Tragedi Driver Ojek Online dan Amarah Publik
Akhir Agustus 2025, dimana bangsa Indonesia masih merayakan HUT Kenerdekaan RI ke-80, sebuah tragedi menimpa anak bangsa.
Adalah Affan Kurniawan (21), seorang driver ojek online, meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Tragedi tersebut menambah daftar panjang luka bangsa.
Affan bukan sekadar korban dalam sebuah kericuhan, melainkan simbol nyata bagaimana suara rakyat kecil seringkali terpinggirkan di tengah hiruk-pikuk politik yang penuh kepentingan.
Tragedi ini menyulut api kemarahan masyarakat luas.
Gelombang demonstrasi kian meletus di berbagai kota di Indonesia, menandakan betapa dalam jurang ketidakpercayaan publik terhadap DPR.
Bukan tanpa alasan, DPR dinilai ugal-ugalan dalam memperkaya diri sendiri lewat kenaikan gaji dan tunjangan, sementara rakyat terus dihimpit kesulitan hidup.
Apa yang terjadi pada Affan memperlihatkan bahwa rakyat kecillah yang kerap menanggung risiko terbesar dari kegaduhan politik.
Ironisnya, mereka yang seharusnya menjadi wakil rakyat justru asyik menari di atas penderitaan rakyat.
Kematian Affan seharusnya jadi momentum refleksi nasional.
Aparat mesti lebih manusiawi, penguasa harus sadar diri, dan DPR wajib kembali ke jalan pengabdian yang sejati.
Jika tidak, suara rakyat akan terus bergemuruh, dan tragedi serupa bisa terulang kembali. [sh]
Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.