Sabtu, 27 November 2021

Pasongsongan Butuh Apotek



Catatan: Yant Kaiy

Kecamatan Pasongsongan berada di ujung barat-utara Kabupaten Sumenep. Sisi barat berbatasan dengan Pasean-Pamekasan. Pasongsongan terkenal sebagai penghasil ikan terbesar di Madura. Dari pertanian, daerah ini juga menghasilkan tembakau berkualitas terbaik.

Dua potensi Pasongsongan ini tidak menjadikan surga berbelanja bagi sebagian besar warganya. Seperti tidak adanya apotek. Warga Pasongsongan berbelanja obat di kecamatan lain. Semestinya kebutuhan dasar kesehatan masyarakat ini ada.

Orang kaya di Pasongsongan bukannya tidak ada. Tapi mereka saat sekarang sedang “tidur” pulas. Tak punya inspirasi bagaimana bisa mengembangkan daerahnya.[]



Pergi Sebelum Fajar



Pentigraf: Yant Kaiy

Kematiannya meninggalkan luka mendalam di hatiku. Tercecer berjuta kenangan manis diantara perjalanan usia. Begitu dahsat merubah peta hasratku, hingga lama kiblat tujuan hilang tanpa bekas.

Sekian lama terkurung sunyi. Terus saja aku menyibukkan diri pada kegiatan kemanusiaan. Namun tetap saja bayangan indah bersamanya mengapuri ruang gerak mataku. Aku berontak sekuat tenaga, melepaskan diri dari ikatan kenangan.

Baru berhenti siksa setelah kudapatkan penggantinya. Dari suatu seminar budaya kutemukan paras ayu menggoda. Awal berkenalan kami saling jatuh hati.[]

Pasongsongan, 27/11/2021



Jumat, 26 November 2021

Therapy Banyu Urip Yogyakarta Baksos di Sumenep



Sumenep – Pusat Therapy Ramuan Banyu Urip International Yogyakarta, besok (Ahad, 28/11/2021) akan menggelar Bakti Sosial (Baksos) di Saronggi-Sumenep.

Baksos Therapy Banyu Urip kali ini bekerjasama dengan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Acara beramal ini akan dilaksanakan di aula Kantor MWC NU Saronggi.

“Kami bersama tim terapis dari Yogyakarta dan Pusat Therapy Banyu Urip Madura yang berjumlah 17 orang sudah ada di Pasongsongan-Sumenep. Baksos kali ini akan menjadi yang terbesar di Madura, seiiring banyaknya pasien dengan berbagai keluhan penyakit yang sudah mendaftarkan diri,” terang CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin.

Lebih jauh MS Arifin menerangkan, bahwa Baksos terbuka untuk umum. Bahkan ada beberapa pasien dari Pamekasan dan Sampang jauh hari sudah mendaftarkan diri.

“Tim terapis kami semuanya profesional, dipercaya oleh masyarakat international, dan semuanya sudah bersertifikat. Tim terapis Banyu Urip kami sebagian besar dari eks TNI,” tandas pensiunan Polisi Militer ini begitu meniscaya. (Yant Kaiy)



Kandas Berkeping



Pentigraf: Yant Kaiy

Dia tidak tampan. Anak buruh pabrik. Sikapnya pendiam. Penampilannya biasa-biasa saja. Tidak pernah muluk-muluk mengimpikan sesuatu. Jalan hidupnya mengalir. Dia telah mengajarkan banyak tentang hakikat cinta terhadapku. Ketika di kampus kami sering bersama. Dia tidak sekalipun melontarkan kata cinta. Meski dari sinar matanya menguraikan ketertarikannya.

Kemudian kami berpisah; aku melanjutkan pendidikan keluar negeri dan mendapatkan jodoh bule hingga punya anak. Pulang ke tanah air menjadi desainer para artis. Aku menakhodai sebuah acara di stasiun televisi swasta, penggemarku banyak.

Kesuksesanku kandas. Suamiku selingkuh. Kami bercerai. Disaat kesepian, entah kenapa pikiranku teringat dia. Aku pergi ke rumahnya. Kata istrinya, dia sudah meninggal dunia.[]

Pasongsongan, 26/11/2021



Pernak-pernik Pilkades Sumenep 2021



Catatan: Yant Kaiy

Isu yang beredar dari pemungutan suara langsung Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) di Kabupaten Sumenep, 25 Nopember 2021 kemarin, ternyata faktor penentu kuat kemenangan diperoleh dari money politic. Semakin besar angpao yang diberikan calon Kades terhadap pemilih, kans jadi kampiun terbuka lebar.

Transaksi tersembunyi lewat mediator bukan hal tabu. Biasanya kandidat menakar kemampuan rupiah pihak lawan. Tim sukses calon kemudian menentukan harga per satu suara.

Yang membuat pusing tim sukses calon Kades, umumnya pemilih “berselingkuh”. Pemilih mau menerima uang suap dari semua calon Kades.

Ada pula tim sukses yang bertaruh meninggikan suara kandidatnya sendiri. Apabila menang, sebagian hasil judinya untuk menyokong anggaran belanja sang calon.

Mencermati realita ini, ajang Pilkades boleh dibilang penuh intrik dan siasat licik. Tidak affair. Endingnya, Kades terpilih berpikir ulang supaya balik modal. Tidak sepenuhnya memikirkan kepentingan warganya.[]



Kamis, 25 November 2021

Pilkades dan Money Politik



Catatan: Yant Kaiy

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kota Keris Sumenep, kemarin telah selesai dihelat. Kamis (25/11/2021). Suka-duka pun menghiasi proses pemungutan suara secara langsung tersebut. Bahkan perang mental jauh hari sebelumnya sudah dimulai. Tahapan demi tahapan yang melibatkan warga masyarakat desa menguras energi, waktu dan biaya tidak sedikit.

Nuansa pemilihan apa pun dibeberapa pelosok negeri ini mulai meninggalkan hakikat mendapatkan pemimpin berkualitas. Bukan rahasia umum, bahwa money politic menjadi urgen bagi seorang kandidat supaya bisa melenggang ke singgasana kekuasaan. Kalau tidak mempersembahkan angpao bisa dipastikan sang kompetitor akan terjungkal.

Entah kenapa hal ini menjadi tabu dibicarakan oleh pemangku kebijakan. Padahal mafsadat dari Pilkades lebih besar ketimbang maslahatnya.[]



Hari Guru Nasional dan Pilkades Sumenep 2021



Catatan: Yant Kaiy

Dua agenda penting bersamaan terjadi di Kota Keris Sumenep, yakni Hari Guru Nasional (HGN) dan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Kamis (25/11/2021).

Yang pasti, HGN diperingati oleh seluruh lapisan masyarakat di pelosok nusantara setiap tahun. Salah satu tujuan dari peringatan ini, menghargai pengorbanan dan jasa para guru yang memiliki andil besar dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

Sedangkan Pilkades mencari pemimpin baru bagi desa. Skalanya sebatas di Sumenep, bukan nasional. Kita tahu, namanya kompetisi apa pun, pasti ada kalah-menang. Kelompok kalah jelas berduka. Sedang bagi tim juara akan bergembira-ria. So pasti masyarakat larut pada pesta demokrasi tersebut.

Kalau kita takar, peringatan HGN tahun ini tersaput perhelatan Pilkades. Apalagi Pilkades Sumenep sebelumnya pernah mengalami penundaan.

Suka tidak suka, jika ditelisik lebih dalam, Pilkades Sumenep sesungguhnya telah mengurangi esensi peringatan HGB. Entah, ini disengaja atau tidak. Wallahu a’lam bishawab.[]



Mendung Berarak



Pentigraf: Yant Kaiy

Sontak dendamku mencair demi melihatnya tak bisa berbuat apa-apa lagi. Pilu berbaur iba menyapu bersih butir-butir congkak. Inilah hakikat hidup. Kemenangan hanya sesaat menghinggapi langkah diri. Aku tak bisa melontarkan kata-kata di hadapannya.

Diatas kursi roda ia didorong oleh anak perempuannya menuju acara bakti sosial: Pengobatan tradisional gratis. Ia menyapaku begitu lirih. Hampir tak terdengar. Tangannya tak bisa digerakkan. Dulu ia sering menggendongku.

Setelah basa-basi sebentar, aku segera meninggalkan mereka. Dari ujung mata dapat kutangkap, bahwa ia ingin berbicara banyak.[]

Pasongsongan, 25/11/2021



Rabu, 24 November 2021

Lagu Pecundang

Pentigraf: Yant Kaiy

Jodoh, Tuhan yang menentukan. Aku dan dia gagal menikah karena persoalan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa). Ayah menang atas bapaknya. Periode selanjutnya, Ayah dikalahkan oleh dia. Sekarang aku yang bertarung dan dia yang terjungkal.

Kuberjanji dalam hati, pada Pilkades yang akan datang, kuingin menghentikan permusuhan ini. Kami menggiring massa, mengompori mereka sedemikian rupa untuk membenci kubu dia. Segala cara kami tempuh demi satu tujuan: Kemenangan.

Politik uang terbungkus bantuan sudah menjadi tradisi dalam pemilihan apa pun. Demi sepotong gengsi, apa pun dilakukan.[]

Pasongsongan, 25/11/2021



Selasa, 23 November 2021

Pengembaraan



Pentigraf: Yant Kaiy

Hampir satu bulan terombang-ambing di tengah lautan lepas. Aku bersama lima orang perempuan dan tiga laki-laki dewasa dalam satu perahu. Terpaksa kami melarikan diri dari kampung halaman karena ada konflik berdarah. Suami dan kedua anakku tewas. Kedua orang tuaku dan semua orang di desaku dibantai habis. Sedangkan satu anakku yang selamat masih berusia tujuh bulan

Beruntung kami membawa bekal makanan ala kadarnya. Memancing ikan tiap hari supaya bekal tidak cepat habis. Kami berlayar meninggalkan negeri tercinta sejauh mungkin. Hari demi hari mulai tumbuh harapan hidup di negeri orang.

Siang-malam kami memanjatkan doa pada Tuhan agar jiwa kami diselamatkan dari maut. Dia Maha Mendengar permohonan hamba-Nya. Perahu kami mendekat pada sebuah pulau.[]

Pasongsongan, 23/11/2021



Senin, 22 November 2021

Terkini; Kabel Listrik PLN Hampir Menyentuh Tanah



Catatan: Yant Kaiy

Harus hati-hati bagi pengemudi kendaraan bermotor ketika melintas di jalan Lapangan Sawungggaling Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Persoalannya ada kabel listrik PLN lepas dari tiangnya hampir menyentuh tanah. Selasa (23/11/2021).

Pukul 06.00 WIB ketika saya berangkat kerja, melintas di jalan itu, kabel listrik berisolasi untuk rumah tangga oleh masyarakat sekitar diberi rambu lalu lintas berupa plastik bungkus pupuk dan tong plastik. Saat pulang kerja (pukul 11. 00 WIB), saya melintas di jalan itu lagi, ternyata kabel PLN masih belum dinaikkan.

Banyak pihak berharap kepada PLN supaya dimusim hujan ini lebih tanggap terhadap laporan masyarakat. Sigap beraction demi keselamatan jiwa manusia.[]



Begitu Sulit Mendapatkan Pupuk Anorganik



Catatan: Yant Kaiy

Masyarakat petani disebagian besar Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep sedang menjerit kecewa kepada pemerintah. Disaat musim tanam 2021 kali ini mereka kesulitan mendapatkan pupuk anorganik. Seperti pupuk jenis Urea dan ZA.

Para petani berupaya keras mencari kebeberapa kios pupuk. Tapi stock tidak ada. Mereka pun membeli ke daerah lain dengan harga meroket; diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sungguh sangat menyedihkan.

Kisah pilu ini selalu terulang setiap tahun pada musim tanam. Solusi brilian dinas pemangku kebijakan hanya di atas laporan tertulis. Tidak sesuai fakta di lapangan.

Semua orang tahu kalau petani merupakan garda terdepan dari ketahanan pangan suatu bangsa. Tapi penguasa negeri ini seolah tidak punya atensi terhadap persoalan pupuk. Atau mereka pura-pura lupa.

Masyarakat dibanyak pelosok desa berharap pemerintah lebih fokus pada persoalan pupuk. Supaya kisah sedih tidak terulang lagi di tahun depan. Barangkali jalan keluarnya dengan membentuk Menteri Pupuk Indonesia.[]



Rupa Kita, Indonesia



Catatan: Yant Kaiy

Diatas kertas dan siaran pers di berbagai media, kebijakan pemerintah selalu pro rakyat. Pesan moral penguasa terdengar merdu menyejukkan kalbu. Namun realitanya jauh panggang dari api. Impian tak seindah kenyataan. Ini fakta yang membuat luka seluruh lapisan masyarakat.

Sikap pembenaran diri penguasa dengan meng-caunter protes warga acapkali terjadi. Mereka bermanis-manis muka dengan busana perlente di depan publik. Sikap tidak bersalah, melindungi kelompoknya, berpihak pada yang berkantong tebal seringkali mengiringi pengambilan keputusan krusial.

Setiap pergantian pemimpin baru, penduduk negeri ini mengimpikan suatu perubahan lebih baik. Mahfum, bumi nusantara yang kita diami kaya akan sumber daya alam. Tapi masyarakatnya miskin alias tidak sejahtera. Ini jelas menjadi preseden buruk. Mengikis kepercayaan rakyat terhadap penguasa.

Bukankah di negeri gemah ripah loh jinawi ini dihuni banyak negarawan kaliber international: Pakar Ilmu tata negara. Tidak bisakah mereka membuat pernik-pernik perubahan demi bangsa dan negara yang sedang “sakit” ini.[]



Minggu, 21 November 2021

Buah Setia

Pentigraf: Yant Kaiy

Selalu, aku dilibatkan dalam urusan keluarganya. Dari persoalan paling terkecil hingga permasalahan Istrinya. Aku acapkali tidak enak hati mendengarnya. Memang aku menjadi pendengar yang baik tatkala dia bercerita. Aku tak pernah mengguruinya. Bagiku curahan isi hatinya tidak penting karena dia sendiri plintat-plintut.

Disore berawan dia pamit. Di sedannya penuh kardus, berisi barang-barang pribadinya. Aku mencegah dia hengkang dari anak-istrinya. Kali ini dia serius, mau pisah. Kalimatku tak digubrisnya.

Tiga bulan lebih dia resmi bercerai. Segala kebutuhan anaknya tetap jadi tanggungannya. Aku yang selalu mengantarkan pemberian dia. Entah kenapa istrinya juga bercerita apa saja tentang dia. Lagi-lagi aku jadi pendengar setia. Sampai suatu waktu aku tidur di rumahnya karena dia sakit. Janda muda itu memintaku untuk merawatnya.[]

Pasongsongan, 22/11/2021



Sabtu, 20 November 2021

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura PAS Kelas IV SD



Baca pajarna’ puisi e baba reya sampe’ ce’ ngartena !

                        Songenep Asre

ampon kalonta ka saantero nusantara

jugan ka manca nagara

Songenep asre majambar ate

kottha sejarah

dadinggalan para rato molja

dari jaman Adipati Aria Wiraraja

kantos samangken teptep jejeh 

rajjeh…

masyarakata tentrem

ta' saleng antem

abantal omba’ asapo’ angin

alako berre’ apello koning

tanto dadhi lalampan lako

reng-oreng Polo Madura paleng temor

Kottha Kerres

minangka sebudan anyar

jajuluga Kottha Songenep mangken

senande'agi paanaban seni budaja se sanyatana

tombu sekken saterrosa

paggun ejaga

sareng para seppo tor ngoda.

                                                      (Yant Kaiy, Pasongsongan 2021)

 

I.     Berri’I tandha lang-kaleng (x) aksara a, b, c otaba d jawaban se paleng bendher !

1. Bul-ombulla puisi e attas iya areya…

       a. Songenep Asre       

       b. Songenep Anyar    

       c. Kottha Kerres        

       d. Kottha Songenep

2. Bang-sebanga kottha andi’ jajulug. Apa jajuluga Kotta Songenep?

       a.  Kottha Asre          

       b.  Kottha Anyar       

       c.  Kottha Kerres       

       d.  Kottha Sejarah

3. Dhalem puisi Songenep Asre arte dhari okara “tak saleng antem”…

       a.  Majambar ate           

       b.  Asapo’ angen          

       c.  Apello koneng         

       d.  Ta’ atokaran

4. Adipati Kottha Songenep Aria Wiraraja badha neng paddha andheggan se kapeng…

       a.  Settong                    

       b.  Dhuwa’                   

       c.  Tello’                       

       d.  Sala kakabbi

5. Aria Wiraraja dhalem puisi kasebbut  iya areya …

       a.  Kalebun                   

       b.  Oreng Songenep

       c.  Adipati                    

       d.  Oreng Madhura

6. Maksod okara apello koneng, iya areya …

       a.  Alako berre’                                                  

       b.  Kole’na koneng       

       b.  Barnana koneng                                            

       d.  Kalambina laju

7. E dhalem puisi Songenep Asre, badha oca’ Samangken. Basa andhap samangken

       a.  Lagguna                  

       b.  Sateya                     

       c.  Ropana                    

       d.  Saterrossa

8. Dineng puisi se-kaseyan se nombuwagi rassa neser  iya areya …

       a.  Puisi ode                  

       b.  Puisi romansa          

       c.  Puisi epigaram         

       d.  Puisi sonata

9. Se kabilang puisi modern eantarana  iya areya …

       a.  Pantun                     

       b.  Hymne                    

       c.  Si’iran                      

       d.  Paparegan                                                     

10. Contona baris dhalem puisi se agandhu’ oca’ pangalem …

       a.  Pangabassa andhamar kaangenan                 

       b.  Ambato kene’ dhalem tengka

       c.  Arassa aba’ rancanganna badan                    

       d.  Aba’ cerre’ apandhan dhuri

11. Tanto ta’ bakal loppa etoro’e juko’

                 Panyojju  tabu’  se arassa tako’

                        Tako’  nase’na ta’ duli maso’

       Puisi kasebbut agandhu’ …

a. Bangsalan                 

b. Oca’ pangalem         

c. Rora basa                  

d. Okara kakanthen

12. Kole’na koneng ngamennyor parsasat …

       a.  Gandhiba epenthang                                                                             

       b.  Emmas  esangleng                                        

       c.  Andhamar kaangenan

       d.  Lala’ nengga’

13. Ka jalau’ nyare bato

       Etatta’a gabay  tete

       Bupa’ babu’ guru rato

       ………………………...

       Kaangguy masamporna essena pantun e attas iya areya …

       a.  Kaula sadaja wajib abakte                            

       b.  Ding tatemmo sapa’agi                                 

       c.  Sabab bannya’ gunana

       d.  Kadhung abit se along-polong

14. Contona gulina salera (mimik) se anandha’agi rassa bunga dhalem maca puisi  iya areya …

       a.  Mancellak                

       b.  Mesem                     

       c.  Nyambibi’               

       d.  Marengngo’

15. Paleng sakone’ oreng se adha-kandha reya badha…

       a.  Dhuwa’ oreng         

       b.  Tello oreng              

       c.  Lema oreng             

       d.  Kadibi’an

16. Mon adha – kandha ban oreng se lebbi towa otaba oreng se patot ehormat biyasana ngangguy…

       a.  Basa enja’ iya          

       b.  Basa enggi enten     

       c.  Basa enggi bunten   

       d.  Basa pasaran           

17. Andhap asor dhalem  tengka  e dhalem basa Madura  enyamae …

       a.  Adat                        

       b.  Tatakrama               

       c.  Kasenneyan             

       d.  Kabudajan

18. Ngangguy adat mamandhap otaba mamaba ekoca’ …

       a.  Lancang tanang       

       b.  Raja cethak             

       c.  Malang serrat           

       d.  Andhap asor

19. Okara ebaba areya se aguna’agi  basa enggi enten iya areya…

       a.  Ba’na entara dha’emma ?                                                                               

       b.  Bula sanonto ka Kalimantana

       c.  Panapa sampeyan ampon gubara?

       d.  Agung kasokan adha’ar sate                        

20. Sabban bulan kaula ………….obang dha’ ebu

       a.  Aberri’                     

       b.  Apareng                  

       c.  Ngatorragi               

       d.  Ngontallagi

21. Rama sake’ mata. Basa enggi buntenna iya areya ……

       a.  Rama anglo tengal                                        

       b.  Rama anglo soca                                           

       c.  Rama songkan tengal

       d.  Rama songkan soca

22. Pa’ Guru                         : Sapa se tao, areya gambarra apa ?

       Wilda                            : Oneng Pak, ka’dhinto gambarra fitting, kennenganna lampu.

       Tokelan adha – kandha eattas reya kaprana kadaddiyan  e ………………

       a.  Pasar                        

       b.  Jalan                        

       c.  Gir sereng                

       d.  Kellas

23. Se   tamaso’ tatakrama naleka adha – kandha ban oreng se lebbi towa  iya areya ……

       a.  Megga’ caca otaba ko’ nyalko’                     

       b.  Ngangguy ondhagga basa se teppa’             

       c.  Acaca sambi asekep bingkeng

       d.  Acaca sambi kan - ngakan

24. Bagiyanna bacaan se eguna’agi kaangguy nantowagi panduman otaba tojjuwanna careta se bakal

        ekagabay ,  reya nyamana…………

       a.  Jalanna careta          

       b.  Latar                        

       c.  Poket (tema)            

       d.  Penonjul (tokoh)

25. Jalanna careta otaba alur reya badha  …… macem

       a.  Settong                    

       b.  Dhuwa’                   

       c.  Tello’                       

       d.  Empa’

 

II.   Esse’e ti’-titi’ e dhalem soal e baba reya kalaban oca’ se sorop !

26.  Bannya’na paddha andheggan e puisi se bul-ombulla  “Songenep Asre” eattas rowa badha…………

27.  Gulina salera naleka maca puisi  enyamae ……………………………………………………….

28.  Pantun , si’iran ban paparegan reya kabilang puisi …………………………………………….....

29.  Bagiyanna mowa se eyalem kalaban oca’ pangalem  jerruk salone iya areya ……………….…

30.  Caretana ra’yat “Joko Thole” ban “Bato Cenneng” reya asalla dhari Kabbupaten……………….

 

III.  Jawab petanya e baba reya kalaban noro’ parentana !

31.  Jajal sebbuttagi tatello’ nyamana puisi modern!:

       Jawab              ………………………………………………………………………….

32.  Toles tello’  macem tatakrama e dhalem  adha – kandha  !

       Jawab : …………………………………………………………………………………

33.  Basa’agi okara reya ka basa enggi bunten !  Mon Agung mole, sengko’ moleya keya.

       Jawab : …………………………………………………………………………………

34.  Jajal sebbuttagi tatelo’ tengka sebagus se tamaso’ ka  baburugan becce’ !.

       Jawab : …………………………………………………………………………………

 

KUNCI JAWABAN BAHASA MADURA

PAS GANJIL  2021

KELAS IV SD

I.     Pilihan Ganda

       1.   A                           11.  D                            21.  D

       2.   C                           12.  B                            22.  D                           

       3.   D                           13.  A                            23.  B                           

       4.   A                           14.  B                            24.  C                           

       5.   C                           15.  A                            25.  B

       6.   A                           16.  B                           

       7.   B                           17.  B                           

       8.   B                           18.  D                           

       9.   B                           19.  B                           

       10  A                           20.  C                           

II.Isian

26.  3 / tello’ / tatello’

27.  mimik

28.  kona

29.  bibir

30.  Songennep / Sumenep

 

III.Uraian

31.  Kasokanna Guru korektor

       Sakadar conto : balada, hymne, romansa, ode, epigram, elegi  tor satire

32.  Kasokanna Guru korektor

       Sakadar conto : - ta’ olle megga’ caca otaba ko’ nyalko’

                                  - ta’ olle acaca sambi kan-ngakan

                                  - ta’ olle acaca samba asekep bingkeng

                                  - ngangguy ondhagga basa se teppa’                         

33.  Manabi Agung gubar (bubar), kaula palemana jugan

34.  Kasokanna Guru korektor

       Sakadar conto : taat, jujur, adil, ngargai oreng, rokon ban tatangga, endha’ abanto oreng laen,

       mabannya’  atobat dha’ se Kobasa ban samacemma.



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...