Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara
Sejarah memang cerewet. Sejarah tidak akan berubah selama ada kehidupan di alam fana ini.
Ia mencatat dengan rapi bahwa imigran Yaman didatangkan Belanda untuk ikut menopang roda penjajahan.
Catatan hitam itu dibiarkan menguning. Menguap seiring waktu. Masyarakat Nusantara memilih lupa. Demi persaudaraan. Demi ukhuwah yang katanya suci.
Umat Islam di negeri ini membuka pintu lebar-lebar. Menyambut sebagai saudara. Menghormati sebagai tamu.
Tidak bertanya asal-usul. Tidak mengungkit peran lama. Karena iman, bukan silsilah, yang mestinya jadi ukuran.
Kini, masalah muncul ketika keramahan disalahartikan. Dikasih hati, minta jantung. Tak sadar dirinya siapa.
Ulama Nusantara dianggap figuran. Darah dianggap lebih mulia dari karya. Seolah nasab bisa menggantikan akhlak.
Endingnya, yang diagungkan justru bayangan, sementara yang bekerja nyata malah diremehkan. Pribumi dianggap sampah. [kay]

Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.