Sabtu, 31 Agustus 2024

Perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan Berhasil Lakukan Kaderisasi Kesenian Macopat

Macopat lesbumi Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Mohammad Tohari (2 dari kanan) dalam acara perkumpulan Macopat. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Perkumpulan Macopat Madura Lesbumi Pasongsongan Kabupaten Sumenep, telah berhasil menunjukkan komitmen kuat melestarikan seni tradisional Macopat melalui program kaderisasi. 

Kabar gembira ini disampaikan oleh ketua perkumpulan tersebut, yakni Mohammad Tohari. Ahad (1/9/2024). 

"Kami merasa bangga atas pencapaian yang diraih oleh dua anggota perkumpulan," terangnya saat menghadiri pentas rutin bulanan Macopat Madura di kediaman Sunarto, Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan Sumenep. 

Kedua anggota perkumpulan Macopat yang sudah bisa melantunkan tembang Macopat adalah Risky dan Jasimul. Keduanya tampil di atas pentas, disaksikan ratusan orang. 

Macopat, sebagai salah satu bentuk seni tradisional Madura, dan merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur. Jelas, hal ini memiliki dampak dalam menjaga jatidiri budaya lokal. 

Mohammad Tohari mengungkapkan, bahwa melalui program kaderisasi yang dilakukan, pihaknya berhasil merekrut dan melatih generasi muda untuk menjadi penerus seni Macopat.

“Kedepan kami menghendaki generasi muda tidak hanya sekadar bisa melantunkan Macopat, tetapi juga mengerti nilai luhur yang terkandung didalamnya,” harap Tohari.

Tohari juga mengungkapkan, bahwa yang belajar Macopat ada 8 orang. Selebihnya akan menyusul untuk ditampilkan lagi dalam pentas selanjutnya. 

 “Kami akan terus berupaya untuk mengembangkan program ini agar Macopat tetap eksis dan menjadi kebanggaan masyarakat Madura,” ucap Tohari.

Upaya perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas seni lainnya di Sumenep. [Sury4]

Nasiran, Sosok Inspiratif di Usia 70 Tahun Tetap Melestarikan Seni Macopat Madura

Macopat madura Sumenep
Nasiran (kiri) diacara perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan tadi malam di rumah Sunarto, Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Di tengah gempuran seni modern dan kontemporer, Nasiran adalah salah satu dari sedikit orang yang terus menjaga warisan budaya tradisional. Diusia lebih dari 70 tahun, ia masih aktif berpartisipasi dalam perkumpulan Macopat Madura Lesbumi Pasongsongan Kabupaten Sumenep. 

Semangatnya untuk seni suara ini tidak pernah surut, bahkan di usia yang tidak muda lagi. Ahad (1/9/2024). 

Macopat adalah seni tradisional yang tak terpisahkan dari budaya Madura itu sendiri. Macopat merupakan bentuk puisi lisan yang dilantunkan dengan irama tertentu. 

"Saat ini Macopat sudah jarang terdengar. Karena saat ini di Pasongsongan hanya ada satu perkumpulan Macopat, yakni perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan," terang Nasiran. 

Namun bagi Nasiran, seni ini adalah kehidupan. Sejak muda, Nasiran sudah jatuh cinta pada Macopat. Seni suara ini bukan sekadar hobi baginya, tetapi menjadi nafas dalam kesehariannya.

"Selama masih bisa berjalan, saya akan terus menggeluti Macopat," ujar Nasiran dengan mata berbinar. 

Baginya, Macopat adalah satu-satunya hobi yang benar-benar ia kuasai. Ketika melantunkan Macopat, ia merasa hidup, seolah-olah setiap bait dan nada mengalir dalam darahnya. 

Seiring bertambahnya usia, semangat Nasiran untuk terus melantunkan Macopat tidak pernah padam.

Kehadirannya di setiap kegiatan Lesbumi Pasongsongan tidak hanya memperkaya acara tersebut, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menghargai dan mempertahankan budaya tradisional. 

Kisah Nasiran adalah inspirasi bagi banyak orang. Usianya yang tidak muda lagi, ia tetap menunjukkan bahwa dedikasi dan cinta pada budaya Madura dapat mengatasi segala kesulitan. [Sury4]

Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-79, Lesbumi Pasongsongan Gelar Macopat Madura

Macopat lesbumi pasongsongan
Akhmad Jasimul Ahyak (kiri) bersama penulis. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 tahun ini menjadi momen yang sangat istimewa bagi masyarakat Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. 

Dalam rangka memeriahkan hari yang penuh makna ini, Perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan menampilkan semarak pagelaran Macopat Madura yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Sabtu malam (31/8/2024). 

Pamerhelatan Macopat Madura digelar di rumah Sunarto, Dusun Morasen Desa Pasongsongan. Perkumpulan Macopat Lesbumi dilaksanakan sebulan sekali dan bergilir dari rumah ke rumah anggotanya. 

"Macopat Madura sebagai salah satu warisan budaya bertutur yang ditembangkan dan membentuk kisah teladan amat luhur. Ini merupakan wujud nyata dari kekayaan tradisi Madura yang hingga kini terus dilestarikan keberadaannya," jelas Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan. 

Ia mengungkapkan bahwa perkumpulan ini merupakan satu-satunya yang masih aktif di Desa Pasongsongan.

“Kami bangga dapat terus melestarikan Macopat di tengah gempuran budaya modern. Ini adalah bagian dari identitas kita sebagai orang Madura dan juga sebagai warga Indonesia yang menghargai tradisi,” ujar Jasimul panggilan akrabnya. 

Menurutnya, kelangsungan Macopat Madura di Desa Pasongsongan tak lepas dari dukungan masyarakat yang masih mencintai budaya asli tersebut. 

Pagelaran ini tidak hanya menjadi ajang dalam menunjukkan kebolehan pada seni Macopat, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya leluhur. 

Perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan menjadi benteng terakhir bagi seni Macopat di daerah tersebut.

Semangat inilah yang menjadi esensi dari kemerdekaan, yakni kebebasan untuk mempertahankan identitas budaya di tengah gempuran budaya lain. [Sury4]

MS Arifin: Berbagi Kesembuhan Melalui Ramuan Banyu Urip

Pengobatan alternatif ramuan Banyu Urip
MS Arifin ketika memberikan pelayanan kesehatan di Bantul Yogyakarta. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - MS Arifin dikenal sebagai sosok yang tidak hanya berjiwa wirausaha tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. 

Melalui PT Bintang Banyu Urip, ia menciptakan sebuah produk yang dikenal sebagai Ramuan Banyu Urip, yang telah memberikan manfaat bagi banyak orang. 

Ramuan ini bukan hanya sekadar produk komersial; ia merupakan sarana bagi MS Arifin untuk berbuat baik kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pengobatan namun terkendala oleh biaya.

Ramuan Banyu Urip dikenal luas sebagai obat herbal yang mampu membantu penyembuhan berbagai penyakit. Terbuat dari bahan-bahan alami yang dipercaya banyak orang untuk meningkatkan kesehatan. 

Namun, yang membuat Ramuan Banyu Urip istimewa bukan hanya khasiatnya, melainkan juga visi mulia yang ada di balik pembuatannya.

"Kami punya keyakinan bahwa kesehatan adalah hak setiap orang, tanpa memandang status ekonomi mereka. Oleh karena itu, kami berkomitmen menggunakan seluruh keuntungan dari penjualan Ramuan Banyu Urip untuk membantu kaum tidak mampu," ujarnya ketika menyelenggarakan pengobatan gratis di rumah Parjito di Bantul Yogyakarta. 

MS Arifin memastikan, bahwa setiap rupiah yang diperoleh dari penjualan ramuan ini dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kami seringkali mengadakan acara bakti sosial di berbagai daerah. Secara langsung pula kami membagikan Ramuan Banyu Urip kepada mereka yang sakit dan tidak mampu membeli obat-obatan," tuturnya tulus. 

Kegiatan ini bukan hanya sekadar membagikan ramuan, tetapi juga memberikan harapan dan semangat kepada mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.

Sebagai CEO PT Bintang Banyu Urip, MS Arifin telah menjadi contoh bagaimana bisnis dapat dijalankan dengan tujuan sosial yang kuat. 

Ia menunjukkan bahwa keberhasilan dalam bisnis tidak harus diukur dari keuntungan materi, tapi juga dari seberapa besar dampak positif yang bisa diberikan kepada masyarakat.[Sury4]

Rencana Rakernas PAP3I di Sumenep yang Akan Mengumpulkan Praktisi Kesehatan Se-Indonesia

Ceo Therapy banyu urip
MS Arifin (kanan) saat memberikan testimoni tentang terapi Banyu Urip. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang direncanakan berlangsung di kantor sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur. Lokasi Rakernas ini akan bertempat di Jalan Kiai Abubakar Sidik, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Sabtu (31/8/2024). 

Rakernas kali ini diprediksi akan menjadi salah satu pertemuan terbesar yang pernah diselenggarakan oleh PAP3I. 

"Berdasarkan informasi awal yang saya terima dari Ketua DPP PAP3I, Febborn Sangab kemarin, acara tersebut akan dihadiri oleh perwakilan dari 40 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan 13 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari berbagai daerah di seluruh Indonesia," terang MS Arifin, Ketua DPD PAP3I Jawa Timur. 

Partisipasi yang begitu besar ini menunjukkan tingginya antusiasme dan semangat para anggota PAP3I untuk berkolaborasi dan memajukan profesi pijat kesehatan di tanah air.

Perkiraan jumlah peserta juga cukup fantastis. Setiap DPC yang hadir akan diwakili oleh paling sedikit tiga orang, sementara DPD dari tiap provinsi kemungkinan besar akan membawa lebih dari lima orang perwakilan. 

Dengan demikian, total peserta diperkirakan mencapai ratusan orang, menjadikan Rakernas ini sebuah acara spektakuler yang patut dinantikan.

Agenda Rakernas PAP3I kali ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi juga sebagai momen strategis untuk merumuskan berbagai kebijakan dan program kerja yang dapat memperkuat posisi profesi pijat kesehatan di Indonesia. 

"Nantinya Rakernas ini akan menjadi momentum penting bagi para pemijat untuk terus meningkatkan kualitas layanan, kompetensi, dan profesionalisme mereka," ucap MS Arifin. 

Selain itu, Rakernas ini juga berfungsi sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota dari berbagai daerah.

Kabupaten Sumenep sendiri, dengan daya tarik budaya dan sejarahnya, menjadi tempat ideal untuk menyelenggarakan acara akbar ini. 

Para peserta Rakernas nantinya juga bisa menikmati keindahan Madura dengan kekayaan alam dan budayanya. [Sury4]

Jumat, 30 Agustus 2024

Penyerahan Hadiah Lomba-lomba Keagamaan di Desa Pasongsongan Sukses Digelar

Hut Kemerdekaan RI yg ke-79
Kades Pasongsongan bersama para pemenang lomba keagamaan. [Foto: Sury4/Eko]

apoymadura.com - Pemerintah Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, sukses menyelenggarakan acara penyerahan hadiah untuk para pemenang lomba-lomba keagamaan. 

Semua perlombaan digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. Jumat (30/8/2024). 

Malam penyerahan hadiah berlangsung meriah di Balai Desa Pasongsongan. Dihadiri oleh berbagai tokoh penting di lingkungan Pasongsongan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pasongsongan Ahmad Saleh Harianto,  menyampaikan rasa bangganya terhadap peran aktif masyarakat dalam kegiatan keagamaan ini.

Camat Pasongsongan fariz aulia utomo
Camat Pasongsongan bersama para pemenang lomba. [Foto: Sury4/Eko]

"Semua lomba ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keagamaan," ucapnya di hadapan para hadirin. 

Kades Pasongsongan ini berharap, tahun depan akan lebih meningkatkan lagi kegiatan lomba-lombanya. Baik dari segi jumlah peserta maupun jenis lomba yang akan diadakan. 

Hadir pula Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, yang turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa atas pelaksanaan kegiatan lomba 17 Agustus. 

Perwakilan dari Koramil Pasongsongan juga hadir untuk mendukung kelancaran acara tersebut.

Penyerahan hadiah dilakukan oleh Kepala Desa Pasongsongan, diikuti oleh penyerahan dari para tamu undangan lainnya. [Sury4]

Telaah Ceramah KH Musleh Adnan tentang Pentingnya Pendidikan Diniyah bagi Anak Usia TK/SD

KH Musleh Adnan, seorang dai terkemuka asal Pamekasan
KH Musleh Adnan Pamekasan. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - KH Musleh Adnan, seorang dai terkemuka asal Pamekasan, menyampaikan sebuah ceramah yang mendalam dan sarat akan nilai-nilai spiritual di hadapan para orang tua dan pendidik yang diundang oleh lembaga pendidikan TK dan MD Ummu Hafsah, Desa Ambunten Barat Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep. 

Dalam ceramahnya, KH Musleh mengangkat topik yang sangat relevan dan krusial, yakni pentingnya pendidikan diniyah bagi anak-anak usia TK dan Sekolah Dasar. Jumat pagi (30/8/2024). 

"Pendidikan diniyah atau pendidikan agama Islam sejak usia dini merupakan fondasi yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak," ungkapnya. 

Menurutnya, usia TK dan SD adalah masa keemasan dalam pertumbuhan anak, dimana mereka sangat mudah menerima dan menyerap berbagai ajaran, baik itu ilmu pengetahuan umum maupun agama.

"Adanya pengaruh negatif dari media dan pergaulan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, menambah kompleks dalam mendidik anak," jelasnya. 

Oleh karena itu, pendidikan diniyah menjadi benteng yang kokoh bagi anak dalam menghadapi berbagai pengaruh yang tidak sesuai dengan ajaran agama. 

Sekali lagi KH Muslim menekankan bahwa tanpa landasan agama yang kuat, anak-anak akan mudah terpengaruh dan tersesat dalam arus modernisasi yang kadang membawa dampak negatif.

Dai yang sudah dikenal luas dengan dakwahnya ini juga menggarisbawahi peran penting orang tua dan lembaga pendidikan dalam memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan diniyah yang cukup. 

KH Musleh menyampaikan bahwa orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak mereka. Oleh karena itu, orang tua harus berperan aktif dalam memberikan contoh yang baik, mendampingi anak-anak dalam belajar agama. 

"Lembaga pendidikan seperti TK dan MD Ummu Hafsah adalah mitra yang sangat penting bagi orang tua dalam mendidik anak-anaknya," imbuhnya. [Sury4]

Kamis, 29 Agustus 2024

Telaah Ceramah KH Kholil Yasin, Menolak Terputusnya Nasab Para Habib di Indonesia

Kh kholil yasin bangkalan

apoymadura.com - Pada kanal YouTube bernama Insan Aswaja diposting video berisi ceramah agama Islam dari KH Kholil Yasin. 

Kita tahu KH Kholil Yasin seorang dai yang banyak penggemarnya. Ia berasal dari Bangkalan Madura dan merupakan seorang ulama terkemuka. 

Di sebuah pengajian, KH Kholil Yasin menyampaikan ceramah yang penuh makna tentang pentingnya menjaga dan menghormati nasab para habib di Indonesia. 

Dalam ceramahnya, KH Kholil Yasin dengan tegas menolak adanya pendapat yang mengatakan, bahwa habib yang ada di Indonesia terputus nasabnya dengan Nabi Muhammad SAW. 

"Kok baru sekarang ada beberapa kiai yang berani mengatakan bahwa para habib bukan keturunan Nabi Muhammad SAW," ucap KH Kholil Yasin bernada protes. 

KH Kholil Yasin menyampaikan bahwa meskipun terkadang ada habib yang perilaku dan perkataannya mungkin tidak sesuai dengan ajaran Islam, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk membenci atau merendahkan mereka. 

"Para habib adalah dzurriyah Rasulullah SAW, dan dalam Islam, menjaga kehormatan keturunan Nabi adalah sebuah kewajiban," tegas dai bersuara penyanyi tersebut. 

Dalam ceramahnya, KH Kholil Yasin juga menekankan pentingnya persatuan umat Islam, terutama dalam menjaga kehormatan dan martabat para habib. 

Ia menyampaikan bahwa perpecahan dan kebencian terhadap habib hanya akan merusak persaudaraan umat dan mengurangi keberkahan. 

KH Kholil Yasin juga menegaskan bahwa umat Islam harus tetap bersikap bijaksana dalam menyikapi perbedaan, serta selalu mengedepankan akhlak mulia dalam berinteraksi dengan siapapun, termasuk kepada para habib. [Sury4]

MS Arifin: DPD Jawa Timur Siap Menjadi Tuan Rumah Rakernas DPP PAP3I

Therapy Banyu Urip International
Sukses pelaksanaan Rakerda DPD PAP3I Jawa Timur menarik minat DPP PAP3I untuk meletakkan Rakernas di Pendopo Banyu Urip Sumenep. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) telah merencanakan untuk menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada akhir Oktober 2024. 

Ketua DPP PAP3I, Febborn Sangab, telah menunjuk Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PAP3I Jawa Timur, MS Arifin, sebagai tuan rumah Rakernas nantinya. 

Sementata itu MS Arifin menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan acara ini dengan penuh tanggung jawab. 

"Kami DPD PAP3I Jawa Timur sepakat memilih Pendopo Banyu Urip, yang terletak di Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, sebagai lokasi Rakernas," terang MS Arifin. 

Pemilihan tempat ini karena Pendopo Banyu Urip Sumenep adalah kantor sekretariat DPD PAP3I Jawa Timur. Plus ditempat ini nuansa alamnya sangat mendukung suasana diskusi yang produktif.

"Rakernas PAP3I kali ini direncanakan berlangsung pada 26 - 27 Oktober 2024. Acara ini akan dihadiri oleh seluruh pengurus DPD PAP3I dari berbagai daerah di Indonesia," ucap MS Arifin. 

Agenda Rakernas akan mencakup berbagai pembahasan strategis terkait peningkatan profesionalisme anggota dan serta perumusan kebijakan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

MS Arifin menyampaikan harapannya agar Rakernas ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antaranggota PAP3I serta menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi kemajuan profesi pijat penyehatan di Indonesia. 

Ia juga berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan Rakernas berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.

"Rakernas ini diharapkan menjadi media pemersatu hubungan antar anggota, berbagi pengalaman, dan mengembangkan jejaring profesional yang lebih luas," tutup MS Arifin. [Sury4]

Komunitas Pemijat di Jawa Timur Diajak Bergabung dengan PAP3I untuk Tingkatkan Profesionalisme

Ms arifin, ceo therapy banyu urip
MS Arifin menjadi narasumber dalam bakti sosial dan pelatihan pemijatan di Yogyakarta. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - MS Arifin, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) Jawa Timur, mengajak komunitas atau perorangan yang bergerak di bidang pemijatan untuk bergabung dengan organisasi tersebut. Kamis (29/8/2024).

MS Arifin menegaskan, bahwa terbuka lebar bagi siapa saja yang mau meningkatkan legalitas dan profesionalisme dalam profesi pemijatan.

"Kami PAP3I membuka pintu selebarnya bagi para pemijat yang ingin menjadi bagian dari organisasi ini," ucap MS Arifin di kediamannya, Jalan Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta. 

Lebih jauh MS Arifin menambahkan, dengan bergabung, para pemijat akan memiliki legalitas yang diakui dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan mereka kepada masyarakat. 

Sebagai sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan profesi pemijatan di Indonesia, PAP3I menawarkan berbagai manfaat bagi anggotanya. 

"Salah satu manfaat bergabung dengan PAP3I akan mendapat pelatihan gratis dan sertifikasi yang dapat membantu para pemijat dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka," jelas MS Arifin. 

Dengan legalitas yang diberikan PAP3I, para pemijat juga diharapkan dapat lebih dipercaya oleh masyarakat luas, sehingga dapat lebih bersaing di pasar yang semakin kompetitif. [Sury4]

Rabu, 28 Agustus 2024

MS Arifin Mengabdi Melalui Bakti Sosial dan Sedekah Ramuan Banyu Urip

Therapy Banyu Urip
MS Arifin memberikan contoh cara menerapi yang benar. [Surya4]

apoymadura.com - MS Arifin, CEO PT Bintang Banyu Urip, telah menunjukkan dedikasinya kepada masyarakat dengan memilih jalur yang unik dan mulia dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. 

Sebagai seorang pengusaha sukses, ia tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga memikirkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kamis (29/8/2024). 

Salah satu inisiatif utamanya adalah mengadakan kegiatan bakti sosial dan sedekah Ramuan Banyu Urip, yang dirancang khusus untuk membantu mereka yang benar-benar membutuhkan.

Dijumpai di kantornya, Jalan Selokan Mataram Sleman Yogyakarta, MS Arifin mengungkapkan bahwa Ramuan Banyu Urip adalah produk unggulan dari PT Bintang Banyu Urip yang dipercaya memiliki khasiat membantu menyembuhkan berbagai penyakit. 

"Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami memastikan bahwa produk tersebut dapat diakses oleh orang-orang yang paling membutuhkan, terutama bagi mereka yang kurang mampu secara finansial," ucap pria eks-Polisi Militer tampak gagah. 

MS Arifin percaya bahwa seorang pengusaha sukses tidak hanya diukur dari seberapa besar keuntungan didapat, tapi juga dari seberapa besar kontribusinya kepada sesama. 

"Prinsip ini yang mendorong saya untuk tidak menjadi kaya sendirian, melainkan berbagi keberkahan dengan orang lain," imbuhnya tegas. 

Dengan jiwa sosial yang tinggi, ia berusaha untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan bantuan.

Selain sebagai CEO, MS Arifin juga aktif di organisasi masyarakat berbasis sosial. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) Jawa Timur. 

"Melalui PAP3I, kami terus memperjuangkan kesejahteraan para pemijat penyehatan, sekaligus mempromosikan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas," ucapnya. 

Kepemimpinan MS Arifin di DPD PAP3I Jawa Timur mencerminkan komitmennya yang kuat untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. 

Menurutnya, dengan berbagai kegiatan sosial yang dilakukan, ia berharap dapat menginspirasi pengusaha lain untuk ikut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. [Sury4]

Pelatihan Teknik Pijat Penyehatan Therapy Banyu Urip yang Mendunia di Bantul

Therapy banyu urip international
MS Arifin mempraktikkan langsung metode pengobatan Banyu Urip. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Kediaman Parjito di Bantul Yogyakarta menjadi saksi tentang pelaksanaan pelatihan teknik pijat penyehatan Therapy Banyu Urip yang mendunia. Selasa (27/8/2024).

Pelatihan ini menjadi momentum penting dalam dunia pengobatan alternatif, mengingat Therapy Banyu Urip telah lama dikenal luas. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara.

"Dalam teknik pijat ala Therapy Banyu Urip, kami menggunakan ramuan tradisional yang telah teruji khasiatnya. Ramuan ini dipercaya dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh," jelas MS Arifin, CEO PT Bintang Banyu Urip. 

Dalam pelatihan kali ini diikuti oleh 20 peserta yang antusias untuk mempelajari teknik ini. 

"Pelatihan diselenggarakan dengan tujuan memperluas penyebaran ilmu dan kearifan lokal dalam bidang kesehatan," ucap MS Arifin. 

Selesai pelatihan teknik pijat, acara dilanjutkan dengan sedekah Ramuan Banyu Urip kepada seluruh peserta. Ramuan tersebut dibagikan gratis oleh MS Arifin. 

"Kami berharap, kedepan para peserta ini dapat menyebarkan ilmunya ke tengah-tengah masyarakat," harap MS Arifin, Ketua DPD Jawa Timur PAP3I (Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia).

Pelatihan penyehatan Therapy Banyu Urip adalah bukti nyata bahwa warisan budaya lokal memiliki potensi besar untuk mendunia. [Sury4)

Semarak Lomba Gerak Jalan Umum Kecamatan Pasongsongan, Memperingati Kemerdekaan RI ke-79

hut kemerdekaan ri ke-79
Salah satu peserta lomba gerak jalan berpenampilan nyentrik. [Sury4]

apoymadura.com - Menjadi salah satu tontonan gratis paling dinanti oleh warga masyarakat Pasongsongan Kabupaten Sumenep jika sudah 17 Agustus. 

Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi warga setempat untuk mengekspresikan kreativitas dan kebersamaan. Rabu (28/8/2924). 

Udara malam terasa sejuk ketika lomba gerak jalan umum Kecamatan Pasongsongan dimulai. Salah satu hal yang membuat lomba ini berbeda dari biasanya adalah keberanian beberapa peserta dalam menampilkan busana unik. 

Sejumlah peserta tampak mengenakan daster, sarung, topi-topi unik, serta kacamata hitam dipadu make-up mencolok. 

Penampilan mereka tentu saja mencuri perhatian penonton yang memadati sepanjang rute gerak jalan. 

"Setiap peserta yang mengenakan busana lucu adalah motivasi mereka untuk ikut serta, bukan untuk meraih juara," terang H Ahmad Busri, Ketua Panitia Induk Kegiatan 17 Agustus Kecamatan Pasongsongan. 

Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, berkesempatan untuk melepas langsung para peserta dari garis start. 

Dalam sambutannya, Fariz menyampaikan rasa bangganya terhadap antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. 

"Lomba gerak jalan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana kita memaknai kemerdekaan dengan semangat persatuan dan kebersamaan," kata Fariz.

Kemeriahan gerak jalan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Kecamatan Pasongsongan akan selalu dikenang sebagai momen penuh keseruan dan keceriaan. Semua orang dari berbagai kalangan bisa turut serta dalam kegembiraan bersama. [Sury4]

Selasa, 27 Agustus 2024

Pelatihan dan Bakti Sosial Therapy Banyu Urip di Bantul, Yogyakarta

Therapy banyu urip international
MS Arifin (nomor 4 dari kiri) bersama mereka yang jadi peserta pelatihan.[Foto: Sury4]

apoymadura.com - Sebuah kegiatan mulia digelar di rumah Parjito, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan tersebut adalah pelatihan dan bakti sosial yang diselenggarakan Therapy Banyu Urip, sebuah metode terapi dalam membantu penyembuhan beraneka macam penyakit. Selasa (27/8/2024). 

Pelatihan ini diikuti oleh 22 orang terapis untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam metode Therapy Banyu Urip. 

Dalam suasana penuh kekeluargaan, para terapis belajar teknik-teknik terbaru dan berbagi pengalaman mereka satu sama lain.

CEO PT Bintang Banyu Urip, MS Arifin hadir dan menyampaikan pesan yang mendalam kepada para peserta dan masyarakat sekitar. 

"Bakti sosial ini bukan sekadar sebuah kegiatan, tetapi merupakan bentuk sedekah yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu," terang MS Arifin. 

Lebih jauh eks-Polisi Militer ini menjelaskan, bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen perusahaannya untuk berbagi dan menebar manfaat kepada sesama. 

"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat tidak mampu, sekaligus memberikan pelatihan kepada para terapis agar mereka bisa memberikan pelayanan terbaik,” ungkap MS Arifin.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar, terutama mereka yang merasakan langsung manfaat dari bakti sosial ini. 

Selain pelatihan, MS Arifin memberikan layanan terapi dan bingkisan Ramuan Banyu Urip gratis kepada semua peserta. [Sury4]

Pengumuman Pemenang Lomba Gerak Jalan Umum Kecamatan Pasongsongan HUT Kemerdekaan RI

Hut kemerdekaan Republik Indonesia ke-79
Salah satu peserta wanita dalam llmba gerak jalan Kecamatan Pasongsongan. [Sury4]

apoymadura.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Kecamatan Pasongsongan menyelenggarakan Lomba Gerak Jalan Umum yang berlangsung meriah pada malam hari. Rabu (28/8/2024). 

Lomba ini diikuti oleh berbagai peserta dari berbagai lapisan masyarakat, baik dari kalangan pelajar, organisasi pemuda, instansi pemerintah hingga masyarakat umum yang turut serta memeriahkan kemerdekaan.

Lomba gerak jalan berlangsung penuh semangat. Meski dilaksanakan malam hari tapi antusiasme para peserta dan masyarakat yang menyaksikan tidak surut. 

Lomba ini menjadi salah satu ajang mempererat tali persaudaraan antar warga sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. 

Dalam sebuah jumpa pers yang digelar setelah perlombaan, Dafirudin, selaku panitia lomba gerak jalan umum Pasongsongan, mengumumkan para juara yang berhasil meraih prestasi dalam ajang tersebut.

“Melalui penilaian ketat dewan juri, kami dengan bangga mengumumkan para pemenang lomba gerak jalan umum ini,” ujar Dafirudin di hadapan para peserta dan media yang hadir.

Berikut adalah para juara Lomba Gerak Jalan Umum Kecamatan Pasongsongan:

Juara 1: OPS Pasongsongan

Juara 2: Gunting Miring

Juara 3: Putra PSHW

Juara 4: Putra Pandangan FC

Juara 5: Putra Keramat

Juara 6: Pandangan Putra

Dengan berakhirnya lomba gerak jalan ini diharapkan mampu membangkitkan rasa nasionalisme serta semangat persatuan di tengah-tengah masyarakat.

“Tahun depan, semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung dan menjadi sarana untuk membangun semangat gotong royong dan persatuan dalam mengisi kemerdekaan,” tambah Dafirudin. [Sury4]

Kemeriahan Lomba Gerak Jalan Umum Kecamatan Pasongsongan dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke-79

Hut kemwrdekaan ke-79 kecamatan Pasongsongan
Camat Pasongsongan melepas lomba gerak jalan umum. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Kecamatan Pasongsongan kembali menggelar lomba gerak jalan umum putra-putri yang jadi agenda tahunan. Selasa malam (27/8/2024). 

Kegiatan ini berlangsung pada malam hari. Sangat meriah, menambah suasana khidmat dan semarak perayaan kemerdekaan.

Lomba gerak jalan putra-putri ini dilepas Camat Pasongsongan Kabupaten Sumenep, Fariz Aulia Utomo. Puluhan peserta terlihat penuh semangat dan antusiasme. 

Fariz dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan seperti ini guna menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air di kalangan masyarakat. Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi warga yang tetap antusias mengikuti lomba. 

"Malam hari dipilih bukan hanya untuk menghindari panasnya matahari, tetapi juga agar peserta bisa lebih fokus dan menikmati suasana kebersamaan," ucap Fariz. 

Hut ri ke-79 kecamatan Pasongsongan
Mahasiswa KKN STKIP PGRI Sumenep berpartisipasi dalam lomba gerak jalan Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Sury4]

Ia juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan sebuah momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa ini

Peserta lomba terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Peserta lomba gerak jalan ini menempuh rute sepanjang 4 kilometer. 

Operator Sekolah (OPS) se-Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep turut menyemarakkan lomba gerak jalan Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Sury4]

Peserta lomba melewati jalan utama Pasongsongan. Mereka bukan hanya diuji ketahanan fisiknya, tetapi juga kekompakan dan kerja sama tim.

Setelah menempuh rute yang cukup panjang, para peserta tiba di garis finis dengan wajah penuh keringat, namun dari wajahnya terkesan ada kebanggaan tersendiri. [Sury4]

Senin, 26 Agustus 2024

Kontroversi Keputusan Dewan Juri Karnaval HUT RI ke-79: TK Pertiwi Juara Harapan II Walau Langgar Aturan

Lomba karnaval Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Rahmatunnisak (duduk tengah) bersama rekan-rekannya. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Pada perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, sebuah kontroversi mencuat dalam ajang karnaval yang diadakan pada, 25 Agustus kemarin. 

Keputusan dewan juri memberikan gelar Juara Harapan II kepada TK Pertiwi memicu protes keras dari berbagai kalangan. Selasa (27/8/2024). 

Pasalnya, TK Pertiwi dianggap melanggar aturan karnaval dengan menaiki odong-odong (mobil hias), yang seharusnya membuat mereka kehilangan poin dalam penilaian.

"Menurut aturan yang telah disepakati, peserta karnaval yang menggunakan odong-odong tidak akan mendapatkan poin dari dewan juri. Tapi kenapa masih jadi juara harapan ll. Ini tidak affair!" protes Rahmatunnisak, Kepala TK Darussalam Padangdangan Pasongsongan.

Istri Sekdes ini menambahkan, bahwa wali murid bukan tidak mampu sewa odong-odong. Tapi karena sudah jadi kesepakatan bersama, banyak peserta mengikutinya. 

Sejumlah peserta karnaval dengan tegas menolak keputusan dewan juri. Mereka berpendapat bahwa keputusan ini mencederai semangat kompetisi dan melanggar aturan yang sudah jelas. 

"Banyak yang merasa upaya mereka untuk mematuhi aturan justru tidak dihargai, sementara peserta yang melanggar malah diuntungkan," ucap Rahmatunnisak kecewa. 

Ia mengungkapkan, para peserta sudah berusaha keras mengikuti aturan, namun melihat yang melanggar malah menang, rasanya tidak adil. Ini sangat mengecewakan dan merusak semangat karnaval.

"Bisa dibayangkan, satu murid ada yang menghabiskan dana lebih dua juta. Sewa baju dan aksesoris, make up dan jajannya. Tolong dipikirkan hal ini. Ditambah lagi para murid diberangkatkan pada pukul 13.00 WIB. Dibawah siraman matahari menyengat," kesal Rahmatunnisak. 

Tanggapan Panitia Pelaksana

Sapulan, selaku ketua panitia pelaksana karnaval, mengakui adanya protes dari sejumlah peserta. 

Namun, ia menegaskan bahwa keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diintervensi. 

“Saya mengerti ada kekecewaan dari peserta lain, namun sebagai ketua panitia, saya tidak bisa campur tangan dalam keputusan dewan juri. Apa yang dinilai oleh dewan juri adalah hasil final,” jelas Sapulan. 

Ia juga menambahkan bahwa dewan juri memiliki wewenang penuh untuk menilai setiap peserta berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. 

“Insya Allah tahun depan panitia pelaksana akan mendatangkan juri yang berkompeten di bidangnya. Bisa dari daerah lain,” imbuhnya.

Semoga karnaval di masa depan bisa kembali menjadi ajang yang menggembirakan tanpa meninggalkan catatan kekecewaan. [Sury4]

Minggu, 25 Agustus 2024

Keseruan Anak-Anak Mengikuti Lomba Karnaval Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Kecamatan Pasongsongan

Hut ri ke-79

apoymadura.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Kecamatan Pasongsongan Sumenep, menggelar serangkaian acara yang sangat meriah. Ahad (25/8/2024). 

Salah satu acara yang paling dinantikan oleh masyarakat setempat adalah lomba karnaval. 

"Dalam lomba kali ini melibatkan peserta dari berbagai tingkat pendidikan. Mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, beberapa instansi pemerintah, organisasi masyarakat, hingga aparatur desa se-Kecamatan Pasongsongan.

Sore itu, suasana di jalan utama Pasongsongan begitu semarak dengan bunyi musik dari pengeras suara.

Mereka mengenakan kostum yang kreatif dan penuh warna. Ada yang berpakaian sebagai pahlawan nasional, pakaian adat dari berbagai daerah di tanah air, hingga pakaian yang menggambarkan status sosial. 

Lebih menarik lagi, ada beberapa peserta cilik yang menunjukkan semangat luar biasa untuk ikut serta dalam lomba karnaval yang diadakan setiap tahun ini.

"Tidak hanya penampilan, peserta juga diharapkan bisa menyampaikan pesan-pesan kebangsaan melalui kreativitas yang mereka usung," terang Adi, salah seorang panitia lomba karnalval. 

Anak-anak TK dan RA, meskipun masih sangat muda, tak kalah bersemangatnya. Dengan langkah kecil dan senyum lebar, mereka menambah keceriaan pada suasana karnaval.

Tidak hanya dari segi kostum dan penampilan, kendaraan hias yang mengiringi para peserta juga tak kalah menarik perhatian. 

Kehadiran masyarakat yang memadati sepanjang jalan yang dilalui peserta karnaval menambah semangat anak-anak dalam mengikuti lomba. 

"Saya sangat mengapresiasi antusiasme dan partisipasi para peserta, terutama anak-anak yang telah menampilkan kreativitas dan semangat nasionalisme mereka," ucap Fariz Aulia Utomo dalam kata sambutannya. 

Ia berharap, melalui kegiatan seperti ini, generasi muda dapat lebih mencintai dan menghargai perjuangan para pahlawan bangsa.

Secara keseluruhan, lomba karnaval dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Kecamatan Pasongsongan berjalan dengan sukses dan meriah. [Sury4]

Pemenang Lomba Karnaval Pasongsongan dan Ucapan Terima Kasih Ketua Panitia Bidang Seni HUT RI ke-79 Kecamatan Pasongsongan

Agus sugianto, ketua koordinator panitia bidang seni hut ri ke-79
Agus Sugianto (2 dari kanan) didampingi para panitia lomba karnaval HUT RI ke-79 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Agus Sugianto, Ketua Koordinator Panitia Bidang Seni HUT RI ke-79 Kecamatan Pasongsongan, dengan tulus menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kemeriahan karnaval. Ahad (25/8/2024). 

Agus Sugianto mengungkapkan apresiasinya atas partisipasi aktif dari seluruh pelajar, instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta Pemerintah Desa se-Kecamatan Pasongsongan. 

"Karnaval ini tidak akan berjalan dengan sukses tanpa adanya kerja sama dari berbagai pihak. Semua peserta, baik pelajar, instansi, maupun organisasi, telah memberikan penampilan yang kreatif, dan menjadi daya tarik utama dalam perayaan ini," ujarnya. 

Selain itu, Agus Sugianto juga memberikan penghargaan khusus kepada seluruh warga masyarakat yang telah bahu-membahu bekerja sama untuk kelancaran arus lalu lintas selama acara berlangsung. 

"Kami juga berterima kasih kepada warga Kecamatan Pasongsongan yang telah menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas, sehingga karnaval dapat berlangsung dengan aman dan nyaman," imbuh Agus Sugianto. 

Harus diakui, peran serta masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif adalah kunci dari kesuksesan acara ini.

Agus Sugianto juga menyampaikan terima kasih kepada aparat keamanan dan aparat Pemerintah Desa Panaongan yang telah mengawal dan mengatur jalannya kegiatan karnaval, sehingga semua berjalan lancar tanpa hambatan berarti. [Sury4]

Berikut Pemenang Lomba Karnaval Kecamatan Pasongsongan Sumenep:

Karnaval di Kecamatan Pasongsongan Sukses Digelar, Arus Lalu Lintas Lancar

Camat Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Camat Pasongsongan (2 dari kanan) didampingi Kapolsek Pasongsongan dan panitia penyelenggara melepas peserta karnaval pada pukul 13.00 WIB. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Karnaval yang digelar di Kecamatan Pasongsongan  Sumenep, berlangsung sukses dan jauh dari prediksi awal mengenai potensi kemacetan. Ahad (25/8/2024). 

Meski dihadiri ribuan warga dari berbagai penjuru, acara tersebut berjalan dengan tertib dan lancar.

Karnaval ini secara resmi dilepas oleh Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, yang memberikan sambutan singkat sebelum memberangkatkan para peserta. 

Dalam sambutannya, Fariz mengapresiasi semangat dan antusiasme warga yang turut serta dalam karnaval ini. 

"Kami berharap acara tahunan ini terus menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong diantara masyarakat," harap Fariz. 

Peserta karnaval yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, pelajar, dan organisasi lokal dengan berbagai kostum unik dan kreatif. 

Mereka berbaris rapi di sepanjang jalan utama Pasongsongan, menampilkan beragam atraksi yang memukau para penonton. Berbagai kendaraan hias juga turut meramaikan suasana dengan tema-tema yang menggambarkan kekayaan budaya lokal.

Meskipun sebelumnya ada kekhawatiran akan terjadinya kemacetan akibat banyaknya peserta dan penonton yang hadir, namun berkat kerja sama yang baik antara panitia penyelenggara, aparat keamanan, dan warga setempat, arus lalu lintas tetap terkendali. 

Acara karnaval ini bukan hanya sekadar hiburan, namun juga menjadi ajang bagi warga untuk menampilkan kreativitas dan kebersamaan. [Sury4]

Sabtu, 24 Agustus 2024

Nasib Sungai Angsono Pasongsongan, Luput dari Perhatian Pemerintah

Karnaval pasongsongan Sumenep

apoymadura.com - Sungai Angsono jadi pemisah antara dua desa, yakni Desa Pasongsongan dan Desa Panaongan. Kedua desa tersebut masuk kedalam sebuah kecamatan, yaitu Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura. 

Saat ini kedua desa tersebut menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan sampah. 

Masalah ini tentu tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat setempat. 

Salah satu penyebab utama dari permasalahan ini adalah tidak adanya tempat penampungan atau tempat pembuangan sampah yang memadai di wilayah tersebut.

Sehingga Sungai Angsono jadi bulan-bulanan sebagai tempat pembuangan sampah. Akibatnya sungai tersebut mengalami pendangkalan cukup serius. 

Sampai saat ini, belum ada Tempat Penampungan Sementara (TPS) atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang cukup untuk menampung volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. 

Selain masalah infrastruktur, ketidakpedulian dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah juga menjadi persoalan serius. 

Masyarakat cenderung membuang sampah sembarangan karena tidak adanya tempat yang layak untuk menampung sampah. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan juga masih rendah.

Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan solusi komprehensif. Pertama, pemerintah daerah harus segera menyediakan tempat penampungan sampah yang memadai, seperti TPS atau TPA. 

Selanjutnya, perlu adanya upaya peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan kampanye tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. 

Masalah sampah di Sungai Angsono adalah persoalan yang kompleks dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. 

Dengan adanya tempat penampungan sampah yang memadai dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan masalah sampah di Sungai Angsono dapat diselesaikan dengan bijak. [Sury4]

Bisnis Potong Rambut dengan Modal Kecil dan Alat Tahan Lama

Potong rambut

apoymadura.com - Memulai bisnis di era modern ini seringkali dihadapkan dengan berbagai tantangan, salah satunya adalah modal awal. 

Namun, ada beberapa jenis bisnis yang bisa dimulai dengan modal kecil namun tetap menjanjikan keuntungan yang stabil, salah satunya adalah bisnis potong rambut. 

Bisnis ini tidak hanya memiliki permintaan yang stabil, tetapi juga dapat dijalankan dengan alat yang bertahan lama, menjadikannya pilihan yang ideal bagi mereka yang ingin memulai usaha dengan modal terbatas.

DR Rambut, salah satu salon potong rambut yang ada di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, ada di sebelah Toko Ungu.

"Kalau hari-hari biasa, salon saya buka dari pagi hingga pukul 21.00 WIB," ucap pemuda bertubuh padat. 

Tanya punya tanya, ternyata pemuda tersebut berasal dari Desa Tamba Agung Kecamatan Ambunten Sumenep.

Pulang pergi ia naik sepeda motor. Dari rumah ke salonnya berjarak 13 km. Tarif potong rambut disitu Rp 13.000.

Kalau sehari ada 10 orang saja yang potong rambut, tentu sangat cukup untuk belanja dapur. 

Salah satu keunggulan utama dari bisnis potong rambut adalah modal awal yang relatif terjangkau. 

Anda hanya perlu membeli beberapa peralatan dasar, seperti gunting rambut, mesin cukur elektrik, sisir, cermin, dan kursi potong rambut. 

Jika dihitung, modal awal untuk memulai bisnis ini bisa di bawah 5 juta rupiah, tergantung pada kualitas alat yang Anda pilih.

Alat-alat yang digunakan dalam bisnis potong rambut ini biasanya memiliki masa pakai yang lama jika dirawat dengan baik. Misalnya, gunting rambut berkualitas tinggi bisa bertahan hingga puluhan tahun.

Bagaimana, Anda tertarik? [Sury4]

Karnaval Pasongsongan,Tradisi Meriah Bikin Jalan Utama Macet

Karnaval pasongsongan Sumenep membuat macet jalan utama

apoymadura.com - Karnaval sudah jadi bagian tak terpisahkan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Karnaval adalah tradisi yang sarat akan makna dan semangat kebersamaan.

Tahun ini, HUT Kemerdekaan RI memasuki usia ke-79. Berkaca pada kegiatan karnaval sebelumnya, sejatinya ada pembenahan dari semua aktivitas yang melingkupi kesemarakan 17 Agustus. 

Tiap tahun, kegiatan ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas. Di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep karnaval akan dilaksanakan pada 25 Agustus 2024.

Karnaval tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi cerminan budaya lokal. Perayaan ini sekaligus jadi kebanggaan bagi masyarakat dalam merayakan kemerdekaan bangsa.

Namun, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan karnaval di Pasongsongan, terkait dengan kemacetan yang selalu terjadi di jalan utama. 

Kemacetan ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi  bisa mengurangi kenyamanan peserta dan penonton karnaval itu sendiri. 

Oleh karena itu, perlu adanya solusi konkret untuk mengatasi masalah ini.

Salah satu langkah yang bisa diambil oleh pemangku kebijakan di Kecamatan Pasongsongan adalah membagi karnaval menjadi dua hari.

Hari pertama, karnaval diadakan untuk pelajar. Biasanya menampilkan kreativitas dan kebolehan dalam seni dan budaya. 

Dan hari kedua diperuntukkan bagi masyarakat umum. Biasanya lebih variatif dan melibatkan banyak elemen masyarakat.

Pengaturan seperti ini memungkinkan masyarakat untuk menikmati karnaval dengan lebih nyaman, tanpa harus berdesakan dan terjebak dalam kemacetan mengular.

Pemangku kebijakan dan tokoh masyarakat di Kecamatan Pasongsongan perlu lebih jeli dalam mengatur kegiatan ini agar karnaval tetap menjadi perayaan yang menyenangkan, tanpa harus mengorbankan kelancaran lalu lintas dan kenyamanan publik. [Sury4]

Jumat, 23 Agustus 2024

Agus Sugianto Puas dengan Pelaksanaan Lomba Baca Puisi dan Pidato Madura HUT RI

Hut ri ke-79 pasongsongan Sumenep
Agus Sugianto (kiri) bersama panitia lomba baca puisi dan pidato Madura. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Ketua Koordinator Bidang Seni peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto, menyatakan puas terhadap sukses pelaksanaan lomba baca puisi dan pidato Madura. Sabtu (24/8/2024). 

Kedua lomba tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep kemarin. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan Indonesia yang tahun ini memasuki usia ke-79.

Sebagai ketua koordinator bidang seni, Agus Sugianto tidak hanya memimpin penyelenggaraan lomba baca puisi dan pidato Madura, tapi juga membawahi berbagai lomba lainnya, termasuk lomba lukis, menggambar, kolase, kaligrafi, serta karnaval. 

"Berbagai lomba ini diadakan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air lewat seni dan budaya, sekaligus mengapresiasi bakat dan kreativitas para pelajar di wilayah Kecamatan Pasongsongan," cetusnya. 

Menurut Agus Sugianto, lomba baca puisi dan pidato Madura yang diadakan di Pendopo Kecamatan Pasongsongan berlangsung dengan penuh antusiasme, baik dari peserta maupun penonton. 

“Saya sangat senang dan merasa puas dengan pelaksanaan lomba kali ini. Peserta menunjukkan semangat yang tinggi dalam menyampaikan karya-karya mereka, baik dalam bentuk puisi maupun pidato dalam bahasa Madura," tambahnya. 

Lomba-lomba yang diselenggarakan di bidang seni ini bertujuan untuk menggali potensi seni dan budaya yang ada di masyarakat.

“Kami ingin menjadikan peringatan HUT Kemerdekaan ini sebagai momen untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa melalui berbagai kegiatan yang positif dan bermakna," harap Agus Sugianto. [Sury4]

Pemenang Lomba Baca Puisi dan Pidato Madura Kecamatan Pasongsongan Diproyeksikan untuk Mengikuti Lomba Tingkat Kabupaten

Hut kemerdekaan ri ke-79
Sapulan (kiri) bersama dewan juri lomba baca puisi dan pidato Madura dalam rangka memperingati HUT RI ke-79 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Sukses penyelenggaraan Lomba Baca Puisi dan Pidato Madura Semarak 17 Agustus di Pendopo Kecamatan Pasongsongan tadi siang, nantinya para juara dari kompetisi ini diproyeksikan untuk melanjutkan perjuangan mereka di tingkat Kabupaten Sumenep. Jumat (23/8/2024). 

Pernyataan ini disampaikan oleh Sapulan, anggota panitia pelaksana kegiatan bidang seni , usai perlombaan selesai dilaksanakan.

"Para pemenang telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam menunjukkan talentanya," ucap Sapulan. 

Pakar bahasa Madura ini melihat potensi besar dari para juara lomba kali ini. Mereka tidak hanya unggul dalam kemampuan bahasa, tetapi juga sanggup menyampaikan pesan dengan penuh penghayatan dan kepercayaan diri. 

"Kami sangat yakin mereka dapat bersaing dengan baik di tingkat kabupaten," ujar pria subur yang saat ini masih betstatus Kepala SDN Panaongan 4 Kecamatan Pasongsongan. 

Lomba yang berlangsung dengan meriah ini diikuti oleh peserta dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Pasongsongan. 

Sapulan menambahkan bahwa para pemenang akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut sebelum berkompetisi di tingkat kabupaten. 

"Kami akan memberikan pembinaan khusus agar mereka bisa tampil lebih percaya diri dan maksimal," imbuhnya.

Sapulan juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan lomba di Pendopo Kecamatan Pasongsongan. [Sury4]

Kamis, 22 Agustus 2024

Inilah Juara Lomba Baca Puisi dan Pidato Berbahasa Madura dalam Rangka HUT RI ke-79 di Pasongsongan

Hut ri ke-79
Panitia dan juri lomba baca puisi dan pidato saat mengumumkan par pemenang lomba. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menyelenggarakan lomba baca puisi dan lomba pidato berbahasa Madura. 

Kedua lomba ini diadakan di Pendopo Kecamatan Pasongsongan dan diikuti oleh siswa-siswi dari SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Pasongsongan. Jumat (23/8/2024). 

"Acara ini merupakan bagian rangkaian kegiatan memeriahkan peringatan kemerdekaan, sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya dan bahasa Madura bagi generasi muda," terang Agus Sugianto, Ketua Koordinator Panitia Lomba Seni. 

Lomba baca puisi dan pidato ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Para peserta yang tampil penuh semangat dan percaya diri.

Lebih jauh Agus Sugianto berharap agar kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi siswa-siswi untuk terus mengasah kemampuannya dalam bidang sastra dan semakin mencintai bahasa dan budaya Madura.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta yang telah berani tampil dan menunjukkan bakatnya.

Sedangkan pengumuman pemenang lomba disampaikan Salehodin Khoir, bertindak sebagai panitia kedua lomba. 

Menurut informasinya, bahwa para pemenang lomba bakal mendapat penghargaan berupa trofi, piagam, dan hadiah dari panitia. 

Selain itu, mereka juga diundang untuk tampil dalam acara puncak peringatan HUT RI ke-79 yang akan diselenggarakan di Lapangan Sawunggaling Pasongsongan. [Sury4]

SDN Padangdangan 2 Senantiasa Berpartisipasi Aktif pada Tiap Lomba HUT Kemerdekaan RI ke-79

Hut ri ke-79
Madun,S.Pd (tengah) bersama para guru dan siswanya ketika mau mengikuti lomba gerak jalan. [Foto: Surya]

apoymadura.com - SDN Padangdangan 2, terletak di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, selalu menunjukkan komitmennya dalam mengirimkan siswanya pada setiap pelaksanaan lomba Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. 

Partisipasi sekolah ini dalam berbagai lomba HUT RI tidak pernah absen. 

Tujuannyabukan sekadar ajang untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai sarana membentuk karakter. Kamis (22/8/2024). 

"Mengikutsertakan siswa dalam setiap perlombaan merupakan salah satu strategi pendidikan efektif dalam membangun mental yang berintegritas," ucap Madun, S.Pd, Kepala SDN Padangdangan 2.

Dengan ikut lomba, siswa tidak hanya belajar tentang semangat kompetisi, tetapi juga bagaimana menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, kerja sama, dan tanggung jawab. 

Madun menekankan, bahwa kegiatan-kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, disiplin, dan rasa tanggung jawab pada diri siswa. 

Ia percaya bahwa pendidikan tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tapi juga melalui pengalaman nyata seperti mengikuti berbagai lomba. 

"Kami selalu mendukung penuh kepada para siswa yang ingin berpartisipasi dalam tiap lomba," ungkap Madun ketika  mengikutsertakan siswanya pada lomba gerak jalan. 

Ia dan para guru siap menyediakan pembinaan dan pelatihan bagi siswa yang akan bertanding. 

"Para guru juga terlibat aktif dalam mengarahkan dan mendampingi siswanya, sehingga mereka dapat memberikan performa terbaiknya,” tambahnya.

SDN Padangdangan 2 telah membuktikan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan di luar sekolah, seperti lomba HUT Kemerdekaan RI, dapat menjadi sarana yang efektif dalam membangun karakter peserta didik. [Sury4]

Pelepasan Lomba Gerak Jalan Tingkat SD/MI dan SMP/MTs oleh Abu Supyan, Pengawas Binaan SD/SDI Kecamatan Pasongsongan

Hut ri ke-79 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Dari kiri: Miftahul Ulum, Haji Ahmad Busri, dan Dafirudin. Ketiganya merupakan panitia utama lomba gerak jalan tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menggelar lomba gerak jalan tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Kamis (22/8/2024). 

Lomba ini dihadiri oleh peserta dari berbagai sekolah di wilayah Pasongsongan, yang dengan penuh semangat mengikuti lomba sebagai bagian dari perayaan tahunan.

Lomba gerak jalan ini secara resmi dilepas oleh Abu Supyan, Pengawas Binaan SD/SDI Kecamatan Pasongsongan. 

Dalam sambutannya, Abu Supyan menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar menjaga sportifitas dan menaati segala aturan lomba yang telah disepakati sebelumnya. 

"Lomba ini bukan tentang siapa yang menjadi pemenang, tapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga nilai kebersamaan dan sportifitas," ujar Abu Supyan.

Secara terpisah, Miftahul Ulum sebagai panitia lomba juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan semangat juang dalam mengikuti perlombaan ini. 

"Lomba gerak jalan bukan hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga merupakan ajang untuk membangun karakter siswa yang kuat dan berintegritas," ucap Miftahul Ulum. 

Dengan dilepasnya peserta lomba, seluruh peserta tampak antusias dan siap untuk menempuh rute yang telah ditentukan. 

Rute lomba kali ini melintasi jalan utama di Kecamatan Pasongsongan, dengan disaksikan oleh warga setempat yang turut memberikan dukungan dan semangat kepada para peserta. [Sury4]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...