CERPEN: Air Mata Debur untuk Cinta yang Pergi

Cerita pendek

By: Suriyanto Hasyim

Tona pergi begitu cepat, terlalu cepat untuk Debur yang masih ingin menggenggam erat tangan istrinya. 

Serangan jantung itu datang tanpa tanda, merenggut senyum yang selalu jadi cahaya bagi hidupnya. 

Debur hanya bisa terduduk, tubuhnya gemetar, air mata tak mampu ia bendung.

Di benaknya terputar kembali semua kenangan: hari ketika Tona memilih Debur, meski harus meninggalkan kedua orang tuanya. 

“Aku percaya padamu,” begitu kata Tona dulu dengan mata yang penuh keberanian. 

Demi cinta, ia rela menanggung luka perpisahan dengan keluarganya, hanya untuk membangun rumah tangga bersama Debur.

Kini, rumah itu terasa kosong. Dinding-dinding hanya memantulkan kesunyian. 

Debur sadar, cintanya tak sempat membalas semua pengorbanan Tona. 

Yang tersisa hanyalah doa dan rindu, yang setiap malam ia titipkan kepada langit, berharap sampai pada jiwa yang telah tenang dalam keabadian.[]

Postingan populer dari blog ini

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Dua Siswa SMPN 1 Pasongsongan Ukir Prestasi Membanggakan di Ajang Pantomim