Novel: Yant Kaiy “ Ayah... ” Suara teriakan dari kamarku, walau tak terlalu ke r as pada malam kelima puluh tujuh kematian istriku. Ah...
Novel: Yant Kaiy Seperti orang buta kehilangan tongkatnya. Atau orang tidak tahu arah kehilangan kompas kesayangannya. Semua akan ambura...
Novel: Yant Kaiy S emestinya mereka menyuarakannya dengan tekad dan semangatmenggebu, kendati harus melewati onak peng uasa yang siap de...
Novel: Yant Kaiy Sangat a ku akui memang, selama aku bergelut di dunia baru tak pernah membangkitkan gairah dunia masa lalu yang kusela...
Novel: Yant Kaiy Tapi bagiku teramat penting lantaran budaya hidup tidak sebatas urusan finansial belaka. Apa yang akan dibeli kalau bar...
Novel: Yant Kaiy K ubersandar pada jiwa yang mungkin dapat dibenahi lagi. Walau a ku memang tidak terlalu yakin. Walau kadang kemungkin...
Novel: Yant Kaiy Suatu ketika di kantin, tempat dimana para karyawan mengisi perut dan bercengkerama dalam suasana kurang peduli terhada...
Novel: Yant Kaiy Tak mungkin aku ber p ikir lebih dari dua kali karena hal yang semacam ini justru mengganggu aliran sungai kebulat a n hati...
Novel: Yant Kaiy N uasana kalbu yang membakar semangat diri diiringi jeritan serta suara - suara mirip api neraka membakar sekujur tub...
Novel: Yant Kaiy T erkadang harus meninggalkan iba kaum bawah dengan beragam syarat harus dipenuhi; mulai dari potret wajah yang harus m...