Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Ketua KKG PAI Pasongsongan Tekankan Keselarasan Absensi SIC dan Akun Siaga

Gambar
PASONGSONGAN – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Pasongsongan menggelar pertemuan rutin di SDN Padangdangan 1, Kabupaten Sumenep. Kamis pàgi (30/7/2026).  Pertemuan ini jadi wadah penguatan administrasi dan peningkatan profesionalisme bagi para guru PAI di wilayah tersebut. Dalam forum tersebut, Ketua KKG PAI Pasongsongan, Abu Siri, S.Ag, memberikan penekanan khusus terkait kedisiplinan serta kerapian pelaporan kehadiran para pendidik.  Ia mewanti-wanti seluruh guru PAI agar memastikan pencatatan kehadiran berjalan selaras di seluruh platform resmi. "Masalah absensi harus sama dan sinkron, antara pencatatan di SIC dengan data yang diunggah di akun Siaga masing-masing guru PAI," tegas Abu Siri dalam sambutannya. Penegasan ini disampaikan untuk menghindari kendala administratif yang berpotensi memengaruhi pencatatan kinerja maupun verifikasi data guru.  Kesesuaian data antara Sistem Informasi Kepegawaian (SIC) dan aplikasi Siaga Pendis menjadi k...

Paruga Pasongsongan Matangkan Persiapan Lomba HUT RI ke-81 di SDN Padangdangan 1

Gambar
PASONGSONGAN – Paguyuban Guru Olahraga (Paruga) Kecamatan Pasongsongan kembali menggelar rapat rutin bulanan yang bertempat di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (30/7/2026).  Pertemuan ini jadi momentum penting bagi para guru pendidikan jasmani dan olahraga di wilayah tersebut untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas agenda strategis tahunan. Fokus utama rapat kali ini adalah pembentukan dan penyusunan kepanitiaan lomba berbagai cabang olahraga (cabor) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Ketua Paruga Pasongsongan, Moh. Dafirudin, S.Pd., menyampaikan bahwa persiapan matang sejak jauh hari sangat diperlukan agar pelaksanaan seluruh rangkaian kompetisi olahraga berjalan tertib dan meriah.  Pembentukan panitia ini jadi langkah awal untuk mematangkan konsep, jadwal, hingga teknis pertandingan yang akan melibatkan para siswa maupun elemen masyarakat di tingkat kecamatan. "Rapat kali ini k...

Rapat K3S Pasongsongan di SDN Padangdangan 1: Dorong Kemajuan Pendidikan!

Gambar
PASONGSONGAN – SDN Padangdangan 1 jadi pusat kegiatan bagi para pendidik dan kepala sekolah se-Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (30/7/2026).  Sekolah yang berlokasi di Desa Padangdangan tersebut dipercaya jadi tuan rumah penyelenggaraan rapat rutin Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pasongsongan. Suasana keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai jalannya pertemuan.  Kepala SDN Padangdangan 1, Matrasit, M.Pd., menyambut hangat seluruh deretan tamu undangan dan peserta yang hadir di sekolahnya. Dalam sambutannya, Matrasit menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran para Kepala Sekolah se-Kecamatan Pasongsongan. "Selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian di SDN Padangdangan 1. Suatu kebanggaan bagi kami bisa menyambut rekan-rekan pendidik di sekolah yang terus berkomitmen mencetak siswa-siswi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik," ujar Matrasit. Ia jug...

Kabar Baik Bagi Tenaga Pendidik, Ketua K3S Pasongsongan Tegaskan PPPK Aman dari Penataan

Gambar
PASONGSONGAN – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pasongsongan menggelar rapat koordinasi yang bertempat di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (30/7/2026).  Pertemuan yang dihadiri para kepala sekolah dan jajaran pengurus K3S se-Kecamatan Pasongsongan tersebut membahas berbagai agenda strategis terkait peningkatan mutu pendidikan dan kepegawaian di wilayah setempat. Salah satu poin penting yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut disampaikan langsung Ketua K3S Kecamatan Pasongsongan, Akhmad Busri, M.Pd., saat memberikan sambutan.  Di hadapan para peserta rapat, ia membagikan arahan langsung dari Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mengenai kejelasan status para tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Akhmad Busri menegaskan bahwa posisi seluruh PPPK maupun PPPK Paruh Waktu di lingkungan Kabupaten Sumenep berada dalam kondisi aman.  Ia meminta agar para tenaga pendidik dan kependidikan tidak p...

Semarak HUT RI ke-81 di Pasongsongan: Lomba Seni Fokus pada Lukis, Mewarnai, dan Kolase

Gambar
PASONGSONGAN — Menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Panitia Lomba Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, mulai mematangkan berbagai persiapan.  Untuk bidang seni, panitia menetapkan tiga cabang lomba utama tahun ini, yakni lomba melukis, mewarnai, dan kolase. Selasa (28/7/2026).  Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Lomba Bidang Seni HUT RI ke-81 Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto, S.Pd., usai menghadiri Rapat Panitia Induk di Kantor Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kepala SDN Panaongan 3 ini menjelaskan bahwa rangkaian perlombaan seni ini dikhususkan bagi para siswa tingkat usia dini dan sekolah dasar. "Untuk bidang seni tahun ini, kami fokus melaksanakan tiga jenis lomba, yaitu melukis, mewarnai, dan kolase. Sasaran peserta ditujukan bagi para peserta didik tingkat TK/RA serta SD/MI di wilayah Kecamatan Pasongsongan," ujar Agus Sugianto kepada awak media. Langkah ini diambil untuk wadah ekspre...

Optimis Curi Gelar Juara, Guru Olahraga SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Gembleng Siswa Sambut HUT RI ke-81

Gambar
  PASONGSONGAN — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 bergema kuat di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Selasa (28/7/2026).  Guru olahraga setempat, Risqon Muttaqin, S.Pd., terus menggembleng dan mematangkan persiapan para siswanya untuk berlaga di berbagai ajang kompetisi antar-sekolah. Dengan porsi latihan yang intensif, Risqon optimistis para anak didiknya nakal mampu bersaing ketat hingga memborong posisi juara pada gelaran lomba peringatan kemerdekaan tahun ini. "Kami tidak datang hanya sekadar meramaikan. Anak-anak sudah menjalani proses latihan yang cukup panjang untuk mengasah teknik dan mental bertanding. Saya sangat yakin mereka siap memberikan hasil terbaik dan merebut posisi juara," ujar Risqon di sela-sela mendampingi latihan siswa. Latihan yang digelar di lingkungan sekolah tersebut mencakup berbagai cabang olahraga dan perlombaan khas kemerdekaan.  Risqon menekankan bahwa penguasaan tekn...

Pelaksanaan Upacara Bendera di SDN Padangdangan 1 Berlangsung Khidmat, Pembina Upacara Ingatkan Persiapan HUT RI ke-81

Gambar
PASONGSONGAN – Suasana khidmat menyelimuti halaman SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, saat pelaksanaan upacara bendera rutin mingguan digelar. Senin (27/7/2026). Seluruh siswa dan dewan guru mengikuti jalannya upacara dengan penuh kedisiplinan hingga selesai. Bertindak sebagai pembina upacara pada kesempatan tersebut adalah Yasti Yatun, S.Pd., salah satu guru di SDN Padangdangan 1.  Dalam amanat singkat yang disampaikannya, ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban, baik saat pelaksanaan upacara maupun dalam kegiatan belajar sehari-hari. Selain kedisiplinan, Yasti juga membakar semangat para siswa untuk mulai bersiap menghadapi berbagai perlombaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.  Ia optimistis, lewat persiapan yang matang dan pembinaan yang terarah, SDN Padangdangan 1 mampu mempertahankan prestasi manis yang telah diraih sebelumnya. "Dengan persiapan matang, saya yakin SDN Padangdangan 1 mampu me...

Tingkatkan Kedisiplinan dan Kesehatan, SDN Padangdangan 2 Sukses Gelar Upacara Bendera Rutin

Gambar
PASONGSONGAN – Kegiatan upacara bendera rutin tiap pekan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, berlangsung dengan lancar dan khidmat. Senin (27/7/2026).  Seluruh siswa beserta dewan guru tampak antusias dan tertib mengikuti jalannya upacara dari awal hingga akhir. Bertindak sebagai pembina upacara pada kesempatan kali ini adalah Mohammad Zali, selaku guru kelas IV SDN Padangdangan 2.  Dalam amanat singkat yang disampaikannya, ia memberikan beberapa arahan penting kepada seluruh peserta upacara. Mohammad Zali mengimbau para murid untuk senantiasa menjaga kesehatan, mengingat kondisi iklim yang saat ini sedang memasuki musim kemarau.  Hal ini sangat krusial agar kondisi fisik para siswa tetap prima dan siap dalam menyambut berbagai kegiatan mendatang. "Jaga kesehatan dengan baik di tengah musim kemarau ini. Apalagi sebentar lagi kita akan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81 yang akan dimeriahkan dengan...

SDN Padangdangan 1 Banjir Murid Baru Berkat Deretan Prestasi!

Gambar
PASONGSONGAN — SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, dibanjiri pendaftar pada penerimaan peserta didik baru tahun ini. Senin (27/7/2026).  Membludaknya jumlah siswa baru di sekolah ini tidak lepas dari rentetan prestasi gemilang yang berhasil diraih para muridnya, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Sudah pasti, daya tarik sekolah ini semakin kuat di mata masyarakat berkat komitmennya dalam mengasah dan mengoptimalkan bakat para murid.  Berbagai piala dan penghargaan dari beragam ajang kompetisi jadi bukti nyata dari keberhasilan pola pendidikan yang diterapkan di SDN Padangdangan 1. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Padangdangan 1, Sundari, S.Pd., menyampaikan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil yang didapat secara instan.  Menurutnya, diperlukan proses panjang yang konsisten agar anak-anak mampu bersaing dan meraih juara. "Untuk mencetak prestasi itu bukan perkara mudah, butuh bimbingan dan pembinaan yang intensif dari para guru ya...

Sambut HUT RI ke-81, Paruga Pasongsongan Gelar Pertemuan Rutin di SDN Panaongan 4

Gambar
PASONGSONGAN – Paguyuban Guru Olahraga (Paruga) Kecamatan Pasongsongan kembali menggelar pertemuan rutin yang bertempat di SDN Panaongan 4. Ahad (26/7/2026).  Pertemuan ini jadi ajang konsolidasi para tenaga pendidik bidang olahraga dalam menyongsong berbagai kegiatan besar di wilayah Kabupaten Sumenep. Salah seorang guru olahraga dari SDN Pasongsongan 5, Hariyanto Aloy, menyampaikan bahwa fokus utama pada pembahasan kali ini adalah persiapan dan partisipasi Kecamatan Pasongsongan dalam rangkaian lomba yang digagas Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. "Pertemuan hari ini membahas keikutsertaan kontingen Pasongsongan dalam ajang lomba yang diselenggarakan DWP Dinas Pendidikan Sumenep. Berbagai persiapan, mulai dari pemetaan potensi hingga teknis pelaksanaan di lapangan, menjadi perhatian utama kami," ujar Hariyanto Aloy. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan lomba tersebut dijadwalkan bakal dimulai pada 9 Agustus mendatang.  Event t...

Pisah Sambut Pengawas Warnai Pertemuan Rutin KKG PAI Pasongsongan di SDN Pasongsongan 1

Gambar
PASONGSONGAN – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali menggelar agenda pertemuan bulanan. Sabtu (25/7/2026)  Acara yang ditempatkan di SDN Pasongsongan 1 ini terasa istimewa dan penuh haru karena dirangkai dengan momen pisah sambut Pengawas PAI Kecamatan Pasongsongan. Dalam pertemuan tersebut, tongkat estafet kepengawasan pendidikan agama Islam secara resmi beralih dari pengawas lama, Tohet, M.Pd., kepada pengawas yang baru, Jufri, S.Pd.I., M.M. Ketua KKG PAI Kecamatan Pasongsongan, Abu Siri, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi pengawas lama selama bertugas membina para guru di wilayahnya. "Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Tohet atas bimbingan dan dedikasinya selama bertugas di Kecamatan Pasongsongan. Banyak ilmu, arahan, dan motivasi yang telah Bapak berikan kepada kami," ungkap Abu Siri. Ia juga mendoakan agar pengabdian yang telah ...

Pertemuan Bulanan KKG PAI Pasongsongan: Resmi Sambut Pengawas Baru

Gambar
PASONGSONGAN — Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali menggelar pertemuan bulanan rutin yang bertempat di SDN Pasongsongan 1, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik PAI se-Kecamatan Pasongsongan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan program kerja ke depan. Dalam sambutannya, Ketua KKG PAI Pasongsongan, Abu Siri, S.Ag, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang secara khusus kepada Pengawas PAI Kecamatan Pasongsongan yang baru, Jufri, S.Pd.I,M.M, yang hadir menggantikan pengawas sebelumnya. "Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Jufri, S.Pd.I. Besar harapan kami, kehadiran beliau dapat membawa semangat baru, bimbingan yang optimal, serta perubahan yang jauh lebih baik bagi kemajuan pendidikan agama Islam di Kecamatan Pasongsongan," ujar Abu Siri. Pertemuan bulanan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban.  Hadir dalam pertemua...

Banyak Siswa Bukan Jaminan: Meninjau Ulang Makna "Sekolah Favorit" di Era Zonasi

Gambar
Setiap memasuki musim penerimaan peserta didik baru, pemandangan yang sama selalu berulang: para orang tua berbondong-bondong, bahkan rela berebut, demi mengamankan satu kursi di sekolah yang berlabel "favorit".  Jarak rumah yang jauh seringkali diabaikan, padahal ada sekolah sederajat yang lokasinya hanya beberapa ratus meter dari tempat tinggal mereka. Fenomena ini memicu pertanyaan mendasar: apa sebenarnya yang membuat sebuah sekolah disebut favorit?  Apakah indikator utamanya adalah jumlah siswa yang melimpah dan gedung yang selalu penuh sesak? Mitos Kuantitas dan Narasi "Kepercayaan Masyarakat" Sebagian sekolah beranggapan bahwa kian banyak siswa yang mendaftar dan diterima, makin tinggi pula legitimasi kualitas mereka.  Buka pintu seluas-luasnya, tambah kuota rombongan belajar, lalu berlindung di balik frasa: "Ini adalah wujud kepercayaan wali siswa." Tapi, mengukur kualitas pendidikan semata-mata dari kuantitas peserta didik adalah pandangan yang ke...

Membongkar Mitos Sekolah Favorit: Ketika Persepsi Mengalahkan Realita Pendidikan

Gambar
Setiap memasuki tahun ajaran baru, sebuah pola berulang senantiasa terjadi di tengah masyarakat kita.  Ada sekolah tertentu yang kebanjiran pendaftar hingga harus menolak puluhan calon siswa, sementara di sudut lain, ada sekolah yang harus bersusah payah sekadar untuk memenuhi kuota satu ruang kelas.  Sekolah yang sepi peminat ini perlahan-lahan mati suri, terancam digabung, atau bahkan ditutup. Kondisi ini memicu satu pertanyaan krusial: Apakah sekolah yang sepi peminat tersebut memang tidak berkualitas? Jika fenomena ini dicermati di Kabupaten Sumenep, jawaban atas pertanyaan tersebut jelas: tidak sejajar. Kualifikasi Guru yang Tak Lagi Menjadi Pembeda Secara umum, mayoritas tenaga pendidik di Kabupaten Sumenep—maupun daerah lainnya—saat ini telah mengantongi Sertifikat Pendidik.  Artinya, secara kualifikasi, kompetensi, dan standar profesionalisme, para guru di sekolah yang dianggap "kurang favorit" memiliki kapasitas yang relatif sama dengan mereka yang mengajar di se...

Pemkab dan BPN Sumenep Lakukan Pengukuran Tanah di SDN Padangdangan 2 untuk Inventarisasi Aset

Gambar
PASONGSONGAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep menerjunkan tim untuk melakukan pengukuran tanah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (24/7/2026).  Kegiatan ini difokuskan untuk memastikan batas-batas wilayah sekolah serta legalitas kepemilikan lahan secara resmi. Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd.SD, mengonfirmasi bahwa pengukuran lahan tersebut merupakan langkah nyata dalam menata administrasi daerah.  Menurutnya, proses ini merupakan bagian integral dari program pengamanan dan inventarisasi aset milik Pemkab Sumenep. "Pengukuran tanah di lingkungan sekolah kami ini bertujuan untuk pengamanan serta inventarisasi aset Pemkab Sumenep, agar ke depannya memiliki kejelasan status hukum dan pendataan yang teratur," ujar Madun. Langkah pendataan dan sertifikasi aset fasilitas pendidikan ini diharapkan dapat mencegah potensi sengketa lahan di masa mendatang, sekaligus...

Tumbuhkan Karakter Religius, Guru PAI SDN Padangdangan 1 Biasakan Siswa Baca Surah Yasin Setiap Pagi

Gambar
PASONGSONGAN — Ada pemandangan berbeda setiap pagi di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (24/7/2026).  Sebelum bel masuk berbunyi dan kegiatan belajar mengajar dimulai, para siswa tampak khusyuk berkumpul untuk membaca Surah Yasin bersama. Kegiatan rutin ini dipimpin Sundari, S.Pd., selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah tersebut.  Pembiasaan positif ini digelar di awal hari agar menjadi fondasi spiritual bagi para murid sebelum menerima materi pelajaran di kelas. Sundari mengungkapkan bahwa rutinitas pagi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dalam membentuk karakter peserta didik.  Menurutnya, penanaman nilai-nilai religius sejak dini sangat krusial di tengah perkembangan zaman saat ini. "Rutinitas pagi ini sangat penting agar para peserta didik bisa memiliki dan melekatkan nilai-nilai religius dalam diri mereka. Kita ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga memiliki akhlak yang...

Tak Semua Pahlawan Memakai Seragam, Ada yang Berblangkon dan Mengantar Seorang Bocah Menjemput Langkah Pertamanya

Gambar
PASONGSONGAN – Di sebuah sekolah dasar yang berdiri di tengah hamparan sawah Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, lahir sebuah kisah yang mengajarkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal jabatan, profesi, ataupun batas wilayah. Kisah itu bermula dari kepedulian seorang kepala sekolah. Namanya Agus Sugianto, S.Pd, Kepala SDN Panaongan III. Masyarakat mengenalnya sebagai sosok yang selalu tampil sederhana dengan blangkon Madura di kepalanya. Namun, di balik penampilan khas itu, tersimpan hati yang meyakini bahwa tugas seorang pendidik bukan hanya mengajar di ruang kelas, melainkan juga menghadirkan harapan bagi sesama. Harapan itu kemudian menemukan wajahnya pada seorang bocah bernama Irsya. Sejak dilahirkan, kedua kaki Irsya mengalami kelainan. Ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya berlari mengejar teman-temannya, apalagi bermain tanpa batas. Setiap kali ingin berpindah tempat, bocah itu hanya mampu mengesot menggunakan kedua tangannya. Pemandangan itu berkali-kali mengetuk hati Ag...

Membangun Komunitas Digital Lewat Konten Menghibur dan Soft Selling

Gambar
SUMENEP -- Di tengah ketatnya persaingan kreator konten, Arrijal Faiz dan Moh. Heriawan memilih pendekatan berbeda melalui akun TikTok @papibubub.daily.  Awalnya dibuat untuk memperkenalkan bisnis mereka, AF Store Sumenep, akun ini kini berkembang pesat dengan mengedepankan hiburan, interaksi, dan kedekatan dengan audiens dibanding sekadar berjualan secara agresif. Lewat strategi soft selling—seperti video komedi, vlog, tantangan, hingga sesi live streaming yang interaktif—akun mereka berhasil berkembang secara organik hingga meraih puluhan ribu pengikut dan jutaan tayangan tanpa promosi berbayar.  Kepercayaan dan loyalitas komunitas yang terbentuk juga membuka peluang kerja sama endorsement serta promosi UMKM lokal secara alami. Ariz (Arrijal Faiz) menegaskan bahwa kepercayaan audiens adalah aset utama.  "Kami ingin orang terhibur dan merasa nyaman dulu. Jika sudah percaya, promosi produk akan terasa lebih natural," ujar Ariz di tempat kerjanya. Kamis (23/7/2026).  ...

Menjaga Bahasa Ibu Lewat Dongeng Perang Udara Joko Tole

Gambar
Di tengah derasnya arus informasi digital, tradisi berdiskusi jadi ruang yang kian berharga.  Ketika masyarakat lebih akrab dengan tayangan singkat di media sosial.  Ada suasana tersendiri saat menghadiri diskusi rutin mingguan di Gedung MWC NU Pasongsongan, Sumenep.  Selasa malam, 21 Juli 2026, jadi momen yang amat berkesan bagi saya.  Bukan sekadar jadi bagian dari lingkaran diskusi yang selalu hangat, malam itu saya mendapat kehormatan untuk berdiri di depan kawan-kawan sebagai narasumber. Membawa sebuah karya sastra fabel dan tutur berbahasa Madura: dongeng Joko Tole Aperrang Kalaban Dempo Abang. Diskusi pekanan di MWC NU Pasongsongan, selama ini selalu jadi ruang yang hidup untuk menukar gagasan, merawat ingatan kolektif, dan membumikan isu-isu keumatan serta kebudayaan.  Tapi, mengangkat sastra tutur Madura dalam majelis tersebut memberikan nuansa unik—sebuah perjumpaan antara tradisi lokal, nilai spiritual, dan imajinasi kolektif kita sebagai warga Madura...

Kisah Ta'olle Nelayan Pasongsongan dan Gelombang Perantauan

Gambar
Pasongsongan bukan sekadar titik di peta timur Madura. Bagi saya, tanah ini adalah tempat kelahiran sekaligus rumah dimana suara ombak dan bau asin air laut selalu jadi latar belakang tumbuh kembang kami.  Tapi, dalam tiga tahun terakhir, ada yang berbeda saat melangkah ke pelabuhan atau pesisir Pasongsongan.  Dulu, riak laut senantiasa membawa harapan dan kepulangan perahu yang sarat dengan hasil tangkapan.  Sekarang berbeda, suasana itu berubah jadi sunyi menyayat hati. Kidung pilu mengalun sedih ke ruang-ruang kehidupan mereka.  Melihat kenyataan tersebut, para nelayan lokal hari ini, ada rasa sedih yang sulit disembunyikan.  Istilah ta’olle—kosakata bahasa Madura untuk menggambarkan kondisi tidak mendapatkan apa-apa—kini kian sering terdengar di bibir para nelayan.  Paceklik ikan berkepanjangan selama beberapa tahun terakhir membuat melaut bukan lagi jaminan untuk menyambung hidup keluarga, melainkan perjudian yang acapkali berakhir rugi di solar dan te...

Keren! Pembina Upacara SDN Padangdangan 1 Minta Siswa Kelas Tinggi Jadi Contoh

Gambar
PASONGSONGAN — Kedisiplinan dan pembentukan karakter sejak dini terus jadi fokus utama di lingkungan sekolah dasar.  Hal ini ditegaskan kembali dalam upacara bendera hari Senin yang berlangsung khidmat di halaman SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Senin (20/7/2026).  Bertindak sebagai Pembina Upacara, Yudi Hariyanto, S.Pd., menyampaikan amanat penting yang ditujukan kepada seluruh warga sekolah.  Dalam arahannya, ia memberikan penekanan khusus mengenai adab dan perilaku santun, khususnya penghormatan siswa terhadap seluruh guru di sekolah. Menurut Yudi, adab merupakan pondasi utama dalam menuntut ilmu.  Oleh karena itu, ia meminta seluruh siswa untuk selalu menjaga sopan santun, mendengarkan nasihat, dan menghormati bapak dan ibu guru yang telah mendidik mereka dengan ikhlas. Selain masalah adab, Yudi Hariyanto juga menyoroti pentingnya peran keteladanan di lingkungan sekolah.  Ia mengimbau agar para siswa di kelas tinggi (kelas IV, ...

Guru SDN Padangdangan 2 Pasongsongan: Stop Bullying, Yuk Berani Melapor!

Gambar
PASONGSONGAN — Upaya pencegahan aksi perundungan (bullying) terus digalakkan di lingkungan sekolah. Senin (20/7/2026).  Dalam amanat upacara bendera, Guru Kelas V SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Akbar Cholik, S.Pd., memberikan peringatan keras kepada seluruh siswa agar sama sekali tidak melakukan tindakan perundungan. Di hadapan peserta upacara, Akbar menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar.  Ia mengimbau kepada seluruh siswa-siswi untuk saling menghargai dan tidak ragu melaporkan kepada pihak guru jika melihat atau mengalami tindakan perundungan. "Jika ada yang melakukan perundungan, segera melapor kepada guru. Jangan takut," tegas Akbar Cholik dalam amanatnya. Ia juga menjelaskan bahwa perundungan biasanya dilakukan oleh pihak yang merasa lebih kuat atau lebih dewasa secara usia kepada mereka yang lebih lemah.  Oleh karena itu, Akbar mengingatkan pentingnya keberanian untuk bersuara agar lingkaran p...

Ironi Pasongsongan Sumenep: Lumbung Ikan yang Kini Sepi Juragan Perahu

Gambar
Bagi masyarakat Madura, bahkan sebagian besar orang di Jawa Timur, nama Pasongsongan bukan sekadar titik koordinat di pesisir utara Kabupaten Sumenep.  Sejak generasi kakek-nenek kita terdahulu, Pasongsongan adalah legenda hidup—sebuah episentrum bahari yang diakui sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Pulau Garam.  Deru mesin perahu, aroma asin laut yang khas, dan riuhnya tawar-menawar di pelabuhan pesisir Pasongsongan  adalah urat nadi kehidupan masyarakatnya.  Menjadi "Juragan Perahu" di sini bukan cuma soal status sosial, melainkan simbol kejayaan dan kebanggaan harga diri laki-laki pesisir. Tapi, hari ini, narasi kejayaan itu sedang mengalami ujian terbesarnya.  Angin perubahan meniupkan cerita yang berbeda dari pesisir Pasongsongan.  Banyak perahu bersandar di dermaga, dan satu demi satu juragan perahu yang dulunya menguasai lautan memilih untuk menepi.  Kenapa begitu? Karena seringkali perahu mereka pulang tanpa hasil.  Merek...

Mulia! Aksi TikToker Mana-Mana di SDN Panaongan 3 Pasongsongan

Gambar
PASONGSONGAN — TikToker asal Sumenep yang populer dengan nama "Mana-Mana" menunjukkan aksi nyata kepedulian sosialnya dengan mengunjungi SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (16/7/2026). Kehadiran konten kreator ini membawa kebahagiaan bagi keluarga besar sekolah, khususnya para siswa yang membutuhkan. Dalam kunjungan tersebut, Mana-Mana menyerahkan santunan secara langsung kepada sejumlah siswa yatim serta membagikan bantuan paket alat tulis.  Aksi ini diharapkan bisa memotivasi para siswa agar tetap bersemangat dalam menuntut ilmu di bangku sekolah. "Alhamdulillah, hari ini bisa sedikit berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di SDN Panaongan 3," ujar Mana-Mana di sela-sela kegiatannya. Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan TikToker asal Sumenep ini.  Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi para siswa. "Kami sangat berterima kasih atas kepedulia...

Hari Ke-4 MPLS Ramah SDN Panaongan 3: Nakes Pasongsongan Edukasi Siswa Lewat "Gerakan ASRI"

Gambar
PASONGSONGAN— Memasuki hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menghadirkan kegiatan edukasi yang interaktif dan bermanfaat bagi para peserta didik baru. Kamis (16/7/2026).  Bekerja sama dengan Puskesmas Pasongsongan, sekolah menghadirkan dua tenaga kesehatan (nakes), Lailatul Fadila dan Febrilah Putri, untuk memberikan edukasi mengenai Gerakan ASRI.  Gerakan ini dirancang khusus untuk mengajarkan anak-anak sejak dini tentang pentingnya hidup bersih, sehat, aman, serta menjaga lingkungan sekolah agar tetap indah dan nyaman. Dalam sesi tersebut, para siswa tampak antusias mengikuti arahan dari para nakes (tenaga kesehatan).  Edukasi dikemas secara menyenangkan agar nilai-nilai kebersihan dan kesehatan lingkungan bisa dengan mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto...

Aksi Nyata Mana-Mana di MPLS SDN Panaongan 3, Edukasi Plus Santunan!

Gambar
PASONGSONGAN – Kehadiran konten kreator sekaligus TikToker asal Madura, Deny Puja Pranata, atau yang lebih akrab disapa Mana-Mana, kembali memicu antusiasme luar biasa.  Untuk kedua kalinya, ia hadir di tengah keluarga besar SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (16/7/2026). Kedatangan Mana-Mana kali ini bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah.  Dalam kesempatan tersebut, ia membawa misi penting untuk mengedukasi para peserta didik baru mengenai pentingnya Sopan Santun Bersosmed. Dengan gaya khasnya yang komunikatif, interaktif, dan penuh humor, Mana-Mana berhasil mencairkan suasana.  Di hadapan para siswa, ia mengingatkan agar generasi muda bijak dalam menggunakan teknologi digital sejak dini. "Media sosial itu harus jadi ruang untuk berbagi kebaikan dan hal-hal positif, bukan tempat untuk saling menghina ataupun menyebarkan kebencian," tegas Mana-Mana di sela-sela kegiatannya. Tidak hanya berbag...

Soroti 'Anomali Kekuasaan', Ahmad Riyadi Sebut Kondisi Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Gambar
PASONGSONGAN — Kondisi sosial, ekonomi, dan penegakan hukum di Indonesia menuai sorotan tajam. Selasa (14/7/2026).  Dalam sebuah diskusi rutin yang digelar di Gedung Wahab Hasbullah, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, akademisi sekaligus pengamat, Ahmad Riyadi, M.Pd, secara gamblang membedah fenomena yang ia sebut sebagai "Anomali Kekuasaan". Menurut Ahmad Riyadi, saat ini Indonesia sedang berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.  Ia menilai ada ketimpangan besar antara narasi keberhasilan pemerintah dengan realitas yang dihadapi oleh masyarakat di akar rumput. "Banyak kebijakan yang menyerap anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam jumlah fantastis, namun dampaknya tidak dirasakan secara utuhnya oleh rakyat," ujar Ahmad Riyadi dalam pemaparannya. Di sisi lain, Ketua MWC NU Pasongsongan ini juga menyoroti beban hidup masyarakat yang kian berat akibat lonjakan pajak dan utang luar negeri negara yang terus menumpuk. Ironisnya,...