Magrib Hari Ini Nikmat, Dompet Tetap Teriak: Pajak Mobil Indonesia vs Malaysia

Pajak Mobil Indonesia vs Malaysia: Buka Puasa Nikmat, Dompet Tetap Teriak

Berbuka magrib hari ini terasa nikmat. Teh manis hangat. Gorengan seadanya. Keluarga kecil lengkap. Damai.

Kami sepakat menunda stres. Terutama soal pajak mobil yang hobi mencekik leher. Karena iman memang kuat. Tapi dompet punya batas sabar.

Di Malaysia, pajak mobil katanya sederhana. Namanya Road Tax. Kedengarannya ramah. 

Untuk Avanza 1.5L, cuma sekitar RM 90 setahun. Di rupiahkan, Rp. 300-400 ribu per tahun. Rasanya seperti diskon akhir pekan. 

Sistemnya progresif. Berdasar kapasitas mesin. Tanpa drama STNK lima tahunan. Tanpa ritual administrasi yang bikin uban tumbuh cepat.

Di Indonesia, ceritanya lebih religius. Pajak Avanza 1.5L bisa Rp 4 sampai Rp 5 juta per tahun. 

Mungkin karena mobilnya minum bensin pakai doa. Atau karena aspal kita diberkahi malaikat pajak.

Magrib hari ini jadi reflektif. Menahan lapar di bulan Ramadhan itu ibadah. Menahan pajak? Itu ujian tingkat lanjut. Hehe. [kay]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

Ijazah Jokowi Tak Kunjung Ditunjukkan, Cinta Rakyat Berubah Jadi Kekecewaan

Terobosan Baru: Pusat Therapy Buta Warna Indonesia Beri Harapan Nyata Bagi Penderita Buta Warna