Toko Modern Tumbuh Subur di Pasongsongan


Catatan: Yant Kaiy

Desa Pasongsongan adalah salah sebuah desa yang jumlah penduduknya terbesar ketimbang sembilan desa yang ada di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Mata pencaharian utama masyakatnya sebagai nelayan. Sebelah barat desa ini berbatasan langsung dengan Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.

Warga yang mendiami Desa Pasongsongan terdiri dari penduduk pribumi, Cina dan Arab. Mereka melebur dalam peradaban sosial budaya Islami. Sedangkan pertumbuhan perekonomian di desa ini cukup baik. Karena Desa Pasongsongan merupakan penghasil tangkap ikan terbesar di wilayah Madura.

Menelisik kebiasaan belanja orang-orang disitu yang cukup tinggi, rupanya menyita perhatian para pengusaha ritel dari luar daerah. Tak ayal, dalam lima tahun terakhir di Desa Pasongsongan sudah berdiri 6 toko modern.

Dari keenam toko modern itu, hanya satu toko yang pemiliknya warga desa setempat. Memang tidak ada aturan mengikat bagi siapa saja yang mau menjalankan bisnis ritel di desa petis pancitan ini.

Sedangkan warga Desa Pasongsongan asli hanya menjalankan bisnis toko kelontong. Endingnya, pelan tapi pasti, pengusaha kecil ini mulai terusik.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1

Wujudkan Generasi Bugar, SDN Padangdangan 1 Gelar Program "Aku Hebat Aku Sehat"

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD