Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Meneladani Agus Sugianto: Totalitas Pengabdian dan Jangkar Kolaborasi Pendidikan di Pasongsongan

Gambar
Dunia pendidikan di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, adalah sebuah ekosistem yang dinamis.  Di dalamnya, ratusan guru dari jenjang TK/RA hingga SMA/MA—baik di sekolah negeri maupun swasta—berjuang setiap hari demi masa depan generasi penerus.  Di tengah tantangan administrasi dan kurikulum yang terus berubah, kehadiran sosok pemimpin yang mampu mengayomi dan merekatkan komunikasi antarlini menjadi sangat krusial.  Sosok itu, bagi banyak pendidik di Pasongsongan, melekat erat pada diri Agus Sugianto. Nama Agus Sugianto bukanlah nama yang asing.  Sebagai Kepala SDN Panaongan 3, dedikasinya tidak lagi terbatas pada pagar sekolah yang dipimpinnya.  Ia telah melangkah lebih jauh, menjadikan dirinya sebagai bagian dari denyut nadi pendidikan di seluruh pelosok kecamatan. Totalitas Tanpa Batas Waktu untuk Kemajuan Pendidikan Salah satu alasan utama mengapa nama Agus Sugianto selalu muncul di setiap lini adalah totalitasnya yang tanpa batas.  Pria dengan ...

Syiar Al-Qur’an di Pasongsongan: Santriwati PP Annidhamiyah Gelar Tasmi’ Juz 30 dan Khatmil Qur'an

Gambar
PASONGSONGAN – Gema ayat-ayat suci Al-Qur’an menyejukkan suasana Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (14/5/2026).  Para santriwati dari Pondok Pesantren (PP) Annidhamiyah melaksanakan kegiatan Tasmi’ Hafalan Al-Qur’an Juz 30 sekaligus Khatmil Qur’an yang bertempat di kediaman salah satu santriwati, Fatilah Alfi Maghfirah. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya bertujuan untuk menjaga kualitas hafalan para santri, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahim antar keluarga besar pondok pesantren dengan wali santri. Tuan rumah acara, Fatilah Alfi Maghfirah, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat menyambut kehadiran rekan-rekan seperjuangannya di pesantren. Ia mengungkapkan bahwa momen ini sangat berarti bagi keluarganya. "Saya sangat senang karena semua rekan santriwati bisa bersilaturahim langsung ke rumah dan bertemu keluarga. Kehadiran teman-teman memberikan keberkahan tersendiri bagi kediaman ...

Menghapus Batas Administrasi demi Masa Depan: Belajar Gotong Royong dari Sempong Barat

Gambar
Kabupaten Sumenep dan Pamekasan mungkin dipisahkan garis batas peta administrasi yang tegas. Tapi, bagi warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, garis di atas kertas itu sama sekali tidak berlaku ketika dihadapkan pada urusan kemanusiaan, keselamatan, dan masa depan anak-anak mereka. Baru-baru ini, sebuah aksi swadaya yang luar biasa terjadi. Warga Dusun Sempong Barat secara sukarela turun ke jalan, mengayunkan cangkul, dan patungan membeli material untuk memperbaiki jalan perbatasan. Jumat (15/5/2026). Uniknya, jalan rusak yang mereka perbaiki itu secara legal-formal sebenarnya masuk dalam wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, yang notabene adalah wilayah Kabupaten Pamekasan. Aksi ini sekilas melahirkan tanya: Mengapa warga Sumenep yang harus repot-repot memperbaiki jalan di wilayah Pamekasan? Jawabannya sederhana, namun menampar kita semua: Kebutuhan nyata tidak mengenal birokrasi. Melintasi Batas demi Ilmu Alasan di balik kerelaan wa...

Demi Siswa Annidhamiyah, Warga Sempong Barat Gotong Royong Semen Jalan

Gambar
PASONGSONGAN – Aksi inspiratif ditunjukkan oleh warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (15/5/2026).  Didorong oleh rasa kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan—khususnya para pelajar—warga secara sukarela bergotong royong memperbaiki akses jalan perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Uniknya, infrastruktur jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya secara administratif masuk dalam wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.  Tapi, karena jalan ini jadi urat nadi aktivitas sehari-hari warga Dusun Sempong Barat, mereka memilih bergerak mandiri. Bagi warga Dusun Sempong Barat, sekat administratif tidak jadi penghalang untuk berbuat kebaikan.  Karena setiap hari, jalur tersebut padat dilalui oleh masyarakat Pasongsongan yang hendak menuju wilayah Pamekasan maupun sebaliknya. Melihat kondisi jalan yang rusak dan berpotensi membahayakan, warga akhirny...

Inspiring! Warga Sempong Barat Sumenep Hidupkan "Song-osong Lombhung" Perbaiki Jalan Perbatasan

Gambar
PASONGSONGAN – Aksi inspiratif ditunjukkan oleh warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (15/5/2026).  Secara swadaya dan sukarela, mereka menggelar aksi gotong royong untuk memperbaiki kerusakan jalan di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Uniknya, jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya secara administratif tidak masuk dalam wilayah Sumenep.  Tokoh pemuda Dusun Sempong Barat, Maskur Prima, mengungkapkan bahwa akses jalan yang mereka benahi itu justru berada di wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Meski berada di wilayah kabupaten tetangga, warga Dusun Sempong Barat tidak ragu untuk turun tangan.  Hal ini jadi bukti nyata bahwa sekat administratif sama sekali tidak melunturkan nilai luhur "Song-osong Lombhung"—sebuah falsafah hidup masyarakat Madura yang menjunjung tinggi semangat gotong royong dan berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.  Bagi warga, k...

Inspirasi Gotong Royong: Warga Sumenep Turun Tangan Perbaiki Jalan di Wilayah Pamekasan Demi Kepentingan Bersama!

Gambar
PASONGSONGAN - Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi ditunjukkan warga Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (15/5/2026).  Puluhan orang turun ke jalan untuk melakukan perbaikan jalan secara sukarela di area perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Aksi solidaritas ini bermula dari keprihatinan warga terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan seringkali menyulitkan mobilitas.  Uniknya, meskipun inisiatif berasal dari warga Sumenep, lokasi perbaikan jalan tersebut sebenarnya berada di wilayah administratif Kabupaten Pamekasan. Asmu'i, Kepala Dusun Sempong Barat, mengkonfirmasi hal tersebut. "Benar, posisi jalan yang kami perbaiki ini secara administratif masuk wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan," terangnya saat ditemui di lokasi kerja bakti. Meskipun berbeda kabupaten, Asmu'i menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga ...

Wujud Gotong Royong, Warga Sempong Barat Sumenep Swadaya Perbaiki Jalan Perbatasan

Gambar
PASONGSONGAN – Demi kenyamanan dan keselamatan berkendara, warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menunjukkan aksi nyata peduli lingkungan. Jumat (15/5/2026).  Secara sukarela dan swadaya, mereka menggelar aksi gotong royong memperbaiki akses jalan yang rusak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Uniknya, infrastruktur jalan yang diperbaiki tersebut secara administratif sebenarnya bukan masuk dalam wilayah Sumenep.  Hal ini dikonfirmasi oleh Suklis, salah seorang staf perangkat Desa Pasongsongan. "Posisi jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya masuk wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan," terang Suklis. Meski demikian, Suklis menjelaskan bahwa inisiatif kerja bakti ini murni lahir dari kesadaran warga Sempong Barat.  Sebab, jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi yang sangat vital dan saban hari ramai dilintasi oleh masyarakat dari wilayah Sempong Barat untu...

Belajar Filosofi 'Lilin Kecil' dari Blangkon Agus Sugianto: Mengapa Kolaborasi Harus Menumbangkan Kompetisi Egois di Sekolah Kita

Gambar
Di era modern ini, dunia pendidikan seringkali terjebak dalam arus kompetisi yang melelahkan.  Sekolah-sekolah berlomba-lomba memoles citra, memperebutkan calon peserta didik baru, dan saling sikut demi status "sekolah favorit".  Keberhasilan pendidikan telanjur diukur secara egois: seberapa megah infrastruktur lembaga sendiri dan seberapa mentereng prestasi internalnya.  Tapi, di tengah riuh-rendah kompetisi yang sarat ego sektoral itu, sosok Agus Sugianto hadir membawa perspektif yang sepenuhnya berbeda. Kepala SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep ini belakangan mencuri perhatian publik.  Bukan sekadar karena blangkon khas yang selalu melekat di kepalanya—yang kerap dianggap sebagai sekadar gaya nyentrik—melainkan karena isi kepala dan pola pikirnya yang mendobrak pakem arus utama. Dalam sebuah diskusi pemikiran yang tajam bersama redaksi apoymadura.com, sebuah gugatan yang sangat realistis dilayangkan kepada Agus.  Mengapa ia, sebagai ke...

SDN Prancak 3 Gelar Tour Religi: Meneladani Perjuangan Wali Songo sebagai Fondasi Karakter Siswa

Gambar
PASONGSONGAN – Suasana penuh khidmat dan semangat kebahagiaan menyelimuti rombongan siswa kelas VI SDN Prancak 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, saat melaksanakan tour religi ke makam Wali 5 di Jawa Timur. Kamis (14/5/2026).  Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah kurikulum luar ruangan yang dirancang untuk memperkuat akidah dan pemahaman sejarah Islam bagi para siswa. Tour religi ini jadi momentum penting bagi para siswa untuk memahami konsep tawasul dan menghormati jasa para ulama dalam menyebarkan syiar Islam di Nusantara.  Dengan didampingi Kepala SDN Prancak 3, Miftahul Ulum, M.Pd., serta para guru, siswa diajak merenungi nilai kesabaran dan keteguhan iman yang dicontohkan oleh para Wali Songo. Di setiap titik kunjungan, rombongan melakukan doa bersama dan pembacaan tahlil.  Hal ini bertujuan untuk membiasakan siswa mendoakan orang-orang saleh sekaligus mengingatkan mereka akan esensi kehidupan setelah mati (akhirat). Kepala...

Usung Tema Kelestarian Budaya, Lepas Pisah Siswa Kelas VI SDN Soddara 2 Bakal Tampilkan Seni Tradisional Sumenep

Gambar
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Soddara 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, tengah mematangkan persiapan menjelang perhelatan sakral tahunan Lepas Pisah Siswa Kelas VI.  Acara yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 30 Mei mendatang tersebut dipastikan tampil beda dengan mengusung misi besar penyelamatan dan pelestarian warisan leluhur daerah. Tahun ini, pihak sekolah sepakat mengangkat tema besar, yaitu "Pacu Semangat, Raih Cita-Cita, Lestarikan Budaya".  Tema ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai refleksi komitmen lembaga pendidikan formal dalam menyeimbangkan antara capaian akademik siswa dengan penguatan karakter berbasis kearifan lokal (local wisdom). Kepala SDN Soddara 2, Bambang Sutrisno, S.Pd., menyampaikan bahwa momentum lepas pisah tidak boleh hanya sekadar menjadi seremoni formalitas penyerahan siswa kembali kepada orang tua.  Lebih dari itu, acara ini harus mampu membekas jadi ruang apresiasi seni yang edukatif bagi seluruh wa...

Solid Menuju O2SN Kabupaten, KKG PJOK Pasongsongan Matangkan Pembinaan Atlet Kids Athletik di SDN Panaongan 3

Gambar
PASONGSONGAN -- Pertemuan Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep berlangsung penuh semangat di SDN Panaongan 3. Selasa (12/5/2026).  Kegiatan tersebut jadi momentum penting bagi guru olahraga se-Kecamatan Pasongsongan dalam mempersiapkan siswa menghadapi ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Sumenep cabang Kids Athletik yang akan digelar pada 3 Juni 2026 mendatang. Selain fokus pada persiapan O2SN, forum tersebut juga membahas kesiapan pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025–2026 untuk mata pelajaran PJOK kelas 1 sampai kelas 5 SD. Pertemuan dihadiri Ketua KKG PJOK Kecamatan Pasongsongan, Moh. Dafirudin serta perwakilan KKKS Kecamatan Pasongsongan yang diwakili Agus Sugianto yang sekaligus jadi tuan rumah kegiatan. Kegiatan musyawarah dan diskusi dipimpin Miftahul Ulum selaku Koordinator Bidang Non Akademik pada KKKS Kecamatan Pasongsongan.  Dalam forum tersebut, para peserta memb...

Semangat Solidaritas dan Profesionalisme, KKG PAI Pasongsongan Matangkan Persiapan Apel Akbar Jatim di SDN Panaongan 3

Gambar
PASONGSONGAN – Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak dalam kegiatan pertemuan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) yang digelar di SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Selasa (12/5/2026). Pertemuan tersebut dihadiri langsung Pengawas PAI Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Tohet, M.Pd.I, bersama para guru PAI se-Kecamatan Pasongsongan. Agenda utama dalam kegiatan tersebut yakni membahas persiapan keberangkatan guru PAI menuju Apel Akbar Guru PAI se-Jawa Timur yang akan dilaksanakan di Gelora Bung Tomo Surabaya, pada 16 Mei 2026 mendatang.  Selain itu, forum juga membahas persiapan pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025-2026 bagi siswa kelas 1 hingga kelas 5. Sebagai tuan rumah, Kepala SDN Panaongan 3 yang juga menjabat sebagai Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto, menegaskan pentingnya keterlibatan para guru PAI dalam Apel Akbar tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kekompakan se...

Kepala SDN Panaongan 3 Jadi Narasumber Sosialisasi KGBO di SDN Pasongsongan 1

Gambar
PASONGSONGAN -- Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 dipercaya jadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Kejahatan Berbasis Gender Online (KGBO) dan Parenting Digital yang digelar di SDN Pasongsongan 1 Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Senin (11/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan wali murid dan berlangsung penuh antusias. Dengan penampilan khas mengenakan blangkon ikoniknya, Agus Sugianto menyampaikan materi tentang ancaman kejahatan digital terhadap anak-anak usia sekolah dasar serta pentingnya pola asuh yang adaptif di era teknologi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan serius apabila penggunaan media digital tidak diawasi dengan baik. “Anak-anak sekarang sangat dekat dengan gadget dan media sosial. Karena itu, orang tua harus memahami potensi ancaman digital seperti perundungan online, penipuan digital, hingga penyalahgunaan data pribadi yang bisa...

Pemerintah Desa Pasongsongan Gelar Rokat Dhisah 2026, Hadirkan KH Musleh Adnan

Gambar
PASONGSONGAN -- Pemerintah Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar pengajian umum berskala besar bertajuk "Rokat Dhisah Pasongsongan 2026". Ahad siang (10/5/2026).  Acara yang dipusatkan di Lapangan Sawunggaling ini jadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus memohon keberkahan bagi desa.  Ribuan warga tampak memadati area lapangan, menciptakan suasana religius yang khidmat di tengah semangat kebersamaan. Acara inti dari pengajian ini adalah ceramah agama yang disampaikan dai kondang asal Pamekasan, KH Musleh Adnan, S.Ag.  Dalam tausiyahnya, Kiai Musleh menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga dan rasa syukur atas potensi alam yang dimiliki Desa Pasongsongan.  Dengan gaya penyampaiannya yang khas—bernas namun diselingi humor segar—dia berhasil menghibur sekaligus memberikan pencerahan spiritual kepada para jemaah yang hadir dari berbagai penjuru kecamatan. Ahmad Saleh Hari...

Mengenal Yamaro Sitompul: Maestro di Balik Lagu Pelabuhan Pasongsongan

Gambar
Yamaro Sitompul, sosok seniman yang membuktikan bahwa dedikasi tanpa batas akan membuahkan karya abadi.  Sebagai musisi berdarah Batak yang kini menetap di Bekasi, ia tidak hanya dikenal karena karakter vokalnya, tapi juga karena produktivitasnya yang luar biasa sebagai pencipta lagu.  Ribuan komposisi lahir dari tangannya dan telah memperkaya belantika musik tanah air, menjadikannya salah satu pilar kreatif yang memberikan warna tersendiri dalam industri hiburan di Indonesia. Kehebatan Yamaro tidak hanya terletak pada kemampuannya merangkai nada secara mandiri, tapi juga pada keterbukaannya dalam berkolaborasi untuk melahirkan visi artistik yang baru.  Sinergi kreatif ini menemukan bentuk nyatanya melalui kolaborasi dalam pembuatan karya-karya musik yang menyentuh hati.  Lewat proses kreatif yang mendalam, ia mampu menerjemahkan ide dan rasa jadi sebuah harmoni yang bisa dinikmati oleh khalayak luas, membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menghub...

Siswa SDN Padangdangan 2 Gelar Upacara Rutin, Tekankan Kebersihan dan Persiapan Asesmen

Gambar
PASONGSONGAN – Pelaksanaan upacara bendera hari Senin di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, berlangsung khidmat dan lancar. Senin (11/5/2026).  Suasana kondusif ini menunjukkan kedisiplinan yang terus dijaga warga sekolah dalam mengawali kegiatan belajar mengajar di awal pekan. Bertindak sebagai pembina upacara, Yeny Alfi Laeliy, S.Pd., memberikan amanat yang menekankan pentingnya menjaga ekosistem sekolah yang sehat.  Ia mengajak para murid untuk lebih peduli terhadap sampah dan menjaga keasrian kelas serta halaman agar suasana belajar tetap nyaman. Selain masalah kebersihan, Yeny juga memberikan motivasi khusus kepada para siswa untuk memacu semangat belajar mereka.  "Tingkatkan intensitas belajar kalian dan tetap fokus, agar hasil asesmen nanti memuaskan dan mencerminkan kerja keras kalian selama ini," pungkasnya di akhir amanat. [Kaiy]

Sapi Sonok Pasongsongan 2026: Keanggunan Budaya Madura di Tengah Terik.

Gambar
Sabtu (9/5/2026), berlokasi di Lapangan Sawungggaling, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, bukan sekadar lapangan berdebu.  Di bawah sengatan matahari musim kemarau yang cukup menyengat, ribuan pasang mata jadi saksi betapa tingginya martabat kebudayaan Madura lewat helatan Kontes Sapi Sonok 2026. Walau cuaca panas membungkus arena, semangat ribuan penonton yang datang dari berbagai penjuru Madura tidak surut.  Hal ini membuktikan satu hal: Sapi Sonok bukan sekadar tontonan, melainkan kebanggaan kolektif yang menyatukan masyarakat. Lebih dari Sekadar Kontes Kecantikan Berbeda dengan Karapan Sapi yang mengadu kecepatan, Sapi Sonok adalah perayaan estetika dan etika.  Diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Pasongsongan, kontes ini menampilkan sepasang sapi betina yang diapit oleh Pangonong —ukiran kayu atau bambu yang menyatukan keduanya dalam satu harmoni. Ada filosofi mendalam di balik Pangonong tersebut. Ia bukan sekadar beban, melainkan simbol keselarasan....

SDN Padangdangan 2 Luncurkan Program "Sapusa" untuk Jaga Kebersihan Lingkungan

Gambar
PASONGSONGAN -- SDN Padangdangan 2 yang terletak di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, secara resmi meluncurkan program Sabtu Pungut Sampah (Sapusa).  Program inovatif ini dirancang sebagai langkah nyata sekolah dalam membangun kesadaran individu seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf kependidikan. Sabtu (9/5/2026).  Lewat kegiatan ini, tiap Sabtu seluruh elemen sekolah bergerak bersama untuk memastikan tidak ada sampah yang berserakan di area pendidikan tersebut.s Implementasi program Sapusa dilakukan dengan metode gotong royong yang santai tapi tetap disiplin.  Suriyanto, selaku penjaga sekolah di SDN Padangdangan 2, menyambut positif inisiatif ini.  "Pembiasaan baik melalui Sapusa sangat efektif dalam menjaga kenyamanan tempat belajar," tutup Sundari. [Kaiy]
Gambar
Musik seringkali jadi mesin waktu yang paling jujur di antara beragam kesenian.  Lewat kolaborasi saya bersama musisi berdarah Batak, Yamaro Sitompul, lahir sebuah karya berjudul "Pelabuhan Pasongsongan".  Lagu ini bukan sekadar deretan nada, melainkan sebuah upaya untuk memotret kembali kejayaan sebuah bandar tua di pesisir utara Madura yang telah jadi saksi bisu pertukaran peradaban sejak berabad-abad silam. Pasongsongan dalam Lintasan Sejarah Jauh sebelum kita mengenal batas-batas modern, Pasongsongan sudah jadi magnet bagi dunia internasional.  Catatan sejarah menunjukkan bahwa sejak awal abad ke-14 Masehi, pelabuhan ini telah menjelma jadi titik temu yang sangat sibuk bagi para saudagar dari Arab dan Cina.  Di sinilah transaksi perdagangan global terjadi, berdampingan dengan misi mulia penyebaran agama Islam di nusantara. Pada masa itu, Pasongsongan bukanlah wilayah tak bertuan. Sistem pemerintahan yang tertata sudah berdiri kokoh di bawah kekuasaan seorang Adip...

Harmoni dalam Perbedaan: Persahabatan Saya dengan Yamaro Sitompul

Gambar
Persahabatan sejati seringkali tidak mengenal batas suku, agama, maupun latar belakang budaya.  Hal inilah yang saya rasakan dalam hubungan persahabatan erat saya dengan Yamaro Sitompul, seorang penyanyi gereja dan musisi berbakat berdarah Batak.  Hubungan kami adalah bukti nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang mampu melahirkan karya-karya indah. Kenangan yang paling berkesan terjadi pada 1999. Selama tiga bulan, saya sempat tinggal dan menumpang di kediaman Yamaro di Perumahan Taman Wisma Asri, Bekasi.  Di sana, saya menyaksikan langsung bagaimana sosok Yamaro bukan hanya seorang seniman yang hebat, tetapi juga pribadi yang luar biasa hangat. Meskipun saya beragama Islam dan memiliki darah Madura yang kental, Yamaro dan keluarganya menerima kehadiran saya dengan tangan terbuka tanpa sedikit pun rasa canggung. Kebaikan hati Yamaro melintasi sekat-sekat identitas. Ia memperlakukan siapa saja dengan rasa hormat dan kasih yang tulus.  Sifat ...

Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) Hari Ketiga Kelas VI di SDN Padangdangan 2 Berlangsung Tertib dan Lancar

Gambar
PASONGSONGAN --  Di hari ketiga, pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) Tahun Pelajaran 2025-2026 untuk kelas VI di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, berlangsung tertib dan lancar. Rabu (6/5/2026).  Kegiatan evaluasi akhir ini diikuti dengan penuh konsentrasi oleh para peserta didik.  Seluruh rangkaian kegiatan sejak pagi hari berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan tanpa adanya kendala yang berarti. Pengawasan yang dilakukan dewan guru juga berjalan dengan baik untuk memastikan pelaksanaan asesmen sesuai dengan tata tertib yang berlaku.  Lingkungan sekolah yang tenang dan teratur sangat mendukung kelancaran serta kenyamanan para siswa dalam menyelesaikan tahapan ASAJ pada hari ketiga ini. Akbar Choliq KS, S.Pd., selaku guru kelas VI di SDN Padangdangan 2, memberikan apresiasinya terhadap semangat para siswa.  "Pelaksanaan ASAJ kali ini siswa sangat antusias. Kami berharap hasil yang diperoleh nantinya bisa memu...

Cegah Cacingan, SDN Panaongan 3 Bersama Puskesmas Pasongsongan Wujudkan Generasi Sehat

Gambar
PASONGSONGAN – Upaya peningkatan kesehatan anak usia sekolah terus digalakkan. Salah satunya melalui kegiatan pemberian obat cacing yang dilaksanakan di SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsonga, Kabupaten Sumenep, bekerjasama dengan Puskesmas Pasongsongan. Selasa (5/5/2026). Dua tenaga kesehatan dari Puskesmas Pasongsongan, Ishmatul Amaniyah dan Maisarah, hadir langsung memberikan edukasi kepada para siswa sebelum proses pembagian obat dilakukan.  Dalam penyampaiannya, keduanya menjelaskan pentingnya konsumsi obat cacing secara berkala untuk menjaga kesehatan tubuh, mencegah gangguan pertumbuhan, serta meningkatkan konsentrasi belajar anak. Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif menyimak penjelasan dan sesekali mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan.  Suasana kelas pun menjadi hidup, mencerminkan tingginya rasa ingin tahu siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri. Pelaksanaan kegiatan di masing-masing kelas turut didampingi oleh wali kela...

Sabtu Ceria: Budaya Sekolah Penuh Makna di SDN Panaongan 3

Gambar
PASONGSONGAN -- Setiap hari Sabtu, suasana di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, terasa berbeda lebih hidup, lebih hangat, dan penuh semangat.  Program unggulan bertajuk SABTU CERIA bukan sekadar rangkaian kegiatan biasa, tapi sudah jadi budaya sekolah yang dinanti-nanti oleh seluruh siswa. Pagi hari dimulai dengan Ba’cateng (Ngamba’ Kanca Dateng) di pintu gerbang sekolah. Senyum ramah, sapaan hangat, dan jabat tangan penuh keakraban menyambut setiap siswa yang datang.  Momen ini sederhana, tapi punya makna besar: menumbuhkan rasa persaudaraan, saling menghargai, dan membangun energi positif sejak langkah pertama memasuki sekolah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Apel Kelas di masing-masing ruang belajar. Di sini, siswa berkumpul bersama wali kelas, berdoa, dan menerima arahan singkat.  Apel ini jadi ruang untuk memperkuat kedisiplinan sekaligus menanamkan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas kelas. Tak berhenti di situ, sema...