Jumat, 31 Oktober 2025

Guru SDN Panaongan 3 Gunakan Bahasa Madura dalam Upacara Hari Jadi Sumenep ke-756

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Upacara Hari Jadi Sumenep di SDN Panaongan 3. [sh]

SUMENEP – Suasana berbeda tampak di halaman SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, saat pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756. 

Dalam upacara yang berlangsung khidmat itu, seluruh petugas upacara berasal dari para guru dan menggunakan Bahasa Madura dalam seluruh rangkaian acara. Jumat (31/10/2025). 

Mulai dari pembacaan doa, amanat pembina upacara, hingga aba-aba barisan, semuanya disampaikan dengan Bahasa Madura yang halus dan santun. 

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus bentuk nyata kecintaan warga sekolah terhadap bahasa daerah dan budaya lokal.

“Kami ingin memberi contoh kepada semua peserta didik, kita tidak boleh minder menggunakan Bahasa Madura,” ungkap Agus Sugianto, S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3, saat ditemui seusai upacara.

Menurutnya, penggunaan Bahasa Madura dalam kegiatan resmi seperti upacara bendera adalah cara efektif menanamkan rasa bangga terhadap identitas daerah sekaligus melestarikan bahasa ibu di tengah arus modernisasi. 

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan sekolah terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memperkuat nilai-nilai kearifan lokal di lingkungan pendidikan. 

Dengan semangat Hari Jadi ke-756, SDN Panaongan 3 ingin menegaskan bahwa bahasa dan budaya Madura adalah warisan berharga yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.[sh]

Busana Adat Madura di Pasongsongan: Cermin Cinta dan Kebanggaan terhadap Kota Keris Sumenep

Opini apoy madura suriyanto hasyim

Ada pemandangan yang begitu indah dan membanggakan di Kecamatan Pasongsongan. 

Sejak pagi, setiap lembaga pendidikan—baik negeri maupun swasta—tampak semarak dengan warna-warni busana adat Madura. 

Para siswa dari tingkat PAUD hingga SMA, lengkap dengan para guru dan tenaga kependidikan, mengenakan pakaian tradisional khas Madura yang jadi simbol kebanggaan terhadap budaya lokal dan kecintaan mendalam pada tanah kelahiran: Kabupaten Sumenep, Kota Keris yang kita banggakan.

Momentum ini bukan sekadar seremonial. Lebih dari itu, ia merupakan wujud nyata betapa masyarakat Pasongsongan memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya. 

Melalui langkah sederhana namun bermakna—mengenakan busana adat—mereka menunjukkan bahwa modernitas tidak harus menghapus jati diri daerah. 

Justru, nilai-nilai budaya harus menjadi dasar dalam setiap langkah kemajuan.

Yang tak kalah menarik, di setiap sekolah dilaksanakan upacara bendera dengan nuansa yang sangat khas. Para pembina upacara menggunakan Bahasa Madura dalam penyampaian amanatnya. 

Bahkan, di beberapa sekolah, petugas upacara pun turut menggunakan Bahasa Madura mulai dari aba-aba hingga pembacaan doa.

Salah satu contoh nyata adalah SDN Panaongan 3, yang melaksanakan seluruh rangkaian upacara dengan menggunakan Bahasa Madura secara penuh. 

Mulai dari amanat pembina upacara, aba-aba komando, hingga pembacaan doa—semuanya dilakukan dengan bahasa daerah yang halus dan penuh makna. 

Hal ini jadi bukti kuat bahwa pendidikan di Pasongsongan tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tapi juga menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya lokal.

Inisiatif ini layak diapresiasi dan dijadikan teladan bagi kecamatan lain. 

Pasongsongan telah memberi contoh bagaimana pendidikan bisa jadi media strategis dalam menumbuhkan rasa cinta daerah dan kebanggaan budaya sejak dini. 

Ketika generasi muda tumbuh dengan kecintaan terhadap identitas lokalnya, maka masa depan kebudayaan Sumenep akan tetap terjaga, meskipun zaman terus berubah.

Selamat Hari Jadi Kota Sumenep yang ke-756. Semoga semangat masyarakat Pasongsongan jadi inspirasi bagi seluruh warga Sumenep untuk terus menjaga, merawat, dan mencintai warisan budaya kita — karena dari Madura-lah jati diri dan kebanggaan itu tumbuh. [sh]

Cinta Budaya Madura, Cinta Sumenep: Potret Semangat Kebersamaan di Pasongsongan

Opini apoy madura

Ada pemandangan yang begitu memikat di seluruh lembaga pendidikan se-Kecamatan Pasongsongan pada peringatan Hari Jadi Kota Sumenep ke-756. 

Sejak pagi, suasana penuh warna dan semangat terpancar dari setiap sekolah, baik negeri maupun swasta. 

Para peserta didik, guru, hingga tenaga pendidik kompak mengenakan busana adat Madura — simbol kebanggaan dan cinta yang mendalam terhadap tanah kelahiran, Kota Keris Sumenep.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Lebih dari itu, menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat Pasongsongan terhadap pelestarian budaya dan jati diri Madura. 

Wujud Cinta

Busana tradisional yang dikenakan para siswa dan guru jadi lambang penghormatan terhadap nilai-nilai lokal yang telah diwariskan para leluhur. 

Dengan mengenakan pakaian adat, generasi muda diajak untuk tidak melupakan akar budaya mereka di tengah derasnya arus modernisasi.

Hal ini bertujuan supaya mereka tidak latah dan menganggap pakaian adat orang lain lebih baik. 

Upacara Bendera

Yang tak kalah menarik, di hampir seluruh sekolah dilaksanakan upacara bendera dengan nuansa khas Madura. 

Para pembina upacara tampil dengan penuh wibawa menyampaikan amanat menggunakan Bahasa Madura, bahasa ibu yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. 

Bahkan ada di beberapa sekolah, petugas upacara juga turut menggunakan Bahasa Madura, mulai dari pemberian aba-aba, hingga pembacaan doa penutup. 

Suasana ini menghadirkan nuansa sakral sekaligus hangat, menegaskan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tapi juga identitas yang harus dijaga.

Rasa Memiliki

Langkah serentak seluruh lembaga pendidikan di Pasongsongan ini jadi cermin betapa kuatnya rasa memiliki masyarakat terhadap Kabupaten Sumenep. 

Di balik kesederhanaannya, terdapat pesan mendalam bahwa mencintai daerah sendiri bisa diwujudkan dengan cara-cara sederhana tapi penuh makna — salah satunya melalui penghormatan terhadap budaya dan bahasa daerah.

Harapan

Semoga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal ini terus tumbuh di hati generasi muda. 

Sebab, dari merekalah masa depan Sumenep akan terus berakar kuat dalam nilai-nilai budaya yang luhur. 

Selamat Hari Jadi Kota Sumenep ke-756 — semoga Sumenep kian maju, sejahtera, dan tetap berkarakter sebagai Kota Berbudaya. [sh]

Kamis, 30 Oktober 2025

SDN Padangdangan 2 Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Jadi Sumenep ke-756

Sdn padangdangan 2
Upacara Hari Jadi Kota Sumenep. [sh]

SUMENEP — Suasana khidmat terasa di halaman SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, saat seluruh guru dan siswa mengikuti upacara bendera memperingati Hari Jadi Kota Sumenep ke-756. Jumat (31/10/2025). 

Di bawah langit cerah, peserta upacara berdiri rapi penuh semangat untuk mengenang sejarah panjang Kota Keris.

Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd.SD, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan amanatnya dalam Bahasa Madura. 

Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya menumbuhkan rasa bangga sebagai warga Sumenep yang lahir dan tumbuh di tanah yang sarat dengan nilai budaya, moral, serta kearifan lokal.

“Kita patut bangga dilahirkan di bumi Sumenep yang memiliki warisan budaya luhur. Dari Sumenep ada tokoh besar seperti Adipati Arya Wiraraja, inspirator berdirinya Kerajaan Majapahit,” ujar Madun dalam sambutannya.

Dengan menggunakan Bahasa Madura halus, Madun berpesan agar para siswa meneladani kebijaksanaan para leluhur serta terus menjaga warisan budaya yang jadi identitas masyarakat Sumenep. 

Ia berharap semangat mencintai daerah dan budayanya bisa tumbuh kuat dalam diri setiap peserta didik.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut jadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat rasa cinta tanah kelahiran serta meneguhkan tekad menjaga warisan sejarah dan budaya Sumenep yang telah berusia lebih dari tujuh abad. [sh]

Unik! SDN Panaongan 3 Gelar Upacara Peringatan Hari Jadi Sumenep Pakai Bahasa Madura Halus

Sdn Panaongan 3
Agus Sugianto (kanan). [sh]

SUMENEP — Suasana berbeda tampak di halaman SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, saat sekolah tersebut menggelar upacara bendera memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756. Jumat (31/10/2025). 

Keistimewaan upacara ini terletak pada penggunaan Bahasa Madura halus di seluruh rangkaian kegiatan, menciptakan nuansa khidmat dan penuh tata krama khas budaya Madura.

Para guru sebagai petugas upacara, sementara siswa jadi penggerek bendera — sebuah simbol sinergi antara pendidik dan peserta didik. 

Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, S.Pd., dalam amanatnya menegaskan pentingnya kebersamaan antara guru dan murid dalam membangun pendidikan yang hidup dan bermakna. 

Ia juga mengingatkan generasi muda agar terus menumbuhkan semangat perjuangan bangsa.

"Penggunaan Bahasa Madura halus dalam kegiatan resmi merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah," ucap Agus Sugianto. 

Menurutnya, anak-anak perlu dibiasakan berbahasa halus agar tidak kehilangan nilai-nilai kesopanan dan unggah-ungguh yang terkandung di dalamnya.

Dalam kesempatan itu, Agus juga memberikan edukasi singkat tentang sejarah Hari Jadi Kabupaten Sumenep, mengajak siswa mengenal asal-usul daerahnya untuk menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap tanah kelahiran. 

Suasana upacara pun jadi sarana pembelajaran sejarah yang hidup dan menyenangkan.

Kemeriahan bertambah dengan penyerahan uang pembinaan kepada wali siswa berprestasi, Sulaiman, yang meraih Juara I Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Sumenep.

Upacara yang berlangsung khidmat dan bernuansa budaya ini jadi momen inspiratif yang menanamkan nilai cinta daerah, sopan santun, serta kebanggaan terhadap bahasa dan budaya Madura. [sh]

SDN Panaongan 3 Rayakan Hari Jadi Sumenep ke-756 dengan Bahasa Madura Halus

Sdn padangdangan 2
Kepala sekolah dan guru SDN Panaongan 3. [sh]

SUMENEP — SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, menggelar upacara bendera memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756 dengan menggunakan Bahasa Madura Halus. Jumat (31/10/2025). 

Upacara berlangsung khidmat, sebagai pembina adalah kepala sekolah tersebut, Agus Sugianto, S.Pd.

Ia menekankan pentingnya kerja sama guru dan murid dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas serta menanamkan nilai kebersamaan. 

"Penggunaan Bahasa Madura halus, jadi wujud pelestarian budaya dan pembiasaan bahasa ibu bagi siswa," ucapnya. 

Dalam kesempatan itu, sekolah juga menerima penghargaan untuk Sulaiman, siswa kelas VI yang meraih Juara I Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten dan akan mewakili Sumenep di tingkat provinsi. [sh]

SDN Soddara 1 Gelar Upacara dan Tasyakuran Peringati Hari Jadi Sumenep ke-756

Sdn soddara 1 kecamatan Pasongsongan
Upacara Hari Jadi Kota Sumenep. [sh]

SUMENEP — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Keris Sumenep ke-756, SDN Soddara 1 Kecamatan Pasongsongan menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman sekolah tersebut. Jumat (31/10/2025). 

Seluruh guru dan siswa turut serta dengan penuh semangat dan rasa bangga terhadap sejarah panjang Kabupaten Sumenep.

Kepala SDN Soddara 1, Sarkawi, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap daerahnya. 

Sdn soddara 1
Tasyakuran SDN Soddara 1. [sh]

“Ada yang spesial pada hari ini. Setelah upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep, kami melanjutkannya dengan acara tasyakuran dan makan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan sederhana tapi bermakna itu jadi momentum mempererat kebersamaan antara guru dan siswa, sekaligus menanamkan nilai-nilai lokal serta semangat gotong royong.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu sejarah, tapi juga bangga jadi bagian dari Sumenep,” tambah Sarkawi.

Dengan kegiatan ini, SDN Soddara 1 berharap semangat Hari Jadi Sumenep bisa jadi inspirasi untuk terus berkarya dan berprestasi, menjaga warisan budaya, serta memperkuat identitas sebagai warga Kota Keris. [sh]

Rabu, 29 Oktober 2025

Kiai Ali Maschan Moesa Sampaikan Pesan Persatuan di Peringatan Hari Santri dan Maulid Nabi di Pasongsongan

Mwc nu Pasongsongan

SUMENEP — Ribuan jamaah memadati Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, pada pengajian akbar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2025 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW. Rabu malam (29/10/2025).

Acara yang digagas MWC NU Pasongsongan ini menghadirkan Kiai Ali Maschan Moesa, Wakil Ketua Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, sebagai penceramah utama.

Dalam tausiahnya, Kiai Ali Maschan mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW serta menjaga ukhuwah di tengah perbedaan. 

Ia menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan pada keturunan atau nasab, melainkan pada akhlak dan perilakunya.

“Siapa pun orangnya, kalau akhlaknya bobrok, jangan kita ikuti. NU lebih memilih bersikap husnuzon demi menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam,” tegas Kiai Ali Maschan di hadapan jamaah.

Pernyataan tersebut menyinggung halus polemik yang belakangan muncul di masyarakat terkait nasab dan klaim keturunan. 

Kiai Ali menekankan bahwa NU selalu mengedepankan akhlakul karimah, toleransi, dan keutuhan bangsa, sesuai dengan semangat Hari Santri. [sh]

Lesbumi Pasongsongan Suguhkan Musikalisasi Puisi di Pengajian Akbar Hari Santri Nasional

Musikalisasi puisi lesbumi mwc nu Pasongsongan
Musikalisasi puisi Lesbumi MWC NU Pasongsongan. [sh]

SUMENEP — Pengajian akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan, berlangsung meriah dan penuh makna. Rabu malam (29/10/2025). 

Salah satu penampilan yang menarik perhatian jamaah adalah musikalisasi puisi yang dibawakan Lesbumi MWC NU Pasongsongan.

Penampilan tersebut dikemas dengan nuansa religius dan budaya yang kental. 

Musikalisasi puisi itu dikolaborasikan dengan lantunan zikir samman dibawakan siswa-siswi dari Lembaga Pendidikan Ma’arif Pasongsongan, menciptakan harmoni indah antara seni dan spiritualitas.

Ketua Lesbumi Pasongsongan, Akhmad Jasimul Ahyak, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk ekspresi cinta santri terhadap seni dan ajaran Islam. 

“Musikalisasi puisi dan zikir samman ini menggambarkan perpaduan antara tradisi, sastra, dan spiritualitas yang tumbuh di lingkungan pesantren,” ucapnya.

Dengan penampilan tersebut, Lesbumi Pasongsongan berharap kesenian religius dan tradisional seperti musikalisasi puisi bisa terus berkembang sebagai media dakwah yang menyentuh hati dan menanamkan nilai-nilai keislaman. [sh]

Lesbumi MWC NU Pasongsongan Tampilkan Macapat di Pengajian Akbar Hari Santri Nasional

Lesbumi mwc nu Pasongsongan kabupaten Sumenep
Penampilan Macapat Lesbumi Pasongsongan. [sh]

SUMENEP — Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) MWC NU Pasongsongan turut memeriahkan pengajian akbar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2025 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan. Rabu malam (29/10/2025). 

Penampilan macapat khas Madura oleh anggota Lesbumi jadi salah satu momen yang menarik perhatian jamaah. 

Lantunan tembang penuh makna tersebut menghadirkan suasana religius dan sarat nilai budaya lokal, selaras dengan semangat acara yang menggabungkan aspek keagamaan dan kebudayaan.

Ketua Lesbumi Pasongsongan, Akhmad Jasimul Ahyak, menjelaskan bahwa macapat Madura merupakan bagian dari warisan budaya leluhur yang patut dilestarikan. 

“Melalui seni macapat, kita tidak hanya menjaga tradisi, tapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan kearifan lokal kepada generasi muda,” ujarnya di sela-sela acara pengajian akbar tersebut. 

Pengajian akbar tersebut digagas MWC NU Pasongsongan dengan dukungan berbagai pihak, dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai desa sekitar. 

Acara berlangsung khidmat, meneguhkan semangat santri dan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan serta budaya Madura. [sh]

Selasa, 28 Oktober 2025

Murid SDN Panaongan 3, Harumkan Sumenep Lewat Macapat: Dari Program MALESMAMA Hingga Juara FTBI

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Sulaiman, murid SDN Panaongan 3.[sh]

SUMENEP — Sulaiman, murid SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, kembali mengharumkan nama sekolah dan daerahnya dengan meraih Juara Pertama Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Sumenep 2025 pada kategori Menembang/Macapat. 

Berkat prestasi itu, ia berhak mewakili Kabupaten Sumenep ke ajang FTBI tingkat Provinsi Jawa Timur. Rabu (29/10/2025). 

Keberhasilan Sulaiman merupakan hasil pembinaan intensif melalui program ko-kurikuler MALESMAMA (Mari Lestarikan Macapat Madura) yang digagas Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto. 

Program ini bertujuan melestarikan seni macapat sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis budaya. 

Dalam pelaksanaannya, siswa dibimbing langsung Salehodin HR, pakar Macapat Madura yang telah lama berdedikasi dalam pelestarian seni tradisional Madura.

Dikenal sebagai "Suara Emas dari Pasongsongan”, Sulaiman memiliki kemampuan vokal yang luar biasa dan telah sering tampil di berbagai ajang seni, termasuk FLS2N dan program “IDOLA” di LPP RRI Sumenep. 

"Keunikan cengkok dan penguasaan nada jadi keunggulan tersendiri yang membuat Sulaiman mampu menonjol di antara peserta lainnya," ungkap Salehodin HR. 

Apresiasi juga datang dari Abu Supyan, M.Pd, Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, yang memuji prestasi Sulaiman dan berharap ia terus berlatih agar bisa melaju ke tingkat nasional. 

"Kami menilai pencapaian ini sebagai bukti nyata kemajuan dunia pendidikan di Sumenep, khususnya dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah," ucap Abu Supyan. 

Prestasi Sulaiman melanjutkan tradisi juara SDN Panaongan 3 di ajang FTBI. 

Dalam tiga tahun terakhir, sekolah ini konsisten mengukir prestasi di berbagai kategori bahasa Madura. 

Keberhasilan tersebut menegaskan komitmen SDN Panaongan 3 untuk menjaga warisan budaya lokal sekaligus meraih prestasi akademik, menjadikan sekolah ini teladan dalam mengintegrasikan pendidikan dan pelestarian budaya di tengah arus modernisasi. [sh]

Sulaiman, Siswa SDN Panaongan 3 Lolos ke FTBI Tingkat Provinsi

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Sulaiman, siswa SDN Panaongan 3. [sh]

SUMENEP — Prestasi membanggakan ditorehkan kembali oleh siswa dari Kecamatan Pasongsongan. Rabu (29/10/2025). 

Sulaiman, peserta didik SDN Panaongan 3, berhasil lolos ke ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Timur setelah menyingkirkan sejumlah peserta lain di tingkat Kabupaten Sumenep.

Dalam lomba bidang menembang, Sulaiman tampil memukau dengan suara merdu dan pembawaan yang percaya diri. 

“Sulaiman memang punya karakter suara yang khas dan kualitas baik,” ujar Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, penuh bangga.

Keberhasilan Sulaiman jadi bukti nyata semangat pelestarian bahasa dan budaya daerah di Pasongsongan terus tumbuh dan mendapat dukungan kuat dari para pendidik. [sh]

Senin, 27 Oktober 2025

Semangat Bahasa Madura Menyala dari Pasongsongan

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan


SUMENEP — Semangat pelestarian bahasa daerah tampak menyala dari Kecamatan Pasongsongan. Selasa (28/10/2025). 

Perwakilan siswa dari kecamatan ini turut berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Sumenep yang digelar Dinas Pendidikan Sumenep bersama Balai Bahasa Jawa Timur di Aula KPRI Sumenep.

"Kontingen Pasongsongan mengikuti dua cabang lomba, yakni Carakan Madura dan Menulis Cerita Pendek Bahasa Madura." ungkap Agus Sugianto, S.Pd, perwakilan KKKS Pasongsongan

Menurutnya, kegiatan ini digelar secara luring dan daring, serta jadi wadah penting menumbuhkan cinta terhadap bahasa ibu.

Sedangkan Abu Supyan, M.Pd, Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, menegaskan bahwa tujuan utama bukan sekadar juara, tapi menanamkan kesadaran untuk melestarikan bahasa Madura. 

"Partisipasi ini menjadi bukti bahwa bahasa Madura masih hidup di hati generasi muda," ujar Abu Supyan. [sh]

KH Said Aqil Siradj Akan Sampaikan Tausiah di Peringatan Hari Santri dan Maulid Nabi di Pasongsongan

Mwc nu pasongsongan
KH Rusydi Tabligh. [sh]

SUMENEP — Lapangan Sawunggaling Desa/Kecamatan Pasongsongan akan jadi pusat kegiatan keagamaan besar pada Rabu, 29 Oktober 2025. 

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pasongsongan akan menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara istimewa ini akan menghadirkan KH Said Aqil Siradj sebagai penceramah utama yang akan memberikan tausiah dan pesan kebangsaan kepada masyarakat. 

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk KH Rusydi Tabligh, Rais Syuriah MWC NU Batumarmar, Kabupaten Pamekasan.

“Dari awal kami telah mengimbau kepada segenap warga nahdliyin di berbagai wilayah di Pamekasan dan Sampang untuk turut menghadiri acara keagamaan seperti ini,” ujar KH Rusydi Tabligh.

Panitia berharap kehadiran KH Said Aqil Siradj bisa menambah semangat keagamaan dan memperkuat ukhuwah islamiyah di kalangan masyarakat Pasongsongan dan sekitarnya. [sh]

Minggu, 26 Oktober 2025

Enam Siswa Pasongsongan Wakili Kecamatan di Ajang ISCO Kabupaten Sumenep

Isco mioa kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto (kiri) bersama Abu Supyan. [sh]

SUMENEP — Kecamatan Pasongsongan kembali menunjukkan semangat berprestasi. Melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), enam siswa terbaik dikirim untuk mengikuti Intelligent Student Competition (ISCO) bidang Matematika dan IPA tingkat Kabupaten Sumenep. Senin (27/10/2025). 

Tiga siswa berlaga di bidang Matematika dan tiga lainnya di bidang IPA. Mereka merupakan hasil seleksi dari beberapa SD di Pasongsongan yang telah dibina secara intensif.

Sekretaris KKKS, Agus Sugianto, S.Pd, sekaligus Kepala SDN Panaongan 3, ditugaskan mendampingi peserta bersama Pengawas Bina SD, Abu Supyan, M.Pd.

“Kami yakin anak-anak siap bersaing membawa nama baik Pasongsongan,” ujar Agus.

Sedangkan Abu Supyan berharap kegiatan ISCO jadi ajang pembentukan karakter dan motivasi belajar siswa. 

Dengan semangat kolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan pengawas, Pasongsongan optimistis meraih hasil terbaik di tingkat kabupaten. [sh]

Anna Rafiah Raih Peringkat 3 ISCO MIPA Kecamatan Pasongsongan, Wakili Kecamatan ke Tingkat Kabupaten

Sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Anna Rafiah (kanan) sebelum kompetisi ISCO MIPA tingkat kabupaten. [sh]

SUMENEP — Prestasi membanggakan ditorehkan oleh salah satu siswi SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan, Anna Rafiah, yang berhasil meraih peringkat 3 dalam ajang ISCO MIPA tingkat Kecamatan Pasongsongan. 

Berkat capaian tersebut, Anna kini terpilih sebagai duta Kecamatan Pasongsongan untuk melaju ke kompetisi ISCO MIPA tingkat Kabupaten Sumenep. Senin (27/10/2025). 

Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd.SD, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih anak didiknya tersebut. “Kami yakin Anna Rafiah akan sukses masuk ke babak selanjutnya,” ujarnya penuh harap.

Diketahui, Anna Rafiah saat ini duduk di bangku kelas V SDN Padangdangan 2. 

Keberhasilannya jadi inspirasi bagi teman-teman sekelasnya untuk terus bersemangat dalam belajar dan berprestasi di berbagai bidang akademik. [sh]

Murid SDN Padangdangan 2 Biasakan Buang Sampah Setiap Pagi

Sdn padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Pembiadaan baik, membuang sampah pada tempatnya. [sh]

SUMENEP – Para murid SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan setiap pagi rutin melaksanakan kegiatan membuang sampah kelas ke tempat penampungan yang terletak di belakang sekolah. Senin (27/10/2025). 

Kegiatan positif ini telah jadi bagian penting dari pembiasaan harian untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah, semua peserta didik sangat mengindahkan instruksi dari Bapak Kepala Sekolah. Setiap sampah yang terkumpul saya bakar agar lingkungan tetap bersih,” ungkap Suriyanto, penjaga sekolah SDN Padangdangan 2.

Kegiatan sederhana tapi bermakna ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran para siswa akan pentingnya menjaga kebersihan sejak dini. 

Karena dengan lingkungan yang bersih, proses belajar pun akan jadi lebih nyaman dan sehat. [sh]

Upacara Bendera SDN Padangdangan 2 Tekankan Pentingnya Menjaga Kebersihan

Sdn padangdangan 2

SUMENEP — Upacara bendera rutin tiap Senin di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, berlangsung dengan khidmat. Senin (37/10/2025). 

Kegiatan yang diikuti seluruh guru dan peserta didik tersebut jadi sarana untuk menumbuhkan disiplin dan semangat nasionalisme sejak dini.

Bertindak sebagai pembina upacara kali ini adalah Kepala Sekolah SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd.SD. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan sekolah, maupun rumah sebagai wujud keimanan dan tanggung jawab pribadi.

“Kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujar Madun mengutip sabda Nabi Muhammad SAW. “Artinya, kebersihan fisik dan batin merupakan bagian dari keimanan seseorang. Hal ini mencakup menjaga kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Dengan pesan tersebut, Madun berharap seluruh siswa mampu membiasakan hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, sebagai bentuk nyata penerapan nilai-nilai karakter yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. [sh]

Sabtu, 25 Oktober 2025

MWC NU Pasongsongan Hadirkan Kiai Said Aqil Sirajd dalam Peringatan Hari Santri dan Maulid Nabi

Ponpes al furqon
KH Djamaluddin Djohan. [sh]

SUMENEP — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan akan menggelar peringatan Hari Santri Nasional sekaligus Dzikro Maulidurrosul pada Rabu malam (29/10/2025). 

Akan hadir tokoh nasional Kiai Said Aqil Sirajd sebagai penceramah utama.

Acara akbar tersebut akan dilaksanakan di Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, dan diperkirakan akan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai desa sekitar.

Kiai Said Aqil Sirajd, mantan Ketua Umum PBNU dua periode (2010–2021), dikenal sebagai ulama kharismatik yang kerap menyuarakan pesan moderasi Islam dan persatuan umat. 

Kehadirannya di Pasongsongan sangat dinantikan masyarakat untuk memberikan tausiah pencerahan, terutama terkait isu-isu keagamaan dan kebangsaan yang tengah hangat diperbincangkan.

Dukungan dan apresiasi juga datang dari berbagai tokoh agama. Salah satunya dari KH Djamaluddin Djohan, pengasuh Pondok Pesantren Al-Furqon di Dusun Benteng Utara, Desa Panaongan. 

Ia menyebut momentum ini sebagai kesempatan berharga bagi warga Pasongsongan untuk menimba ilmu dan hikmah langsung dari Kiai Said.

“Ini kesempatan langka bagi kita bisa bertemu muka dengan Kiai Said. Saya mengimbau kepada seluruh kaum nahdliyin ikut menyemarakkan acara ini,” ujar Kiai Djamaluddin.

Peringatan Hari Santri dan Maulid Nabi ini diharapkan jadi ajang memperkuat semangat keislaman, kebangsaan, dan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama di Kecamatan Pasongsongan. [sh]


Hebat! Siswa SDN Panaongan 1 Pasongsongan Juara 3 Spelling Bee Competition 2025

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Iqlil Abraham Hasan (tengah). [sh]

SUMENEP – Prestasi membanggakan diraih siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panaongan 1, Kecamatan Pasongsongan. Iqlil Abraham Hasan, siswa kelas V, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Spelling Bee Competition tingkat Kabupaten Sumenep. 

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Kabupaten Sumenep pada Sabtu (25/10/2025), bertempat di Gedung Ki Hadjar Dewantoro, Sumenep. 

Ajang tersebut diikuti oleh 180 peserta dari berbagai sekolah negeri maupun swasta se-Kabupaten Sumenep.

Guru pendamping sekaligus pembina, Siti Murniyatul Jamaliyah, S.Hum, mengaku amat bangga atas capaian siswanya. 

Ia menuturkan bahwa keberhasilan Iqlil merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah. 

“Tahun sebelumnya, Iqlil sempat gagal di babak perempat final. Tapi kegagalan itu justru jadi motivasi besar baginya untuk berlatih lebih giat hingga akhirnya meraih juara tahun ini,” ungkap Jamaliyah penuh haru.

Dengan prestasi ini, SDN Panaongan 1 semakin dikenal sebagai salah satu sekolah dasar berprestasi di Kabupaten Sumenep. 

Keberhasilan Iqlil diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya untuk terus berusaha, berani mencoba, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. 

Kepala sekolah dan seluruh warga sekolah pun memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta semangat luar biasa yang telah ditunjukkan oleh Iqlil Abraham Hasan. [sh]

H Akhmad Busri Kembali Pimpin PGRI Pasongsongan Periode 2025–2030, Fokus Tingkatkan Kompetensi Guru dan Mutu Pendidikan

Pgri kecamatan Pasongsongan
Konferensi PGRI Cabang Pasongsongan. [sh]

SUMENEP - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Pasongsongan menggelar Konferensi Cabang untuk masa bakti 2025–2030 di Pendopo Kecamatan Pasongsongan. Sabtu (25/10/2025). 

Kegiatan ini dihadiri para kepala sekolah, perwakilan guru SD dan SMP se-Kecamatan Pasongsongan, serta pengurus PGRI Kabupaten Sumenep. 

Ketua PGRI Kabupaten Sumenep, H Karim, M.Pd., secara resmi membuka acara dan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan yang berorientasi pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).

"Harapan kami, pengurus baru PGRI Pasongsongan bisa melaksanakan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan guru masa kini, dengan dukungan instruktur profesional dari PGRI Kabupaten," ujar H Karim. 

Ia juga mengungkapka, PGRI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan wadah perjuangan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru. 

Sementara itu, Ketua PGRI Pasongsongan periode sebelumnya, H. Akhmad Busri, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota serta pengurus kabupaten atas dukungan dan kebersamaan selama masa jabatannya.

Melalui musyawarah, peserta konferensi secara aklamasi kembali memilih H. Akh. Busri, M.Pd., dan Abu Talib, M.Pd., sebagai Ketua dan Sekretaris PGRI Cabang Pasongsongan periode 2025–2030. 

Terpilihnya kembali pasangan ini disambut antusias karena mereka dinilai memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan organisasi guru di tingkat kecamatan. [sh]

Prestasi Siswa SDN Panaongan 1 dalam Spelling Bee Competition Kabupaten Sumenep

Sdn panaongan 1 kecamatan Pasongsongan
Iqlil Abraham Hasan (tengah) bersama Siti Murniyatul Jamaliyah (kiri). [sh]

SUMENEP - Prestasi membanggakan diraih oleh Iqlil Abraham Hasan, siswa kelas V SDN Panaongan 1 Kecamatan Pasongsongan, yang berhasil meraih Juara 3 Spelling Bee Competition tingkat Kabupaten Sumenep. 

Ajang bergengsi ini diselenggarakan MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Sumenep pada Sabtu (25/10/2025) di Gedung Ki Hadjar Dewantoro, Sumenep, diikuti oleh 180 peserta dari berbagai sekolah negeri maupun swasta.

Meski berasal dari sekolah di daerah pelosok, Iqlil mampu menembus persaingan ketat dengan semangat dan kerja keras luar biasa. 

Guru pendampingnya, Siti Murniyatul Jamaliyah, S.Hum, mengaku sangat bangga atas capaian tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa tahun sebelumnya Iqlil sempat gagal di babak perempat final, tapi kegagalan itu justru jadi motivasi untuk berlatih lebih giat yang akhirnya meraih juara tahun ini.

Kepala sekolah serta KKKS  Kecamatan Pasongsongan turut memberikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut.

Agus Sugianto, S.Pd, Koordinator Akademik KKKS Pasongsongan, mengatakan, "Keberhasilan Iqlil jadi bukti bahwa siswa di pelosok juga memiliki potensi besar jika didukung para guru dan orang tua."

KKKS berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan akademik yang menggali potensi siswa di berbagai bidang.

"Dengan capaian ini, SDN Panaongan 1 kini tercatat sebagai salah satu sekolah dasar berprestasi di Kabupaten Sumenep," ucap Agus Sugianto. [sh]

MWC NU Pasongsongan Peringati Hari Santri Nasional dan Dzikro Maulidurrosul: Hadirkan Kiai Said Aqil Siradj

Kiai Said Aqil Sirajd
Kepala Desa Soddara. [sh]

SUMENEP - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional sekaligus Dzikro Maulidurrosul, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan menggelar acara istimewa yang menghadirkan salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama, Kiai H. Said Aqil Siradj pada 29 Oktober. 

Acara akbar ini akan dilaksanakan di Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, dan diharapkan jadi momentum spiritual serta kebangkitan semangat keagamaan di tengah masyarakat.

Kiai Said Aqil Siradj, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dua periode masa khidmat 2010–2021, dikenal luas sebagai ulama yang memiliki pemikiran moderat, berwawasan kebangsaan, dan sangat peduli terhadap penguatan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. 

Kehadirannya di tengah masyarakat Pasongsongan sangat dinantikan untuk memberikan tausiah pencerahan bagi umat, khususnya dalam menghadapi berbagai isu-isu hangat kebangsaan dan keumatan yang sedang mengemuka.

Ketua MWC NU Kecamatan Pasongsongan, Kiai Achmad Riyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur dan refleksi bagi para santri atas kontribusinya terhadap bangsa dan agama. 

“Hari Santri bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen santri dan warga NU dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang toleran dan cinta tanah air,” ujarnya.

Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari para tokoh masyarakat dan pemerintah desa, termasuk Kepala Desa Soddara, Suhanto, S.Pd, serta Kepala Desa Padangdangan, H. Muhammad Maskon. 

Keduanya mengimbau seluruh warganya untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Ini bukan hanya acara warga NU, tapi milik kita semua. Mari bersama-sama hadir untuk memperkuat ukhuwah dan mengambil berkah dari kehadiran Kiai Said Aqil,” tutur Suhanto. 

Senada dengan itu, H. Muhammad Maskon juga berharap kehadiran masyarakat bisa menjadikan acara ini makin khidmat dan penuh makna.

Peringatan Hari Santri Nasional dan Dzikro Maulidurrosul di Kecamatan Pasongsongan tahun ini diharapkan jadi momentum memperkokoh semangat keislaman, kebangsaan, dan kebersamaan antarwarga. 

Selain tausiah dari Kiai Said Aqil Siradj, acara juga akan diisi dengan pembacaan shalawat, doa bersama, serta kegiatan keagamaan lain yang menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan semangat perjuangan para santri. [sh]

Jumat, 24 Oktober 2025

MWC NU Pasongsongan Hadirkan Kiai Said Aqil Siradj: Menyambut Hari Santri dengan Pencerahan untuk Umat

Mwc nu Pasongsongan Sumenep
Kiai Achmad Riyadi,M.Pd. [sh]

Momentum Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober jadi ajang refleksi bagi seluruh santri dan umat Islam di Indonesia. 

Tahun 2025 ini, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep akan menggelar peringatan istimewa dengan menghadirkan salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dua periode masa khidmat 2010–2021. 

Acara tersebut akan diselenggarakan di Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, dan diharapkan jadi ruang pencerahan bagi seluruh warga NU dan masyarakat sekitar.

Ketua MWC NU Pasongsongan, Kiai Achmad Riyadi, menyampaikan harapannya agar seluruh warga Kecamatan Pasongsongan bisa hadir dan mengambil hikmah dari tausiah Kiai Said Aqil Siradj. 

“Kehadiran beliau merupakan berkah dan kehormatan besar bagi masyarakat Pasongsongan. Kami berharap seluruh lapisan masyarakat bisa turut serta menyemarakkan acara ini,” ujarnya penuh semangat.

Dengan mengusung tema nasional Hari Santri 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, MWC NU Pasongsongan berkomitmen untuk menjadikan momen ini bukan sekadar perayaan simbolik, tapi juga ajang memperkuat nilai kebangsaan dan keislaman. 

Dalam konteks sosial-keagamaan saat ini, santri diharapkan tidak hanya jadi penjaga tradisi, tapi juga jadi pelaku utama dalam membangun peradaban dan menjaga keutuhan bangsa di tengah gempuran arus informasi dan ideologi yang beragam.

Kehadiran Kiai Said Aqil Siradj tentu sangat dinanti. Kiprahnya sebagai intelektual muslim, pemikir moderat, dan tokoh penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah telah jadi inspirasi bagi banyak kalangan. 

Beliau dikenal sebagai ulama yang tegas dalam membela keutuhan NKRI dan konsisten menegaskan bahwa Islam Nusantara adalah wajah Islam yang ramah, toleran, dan berakar kuat pada budaya bangsa.

Tapi di tengah suasana peringatan Hari Santri tahun ini, muncul pula isu-isu sensitif yang sedang ramai diperbincangkan di tanah air, terutama soal posisi dan peran keturunan Nabi Muhammad SAW yang bergelar “habib”. 

Dalam beberapa bulan selama 2025, muncul narasi dari sebagian pihak yang seolah ingin menempatkan kaum habib sebagai aktor utama dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. 

Pencaplokan sebagian narasi sejarah ini menimbulkan kegelisahan di kalangan umat, terutama bagi mereka yang memahami perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagai hasil jerih payah kolektif dari seluruh elemen bangsa — termasuk para kiai, santri, dan tokoh-tokoh pesantren dari berbagai daerah.

Pertanyaan yang kemudian muncul: Apakah Kiai Said Aqil Siradj akan menyinggung isu ini dalam tausiahnya di Pasongsongan?

Sebagai seorang cendekiawan dan orator ulung, Kiai Said dikenal mampu menyampaikan pandangan dengan bijak, kritis, dan menyejukkan. 

Tidak tertutup kemungkinan bahwa beliau akan menegaskan kembali pentingnya menjaga keseimbangan dalam memahami sejarah, agar tidak terjadi monopoli narasi oleh kelompok tertentu atas nama keturunan atau garis nasab. 

Dalam konteks keindonesiaan, hal tersebut penting agar bangsa ini tetap berdiri di atas prinsip keadilan dan kesetaraan.

Lebih dari sekadar perdebatan identitas, peringatan Hari Santri kali ini seyogianya jadi momentum untuk memperkokoh peran santri dalam menjaga marwah keislaman dan kebangsaan. 

Santri bukan hanya pewaris nilai-nilai spiritual para ulama, tapi juga penjaga moral bangsa. 

Mereka harus hadir di garda terdepan dalam membela kebenaran, menolak klaim sepihak atas sejarah, dan meneguhkan kembali bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan bersama — dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.

Akhirnya, kehadiran Kiai Said Aqil Siradj di bumi Pasongsongan diharapkan mampu menjadi cahaya pencerahan di tengah kegaduhan wacana keagamaan yang seringkali diseret ke arah politis dan identitas sempit. 

Peringatan Hari Santri bukan hanya seremoni tahunan, tapi juga panggilan spiritual untuk menguatkan kembali komitmen santri dalam mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban dunia — sesuai tema besar yang diusung tahun ini. [sh]

Kamis, 23 Oktober 2025

Kiai Said Aqil Siroj dan Spirit Santri untuk Negeri

Mwc nu Pasongsongan lkabupaten sumenep

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan akan menghadirkan sosok ulama kharismatik, KH Said Aqil Siroj, untuk memberikan tausiah di Lapangan Sawunggaling, Desa Pasongsongan. 

Kehadiran mantan Ketua Umum PBNU dua periode (2010–2021) ini tentu akan jadi momentum berharga bagi masyarakat dan jamaah Nahdliyyin di wilayah pesisir utara Sumenep tersebut.

Kiai Said bukan hanya dikenal sebagai tokoh agama, tapi juga sebagai intelektual Islam yang konsisten menyuarakan nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan kemanusiaan. 

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tensi sosial akibat isu-isu politik dan keagamaan yang sering kali disalahpahami, suara Kiai Said selalu membawa kesejukan dan arah berpikir yang moderat. 

Beliau menegaskan pentingnya Islam rahmatan lil ‘alamin — Islam yang membimbing, bukan memecah; Islam yang menuntun, bukan menghakimi.

Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremonial mengenang peran santri dalam perjuangan kemerdekaan, tapi juga refleksi untuk meneguhkan komitmen moral dan spiritual santri di era modern. 

Santri hari ini tidak cukup hanya pandai mengaji, tapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman — dari digitalisasi, perubahan sosial, hingga krisis nilai. 

Kehadiran Kiai Said di Pasongsongan jadi gong pengingat bahwa perjuangan santri bukan lagi di medan perang fisik, melainkan di medan ilmu, moralitas, dan kemanusiaan.

Harapan Kehadiran

Ketua MWC NU Pasongsongan, Kiai Achmad Riyadi, menyampaikan harapannya agar seluruh warga Kecamatan Pasongsongan turut hadir dan mengambil hikmah dari kegiatan tersebut. 

“Kami berharap semua warga, terutama para jamaah dan generasi muda, bisa menghadiri tausiah ini pada 29 Oktober. Kehadiran Kiai Said Aqil adalah kesempatan besar untuk menambah ilmu, memperkuat iman, dan mempererat persaudaraan antarumat,” ujarnya penuh semangat.

Pengurus MWC NU Pasongsongan patut diapresiasi karena mampu menghadirkan sosok besar yang bisa menginspirasi masyarakat luas. 

Tausiah Kiai Said diharapkan jadi pelita spiritual yang menyejukkan hati umat, sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi kader-kader muda Nahdlatul Ulama untuk terus berkhidmat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Hari Santri adalah hari kita semua — hari dimana nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan cinta tanah air kembali dipatri dalam dada setiap insan. 

Dan dengan hadirnya Kiai Said Aqil Siroj di bumi Pasongsongan, semoga semangat santri yang penuh keikhlasan dan cinta damai kembali menyala lebih terang di hati umat. [sh]

Rabu, 22 Oktober 2025

Semua Guru dan Siswa SDN Padangdangan 2 Kenakan Busana Serba Putih Peringati Hari Santri Nasional

Sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Para murid SDN Padangdangan 2 menyanyikan lagu santri. [sh]

SUMENEP — Hari ini menjadi hari begitu penting bagi masyarakat Indonesia karena diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Rabu (22/10/2025). 

Momen ini jadi pengingat akan peran besar santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan serta pembangunan bangsa.

Dalam memperingati hari bersejarah tersebut, SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan turut ambil bagian dengan penuh khidmat. 

Seluruh guru di sekolah itu kompak mengenakan busana serba putih. 

Guru pria memakai baju putih dengan peci hitam yang dipadukan dengan sarung, sementara guru wanita tampil anggun dengan busana muslimah putih. 

Menariknya, kegiatan berpakaian serba putih ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dan diikuti pula oleh seluruh guru dan peserta didik di wilayah Kecamatan Pasongsongan. 

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 35 Tahun 2025, yang mengimbau tenaga pendidik dan peserta didik di Kabupaten Sumenep untuk mengenakan busana putih dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Salah satu guru SDN Padangdangan 2, Sundari, S.Pd, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Annuqayah, menyampaikan rasa bangganya bisa ikut memperingati HSN dengan cara sederhana namun bermakna ini.

“Sebagai alumni pesantren, saya merasa bangga bisa mengenakan busana putih di Hari Santri Nasional. Warna putih melambangkan kesucian niat dan semangat juang para santri yang tulus mengabdi untuk agama dan bangsa,” ujar Sundari.

Ia juga berharap semangat Hari Santri bisa menginspirasi para guru dan siswa untuk meneladani nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, serta cinta tanah air sebagaimana ditunjukkan para santri dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Peringatan Hari Santri Nasional di SDN Padangdangan 2 berlangsung khidmat dan penuh makna, jadi simbol komitmen dunia pendidikan dalam menanamkan nilai religius dan nasionalisme kepada generasi muda. [sh]

Lestarikan Bahasa Daerah, Bupati Sumenep Tetapkan Bahasa Madura Jadi Muatan Lokal Wajib di Sekolah

Bupati Sumenep

SUMENEP - Peraturan Bupati Sumenep Nomor 55 Tahun 2025 tentang Mata Pelajaran Bahasa Madura sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah merupakan kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam upaya melestarikan, mengembangkan, dan memperkuat identitas budaya daerah melalui dunia pendidikan. 

Peraturan ini mewajibkan pengajaran Bahasa Madura pada satuan pendidikan formal dan nonformal, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.

Berikut Peraturan Bupati Sumenep Nomor 55 Tahun 2025:

Selasa, 21 Oktober 2025

Guru SDN Padangdangan 2 Kenakan Busana Putih Peringati Hari Santri Nasional

Sdn Padangdangan 2
Para guru SDN Padangdangan 2. [Foto: sh]

SUMENEP — Hari ini menjadi hari penting bagi masyarakat Indonesia, karena diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Rabu (22/10/2025). 

Seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan, turut merayakan momentum bersejarah ini sebagai bentuk penghormatan terhadap peran santri dalam perjuangan bangsa.

Di SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan,, seluruh guru memperingati Hari Santri Nasional dengan mengenakan busana serba putih sebagai simbol kesucian, keikhlasan, dan semangat perjuangan santri. 

Suasana sekolah tampak khidmat namun penuh semangat kebersamaan.

Menariknya, semua guru di SDN Padangdangan 2 merupakan alumni pondok pesantren. 

Hal ini menunjukkan kuatnya nilai-nilai keislaman yang mereka terapkan dalam dunia pendidikan. 

Salah satu di antaranya adalah Sundari, S.Pd, guru yang merupakan alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk.

Menurut Sundari, peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremonial, tapi juga momen untuk meneladani perjuangan para santri dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Menjadi santri bukan hanya soal belajar agama, tapi juga tentang menanamkan nilai keikhlasan dan cinta tanah air,” ujarnya.

Dengan semangat Hari Santri Nasional, para guru di SDN Padangdangan 2 berharap bisa terus menanamkan karakter religius, disiplin, dan cinta tanah air kepada peserta didik sejak dini. [sh]

Dua Siswi SDN Padangdangan 2 Ikuti Ajang ISCO MIPA 2025 di SDN Pasongsongan 2

Sdn padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Fahdina Zulfiah (kiri) dan Anna Rafiah. [Foto: sh]

SUMENEP — Dua siswi terbaik dari SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, yakni Fahdina Zulfiah dan Anna Rafiah, turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Intelligent Student Competition (ISCO) bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) 2025 yang diselenggarakan di SDN Pasongsongan 2. Selasa (21/10/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh para siswa terbaik dari seluruh sekolah dasar se-Kecamatan Pasongsongan.

Guru pendamping SDN Padangdangan 2, Sundari, S.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas keikutsertaan kedua siswi tersebut.

“Kami optimis kedua murid kami akan lolos mendapatkan tiket ke ISCO MIPA tingkat kabupaten,” ujarnya penuh semangat.

Ajang ISCO MIPA ini jadi wadah bagi siswa sekolah dasar untuk menunjukkan kemampuan dan menumbuhkan semangat berprestasi di bidang akademik. 

Partisipasi Fahdina dan Anna diharapkan bisa jadi inspirasi bagi teman-teman mereka di sekolah untuk terus berusaha dan berkompetisi secara sehat. 

Ada tambahan, ternyata Anna Rafiah mendapatkan tiket maju ke ISCO MIPA tingkat kabupaten. [sh]


Senin, 20 Oktober 2025

ISCO MIPA 2025 Tingkat SD se-Kecamatan Pasongsongan Digelar di SDN Pasongsongan 2

Sdn Pasongsongan 2
H Akhmad Busri (tengah). [Foto: sh]

SUMENEP – Kegiatan ISCO MIPA 2025 tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Pasongsongan resmi digelar di SDN Pasongsongan 2, Kecamatan Pasongsongan. Selasa (21/10/2025). 

Ajang bergengsi ini diikuti oleh siswa-siswi terbaik dari berbagai SD yang mewakili sekolahnya masing-masing dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Matematika.

Acara dibuka secara resmi oleh H Akhmad Busri, M.Pd, selaku Ketua KKKS Kecamatan Pasongsongan. 

Sdn Pasongsongan 2 kecamatan Pasongsongan
Peserta ISCO MIPA 2025 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peserta terbaik akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Lima siswa terbaik, baik yang dari bidang studi IPA maupun Matematika, masing-masing dari kalian akan mewakili Kecamatan Pasongsongan ke tingkat kabupaten,” terang H Akhmad Busri.

Ia juga menambahkan bahwa panitia berharap seluruh peserta bisa bersungguh-sungguh dalam mengikuti lomba.

“Kalian merupakan siswa-siswi terbaik dari sekian peserta didik yang ada di sekolah kalian, maka tunjukkan kemampuan terbaik,” pesannya.

Kegiatan ISCO MIPA 2025 ini jadi ajang bergengsi bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat di kalangan siswa SD se-Kecamatan Pasongsongan.

Hadir pula dalam acara tersebut Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, Abu Supyan,M.Pd. [sh]

Pelaksanaan ISCO MIPA 2025 di SDN Pasongsongan 2

Isco MIPA sdn Pasongsongan 2 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto (kanan). [Foto: sh]

SUMENEP – Kegiatan ISCO MIPA 2025 tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Pasongsongan resmi dilaksanakan di SDN Pasongsongan 2. Selasa (21/10/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa-siswi terbaik dari berbagai SD di Kecamatan Pasongsongan.

Koordinator ISCO MIPA 2025, Agus Sugianto, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh peserta berkompetisi dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

“Kami berharap agar semua peserta bersungguh-sungguh mengerjakan soal-soal yang disajikan. Dan kalian merupakan siswa terbaik dari sekian peserta didik yang ada di sekolah kalian,” ujar Agus Sugianto di hadapan peserta ISCO MIPA 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat serta kemampuan peserta didik di bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika, sekaligus menjadi ajang mencari bibit unggul yang berprestasi di tingkat kecamatan. 

Suasana kompetisi berlangsung antusias dan penuh semangat yang dihadiri Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan dan Ketua KKKS Pasongsongan. [sh]

Minggu, 19 Oktober 2025

Upacara Bendera di SDN Padangdangan 2, Pembina Tekankan Pentingnya Kebersihan Sekolah dan Diri Sendiri

Siti endang junnur aida sdn padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Siti Endang Junnur Aida, S.Pd.I sebagai pembina upacara. [sh]

SUMENEP — Seperti biasa, tiap Senin pagi, SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan melaksanakan upacara bendera dengan penuh khidmat di halaman sekolah. Senin (20/10/2025). 

Kegiatan rutin tersebut diikuti oleh seluruh guru, staf, dan peserta didik dari berbagai jenjang kelas.

Pada upacara kali ini, Siti Endang Junnur Aida, S.Pd.I, yang juga merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah tersebut, bertindak sebagai pembina upacara. 

Dalam amanatnya, Aida menyampaikan pesan penting tentang kebersihan lingkungan sekolah dan kebersihan diri peserta didik.

“Manfaat kebersihan sekolah dan pribadi siswa meliputi kesehatan fisik yang terjaga (mencegah penyakit), kenyamanan dan fokus belajar yang meningkat, pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab, serta menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung prestasi,” ujar Aida di hadapan peserta upacara.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan atau guru, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah, terutama para siswa. 

"Dengan lingkungan yang bersih, suasana belajar akan lebih nyaman dan menyenangkan," pungkas Aida. [sh]

Tantangan di Medio Oktober 2025: Antara Ketegasan dan Pemahaman

Opini suriyanto hasyim

Oktober 2025 ini jadi bulan yang tidak mudah bagi saya secara pribadi. Ada beban pikiran yang menggelayut, bukan karena persoalan besar berskala nasional, melainkan hal-hal sederhana yang menyentuh ranah tanggung jawab, etika, dan kejujuran dalam bekerja. 

Kadang, tantangan terbesar bukan datang dari luar, melainkan dari lingkungan terdekat yang justru kita hormati dan cintai.

Saya sedang berada pada titik dimana saya harus bersikap tegas, meski mungkin akan mengecewakan beberapa pihak. Tapi saya yakin, kekecewaan itu hanya muncul pada mereka yang belum sempat berpikir jernih—walau hanya lima detik—tentang alasan dan niat baik di balik keputusan saya. 

Saya dan istri tak ingin terpuruk hanya karena ikut larut dalam problematika orang lain. Rumah tangga kami belum mapan secara ekonomi, jadi sudah sepatutnya kami menjaga agar langkah dan pikiran tetap rasional, bukan emosional.

Sebagai pemilik apoymadura.com, saya berusaha bersikap profesional dalam menjalankan peran jurnalistik. Saya membuka ruang publikasi bagi siapa pun—tanpa pandang bulu. Siapa pun yang memiliki kegiatan positif, baik lembaga, organisasi, komunitas, atau individu, berhak diberitakan. 

Prinsip saya sederhana: informasi publik harus mengalir, dan kebaikan harus disebarkan.

Akan tetapi, satu peristiwa kecil pagi ini mengusik ketenangan saya. Saya berkunjung ke sebuah klub olahraga dengan niat baik—ingin mempublikasikan kegiatan mereka agar dikenal luas. 

Semula, sambutannya hangat. Tapi kemudian seseorang di sana berkata, “Tolong carikan sponsor juga, biar bisa dapat bantuan.” 

Saya hanya bisa tersenyum. Dalam hati saya berkata, "Memangnya saya ini asistennya? Hmm."

Sungguh ironis. Sudah diberitakan secara gratis, malah masih dituntut hal lain di luar kapasitas saya. Ini jadi potret kecil dari cara sebagian orang memandang kerja jurnalistik: seolah wartawan adalah perpanjangan tangan kepentingan, bukan pelayan publik yang bekerja atas dasar informasi dan tanggung jawab sosial.

Saya tidak marah, hanya kecewa. Karena dalam setiap pemberitaan, saya selalu mengedepankan niat baik—menyebarkan kabar positif tentang lingkungan sekitar. 

Tapi rupanya, kebaikan kadang justru dianggap peluang untuk menuntut lebih. Di situlah tantangannya: bagaimana tetap menjaga profesionalitas di tengah ekspektasi yang tidak pada tempatnya.

Saya menulis ini bukan untuk mengeluh, melainkan sebagai pengingat bagi diri sendiri dan siapa pun yang membaca: kebaikan tidak harus selalu disambut dengan tepuk tangan. Kadang, kebaikan justru diuji dengan salah paham. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti berbuat baik.

Tantangan medio Oktober 2025 ini mungkin membuat saya harus tegas, bahkan berjarak dari sebagian orang. Namun saya percaya, waktu akan menjelaskan semuanya. 

Dan bagi siapa pun yang sempat berpikir sejenak—walau hanya lima detik—mereka akan tahu bahwa keputusan saya bukan karena sombong, tapi karena ingin menjaga kebaikan bersama.[]

- Owner & Redaktur apoymadura.com

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...