Minggu, 31 Agustus 2025

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan Berlangsung Meriah dan Lancar

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan 2025
Salah satu peserta dari SDN Padangdangan 2. [Foto: sh]

SUMENEP – Panitia peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan sukses menggelar lomba karnaval. Ahad (31/8/2025). 

Peserta karnaval dilepas dari Lapangan Sawunggaling Pasongsongan dan finish di depan eks Kantor UPT Pendidikan.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berlangsung meriah dan tertib. 

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan

Arus lalu lintas di sepanjang jalur karnaval tetap lancar berkat pengawalan personel dari Polsek dan Koramil Pasongsongan.

Ketua seksi karnaval, Sapulan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. 

“Kami berterima kasih atas dukungan lembaga pendidikan dan instansi di wilayah Pasongsongan sehingga karnaval ini berjalan sukses,” ujarnya.

Karnaval pasongsongan 2025
Para juara karnaval Kecamatan Pasongsongan 2025. [Foto: sh]

Karnaval yang diikuti pelajar dan instansi ini jadi salah satu rangkaian kegiatan semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan. [sh]

Karnaval HUT RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan Meriah, Peserta Didominasi Pelajar dan Instansi

Karnaval Kecamatan Pasongsongan 2025
Lomba karnaval dari kalangan pelajar tingkat SD. [Foto: sh]

SUNENEP – Lomba karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kecamatan Pasongsongan berlangsung meriah. Ahad (31/8/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh kalangan pelajar dari berbagai lembaga pendidikan serta sejumlah instansi.

Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka menampilkan kreasi kostum dan atraksi yang memikat perhatian masyarakat. 

Karnaval ini sekaligus jadi hiburan bagi warga yang memadati sepanjang rute acara.

Karnaval Pasongsongan 2025

“Lomba karnaval bagi peserta didik kami merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Karena bagi yang tidak pernah ikut lomba, terutama mereka yang tidak bisa ikut berpartisipasi dalam beberapa lomba karena kalah seleksi dengan teman-temannya, maka mereka bisa ikut lomba karnaval,” terang Sundari, guru SDN Padangdangan 2 yang turut mendampingi siswanya. 

Lebih jauh ia mengatakan, dengan terselenggaranya lomba karnaval ini, suasana semarak perayaan kemerdekaan makin terasa di Pasongsongan, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan nasionalisme masyarakat.

Sementara itu, lomba karnaval dilepas pukul 13.00 WIB di bawah terik matahari cukup menyengat. [sh]

Karnaval HUT RI ke-80 di Pasongsongan Berlangsung Sukses Tanpa Kemacetan

Karnaval pasongsongan 2025
Salah satu peserta lomba karnaval Kecamatan Pasongsongan 2025. [Foto: sh]

SUMENEP – Pelaksanaan lomba karnaval dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan berjalan sukses. 

Acara yang digelar pada Minggu siang (31/8/2025) ini diikuti oleh peserta dari berbagai lembaga pendidikan serta beberapa instansi. 

Pelepasan peserta dimulai tepat pukul 13.00 WIB dengan kondisi cuaca cukup panas. 

Meski demikian, semangat peserta dan antusiasme masyarakat tidak surut. 

Panitia penyelenggara terlihat sigap dalam mengatur jalannya acara, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan panjang.

“Rupanya panitia telah mengantisipasi beberapa kemungkinan agar pelaksanaan lomba karnaval tidak melumpuhkan arus lalu lintas,” ungkap Sundari, salah seorang guru SDN Padangdangan 2, yang turut menyaksikan jalannya karnaval. 

Berbagai penampilan kreatif dari peserta, mulai dari kostum tematik hingga atraksi budaya, berhasil memikat perhatian masyarakat sepanjang rute karnaval. 

Ketertiban lalu lintas yang tetap terjaga membuat acara kian meriah dan nyaman untuk dinikmati. [sh]

Sabtu, 30 Agustus 2025

CERPEN: Badai Fitnah yang Menghantam Tona

Cerita pendek terbaru apoyMadura

By: Suriyanto Hasyim

Tona dikenal sebagai guru teladan di salah satu SMA. Sikapnya ramah, tutur katanya halus, dan ia selalu jadi panutan murid-muridnya. 

Tapi di balik semua itu, ada kelemahan kecil yang justru menjadi awal badai besar dalam hidupnya: Tona tidak bisa mengendarai sepeda motor.

Setiap kali pulang mengajar, ia kerap dibonceng oleh Debur, salah seorang siswanya yang tinggal tak jauh dari rumahnya.

Bagi Tona, itu hanyalah bentuk bantuan seorang murid kepada gurunya. Bagi Debur, itu adalah tanda hormat sekaligus kesempatan untuk berbakti.

Namun, mata masyarakat tak pernah berhenti menafsirkan. 

Bisikan-bisikan mulai terdengar: “Guru Tona kok sering pulang bareng sama murid laki-laki?”, “Apa mereka ada hubungan khusus?”, begitu kata orang-orang. Fitnah itu menyebar lebih cepat dari angin.

Lama-kelamaan, kabar miring sampai juga ke telinga suaminya. 

Rumah tangga yang tadinya tenang mendadak porak-poranda. Suaminya, yang sejak awal percaya penuh, kini mulai dirundung curiga.

Tona hanya bisa menangis, mencoba menjelaskan bahwa semua itu murni kebetulan, murni kebutuhan. 

Tapi siapa yang mau percaya, ketika gosip sudah jadi “kebenaran” di mata orang banyak?

Badai fitnah itu menghantam biduk rumah tangganya, membuat Tona sadar bahwa kadang, niat baik pun bisa berbuah pahit ketika disalahartikan. 

Dan di tengah luka itu, ia hanya mampu berdoa agar suatu saat kebenaran kembali berpihak padanya. []

CERPEN: Ingin Pulang dan Penyesalan Debur yang Terlambat

Cerita singkat Debur

By: Suriyanto Hasyim

Debur, seorang anggota parlemen yang dulu dihormati, tak pernah terbayangkan satu ucapan kasarnya akan mengubah segalanya. 

Dalam sebuah sidang terbuka, emosinya meledak. 

Kata-kata yang keluar dari mulutnya dianggap menghina rakyat. 

Berita pun menyebar cepat media sosial, memicu gelombang amarah rakyat. 

Episode selanjutnya, demonstrasi pecah di mana-mana, menuntutnya mundur dari jabatan.

Tak sanggup menghadapi tekanan, Debur bersama istrinya dan anaknya memutuskan pergi ke luar negeri. 

Dari kejauhan, ia hanya bisa menyaksikan layar berita yang menayangkan wajah rakyatnya bersatu melawan kesombongan seorang wakil mereka.

Di ruang pengasingan itu, Debur duduk termenung. Ia mengingat bagaimana dulu rakyat mempercayainya, bagaimana mereka menitipkan harapan kepadanya. 

Tapi, kepercayaan itu hancur oleh lidahnya sendiri.

“Seandainya aku bisa menarik kembali kata-kata itu…” gumamnya lirih. 

Tapi ia tahu, penyesalan tak pernah mampu menghapus luka.

Kini, yang tersisa hanyalah sunyi, rasa bersalah, dan kerinduan pada tanah air yang dulu mengangkatnya, tapi kini menolaknya. []

CERPEN: Cinta Gelap di Balik Kekuasaan

Cerita singkat perselingkuhan

By: Suriyanto Hasyim

Tona, Direktur Utama sebuah BUMN ternama, tampak berwibawa di hadapan publik. 

Tapi di balik pintu rapat dan sorot kamera, ia menyimpan rahasia kelam yang hanya diketahui oleh satu orang: Debur, sopir pribadi suaminya.

Hubungan terlarang itu sudah berjalan cukup lama. 

Debur, meski sering terbawa arus godaan, tak pernah berhenti menasihati Tona. 

Suatu sore, setelah mengantarnya pulang dari kantor, Debur memberanikan diri menegur.

"Bu, hentikanlah hubungan ini. Saya tidak enak... Bapak sudah mempercayakan saya untuk menjaga Ibu, bukan malah seperti ini," ucap Debur dengan suara bergetar.

Tona menatapnya tajam, lalu tersenyum getir.

"Debur, suamiku itu impoten. Dia sendiri yang menyuruhku bersuami lagi kalau memang tidak puas. Tapi harus cerai dulu."

Debur terdiam sejenak, lalu menatap balik.

"Kalau begitu, kenapa Ibu tidak mau bercerai saja?" tanyanya lirih.

Tona menunduk, suaranya terdengar getir namun penuh perhitungan.

"Itu soal jabatan, Bur. Kalau aku cerai, otomatis aku kehilangan posisi, juga kehilangan kehangatan darimu."

Debur menarik napas panjang, matanya berkaca-kaca.

"Jadi selama ini... aku hanya..."

Tona menyentuh wajahnya perlahan, suaranya nyaris berbisik.

"Kamu hanyalah pemuas berahiku, Bur."

Hening pun menyelimuti ruang sempit dalam mobil itu. 

Kata-kata Tona menusuk hati Debur, menimbulkan luka yang lebih dalam daripada rasa bersalah. 

Ia sadar, dirinya terjebak dalam pusaran cinta gelap yang tak pernah bisa dimenangkan. []

Persiapan Lomba Karnaval SDN Pasongsongan 1 dalam Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80

Sdn Pasongsongan 1
Semua guru SDN Pasongsongan 1 bekerjasama membuat kapal hias. [Foto: sh]

SUMENEP  - Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80, SDN Pasongsongan 1 tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba karnaval yang akan digelar di Kecamatan Pasongsongan. Sabtu (30/8/2025). 

Eko Beny Widarman, sebagai ketua tim kreasi, terlibat langsung dalam pembuatan kapal hias yang akan digunakan dalam acara tersebut. 

Sdn Pasongsongan 1
Semua guru SDN Pasongsongan 1 bekerjasama membuat kapal hias. [Foto: sh]

Beny, yang juga seorang guru di SDN Pasongsongan 1, mengungkapkan rasa syukurnya bisa dipercaya oleh Kepala Sekolah untuk berkreasi dalam lomba karnaval ini. 

"Saya bersyukur bisa dipercaya Kepala SDN Pasongsongan 1 untuk berkreasi," ujar Beny. 

Sdn Pasongsongan 1 kecamatan Pasongsongan

Lomba karnaval ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan semarak HUT Kemerdekaan RI yang diikuti oleh berbagai instansi dan sekolah di Kecamatan Pasongsongan. 

Untuk kelancaran acara, perlu diketahui bahwa arus lalu lintas akan dialihkan ke arah selatan mulai pukul 12.30 WIB hingga 17.00 WIB, sehingga masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan mereka. [sh]

Jumat, 29 Agustus 2025

Tragedi Driver Ojek Online dan Amarah Publik

Demonsttasi jakarta makan korban meninggal dunia

Akhir Agustus 2025, dimana bangsa Indonesia masih merayakan HUT Kenerdekaan RI ke-80, sebuah tragedi menimpa anak bangsa. 

Adalah Affan Kurniawan (21), seorang driver ojek online, meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Tragedi tersebut menambah daftar panjang luka bangsa. 

Affan bukan sekadar korban dalam sebuah kericuhan, melainkan simbol nyata bagaimana suara rakyat kecil seringkali terpinggirkan di tengah hiruk-pikuk politik yang penuh kepentingan.

Tragedi ini menyulut api kemarahan masyarakat luas. 

Gelombang demonstrasi kian meletus di berbagai kota di Indonesia, menandakan betapa dalam jurang ketidakpercayaan publik terhadap DPR. 

Bukan tanpa alasan, DPR dinilai ugal-ugalan dalam memperkaya diri sendiri lewat kenaikan gaji dan tunjangan, sementara rakyat terus dihimpit kesulitan hidup.

Apa yang terjadi pada Affan memperlihatkan bahwa rakyat kecillah yang kerap menanggung risiko terbesar dari kegaduhan politik. 

Ironisnya, mereka yang seharusnya menjadi wakil rakyat justru asyik menari di atas penderitaan rakyat.

Kematian Affan seharusnya jadi momentum refleksi nasional. 

Aparat mesti lebih manusiawi, penguasa harus sadar diri, dan DPR wajib kembali ke jalan pengabdian yang sejati. 

Jika tidak, suara rakyat akan terus bergemuruh, dan tragedi serupa bisa terulang kembali. [sh]

Gelombang Kemarahan Rakyat dan Sensitivitas Wakilnya

Dpr ri

Di tengah perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80, muncul potret buram bangsa ini yang tidak bisa ditutup-tutupi. 

Akhir Agustus 2025, gelombang demonstrasi yang merebak di berbagai kota di Indonesia akhir-akhir ini bukanlah peristiwa yang datang tiba-tiba. 

Akar dari kemarahan rakyat berawal dari ulah sejumlah anggota DPR RI yang berjoget riang di ruang sidang, sementara publik tengah berjuang menghadapi kesulitan ekonomi. 

Ditambah lagi, kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan yang kini melebihi Rp 100 juta dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap penderitaan rakyat.

Fenomena ini memperlihatkan jurang yang kian lebar antara rakyat dengan wakilnya. 

DPR semestinya jadi simbol keberpihakan pada kepentingan masyarakat, bukan menampilkan wajah kemewahan dan sikap abai. 

Tindakan yang terkesan meremehkan penderitaan rakyat hanya akan memicu kekecewaan yang kian mendalam.

Unjuk rasa yang berujung ricuh adalah tanda bahwa rakyat tidak lagi sekadar mengeluh, melainkan menuntut keadilan. 

Pesan moral yang harus dipahami para anggota dewan jelas: Amanah rakyat bukan untuk dimanfaatkan sebagai sarana memperkaya diri, tapi untuk memperjuangkan kepentingan bersama. 

Jika sensitivitas sosial tidak dimiliki, kepercayaan publik akan terus terkikis, dan legitimasi wakil rakyat akan runtuh dengan sendirinya. [sh]

Semarak Kemerdekaan yang Mulai Meredup di Kecamatan Pasongsongan

Lomba gerak jalan Pasongsongan
Lomba gerak jalan di Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

Perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tahun ini tidak lagi semeriah tahun-tahun sebelumnya. 

Biasanya, peringatan kemerdekaan diwarnai dengan beragam perlombaan yang mampu menghadirkan antusiasme masyarakat. 

Tapi, tahun ini beberapa jenis perlombaan mengalami pemangkasan, ditambah lagi dengan menurunnya animo masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

Salah satu contoh nyata adalah lomba gerak jalan umum yang digelar Rabu malam (27/8/2025).

Kondisi ini tentu memunculkan tanda tanya besar: Mengapa masyarakat mulai enggan terlibat dalam kegiatan yang dulunya sangat ditunggu-tunggu?

Di satu sisi, hal ini patut menjadi bahan evaluasi bagi panitia maupun pemerintah setempat. 

Perayaan kemerdekaan bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tapi juga wadah untuk memperkuat persatuan, semangat kebangsaan, sekaligus ruang kebersamaan masyarakat. 

Jika animo masyarakat terus menurun, dikhawatirkan makna kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan akan ikut luntur.


Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam penyelenggaraan lomba. 

Panitia bisa menghadirkan ide-ide kreatif yang sesuai dengan minat generasi muda saat ini, tanpa meninggalkan nilai edukasi dan kebersamaan. 

Strategi promosi serta penyusunan jenis perlombaan yang lebih variatif juga harus dipikirkan matang.

Kemerdekaan adalah milik bersama, dan perayaannya sebaiknya mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat. 

Jika hanya berlangsung formalitas tanpa gairah, maka esensi dari semarak kemerdekaan itu sendiri akan hilang. [sh]

Kamis, 28 Agustus 2025

CERPEN: Air Mata Debur untuk Cinta yang Pergi

Cerita pendek

By: Suriyanto Hasyim

Tona pergi begitu cepat, terlalu cepat untuk Debur yang masih ingin menggenggam erat tangan istrinya. 

Serangan jantung itu datang tanpa tanda, merenggut senyum yang selalu jadi cahaya bagi hidupnya. 

Debur hanya bisa terduduk, tubuhnya gemetar, air mata tak mampu ia bendung.

Di benaknya terputar kembali semua kenangan: hari ketika Tona memilih Debur, meski harus meninggalkan kedua orang tuanya. 

“Aku percaya padamu,” begitu kata Tona dulu dengan mata yang penuh keberanian. 

Demi cinta, ia rela menanggung luka perpisahan dengan keluarganya, hanya untuk membangun rumah tangga bersama Debur.

Kini, rumah itu terasa kosong. Dinding-dinding hanya memantulkan kesunyian. 

Debur sadar, cintanya tak sempat membalas semua pengorbanan Tona. 

Yang tersisa hanyalah doa dan rindu, yang setiap malam ia titipkan kepada langit, berharap sampai pada jiwa yang telah tenang dalam keabadian.[]

Lomba Gerak Jalan di Kecamatan Pasongsongan Alami Penurunan Peserta

Gerak jalan kreasi
Peserta lomba gerak jalan Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP - Lomba gerak jalan khusus umum dalam rangkaian kegiatan semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan cukup memprihatinkan. Rabu malam (27/8/2025). 

Menurut Edi Susanto, salah seorang anggota panitia lomba gerak jalan, jumlah peserta lomba keseluruhan, baik putra dan putri, hanya ada 16 regu. 

"Dibandingkan tahun lalu, jumlah peserta jauh lebih sedikit," ucap Edi Susanto.

Ia juga menjelaskan bahwa panitia lomba telah membuat dua jenis lomba gerak jalan untuk mengakomodir minat peserta. 

"Yang pertama adalah lomba gerak jalan kreasi yang telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Tujuannya sebagai upaya mengakomodir minat peserta yang suka dengan gerak jalan lucu. Yang kedua adalah gerak jalan formal," tambahnya.

Tapi minat masyarakat terhadap kedua jenis lomba gerak jalan tersebut sama-sama sepi peminat. 

Penurunan jumlah peserta kedua lomba gerak jalan ini sejatinya bisa jadi perhatian bagi pemerintah setempat untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut. [sh]

Partisipasi Lomba Gerak Jalan Umum di Pasongsongan Kian Memprihatinkan

Gerak jalan Pasongsongan
Lomba gerak jalan kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP - Lomba gerak jalan khusus umum dalam rangkaian semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan menuai sorotan. Rabu malam (27/8/2025). 

Persoalannya, jumlah peserta yang ikut serta terbilang sangat minim. 

Menurut keterangan Dafiruddin, salah seorang panitia lomba, tercatat hanya ada 16 regu baik regu putra maupun regu putri. 

"Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya," ucap Dafiruddin. 

Fenomena ini tentu memprihatinkan. Gerak jalan sejatinya bukan sekadar lomba, tapi sarana mempererat persaudaraan, membangun semangat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme. 

"Minimnya partisipasi menunjukkan adanya penurunan antusiasme masyarakat dalam merayakan hari kemerdekaan," bebernya. 

Di satu sisi, kondisi ini seharusnya bisa jadi bahan evaluasi bagi panitia dan pemerintah setempat. 

Perlu ada inovasi dan strategi agar lomba gerak jalan kembali diminati. 

Misalnya dengan memperkuat publikasi hingga memberikan penghargaan yang lebih menarik.

Hari Kemerdekaan bukan sekadar diperingati lewat seremoni, tapi seyogyanya melalui partisipasi aktif masyarakat. 

Jika semangat kebersamaan dalam kegiatan sederhana seperti gerak jalan mulai luntur, dikhawatirkan nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan kian tergerus zaman. [sh]

Selasa, 26 Agustus 2025

Menjaga Nilai Agama, Moral, dan Budaya dalam Karnaval

Karnaval kabupaten Sumenep

Himbauan Bupati Sumenep yang diedarkan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) patut diapresiasi. 

Lewat surat edaran tersebut, seluruh camat di Kabupaten Sumenep diminta untuk memperhatikan nilai-nilai agama, moral, dan budaya dalam pelaksanaan karnaval.

Karnaval memang menjadi wadah ekspresi seni dan kreativitas masyarakat. 

Tapi jangan sampai kebebasan berekspresi itu bertentangan dengan norma yang berlaku. 

Misalnya, seorang laki-laki tidak sepantasnya mengenakan pakaian menyerupai perempuan dalam kegiatan yang disaksikan publik, terutama anak-anak. 

Hal ini bukan sekadar soal penampilan, namun menyangkut pendidikan moral dan etika bagi generasi muda.

Kebijakan ini menunjukkan kepedulian pemerintah daerah agar tradisi karnaval tetap berjalan semarak tanpa kehilangan jati diri. 

Kreativitas masyarakat bisa ditampilkan melalui kostum, seni, dan budaya lokal yang justru memperkaya identitas Sumenep. 

Dengan demikian, karnaval tidak hanya jadi hiburan, tapi juga media edukasi dan pelestarian budaya yang selaras dengan nilai-nilai luhur agama dan moral bangsa. [sh]

Senin, 25 Agustus 2025

Siswi SMA Annidhamiyah Raih Juara 2 Lomba Baca Puisi di Bindang

Sma annidhamiyah
Fatillah saat tampil. [Foto: sh]

PAMEKASAN – Fatillah Alfi Maghfirah, siswi kelas X SMA Annidhamiyah, berhasil meraih juara 2 dalam lomba baca puisi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Bindang, Kecamatan Pasean. 

Lomba ini digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80. Selasa (26/8/2025). 

Sma annidhamiyah kecamatan Pasean

“Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti lomba baca puisi. Tidak menyangka bakal bisa meraih posisi juara,” ungkap Fatillah dengan penuh kegembiraan.

Dari sembilan siswa, delegasi Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah yang mengikuti lomba tersebut, hanya Fatillah yang berhasil menyabet gelar juara. 

Prestasi ini jadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah yang berlokasi di Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, yang menaungi pendidikan dari tingkat RA hingga SMA. [sh]

Tiga Murid SDN Padangdangan 2 Ikuti Lomba Fun Colouring di Pasongsongan

Sdn Padangdangan 2
Tiga murid SDN Padangdangan 2 yang ikut lomba fun colouring. [Foto: sh]

SUMENEP – Tiga murid SDN Padangdangan 2 turut berpartisipasi dalam lomba fun colouring yang digelar di SDN Pasongsongan 1, Kecamatan Pasongsongan. 

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang berlangsung meriah. Senin (25/8/2025). 

Para peserta lomba menunjukkan kreativitas mereka dalam mewarnai gambar yang telah disiapkan panitia. 

Nantinya, para juara di tingkat kecamatan ini akan kembali disertakan guna mengikuti lomba tingkat kabupaten.

“Peserta didik yang kami ikutkan adalah mereka yang mempunyai kemampuan terbaik di sekolah,” terang Siti Endang Junnur Aida, S.Pd.I, guru yang mendampingi ketiga muridnya.

Dengan adanya lomba ini, diharapkan bisa menumbuhkan semangat berkreasi sekaligus memperkuat rasa percaya diri siswa. [sh]

Minggu, 24 Agustus 2025

Angin Segar untuk Honorer Kategori R4 di Sumenep

Guru honorer pasongsongan
Tenaga guru honorer membuat SPTJM di kantor eks-UPT Pendidikan Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

Kabar baik datang untuk tenaga honorer guru dan tenaga kependidikan kategori R4 di Kabupaten Sumenep. 

Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan memberikan peluang besar dengan kebijakan pengangkatan mereka sebagai PPPK paruh waktu. 

Langkah ini tentu jadi angin segar setelah sekian lama para honorer berjuang dengan dedikasi tanpa kepastian status.

Kebijakan ini patut diapresiasi. Bagaimana tidak, selama ini guru honorer, penjaga sekolah, hingga operator sekolah adalah garda terdepan dalam menunjang keberlangsungan pendidikan, meski kesejahteraan mereka sering terabaikan. 

Kini, dengan menyerahkan SPTM dan mengunggahnya ke link resmi yang telah disediakan, harapan baru terbuka lebar.

Pemerintah Daerah Sumenep telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap nasib tenaga honorer. 

"Kendati berstatus PPPK paruh waktu, kebijakan ini merupakan terobosan luar biasa yang menegaskan komitmen memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidikan," ucap Sundari, salah seorang guru honorer yang sudah mengabdi lebih 20 tahun. 

Lebih jauh, langkah ini sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian panjang mereka.

"Semoga kebijakan ini tidak berhenti pada janji, tapi benar-benar direalisasikan dengan sistem yang transparan dan akuntabel," harap Sundari. [sh]

Sabtu, 23 Agustus 2025

Lomba Gerak Jalan Semarak di Pasean, Annidhamiyah Turut Berpartisipasi

Sma annidhamiyah pasean
SMA Annidhamiyah, Pasean. [Foto: sh]

PAMEKASAN – Lomba gerak jalan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasean berlangsung meriah. Sabtu (23/8/2025). 

Kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB ini diikuti oleh peserta dari kalangan pelajar tingkat SMP, SMA, instansi, hingga umum.

Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah, yang berlokasi di Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, turut berpartisipasi dengan mengirimkan dua regu putri, masing-masing dari tingkat SMP dan SMA.

Salah seorang guru pendamping dari lembaga tersebut mengungkapkan rasa syukur karena seluruh peserta didiknya berhasil mencapai garis finish. 

“Memang ada beberapa regu yang anggotanya tidak mampu melanjutkan karena cuaca memang panas,” ujarnya.

Meski demikian, suasana lomba tetap penuh semangat. 

Warga tampak antusias menyaksikan jalannya perlombaan yang menjadi salah satu rangkaian perayaan kemerdekaan di Kecamatan Pasean. [sh]

Jumat, 22 Agustus 2025

Lomba Baca Puisi Antar Pelajar di Pasongsongan Berlangsung Meriah

Lomba baca puisi Pasongsongan
Penampilan peserta lomba baca puisi Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP — Lomba baca puisi antar pelajar jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA se-Kecamatan Pasongsongan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 berlangsung meriah dan penuh semangat. Jumat (22/8/2025). 

Koordinator lomba seni Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja dewan juri yang dinilai profesional dalam melakukan penilaian.

Baca puisi hut ri pasongsongan

"Sengaja kami memilih dewan juri yang punya kapabilitas dan netralitas mumpuni. Karena mereka sudah memiliki rekam jejak cukup baik," ungkap Agus Sugianto.

Dewan juri yang bertugas pada lomba tersebut terdiri dari tokoh-tokoh berpengalaman di bidang sastra, yakni Hasbi Ashiddiqy (pembaca puisi terbaik Asia Tenggara), Akhmad Jasimul Ahyak (perwakilan Lesbumi MWC NU Pasongsongan), serta Suriyanto Hasyim (penyair sekaligus Pemimpin Redaksi apoymadura.com). 

Para juara lomba baca puisi HUT Kemerdekaan RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan
Para juara lomba baca puisi HUT Kemerdekaan RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan tingkat SMA/MA. [Foto: sh]

Dengan komposisi dewan juri tersebut, para peserta merasa lebih percaya diri menampilkan kemampuan terbaiknya. 

Lomba baca puisi ini tidak hanya jadi wadah aktualisasi diri, tapi juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang peka terhadap nilai sastra dan kebangsaan. [sh]


Dua Murid SDN Padangdangan 1 Raih Juara Lomba Seni Tingkat Kecamatan Pasongsongan

Sdn padangdangan 1
Matrasit (tengah) bersama murid dan guru pembimbingnya. [Foto: sh]

SUMENEP – Dua murid SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang lomba seni tingkat kecamatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Sabtu (23/8/2025). 

Mereka berhasil meraih juara 1 pada dua cabang lomba berbeda, yakni baca puisi dan nyanyi solo.

"Pada cabang nyanyi solo, juara 1 diraih oleh Muhammad Haikal Idraki, siswa kelas 5. Pada cabang baca puisi, juara 1 disabet Nurul Paikotus Saidah (Aiko), yang juga duduk di bangku kelas 5," terang Matrasit, Kepala SDN Padangdangan 1.

Ia mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian kedua siswanya. 

Sdn padangdangan1 kecamatan Pasongsongan
Para juara lomba baca puisi tingkat SD/MI Kecamatan Pasongsongan, diapit dua juri. [Foto: sh]

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras para murid dalam berlatih serta dukungan guru pembimbing yang terus memberikan motivasi. 

Prestasi ini sekaligus jadi bukti bahwa SDN Padangdangan 1 mampu bersaing dan memberikan kontribusi dalam ajang seni di tingkat kecamatan.

Matrasit juga berharap pencapaian ini jjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengasah bakat dan keterampilan, baik di bidang akademik maupun non-akademik. 

“Kami berharap prestasi ini bisa memacu semangat seluruh siswa agar tidak takut bermimpi dan berusaha. Dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, hasil yang baik pasti bisa diraih,” tambahnya. [sh]

Lomba Baca Puisi di Bindang: Semarak, Tapi Perlu Evaluasi

Desa bindang kecamatan pasean
Peserta lomba baca puisi Bintang. [Foto: sh]

Pelaksanaan lomba baca puisi dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang digelar di halaman Balai Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, berlangsung cukup semarak. 

Antusiasme peserta dari berbagai lembaga pendidikan patut diapresiasi, begitu pula semangat panitia yang berusaha menghadirkan nuansa meriah dalam peringatan kemerdekaan.

Tapi ada beberapa catatan penting yang patut menjadi perhatian bersama. 

Haji ripatmo

Pertama, penggunaan sound system yang kurang maksimal membuat suara peserta tidak terdengar jelas. 

Padahal, inti dari lomba baca puisi adalah penyampaian makna melalui kejelasan suara, intonasi, dan penghayatan. 

Gangguan teknis ini tentu mengurangi kualitas penampilan peserta.

Kedua, penggunaan instrumen musik pengiring (instrumentalia) justru sering menutupi suara pembacaan, sehingga pesan puisi tidak sampai dengan baik kepada penonton. 

Alangkah lebih tepat jika instrumen ditiadakan. 

Ketiga, meskipun semua peserta diwajibkan memilih puisi bertema kemerdekaan, tidak ada batasan yang lebih terarah mengenai jenis atau karya yang boleh dibawakan. 

Akibatnya, ada ketidaksamaan dalam tingkat kesulitan maupun kedalaman isi puisi yang dipilih.

Semaraknya lomba puisi ini tentu menjadi bukti semangat generasi muda dalam memperingati kemerdekaan. 

Tapi evaluasi teknis dan konseptual tetap diperlukan agar lomba di tahun mendatang bisa lebih berkualitas. [sh]

Kamis, 21 Agustus 2025

SDN Soddara I Gelar Jumat Manis Bertema Religi dan Bakti Sosial

Sdn soddara 1
Kepala SDN Soddara l dan dewan guru bermusyawarah. [Foto: sh]

SUMENEP – SDN Soddara I Kecamatan Pasongsongan melaksanakan kegiatan rutin bulanan bertajuk Jumat Manis. Jumat (22/8/2025). 

Dengan mengusung tema Religi dan Bakti Sosial Jumat Manis, kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan kepada Allah SWT, serta menumbuhkan jiwa sosial siswa.

Acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin dan doa bersama di halaman sekolah, dipimpin langsung Kepala SDN Sodara 1, Syarkawi. 

Pembacaan Yasin dipandu oleh Tikno Hajar, sementara doa penutup dibawakan Imam Buhari. 

Sdn soddara 1

Seluruh siswa dan guru terlihat khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Usai doa bersama, seluruh warga sekolah melanjutkan sarapan pagi bersama yang diawali dengan doa. 

Momen berbagi makanan antar siswa jadi bagian penting dari kegiatan ini, sebagai bentuk penanaman rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Momen ini tidak hanya mempererat hubungan antara siswa dan guru, tapi juga menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan,” ujar Hairul Samsi, salah satu guru yang ikut mendampingi jalannya kegiatan.

Sementara itu, Kepala SDN Sodara l, Syarkawi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.

Kecamatan Pasongsongan kabupaten Sumenep

“Terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dan membuat kegiatan ini sangat berkesan. Semoga kegiatan setiap Jumat Manis yang dikemas dalam program Libas Jaman ini bisa menjadi sarana meningkatkan keimanan dan sosial, serta membawa keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.

Setelah kegiatan selesai, dewan guru tetap melanjutkan pertemuan di lokasi yang sama untuk membahas persiapan lomba Agustusan tingkat kecamatan. 

Beberapa agenda yang akan diikuti di antaranya Fun Coloring dan karnaval. [sh]

Semifinal Lomba Baca Puisi Semarak HUT RI ke-80 Berlangsung Seru

Pendopo Kecamatan pasongsongan
Peserta lomba baca puisi HUT Kemerdekaan RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP – Babak semifinal lomba baca puisi tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 berlangsung seru di Pendopo Kecamatan Pasongsongan. Jumat (22/8/2025). 

Semua peserta tampil penuh semangat dan bersaing ketat untuk memperebutkan tiket menuju puncak juara. 

Ketua bidang lomba baca puisi, Akhmad Jasimul Ahyak, mengungkapkan bahwa persaingan kali ini sangat tipis. 

"Enam peserta dari masing-masing jenjang sekolah hanya selisih 1 poin dalam penilaiannya," bebernya.

Pasongsongan Sumenep

Hal senada juga disampaikan salah satu dewan juri, Hasbi Ashiddiqy. Menurutnya, atmosfer perlombaan benar-benar terasa sengit. 

"Lomba baca puisi kali ini sungguh luar biasa seru. Aura juara dari masing-masing peserta sangat terlihat," ujarnya.

Dengan penampilan yang memukau dan kualitas bacaan yang terus meningkat, para peserta berhasil mencuri perhatian juri maupun penonton. 

Babak semifinal ini jadi bukti bahwa minat dan bakat seni sastra di kalangan pelajar Pasongsongan terus berkembang. [sh]

Lomba Gerak Jalan Pelajar di Pasongsongan Berlangsung Semarak

Sdn Padangdangan 2
Guru dan murid SDN Padangdangan 2.[Foto: sh]

SUMENEP – Lomba gerak jalan pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA se-Kecamatan Pasongsongan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80 berlangsung semarak. Kamis pagi (21/8/2025). 

Ratusan pelajar antusias mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan keceriaan.

SDN Padangdangan 2 turut ambil bagian mengirimkan dua regu, masing-masing satu regu putra dan satu regu putri. 

Walapun belum berhasil meraih juara, Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd, menyatakan tetap bangga dengan perjuangan para siswanya.

“Saya tidak heran kalau anak-anak belum bisa juara, yang penting mereka sudah berusaha maksimal dan berani tampil. Itu sudah jadi pengalaman berharga bagi mereka,” ujarnya.

Kemeriahan lomba gerak jalan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Semarak Kemerdekaan yang setiap tahunnya dinanti masyarakat Pasongsongan. [sh]


Rabu, 20 Agustus 2025

Lomba Baca Puisi di Desa Bindang Meriahkan HUT RI ke-80

Sma annidhamiyah desa bindang
Penampilan Fatillah Alfi Maghfirah dalam lomba baca puisi di Desa Bindang Kecamatan Pasean. [Foto: sh]

PAMEKASAN – Pemerintah Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan menggelar lomba baca puisi dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Rabu malam (20/8/2025). 

Kegiatan yang berlangsung di halaman Balai Desa Bindang tersebut diikuti oleh para pelajar dari berbagai lembaga pendidikan yang ada di kawasan Desa Bindang.

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Fatillah Alfi Maghfirah, siswi kelas X SMA Annidhamiyah. 

Annidhamiyah kelas x
Fatillah (paling kanan) bersama rekan-rekannya dari lembaga pendidikan Islam Annidhamiyah. [Foto: sh]

Ia tampil membawakan puisi berjudul "Sebuah Jaket Berlumur Darah" karya Taufik Ismail dengan penuh penghayatan.

“Semua peserta bebas membacakan puisi karya siapapun. Saya senang bisa terpilih ikut lomba ini,” ungkap Fatillah usai tampil.

Panitia lomba menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi seni dan sastra di kalangan generasi muda sekaligus menanamkan semangat nasionalisme melalui karya sastra. 

Kehadiran para pelajar dari berbagai lembaga pendidikan menambah semarak perayaan kemerdekaan di Desa Bindang tahun ini. [sh]

Selasa, 19 Agustus 2025

Nama-nama Finalis Peserta Lomba Seni Tingkat Kecamatan Pasongsongan

Kecamatan pasongsongan
Agus Sugianto (kiri) bersama salah seorang juri. [Foto: sh]

SUMENEP – Pengumuman nama-nama peserta lomba seni yang meliputi lomba baca puisi, lomba pidato, dan lomba nyanyi solo resmi disampaikan Agus Sugianto selaku koordinator lomba seni, bertempat di Pendopo Kecamatan Pasongsongan. Rabu (20/8/2025).

Pendopo kecamatan pasongsongan

Lomba seni yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80 ini diikuti oleh peserta didik dari berbagai jenjang, mulai SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. 

Dirgahayu ri ke-80

Antusiasme peserta dan pendamping terlihat sejak proses pendaftaran hingga pengumuman resmi yang disampaikan panitia.

Kecamatan pasongsongan

Agus Sugianto menjelaskan bahwa seluruh peserta nantinya akan berlaga kembali pada Jumat, 22 Agustus 2025, untuk memperebutkan posisi juara.

Pendopo kecamatan pasongsongan

“Peserta lomba akan berlaga lagi pada Jumat, 22 Agustus 2025, untuk merebut posisi juara,” terangnya.

Adapun nama-nama peserta yang berhasil masuk babak final akan diumumkan melalui surat pemberitahuan resmi yang dikirimkan ke lembaga masing-masing. 

Panitia menegaskan bahwa keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

Puisi hut ri

Dewan juri dalam lomba seni ini terdiri dari para tokoh yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing, baik dalam seni baca puisi, kepidatoan, maupun tarik suara. 

Pendopo kecamatan pasongsongan

Hal ini diharapkan bisa menjaga kredibilitas penilaian serta memberikan pembelajaran yang berharga bagi para peserta didik.

Pendopo kecamatan pasongsongan

Kegiatan lomba seni tersebut menjadi bagian dari rangkaian Semarak Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan, sekaligus sebagai wadah untuk menggali dan menumbuhkan potensi seni generasi muda. [sh]

Panitia Lomba Kesenian Pasongsongan Tuai Apresiasi

Kecamatan Pasongsongan
Yasti Yasmine (2 dari kir) bersama panitia lomba seni. [Foto: sh]

SUMENEP – Pelaksanaan lomba kesenian tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA yang digelar di Pendopo Kecamatan Pasongsongan mendapat atensi luar biasa dari para guru pendamping dan peserta lomba. Rabu (20/8/2025). 

Berkat kerja keras panitia, rangkaian lomba HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang meliputi baca puisi, pidato bahasa Madura, dan nyanyi solo berlangsung lancar dan sukses.

Yasti Yasmine, panitia bagian rekap nilai lomba, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan di tahun berikutnya bisa dipilah waktunya. 

Pendopo Kecamatan Pasongsongan

"Kami berharap, pada tahun depan pelaksanaan lomba bisa dipilah waktunya. Maksudnya, tiap lomba beda waktunya," ungkapnya.

Alasan utama Yasti Yasmine karena jumlah peserta sangat banyak. 

Apresiasi atas terselenggaranya lomba dengan baik tersebut menjadi semangat baru bagi panitia untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan seni di tahun mendatang. [sh]

Ajang Gerak Jalan Kreasi Meriahkan HUT RI ke-80 di Pasongsongan

Kecamatan Pasongsongan
Salah satu peserta gerak jalan kreasi. [Foto: sh]

SUMENEP – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan makin berwarna dengan terselenggaranya lomba gerak jalan kreasi. Senin (18/8/2025). 

Kegiatan ini digelar sebagai salah satu rangkaian acara tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.

Puluhan peserta dari berbagai kalangan terlihat antusias mengikuti lomba gerak jalan umum.

"Tahun ini ada lomba gerak jalan umum dan gerak jalan kreasi. 

Ajang Gerak jalan kreasi kecamatan Pasongsongan

Alasan dijadikan dua kategori karena pesertanya sangat banyak," ungkap Edi, salah seorang panitia lomba gerak jalan kreasi. 

Sepanjang perjalanan, masyarakat yang menyaksikan tampak bersemangat memberikan dukungan, sekaligus terhibur dengan kreativitas peserta yang mengenakan beragam kostum unik dan atraktif.

Lebih jauh Edi menjelaskan, bahwa terselenggaranya lomba gerak jalan kreasi ini merupakan jawaban atas tingginya animo masyarakat. 

Tidak hanya sekadar adu baris-berbaris, lomba gerak jalan kreasi juga menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat untuk menampilkan ide-ide kreatif yang dibalut dalam suasana kebersamaan. 

Kostum khas daerah, busana bertema perjuangan, hingga kreasi modern menjadi daya tarik tersendiri yang membuat penonton terhibur.

Panitia berharap, kegiatan ini bukan hanya jadi ajang hiburan, tapi juga mampu memperkuat semangat nasionalisme dan mempererat persaudaraan antarwarga. 

“Selain untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI, lomba ini jadi simbol semangat gotong royong dan persatuan di tengah masyarakat,” tambah Edi. [sh]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...