Senin, 30 Juni 2025

Sindiran Pedas Peserta PPPK 2025 yang Tak Lolos: “Peserta Pelengkap Penderita Karena Tak Masuk Data”🔥

Pppk sumenep

Seleksi Kompetensi PPPK 2025 menyisakan kekecewaan mendalam bagi sejumlah peserta di Kabupaten Sumenep. 

Pasalnya, tidak sedikit dari mereka yang dinyatakan tidak lolos dan bahkan tak tercatat dalam data Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kekecewaan itu pun ramai disuarakan di berbagai platform media sosial. 

Beberapa peserta melampiaskan rasa frustrasinya dengan sindiran pedas, salah satunya memplesetkan singkatan PPPK menjadi “Peserta Pelengkap Penderita Karena Tak Masuk Data”.

Sindiran ini menyebar luas dan menuai beragam reaksi dari warganet. 

Sebagian besar merasa heran bagaimana mungkin peserta yang sudah ikut ujian, lengkap dengan administrasi, justru tidak terdata sama sekali.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar soal transparansi dan akurasi proses seleksi. 

Para peserta berharap ada klarifikasi resmi dari pihak terkait untuk menjawab kegelisahan mereka. [Surya]

KH. Imam Hasyim: Musik Tong Tong, Kebanggaan Budaya Madura🔥

Wakil bupati sumenep
Salah satu peserta Parade Musik Tradisional Tong Tong di Lapangan Giling. [Foto: Ifend]

SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, secara resmi melepas Parade Musik Tradisional Tong Tong di Lapangan Giling, Desa Pangarangan, Sabtu (28/06/2025). 

Ribuan warga hadir menyambut semangat budaya dalam rangka Bulan Bung Karno.

Dalam sambutannya, Kiai Imam menegaskan bahwa musik Tong Tong adalah warisan leluhur yang mencerminkan semangat gotong royong dan jati diri Madura.

“Alhamdulillah, musik Tong Tong kini jadi bagian Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025. Ini pengakuan nasional yang harus kita jaga bersama,” ungkapnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk aktif melestarikan budaya, bukan hanya menonton.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., menjelaskan bahwa parade ini diikuti oleh enam grup musik Tong Tong dari berbagai kecamatan.

Penyelenggaraan acara ini tidak hanya menampilkan seni pertunjukan, tetapi juga menegaskan nilai-nilai kebangsaan dalam balutan tradisi lokal.

“Parade ini adalah bagian dari peringatan Bulan Bung Karno yang kami kemas dalam nuansa budaya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, parade musik Tong Tong akan terus jadi agenda rutin sebagai identitas budaya Madura dan juga jadi magnet wisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumenep. [Surya]

Minggu, 29 Juni 2025

Pengawas Bina TK Kecewa: Kurikulum Ditolak Berkali-Kali oleh Dinas Pendidikan Sumenep🔥

Dpks gelar rembuk pendidikan
DPKS gelar Rembuk Pendidikan. [Foto: Surya]

SUMENEP — Sebuah ungkapan kekecewaan disampaikan kelompok pengawas bina Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Sumenep. 

Hal itu terkait proses pembuatan kurikulum yang kerapkali ditolak Dinas Pendidikan. Rabu (25/6/2025). 

Penolakan tersebut dinilai tidak proporsional karena kesalahan yang ditemukan sejatinya bukan kesalahan fatal.

Permasalahan ini disampaikan langsung oleh juru bicara pengawas bina TK dalam forum Rembuk Pendidikan.

Serap aspirasi ini digelar Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) di Gedung Graha STKIP PGRI Sumenep.

“Kita tahu, TK binaan saya adalah swasta. Tapi proses pembuatan kurikulumnya selalu saja ditolak, bahkan berkali-kali, hanya karena kesalahan kecil. Ini sangat menyita waktu, tenaga, dan biaya. Harus bolak-balik ke Dinas Pendidikan. Saya sebagai pengawas yang membawahi 27 kecamatan juga sangat kecewa,” tegas sang juru bicara di hadapan para peserta rembuk.

Menurut para pengawas, sikap Dinas Pendidikan yang terlalu kaku dan tidak memberi pendampingan dalam proses perbaikan justru menghambat kemajuan satuan pendidikan anak usia dini. 

"Kami pikir, lembaga TK sudah membuat alhamdulillah. Karena membuat kurikulum tidak mudah," imbuhnya. 

Mereka berharap adanya pendekatan lebih humanis dan solutif supaya proses administrasi pendidikan tidak jadi beban tambahan bagi sekolah swasta.

Rembuk Pendidikan ini jadi wadah penting untuk menyuarakan realita di lapangan yang kerap tak terdengar di meja birokrasi. 

DPKS pun diminta untuk meneruskan aspirasi ini agar ada perbaikan sistem pelayanan di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. [Surya]

Sekolah Negeri Terbelenggu Aturan, Sekolah Swasta Bebas Berkreasi🔥

Dpks dan pengawas bina smp
Rembuk Pendidikan Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep. [Foto: Surya]

SUMENEP — Ketimpangan mencolok antara sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Sumenep akhirnya meledak di forum Rembuk Pendidikan yang digelar Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, bertempat di Graha STKIP PGRI. Rabu (25/6/2025). 

Kelompok pengawas bina SMP angkat bicara, menyuarakan keresahan yang selama ini dipendam.

“Sekolah negeri seperti dikurung aturan. Guru-gurunya takut bergerak. Mau bikin acara saja pikir seribu kali. Sementara sekolah swasta? Bebas! Orang tua siap keluar jutaan rupiah demi acara perpisahan megah,” tegas salah seorang juru bicara pengawas bina SMP. 

Para pengawas menyebut bahwa tenaga pendidik di SMP negeri lebih memilih bermain aman ketimbang menjalankan kegiatan bermakna, hanya karena takut dianggap melanggar regulasi. 

Padahal, kegiatan seperti perpisahan bisa berdampak besar: Memperkuat hubungan sekolah dan masyarakat, serta menarik minat calon siswa baru.

“Kalau begini terus, sekolah negeri bakal terus tertinggal. Regulasi yang harusnya melindungi, malah membelenggu,” tambahnya. 

Mereka menuntut adanya perubahan. Aturan-aturan yang kaku dinilai sudah saatnya dievaluasi. 

Sekolah negeri perlu diberi ruang yang sama untuk berkembang seperti sekolah swasta.

“Jangan biarkan sekolah negeri jadi korban sistem yang tidak adil. Sudah cukup lama diam,” pungkasnya. [Surya]

Pengawas Bina SMP Sumenep Soroti Ketimpangan Aturan antara Sekolah Negeri dan Swasta🔥

Dpks dan pengawas bina smp Kabupaten Sumenep
Rembuk Pendidikan di Gedung Graha STKIP PGRI Sumenep. [Foto: Surya]

SUMENEP — Kelompok pengawas bina SMP di Kabupaten Sumenep menyuarakan keresahan atas ketimpangan perlakuan regulasi antara sekolah negeri dan swasta. Rabu (25/6/2025). 

Menurut mereka, aturan yang terlalu kaku justru menghambat kreativitas dan inisiatif di sekolah negeri.

Keresahan ini disampaikan dalam forum Rembuk Pendidikan yang digelar Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep di Gedung Graha STKIP PGRI Sumenep. 

Dalam kesempatan itu, para pengawas menyoroti bahwa sekolah negeri sering terikat oleh berbagai regulasi yang membuat tenaga pendidik enggan melaksanakan kegiatan non-akademik yang berdampak positif.

“Kalau di sekolah negeri, para guru takut ambil risiko karena khawatir melanggar aturan. Padahal, kegiatan seperti perpisahan siswa bisa menjadi sarana promosi untuk menarik siswa baru,” ungkap juru bicaranya.

Sementara itu, sekolah swasta dinilai lebih bebas dalam bergerak. 

Bahkan, pada momen perpisahan, orang tua siswa swasta rela mengeluarkan dana hingga jutaan rupiah demi menyukseskan acara. 

Kondisi ini kontras dengan sekolah negeri, yang kerap ragu mengadakan kegiatan serupa meski potensinya besar.

Pengawas berharap ada peninjauan ulang terhadap regulasi yang membatasi ruang gerak sekolah negeri, terutama dalam hal kegiatan yang mendukung pengembangan karakter dan promosi sekolah.

“Kami tidak minta aturan dihapus, tapi dibuat lebih fleksibel dan memberi ruang bagi sekolah negeri untuk berkembang,” tegasnya. [Surya]

Sabtu, 28 Juni 2025

Pengawas Bina SD Sampaikan Keresahan Soal Sarpras dan Mutasi Guru di Rembuk Pendidikan🔥

Dpks dan diknas
Rembuk Pendidikan yang digelar Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep. [Foto: Surya]

SUMENEP — Kelompok pengawas bina SD menyuarakan keresahan mereka terhadap berbagai persoalan yang dialami banyak sekolah dasar di sejumlah kecamatan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan. Rabu (25/6/2025). 

Penyampaian itu dituangkan dalam forum Rembuk Pendidikan yang digelar Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), bertempat di Gedung Graha STKIP PGRI Sumenep.

Dalam forum tersebut, para pengawas mengungkapkan kekhawatiran serius terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah yang memprihatinkan. 

Banyak gedung sekolah mengalami kerusakan berat, tapi tak kunjung direhabilitasi. 

Padahal, kondisi tersebut membahayakan keselamatan siswa dan guru dalam kegiatan belajar-mengajar.

Tapi, upaya rehabilitasi sering terhambat oleh regulasi. 

Berdasarkan aturan yang berlaku, sekolah dengan jumlah siswa kurang dari 60 orang tidak bisa diusulkan untuk rehap. 

Kebijakan ini dinilai tidak berpihak pada sekolah-sekolah kecil, terutama yang berada di wilayah pelosok dan kepulauan, yang secara geografis dan demografis memang mengalami keterbatasan.

"Kami sangat prihatin. Banyak sekolah rusak berat tapi tak bisa diperbaiki karena regulasi. Anak-anak dan guru harus tetap belajar dalam kondisi yang tidak layak," ujar salah satu pengawas saat menyampaikan pendapatnya di forum.

Selain itu, mereka juga menyoroti persoalan mutasi guru yang dianggap sering tidak mempertimbangkan kebutuhan sekolah yang ditinggalkan. 

Banyak sekolah kekurangan guru akibat mutasi, tapi tidak disertai penempatan pengganti secara cepat dan tepat.

"Mutasi guru yang tidak terkendali ini menimbulkan kesenjangan. Sekolah yang sudah kekurangan guru malah ditinggalkan begitu saja," tambahnya.

Para pengawas berharap, melalui forum Rembuk Pendidikan ini, suara mereka bisa menjadi perhatian serius bagi para pengambil kebijakan, baik di tingkat daerah maupun pusat. 

Mereka menegaskan bahwa mutu pendidikan amat ditentukan oleh kondisi sarana yang memadai dan ketersediaan tenaga pendidik yang cukup.

Rembuk Pendidikan ini jadi ruang dialog terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Sumenep untuk mencari solusi bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di daerah-daerah yang masih tertinggal secara infrastruktur dan SDM. [Surya]

Komite SD Usulkan Pengawas Bertemu Langsung dengan Komite Saat Kunjungan Sekolah🔥

Dewan pendidikan kabupaten Sumenep
Rembuk Pendidikan DPKS. (Foto: Surya) 

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, kelompok komite SD menyampaikan usulan penting. Rabu (25/6/2025). 

Usulan tersebut disampaikan dalam kegiatan bertajuk “Kolaborasi Pendamping Satuan Pendidikan dengan Komite dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan” yang digelar oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), di Gedung Graha STKIP PGRI Sumenep.

Acara dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sumenep tersebut dikemas jadi Rembuk Pendidikan. 

Kelompok komite mengusulkan agar setiap kali pengawas melakukan kunjungan ke sekolah binaannya, pengawas tidak hanya bertemu kepala sekolah dan guru, tapi juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan komite sekolah.

Menurut juru bicara kelompok komite, selama ini pengawas hanya menerima laporan formal dari pihak sekolah, sehingga belum tentu mendapatkan gambaran utuh mengenai situasi dan tantangan yang sebenarnya dihadapi sekolah, baik dalam hal sarana prasarana, proses pembelajaran, maupun hubungan dengan masyarakat.

"Jika pengawas bisa berdialog langsung dengan kami, maka akan terbuka banyak informasi penting yang mungkin selama ini tidak tersampaikan secara lengkap," ujar salah satu perwakilan komite SD dalam forum tersebut.

Melalui pertemuan ini, para komite berharap pengawas sekolah bisa menjadi jembatan yang lebih efektif antara pemerintah dengan realita yang terjadi di lapangan. 

Kehadiran pengawas bukan hanya untuk supervisi administratif, tapi juga sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan berbagai permasalahan pendidikan secara kolaboratif.

DPKS sebagai penyelenggara kegiatan menyambut baik berbagai masukan dari komite. 

Ketua DPKS, Mulyadi, M.Pd, dalam sambutannya, menyatakan bahwa sinergi antara satuan pendidikan, komite, dan pengawas adalah kunci dalam membangun pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen pendidikan, mulai dari pengawas sekolah, kepala sekolah, dan komite Diharapkan, hasil dari kolaborasi ini bisa ditindaklanjuti dengan kebijakan nyata. [Surya]

Sarana dan Prasarana Sekolah Memprihatinkan, DPKS Serukan Perhatian Serius Pemerintah🔥

Kadis pendidikan dan dpks
Kepala Disdik Sumenep bersama DPKS. [Foto: Surya]

Kondisi sarana dan prasarana sekolah di Kabupaten Sumenep saat ini menyisakan keprihatinan mendalam. Rabu (25/6/2025). 

Banyak gedung sekolah tak layak huni, bahkan membahayakan keselamatan peserta didik. 

Sebuah realita pahit yang diungkap langsung oleh Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), Mulyadi, M.Pd, dalam acara Kolaborasi Pendamping Satuan Pendidikan dengan Komite dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. 

Acara yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sumenep tersebut digelar di Gedung Graha STKIP PGRI Sumenep.

Menurut Mulyadi, DPKS bukanlah lembaga eksekutor yang bisa langsung memperbaiki kondisi tersebut. 

DPKS hanya bisa memberikan rekomendasi dan mendorong pihak terkait untuk segera bertindak. 

Tapi sayangnya, perhatian yang diberikan pemerintah terhadap sarana dan prasarana pendidikan, terutama di kepulauan, masih sangat minim. 

Hal ini tentu jadi alarm bagi semua pihak yang peduli terhadap masa depan pendidikan.

Sekolah seharusnya jadi tempat yang aman, nyaman, dan layak untuk tumbuh kembang anak-anak bangsa. 

Tapi ketika atap sekolah bocor, tembok retak, bahkan lantai nyaris roboh, bagaimana kita bisa berharap proses belajar mengajar berjalan maksimal?

Ironisnya, masalah ini kerap kali tenggelam di tengah hiruk pikuk kebijakan pendidikan yang lebih menekankan pada kurikulum dan standar akademik. 

Padahal, tanpa infrastruktur yang memadai, sebaik apa pun kurikulumnya, tak akan memberi dampak maksimal.

Sudah saatnya pemerintah daerah -baik eksekutif maupun legislatif - memprioritaskan anggaran untuk memperbaiki dan membangun sarana pendidikan yang layak. 

Tak cukup hanya membangun gedung baru, perawatan rutin dan pengawasan berkala terhadap infrastruktur pendidikan juga harus jadi agenda tetap.

DPKS, dalam hal ini, telah menjalankan fungsinya sebagai mitra strategis pemerintah di bidang pendidikan. 

Suara keprihatinan yang disampaikan Mulyadi mewakili jeritan para guru, siswa, dan orang tua yang selama ini terabaikan.

Kolaborasi antara pendamping satuan pendidikan, komite sekolah, dan lembaga seperti DPKS harus diperkuat. 

Tapi kolaborasi saja tak cukup jika pemerintah tak kunjung mendengar. 

Pendidikan bukan sekadar angka dalam laporan tahunan. Ia adalah pondasi masa depan.

Jika kita mengabaikan keselamatan dan kenyamanan peserta didik hari ini, kita sedang mempertaruhkan masa depan generasi yang akan datang. [Surya]

Jumat, 27 Juni 2025

Haflatul Imtihan MDT Al-Furqon Sukses Digelar, KH Ahmad Hannan Ajak Santri Dekat dengan Pesantren

MDT Al-Furqon desa panaongan
KH Ahmad Hannan. [Foto: Surya]

SUMENEP — Haflatul imtihan dan tasyakkuran kelas akhir MDT Al-Furqon berlangsung sukses. Kamis (26/6/2025). 

Acara digelar di Dusun Benteng Utara, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan. Kegiatan ini merupakan penutup tahun ajaran 2024/2025.

Acara diisi dengan berbagai penampilan santri. Ada juga pemberian penghargaan untuk santri berprestasi. Puncak acara diisi dengan ceramah agama.

KH Ahmad Hannan hadir sebagai penceramah. Dalam ceramahnya, ia mengajak wali santri untuk tetap dekatkan anak-anaknya dengan pesantren.

"Jangan pisahkan anak dari pesantren. Tantangan ke depan sangat kompleks," ujar KH Ahmad Hannan.

Menurutnya, pesantren bukan sekadar tempat belajar. Pesantren adalah tempat membentuk akhlak dan karakter. Pesantren juga melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.

Ceramah KH Ahmad Hannan disambut antusias. Para wali santri tampak menyimak dengan serius.

Acara ini juga jadi ajang silaturahmi. Kepala MDT Al-Furqon menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Ia berharap para santri bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Haflatul imtihan tahun ini jadi momen yang berkesan. Semoga para santri tetap semangat belajar dan menjaga nilai-nilai Islam. [Surya]

Haflatul Imtihan MDT Al-Furqon: Wujud Kepedulian Terhadap Perkembangan Mental dan Spiritual Santri🔥

Mdt al-furqo panaongan kecamatan Pasongsongan
Ustadz Agus Sugianto. [Foto: Surya]

SUMENEP – Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Furqon, Dusun Benteng Utara, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, sukses menggelar acara haflatul imtihan dan tasyakkuran kelas akhir tahun ajaran 2024/2025. 

Acara yang berlangsung meriah dan penuh haru ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran yang menekankan pembinaan akhlak, mental, dan spiritual santri. Kamis (26/6/2025). 

MDT Al-Furqon dikenal bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tapi juga sebagai tempat yang serius membina kepribadian santri secara menyeluruh. 

Para guru di madrasah ini memiliki komitmen tinggi dalam mendampingi para santri, tidak hanya secara akademis, tapi juga dalam membentuk karakter, etika, dan kepekaan spiritual..

Dalam sambutannya, Kepala MDT Al-Furqon, Ustadz Agus Sugianto, menegaskan bahwa perhatian terhadap perkembangan mental dan spiritual para santri adalah bagian penting dari misi pendidikan madrasah.

“Kita harus bangga punya anak yang mau belajar di sini. Karena seluruh peserta didik tidak hanya belajar ilmu agama, tapi juga belajar sopan santun, akhlak mulia, dan pembentukan kepribadian sejak dini,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh wali santri untuk terus mendukung pembelajaran anak-anak mereka, terutama dalam hal pendidikan dasar agama yang menjadi bekal penting dalam kehidupan.

Kegiatan haflatul imtihan dan tasyakkuran ini menjadi momen refleksi bersama, bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, namun juga dari sikap, adab, dan kekuatan spiritual yang ditanamkan sejak dini. 

MDT Al-Furqon berharap para lulusan bisa jadi generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual. [Surya]

Kamis, 26 Juni 2025

MDT Al-Furqon Gelar Haflatul Imtihan, Agus Sugianto Ajak Wali Santri Dukung Pendidikan Akhlak

MDT Al-Furqon
Agus Sugianto. [Foto: Surya]

SUMENEP — Haflatul Imtihan dan Tasyakkuran kelas akhir Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Furqon, Dusun Benteng Utara, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, berlangsung meriah dan sukses sesuai rencana. Kamis (26/6/2025). 

Acara ini menjadi momen puncak penutup tahun pelajaran sekaligus ungkapan syukur atas pencapaian para santri yang telah menyelesaikan masa belajarnya.

Dalam sambutannya, Kepala MDT Al-Furqon, Ustadz Agus Sugianto, S.Pd menyampaikan rasa bangga dan harapannya kepada seluruh wali santri. 

Ia mengajak para orang tua untuk terus mendukung pendidikan agama anak-anak mereka.

“Kita harus bangga punya anak yang mengenyam pendidikan di sini. Karena seluruh peserta didik bukan hanya diajarkan ilmu agama, tapi juga sopan santun, akhlak, dan tingkah laku yang baik," tegas Agus. 

Acara yang dihadiri para wali santri, tokoh masyarakat, dan pengurus yayasan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi atas proses pendidikan di MDT Al-Furqon yang terus berkembang. 

Haflatul Imtihan dimeriahkan dengan penampilan para santri seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, puisi islami, dan pemberian penghargaan kepada santri berprestasi.

Kegiatan ini juga jadi bukti nyata komitmen MDT Al-Furqon dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berkarakter dan berbudi pekerti luhur. [Surya]

KH Djamaluddin Johan Ajak Wali Santri MDT Al-Furqon Tekankan Pentingnya Pendidikan Islam🔥

KH Djamaluddin Johan
KH Djamaluddin Johan. [Foto: Surya]

SUMENEP – Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Furqon yang berlokasi di Dusun Benteng Utara, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan sukses menggelar acara Haflatul Imtihan dan Tasyakkuran Kelas Akhir. Kamis pagi (26/6/2025). 

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat menjadi momentum tahunan yang dinantikan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para santri dalam menyelesaikan pendidikan diniyah.

Acara tersebut juga dihadiri oleh para wali santri, tokoh masyarakat, serta segenap civitas Yayasan Pendidikan Islam Nurul Jamal Al-Furqon. 

Dalam sambutannya, pengasuh yayasan, KH Djamaluddin Johan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara dan menyampaikan harapan besar kepada para orang tua santri.

"Kami berharap para wali santri terus berupaya memotivasi anak-anaknya agar bisa mengenyam pendidikan Islam. Minimal, anak-anak kita bisa membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik," tegas KH Djamaluddin dalam sambutannya.

Ia juga menuturkan bahwa Yayasan Pendidikan Islam Nurul Jamal Al-Furqon telah berdiri dan mengabdi lebih dari 12 tahun, memberikan pendidikan agama kepada generasi muda di wilayah Panaongan dan sekitarnya. [Surya]

Rabu, 25 Juni 2025

DPKS Sumenep Dorong Kolaborasi Pendamping dan Komite Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan🔥

Dewan pendidikan kabupaten Sumenep
Rembuk Pendidikan. [Foto: Surya]

SUMENEP — Sebagai ikhtiar peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kolaboratif. Rabu (25/6/2025). 

Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan Rembuk Pedidikan dengan tema Kolaborasi Pendamping Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, yang digelar di Gedung Graha STKIP PGRI Sumenep.

Acara ini menjadi wadah penting untuk membangun komunikasi dan kerja sama antara berbagai elemen pendidikan, termasuk pendamping satuan pendidikan, komite sekolah, serta unsur pemerintah. 

Dalam sambutannya, Mulyadi, M.Pd. selaku Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang bersama untuk menggali berbagai akar persoalan pendidikan di lapangan.

“Rembuk pendidikan ini tidak bertujuan mencari siapa yang salah, tapi lebih fokus kepada identifikasi masalah secara mendalam dan pencarian solusi nyata yang bisa diterapkan bersama,” ucap Mulyadi.

Kegiatan ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, karena mengedepankan prinsip partisipatif dan gotong royong dalam memajukan dunia pendidikan. 

Diharapkan hasil dari kegiatan ini bisa jadi rujukan dan masukan berharga bagi kebijakan dan praktik pendidikan di Kabupaten Sumenep ke depan. [Surya]

Lora Ainor Ridho Ajak Siswa Annidhamiyah Lanjutkan Pendidikan di Purnawiyata Spektakuler🔥

Pondok Pesantren Annidhamiyah berlokasi di pasean pamekasan
Acara purnawiyata Ponpes Annidhamiyah. [Foto: Surya]

PAMEKASAN — Dewan Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah, Lora Ainor Ridho, mengajak para siswa yang lulus tahun ajaran 2024/2025 untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada acara purnawiyata yang digelar secara meriah di lingkungan pesantren, Selasa (24/6/2025).

“Lulusan tahun ini saya harap tidak berhenti sampai di sini. Teruslah belajar ke tingkat lebih tinggi, demi masa depan dan kemaslahatan umat,” ujar Lora Ainor Ridho dalam pidatonya.

Acara purnawiyata tersebut berlangsung spektakuler dengan panggung megah yang dihiasi lampu warna-warni. 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh wali santri dari unit pendidikan RA, MI, SMP, hingga SMA yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah.

Momen istimewa terjadi setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Pembawa acara mengajak seluruh hadirin tetap berdiri untuk menyanyikan lagu "Ya Lal Wathan" sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, yang baru saja wafat akibat kecelakaan.

Acara purnawiyata ini menjadi simbol perpisahan dan sekaligus pelecut semangat bagi para siswa untuk terus berjuang menuntut ilmu di masa depan. 

Ada tambahan sedikit. Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah berlokasi di Dusun Jeppon Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. 

Lembaga ini tercatat memiliki santri terbanyak di wilayah Desa Bindang. [Surya]

Purnawiyata Kelas Akhir Pondok Pesantren Annidhamiyah: Sambutan Lora Ainor Ridho🔥

Pondok Pesantren Annidhamiyah
Lora Ainur Ridho. [Foto: Surya]

PAMEKASAN - Pondok Pesantren Annidhamiyah baru-baru ini menggelar acara purnawiyata kelas akhir tahun ajaran 2024/2025 yang spektakuler. Selasa (24/6/2025). 

Acara ini dihadiri oleh seluruh wali santri dari RA, MI, SMP, dan SMA, dan dimeriahkan dengan gaya panggung megah yang dihiasi lampu warna-warni.

Dalam sambutannya, Lora Ainor Ridho, atas nama dewan pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah, berpesan kepada para siswa yang lulus sekolah untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh dari lembaga pendidikan Islam Annidhamiyah. 

"Kami berharap agar para siswa bisa menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi generasi yang berakhlak mulia," ujarnya. 

Acara purnawiyata ini merupakan momen penting bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di Pondok Pesantren Annidhamiyah. 

"Semoga para siswa bisa menjadi penerus yang baik dan mengharumkan nama lembaga pendidikan Islam Annidhamiyah," pungkas Lora Ainur Ridho. [Surya]

Selasa, 24 Juni 2025

Ririn Salon Pasongsongan, Solusi Rias Anggun dengan Tarif Bersahabat🔥

Ririn salon kecamatan Pasongsongan
Hasil riasan Ririn Salon Pasongsongan. [Foto: Surya]

SUMENEP — Bagi masyarakat yang membutuhkan  jasa tata rias profesional, Ririn Salon Pasongsongan menjadi pilihan utama. Selasa (24/6/2025). 

Berlokasi di Jalan K Abubakar Sidik, salon ini melayani rias pengantin, rias wisuda, hingga rias wajah untuk berbagai acara formal maupun pesta.

Ririn Salon dikenal dengan sentuhan riasannya yang anggun dan elegan, menjadikan setiap momen istimewa terasa makin sempurna. 

Tak hanya itu, tarif yang ditawarkan pun sangat bersahabat dan ringan di kantong, cocok untuk semua kalangan.

Bagi yang berminat menggunakan jasa Ririn Salon Pasongsongan, bisa langsung menghubungi kontak person di nomor 0878-1841-0283 untuk pemesanan atau informasi lebih lanjut. 

"Salon kecantikan kami menyasar pelanggan kelas menengah ke bawah. Dan kami siap menerima panggilan," ungkap Ririn berpromosi. [Surya]

Perubahan Besar di SDN Panaongan 3: Kepemimpinan Agus Sugianto yang Menginspirasi 🔥

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan

SD Negeri Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, dahulu hanyalah sekolah dasar biasa yang nyaris luput dari perhatian. 

Terletak jauh dari pusat keramaian, sekolah ini pernah dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitar. 

Namun, keadaan itu berubah drastis sejak kepemimpinan Agus Sugianto sebagai kepala sekolah.

Dengan semangat pengabdian dan visi yang jelas, Agus Sugianto membawa angin segar bagi SDN Panaongan 3. 

Ia tidak hanya berfokus pada manajemen sekolah secara administratif, tapi juga membangun hubungan emosional dengan peserta didik dan masyarakat luas. 

Sekolah yang dulu tampak tertinggal, kini menjelma jadi pusat perhatian dan inspirasi di Kecamatan Pasongsongan dan sekitarnya.

Kepedulian Agus Sugianto terhadap peserta didiknya jadi fondasi utama perubahan itu. 

Ia dikenal sebagai sosok kepala sekolah yang tidak tega melihat muridnya kesulitan. 

Jika ada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak memiliki sepatu layak, Agus Sugianto dengan ringan hati membelikan sepatu baru. 

Kegiatan ini dilakukannya setiap bulan secara bergilir, tanpa publikasi, semata karena rasa tanggung jawab dan cinta pada anak didiknya.

Tak hanya itu, SDN Panaongan 3 juga mulai dikenal sebagai pusat kegiatan sosial yang menjangkau hingga lintas kecamatan. 

Salah satunya terlihat pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu, ketika sekolah ini menjadi tuan rumah kegiatan khitanan massal gratis. 

Ada 11 anak dari Pasongsongan, 9 anak dari Kecamatan Ambunten turut serta dalam kegiatan ini. 

Ini membuktikan bahwa manfaat kehadiran SDN Panaongan 3 telah menjangkau lebih luas dari sekadar lingkungan sekitarnya.

Transformasi ini adalah buah nyata dari kepemimpinan Agus Sugianto yang memadukan ketegasan, empati, dan kerja nyatai. 

Ia membuktikan bahwa sekolah dasar bisa jadi pusat peradaban lokal, tempat di mana ilmu, kepedulian, dan nilai kemanusiaan tumbuh berdampingan.

SDN Panaongan 3 kini bukan hanya tempat belajar, melainkan juga tempat berjuang bersama. 

Dan semua itu tidak lepas dari tangan dingin seorang kepala sekolah yang memimpin dengan hati. [Surya]

Senin, 23 Juni 2025

SDN Panaongan 3 Bangkit dan Menebar Manfaat, Berkat Kepemimpinan Agus Sugianto🔥

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto memberikan hadiah kepada peserta didiknya. [Foto: Surya]

SD Negeri Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, dahulu hanyalah sekolah dasar biasa yang nyaris tenggelam dalam bayang-bayang ketidakpedulian. 

Lokasinya jauh dari pusat keramaian dan minimnya perhatian dari masyarakat sekitar membuat sekolah ini seolah kehilangan daya tarik. 

Tapi, semua itu berubah sejak kepemimpinan Agus Sugianto sebagai kepala sekolah.

Dengan kepemimpinan yang visioner, Agus Sugianto mampu membalikkan wajah SDN Panaongan 3 jadi lembaga pendidikan yang bukan hanya diminati, tapi juga dicintai masyarakat. 

Perubahan ini tidak terjadi dalam semalam. 

Butuh konsistensi, kerja keras, dan tentu saja keteladanan yang nyata dari sang kepala sekolah.

Kini, SDN Panaongan 3 bukan hanya jadi pusat kegiatan pendidikan, tapi juga pusat kegiatan sosial yang memberi dampak luas. 

Sekolah ini berhasil menarik simpati dan kepercayaan masyarakat, tidak hanya dari wilayah Pasongsongan, tapi juga dari kecamatan tetangga. 

Hal ini terbukti dalam pelaksanaan khitanan massal gratis pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu. 

Kegiatan yang diadakan di lingkungan sekolah ini tidak hanya diikuti oleh warga sekitar, tapi juga oleh 9 anak dari Kecamatan Ambunten. 

Ini menjadi bukti kuat bahwa kehadiran SDN Panaongan 3 telah memberi manfaat lintas wilayah.

Transformasi yang dilakukan Agus Sugianto menunjukkan bahwa sekolah dasar tidak hanya bisa jadi tempat belajar, namun juga bisa jadi pusat penggerak sosial di tengah masyarakat. 

Tatkala sekolah jadi rumah bersama, maka keberadaannya akan melampaui batas pagar sekolah itu sendiri.

Agus Sugianto telah menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang berdampak. 

Ia tidak hanya mengelola pendidikan, tapi juga mengelola harapan. 

SDN Panaongan 3 hari ini adalah bukti bahwa perubahan itu terjadi jika dipimpin dengan hati, dijalankan dengan niat baik, dan dibangun dengan kerja nyata. [Surya]

Pondok Pesantren Nurul Jadid Rutin Gelar Haflatul Imtihan, Wujud Syiar dan Apresiasi Pendidikan Islam🔥

Nurul jadid padangdangan
Penampilan peserta didik Nurul Jadid. [Foto: Surya]

SUMENEP — Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menggelar kegiatan rutin tahunan Haflatul Imtihan sebagai bentuk syiar Islam sekaligus ajang apresiasi bagi peserta didik. Senin (23/6/2026). 

Kegiatan ini menjadi tradisi yang terus dijaga oleh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid yang membina sejumlah lembaga pendidikan Islam, mulai dari RA, MI, hingga MTs.

Acara yang semarak ini berlangsung dengan lancar dan meriah berkat dukungan penuh dari para wali murid serta masyarakat sekitar. 

Kepala MTs Nurul Jadid, Ustadz Hermanto, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya haflatul imtihan tahun ini.

Pondok Pesantren Nurul Jadid

“Alhamdulillah, pelaksanaan haflatul imtihan kali ini berjalan sukses. Ini semua tidak lepas dari partisipasi dan dukungan luar biasa dari para wali murid serta masyarakat sekitar,” ujar Ustadz Hermanto.

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ustadz Ozair Abdullah, M.Pd.I, senantiasa menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini melalui pendidikan formal maupun kegiatan keagamaan.

Lewat haflatul imtihan diharapkan para santri termotivasi untuk terus menuntut ilmu serta membangun akhlak mulia.

Haflatul imtihan juga menjadi media untuk menunjukkan berbagai capaian para santri dalam bidang akademik dan non-akademik, seperti hafalan Al-Qur'an, pidato, hingga seni Islam lainnya yang diajarkan selama satu tahun pelajaran.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah silaturahmi antara pengasuh, tenaga pendidik, wali murid, dan masyarakat. 

Nuansa kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin menjadi bukti bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak hanya menekankan pada ilmu, tapi juga pada nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.

Perlu diketahui, Pondok Pesantren Nurul Jadid berlokasi di Dusun Duwe' Buter, Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan. [Surya/Musleh]

SDN Panaongan 3 Bersinar di Tangan Agus Sugianto, Separuh Gaji untuk Sosial🔥

Sdn Panaongan 3 kecamatan pasongsongan

Sejak Agus Sugianto jadi Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan, banyak perubahan terjadi. 

Sekolah yang dulu kurang mendapat perhatian, kini kian dikenal dan diminati.

Perubahan ini tidak hanya terasa di lingkungan sekolah, tapi juga di masyarakat luas. 

Sekolah tersebut kini aktif mengadakan kegiatan yang bermanfaat.

Salah satu contohnya adalah khitan massal gratis pada Sabtu, 21 Juni 2025. 

Kegiatan ini tidak hanya diikuti warga Pasongsongan, tetapi juga 9 anak dari Kecamatan Ambunten.

Agus Sugianto ingin sekolahnya menjadi tempat belajar dan juga tempat kegiatan sosial. 

Ia menggandeng banyak pihak untuk mendukung program-program sekolah.

Kini, SDN Panaongan 3 jadi contoh sekolah yang memberi manfaat, tidak hanya bagi warga sekitar, tapi juga warga dari kecamatan lain.

Profil Agus Sugianto

Tak heran jika SDN Panaongan 3 kini penuh manfaat. 

Kepribadian Agus Sugianto memang dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi. 

Ia tidak hanya peduli terhadap pendidikan, tetapi juga terhadap kehidupan sosial dan keagamaan di sekitarnya.

Setiap bulan, Agus menyisihkan separuh gajinya untuk membayar listrik masjid dan musolla di lingkungan tempat tinggalnya. 

Selain itu, ia juga rutin memberikan santunan kepada beberapa janda di sekitar rumahnya.

Sikap dermawan dan kepedulian sosial inilah yang menjadikan kepemimpinan Agus Sugianto membawa berkah. 

Sekolah yang ia pimpin bukan hanya berkembang secara fisik dan akademik, tapi juga jadi wadah kebaikan yang menjalar ke berbagai lapisan masyarakat.

Bravo Agus Sugianto! [Surya]

Minggu, 22 Juni 2025

Pagelaran Akhiru Sanah LP Ma'arif NU Pasongsongan Digelar di Pelabuhan🔥

Lp ma'arif nu Pasongsongan
Dewan guru LP Ma'arif NU Pasongsongan. [Foto: Surya]

SUMENEP – Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Desa/Kecamatan Pasongsongan menyelenggarakan Akhiru Sanah tahun ajaran 2024/2025 dengan meriah di kawasan Pelabuhan Pasongsongan. Sabtu (21/6/2025). 

Kegiatan ini menjadi ajang tahunan yang ditunggu-tunggu oleh siswa, guru, wali murid, dan masyarakat sekitar.

Acara Akhiru Sanah dimulai pada siang hari, menampilkan berbagai pertunjukan seni dan kreasi dari para siswa mulai dari tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) yang berada di bawah naungan LP Ma'arif NU Pasongsongan.

Pelabuhan Pasongsongan

Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian umum yang menghadirkan tokoh agama setempat dan menjadi momen spiritual sekaligus penutup rangkaian acara.

Ahmad Jasimul Ahyak, salah satu guru di lembaga tersebut, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara tahunan ini. 

"LP Ma'arif NU Pasongsongan merupakan lembaga pendidikan terbesar di wilayah Kecamatan Pasongsongan," ungkap Jasimul. 

Acara Akhiru Sanah ini tidak hanya jadi momentum penutup tahun ajaran, tapi juga sarana mempererat hubungan antara lembaga pendidikan, orang tua siswa, dan masyarakat luas. 

Lokasi pelabuhan yang dipilih sebagai tempat acara memberikan nuansa khas pesisir yang unik dan berbeda dari biasanya.

Dengan semangat kebersamaan, LP Ma'arif NU Pasongsongan terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak. [Surya]

Lidah Buaya: Obat Alami yang Harus Diolah dengan Benar🔥

Terapi pijat refleksi gondotopo Bondowoso

BONDOWOSO - Dalam dunia pengobatan tradisional, lidah buaya telah lama dikenal sebagai tanaman seribu manfaat. 

Tanaman berduri lembut ini populer untuk perawatan kulit, dan juga mampu mengatasi berbagai penyakit, mulai dari gangguan pencernaan hingga peradangan. 

"Manfaat lidah buaya hanya akan bisa diperoleh jika diolah dengan benar," saran Supriyadi. 

Pria pemilik terapi pijat Gondotopo di Bondowoso, membagikan cara pengolahan lidah buaya yang tepat dan aman dikonsumsi.

Menurut Supriyadi, kesalahan umum yang kerap dilakukan adalah langsung mengonsumsi gel lidah buaya tanpa menghilangkan getahnya terlebih dahulu. 

Getah kuning yang menempel pada gel lidah buaya bersifat iritan dan bisa menimbulkan efek samping, terutama bagi saluran pencernaan. 

Oleh karena itu, proses pembersihan menjadi tahap yang sangat krusial.

Langkah pertama, kata Supriyadi, adalah mengupas kulit lidah buaya menggunakan pisau yang tajam. 

Alat yang tajam memastikan proses pengupasan berjalan cepat dan gel tidak hancur atau tercampur kulit. 

Setelah kulitnya dikupas, gel lidah buaya diambil secara perlahan agar tidak bercampur dengan getah kuning yang berada di antara kulit dan gel.

Setelah itu, gel ditempatkan dalam wadah, lalu dicampur dengan air dan sedikit garam. 

Garam berfungsi sebagai agen pembersih alami yang membantu melarutkan sisa getah dan mengurangi rasa pahit. 

Proses ini sangat penting, karena kandungan aloin dalam getah bisa bersifat laksatif jika tidak dibersihkan dengan benar.

Tahap akhir adalah membuat gel tersebut menjadi larutan yang mudah dikonsumsi, yaitu dengan diblender. 

Hasil blender bisa langsung dikonsumsi atau dicampurkan dengan bahan alami lainnya seperti madu, lemon, atau jus buah untuk menambah rasa dan manfaat.

Sebagai herbalis dan terapis yang sudah bertahun-tahun menangani pasien dengan metode alami, Supriyadi percaya bahwa lidah buaya memiliki potensi besar untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit

Ini adalah contoh bagaimana warisan pengetahuan lokal bisa jadi solusi kesehatan alami, asal disertai pengolahan yang benar. 

"Mengolah lidah buaya bukan soal memotong, tapi menyangkut seni merawat agar bisa memberi manfaat," ungkap Supriyadi. 

Kita patut menghargai ilmu seperti yang dibagikan Supriyadi, agar tradisi tetap hidup dan kesehatan tetap terjaga. [Surya]

Sabtu, 21 Juni 2025

Wujud Kepedulian Sosial Lintas Stakeholder di Sumenep🔥

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Dari kiri: Agus Sugianto bersama Kepala Puskesmas Pasongsongan. [Foto: Surya]
SUMENEP – SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan kembali menggelar kegiatan khitan massal gratis, sebagai bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat. Sabtu (21/6/2025).

Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya digelar, dan tahun ini menjangkau wilayah lebih luas, termasuk peserta dari luar Kecamatan Pasongsongan.

Bekerja sama dengan Puskesmas Pasongsongan, Pemerintah Desa Panaongan, sejumlah media online seperti Detikzone, serta stakeholder lainnya di wilayah Kabupaten Sumenep, 

"Alhamdulillah, kegiatan ini sukses menyasar 20 anak peserta khitan," ungkap Agus. 

Masing-masing anak juga menerima bingkisan berupa sarung dari pihak penyelenggara sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril.

Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata peran sekolah di tengah masyarakat.

“Tahun ini peserta tidak hanya berasal dari Pasongsongan, tapi juga dari Kecamatan Ambunten. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini amat dibutuhkan masyarakat luas,” ujar Agus.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan lembaga pendidikan yang dipimpinnya sebagai ruang terbuka.

Tidak hanya untuk kegiatan belajar mengajar, tapi juga sebagai pusat kegiatan sosial. 

Kegiatan khitan massa gratis ini disambut antusias oleh para orang tua peserta.

Mereka merasa terbantu secara ekonomi dan juga terbina secara sosial melalui kegiatan tersebut.

"Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung secara berkelanjutan dan menginspirasi lembaga pendidikan lain untuk turut serta membangun sinergi sosial di lingkungannya," tutup Agus Sugianto. [Surya]

20 Anak Dikhitan, SDN Panaongan 3 sebagai Agen Perubahan🔥

Sdn Panaongan 3 kecamatan pasongsongan
Agus Sugianto menyerahkan bingkisan terhadap peserta khitan. [Foto: Surya]

SUMENEP - Pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu, tapi juga bagaimana sekolah hadir sebagai bagian solutif dari masalah masyarakat. 

Ini dibuktikan SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, yang untuk ketiga kalinya gelar khitan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Pasongsongan, Pemerintah Desa Panaongan, serta dukungan media seperti Detikzone dan stakeholder lokal. 

Kegiatan ini tak hanya menjawab kebutuhan kesehatan,  juga memperkuat peran sekolah sebagai jembatan sosial.

Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, menekankan bahwa tahun ini khitan gratis mengalami peningkatan signifikansi. 

"Peserta tidak hanya dari Pasongsongan, tapi juga datang dari Kecamatan Ambunten," ujarnya. 

Dari 20 anak yang dikhitan, masing-masing mendapat bingkisan sarung sebagai bentuk apresiasi.

Kebijakan Agus Sugianto menjadikan SDN Panaongan 3 sebagai hubungan sosial patut diapresiasi. 

Dalam konteks Indonesia, terutama di daerah pelosok, sekolah seringkali jadi satu-satunya institusi yang dipercaya masyarakat. 

Khitan massal gratis di SDN Panaongan 3 adalah bukti bahwa sekolah bisa jadi agen perubahan. 

Di tangan pemimpin visioner seperti Agus Sugianto, lembaga pendidikan tak hanya mencetak generasi pintar, tapi juga generasi yang peduli pada masalah sosial. 

Semoga inisiatif ini menginspirasi daerah lain untuk melihat sekolah sebagai mitra strategis pembangunan. [Surya]

Bukti Nyata Sekolah Peduli Masyarakat: Khitan Massal Gratis SDN Panaongan 3🔥

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Suasana khitan gratis. [Foto: Surya]
SUMENEP – SDN Panaongan 3 kembali menggelar khitan massal gratis. Kegiatan ini sudah yang ketiga kalinya diselenggarakan. Sabtu (21/6/2025). 

Kerja sama terjalin dengan Puskesmas Pasongsongan, Pemerintah Desa Panaongan, dan beberapa media termasuk Detikzone.

Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3, menjelaskan perkembangan positif kegiatan ini. 

"Tahun ini pesertanya tidak hanya dari Pasongsongan, tapi juga datang dari Ambunten," ujarnya.

Sebanyak 20 anak mengikuti program ini. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis.

Kesuksesan acara ini berkat dukungan banyak pihak. 
Puskesmas menyediakan tenaga medis. Pemerintah desa membantu koordinasi. Media turut menyebarkan informasi.

"Kolaborasi seperti ini sangat penting," kata Agus. 
Menurutnya, sinergi antarlembaga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sekolah sebagai Agen Perubahan
Inisiatif SDN Panaongan 3 patut diapresiasi. Kegiatan ini membuktikan sekolah bisa berperan lebih dari sekadar tempat belajar.

Masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Tidak hanya siswa, warga sekitar pun terbantu. 
Program seperti ini diharapkan bisa memicu inisiatif serupa di tempat lain.

Khitan massal gratis ini jadi contoh nyata peran pendidikan dalam pembangunan sosial. 
Sekolah tidak hanya mencetak generasi pintar, tapi juga peduli lingkungan. [Surya]

Khitan Massal Gratis SDN Panaongan 3: Bukti Sekolah Sebagai Jembatan Sosial🔥

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto (kiri) terlihat akrab dengan Kepala Puskesmas Pasongsongan. [Foto: Surya]

SUMENEP - Pendidikan tidak hanya tentang mencerdaskan anak bangsa, tapi juga tentang bagaimana sekolah hadir sebagai bagian dari solusi masalah sosial di masyarakat. 

Hal ini dibuktikan SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, yang kembali menyelenggarakan khitan massal gratis untuk ketiga kalinya. Sabtu (21/6/2025). 

Kolaborasi antara sekolah, Puskesmas Pasongsongan, Kepala Desa Panaongan, media seperti Detikzone, serta berbagai stakeholder lainnya menunjukkan bahwa sekolah bisa jadi pusat pengabdian masyarakat.

Khitan Massal: Kebutuhan yang Tak Terpenuhi

Khitan adalah kewajiban bagi umat muslim, tapi biaya dan akses kesehatan yang terbatas seringkali jadi penghalang bagi keluarga kurang mampu. 

Melihat hal ini, SDN Panaongan 3 di bawah kepemimpinan Agus Sugianto mengambil inisiatif untuk mengadakan khitan massal gratis. 

Yang menarik, tahun ini jangkauannya kian meluas, tidak hanya dari Kecamatan Pasongsongan, tapi juga dari Kecamatan Ambunten. 

Ini membuktikan bahwa program semacam ini amat dibutuhkan masyarakat. 

Bahkan, antusiasme peserta yang terus meningkat menunjukkan bahwa SDN Panaongan 3 telah berhasil jadi jembatan antara layanan kesehatan dan masyarakat.

Kebijakan Agus Sugianto patut diapresiasi. 

Ia tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tapi juga mengoptimalkan peran sekolah sebagai agen perubahan sosial. 

Ini membuktikan bahwa ketika semua pihak bersinergi, program sosial bisa berjalan lancar dan berkelanjutan.

Khitan massal gratis di SDN Panaongan 3 adalah bukti nyata bahwa sekolah bisa jadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. 

Agus Sugianto dan seluruh pihak yang terlibat patut diacungi jempol karena telah membuat pendidikan tidak hanya berkutat di dalam kelas, tapi juga menyentuh kehidupan nyata.

Semoga inisiatif seperti ini bisa ditiru  sekolah lain, tidak hanya di Sumenep, tapi juga di seluruh Indonesia. 

Karena pada akhirnya, sekolah yang baik adalah sekolah yang hadir untuk rakyat! [Surya]

SDN Pasongsongan 5 Gelar Pelepasan dan Penyerahan Purna Siswa Kelas VI dengan Sederhana🔥

Sdn Pasongsongan 5 kecamatan Pasongsongan
Suasana penuh haru di acara pelepasan siswa-siswi kelas VI SDN Pasongsongan 5. [Foto: Surya]

SUMENEP -  SDN Pasongsongan 5 Kecamatan Pasongsongan baru-baru ini menggelar acara pelepasan dan penyerahan purna siswa kelas VI yang dihadiri oleh wali siswa dan Komite Sekolah. Sabtu (21/6/2025). 

Acara ini digelar dengan sederhana, sesuai dengan saran pemerintah untuk tidak membebani orang tua siswa dengan biaya yang tidak perlu.

R.B. Adi Herman Dahlianto, S.Pd, guru kelas VI, menjelaskan bahwa acara pelepasan dan penyerahan purna siswa kelas VI ini digelar dengan sederhana karena mengindahkan saran pemerintah. 

Sdn Pasongsongan V

"Kami ingin memastikan bahwa acara ini tidak membebani wali siswa dengan biaya yang tidak perlu, sehingga kami memilih untuk menggelar acara ini dengan sederhana," ujar Adi. 

Acara pelepasan dan penyerahan purna siswa kelas VI ini merupakan momen penting bagi siswa-siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar mereka di SDN Pasongsongan 5. 

Dengan acara ini, siswa-siswa bisa menutup babak pendidikan dasar mereka dengan baik dan siap untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Komite Sekolah dan wali siswa menyambut baik acara ini dan mengapresiasi upaya SDN Pasongsongan 5 dalam menggelar acara pelepasan dan penyerahan purna siswa kelas VI dengan sederhana. 

"Semoga acara ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya dalam menggelar acara pelepasan siswa dengan sederhana dan tidak membebani wali siswa," ucapnya. [Surya]

Jumat, 20 Juni 2025

SDN Panaongan 3 Gelar Khitan Massal Gratis dengan Dukungan Puskesmas dan Stakeholder🔥

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Kepala Puskesmas Pasongsongan (kanan) bersama salah satu tim medis. [Foto: Surya]

SUMENEP – Sekolah pelosok desa, SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, kembali sukses menggelar khitan massal gratis. Sabtu (21/6/2025). 

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara sekolah, Puskesmas Pasongsongan, Pemerintah Desa Panaongan, beberapa media online, serta beberapa stakeholder lokal.

Ariyanis Rasdyahati, Kepala Puskesmas Pasongsongan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. 

"Ini merupakan kegiatan ketiga kalinya Puskesmas Pasongsongan bekerjasama dengan SDN Panaongan 3 menggelar khitan gratis," ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk membantu masyarakat, terutama keluarga kurang mampu, dalam memenuhi kebutuhan kesehatan anak-anak mereka.

Puskesmas Pasongsongan

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk media online seperti Detikzone, yang turut mempublikasikan acara tersebut. 

"Sinergi ini sangat penting dalam menyukseskan program sosial seperti ini," tegas Ariyanis. 

Khitan massal gratis ini diikuti oleh 20 anak berasal dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Pasongsongan, bahkan ada dari beberapa desa di Kecamatan Ambunten. 

Selesai khitan, peserta juga mendapatkan bingkisan sarung. 

Diharapkan, program seperti ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sumenep. [Surya]

Khitanan Massal Gratis di SDN Panaongan 3: Warga Berterima Kasih atas Kepedulian🔥

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Dari kiri: Musleh Tikam bersama Agus Sugianto. [Foto: Surya]

SUMENEP - SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan menggelar acara khitanan massal gratis yang berlangsung sukses dan lancar. Sabtu (21/6/2026). 

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara SDN Panaongan 3 dengan beberapa stakeholder, termasuk media online Detikzone, Puskesmas Pasongsongan, Kepala Desa Panaongan, dan beberapa pihak lainnya di wilayah Kabupaten Sumenep.

Musleh Tikam, salah seorang warga Desa Padangdangan yang membawa anaknya ikut khitanan gratis ini, menyampaikan terima kasih kepada SDN Panaongan 3 sebagai penyelenggara Khitanan Gratis 2025. 

"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 yang telah mengadakan acara khitanan gratis ini. Biaya khitanan memang tidak sedikit, dan acara ini sangat membantu bagi kami yang kurang mampu," ujar Musleh Tikam. 

Khitanan massal gratis ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam melaksanakan khitanan bagi anak-anak mereka. 

Dengan adanya acara ini, diharapkan bisa meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua untuk melaksanakan khitanan. 

Semoga acara seperti ini bisa terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"SDN Panaongan 3 dan seluruh panitia penyelenggara patut diapresiasi atas kepedulian dan kerja keras mereka dalam membuat acara ini jadi sukses," tambah Musleh Tikam. 

Sinergi dan kerjasama yang baik antara SDN Panaongan 3 dan stakeholder lainnya telah membuat acara khitanan massal gratis ini menjadi kenyataan. [Surya]

Khitanan Massal Gratis di SDN Panaongan 3: Sinergi dan Kepedulian untuk Masyarakat🔥

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3. [Foto: Surya]

SUMENEP - SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan menggelar acara khitanan massal gratis yang berlangsung sukses dan lancar. Sabtu (21/6/2025). 

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara SDN Panaongan 3 dengan beberapa stakeholder, termasuk media online Detikzone, Puskesmas Pasongsongan, Kepala Desa Panaongan, dan beberapa pihak lainnya di wilayah Kabupaten Sumenep.

"Khitanan massal gratis ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam melaksanakan khitanan bagi anak-anak mereka," terang Agus Sugianto. 

Dengan adanya acara ini, diharapkan bisa meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua untuk melaksanakan khitanan.

Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu suksesnya pelaksanaan khitanan massal gratis 2025. 

"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini. Sinergi dan kepedulian yang ditunjukkan semua pihak telah membuat acara ini jadi sukses," ujarnya.

Acara khitanan massal gratis ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tapi juga menunjukkan komitmen dan kepedulian SDN Panaongan 3 dan stakeholder lainnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. 

"Semoga acara seperti ini bisa terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," pungkasnya. [Surya]

Kamis, 19 Juni 2025

Najma Fairus Bikin Haru di Acara Perpisahan SDN Padangdangan 2🔥

Sdn padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Najma Fairus. [Foto: Surya]

SUMENEP – Najma Fairus memukau saat baca puisi di acara perpisahan dan pelepasan siswa kelas VI SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan. Selasa (17/6/2025). 

Penampilannya bikin guru, orang tua, dan tamu undangan terharu. Banyak yang menangis karena Najma begitu menjiwai. 

Najma membaca puisi bertema perpisahan dan masa depan. 

Suaranya lantang dan penuh perasaan. Ekspresinya begitu dalam. Setiap kata terdengar terasa hidup.

"Saya sangat terkesan. Najma tidak hanya hafal, tapi juga menyampaikan dengan hati," ucap Bu Sundari, S.Pd salah satu guru.

Acara digelar di halaman sekolah pada pagi hari dengan cuaca mendung tapi tidak turun hujan. 

Kendati dekorasinya sederhana tapi sungguh bermakna dan berkesan. 

Najma mengenakan busana memukau dan tampil percaya diri.

Usai tampil, tepuk tangan riuh terdengar dari semua hadirin. Banyak yang memeluk Najma. 

"Aku senang bisa bikin orang terharu," ujar Najma dengan mata berkaca-kaca.

Kepala sekolah, Madun,S.Pd.SD begitu bangga menyaksikan penampilan Najma yang super heboh. 

"Najma Fairus merupakan peserta didik kami yang memiliki bakat luar biasa. Ia acapkali masuk nominasi juara tiga besar dalam beberapa ajang pembacasn puisi," katanya.

Acara ditutup dengan doa dan foto bersama. Najma dan teman-teman siap lanjut ke jenjang berikutnya. [Surya]

Momen Haru dan Khidmat: Pelepasan Siswa Kelas VI SDN Panaongan 1 dan TK Pertiwi🔥

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto, Kepala SD N Oanaongan 3. [Foto: Surya]

SUMENEP - Momentum pelepasan siswa kelas VI SDN Panaongan 1 dan siswa TK Pertiwi Kecamatan Pasongsongan berlangsung dalam suasana penuh haru dan khidmat. Kamis (19/6/2025). 

Acara ini jadi momen berharga lantaran tidak hanya mengukir kenangan indah, tapi juga jadi ajang refleksi dan apresiasi atas kerja keras seluruh warga sekolah. 

Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, hadir sebagai tamu kehormatan dan menyampaikan pesan tentang pentingnya komunikasi yang sehat dan terbuka antara warga sekolah dengan pihak sekolah.

Agus juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar SDN Panaongan 1 atas keberhasilannya menggelar acara pelepasan yang penuh khidmat dan bermakna. 

"Nilai sebuah acara bukan diukur dari kemegahannya, melainkan dari ketulusan dan kekhidmatan pelaksanaannya, serta manfaatnya bagi peserta didik dan orang tua," terang Agus Sugianto. 

Ia juga menyampaikan harapan agar para siswa yang telah lulus bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi selanjutnya. 

Prosesi pelepasan siswa berlangsung dalam suasana cukup haru, dengan tangis haru menyelimuti wajah para orang tua dan guru saat nama-nama siswa dipanggil satu per satu untuk menerima kenang-kenangan. 

Siswa-siswa TK Pertiwi dan SDN Panaongan 1 menunjukkan percaya diri dan kesiapan mereka untuk melanjutkan perjalanan ke jenjang yang lebih tinggi, membawa harapan, dan doa dari semua yang hadir hari itu. [Surya]

Selasa, 17 Juni 2025

Pisah Kenang Siswa Kelas VI SDN Pasongsongan 1: Pentas Seni yang Spektakuler dan Mengagumkan🔥

Sdn Pasongsongan 1 kecamatan Pasongsongan

SUMENEP - SDN Pasongsongan 1 Kecamatan Pasongsongan baru-baru ini menggelar acara pisah kenang siswa kelas VI yang sangat spektakuler. Selasa malam (17/6/2025). 

Acara ini dimeriahkan dengan pentas seni yang menampilkan bakat dan kreativitas siswa-siswa sekolah tersebut. 

Dengan tata panggung dan cahaya artistik yang memukau, acara ini membuat para tamu undangan berdecak kagum.

Pentas seni yang digelar menampilkan berbagai macam kreasi, mulai dari tarian, nyanyian, pembacaan puisi. 

Para siswa menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di atas panggung, membuat suasana semakin meriah dan menyenangkan. 

Sdn Pasongsongan 1 kecamatan Pasongsongan

Orang tua siswa dan tamu undangan yang hadir tidak bisa menyembunyikan kekaguman mereka terhadap penampilan siswa-siswa yang luar biasa.

Acara ini menjadi lebih istimewa karena dihadiri Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto. 

Kenapa istimewa, karena Agus Sugianto adalah mantan guru SDN Pasongsongan 1.

Ia menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap kreativitas dan bakat siswa-siswa SDN Pasongsongan 1.

"Saya sangat bangga melihat bakat dan kreativitas siswa-siswa SDN Pasongsongan 1. Acara ini menunjukkan bahwa sekolah telah berhasil mengembangkan potensi para siswanya," ujarnya.

Dengan acara pisah kenang yang spektakuler ini, siswa-siswa kelas VI SDN Pasongsongan l akan meninggalkan kenangan yang tak terlupakan sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. [Surya]

Upacara Pembukaan Perkemahan Sataretanan (Perkasa): Sambutan Kamabigus🔥

Sdn soddara 1 kecamatan Pasongsongan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam Pramuka!

Yang saya hormati: Bapak/Ibu Pembina Pramuka, Bapak/Ibu Guru pendamping, Rekan-rekan panitia pelaksana perkemahan, dan anak-anakku sekalian, peserta perkemahan yang saya banggakan.

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan kegiatan Perkemahan Gugus Depan SDN Soddara I tahun ini.

Perkemahan yang dilaksanakan tanggal 17-28 Juni 3025 bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan momen pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kerja sama bagi seluruh anggota Pramuka. Dalam suasana alam terbuka di luar rumah, kalian akan belajar menghadapi tantangan, belajar hidup sederhana, disiplin, dan saling menghargai.

Saya berpesan kepada seluruh peserta perkemahan:

1. Jaga kesehatan dan keselamatan diri serta teman-teman kalian.

2. Ikuti seluruh kegiatan dengan semangat dan penuh tanggung jawab.

3. Hormati para pembina dan sesama peserta.

4. Ambillah pelajaran dari setiap kegiatan yang kalian ikuti.

Sdn soddara 1 kecamatan Pasongsongan

Kepada para pembina, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras dalam menyiapkan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat besar bagi pembinaan generasi muda kita.

Akhir kata, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Perkemahan Gugus Depan SDN Soddara I dengan tema "Bersatu, Berbakti, Berkarya" saya nyatakan dibuka.

Salam Pramuka!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Soddara, 17 Juni 2025

Kamabigus SDN Soddara I

(Sarkawi, S.Pd.SD)

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...