Soroti 'Anomali Kekuasaan', Ahmad Riyadi Sebut Kondisi Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja? Ini Kata Ahmad Riyadi!


PASONGSONGAN — Kondisi sosial, ekonomi, dan penegakan hukum di Indonesia menuai sorotan tajam. Selasa (14/7/2026). 

Dalam sebuah diskusi rutin yang digelar di Gedung Wahab Hasbullah, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, akademisi sekaligus pengamat, Ahmad Riyadi, M.Pd, secara gamblang membedah fenomena yang ia sebut sebagai "Anomali Kekuasaan".

Menurut Ahmad Riyadi, saat ini Indonesia sedang berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. 

Ia menilai ada ketimpangan besar antara narasi keberhasilan pemerintah dengan realitas yang dihadapi oleh masyarakat di akar rumput.

"Banyak kebijakan yang menyerap anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam jumlah fantastis, namun dampaknya tidak dirasakan secara utuhnya oleh rakyat," ujar Ahmad Riyadi dalam pemaparannya.

Di sisi lain, Ketua MWC NU Pasongsongan ini juga menyoroti beban hidup masyarakat yang kian berat akibat lonjakan pajak dan utang luar negeri negara yang terus menumpuk.

Ironisnya, beban ekonomi yang dipikul warga tidak sejalan dengan ketegasan penegakan hukum di tanah air.

Ahmad Riyadi menilai penegakan hukum saat ini kerap kali dikalahkan oleh kepentingan kebijakan politik. 

Salah satu indikator paling nyata adalah lemahnya efek jera bagi para pelaku tindak pidana korupsi.

"Koruptor di negara kita hanya sekadar dipenjara. Mereka tidak dimiskinkan secara struktural, apalagi dijatuhi hukuman mati. Akibatnya, kejahatan kerah putih ini terus berulang tanpa ada rasa takut dari para pelakunya," tegasnya di hadapan peserta diskusi.

Diskusi rutin ini diharapkan bisa jadi ruang refleksi kritis bagi masyarakat dan pemangku kebijakan agar arah pembangunan nasional kembali berpihak pada kesejahteraan rakyat dan keadilan hukum yang hakiki. [Kaiy]

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan PPPK Paruh Waktu Sumenep ke DPR RI, Siap-Siap Jadi Penuh Waktu?

Duh, "Niserra" Guru PPPK PW: Sekolah Sepi Murid, Tunjangan Terancam Hangus?