Rabu, 31 Agustus 2022

Pasien Buta Warna Sembuh dengan Therapy Banyu Urip

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Therapy Banyu Urip membuka mata dunia, ternyata pengobatan herbal ini mampu menyembuhkan pasien buta warna secara permanen. 

Therapy Banyu Urip mematahkan satu ketetapan medis, bahwa penyakit buta warna tidak bisa disembuhkan. 

Kedahsyatan ramuan nusantara ini telah dibuktikan beberapa pasien buta warna dari luar negeri. Mereka dinyatakan sembuh total oleh pihak rumah sakit setelah menjalani pengobatan di Therapy Banyu Urip. Kamis (1/9/2022). 

"Seperti biasa, setelah pasien buta warna dinyatakan sembuh oleh tim terapis kami. Lalu saya perintahkan pasien untuk periksa ke rumah sakit. Hasilnya sama. Pihak rumah sakit mengatakan, bahwa mata pasien normal," terang MS Arifin. 

Ketika ditanya soal biaya pengobatan, CEO Therapy Banyu Urip ini mengatakan, sangat terjangkau. 

"Jangan khawatir, ditempat kami tarifnya separuh harga dari tarif pengobatan alternatif yang ada di tanah air," tegas MS Arifin. (Kay

Yang Etis, Yang Politis

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq
(Ketua DPW APSI Jatim)

Pada 29 Agustus 2022, seorang Wakil Direktur LKBH IAIN Madura memberi nota ingatan agar saya tidak lupa agenda besok pagi, ada Diskusi Terbatas yang digelar Pusat Studi Debat Hukum dan Konstitusi Fasya IAIN Madura dengan tajuk: "Peranan Bawaslu dalam Penegakan Etika Berpolitik"

Selasa, 30 Agustus 2022, saya salah satu nara sumber yang sengaja datang terlambat dengan maksud agar pemateri lainnya dari Bawaslu Pamekasan diberi kesempatan lebih awal.

Setelah Opening Ceremony nyaris selesai, saya masuk. Mata saya agak silau, karena ternyata agenda inti belum mulai. Tak ada mahasiswa di ruang diskusi, yang ada dosen-dosen dan guru-guru saya.

Protes pertama saya pada penyelenggara: Mengapa tidak dari awal disampaikan bahwa pesertanya para dosen? Agak sebal, tapi sekaligus senang, karena sudah sekian lama saya tidak bertatap muka dengan dosen-dosen IAIN Madura, akibat ulah biang kerok Covid-19 yang membatasi pertemuan wajah manusia-manusia akademis.

Sebal karena saya tidak menyiapkan materi diskusi secara serius, tak ada _slide_ dan makalah. Materinya nempel di kepala aja. Kalau bilang dari awal pesertanya para dosen, tentu saya _prepare_ lebih serius.

Karena temanya etika politik, untuk memantik ruang dialogis dalam ruang diskursif itu, saya provokasi melalui pikiran Emmanuel Levinas, seorang filsuf Prancis kontemporer dalam perpaduan unik tradisi agama Yahudi, tradisi filsafat Barat dan pendekatan fenomenologis tentang "yang etis" _(the ethical)_ dan "wajah" _(face - le visage)._

Karena kesempatan cukup singkat, saya sampaikan secara simplistis bahwa dalam perspektif Levinas, orang lain berharga karena wajahnya. 

Keberadaan orang lain jadi penting, karena dalam pertemuan, tidak sekadar berhadapan dengan objek, melainkan dengan apa yang disebut Levinas dengan "wajah".

Hanya dalam pertemuan dengan  manusia lainlah lahir "yang etis".

"Wajah" jangan dimaknai sekadar bagian fisik. Secara fenomenologis, wajah manusia lain yang menggugah kesadaran bahwa ada yang lain, yang tak dapat ditundukkan, yang ternyata tak dapat direduksi sepenuhnya.

Politik yang etis bagi Levinas adalah pertemuan antar wajah manusia dengan manusia lain yang tidak saling menundukkan, karena menyadari wajah itu menolak untuk ditundukkan.

Bagi Levinas, pertemuan antarwajah adalah relasi etis dan inilah  yang menjadi dasar etika politiknya (Baca: Bagus Takwin, "Etika Politik, Menimbang Ulang Politik" dalam _Empat Esai Etika Politik,_ Jakarta 2011.

Sengaja saya ambil pikiran Levinas untuk menyajikan "makanan" pembuka dirkursus itu, karena pikiran Levinas oleh Jacques Derrida dinilai bisa membuat kita gemetar. _The thought of Emmanuel Levinas can make us tremble._

Berikutnya, bagi saya, diskusi etika politik tak boleh luput dari pikiran-pikiran filosof moderen, khususnya teori kontrak sosial, setidaknya menurut Thomas Hobbes, John Locke dan JJ Rousseau. 

Meski sebenarnya, filosof lain seperti Sokrates dan Immanuel Kant juga memiliki pikirannya sendiri yang unik. Tapi agar lebih spesifik saya hanya memberi gambaran dari perspektif tiga pemikir itu. 

Hobbes memberi gambaran, secara alamiah, kehidupan manusia itu sebenarnya banal, jahat, kasar, sehingga cenderung _homo homini lupus._

Teori kontrak sosial mengajarkan bahwa individu dibayangkan setuju untuk menyerahkan sebagian kebebasan mereka agar patuh, tunduk pada otoritas penguasa atau keputusan mayoritas.

Ganjaran yang dapat diperoleh dari penyerahan sebagian  kebebasan itu adalah: perlindungan hak oleh penguasa atau pemeliharaan tatanan sosial.

Karena, kalau tatanan sosial tidak dipelihara,  tidak ada hukum dan tertib politik, tiap orang menjadi punya kebebasan alami yang tak terbatas, termasuk hak terhadap segala sesuatu. 

Hak bebas membunuh, menjarah, merampok properti manusia lainnya, memerkosa, dan lain-lain. Akan timbul perang semua melawan semua tanpa akhir _(bellum omnium contra omnes)._

Agar terhindar dari situasi mengerikan itu, "manusia bebas" membuat kontrak satu sama lain untuk membangun komunitas politik di mana mereka mendapatkan keamanan sebagai imbalan karena menundukkan diri pada kedaulatan mutlak, satu orang atau kumpulan orang.

Diskursus etika politik tak dapat dilepaskan dari pemikiran filsuf moderen itu, karena pikiran-pikiran Hobbes, terutama tentang "Leviathan" telah mampu memengaruhi atmosfer filsafat politik dan filsafat moral di Inggris pada masa-masa berikutnya.

John Locke berbeda dengan Hobbes. Menurut John Locke, manusia dalam kondisi alamiah pada awalnya tidak banal, melainkan hidup dalam keadaan damai, baik, saling menghormati, melindungi, bebas, merdeka, _equal_ dan tak ada rasa takut.

Harmoni berubah setelah manusia bertemu dengan sistem mata uang/moneter. 

Situasi dimana manusia cenderung berlebihan mengumpulkan kapital. Muncul rasa iri, dengki, tamak, serakah, yang menyebabkan terjadinya pembenaran atas hak milik, timbullah konflik. 

Karena itu, lahirlah kondisi yang tidak menyenangkan _(inconvinience),_ karena tak ada hukum.

Tindakan manusia diatur oleh hukum alam yang tidak memiliki kepastian _(uncertainty)._ 

Manusia akhirnya cemas, sehingga dibutuhkan kontrak sosial untuk membangun lembaga politik sebagai _the supreme power._ Perilaku manusia diatur. Etika politik mulai terbentuk.

Dalam pandangan Jhon Locke, manusia punya tiga hak:  _property,  life dan liberty._

Sementara menurut Jean Jacques Rousseau, manusia tidak baik dan tidak buruk, tidak egois dan tidak altruis.

Manusia hidup dengan polos dan mencintai diri secara spontan. Ia juga bebas dari segala wewenang orang lain, sehingga secara hakiki kedudukannya sama (Frans Magnis-Suseno, 2003).

Ketimpangan, ketidaksetaraan dan masalah justru timbul dan bersumber dari negara dan masyarakat. Yaitu, negara dan masyarakat yang dikonstruksi berdasarkan pengandaian dan implikasi-implikasi teoritik Hobbes dan Locke tentang Kontrak Sosial.

Dalam kaitannya dengan Badan Pengawas Pemilu, ancaman terbesarnya adalah, integritas dan politik uang. 

Dalam pengalaman saya, Bawaslu terlalu lemah untuk melakukan supremasi etika politik. 

Kekuatan kekuasaan dan uang potensial menyeret Bawaslu terpeleset dalam ceruk dengan batu cadas.

Oleh karena itu, kelompok akademis, intelektual, aktifis, mahasiswa, dosen-dosen Hukum Tata Negera khususnya, harus keluar dari kampus. Hadir dalam situasi demokrasi yang kolosal dan glamor ini.

Beri Bawaslu vitamin, kuatkan, kontrol, komentari, kritik, agar integritasnya terjaga dan energinya lebih kuat.

Kelompok akademik memiliki legitimasi untuk itu. Jangan senang menjadi "macan kertas". Menulis di jurnal, disertasi atau tesis, tapi tulisannya tak berdampak pada situasi sosial di lingkungan sendiri.

Begitulah pemantik diskusi yang saya sampaikan. _Ro'yuna showab wayahtamilul khoto', wa ro'yu ghairina khoto' wayahtamilusshawab._

Salam haha hihi... (*)

Kisah Sukses Therapy Banyu Urip Bekasi Pimpinan Puji Suwuk

Perayaan HUT Kemerdekaan RI 77 yang disponsori Puji Suwuk. (Foto: Yant Kaiy) 

Bekasi -
Perjalanan sukses Puji Suwuk, pimpinan Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi bukan diperoleh tanpa ikhtiar. Segala daya-upaya ia kerahkan sekuat tenaga dan pikiran. Tanpa kenal waktu. Tak peduli lelah. 

Hasilnya, Puji Suwuk bertahta di puncak tinggi, sebagai cabang Therapy Banyu Urip dengan penjualan ramuan terbesar dunia. Rabu (31/8/2022). 

"Langkah awal, saya perkenalkan Ramuan Banyu Urip kepada kalangan keluarga sendiri. Tahap berikutnya pada warga sekitar tempat tinggal," beber Puji Suwuk mengawali kisahnya. 

Baginya tak ada waktu untuk stagnan berpromosi kepada siapa saja. 

Kalaupun ada orang yang mencibir, Puji Suwuk tidak patah arang. Tidak pula marah. Cukup baginya orang mendengar Therapy Banyu Urip. 

"Therapy Banyu Urip tidak ubahnya adalah saya. Caranya, dari mobil, sepeda motor, t-shirt hingga aksesoris terkecil yang saya miliki ada nama Therapy Banyu Urip. Saya pikir ini iklan gratis," tandasnya seraya tersenyum. 

Ada tambahan sedikit, alamat praktik Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi pimpinannya, yaitu di Taman Rahayu Regency 1 Blok B 17 No 64 RT 11 RW 08, Gang Mawar 1 Kelurahan Ciketing Udik, RT.008/RW.008, Kecamatan, Kec. Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat 17153. HP:0812-8062-6333. (Kay) 

Selasa, 30 Agustus 2022

Pasien Buta Warna dari Luar Negeri

MS Arifin (tengah) bersama dua terapis muda yang menangani para pasien buta warna. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Silih-berganti pasien buta warna dari pelosok negeri terus membanjiri Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta, Jalan Selokan Mataram No.197A Mlati Sleman.

Bahkan ada pasien buta warna dari negara Singapura dan Malaysia sembuh sempurna setelah menjalani pengobatan menggunakan Ramuan Banyu Urip. Sungguh luar biasa. 

Kabar baik tentang kesembuhan pasien buta warna ini membuat orang lain yang memiliki masalah dangan panglihatan akan datang mencobanya. Tidak ubahnya iklan. 

"Hingga Agustus 2022, sudah ratusan pasien buta warna yang kami sembuhkan. Ikhtiar ini jelas ada campur tangan Tuhan Yang Maha Penyembuh," terang MS Arifin di Gedung Carnivore Kafe lantai 2. Rabu (31/8/2022). 

Ada beberapa paket pilihan bagi pasien, sesuai tingkat keparahannya. Paket A akan menjalani pengobatan selama 28 hari. Paket B jalani rawat inap 21 hari. Dan paket C jalani terapi selama 12 hari. 

"Pilihan paket tersebut ditentukan oleh tes ishihara pasien buta warna. Seperti yang sudah-sudah, biasanya pasien sembuh lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan," ucap MS Arifin. (Kay) 

Subanar Pimpinan Therapy Banyu Urip Cabang Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Banyak cabang Therapy Banyu Urip bermunculan di bumi nusantara ini. Bahkan diluar negeri pun sudah tidak asing lagi. Seperti di Malaysia, Singapura dan Timor Leste. 

Seiring waktu pula, sukses Therapy Banyu Urip yang mendunia menarik minat Subanar untuk bergabung didalamnya. Selasa (30/8/2022). 

"Subanar adalah pimpinan Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta. Dalam peringkat, cabang ini sekarang masuk ranking 10 besar terbanyak berbelanja Ramuan Banyu Urip," terang MS Arifin di hadapan para wartawan. 

Lebih jauh MS Arifin mengatakan, lokasi Cabang Therapy Banyu Urip milik Subanar berada dalam satu wilayah dengan Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Namun permintaan ramuan dari para reseller terus mengalir padanya.

"Keberhasilan Subanar ini membuka mata hati kita, bahwa Tuhan Maha Bijaksana," ucap pengusaha berdarah Madura ini meniscaya. 

Berikut reseller yang dimiliki Subanar:
1. Agus Wahid, Purbalingga.
2. Dulhalim, Batam. 
3. Joko Santoso, Wonogiri. 
4. Abdurahman, Indramayu. 
5. Hendri, Serang. 

"Saya hanya berpesan kepada semua reseller untuk tetap amanah dalam bekerjasama dengan perusahaan kami. Tentu kami senantiasa akan memberikan atensi tidak setengah hati," pungkasnya. (Kay) 

Reseller Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Bertempat di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Mlati Sleman, MS Arifin kembali mengumumkan nama-nama reseller terbaru yang resmi dan diakui oleh perusahaannya. Selasa (30/8/2022). 

"Kini giliran Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi pimpinan Sujarwo yang akan saya sebutkan resellernya," terang MS Arifin. 

Ada 5 reseller yang dimilikinya dan mereka tetap setia bersama Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi, diantaranya:
1. Ibu Ika. 
2. Ibu Srumiyat. 
3. Pak Ibrohim. 
4. Ustadz Taufiq. 
5. Bapak Sofyan. 

"Data tersebut kami dapatkan dari Pak Sujarwo. Tentu semua reseller itu tetap berada dibawah kendali dia. Kami sebatas mengetahui saja," tegas MS Arifin. (Kay) 

Senin, 29 Agustus 2022

Refreshing: Pasien Buta Warna Therapy Banyu Urip Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Untuk menghilangkan jenuh selama menjalani perawatan dan penyembuhan, sebagian pasien buta warna diperkenankan untuk melakukan refreshing oleh MS Arifin (CEO Therapy Banyu Urip International). 

"Saya menunjuk Ahmad Rasidi (terapis) untuk mendampingi para pasien buta warna. Karena mereka semua berasal dari luar kota," ucap MS Arifin. Selasa (30/8/2022).

Para pasien memilih kawasan Malioboro sebagai tempat menghibur diri.

"Saya membatasi mereka untuk kembali ke tempat penginapan Therapy Banyu Urip sebelum pukul 22.00 WIB," tegas MS Arifin. 

Pembatasan itu diberlakukan lantaran mereka masih berada dibawah tanggung jawabnya. (Kay) 

AKSI NYATA MODUL 1.4 PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SMPN I PASONGSONGAN

AKSI NYATA MODUL 1.4
PENERAPAN BUDAYA POSITIF
DI SMPN I PASONGSONGAN
Oleh: Mariyatul Qiptiya, S.Pd
CGP Angkatan 5
SMPN I Pasongsongan
Kab. Sumenep

1.Latar Belakang
Pendidikan menurut  Ki Hajar Dewantara bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, 
baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Untuk membuat anak merasa nyaman dan bahagia, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penerapan budaya positif. Budaya Positif adalah keyakinan dan nilai yang disepakati bersama dalam jangka waktu yang lama. 

Budaya positif merupakan perwujudan dari keyakinan universal yang di terapkan di sekolah yang diharapkan terbangun secara instriksik di dalam diri masing-masing warga sekolah. 

Maka perlunya peran guru dalam menerapkan restitusi dalam membersamai murid mengatasi masalahnya sendiri serta menepatkan diri pada posisi kontrol guru  sebagai manager.
Di SMPN I Pasongsongan, juga merasa perlu untuk menerapkan budaya positif. 

Beberapa kali siswa melaporkan jika pernah diganggu dan dibulli oleh teman-temannya. Sehingga, beberapa siswa enggan untuk ke sekolah. Melihat hal ini, sekolah langsung bergerak cepat dengan mengadakan assesment tentang perundungan dan membentuk agen perubahan dalam program anti perundungan. 

Gerak cepat ini, diharapkan agar semua siswa merasa nyaman dan bahagia dalam belajar, tercipta keharmonisan dan sikap saling menghargai sesama teman.
Selain itu, juga memberikan sosialisasi kepada semua stakholder di SMPN I Pasongsongan, tentang bagaiamana menerapkan Budaya Positif dengan membuat kesepakatan kelas dan menyelesaikan masalah dengan tahapan  segitiga restitusi.

2. Tujuan  
Terciptanya budaya positif, sikap saling menghormati dan menghargai di lingkungan SMPN I   Pasongsongan
Penerapan Keyakinan Kelas
Kolaborasi semua warga sekolah di SMPN I Pasongsongan

3. Tolak Ukur
Seluruh warga sekolah saling menghormati dan menghargai
Terlaksananya Budaya Positif yang mendukung kualitas pembelajaran.

4. Lini Masa Tindakan
Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, rekan guru terkait sosialisasi atau pengimbasan budaya positif

Melakukan pengimbasan budaya positif kepada semua stakeholder di SMPN I Pasongsongan
membentuk budaya positif



Bersama siswa menerapkan keyakinan kelas
Mengevaluasi keyakinan kelas
Merefleksi keyakinan kelas bersama warga sekolah
Menyusun laporan aksi nyata

Dukungan yang Dibutuhkan
Dukungan Kepala Sekolah
Dukungan rekan guru dan TU
Dukungan semua siswa

Dokumentasi Aksi Nyata
Demikian artikel  Aksi Nyata Modul. 1.4 Budaya Positif Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Sumenep. Selanjutnya saran dan masukan konstruktif tetap saya harapkan demi perbaikan Aksi Nyata selanjutnya.[]

Sukses Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip Internasional. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Sukses butuh proses. Sudah pasti ia bakal melewati tantangan dan tempaan tidak nyaman. 

"Ketekunan, sabar, ikhlas, jujur, dan amanah jadi elemen penting menggapai sukses itu sendiri," tegas MS Arifin di hadapan beberapa jurnalis Yogyakarta. Senin (29/8/2022).

Bertempat di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Mlati Sleman, MS Arifin kembali membicarakan sukses Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta pimpinan Sigit.

"Pak Sigit bagian penting dari perusahaan kami. Orangnya amanah dan acapkali berkomunikasi dengan saya jika ada kesulitan," ucap MS Arifin. 

Bukti sukses Sigit ditandai oleh penjualan Ramuan Banyu Urip yang terus meningkat. Ia membangun jaringan reseller ke daerah lain. 

Berikut reseller yang dimiliki Cabang Therapy Banyu Urip Yogyakarta pimpinan Sigit:
1. Dadang, Cikampek. 
2. Andi Pramuka, Ngawi. 
3. Muh Al-Faiz, Jember.
4. Mas'ud, Kendal. 
5. Agus Sari, Batang. 
6. Nuryanto, Indramayu. 
7. Rahim, Sulawesi. 
8. Mustika, Blitar. 
9. Mana Hartono, Tuban. 

"Setelah saya mengaji sukses sekian banyak cabang Therapy Banyu Urip di beberapa daerah, mereka istikomah menjalankan amanah," tutup MS Arifin. (Kay) 

Minggu, 28 Agustus 2022

Outbond TPA Masjid Ash-Habul Jannah Karanganyar Sleman

Kegiatan outbond TPA Masjid Ash-Habul Jannah Karanganyar. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - TPA Masjid Ash-Habul Jannah Karanganyar Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta melaksanakan kegiatan outbond ke Museum Dirgantara Yogyakarta. Ahad (28/8/2022). 

"Kegiatan pembelajaran ini diikuti 70 santri dan santriwati. Sedangkan pendampingya ada 43 dari wali santri serta 10 pengurus dan pengajar TPA," terang Widuri sebagai pembantu umum di TPA Ash-Habul Jannah. 

Perlu digarisbawahi, TPA Masjid Ash-Habul Jannah berdiri pada 1 Januari 2022 berlokasi di Karanganyar Sinduadi. 

"Pada mulanya TPA ini sudah ada dengan nama TPA Muljamidah. Namun karena lama tidak aktif, maka direstrukturisasi dengan merubah nama jadi TPA Ash-Habul Jannah," ucap Widuri. 

Lebih jauh wanita berjilbab ini berharap, TPA Ash-Habul Jannah mampu membentuk santriwan-santriwati yang berilmu dan berkarakter Islami. 

"Semoga kegiatan outbond yang sudah dilaksanakan ini, bisa memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan santriwan-santriwati TPA Ash-Habul Jannah Karanganyar," pungkas Widuri. (Kay) 

Lebih Dekat Tahu Tentang Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi pimpinan Puji Suwuk menjadi salah satu cabang terbaik managemennya. Penyataan itu dilontarkan CEO Therapy Banyu Urip International di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Sleman Yogyakarta. Senin (29/8/2022). 

"Cabang Therapy Banyu Urip Bekasi juga menjadi yang terbanyak dalam segi penjualan Ramuan Banyu Urip," terang MS Arifin.

Lebih lanjut ia menyebutkan, salah satu kunci sukses Puji Suwuk menduduki puncak terbanyak penjualan Ramuan Banyu Urip adalah amanah.

"Keberhasilan Puji Suwuk juga disokong reseller handal dan terpercaya miliknya. Gempuran promosi ke berbagai platform sosial media jadi bagian tak terpisahkan dari jurus suksesnya," tandas MS Atifin.

Berikut reseller yang dimiliki Puji Suwuk:
1. Syamsul Arifin, Bekasi.
2. Siti Aisyiah, Bekasi.
3. Djunaedi, Tangerang. 
4. Sujudin, Indramayu. 
5. Suwarni, Riau. 

"Semoga sukses Puji Suwuk ini bisa menginsprasi bagi Cabang Therapy Banyu Urip yang lain," harap MS Arifin. (Kay) 

Puncak Sosok Malam Hari


Puncak Sosok berlokasi di Pleret Kabupaten Bantul Yogyakarta. Saya bersama Ahmad Rasidi (terapis Banyu Urip Pusat Yogyakarta) mengendarai sepeda motor, menembus halimun. Ahad malam (28/8/2022).

Dari tempat kerja kami, Jalan Selokan Mataram Sleman, berjarak tempuh 45 menit perjalanan ke Puncak Sosok. 

Saya tak menyangka tempat rekreasi ini ramai dangan pengunjung. Karena saat masuk jalan kampung dan menanjak, suasana begitu sepi. Jarang rumah penduduk. 

Sampai tempat tujuan, kami memesan makanan dan minuman hangat. Udara mulai dingin. Harga makanannya sangat murah. 

Live music menghibur para pengunjung yang rata-rata kaum muda. Umumnya mereka datang bersama pasangannya. 

Dari Puncak Sosok ini terlihat jelas seluruh lampu Kota Yogyakarta.

Kami pulang membawa kenangan indah, walau tidak bersama kekasih tercinta.[]

Restitusi Sebuah Cara Menanamkan Disiplin Positif Pada Siswa

Oleh: Agus Sugianto, S.Pd

Menurut Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah penguasaan diri, sebab disinilah pendidikan memanusiakan manusia (humanisasi). Penguasaan diri merupakan langkah yang dituju untuk tercapainya pendidikan yang memanusiawikan manusia. Ketika peserta didik mampu menguasai dirinya, maka mereka akan mampu untuk menentukan sikapnya. 

Dengan demikian akan tumbuh sikap yang mandiri dan dewasa. Beliau juga menunjukkan bahwa tujuan diselenggarakannya pendidikan adalah membantu peserta didik menjadi manusia yang merdeka. Menjadi manusia yang merdeka berarti tidak hidup terperintah, berdiri tegak dengan kekuatan sendiri, dan cakap mengatur hidupnya dengan tertib. Dengan kata lain, pendidikan menjadikan seseorang mudah diatur, tetapi tidak dapat disetir. (http://tyanfedi.blogspot.com/2013/11/tujuan-pendidikan-menurut-ki-hajar.htm). 

Selain itu Pendidikan menurut  Ki Hajar Dewantara bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa dalam Pendidikan hendaknya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jaman, osehingga Pendidikan tidak bersifat statis melainkan dinamis. 

Untuk memanusiakan manusia bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi perlu usaha keras dan berkesinambungan. Salah satunya adalah melalui jalur Pendidikan. Jadi Pendidikan baik formal maupun non formal berkontribusi besar untuk mencetak generasi yang bisa menjadi manusia seutuhnya. Di dunia pendidikanlah anak dituntun untuk menjadi sosok manusia yang merdeka dan berbudi pekerti luhur.

Salah satu bentuk usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mencetak generasi handal tersebut adalah melalui pembiasaan-pembiasaan positif atau yang kita kenal dengan disiplin positif. Disiplin positif dilakukan dalam rangka menciptakan lingkungan positif di sekolah. Dan salah satu strategi yang perlu kita lakukan adalah penerapan disiplin di sekolah.Disiplin adalah sebagai bentuk kontrol diri, yaitu belajar untuk mengontrol diri agar dapat mencapai suatu tujuan mulia. Tujuan mulia di sini mengacu pada nilai-nilai atau prinsip-prinsip mulia yang dianut seseorang yang kita sebut dengan nilai-nilai kebajikan (virtues) yang universal.Dan salah satu cara menanamkan disiplin positif kepada siswa adalah Restitusi.

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004).Restitusi juga adalah proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi atas masalah yang ia hadapi, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain (Chelsom Gossen, 1996).

Restitusi membantu murid menjadi lebih memiliki tujuan, disiplin positif, dan memulihkan dirinya setelah berbuat salah. Penekanannya bukanlah pada bagaimana berperilaku untuk menyenangkan orang lain atau menghindari ketidaknyamanan, namun tujuannya adalah menjadi orang yang menghargai nilai-nilai kebajikan yang mereka percayai. 

Ketika murid melakukan sebuah kesalahan,sebaiknya guru tidak langsung memberikan sanksi atau hukuman kepada murid,tapi guru menanggapinya dengan cara yang memungkinkan murid untuk membuat evaluasi internal tentang apa yang dapat mereka lakukan,serta murid diberikan tanggung jawab yang berasal dari dorongan internal murid untuk memperbaiki kesalahannya dan mendapatkan kembali harga dirinya. 

Selain itu Restitusi tidak hanya menguntungkan korban, tetapi juga menguntungkan orang yang telah melakukan kesalahan. Ini sesuai dengan prinsip dari teori kontrol William Glasser tentang solusi menang menang. Ada peluang luar biasa bagi murid untuk bertumbuh ketika mereka melakukan kesalahan, bukankah pada hakikatnya begitulah cara kita belajar. Murid perlu bertanggung jawab atas perilaku yang mereka pilih, namun mereka juga dapat memilih untuk belajar dari pengalaman dan membuat pilihan yang lebih baik di waktu yang akan datang. 

Ketika guru memecahkan masalah perilaku mereka, murid akan kehilangan kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang berharga untuk hidup mereka.
Restitusi tidak hanya fokus pada mengurangi kerugian pada korban, tapi juga bagaimana menjadi orang yang lebih baik dan melakukan hal yang baik pula pada orang lain dengan kebaikan yang ada dalam diri kita. Ketika murid belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik untuk masa depan, mereka akan mendapatkan pelajaran yang mereka bisa pakai terus menerus di masa depan untuk menjadi orang yang lebih baik. Jadi Restitusi adalah tentang memperbaiki hubungan dan memperkuatnya.Restitusi juga membantu murid-murid dalam hal mereka ingin menjadi orang seperti apa dan bagaimana mereka juga  ingin diperlakukan. 

Selain itu Restitusi adalah proses refleksi dan pemulihan. Proses ini menciptakan kondisi yang aman bagi murid untuk menjadi jujur pada diri mereka sendiri serta  mengevaluasi dampak dari tindakan mereka pada orang lain. Ketika proses pemulihan dan evaluasi diri telah selesai, mereka bisa mulai berpikir tentang apa yang bisa dilakukan untuk menebus kesalahan mereka pada orang yang menjadi korban. 

Restitusi adalah tawaran, bukan paksaan Restitusi yang dipaksa bukanlah restitusi yang sebenarnya, tapi konsekuensi. Bila guru memaksa proses restitusi, maka murid akan bertanya, apa yang akan terjadi kalau saya tidak melakukannya.Hal ini tentu akan berakibat kurang baik bagi murid untuk jangka waktu yang panjang.Karena murid yang menerima restitusi dengan paksaan, pada dasarnya mereka sebenarnya menolak untuk melakukannya.Tapi karena mereka takut diasingkan oleh kelompoknya atau dengan alasan lain, sehingga dengan terpaksa mereka menerima restitusi yang diminta oleh gurunya.
Ketika murid dipaksa untuk menerima konsekuensi atas kesalahannya,untuk jangka panjang, murid akan berpikir bahwa ketika ia melakukan sebuah kesalahan dan menerima konsekuensi.Ia akan berpikir telah menebus kesalahan yang diperbuat.Jika ini terjadi terus menerus,murid akan menganggap remeh setiap kesalahan yang dilakukan,karena dengan menerima konsekuensi maka kesalahan yang diperbuatnya menjadi impas.

Dengan kata lain murid tidak timbul rasa sadar diri yang berasal dari motivasi internal si murid sendiri,untuk mencari jalan keluarnya kemudian tidak mengulanginya lagi dilain waktu.Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menciptakan kondisi yang membuat murid bersedia menyelesaikan masalah dan berbuat lebih baik lagi.
Dari beberapa uraian tadi,sangatlah jelas bahwa restitusi adalah salah satu bentuk dari disiplin positif yang sangat berguna bagi siswa untuk memotivasi dirinya sendiri guna menyelesaikan masalahnya dan memperbaikinya,sehingga ia dapat kembali lagi pada kelompoknya dengan karakter yang lebih kuat lagi dari karakter sebelumnya.

Daftar Pustaka :
http://tyanfedi.blogspot.com/2013/11/tujuan-pendidikan-menurut-ki-hajar.htm
Modul 1.1 Filosofi Ki Hajar Dewantara – Pendidikan Guru Penggerak
Modul 1.4 Budaya Positif – Pendidikan Guru Penggerak

Menggugat Polri Presisi (Part-1)

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq
(Penasehat Hukum Leny Hardiyati)

"Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan, jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh." (Jalaluddin Rumi)

Sambo adalah ujian berat Polri Presisi. Pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Eva Achjani Zulfa mengingatkan bahwa citra polisi dipertaruhkan dalam kasus Ferdy Sambo.

Kerja keras dan cita-cita Kapolri untuk transformasi Polri Presisi hampir terjerembab ke tubir balkanisasi. Wajah Polri mendadak angker.

Menyebut kata polisi, wajah Sambo yang tergambar. Selain bayang-bayang _unlawfull killing_ empat laskar FPI di tol KM50 Jakarta-Cikampek.

Polri Presisi adalah abreviasi dari PREdiktif, responSIbilitas, dan transparanSI berkeadilan. Cukup ideal, jargonik dan progresif.

Bahkan, untuk kepentingan Polri yang berkeadilan, Polri bangga dengan cara baru penyelesaian perkara lewat pencapaian keadilan restoratif  _(restorative justice)_.

Menurut Kabareskrim Polri Komjend. Agus Andrianto menyatakan, sepanjang 2021 hingga Maret 2022, Polri menyelesaikan 15.039 perkara dengan _restorative justice._ Jumlah itu meningkat 28,3 persen dari tahun sebelumnya sebesar 9.199 kasus.

Polri berusaha keras mengenalkan dan menerapkan paradigma baru, tapi dirusak oleh segelintir orang, termasuk oleh Polri yang ada di daerah-daerah.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Golkar, Adies Kadir menyoroti perilaku dan gaya hidup Polri masa kini. 

Katanya, "Jajaran Kapolri kebawah sudah seperti "Raja-raja Kecil" di daerah masing-masing."_

Pada awalnya, saya kira jajaran Polri paham idealisme Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Saya kira Polres-Polres tahu cara menerapkan transformasi Polri Presisi.

Namun, ternyata banyak pimpinan Polri di daerah yang belum siap bertransformasi, tidak menghayati _tagline_ Polri Presisi, termasuk Polres Sumenep.

*Kompol Soekris, Wajah Polri Gaya Orba*

Mengapa saya bilang Polres Sumenep belum siap bertransformasi dan gagal menghayati cita-cita Polri Presisi?

Kita lihat dari contoh kecil, yaitu cara Kompol Soekris Trihartono, S.Sos., Wakapolres Sumenep menyelesaikan perselisihan Polri perihal aset Rumah Dinas Kapolsek Lenteng dengan warga keturunan Tionghoa di Desa Lenteng Timur yang patut diduga menjadi korban "mafia tanah".

Polri melalui Kompol Soekris, mengaku memiliki aset yang dikuasai oleh ahli waris almarhum Dariyanto. Alas hak yang dimiliki Polri adalah Berita Acara Serah Terima, bukan sertipikat.

Sementara, aset yang diklaim Polri itu adalah tanah milik almarhum Dariyanto yang saat ini SHM atas nama Leny Hardiyati, salah satu puteri kandung almarhum Dariyanto.

Peristiwa itu terjadi sejak 1974, ketika masa Orde Baru, dimana warga keturunan Tionghoa marginal dan mencekam. Rawan menjadi korban kekerasan.

Bahkan, dahulu, ketika isteri Dariyanto berusaha hingga dua kali menemui Kapolres Sumenep untuk mencari kepastian hukum, salah satu anggota Polres Sumenep malah berujar: _"Sampeyan itu China, jangan macam-macam."_ Itu gaya lama, gaya Orde Baru.

Gaya lama Polri ternyata belum berubah hingga zaman Pak Jokowi. Gaya menakuti, _ceremonial_ dan _show of force._

Padahal, Polri Presisi melalui Jenderal Sigit, berusaha sekuat tenaga untuk bertransformasi agar Polri lebih humanis, prediktif, _responsible_, transparan dan berkeadilan.

Polres Sumenep gagal memaknai semangat mengutamakan keadilan restoratif _(restorative justice)_ dalam masalah ini.

Ketika saya minta agar Polri menunjukkan alas hak dan ahli waris Dariyanto siap menunjukkan seluruh alas hak, ternyata Pak Soekris lalu bilang bahwa Polri tidak perlu menunjukkan, kalau tidak terima silahkan lakukan upaya hukum.

Dari belasan anggota polisi yang hadir, tidak ada satupun yang berani membantu Pak Soekris, karena Polri memang tidak punya hak terhadap tanah warga Lenteng Timur itu. 

Tapi, dengan kekuasaan yang dominan, melalui Pak Soekris, Polres Sumenep memberi Somasi yang pada pokoknya mengancam pidana ahli waris Dariyanto. 

Saya bilang, pidana darimana? Dari Hongkong?

Dari kasus itu, tak ada penghayatan sedikitpun terhadap konsep _restorative justice_.

Bagi saya, selaku _lawyer_ dari Leny Hardiyati yang punya hak terhadap tanah yang diklaim Polri itu, dengan senang hati untuk melawan lewat mekanisme hukum.

Kami akan gugat Kapolri Cq. Kapolda Jatim Cq. Kapolres Sumenep Cq. Kapolsek Lenteng. 

Doakan saja, semoga rakyat menang melawan ke-sewenang-wenangan.

Pak Kapolri, begitulah perilaku bawahan mu di Polres Sumenep. Keadilan restoratif itu ilusi. Yang ada hanya: "membusungkan dada".

Demi keadilan, kami pasti akan melawan (*).

Sabtu, 27 Agustus 2022

Inilah Reseller Cabang Therapy Banyu Urip Surabaya

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Reseller merupakan bagian penting guna menembus pasar lebih lebar pada sebuah pemasaran produk dari perusahaan. 

"Pengertian reseller sendiri yaitu menjual kembali sebuah barang dari suppiler tanpa adanya stok barang," terang MS Arifin. Ahad (28/8/2022). 

Tapi ada juga reseller kami yang menyetok Ramuan Banyu Urip walau dalam jumlah kecil, tambahnya. 

Pemaparan itu dilontarkan  CEO Therapy Banyu Urip di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Jalan Selokan Mataram Mlati Sleman, seiring keberadaan managemen Cabang Therapy Banyu Urip Surabaya yang masuk 10 besar terbaik.

"Cabang Therapy Banyu Urip Surabaya pimpinan Pak Gatot ini terus mengalami perkembangan signifikan. Ternyata penjualan ramuan kami di Surabaya ditopang oleh adanya reseller," papar MS Arifin. 

Berikut reseller yang dimiliki Cabang Therapy Banyu Urip Surabya:
1. Yuli Klaten
2. Imam Jombang
3. Suwarti Pati
4. Pijat Surabaya
5. Arif Surabaya
6. Karya Surabaya
7. Teguh Surabaya
8. Hari Surabaya
9. Bekti Surabaya
10. Sendi Surabaya
11. Dari Surabaya
12. Supri Surabaya
13. Harti Ngawi
14. Sulastri Bekasi
15. Heri Bekasi Kota
16. Fuad Surabaya
17. Heri Gresik
18. Habib Malang
19. Budi Surabaya
20. Feriyandi Kal-Tim. 

Komunikasi dan diskusi antara cabang dan CEO Therapy Banyu Urip senantiasa tetap terjalin.

"Tiada salahnya kalau diantara kami saling berbagi ilmu perihal pemasaran. Semua bertujuan demi kemajuan perusahaan," ucapnya serius. (Kay) 

Daftar Stokis Resmi dan Aktif Therapy Banyu Urip Indonesia


MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Kembali MS Arifin dalam siaran persnya di klinik Therapy Banyu Urip International yang berlokasi di Jalan Selokan Mataram No.197A Sleman Yogyakarta menerangkan, bahwa stokis resmi dan aktif terus meningkat jumlahnya seiring waktu. Sabtu (27/8/2022). 

"Perusahaan kami senantiasa mengevaluasi keberadaan stokis di seluruh tanah air. Atensi ini penting kami lakukan karena terkait dengan hal pemasaran produk," terang pengusaha ramuan herbal ini pada apoymadura.com.

Ada 24 stokis Therapy Banyu Urip Indonesia yang resmi dan aktif dalam catatan perusahaannya. 

Berikut ini ke-24 stokis tersebut:
1. Sugiyono Pasongsongan. 
2. Edi Pranoto. 
3. Arul Arsyad. 
4. Indra Gunawan. 
5. Putu Oka Swadiyan. 
6. Suci Herawati. 
7. Mislan Riyadi. 
8. Ustadz Madtoni. 
9. Ustadz Asmi.
10. Luthfi Umar Ambon. 
11. dr. Fredo Santana. 
12. Andriansyah Jefri. 
13. Muarif Sidoarjo. 
14. Muchtar Bekasi. 
15. Jakaria Samarinda. 
16. Sukono. 
17. Musofa/Agung.
18. Topo. 
19. Topan. 
20. Lasmidjan. 
21. Zaenal Jambi. 
22. Joko Mursito. 
23. Hikima/Agus Salim. 
24. Sugito. 

"Pendataan ini bertujuan apabila ada costumer membutuhkan Ramuan Banyu Urip, kami merekomendasikan pada stokis terdekat," tegas MS Arifin. (Kay) 

10 Cabang Therapy Banyu Urip Dunia yang Terverifikasi

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Dalam press release di Gedung Carnivore Coffee Shop lantai 2 Sleman Yogyakarta, MS Arifin mengumumkan 10 Cabang Therapy Banyu Urip International yang diakui dan resmi berdasarkan keaktifannya berbelanja ramuan. Sabtu (27/8/2022). 

"Sebenarnya masih banyak cabang Therapy Banyu Urip yang tetap berpraktik, baik didalam maupun luar negeri. Tapi saya akan melokalisir berdasarkan rangking terbanyak berbelanja pada perusahaan kami," terang pengusaha yang lahir di Pasongsongan-Sumenep ini gamblang.

Lalu ia merinci lebih detail kesepuluh cabang Therapy Banyu Urip yang resmi tersebut. 
1. Cabang Bekasi, Puji Suwuk.
2. Cabang Bekasi, Sujarwo. 
3. Cabang Surabaya, Gatot. 
4. Cabang Yogyakarta, Wahyu Sukma. 
5. Cabang Bangka Belitung, Dede Arman. 
6. Cabang Yogyakarta, Sigit. 
7. Cabang Yogyakarta, Subanar. 
8. Cabang Kudus, Mugi Gumilang. 
9. Cabang Kalimantan Barat, Haziki. 
10. Cabang Singapura, Salim bin Atan.

Lebih jauh MS Arifin menegaskan, bahwa seluruh cabang Therapy Banyu Urip masing-masing memiliki banyak stockist.

"Tentu semua stockist berada dibawah kendali dan kontrol cabang bersangkutan," pungkasnya. (Kay) 

Jumat, 26 Agustus 2022

Berikut Daftar Cabang Therapy Banyu Urip Dunia yang Resmi dan Aktif

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Menindaklanjuti adanya cabang Therapy Banyu Urip yang tidak aktif di beberapa daerah, MS Arifin dalam konferensi pers merilis beberapa nama cabang resmi dan aktif terbaru. Kamis (25/8/2022). 

Berbicara di depan para jurnalis di gedung Carnivore Coffee Shop di kawasan Jalan Selokan Mataram Mlati Sleman, MS Arifin mengumumkan nama-nama cabang Therapy Banyu Urip. Baik yang ada di dalam dan luar negeri. 

"Ini dimaksudkan supaya pasien tidak ragu datang ke tempat terapi cabang kami. Ini penting sekali. Kenapa? Sebab kepercayaan masyarakat itu harus tetap terbangun," ujar MS Arifin.

Ia menegaskan, memang banyak Cabang Therapy Banyu Urip berdiri dimana-mana. Tak terhitung jumlahnya. 

"Tapi mereka hanya memanfaatkan bendera kami. Setelah itu mereka tidak lagi menghubungi saya sebagai CEO Therapy Banyu Urip International," tandasnya. 

Berikut daftar nama cabang resmi Therapy Banyu Urip International, berdasar keaktifan berbelanja ramuan terbanyak:
1. Cabang Bekasi, Puji Suwuk. 
2. Cabang Bekasi, Sujarwo. 
3. Cabang Surabaya, Gatot. 
4. Cabang Yogyakarta, Wahyu Sukma. 
5. Cabang Bangka Belitung, Dede Arman. 
6. Cabang Yogyakarta, Sigit. 
7. Cabang Yogyakarta, Subanar. 
8. Cabang Kudus, Mugi Gumilang. 
9. Cabang Kalimantan Barat, Haziki. 
10. Cabang Singapura, Salim bin Atan. 
11. Cabang Surabaya, dr. Fredo Santana. 
12. Cabang Malaysia, Ustadz Azmi. 
13. Cabang Madura, Sugiono. 

Demikian rilis nama cabang yang aktif dan resmi serta diakui oleh CEO Therapy Banyu Urip International. (Kay) 

Kamis, 25 Agustus 2022

Menu Makanan di Carnivore Coffee Shop Low Price

Mada Arif Kelana, owner Carnivore Coffee Shop. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Tempat tongkrongan kekinian yang berlokasi di Jalan Selokan Mataram Mlati Sleman ini tiap hari ramai dengan pengunjung. Jumat (26/8/2022). 

"Carnivore Coffe Shop meluncurkan harga terbaru menu makanan dan minuman sejak HUT Kemerdekaan RI ke-77, " terang Mada Arif Kelana. 

Yang lebih spesial, di tempat ini menyediakan ruang meeting berkapasitas 50 orang. Tersedia juga sarana bermain bilyard. Keduanya gratis dimanfaatkan bagi para pengunjung. 

Ketika ditanya kenapa cafe and restonya ramai pengunjung. 

"Itu lantaran lokasinya strategis. Plus harga makanan dan minuman low price," ucap Mada. (Kay) 

Kehadiran Pasien dari Berbagai Kota

MS Arifin (kiri) dengan salah seorang pasien dari Rembang-Jawa Tengah. (Foto:  Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Rombongan pasien dengan keluhan berbagai macam penyakit datang dari Rembang, Magelang, Jember-Jawa Timur, Sleman, dan Gunung Kidul memenuhi ruang klinik Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Kamis (25/8/2022). 

Mau tak mau CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin langsung turun tangan. Karena rata-rata satu pasien mengidap lebih dari satu keluhan penyakit. 

"Paling tidak pasien harus cepat dilayani. Kasihan mereka datang dari jauh," ujar MS Arifin ditengah-tengah para pasien. 

Umumnya pasien mengetahui tempat penyembuhan Therapy Banyu Urip dari kanal sosial media. 

"Tidak bisa dipungkiri, pengaruh sosial media cukup signifikan dalam penyebaran informasi," tegas MS Arifin. (Kay) 

Rabu, 24 Agustus 2022

Cabang Therapy Banyu Urip Terbesar Sedunia

Puji Suwuk (paling kanan) dan CEO Therapy Banyu Urip International (dua dari kiri) bersama para terapis. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta -  Puji Suwuk adalah pimpinan Cabang Therapy Banyu Urip International beralamat di Bantargebang Bekasi. 

Hingga sekarang cabang ini menduduki top score dalam berbelanja ramuan. Kamis (25/8/2022). 

"Setiap kami belanja ramuan ke Yogyakarta pasti ratusan juta rupiah. Bahkan pernah kami berbelanja Ramuan Banyu Urip lebih dari 500 juta dan habis dalam waktu hanya lima bulan," terang Puji.

Maka tidak berlebihan kalau setiap kali ia belanja ramuan pasti membawa mobil. 

Pengakuan Puji Suwuk ini dibenarkan oleh MS Arifin selaku CEO Therapy Banyu Urip Internasional. 

"Puji Suwuk adalah orang yang amanah, disiplin dan berdedikasi tinggi. Tak berlebihan kalau dia mendapat kepercayaan luar biasa dari saya," ucap MS Arifin. (Kay) 

Proses Revitalisasi dan Pembangunan PLHU Terpadu Diduga Abaikan K3

Sumenep - Proses revitalisasi dan pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah (PLHU) Terpadu, di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai banyak polemik.

Pasalnya, proses revitalisasi pembangunan PLHU itu diduga tidak menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam proses pekerjaan konstruksi tersebut. Padahal, standar SMK3 telah tertuang dalam kontrak pekerjaan dan ada anggarannya.

Dari pantauan di lapangan terlihat para pekerja tidak ada yang menerapkan K3, alias banyak para pekerja yang tidak menggunakan peralatan safety proyek seperti helm pengaman, sepatu safety maupun sarung tangan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang disebutkan bahwa proyek pemerintah itu dikerjakan oleh CV Atthariq dengan konsultan supervisi CV Prima Cipta Consultant dan konsultan perencana CV Wijaya.

Sedangkan anggaran untuk pembangunan tersebut mencapai Rp 1.704.962.195.51 dan waktu pelaksanaan selama150 hari kerja.

Dugaan tentang tidak adanya penerapan SMK3 dalam proyek tersebut mendapat tanggapan dari pemerhati publik, Rasyid.

Menurutnya dalam pelaksanaan konstruksi, pihak kontraktor pelaksana wajib mengutamakan atau menerapkan SMK3 karena biaya K3 sudah masuk dalam penawaran dan kesepakatan kontrak pekerjaan tersebut.

“Untuk itu jika kontraktor melalaikan atau tidak melaksanakan hal tersebut artinya telah menghilangkan salah satu item yang ada dalam kontrak pekerjaan, dan Negara dirugikan karena telah membayar SMK3 yang tidak dipenuhi pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut,” katanya pada media ini. Selasa (23/8/2022). (Red)

Syaiful Rijal, Terapis dari Banyu Urip International Pusat Yogyakarta

Syaiful Rijal sedang menjadi pembicara di sebuah seminar. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Syaiful Rijal adalah seorang terapis muda yang dimiliki Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta. 

Saat ini dirinya masih tercatat sebagai mahasiswa disalah sebuah perguruan tinggi terbaik di Yogyakarta. Rabu (24/8/2022). 

"Mengatur waktu sebaik mungkin antara bekerja dan kuliah sangat penting bagi saya. Karena keduanya harus tetap berjalan dinamis," tegas Rijal pada apoymadura.com.

Diwaktu luang, Rijal menyibukkan diri sebagai konten kreator di platform sosial media. 

"Untuk menjaga kebugaran tubuh, saya juga menggeluti cabang olah raga binaraga,"  pungkasnya. (Kay) 

Selasa, 23 Agustus 2022

Buta Warna Menarik Orang Timor Leste Buka Cabang Banyu Urip

Riko dari Timor Leste (kiri) dan Imam Subakti. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Karena penasaran kalau penyakit buta warna bisa sembuh dengan Ramuan Banyu Urip, Riko langsung terbang dari Timor Leste ke Yogyakarta. Ia menuju rumah Imam Subakti, rekan sejawat semasih di TNI dulu. Rabu (24/8/2022).

Kebetulan Imam Subakti menjadi salah satu cabang Therapy Ramuan Banyu Urip International di Bantul Yogyakarta. 

"Diantara syarat seseorang masuk kependidikan tentara yaitu tidak boleh buta warna. Ketika mendengar penyakit buta warna bisa disembuhkan, saya langsung berminat mencobanya," ujar Riko yang lahir di Timor Leste. 

Lalu ia diterapi langsung oleh CEO Therapy Ramuan Banyu International, MS Arifin. 

"Sungguh luar biasa. Selang 30 menit setelah diterapi tetes mata, penglihatan saya mulai membaik," ucap Riko.

Dirinya sekarang yakin, kalau pengidap buta warna bisa disembuhkan 100 persen. Hal itu bukan hoaks. (Kau) 

Terbaru: Cabang Therapy Ramuan Banyu Urip Timor Leste

MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International (kiri) bersama Riko dari Timor Leste. (Foto: Yant Kaiy) 

Yogyakarta - Kembali ada cabang baru Therapy Ramuan Banyu Urip di negara Timor Leste. Nanti yang bakal menggawangi adalah Riko. 

Eks-TNI ini sudah belajar cara menerapi pasien menggunakan Ramuan Banyu Urip. Sengaja Rico belajar kepada MS Arifin supaya dalam menangani pasien maksimal dan sembuh sesuai haparan. Rabu (24/8/2022). 

"Saya yakin dan percaya kalau ramuan herbal ini akan sangat laris di negara kami. Apalagi Ramuan Banyu Urip bisa menyembuhkan segala macam penyakit," tegas Riko. 

Sejak Timor Leste bercerai dengan Indonesia, Rico sering mengunjungi bumi nusantara lantaran ada urusan bisnis. 

Jalinan persahabatan dengan teman-temannya sesama tentara masih tetap terjaga hingga saat ini. 

"Saya pulang besok sambil membawa Ramuan Banyu Urip," ucapnya sembari berpamitan sama MS Arifin. (Kay) 

Senin, 22 Agustus 2022

Mengenal Carnivore Coffee Shop Jogja

Mada Arif Kelana

Yogyakarta - Sukses yang dicapai Mada Arif Kelana menjadi pengusaha muda bukanlah tanpa proses. Diusia ke-25 tahun ia telah memiliki cuan ratusan miliar. 

Yang pasti, kekayaan itu diperoleh dari hasil jerih payahnya menjalankan berbagai macam ladang bisnis. 

Yang terbaru yaitu Carnivore Coffe Shop berlokasi di Jalan Selokan Mataram Mlati Sleman Yogyakarta. 

"Ditempat kami menu makanan dan minuman bertarif premium, tapi berkelas hotel berbintang. Sangat rekomended bagi mereka yang berkantong tipis," terang Mada kepada apoymadura.com. Senin (22/8/2022).

Lebih rinci cowok berdarah Madura menyebutkan, sengaja ia menyasar segmen ekonomi kelas menengah karena yang datang kebanyakan kaum muda-mudi.

"Kita tidak bisa menutup mata terhadap realita masyarakat kita seperti apa," tegasnya meniscaya. (Kay) 


Minggu, 21 Agustus 2022

Mada Arif Kelana: Pengusaha Muda Berdarah Madura

Mada Arif Kelana

Yogyakarta -
Bermodal ketekunan, focus dan perjuangan tidak setengah hati, Mada Arif Kelana mulai menapaki tangga sukses luar biasa.

Usianya masih terbilang muda (25 tahun), Mada panggilan akrabnya telah mengantongi pundi-pundi kekayaan fantastis. 

Mada telah memiliki aset berupa mobil mewah seharga 1 miliar lebih, homestay, tanah puluhan hektar, rumah yang disewakan, Carnivore Coffe Shop di kawasan Jalan Selokan Mataram Mlati Sleman Yogyakarta.

Akibat kesuksesannya, banyak gadis mulai mendekat padanya. Mereka itu ada yang berlatar pengusaha, dokter, dan artis. Tapi Mada tetap bergeming. 

Tak terpikirkan bagi mengusaha muda berdarah Madura ini untuk sejenak bercinta. Lantaran ia senantiasa konsentrasi pada pengembangan bisnisnya. 

Ia akan bercinta kalau momennya sudah tepat. Baginya cinta hanya sekali. (Kay) 


Prosedur Khusus Terapi Buta Warna Ramuan Banyu Urip

MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International

Yogyakarta - Ada yang spesial dari Therapy Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta khusus pasien buta warna.

Bahwa pasien penyakit mata yang menjalani pengobatan harus rawat inap untuk mendapatkan kesembuhan paripurna. Senin (22/8/2022). 

"Sebelumnya, pasien buta warna wajib melakukan pra-tes ishihara sebanyak 258 template untuk menentukan estimasi rawat inap," terang MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International. 

Mungkin di klinik mata lain tes ishiharanya tidak sebanyak di tempat kami, tambah MS Arifin ditempat prakteknya.

Tahapan selanjutnya, pasien buta warna akan melakukan terapi satiap hari sambil mendapat menu makanan dan jus buah, penunjang kesembuhan. 

"Kami tidak main-main dalam penyakit buta warna ini. Karena hal ini berkait erat dengan persoalan impian dan harapan generasi bangsa yang akan melanjutkan pendidikannya," tandas MS Arifin.

Di klinik ini juga disediakan alat-alat olah raga agar tubuh para pasien tetap bugar. (Kay) 


Sabtu, 20 Agustus 2022

Ramuan Banyu Urip dapat Menyembuhkan Segala Penyakit

MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Ditemui di tempat prakteknya, Jalan Selokan Mataram Karanganyar RT 10/RW 29 Nomor 197-A Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta, MS Arifin menjelaskan, bahwa Ramuan Banyu Urip tidak hanya menyembuhkan penderita buta warna saja. Ahad (21/8/2022).

"Memang saat ini pasien buta warna di tempat kami semakin banyak saja. Pasien ini menduduki peringkat satu," terang lelaki purnawirawan TNI ini.

Di Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta untuk penderita buta warna ada pilihan paket,  hal itu berdasar keparahan penyakitnya.

"Kami menyediakan tiga paket murah, disesuaikan tes baca pasien. Seluruh pasien menjalani rawat inap. Selain diterapi tetes, mereka mendapat penginapan dan menu makanan serta minuman yang bisa membantu kesembuhan buta warnanya," papar MS Arifin.

Selama ini seluruh pasien buta warna 100 persen sembuh permanen kalau berobat di tempat prakteknya


"Cuma harinya berbeda. Kalau ringan tingkat kesembuhannya lebih cepat," pungkasnya. (Kay)

Pasien Buta Warna Duduki Peringkat Pertama di Therapy Banyu Urip Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International

Yogyakarta - Pengidap buta warna menduduki peringkat pertama dari sekian banyak pasien yang datang ke Therapy Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Sabtu (20/8/2022).

"Dua tahun terakhir ini,  pasien buta warna terus berdatangan ke pengobatan Ramuan Banyu Urip kami. Rata-rata pasien berusia muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya," terang CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin.

Ia menambahkan, bahwa beberapa guru Sekolah Menengah Atas di pelosok tanah air banyak yang merekomendasikan para siswa penderita buta warna ke Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta.

"Ini tandanya kalau pengobatan pasien  buta warna di tempat kami sudah terbukti 100 persen berhasil sembuh permanen," tegas MS Arifin. 

Maka tak berlebihan kalau pasien selalu  membanjiri klinik Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta. (Kay)

Kamis, 18 Agustus 2022

Akibat Minum Kopi Berlebih Timbulkan Penyakit Ginjal

MS Arifin (kiri) CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International sedang  menangani pasien penyakit ginjal. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Seorang anak kecil pengidap penyakit ginjal datang ke tempat pengobatan Therapy Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Ia didampingi kedua orang tuanya. Jumat siang (19/8/2022).

"Salah satu akibat seseorang sering minum kopi dan minuman kemasan botol sebabkan ia terserang penyakit ginjal. Maka perlu adanya perhatian khusus dari orang tua untuk mengawasi putra-putrinya sebaik mungkin"jar MS Arifin.

Memang banyak faktor lain seseorang terserang penyakit ginjal, tambah MS Arifin kepada apoymadura.com.

Solusinya dengan mengonsumsi, mengoleskan dan mengompres bagian tubuh yang terkena penyakit dengan  Ramuan Banyu Urip.

"Selain itu pasien penyakit ginjal harus minum air Husada Pamungkas produk kami. Gunanya sebagai pemenuhan nutrisi dan daya imun," terang MS Arifin lebih jauh. (Kay)

Rabu, 17 Agustus 2022

Ramuan Banyu Urip Sikat Habis Penyakit Infeksi Lambung

Pak Tarigan didampingi istrinya. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Pak Tarigan asal Medan mengidap penyakit infeksi lambung akut. Ia didampingi istrinya datang ke Pusat Therapy Banyu Urip Yogyakarta. 

"Saya sudah keluar-masuk rumah sakit. Berbagai pengobatan alternatif pun telah dicobanya. Tapi semuanya tidak berhasil. Nihil," ucap Pak Tarigan. Kamis (18/8/2022).

Menurutnya, gejala yang ia rasakan adalah perutnya seringkali nyeri, kembung, sakit ulu hati, sendawa berlebihan. 

"Tiap hari perut saya berbunyi. Aktivitas saya terganggu. Otomatis saya lebih banyak di rumah," tegasnya.

Setelah menjalani perawatan selama tiga hari di Komunitas Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta, infeksi lambung Pak Tarigan pun sembuh.

"Bagi saya ini keajaiban. Perut saya saat ini terasa nyaman. Nanti sore saya akan pulang ke Medan," ucap Pak Tarigan dengan senyum bahagia. (Kay)

Pasien Buta Warna Terus Membanjiri Pengobatan Ramuan Banyu Urip

MS Arifin (kanan) bersama pasien Mohammad Ikbal dari Prancis. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Belakangan Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip International Pusat Yogyakarta terus dibanjiri pasien pengidap buta warna. Pasien buta warna tersebut datang dari dalam dan luar negeri.

Sebagian besar usia mereka masih muda. Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena diantara mereka akan melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Kamis (18/8/2022).

"Semua pasien buta warna mendapat perlakuan yang sama. Pasien memperoleh jatah makan dan penginapan dengan tarif murah," papar CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin kepada apoymadura.com.

Semua pasien diperkenankan pulang setelah mendapat kesembuhan sempurna. Plus mereka mendapatkan ramuan gratis untuk digunakan di rumah masing-masing.

"Di tempat kami juga disediakan alat-alat olah raga agar tubuh  pasien tetap bugar. Karena diantara mereka akan memasuki pendidikan TNI atau Polri," terang MS Arifin. (Kay)

Selasa, 16 Agustus 2022

Warga Prancis di Semarak Malam Tirakatan Yogyakarta

CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International MS Arifin (kiri) bersama tamunya dari Prancis, Mohammad Ikbal. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Mohàmmad Ikbal, warga negara Prancis kelahiran Singapura ini begitu terkesan dengan acara Semarak Malam Tirakatan yang di gelar di wilayah Karanganyar RT.10/29 Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Selasa malam (16/8/2022).

"Saya baru pertama kali menikmati acara Kemerdekaan RI ke-77 ini. Jelas terlihat kerukunan warga di daerah ini masih kental. Tampak semua orang bersuka cita," ucap Mohammad Ikbal agak kaku berbahasa Indonesia.

Ia datang ke Indonesia dalam rangka menjalani perawatan kesehatan di Pusat Therapy Ramuan Banyu Urip International Yogyakarta.

"Saya jatuh dari ketinggian 2 meter yang mengakibatkan dada jadi sesak. Sekarang sembuh total dengan ramuan multi fungsi ini," tegas Mohammad Ikbal sambil menunjukkan botol Ramuan Banyu Urip.

Sebelumnyà ia telah mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan penyakitnya, tapi tidak berhasil. Setelah menggunakan ramuan herbal Banyu Urip, dirinya sembuh total.  (Kay)

Malam Tirakatan 17 Agustus 2022 di Karanganyar Yogyakarta

MS Arifin ketika memberikan kata sambutan di Semarak Malam Tirakatan. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Beragam bentuk puji syukur ke hadirat Tuhan atas Kemerdekaan RI yang ke-77 dirayakan warga masyarakat di seluruh tanah air. Salah satunya acara Semarak Malam Tirakatan. Selasa (16/8/2022).

Tradisi Malam Tirakatan merupakan sebuah tradisi lama yang ada disebagian besar wilayah Yogyakarta.

"Sukses Malam Tirakatan kali ini tak lepas dari kekompakan segenap warga Karanganyar RT.10/29 Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Saya CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International berterima kasih yang sebesar-besarnya atas sukses dan kerja keras para panitia," papar MS Arifin dalam sambutannya.

Ia didaulat memberikan kata sambutan karena perusahaannya telah memberikan kontribusi amat besar terhadap acara HUT RI ke-77 kali ini. (Kay)

Sabtu, 13 Agustus 2022

Implementasikan Program Kapolda, Polres Sumenep Gelar Piramida bersama Persatuan Jurnalis Indonesia

Kapolres Sumenep ngopi bareng dengan PJI Sumenep. (Foto Istinewa).

Sumenep - Satukan visi dan misi, Kepolisian Resor (Polres) Sumenep terus
memantapkan diri menjalin sinergitas dengan berbagai elemen, salah satunya dengan awak media.

Program Piramida menjadi salah satu program yang wajib diimplementasikan oleh segenap jajaran Kepolisian di wilayah Jatim setelah resmi dicetuskan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta.

Persatuan Jurnalis Indonesia menerima giliran dalam program ngopi bareng bertajuk Piramida pada Jumat malam (12/8/2022).

Kegiatan sinergitas Kepolisian dengan awak media ini digelar di Cafe Brobaks Jl, Urip Sumoharjo, Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura.

Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko., S.H, S.I.K., M.H mengucapkan: Kegiatan ngopi bareng bersama semua  awak media ini bertujuan menjalin sinergitas agar awak media tetap searah-sejalan dengan Kepolisian dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif.

"Program Piramida atau Ngopi bareng dengan awak media ini dicetuskan oleh Kapolda Jawa Timur dan sudah berjalan kurang lebih 8 bulan dan wajib diterapkan oleh semua Kapolres dan jajarannya," ujar Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko.

Lebih jauh Kapolres Sumenep yang dibanjiri ucapan apresiasi dari berbagai kalangan ini meminta agar media berperan serta untuk mengedukasi masyarakat dan turut menyukseskan semua program Polri.

"Karena peran media itu sangat penting. Oleh karenanya Program Piramida ini sangatlah positif untuk kita semua," tukas Kapolres. 

Pihaknya berpesan kepada Persatuan Jurnalis Indonesia agar menjadi wadah perjuangan dalam mengedukasi hal-hal positif demi kemajuan Kabupaten Sumenep.

"Hanya itu harapan kami. Semoga Persatuan Jurnalis Indonesia turut serta berperan serta menciptakan Harkamtibmas di Kabupaten Sumenep," tandas Kapolres Sumenep.

Sementara itu, Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia, Andi Kusmanto mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Sumenep atas undangannya.

"Terima kasih untuk Kapolres Sumenep, Wakapolres, Kasi Humas, Kasatreskrim, Kasat Lantas dan KBO Intel Polres Sumenep,  atas undangannya kepada Persatuan Jurnalis Indonesia. PJI siap mendukung Polres Sumenep," tutur Andi Kusmanto saat acara berlangsung.

Andi berharap PJI dan Polres Sumenep tetap menjadi mItra yang baik dalam mewujudkan Harkamtibmas di Kabupaten Sumenep.

"PJI Sumenep akan terus mendukung kinerja Kepolisian Resort Sumenep," tegasnya.

"Persatuan Jurnalis Indonesia secara khusus mengapresiasi kinerja Kapolres Sumenep beserta jajarannya," tambahnya. 

Kapolres Sumenep sudah melakukan bermacam ikhtiar dengan terobosan baru, seperti kegiatan anjangsana ke para tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap jajaran Polsek.

"Hal itu patut diapresiasi, karena untuk menyukseskan sebuah terobosan brilian membutuhkan keseriusan, kerja keras, tenaga dan pikiran," pungkasnya.

Sekedar informasi, kegiatan piramida dihadiri oleh Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko, S.H., S.I.K.,M.H, Wakapolres Sumenep, Soekris Tri Hartono,S.Sos,  Kasatreskrim Polres Sumenep.,AKP Fared Yusuf, S.H, Kasatlantas Polres Sumenep.,AKP Lamudji.,S.H, Kasi Humas Akp Widiarti S.,S.H, KBO Intelkam Agus Rusdiyanto.,S.H, Ketua PJI Sumenep, Andi Kusmanto dan segenap anggota Persatuan Jurnalis Indonesia DPC Sumenep. (Red)

Rabu, 10 Agustus 2022

Membengkak Jumlah Pasien Buta Warna di Therapy Banyu Urip Yogyakarta

Widuri (kanan) admin Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip International Pusat Yogyakarta. (Foto: Yant Kaiy).

Yogyakarta - Menurut data yang tercatat di admin, jumlah pasien buta warna di Komunitas Therapy Banyu Urip International Pusat Yogyakarta mengalami peningkatan luar biasa tiap tahunnya. Rabu sore (10/8/2022).

"Ada beberapa unsur penyebab kian tingginya angka pasien di Komunitas Ramuan Banyu Urip. Yakni tingkat kesembuhan yang permanen. Bahkan ada pasien yang sembuh lebih cepat dari estimasi awal," terang Widuri. 

Karena di  tempat pengobatan kami ada buku tes buta warna yang tak bisa diragukan lagi keberadaannya.

"Buku tesnya standar medis. Biar pasien tidak khawatir, kami menambahkan buku tes lagi berjumlah 150 lembar," tandasnya.

Admin berparas cantik ini menegaskan, selain itu pasien yang menjalani rawat inap senantiasa dimotivasi untuk membangun mindset positif tentang kesembuhannya.

Ini penting bagi kami lantaran ada wacana tidak benar, bahwa buta warna tidak bisa disembuhkan. Membangun mental dari dalam harus terus digalakkan terhadap diri pasien.

"Kebanyakan pasien buta warna di pengobatan kami wajib menaati aturan yang sudah kami tetapkan," pintasnya.

Contoh soal menu makanan. Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari. Jam istirahat agar imun tubuh tetap terjaga dengan baik tak luput dari perhatian para terapis. (Kay)

Selasa, 09 Agustus 2022

Mengenal Terapis dari Ramuan Banyu Urip Yogyakarta

Ahmad Rasidi, terapis muda berbakat. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Ahmad Rasidi merupakan salah seorang terapis yang dimiliki Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip International Pusat Yogyakarta. Usianya masih muda

Lelaki lajang ini berasal dari Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Sengaja Ahmad Rasidi dipilih CEO Therapy Banyu Urip International Pusat Yogyakarta karena kapasitasnya sebagai terapis sudah teruji oleh waktu.

Ketika dijumpai di tempat prakteknya, Jalan Selokan Mataram Karanganyar RT.10/RW.29 No 197A Sinduadi Mlati Sleman, Ahmad Rasidi sedang menangani banyak pasien buta warna. Rabu pagi (10/8/2022).

"Saat ini ada sembilan pasien buta warna yang menjalani rawat inap. Ada yang dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Jawa. Sebagian besar dari mereka akan melamar pendidikan tentara dan polisi," ujar Ahmad Rasidi.

Selama menjani rawat inap, pasien mendapat menu makanan dan jus buah segar untuk pemenuhan nutrisi sebagai penunjang kesembuhan.

"Kami sangat memperhatikan asupan gizi makanan agar kesembuhan pasien buta warna permanen," terangnya.

Saat ditanya soal biaya, Ahmad Rasidi menegaskan, "Sangat bersahabat dan lebih murah dari tarif pengobatan alternatif yang lain."

Sebelumnya ada 33 pasien buta warna yang sembuh dan sudah pulang. Ada diantara mereka yang lolos seleksi TNI/Polri. (Kay)

Minggu, 07 Agustus 2022

Buta Warna: Firman Allah Jadi Dasar Penyembuhnya

Yogyakarta - Dari sebagian kalangan ahli  pengobatan, baik medis maupun non-medis mengatakan, bahwa buta warna tidak bisa disembuhkan. Lalu masyarakat latah percaya dengan wacana dan opini tersebut.

Tetapi tidak begitu dengan MS Arifin (CEO Therapy Banyu Urip International). Ia menegaskan kembali, jika semua penyakit datang dari Allah SWT. Dan Dialah yang akan menyembuhkannya lewat ikhtiar manusia itu sendiri. Senin (8/8/2022).

"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Jadi setiap penyakit jelas ada obatnya. Kecuali kematian. Kematian tidak bisa disembuhkan. Namun kalau penyakit fisik dan psikis pasti ada penangkalnya," tegas MS Arifin di tempat prakteknya, Jalan Selokan Mataram Karanganyar RT.10/RW.29 No.197 A Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta.

Dirinya kalau berbicara masalah bukti mungkin ada orang yang tidak percaya. Tapi di tempat prakteknya banyak pasien buta warna yang sedang menjalani terapi.

MS Arifin menegaskan,  "Di tempat praktek saya  sekarang ada banyak pasien buta warna dan sebagian diantara mereka sudah diperbolekan pulang lantaran telah sembuh total."

Tentu pasien telah melewati tahapan tes buta warna sebelum dipulangkan.

"Satu kata kuncinya, saya berpatokan pada firman Allah dalam Al-Quran Surah Al-Anbiya ayat 83:
"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya: "(Ya Tuhanku) sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Maha Penyayang dari semua yang penyayang," ucap MS Arifin mengutip kandungan ayat suci Al-Quran.

Dari sini kita dapat menarik benang merah, bahwa setiap penyakit apa pun pasti ada penyembuhnya.

"Yang lebih gamblang lagi ada hadis Nabi Muhammad SAW (HR. Bukhori). Begini bunyinya: "Allah tidak akan menurunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan juga obatnya," ujar MS Arifin sambil melafalkan bahasa Arabnya. (Kay)



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...