Kamis, 31 Maret 2022

Tetap Lestari: Tradisi Molang Are di Pasongsongan

Tradisi Molang Are di Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

Catatan: Yant Kaiy

Sebagian besar di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, tradisi Molang Are tetap lestari hingga kini. Tak lekang oleh waktu. Tak luntur digerus modernisasi.

Tradisi Molang Are bagian budaya Islami setelah bayi lahir. Pada umumnya ketika bayi menginjak usia 40 hari. Tetangga diundang untuk mendoakannya lewat pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dan Shalawat Nabi.

Selain itu didalamnya ada aqiqah, penyembelihan hewan ternak. Dua ekor kambing bagi bayi laki-laki, satu ekor kambing bagi bayi berjenis kelamin perempuan.

Hakikat aqiqah sebenarnya sebagai wujud syukur keluarga atas kelahiran bayi..[]

Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com





Lewat Panggilan Jiwa, H Zainal Fatah Bangkit

Catatan: Yant Kaiy

Cakades Batukerbuy 01 Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, H Zainal Fatah berangkat dari panggilan jiwa maju ke pesta demokrasi langsung (Pilkades). Murni ingin membuat perubahan demi kesejahteraan, keadilan beradab dan kemandirian Desa Batukerbuy lebih baik.

Niat tulus itu bukan isapan jempol belaka. H Zainal Fatah sangat yakin bisa merubah Desa Batukerbuy lebih bermartabat. Karena desa luas yang didalamnya ada 21 dusun ini memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) tak tergarap maksimal dan tak tertata kelola apik selama ini.

Akhirnya, Desa Batukerbuy stagnan. Tidak bisa berinovasi. Terjebak dalam kubangan kemunduran bertahun-tahun.

Sekarang, tampaknya sebagian besar masyarakat Desa Batukerbuy satu keinginan dengan H Zainal Fatah. Satu aspirasi, ingin membuat perubahan.[]

Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com





Igusty Madani Sampaikan Permintaan Maaf pada Kapolres Sampang

Kapolres Sampang dan Igusty Madani. 

SUMENEP - Korban kasus jual-beli mobil, Igusty Madani meminta maaf secara terbuka khususnya kepada Kapolres Sampang atas berita miring terkait anggotanya yang diduga menjadi beking pelaku penipuan jual-beli mobil. Kamis (31/3/2022).

"Atas nama pribadi dan keluarga saya meminta maaf atas berita yang sudah ditayangkan oleh rekan-rekan media yang menyebutkan, bahwa oknum Polwan diduga membekingi sindikat jual-beli mobil. Saya katakan itu tidak benar. Dan oknum Polwan tersebut bersih dari keterlibatan kasus ini," kata Igusty kepada sejumlah awak media.

Secara ksatria, pria yang berprofesi sebagai pewarta investigasi juga ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Kapolres Sampang bersama jajarannya.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang nomor satu di Kepolisian Resor Sampang , AKBP Arman S.I.K, M.Si beserta jajarannya atas berita miring yang sudah menyebar luas hingga mengundang kegaduhan," terang Igusty secara terbuka.

Tidak hanya itu, pria berusia 35 tahun yang saat ini berdomisili di Kabupaten Sumenep ini juga mengapresiasi kinerja Polres Sampang, karena sudah mendengar keluh-kesah dirinya bersama keluarga. Bahkan memberikan solusi terbaik atas musibah yang menimpa.

"Secara pribadi, kami mengapresiasi kinerja dan keteladanan yang ditunjukkan Kapolres Sampang, AKBP Arman S.I.K, M.Si, dalam memberikan pemaparan, pemahaman dan edukasi terhadap persoalan yang sudah menimpa kami dan keluarga. Sehingga solusi yang diberikan sangat bermanfaat dan memberikan jalan terbaik agar kami tetap di jalur pemikiran rasional dan profesional," jelasnya.

Tak lupa, Direktur Utama Media detikzone.net  itupun meminta Kepolisian resort Sampang agar kekhilafan dan kesalahannya dapat dimaklumi serta dimaafkan dengan lapang dada.

"Sekali lagi, besar harapan kami sekeluarga agar keluarga besar Kepolisian Resor (Polres) Sampang menerima permintaan maaf saya dan keluarga. Sebagai manusia tentu tak luput dari khilaf dan salah," terang Igusty.

Jujur saja, kata Igusty melanjutkan, terkait berita viral dengan narasi berita yang berbeda terkait oknum Polwan Sampang yang diduga terlibat kasus jual-beli mobil tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian dari rekan-rekan jurnalis karena saudara se-profesinya kebetulan tertimpa musibah.

"Tentu dengan kejadian yang menimpa saya, banyak berita yang ditayangkan di beberapa media sebagai bentuk dukungan. Namun setelah saya tahu fakta yang sebenarnya, mbak Ayu Wandira yang berprofesi sebagai Polwan tersebut sama sekali tidak terlibat dalam persoalan ini," bebernya.

Kalau boleh jujur, lanjut Igusty, setelah saya menggali informasi dari beberapa famili yang ada di Banyuates, mbak Ayu ini ternyata masih famili saya sendiri.

"Kebetulan nenek saya asli Banyuates, dan saya ponakan sepupu dari Almarhum H.Adlan, tokoh masyarakat di Desa Masaran. Sesuai informasi yang didapat oleh keluarga besar saya bahwa, Ayu Wandira ini masih keponakan dari almarhum Paman (H. Adlan) ," tandasnya.

Berkenan dengan itu, Igusty Madani mengungkapkan rasa bersalahnya kepada anggota Polwan Polres Sampang karena sudah menabuh genderang perselisihan dan kesalahpahaman.

"Sekali lagi saya pertegas bahwa terkait pemberitaan dugaan Oknum Polwan jadi beking kasus yang menimpa saya itu tidaklah benar. Bahkan saya berani memastikan keluarga mbak Ayu adalah keluarga terhormat," tukas Igusty kepada awak media.

Terakhir, Igusty Madani menandaskan, bahwa jasa-jasa dari aparat penegak hukum Polres Sampang dalam membedah kasus ini sudah sangat maksimal dan cukup membantu. Sehingga membangunkan kesadaran agar nantinya ke-ekstra hati-hatian harus dikedepankan ketika melakukan transaksi melalui media online dengan orang yang tidak dikenal.

"Dari kasus ini, saya banyak belajar untuk lebih berhati-hati dengan orang yang tidak dikenal," urainya.

Dengan tegas dan lugas, Igusty Madani juga memuji perhatian dan atensi dari segenap keluarga besar Polres Sampang, Madura, Jawa Timur.

"Bapak Kapolres Sampang, AKBP Arman, S.I.K, M.Si, Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Irwan dan Kanit Pidum, Bapak Rendra beserta anggota yang lain bahkan mbak Ayu Wandira sendiri selaku Polwan memberikan nasehat bijak agar nantinya saya bersama keluarga jangan pernah melakukan transaksi melalui media online dan jangan percaya dengan modus jual mobil dengan harga murah," ucap Igusty Madani.

"Menjelang Bulan Suci Ramadhan ini, dengan kerendahan hati saya mengakui semua kesalahan kepada jajaran Polres Sampang, mohon dimaafkan lahir dan batin," tandasnya. (Sl/Kay)





Mengenal Cakades Batukerbuy 01 Pasean

Catatan: Yant Kaiy

Dalam pengundian nomor urut Cakades (Calon Kepala Desa) Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan beberapa waktu lalu, H Zainal Fatah menempati nomor urut 01.

Dia akan maju ke gelanggang Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Batukerbuy pada 23 April 2022. H Zainal Fatah akan bertarung dengan satu kandidat, seorang perempuan.

Wilayah Desa Batukerbuy sangat luas. Didalamnya ada 21 dusun. Potensi SDA (Sumber Daya Alam) berupa hasil pertanian dan perikanan. Tapi SDA tersebut belum tergarap sempurna.

H Zainal Fatah terpanggil jiwanya untuk membuat perubahan menuju kesejahteraan yang adil dan beradab. Tak terbersit dalam benaknya mencari popularitas, kemewahan atau untuk memperkaya diri.

Dirinya percaya, bahwa Tuhan akan selalu bersama orang-orang yang punya niat tulus membuat perubahan lebih baik bagi Desa Batukerbuy. Manusia tidak punya kekuatan apa-apa. Semua hanya menunggu takdir-Nya.[]

Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com





Rabu, 30 Maret 2022

Dua Ponpes di Madura dapat Bantuan P-CWIP Jakarta

Dari kiri: Camat Pasean (baju putih) dan Hairus Samad (baju hitam) dalam peletakan batu pertama di Bindang Pasean. (Foto: Yant Kaiy)

PAMEKASAN – Dua Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Pamekasan mendapat sentuhan bantuan Perkumpulan Cahaya Warisan Ibu Pertiwi (P-CWIP) Jakarta berupa pembangunan gedung megah. Rabu (30/3/2022)

Kedua ponpes tersebut adalah Al-Fauzu Walwari’ berlokasi di Dusun Garung Desa Bindang Kecamatan Pasean dan Nurul Falah berlokasi di Dusun Bunpandan Desa Maper Kecamatan Proppo.

“Diproyeksikan keduanya bakal menjadi ponpes modern. Sebab kedua ponpes tersebut memenuhi kriteria dari P-CWIP. Kriteria itu meliputi lahan dan jumlah santri,” komentar Hairus Samad, salah satu delegasi P-CWIP.

Hairus Samad bersama rekan datang langsung ke tempat peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung ponpes.

Turut hadir dalam acara peletakan batu pertama itu Kepala Desa Bindang dan Camat Pasean. (Kaiy)





Pertunjukan Terakhir Macapat Lesbumi Pasongsongan

Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Perkumpulan Macapat Lesbumi MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan tampil di halaman MI (Madrasah Ibtidaiyah) Annajah Desa Pasongsongan pada Jumat malam (1/4/2022).

“Penampilan Macapat Lesbumi ini atas undangan keluarga besar MI Annajah dan ini akhir penampilan kami. Karena selama Ramadhan Macapat Lesbumi total istirahat,” ungkap Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.l pada apoymadura.com. Kamis (31/3/2022).

Ketua Lesbumi ini menambahkan, nanti bakal ada sesuatu yang baru dari pertunjukan Macapat Lesbumi Pasongsongan.

“Kami telah mengundang beberapa pakar Macapat Madura. Tentu nuansanya akan berbeda. Saksikan kami di kanal Youtube Apoy Madura,” pungkasnya. (Kay)





Bantuan P-CWIP Jakarta untuk Pembangunan Gedung Ponpes

Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung ponpes. (Foto: Yant Kaiy)


PAMEKASAN - Komunitas para pengusaha sukses di tanah air yang tergabung dalam Perkumpulan Cahaya Warisan Ibu Pertiwi (P- CWIP) Jakarta resmi menyalurkan bantuan untuk Pembangunan Gedung Ponpes (Pondok Pesantren) Al-Fauzu Walwari’ dan Ponpes Nurul Falah di Dusun Garung Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.

Hairus Samad, S.Sos dan mitra kerja dari  P-CWIP datang langsung ke lokasi, melaksanakan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung tersebut.

“Bantuan sosial ini murni dari orang-orang yang peduli terhadap lembaga pendidikan Islam. Kita harapkan bersama, semoga kedepan semuanya akan lebih baik dan lebih berkembang,” ucap Hairus Samad pada apoymadura.com. Rabu (30/3/2022).

Dalam peletakan batu pertama itu hadir Kepala Desa Bindang, para tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, para santri dan dewan guru. (Kay)





Selasa, 29 Maret 2022

P-CWIP Jakarta Peduli Pondok Pesantren Madura

Hairus Samad (baju hitam) diapit dua tokoh agama. (Foto: Yant Kaiy)

PAMEKASAN – Hairus Samad, S.Sos sebagai delegasi P-CWIP (Perkumpulan Cahaya Warisan Ibu Pertiwi) Jakarta, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung Pondok Pesantren Al-Fauzu Walwari’ dan Pondok Pesantren Nuruh Falah.

Acara tersebut dihelat di Dusun Garung Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Rabu pagi (30/3/2022).

“P-CWIP Jakarta merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial. Lembaga ini dibangun untuk tujuan kemaslahatan umat. Non profit. Karena orang-orang yang ada didalamnya adalah para pengusaha,” terang Hairus Samad.

Hairus Samad dipercaya sebagai salah satu delegasi penentu dalam pengambilan keputusan, kemana P-CWIP akan menggelontorkan bantuan. (Kay)





Daftar Pemilih Sementara Pilkades Batukerbuy Pasean

H Zainal Fatah, Cakades Batukerbuy nomor urut 1. (Foto: Yant Kaiy)


PAMEKASAN -  Calon Kepala Desa (Cakades) Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, H Zainal Fatah menghadiri acara Penetapan Daftar Pemilih Sementara di Balai Desa Batukerbuy. Selasa sore (29/3/2022).

“Berdasar data yang kami terima, Daftar Pemilih Sementara tercatat ada 6.482 hak pilih. Tim Pemenangan kami akan mempelajarinya nanti,” ucap H Zainal ketika hendak pulang dari Balai Desa Batukerbuy.

Lebih jauh Cakades nomor urut satu ini membeberkan, Desa Batukerbuy terdiri dari dua puluh satu dusun.

Berikut jumlah hak pilih masing-masing dusun: Dusun Laok Lorong l (507), Dusun Bencek Barat ll (229), Dusun Gunung Belende (447), Dusun Bencek Tengah (148), Dusun Bencek Timur (342), Dusun Kowel (347), Dusun Kalak Barat (284), Dusun Bakong (452), Dusun Bandungan (283), Dusun Versel l (289), Dusun Laok Lorong ll (424), Dusun Versel ll (218), Dusun Lebak (527), Dusun Banlanjang (234), Dusun Rokem (349), Dusun Genteng dan Nyaknyang (381), Dusun Topoh (286), Dusun Duwek Buter (209), Dusun Kalak Timur (279), dan Dusun Bencek Barat l (247).

“Tim Pemenangan nomor urut 1 berharap, bagi masyarakat yang tidak tercover dalam data supaya mengajukan diri pada panitia Pilkades dengan membawa KTP,” pungkas H Zainal. (Kay) 





Cakades Batukerbuy Nomor Urut 1 Bicara Sumber Daya Alam

Wakapolsek dan Camat Pasean bersilaturrahmi pada kediaman H Zainal Fatah. Ahad (27/3/2022).

PAMEKASAN – Diantara visi misi H Zainal Fatah, Cakades (Calon Kepala Desa) Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, yakni bicara soal potensi Sumber Daya Alam (SDA).

“Hasil laut dan pertanian menjadi kekuatan penting dalam mendorong percepatan laju perekonomian Desa Batukerbuy. Kalau potensi ini dikelola dengan baik, insya Allah kemungkinan besar kesejahteraan masyarakat bisa dicapai seperti harapan kita semua,” tegas H Zainal Fatah. Selasa (29/3/2022).

Cakades nomor urut 1 ini menambahkan, hasil tangkap ikan nelayan Batukerbuy cukup besar, maka sangat dibutuhkan adanya pengolahan hasil laut. Kalau ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, maka akan ada lapangan kerja baru.

“Dalam hal pertanian, tanah Desa Batukerbuy tergolong tegalan. Jenis tanah ini sangat cocok untuk tanaman pisang cavendish. Dari hasil tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk menopang ekonomi masyarakat,” ujar H Zainal Fatah.

Menurutnya, dua sektor SDA ini perlu adanya sentuhan kebijakan. Kalau dirinya ditakdir menjadi orang nomor satu di Desa Batukerbuy, pasti hal ini akan menjadi langkah strategis dalam kesejahteraan masyarakat. (Kay) 





Senin, 28 Maret 2022

Siswi MTs Istikmalunnajah Pasongsongan Sabet Juara Baca Puisi

SUMENEP – Tiara, salah satu siswi MTs Istikmalunnajah Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep meraih juara 2 Lomba Baca Puisi Antar Pelajar. Lomba tersebut diselenggarakan SMA Negeri 1 Ambunten pada Senin, 28/3/2022.

Setelah dewan juri melakukan sidang tertutup, lalu mereka menuangkan keputusannya.

“Saya merasa puas dengan hasil keputusan dewan juri lomba baca puisi ini. Persaingan amat ketat karena para peserta rata-rata bagus,” terang Akhmad Jasimul Ahyak.

Dirinya ikut hadir menyaksikan penampilan anak didiknya di ajang lomba bergengsi itu. Jasimul pula yang memberikan arahan terhadap siswa-siswi MTs Istikmalunnajah. (Kay)





Minggu, 27 Maret 2022

Sikap Meniscaya Cakades Batokerbuy Zainal Fatah

Haji Zainal Fatah, Cakades Batokerbuy nomor urut 1.

PAMEKASAN – Menembus impian untuk menjadi orang nomor satu di Desa Batokerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, H Zainal Fatah menepis anggapan kalau dirinya hanyalah Calon Kepala Desa (Cakades) bayangan.

“Tidak habis pikir, masih saja ada segelintir orang kalau saya maju sebagai Cakades karena suruhan orang lain. Ya, tidak mungkinlah. Ini soal pertaruhan harkat dan martabat pribadi saya,” tegas H Zainal Fatah, Cakades Batokerbuy nomor urut 1. Senin siang (28/3/2022).

Dirinya maju dalam Pilkades untuk membuat perubahan berarti. Terutama dalam hal perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Batokerbuy.

“Kalau pemberdayaan perekonomian masyarakat meningkat, tentu kemakmuran rakyat pasti didapat. Ini akan menjadi prioritas kami kalau terpilih nanti,” tandas lelaki yang sangat dekat dengan para tokoh masyarakat Desa Batokerbuy. (Kaiy)





KH Kholil Yasin Hadir di Pasongsongan

KH Kholil Yasin berceramah di Masjid Nurul Islam Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)
SUMENEP – KH Kholil Yasin dari Bangkalan hadir di Masjid Nurul Islam Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura. Ahad malam (27/3/2022).

Penceramah tersohor ini tiap hari berpindah-pindah tempat, memberi pencerahan kepada umat Islam.

“Saya berangkat pagi, sampai di rumah dini hari. Lebih banyak beristirahat di mobil. Selesai pengajian ini, saya akan pindah ke Sampang untuk tausiah,” terang KH Kholil Yasin di sela-sela berceramah.

Siraman rohani KH Kholil Yasin malam itu menekankan pentingnya menghormati perbedaan. Karena manusia dilahirkan ke alam dunia berbeda-beda.(Kay)





MTs Istikmalunnajah Pasongsongan akan Ikut Lomba Baca Puisi

Akhmad Jasimul Ahyak (kiri) melatih siswa-siswi MTs Istikmalunnajah Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Istikmalunnajah Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan beradu kemampuan dalam ajang Lomba Baca Puisi di SMA Negeri Ambunten Sumenep.

Adalah Akhmad Jasimul Ahyak yang melatih dan mengasah para siswa-siswinya. Jasimul merupakan salah seorang pembaca puisi terbaik di Kabupaten Sumenep sekaligus guru di lembaga pendidikan tersebut.

“Saya yakin anak-anak akan meraih juara di ajang bergengsi ini. Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab sebelumnya mereka pernah meraih gelar dibeberapa lomba,” terang Jasimul pada apoymadura.com. Ahad sore (27/3/2022).

MTs Istikmalunnajah dari dulu acapkali menyabet gelar juara setiap ada kompetisi sastra. Maka tak berlebihan kalau Jasimul berharap dewan juri nanti bersikap jujur dan adil. (Kay)





Belajar Jadi Youtuber

                 Catatan: Yant Kaiy
Diusia lebih dari kepala lima, saya belajar menjadi Youtuber, membangun channel Apoy Madura. Selama lebih satu tahun, channel Youtube saya mendapatkan tidak lebih dari 500 subcriber dan hampir mendekati 2000 jam tontonan. Padahal syarat untuk bisa dimonetisasi wajib mencapai 1000 subcriber dan 4000 jam tontonan.

Awal ketertarikan jadi Youtuber karena saya memiliki website www.apoymadura.com. Tujuannya agar pengunjung lebih betah membaca tulisan di website karena tersaji video didalamnya.

Beragam support dari hasil kreasi konten Youtube berdatangan. Senang bisa berbagi terhadap sesama kendati tidak mendapatkan pundi-pundi penghasilan.

Sebenarnya saya bisa berburu subcriber dan viewer lewat beraneka aplikasi, tapi saya tidak lakukan. Bukan sok suci, tapi itu melanggar kebijakan Youtube.[]

Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com.





Sabtu, 26 Maret 2022

Gugus 02 SD di Kecamatan Pasongsongan

Pertemuan KKG SD Gugus 02 Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Pertemuan rutin bulanan Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Gugus 02 wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep diselenggarakan di SDN Panaongan III. Sabtu (26/3/2022).

Dalam pertemuan tersebut hadir Pengawas TK/SD Pasongsongan H Rusdi, semua pengurus KKG SD Gugus 02, semua Kepala Sekolah dan guru di lingkungan Gugus 02.

 “Agenda hari ini adalah evaluasi pelaksanaan PAS (Penilaian Akhir Semester) ganjil tahun pelajaran 2021/2022, persiapan PAS genap tahun pelajaran 2021/2022, dan pembentukan Paguyuban Guru Kelas. Semua penting untuk diikuti tenaga kependidikan demi peningkatan mutu sumber daya guru itu sendiri,” terang H Rusdi.

Perlu diketahui KKG SD Gugus 02 meliputi: SDN Padangdangan l, SDN Padangdangan ll, SDN Panaongan lll, SDN Panaongan lV, SDN Soddara l, SDN Soddara ll, SDI Mambaul Ulum, SDI Al-Gufron, dan SDI Nurul Huda. (Kay)





Jumat, 25 Maret 2022

Pawai Obor Ratusan Santri Pasongsongan

Pawai obor santri Desa Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Ratusan santri dari berbagai langgar di wilayah Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tadi malam mengadakan pawai obor. Jumat (25/3/2022).

Menurut Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) MWC NU Pasongsongan, pawai obor anak-anak usia Sekolah Dasar ini sebagai bentuk suka-cita menyambut datangnya bula suci Ramadhan.

Dengan berjalan kaki, pawai tersebut didampingi para guru ngaji dan orang tua dari para santri. Start pawai dimulai dari Desa Panaongan dan finish di Masjid Al-Ihsan Dusun Lebak Desa Pasongsongan.

“Lesbumi Pasongsongan sangat mengapresiasi budaya tahunan santri cilik ini. Kedepan kita akan evaluasi supaya pawai ini lebih meriah dan semarak,” tandas Jasimul. (Kay)





Kamis, 24 Maret 2022

Pengajian Jumat Malam Ponpes Al-Istikmal Pasongsongan

Kiai Kholilurrahman, pengasuh Ponpes Al-Istikmal Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Istikmal berdiri di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.  Ponpes tertua di wilayah Kecamatan Pasongsongan ini tiap Jumat Kliwon menyelenggarakan pengajian.

“Pengajian ini sebenarnya terbuka bagi umum, bukan hanya alumni santri. Didalamnya ada amalan sholawat Nariyah,” terang Kiai Kholilurrahman, pengasuh Ponpes Al-Istikmal pada apoymadura.com. Kamis (24/3/2022).

Sedangkan siraman rohani pada malam itu disampaikan langsung oleh Kiai Kholilurrahman.

“Untuk ceramah agama yang akan datang, insya Allah kita akan menghadirkan dai dari Kota Pamekasan,” terang kiai muda yang berpenampilan sederhana ini. (Kay)





Rabu, 23 Maret 2022

Mencari Receh di Sosmed

Catatan: Yant Kaiy

Terbuka lebar jalan mengumpulkan receh via sosial media dengan mendownload aplikasi yang tersedia di Google Playstore. Impian manis itu bukan isapan jempol belaka. Banyak diantara mereka yang sukses mendapatkan pundi-pundi harta karenanya. Tapi ada pula yang gagal, terjungkal di lembah penyesalan.

Lalu mereka banting setir ke dunia kerja konvensional. Tak sanggup dalam penantian cukup panjang, melelahkan.

Seorang teman masa kecil saya terus memaksakan diri. Menembus kabut mimpinya. Tanpa kenal lelah. Ia terus berkreativitas. Berkarya tanpa batas. Segala cemooh tak dihiraukannya.

Pepatah: ”Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian” menjadi miliknya. Tuhan Maha Bijaksana. Teman saya kini mendapatkan income dari sosmed (sosial media) melebihi gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil).[]

*)Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com





Memahami Tupoksi Jurnalis

Catatan: Yant Kaiy

Ketika saya menulis opini tentang sosial budaya, mengulas ketimpangan yang merugikan masyarakat luas, berhamburan respons pro dan kontra datang.

Yang bikin hati geli, ada diantara mereka salah memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) seorang jurnalis. Mereka mendaulat saya untuk memberikan solusi. Padahal saya hanya mengritisi kejanggalan menyakitkan hati nurani rakyat.

Ada pula yang berkomentar agar saya mengajukan proposal ke dinas pemerintah. Lucu. Ternyata masih banyak diantara mereka yang awam.[]

*) Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com





Oknum Guru Agama Dilaporkan pada Polres Sumenep

Achmad Mu'is

SUMENEP -  Ihwal permasalahan diawali dari Achmad Mu’is, oknum guru agama di SD Batang-Batang Kabupaten Sumenep. Karena keserakahan Achmad Mu’is, ahli waris diperdaya dan direkayasa, lalu dijebak dalam pertemuan keluarga untuk membahas waris.

Dalam pertemuan itu tiba-tiba sudah lengkap, ada Hj Suni dan Kepala Desa  PJ Mahabbasi yang masih ada hubungan keluarga sama Achmad Mu’is. PJ Mahabbasi sekarang sudah menjabat menjadi Bendahara Kecamatan Gapura untuk membahas waris atau diadakan pertemuan farait.

Disisi lain, menurut pengakuan Imam Mawardi kepada media ini.

“Dari pihak Achmad Mu’is, mengutus saudara PJ Mahabbasi, Drs Ec Moh Anwar,SH dan Ja’un mendatangi saya untuk meminta tanda tangan supaya semua urusan waris diserahkan kepada Achmad Mu’is dengan alasan mumpung ada pemutihan tanah. Tetapi saya menolak karena masih ada 2 lagi saudara,ujar Imam Mawardi waktu dihubungi melalui via hape.

Tim awak media bertanya ke narasumber, Aini Salam. Apa dasar hukumnya saudara Achmad Mu’is mengadakan pertemuan farait dan memutuskan secara lisan.  Saudara Aini Salam dan Saudari Siti Ruqoyah tidak mendapatkan  waris dari Hasim dan Muhriya.

Kami juga tidak mengerti darimana dasar hukumnya Achmad Mu’is ingin menguasai 1 lahan 2 rumah? Padahal dokumen 1 lahan 2 rumah ada pada saya. Seharusnya Achmad Muis menjadi contoh yang baik. Karena dia seorang pendidik di SD Batang-Batang, sebagai guru agama. Ini salah satu contoh, biar masyakat Gapura Barat tahu yang sebenarnya kelakuan Achmad Mu’is,” tandas Aini Salam.

Lalu awak media bertanya apa tindakan Bapak?

“Kami sudah melayangkan surat somasi melalui Sekdes Ibno Hajar kepada Achmad Mu’is,  tetapi dia tidak ada niat baik kepada kami. Dia bilang, semua saya serahkan kepada Drs Ec Moh Anwar,SH selaku LPH Jatim. Tetapi diduga legalitasnya tidak diakui oleh pemerintah. Lalu kami ke Balai Desa untuk menemui Kepala Desa Bapak Rasidi, meminta supaya  dimediasi, tetapi gagal. Aparat Desa  tidak digubris sama Achmad Mu’is. Kami juga ke Polsek Gapura, meminta dimediasi namun juga gagal. Aparat dari Polsek tidak dihiraukan oleh Achmad Mu’is.  Sepertinya Achmad Mu’is tidak menghargai niat baik dari kami dan Polsek Gapura Barat.  Lalu kami memasang spanduk di depan rumah Achmad Mu’is, supaya masyarakat tahu kalau tanah dan bangunan bukan milik Achmad Mu’is tetapi milik kami. Karena kami yang mempunyai dokumen tanah dan bangunan yang ditempati Achmad Mu’is sejak kecil,” cerita Aini Salam panjang lebar.

Kami memasang spanduk dan menempelkan foto copy dukumen tanah tersebut pada Selasa (15/3/2022) pukul 14.00 WIB. Sekitar pukul 01.00 WIB spanduk sudah tidak ada. Diduga dicabut dan dibuang oleh Achmad Mu’is. Paginya sekitar pukul 10.00 WIB saya telpon Achmad Mu’is, mempertanyakan siapa yang mencabut spanduk. Achmad Mu’is mengakui, bahwa dirinya dan Siddik yang melakukan semua itu,ujar Aini Salam

Akhirnya kami dengan sangat terpaksa melaporkan Achmad Mu’is ke Polres Sumenep. Karena dari pihak Achmad Mu’is tidak ada niat baik, pungkas Aini Salam. (TIM PPI/Kay)





# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...