Novel: Yant Kaiy “ Ayah... ” Suara teriakan dari kamarku, walau tak terlalu ke r as pada malam kelima puluh tujuh kematian istriku. Ah...
Novel: Yant Kaiy Seperti orang buta kehilangan tongkatnya. Atau orang tidak tahu arah kehilangan kompas kesayangannya. Semua akan ambura...
Novel: Yant Kaiy S emestinya mereka menyuarakannya dengan tekad dan semangatmenggebu, kendati harus melewati onak peng uasa yang siap de...
Novel: Yant Kaiy Sangat a ku akui memang, selama aku bergelut di dunia baru tak pernah membangkitkan gairah dunia masa lalu yang kusela...
Novel: Yant Kaiy Tapi bagiku teramat penting lantaran budaya hidup tidak sebatas urusan finansial belaka. Apa yang akan dibeli kalau bar...
Novel: Yant Kaiy K ubersandar pada jiwa yang mungkin dapat dibenahi lagi. Walau a ku memang tidak terlalu yakin. Walau kadang kemungkin...
Novel: Yant Kaiy Suatu ketika di kantin, tempat dimana para karyawan mengisi perut dan bercengkerama dalam suasana kurang peduli terhada...
Novel: Yant Kaiy Tak mungkin aku ber p ikir lebih dari dua kali karena hal yang semacam ini justru mengganggu aliran sungai kebulat a n hati...
Novel: Yant Kaiy N uasana kalbu yang membakar semangat diri diiringi jeritan serta suara - suara mirip api neraka membakar sekujur tub...
Novel: Yant Kaiy T erkadang harus meninggalkan iba kaum bawah dengan beragam syarat harus dipenuhi; mulai dari potret wajah yang harus m...
Novel: Yant Kaiy Semua insan tahu akan dosa namun dari terlalu biasanya mereka melahap , menganulir, menindas segala yang nampak tidak ...
Novel: Yant Kaiy Dari impian menggunung serentang usia mengalir alami, lantas tumbuh jalan keluar menan cap pada batang - batang pepoho...
Novel: Yant Kaiy Beribu-ribu nyawa terluka hatinya akan kebiadaban mereka berlabel penguasa. Kaum minoritas tak miliki senjata harus tersu...
Novel: Yant Kaiy Aku takut kembali terjebak di tengah kota kumuh ini, lantaran begitu sulitnya aku menemukan wajah baik , mana yang j ...
Novel: Yant Kaiy Panorama tentang wujud tanah kelahiran banjir air mata, balutan gamang meletup - letup laksana magma mengalirkan lahar ...
Novel: Yant Kaiy Kuibaratkan botol minuman di depan mejaku sebagai seorang nona manis bertubuh sintal namun telanjang bulat tanpa kesan seb...
Novel: Yant Kaiy Aku tak menipu membuat sandiwara dalam permainan asmara di persimpangan rayuan berkeliaran . Berdiri sema tinggi dudu...
Novel: Yant Kaiy Namun setitik debu kejahatan akan terkuak pada masanya nanti. Semua tak lepas dari karma sebagai balasan terhadap peril...