabtu, 11 Maret 2023

Nasib Guru Honorer PAI di Sumenep tidak Terurus

Catatan: Yant Kaiy

Tidak adanya rekrutmen PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) bagi guru PAI (Pendidikan Agama Islam) di lingkungan Dinas Pendidikan Sumenep, menambah panjang penderitaan mereka. Karena harga dari profesi mulia mereka sebagai pendidik dibayar tidak lebih dari Rp 300.000,- per bulan. Rupanya pihak pemangku kebijakan masih belum terketuk hatinya untuk mengangkis mereka dari lembah ketidak-adilan.

Sekian lama guru PAI terjebak di lingkaran mimpi berkepanjangan. Impian para guru PAI ini untuk menjadi PPPK menyublim seiring tidak adanya jaminan kesejahteraan. Namun mereka tetap berkarya nyata walau kesejahteraan keluarganya jadi taruhan. Mereka tetap tersenyum mencurahkan keilmuannya terhadap murid-muridnya.

Animo itu terus bersemi karena ada janji Allah, bahwa siapa pun orang yang mendermakan ilmu agamanya, maka jaminannya kelak adalah surga. Barangkali inilah yang membuat mereka tidak bergolak dalam menyampaikan aspirasinya. Mereka tidak turun ke jalan memperjuangkan nasibnya kepada pemangku kebijakan Kabupaten Sumenep.

Perlu dicatat, mayoritas dari mereka sudah belasan tahun mengabdikan dirinya di lembaga pendidikan dasar (SD Negeri). Sementara guru non-PAI sudah berulangkali mendapatkan jatah PPPK. Bahkan banyak diantara murid dari guru PAI tersebut menyalipnya, jadi guru juga dengan status kesejahteraan lebih mapan.

Terciptalah sindrom nuansa tidak ‘nyaman’ di hati para guru PAI ketika mereka berada dalam satu naungan lembaga pendidikan. Gejala psikologi ini ternatal seiring tersisihnya mereka dengan kehadiran guru PPPK. Sebab rata-rata sekian lama guru PAI itu menjadi guru kelas.

Rupanya efek psikologi ini luput dari radar pemangku kebijakan Kabupaten Sumenep. Mereka seolah menutup mata, karena mungkin mereka tidak punya kepentingan politik kepada para guru PAI.

Tampaknya mereka salah tafsir, justru para guru PAI inilah yang bisa memberikan sumbangsih cukup besar jika aspirasi mereka mau didengarkan. Lantaran banyak guru PAI berbasis pondok pesantren. Dimana mereka masih punya ikatan batin dengan para pengasuh Lembaga Pendidikan Islam, tempat dimana ia menimba ilmu agama.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Cerpen Menikahi Janda Muda

Karya: Yant Kaiy

Ani adalah seorang gadis kampung. Sudah menjanda karena ditinggal mati oleh suaminya. Banyak laki-laki di desa mengincarnya. Hal itu membuat dirinya terganggu karena merasa tidak nyaman dengan hal itu.

Semakin ia menghindar, makin banyak pula perjaka mendekat. Tak terpikirkan sebelumnya jika bakal mendapat kenyataan tak mengenakkan itu. Walau dalam hukum Islam sudah dihalalkan bersuami lagi. Tapi bayang-bayang suaminya selalu menghampiri mimpinya.

Tidak mudah baginya melepaskan diri dari belenggu kenangan manis bersamanya. Lantaran usia perkawinan Ani masih belum genap delapan bulan, suami tercinta meninggal akibat kecelakaan naik sepeda motor.

Lewat pesan teks dan suara pada aplikasi bergambar telepon dalam lingkaran hijau, banyak nomor telepon baru masuk. Ada yang merayu, mengajak kenalan, bahkan ada yang terang-terangan melamarnya. Tapi tidak satupun yang ia balas.

Suatu ketika Ani dikejutkan kehadiran Debur ke rumahnya. Perjaka ini baru datang dari luar negeri, jadi Tenaga Kerja Indonesia.

“Kapan datang, Bur?” sambut Ani dengan senyum mengembang dan tak berlebihan.

“Kemarin. Apa aku mengganggumu, An?” balas Debur seraya memberikan oleh-oleh.

Ani mempersilakan Debur duduk. Mereka saling tanya kabar masing-masing. Keduanya memang teman masa SMA dulu. Suasana perbincangan mengalir tanpa tedeng aling-aling.

“Sengaja aku pulang karena aku ingin melamarmu, An. Walau aku tahu, aku bukanlah pria idamanmu. Tapi aku sangat ingin memiliki cintamu,” tembak Debur tegas.

Sontak Ani tercengang. Dadanya terasa mau meledak mendengar pernyataan cowok berkulit sawo matang tersebut.

“Aku tak butuh jawabanmu sekarang, An,” ucap Debur lepas. Tanpa sepotong keraguan.

Sikap Ani mulai berubah. Ia tak berani menatap wajah perjaka dihadapannya. Dadanya terus bergemuruh. Ani mengalihkan pandangannya ke halaman rumahnya.

Keduanya terkurung dalam diam. Hanya suara kendaraan yang lalu-lalang, melintas di samping rumahnya.

Kemudian Debur berpamitan. Ketika mereka berjabat tangan, Ani melontarkan kata-kata yang membuat jantung Debur serasa mau berhenti berdetak.

“Aku percaya kamu lelaki yang penuh tanggung jawab, Bur. Aku terima lamaranmu…”

Pasongsongan, Maret 2023


Jumat, 10 Maret 2023

Guru PAI Sumenep Bermimpi Panjang

Catatan: Yant Kaiy

Tidak adanya rekrutmen guru PAI (Pendidikan Agama Islam) di kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura, khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan Sumenep, menambah panjang mimpi mereka untuk jadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Hingga medio Maret 2023 masih belum ada sinyal, kapan kans itu menghampirinya.

Sekian lama para guru PAI menggantungkan nasibnya pada kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar mereka juga diberi kesempatan mencicipi mimpinya. Tidak adil rasanya kalau guru non-PAI saja yang diberi jatah.

Cukup lama guru PAI mengabdikan diri memajukan dunia pendidikan di tanah air, mencerdaskan peserta didik supaya memiliki akhlakul karimah dan berkepribadian mandiri. Para guru PAI tidak pernah bosan mencurahkan semua ilmuannya agar anak didiknya bisa mengarungi dunia penuh iman dan takwa terhadap Sang Pencipta.

Apalah artinya pintar kalau tidak beriman dan bertakwa kepada Tuhannya. Bisa jadi, kelak setelah dewasa ia akan menjadi manusia tidak bermanfaat bagi kedua orang tuanya, atau membuat celaka bagi umat lain di belahan muka bumi ini.

Penting sekali bagi Pemerintah Kabupaten dan Dewan Pendidikan Sumenep memperhatikan nasib buruk guru PAI di Sekolah Dasar. Karena keberadaan guru PAI di lapangan sangat minus, jauh panggang dari api. Mayoritas SD Negeri diisi oleh guru tenaga honorer.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Rabu, 08 Maret 2023

Makna Senoman dalam Tradisi Pesta Pernikahan di Pasongsongan

Catatan: Yant Kaiy

Makna luas dari kata senoman adalah sekelompok orang yang mendapat tugas mengerjakan dan membuat konsep atau cara agar suatu kegiatan terselesaikan dengan baik, sesuai apa yang diharapkan.

Kata senoman sama dengan panitia. Tapi istilah senoman hanya ada di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Kemungkinan daerah lain ada, akan tetapi implementasinya jelas berbeda.

Kata Senoman di Pasongsongan mengacu pada panitia khusus perayaan pesta pernikahan. Disini, orang yang jadi senoman memberikan sumbangan berupa uang kepada tuan rumah yang sedang melangsungkan pesta perkawinan. Biasanya seseorang yang jadi senoman adalah pasangan suami-istri.

Penyerahan uang sumbangan itu diberikan sehari sebelum pesta pernikahan dilaksanakan. Sedangkan tamu undangan penyerahan sumbangan dilakukan saat berlangsungnya pesta perkawinan.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

KH Abdul Latif Nakhodai Samman Pasongsongan

zikir samman pasongsongan kabupaten sumenep merupakan seni budaya islami yang dibawa nyai agung masiya dari aceh pada abad 17 masehi
KH Abdul Latif (kiri) bersama KH Imam Arifin. [Foto: Yant Kaiy]

Catatan: Yant Kaiy

Bertempat di langgar Al-Juhri Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan Sumenep, perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan melakukan perombakan susunan pengurusnya. KH Abdul Latif mendapat perolehan suara terbanyak untuk menempati posisi ketua perkumpulan seni budaya Islami tersebut. Senin malam (6/3/2023).

Sebelumnya, KH Abdul Latif bersama KH Imam Arifin jadi pembina perkumpulan Zikir Samman Pasongsongan. Berdasar pada catatan perjalanan perkumpulan, mereka berdua sukses memberikan sentuhan berarti dalam memajukan kesenian itu. Maka tak berlebihan kalau salah satu diantara mereka terpilih menjadi pimpinan.

Menurut keterangan KH Abdul Latif, Zikir Samman dibawa Nyai Agung Madiya dari Aceh pada abad XVII Masehi. Nyai Agung Madiya sendiri putri dari Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin, tokoh penyebar agama Islam pertama di wilayah pantai utara Pulau Madura. Syekh Ali Akbar wafat 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah.

Kecil kemungkinan seni budaya Zikir Samman punah dari muka bumi Pasongsongan. Karena Zikir Samman sendiri adalah salah satu toriqoh, yakni sebuah jalan peribadatan Islam menuju Sang Khalik dengan lebih menekankan zikir hati dan lisan. Apalagi Zikir Samman memiliki daya tarik tersendiri dan semua orang bisa melakukannya.

Para tokoh masyarakat, utamanya para keturunan Syekh Ali Akbar, banyak yang menghendaki seni budaya Zikir Samman bisa terus dilestarikan. Mengingat hal itu erat kaitannya dengan sejarah yang melekat pada masyarakat yang mendiami tanah warisan Syekh Ali Akbar tersebut.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Sabtu, 04 Maret 2023

Pak Mahfud: Jangan Hina Pengadilan


Oleh: Sulaisi Abdurrazaq
(Ketua DPW APSI Jatim dan Direktur LKBH IAIN Madura)

Prinsip independensi hakim itu prinsip universal, berlaku di seluruh dunia.

Saya kecewa terhadap sikap Pak Mahfud MD, yang akhir-akhir ini mengomentari perkara belum inkrah terkait gugatan PMH Partai Prima melawan KPU di PN Jakpus. 

Kecewanya itu karena wajah Pak Mahfud kan sekaligus sebagai Menkopolhukam, ia pembantu Presiden, jadi di wajah Pak Mahfud itu ada wajah Presiden. Sebagai pembantu Presiden, komentarnya pasti mempengaruhi batin publik. Seolah-olah keadilan dan kebenaran tentang hukum itu hanya apa yang diucapkan Pak Mahfud. Kalau saya menjadi Pengacaranya Partai Prima, tentu saya tidak senang dengan sikap Pak Mahfud yang sekaligus Menkopolhukam. 

Pak Mahfud MD itu menunjukkan sikap tidak hormat terhadap putusan pengadilan. Inilah semestinya yang diatur negara ini, agar sikap-sikap seperti ini dapat dikualifikasi sebagai contempt of court atau penghinaan terhadap Pengadilan.

Kita tahu lah, Pak Mahfud ini guru kita bersama, teladan kita, seorang negarawan yang terampil dan pandai membaca arah angin dalam setiap momentum politik. Kita tidak dapat membaca kemana arah sikap Pak Mahfud MD itu, apakah berkaitan dengan politik jelang 2024 atau tidak.

Tetapi yang jelas, karena komentar Pak Mahfud memberi bobot pada Tergugat sehingga  integritas Pengadilan runtuh. Padahal tema Mahkamah Agung di tahun 2023 ini adalah "integritas tangguh, kepercayaan publik tumbuh". Tapi gara-gara Pembantu Presiden memberi sikap tidak hormat pada putusan perkara yang belum inkrah akhirnya kita semua ini seolah-olah harus menghakimi lembaga peradilan. Yang salah seolah-olah pengadilan, dalam hal ini Majelis Hakim Pemeriksa perkara. Ini kan gawat kalau begini. Powerful bener Pak Mahfud ini.

UU memberi kewenangan, tugas dan amanah pada pengadilan untuk memeriksa dan mengadili perkara. Yang tahu proses sidang ya hakim, Penggugat dan Tergugat. Tapi, gara2 Pak Mahfud komentar seolah-olah proses sidang yang panjang itu hanya teatrikal. Hakimnya tersudut, dihakimi publik pula. Kasian sekali hakim-hakim pemeriksa perkara itu.

Kalau publik atau elit-elit  peserta Pemilu seperti Pak Yusril, Pak SBY, aktifis-aktifis Prodem yang komen sih ga masalah.

Tapi, kalau Menkopolhukam, meski ia akan bilang bertindak sebagai dirinya sendiri dan bukan jabatannya, bagi saya, sikap itu sama saja meruntuhkan integritas dan wibawa lembaga peradilan. Kita diminta untuk tidak mempercayai lembaga peradilan. Ini sangat berbahaya kalau tidak kita kritisi.

Apa yang dikatakan Pak Mahfud itu bukan kebenaran tunggal. Gara-gara beliau penguasa aja sehingga memberi bobot pada KPU. Tapi itu kan tidak fair, bukan sikap negarawan yang bijak. Itu sikap reaktif. Bagi saya, itu sikap yang tidak patut untuk kita contoh. 

Celaka jadinya jika kebenaran dan keadilan bergantung pada komentarnya Menkopolhukam. Kl gayanya begitu, saya ingin Pak Mahfud komentari kasus-kasus yang saya tangani, supaya saya bisa menang terus dalam menangani perkara.

Akibat lainnya, publik menjadi beralih perhatian dari mengkritik kelalaian KPU sebagai penyelenggara Pemilu, menjadi menghakimi Partai Prima, seolah-olah Partai Prima tidak punah hak untuk menguji integritas KPU. 

Publik beralih menghakimi pengadilan, menghakimi Majelis Hakim Pemeriksa perkara dan merendahkan putusan. Tak lagi fokus meluruskan kelalaian KPU. 

Kalau KPU kalah, yang jelas ada yang tidak beres dari kinerjanya.[]

Zikir Samman Pasongsongan dan KH Imam Arifin

Zikir Samman Khas Pasongsongan yang Tetap Lestari
KH Imam Arifin, keturunan Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin. [Foto: Yant Kaiy]

Catatan: Yant Kaiy

Kesenian Zikir Samman masuk ke Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura pada abad XVll Masehi. Kesenian Islami ini dibawa Nyai Agung Madiya, putri Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin. Kala itu Nyai Agung Madiya mendapat tugas dari Kerajaan Sumenep membantu Kerajaan Aceh mengusir penjajah Belanda. Kedua pemerintahan kerajaan itu sama-sama bernafas Islam.

Siapa Syekh Ali Akbar? Beliau adalah sosok penyebar agama Islam pertama wilayah pantai utara Pulau Madura. Ia merupakan paman Bindara Saod, Raja Sumenep. Beliau wafat 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah.

Tiap tahun pada perayaan haul Syekh Ali Akbar selalu ada pagelaran Zikir Samman di lokasi pekuburannya. Ini sebagai bentuk sikap penghargaan warga masyarakat Pasongsongan terhadap beliau. Karena Syekh Ali Akbar mempunyai jasa besar membangun peradaban Islami di sisi utara Pulau Madura.

Maka dipandang perlu bagi para keturunan Syekh Ali Akbar untuk tetap melestarikan kesenian Zikir Samman ini. Salah seorang yang gigih tetap mempertahankan kesenian tersebut ada di bumi Pasongsongan ialah KH Imam Arifin.

Ada dua komunitas Zikir Samman di daerah Pasongsongan. Keduanya dibina KH Imam Arifin. Dan keduanya berbentuk perkumpulan. Pelaksanaan Zikir Samman ada yang bergilir dari rumah ke rumah jamaahnya.

Sesungguhnya Zikir Samman merupakan salah satu toriqoh. Suatu bentuk peribadatan khusus menuju Sang Khalik. Biasanya orang-orang yang masuk ke aliran ini mempunyai kadar keimanan amat kuat.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Jumat, 03 Maret 2023

Macopat Gantiran Karya Taruna Pasongsongan

Catatan: Yant Kaiy

Kolaborasi antara seni budaya Macopat Madura dengan tabuhan klenengan melahirkan nuansa seni estetik. Menarik untuk dinikmati. Serasa kita dibawa ke suasana tempo dulu. Diakui, belakangan ini sudah agak jarang kita mendengarkan seni tradisional seperti Macopat. Apalagi gempuran seni budaya kontemporer tidak bisa terelakkan di era digital saat ini.

Perpaduan dua kesenian tersebut oleh masyarakat Sumenep disebut dengan istilah Macopat Gantiran. Yang saya ketahui, di Kecamatan Pasongsongan hanya ada dua komunitas Macopat Gantiran.

Ahad pagi, 25/2/2023, saya mendapat undangan pimpinan Perkumpulan Macopat Gantiran Karya Taruna Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Pagelaran Macopat Gantiran bertempat dikediaman salah seorang warga di Desa Padangdangan Kecamatan Pasongsongan.

Saya percaya bahwa kolaborasi Macopat dan irama gamelan ini nantinya bisa jadi proteksi bagi kepunahan seni budaya warisan nenek moyang.

Memang tidak mudah membangun komunitas Macopat Gantiran ini. Karena kita tahu, pementasan kesenian ini melibatkan banyak personil. Tidak sedikit anggaran dikeluarkan untuk sekali pentas. Maka dipandang perlu bagi pihak-pihak yang berkompeten untuk mensupportnya agar kesenian ini tidak punah dilibas zaman.

Semoga kedepan akan ada kaum muda peduli terhadap Macopat Gantiran ini dan bisa melestarikannya.

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Rabu, 01 Maret 2023

Mewarnai Pasongsongan dengan Karya Tulis


Catatan: Yant Kaiy

Saya lahir 51 tahun lalu di daerah yang warga masyarakatnya agamis, Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Bangga dilahirkan di bumi warisan Syekh Ali Akbar Syamul Arifin. Karena di daerah ini menjadi tempat penyebaran Islam pertama di wilayah pantai utara Pulau Garam Madura, sekitar abad XIV Masehi.

Mulai menulis sejak duduk di bangku SMPN I Pasongsongan. Ada beberapa karya tulis saya dimuat di Majalah Kuncup Surabaya, edisi 1987

Setelah lulus SMAN Ambunten Sumenep, saya mulai fokus menulis di berbagai media massa cetak dan penerbit buku. Sempat vakum menulis 2001 sampai 2010 karena konflik fitnah santet yang dihembuskan tetangga sendiri. Sehingga kami sekeluarga harus hengkang dari tanah kelahiran.

Kami memulai hidup baru di wilayah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Kami tertatih-tatih menapaki kenyataan pahit itu. Ditambah keberadaan keuangan serba kekurangan, karena hidup hanya dari hasil menjahit baju.

Selama 9 tahun kami menempati rumah orang gratis, jauh dari kata layak, tapi kami menikmatinya sepenuh hati.

Allah kemudian mengembalikan saya ke pelukan bumi Pasongsongan pada 2008, karena saya mendapat istri di Dusun Sempong Barat Desa Pasongsongan. Dua tahun kemudian saya aktif lagi menulis. Tapi bukan memakai mesin ketik manual lagi, melainkan menggunakan note-book.

Akhir-akhir ini banyak orang bertanya pada saya, berapa pendapatan dari kerja menulis. Saya jawab tidak ada. Karena saya ingin mewarnai Pasongsongan dengan karya tulis. Mungkin ini akan menjadi sumbangsih sebagai panggilan jiwa.

Lalu ada kalimat ironi mengalun ke telinga saya: “Untuk apa menulis kalau tidak menghasilkan uang, mending tidur…”

Saya pikir benar juga. Tapi Allah Maha Adil, ada juga beberapa tokoh merasa iba (mungkin) pada saya. Mereka memberikan uang untuk beli rokok atau pulsa. Tapi sikap saya tetap tegar, tak mau mengiba di depan mereka.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Cerpen PENANTIAN TAK BERUJUNG


Oleh: Yant Kaiy

Ketar-ketir menanti keputusan juragan tempatnya bekerja, Debur mulai merenda jurus supaya tidak tenggelam di lembah kecewa. Ia tidak ingin asanya hangus oleh kegagalan demi kegagalan yang terus menghias hidupnya. Baginya, bulan ini merupakan catatan kelam, mungkin sukar terlupakan.

“Masih belum ada keputusan, Bur?” tanya Santi dari arah belakang, mengagetkan Debur.

“Belum,nih,” jawab Debur sekenanya.

Lewat aplikasi sosial media, Debur kembali berselancar di dunia maya. Tak menghiraukan Santi yang sedang sarapan pagi. Santi sesungguhnya punya perhatian sama Debur, tapi cowok berkulit kuning langsat itu belum pernah berpikir kesana.

“Udah, kerja di tempatku saja. Lagi pula kita bisa naik sepeda motor bersama,” tukas Santi tanpa mempedulikan perubahan sikap Debur. “Aku yakin kau bisa diterima kerja.”

Sepekan kemudian Debur mulai bekerja di tempat Santi. Seiring waktu bergulir, Debur mulai jatuh cinta pada sosok dara teman kerjanya, Luna. Santi mulai mencium sesuatu, perhatian Debur terhadap Luna, keduanya tampak mesra.

Sementara penantian Santi tak segera membuahkan hasil. Debur masih belum juga menembaknya dengan kalimat cinta. Padahal keduanya sering jalan bersama.

Ketika habis pulang kerja, Debur dan Luna mampir di taman kota sambil makan malam. Ketika hendak pulang, tiba-tiba hujan turun. Mereka berteduh di emperan toko.

“Tadi Luna bercerita tentang kita, San,” ucap Debur mengagetkan perhatian Santi.

“Oya?” sela gadis bertubuh sintal sembari mengalihkan pandangannya ke wajah Debur. Ia sangat penasaran.

“Luna menanyakan tentang hubungan kita. Aku katakan, bahwa kau dan aku hanya sebatas teman…”

“Kau menyukai Luna, Bur?” potong Santi bernada kecewa karena cintanya berlabuh di dermaga hati lain.

“Aku bingung,” selanya dengan tatapan mata ke jalan raya yang mulai sepi kendaraan.

“Apanya yang membuatmu bingung, Bur?”

Debur memegang tangan Santi. Kedua mata makhluk berlainan jenis itu saling menatap.

“Aku masih memikirkanmu. Aku tak mau melukaimu, San. Apalagi aku…”

Belum selesai kalimat Debur, Santi langsung memeluk cowok di sampingnya. Hujan terus membasahi bumi. Keduanya hanyut irama kasmaran, hangat menjalari sekujur raga.[]

Pasongsongan, awal Maret 2023

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...