Tradisi Molang Are di Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)
Catatan:
Yant Kaiy
Sebagian besar di Desa/Kecamatan Pasongsongan
Kabupaten Sumenep, tradisi Molang Are tetap lestari hingga kini. Tak lekang
oleh waktu. Tak luntur digerus modernisasi.
Tradisi Molang Are bagian budaya Islami setelah bayi
lahir. Pada umumnya ketika bayi menginjak usia 40 hari. Tetangga diundang untuk
mendoakannya lewat pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dan Shalawat Nabi.
Selain itu didalamnya ada aqiqah, penyembelihan hewan
ternak. Dua ekor kambing bagi bayi laki-laki, satu ekor kambing bagi bayi
berjenis kelamin perempuan.
Hakikat aqiqah sebenarnya sebagai wujud syukur keluarga
atas kelahiran bayi..[]
Cakades Batukerbuy 01 Kecamatan Pasean Kabupaten
Pamekasan, H Zainal Fatah berangkat dari panggilan jiwa maju ke pesta demokrasi
langsung (Pilkades). Murni ingin membuat perubahan demi kesejahteraan, keadilan
beradab dan kemandirian Desa Batukerbuy lebih baik.
Niat tulus itu bukan isapan jempol belaka. H Zainal
Fatah sangat yakin bisa merubah Desa Batukerbuy lebih bermartabat. Karena desa
luas yang didalamnya ada 21 dusun ini memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) tak
tergarap maksimal dan tak tertata kelola apik selama ini.
Akhirnya, Desa Batukerbuy stagnan. Tidak bisa
berinovasi. Terjebak dalam kubangan kemunduran bertahun-tahun.
Sekarang, tampaknya sebagian besar masyarakat Desa
Batukerbuy satu keinginan dengan H Zainal Fatah. Satu aspirasi, ingin membuat
perubahan.[]
SUMENEP - Korban kasus jual-beli
mobil, Igusty Madani meminta maaf secara terbuka khususnya kepada Kapolres
Sampang atas berita miring terkait anggotanya yang diduga menjadi beking pelaku
penipuan jual-beli mobil. Kamis (31/3/2022).
"Atas nama pribadidan keluarga saya meminta maaf atas berita yang
sudah ditayangkan oleh rekan-rekan media yang menyebutkan, bahwa oknum Polwan diduga membekingi sindikat jual-beli mobil. Saya katakan itu tidak benar.Dan oknum
Polwan tersebut bersih dari keterlibatan kasus ini," kata Igusty kepada
sejumlah awak media.
Secara ksatria, pria yang berprofesi sebagai pewarta
investigasi juga
ini menyampaikan permohonan
maaf yang sebesar-besarnya kepada Kapolres Sampang bersama
jajarannya.
"Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang nomor satu di Kepolisian Resor
Sampang , AKBP Arman S.I.K, M.Si beserta jajarannya atas berita miring yang
sudah menyebar luas hingga mengundang kegaduhan," terang Igusty secara
terbuka.
Tidak hanya itu, pria berusia 35 tahun yang saat ini
berdomisili di Kabupaten Sumenep ini juga mengapresiasi kinerja Polres Sampang, karena sudah mendengar keluh-kesah dirinya bersama keluarga. Bahkan memberikan solusi terbaik atas musibah yang
menimpa.
"Secara pribadi, kami mengapresiasi kinerja dan
keteladanan yang ditunjukkan Kapolres Sampang, AKBP Arman S.I.K, M.Si, dalam
memberikan pemaparan, pemahaman dan edukasi
terhadap persoalan yang sudah menimpa kami dan keluarga. Sehingga solusi yang
diberikan sangat bermanfaat dan memberikan jalan terbaik agar kami tetap di
jalur pemikiran rasional dan profesional," jelasnya.
Tak lupa, Direktur Utama Media detikzone.netitupun meminta Kepolisian resort Sampang agar
kekhilafan dan kesalahannya dapat dimaklumi serta dimaafkan dengan lapang dada.
"Sekali lagi, besar harapan kami sekeluarga agar
keluarga besar Kepolisian Resor
(Polres) Sampang menerima permintaan maaf saya dan keluarga. Sebagai manusia
tentu tak luput dari khilaf dan salah," terang Igusty.
Jujur saja, kata Igusty melanjutkan, terkait berita
viral dengan narasi berita yang berbeda terkait oknum Polwan Sampang yang
diduga terlibat kasus jual-beli mobil
tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian dari rekan-rekan jurnalis
karena saudara se-profesinya kebetulan tertimpa musibah.
"Tentu dengan kejadian yang menimpa saya,
banyak berita yang ditayangkan di beberapa media sebagai bentuk dukungan. Namun
setelah saya tahu fakta yang sebenarnya, mbak Ayu Wandira yang berprofesi
sebagai Polwan tersebut sama sekali tidak terlibat dalam persoalan ini,"
bebernya.
Kalau boleh jujur, lanjut Igusty, setelah saya
menggali informasi dari beberapa famili yang
ada di Banyuates, mbak Ayu ini ternyata masih famili saya sendiri.
"Kebetulan nenek saya asli Banyuates, dan saya ponakan sepupu dari Almarhum
H.Adlan, tokoh masyarakat di Desa Masaran. Sesuai
informasi yang didapat oleh keluarga besar saya bahwa, Ayu Wandira ini masih keponakan dari almarhum Paman (H. Adlan) ," tandasnya.
Berkenan dengan itu, Igusty Madani mengungkapkan
rasa bersalahnya kepada anggota Polwan Polres Sampang karena sudah menabuh
genderang perselisihan dan kesalahpahaman.
"Sekali lagi saya pertegas bahwa terkait
pemberitaan dugaan Oknum Polwan jadi beking kasus yang menimpa saya itu
tidaklah benar. Bahkan saya berani memastikan keluarga mbak Ayu adalah keluarga
terhormat," tukas Igusty kepada awak media.
Terakhir, Igusty Madani menandaskan, bahwa jasa-jasa
dari aparat penegak hukum Polres Sampang dalam membedah kasus ini sudah sangat
maksimal dan cukup membantu. Sehingga
membangunkan kesadaran agar nantinya ke-ekstra
hati-hatian harus dikedepankan ketika melakukan
transaksi melalui media online dengan orang yang tidak dikenal.
"Dari kasus ini,
saya banyak belajar untuk lebih berhati-hati
dengan orang yang tidak dikenal," urainya.
Dengan tegas dan lugas, Igusty Madani juga memuji
perhatian dan atensi dari segenap keluarga besar Polres Sampang, Madura, Jawa
Timur.
"Bapak Kapolres Sampang, AKBP Arman, S.I.K,
M.Si, Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Irwan dan Kanit Pidum, Bapak Rendra
beserta anggota yang lain bahkan mbak Ayu Wandira sendiri selaku Polwan
memberikan nasehat bijak agar nantinya saya bersama keluarga jangan pernah
melakukan transaksi melalui media online dan jangan percaya dengan modus jual
mobil dengan harga murah," ucap Igusty Madani.
"Menjelang Bulan
Suci Ramadhan ini, dengan kerendahan hati
saya mengakui semua kesalahan kepada jajaran
Polres Sampang, mohon dimaafkan lahir dan batin," tandasnya. (Sl/Kay)
Dalam pengundian nomor urut Cakades (Calon Kepala
Desa) Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan beberapa waktu lalu, H
Zainal Fatah menempati nomor urut 01.
Dia akan maju ke gelanggang Pilkades (Pemilihan
Kepala Desa) Batukerbuy pada 23 April 2022. H Zainal Fatah akan bertarung
dengan satu kandidat, seorang perempuan.
Wilayah Desa Batukerbuy sangat luas. Didalamnya ada
21 dusun. Potensi SDA (Sumber Daya Alam) berupa hasil pertanian dan perikanan.
Tapi SDA tersebut belum tergarap sempurna.
H Zainal Fatah terpanggil jiwanya untuk membuat
perubahan menuju kesejahteraan yang adil dan beradab. Tak terbersit dalam
benaknya mencari popularitas, kemewahan atau untuk memperkaya diri.
Dirinya percaya, bahwa Tuhan akan selalu bersama orang-orang
yang punya niat tulus membuat perubahan lebih baik bagi Desa Batukerbuy.
Manusia tidak punya kekuatan apa-apa. Semua hanya menunggu takdir-Nya.[]
Dari kiri: Camat Pasean (baju putih) dan Hairus Samad (baju hitam) dalam peletakan batu pertama di Bindang Pasean. (Foto: Yant Kaiy)
PAMEKASAN – Dua Pondok Pesantren
(Ponpes) di wilayah Pamekasan mendapat sentuhan bantuan Perkumpulan Cahaya
Warisan Ibu Pertiwi (P-CWIP) Jakarta berupa pembangunan gedung megah. Rabu
(30/3/2022)
Kedua ponpes tersebut adalah Al-Fauzu Walwari’ berlokasi
di Dusun Garung Desa Bindang Kecamatan Pasean dan Nurul Falah berlokasi di
Dusun Bunpandan Desa Maper Kecamatan Proppo.
“Diproyeksikan keduanya bakal menjadi ponpes modern.
Sebab kedua ponpes tersebut memenuhi kriteria dari P-CWIP. Kriteria itu
meliputi lahan dan jumlah santri,” komentar Hairus Samad, salah satu delegasi
P-CWIP.
Hairus Samad bersama rekan datang langsung ke tempat
peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung ponpes.
Turut hadir dalam acara peletakan batu pertama itu
Kepala Desa Bindang dan Camat Pasean. (Kaiy)
Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)
SUMENEP –Perkumpulan Macapat Lesbumi
MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan tampil di halaman MI (Madrasah
Ibtidaiyah) Annajah Desa Pasongsongan pada Jumat malam (1/4/2022).
“Penampilan Macapat Lesbumi ini atas undangan
keluarga besar MI Annajah dan ini akhir penampilan kami. Karena selama Ramadhan
Macapat Lesbumi total istirahat,” ungkap Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.l pada apoymadura.com. Kamis (31/3/2022).
Ketua Lesbumi ini menambahkan, nanti bakal ada
sesuatu yang baru dari pertunjukan Macapat Lesbumi Pasongsongan.
“Kami telah mengundang beberapa pakar Macapat Madura.
Tentu nuansanya akan berbeda. Saksikan kami di kanal Youtube Apoy Madura,”
pungkasnya. (Kay)
Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung ponpes. (Foto: Yant Kaiy)
PAMEKASAN -Komunitas para pengusaha sukses
di tanah air yang tergabung dalam Perkumpulan Cahaya Warisan Ibu Pertiwi (P-
CWIP) Jakarta resmi menyalurkan bantuan untuk Pembangunan Gedung Ponpes (Pondok
Pesantren) Al-Fauzu Walwari’ dan Ponpes Nurul Falah di Dusun Garung Desa
Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.
Hairus Samad, S.Sos dan mitra kerja dariP-CWIP datang langsung ke lokasi,
melaksanakan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung
tersebut.
“Bantuan sosial ini murni dari orang-orang yang
peduli terhadap lembaga pendidikan Islam. Kita harapkan bersama, semoga kedepan
semuanya akan lebih baik dan lebih berkembang,” ucap Hairus Samad pada apoymadura.com. Rabu (30/3/2022).
Dalam peletakan batu pertama itu hadir Kepala Desa
Bindang, para tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, para santri dan dewan
guru. (Kay)
Hairus Samad (baju hitam) diapit dua tokoh agama. (Foto: Yant Kaiy)
PAMEKASAN – Hairus Samad, S.Sos sebagai
delegasi P-CWIP (Perkumpulan Cahaya Warisan Ibu Pertiwi) Jakarta, menghadiri
peletakan batu pertama pembangunan gedung Pondok Pesantren Al-Fauzu Walwari’
dan Pondok Pesantren Nuruh Falah.
Acara tersebut dihelat di Dusun Garung Desa Bindang
Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Rabu pagi (30/3/2022).
“P-CWIP Jakarta merupakan sebuah lembaga yang
bergerak di bidang sosial. Lembaga ini dibangun untuk tujuan kemaslahatan umat.
Non profit. Karena orang-orang yang ada didalamnya adalah para pengusaha,”
terang Hairus Samad.
Hairus Samad dipercaya sebagai salah satu delegasi
penentu dalam pengambilan keputusan, kemana P-CWIP akan menggelontorkan bantuan.
(Kay)
H Zainal Fatah, Cakades Batukerbuy nomor urut 1. (Foto: Yant Kaiy)
PAMEKASAN - Calon Kepala Desa (Cakades) Batukerbuy Kecamatan
Pasean Kabupaten Pamekasan, H Zainal Fatah menghadiri acara Penetapan Daftar
Pemilih Sementara di Balai Desa Batukerbuy. Selasa sore (29/3/2022).
“Berdasar data yang kami terima, Daftar Pemilih
Sementara tercatat ada 6.482 hak pilih. Tim Pemenangan kami akan mempelajarinya
nanti,” ucap H Zainal ketika hendak pulang dari Balai Desa Batukerbuy.
Lebih jauh Cakades nomor urut satu ini membeberkan,
Desa Batukerbuy terdiri dari dua puluh satu dusun.
Berikut jumlah hak pilih masing-masing dusun: Dusun
Laok Lorong l (507), Dusun Bencek Barat ll (229), Dusun Gunung Belende (447),
Dusun Bencek Tengah (148), Dusun Bencek Timur (342), Dusun Kowel (347), Dusun
Kalak Barat (284), Dusun Bakong (452), Dusun Bandungan (283), Dusun Versel l
(289), Dusun Laok Lorong ll (424), Dusun Versel ll (218), Dusun Lebak (527),
Dusun Banlanjang (234), Dusun Rokem (349), Dusun Genteng dan Nyaknyang (381),
Dusun Topoh (286), Dusun Duwek Buter (209), Dusun Kalak Timur (279), dan Dusun
Bencek Barat l (247).
“Tim Pemenangan nomor urut 1 berharap, bagi
masyarakat yang tidak tercover dalam data supaya mengajukan diri pada panitia
Pilkades dengan membawa KTP,” pungkas H Zainal. (Kay)
Wakapolsek dan Camat Pasean bersilaturrahmi pada kediaman H Zainal Fatah. Ahad (27/3/2022).
PAMEKASAN – Diantara visi misi H Zainal
Fatah, Cakades (Calon Kepala Desa) Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten
Pamekasan, yakni bicara soal potensi Sumber Daya Alam (SDA).
“Hasil laut dan pertanian menjadi kekuatan penting
dalam mendorong percepatan laju perekonomian Desa Batukerbuy. Kalau potensi ini
dikelola dengan baik, insya Allah kemungkinan besar kesejahteraan masyarakat
bisa dicapai seperti harapan kita semua,” tegas H Zainal Fatah. Selasa (29/3/2022).
Cakades nomor urut 1 ini menambahkan, hasil tangkap
ikan nelayan Batukerbuy cukup besar, maka sangat dibutuhkan adanya pengolahan
hasil laut. Kalau ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, maka akan ada lapangan
kerja baru.
“Dalam hal pertanian, tanah Desa Batukerbuy tergolong
tegalan. Jenis tanah ini sangat cocok untuk tanaman pisang cavendish. Dari
hasil tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk menopang ekonomi masyarakat,” ujar H
Zainal Fatah.
Menurutnya, dua sektor SDA ini perlu adanya sentuhan
kebijakan. Kalau dirinya ditakdir menjadi orang nomor satu di Desa Batukerbuy,
pasti hal ini akan menjadi langkah strategis dalam kesejahteraan masyarakat. (Kay)
SUMENEP – Tiara, salah satu siswi MTs
Istikmalunnajah Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep meraih juara 2
Lomba Baca Puisi Antar Pelajar. Lomba tersebut diselenggarakan SMA Negeri 1
Ambunten pada Senin, 28/3/2022.
Setelah dewan juri melakukan sidang tertutup, lalu
mereka menuangkan keputusannya.
“Saya merasa puas dengan hasil keputusan dewan juri
lomba baca puisi ini. Persaingan amat ketat karena para peserta rata-rata
bagus,” terang Akhmad Jasimul Ahyak.
Dirinya ikut hadir menyaksikan penampilan anak
didiknya di ajang lomba bergengsi itu. Jasimul pula yang memberikan arahan
terhadap siswa-siswi MTs Istikmalunnajah. (Kay)
Haji Zainal Fatah, Cakades Batokerbuy nomor urut 1.
PAMEKASAN –Menembus impian untuk menjadi
orang nomor satu di Desa Batokerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, H Zainal
Fatah menepis anggapan kalau dirinya hanyalah Calon Kepala Desa (Cakades)
bayangan.
“Tidak habis pikir, masih saja ada segelintir orang
kalau saya maju sebagai Cakades karena suruhan orang lain. Ya, tidak
mungkinlah. Ini soal pertaruhan harkat dan martabat pribadi saya,” tegas H
Zainal Fatah, Cakades Batokerbuy nomor urut 1. Senin siang (28/3/2022).
Dirinya maju dalam Pilkades untuk membuat perubahan
berarti. Terutama dalam hal perekonomian dan kesejahteraan masyarakat
Batokerbuy.
“Kalau pemberdayaan perekonomian masyarakat
meningkat, tentu kemakmuran rakyat pasti didapat. Ini akan menjadi prioritas
kami kalau terpilih nanti,” tandas lelaki yang sangat dekat dengan para tokoh
masyarakat Desa Batokerbuy. (Kaiy)
KH Kholil Yasin berceramah di Masjid Nurul Islam Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)
SUMENEP – KH Kholil Yasin dari
Bangkalan hadir di Masjid Nurul Islam Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan
Kabupaten Sumenep Madura. Ahad malam (27/3/2022).
Penceramah tersohor ini tiap hari berpindah-pindah tempat,
memberi pencerahan kepada umat Islam.
“Saya berangkat pagi, sampai di rumah dini hari.
Lebih banyak beristirahat di mobil. Selesai pengajian ini, saya akan pindah ke
Sampang untuk tausiah,” terang KH Kholil Yasin di sela-sela berceramah.
Siraman rohani KH Kholil Yasin malam itu menekankan pentingnya
menghormati perbedaan. Karena manusia dilahirkan ke alam dunia berbeda-beda.(Kay)
SUMENEP –Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Istikmalunnajah Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan beradu
kemampuan dalam ajang Lomba Baca Puisi di SMA Negeri Ambunten Sumenep.
Adalah Akhmad Jasimul Ahyak yang melatih dan mengasah
para siswa-siswinya. Jasimul merupakan salah seorang pembaca puisi terbaik di
Kabupaten Sumenep sekaligus guru di lembaga pendidikan tersebut.
“Saya yakin anak-anak akan meraih juara di ajang
bergengsi ini. Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab sebelumnya mereka
pernah meraih gelar dibeberapa lomba,” terang Jasimul pada apoymadura.com. Ahad sore (27/3/2022).
MTs Istikmalunnajah dari dulu acapkali menyabet gelar
juara setiap ada kompetisi sastra. Maka tak berlebihan kalau Jasimul berharap
dewan juri nanti bersikap jujur dan adil. (Kay)
Diusia lebih dari kepala lima, saya belajar menjadi Youtuber,
membangun channel Apoy Madura. Selama lebih satu tahun, channel Youtube saya
mendapatkan tidak lebih dari 500 subcriber dan hampir mendekati 2000 jam tontonan.
Padahal syarat untuk bisa dimonetisasi wajib mencapai 1000 subcriber dan 4000
jam tontonan.
Awal ketertarikan jadi Youtuber karena saya memiliki
website www.apoymadura.com. Tujuannya agar pengunjung lebih
betah membaca tulisan di website karena tersaji video didalamnya.
Beragam support dari hasil kreasi konten Youtube
berdatangan. Senang bisa berbagi terhadap sesama kendati tidak mendapatkan
pundi-pundi penghasilan.
Sebenarnya saya bisa berburu subcriber dan viewer
lewat beraneka aplikasi, tapi saya tidak lakukan. Bukan sok suci, tapi itu
melanggar kebijakan Youtube.[]
Pertemuan KKG SD Gugus 02 Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)
SUMENEP – Pertemuan rutin bulanan
Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Gugus 02 wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten
Sumenep diselenggarakan di SDN Panaongan III. Sabtu (26/3/2022).
Dalam pertemuan tersebut hadir Pengawas TK/SD
Pasongsongan H Rusdi, semua pengurus KKG SD Gugus 02, semua Kepala Sekolah dan
guru di lingkungan Gugus 02.
“Agenda hari
ini adalah evaluasi pelaksanaan PAS (Penilaian Akhir Semester) ganjil tahun
pelajaran 2021/2022, persiapan PAS genap tahun pelajaran 2021/2022, dan
pembentukan Paguyuban Guru Kelas. Semua penting untuk diikuti tenaga
kependidikan demi peningkatan mutu sumber daya guru itu sendiri,” terang H
Rusdi.
Perlu diketahui KKG SD Gugus 02 meliputi: SDN
Padangdangan l, SDN Padangdangan ll, SDN Panaongan lll, SDN Panaongan lV, SDN
Soddara l, SDN Soddara ll, SDI Mambaul Ulum, SDI Al-Gufron, dan SDI Nurul Huda.
(Kay)
Pawai obor santri Desa Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)
SUMENEP –Ratusan santri dari berbagai
langgar di wilayah Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tadi malam
mengadakan pawai obor. Jumat (25/3/2022).
Menurut Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi (Lembaga
Seni Budaya Muslimin Indonesia) MWC NU Pasongsongan, pawai obor anak-anak usia
Sekolah Dasar ini sebagai bentuk suka-cita menyambut datangnya bula suci
Ramadhan.
Dengan berjalan kaki, pawai tersebut didampingi para
guru ngaji dan orang tua dari para santri. Start pawai dimulai dari Desa
Panaongan dan finish di Masjid Al-Ihsan Dusun Lebak Desa Pasongsongan.
“Lesbumi Pasongsongan sangat mengapresiasi budaya tahunan
santri cilik ini. Kedepan kita akan evaluasi supaya pawai ini lebih meriah dan
semarak,” tandas Jasimul. (Kay)
SUMENEP –Pondok Pesantren (Ponpes)
Al-Istikmal berdiri di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten
Sumenep. Ponpes tertua di wilayah
Kecamatan Pasongsongan ini tiap Jumat Kliwon menyelenggarakan pengajian.
“Pengajian ini sebenarnya terbuka bagi umum, bukan
hanya alumni santri. Didalamnya ada amalan sholawat Nariyah,” terang Kiai
Kholilurrahman, pengasuh Ponpes Al-Istikmal pada apoymadura.com. Kamis (24/3/2022).
Sedangkan siraman rohani pada malam itu disampaikan
langsung oleh Kiai Kholilurrahman.
“Untuk ceramah agama yang akan datang, insya Allah
kita akan menghadirkan dai dari Kota Pamekasan,” terang kiai muda yang
berpenampilan sederhana ini. (Kay)
Terbuka lebar jalan mengumpulkan receh via sosial
media dengan mendownload aplikasi yang tersedia di Google Playstore. Impian
manis itu bukan isapan jempol belaka. Banyak diantara mereka yang sukses
mendapatkan pundi-pundi harta karenanya. Tapi ada pula yang gagal, terjungkal
di lembah penyesalan.
Lalu mereka banting setir ke dunia kerja
konvensional. Tak sanggup dalam penantian cukup panjang, melelahkan.
Seorang teman masa kecil saya terus memaksakan diri.
Menembus kabut mimpinya. Tanpa kenal lelah. Ia terus berkreativitas. Berkarya
tanpa batas. Segala cemooh tak dihiraukannya.
Pepatah: ”Berakit-rakit ke
hulu, berenang-renang ke tepian” menjadi miliknya. Tuhan Maha Bijaksana. Teman
saya kini mendapatkan income dari sosmed (sosial media) melebihi gaji PNS
(Pegawai Negeri Sipil).[]
Ketika saya menulis opini tentang sosial budaya,
mengulas ketimpangan yang merugikan masyarakat luas, berhamburan respons pro
dan kontra datang.
Yang bikin hati geli, ada diantara mereka salah
memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) seorang jurnalis. Mereka mendaulat
saya untuk memberikan solusi. Padahal saya hanya mengritisi kejanggalan
menyakitkan hati nurani rakyat.
Ada pula yang berkomentar
agar saya mengajukan proposal ke dinas pemerintah. Lucu. Ternyata masih banyak
diantara mereka yang awam.[]
SUMENEP - Ihwal permasalahan diawali dari Achmad Mu’is,oknum guru agama di SD Batang-Batang Kabupaten Sumenep.Karena
keserakahan Achmad Mu’is, ahli waris diperdaya
dan direkayasa,
laludijebak dalam
pertemuan keluarga untuk membahas waris.
Dalam
pertemuan itu tiba-tiba sudah lengkap, ada Hj Suni dan
Kepala DesaPJMahabbasi yang masih ada hubungan keluarga sama Achmad Mu’is. PJ Mahabbasi sekarang sudah menjabat menjadi Bendahara
Kecamatan Gapura untuk membahas waris atau diadakan pertemuan farait.
Disisi lain,menurut pengakuan
Imam Mawardi kepada
media ini.
“Dari
pihak Achmad Mu’is,mengutus saudara PJ Mahabbasi,
DrsEcMoh
Anwar,SH dan Ja’un mendatangi saya untuk meminta tanda tangan supaya semua
urusan waris diserahkan kepada Achmad Mu’is dengan alasan mumpung ada pemutihan
tanah.Tetapi saya
menolak karena masih ada 2 lagi saudara,” ujar
Imam Mawardi waktu dihubungi melalui via hape.
Tim awak media bertanya ke narasumber, Aini
Salam.Apadasar hukumnya
saudara Achmad Mu’is mengadakan pertemuan farait dan memutuskan secara lisan.Saudara Aini Salam
dan Saudari Siti Ruqoyah tidak mendapatkanwaris dari Hasim dan Muhriya.
“Kami
juga tidak mengerti darimana dasar hukumnya Achmad Mu’is
ingin menguasai 1 lahan 2 rumah?Padahal dokumen 1 lahan 2 rumah ada pada saya.Seharusnya
Achmad Mu’is menjadi contoh yang baik.Karena dia
seorang pendidik di SDBatang-Batang, sebagai guru agama. Ini
salah satu contoh, biar masyakat Gapura Barat tahu yang sebenarnya kelakuan Achmad Mu’is,” tandas
Aini Salam.
Lalu awak media bertanya apa tindakan Bapak?
“Kami
sudah melayangkan surat somasi melalui Sekdes Ibno Hajar kepada Achmad Mu’is,tetapi dia
tidak ada niat baik kepada kami.Dia bilang, semua
saya serahkan kepada DrsEcMoh Anwar,SH selaku LPH Jatim. Tetapi diduga legalitasnya
tidak diakui oleh pemerintah.Lalu kami ke Balai Desa untuk menemui Kepala Desa Bapak Rasidi,
meminta supayadimediasi, tetapi gagal.Aparat Desatidak digubris sama Achmad
Mu’is. Kami juga ke Polsek
Gapura, meminta dimediasi namun juga gagal.
Aparat dari Polsek tidak dihiraukan oleh Achmad Mu’is.Sepertinya Achmad Mu’is tidak menghargai niat baik dari kami dan Polsek
Gapura Barat. Lalu kami memasang spanduk didepan rumah Achmad Mu’is, supaya masyarakat tahu kalau tanah
dan bangunan bukan milik Achmad Mu’is tetapi milik kami.Karena kami
yang mempunyai dokumen tanah dan bangunan yang ditempati Achmad Mu’is sejak
kecil,” cerita Aini Salam panjang lebar.
“Kami
memasang spanduk
dan menempelkan foto copy dukumen tanah tersebut pada Selasa (15/3/2022)pukul 14.00
WIB. Sekitar pukul
01.00 WIB spanduk sudah
tidak ada.Diduga dicabut
dan dibuang oleh Achmad Mu’is.Paginya
sekitar pukul 10.00 WIB saya
telpon Achmad Mu’is,
mempertanyakan siapa yang mencabut spanduk.
Achmad Mu’is mengakui,bahwa dirinya dan Siddik yang melakukan semua itu,” ujar Aini Salam
“Akhirnya
kami dengan sangat terpaksa melaporkan Achmad Mu’is ke Polres Sumenep.Karena dari pihak Achmad Mu’is tidak
ada niat baik,”
pungkas Aini Salam.(TIM PPI/Kay)