Sekolah Negeri Terbelenggu Aturan, Sekolah Swasta Bebas BerkreasišŸ”„

Dpks dan pengawas bina smp
Rembuk Pendidikan Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep. [Foto: Surya]

SUMENEP — Ketimpangan mencolok antara sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Sumenep akhirnya meledak di forum Rembuk Pendidikan yang digelar Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, bertempat di Graha STKIP PGRI. Rabu (25/6/2025). 

Kelompok pengawas bina SMP angkat bicara, menyuarakan keresahan yang selama ini dipendam.

“Sekolah negeri seperti dikurung aturan. Guru-gurunya takut bergerak. Mau bikin acara saja pikir seribu kali. Sementara sekolah swasta? Bebas! Orang tua siap keluar jutaan rupiah demi acara perpisahan megah,” tegas salah seorang juru bicara pengawas bina SMP. 

Para pengawas menyebut bahwa tenaga pendidik di SMP negeri lebih memilih bermain aman ketimbang menjalankan kegiatan bermakna, hanya karena takut dianggap melanggar regulasi. 

Padahal, kegiatan seperti perpisahan bisa berdampak besar: Memperkuat hubungan sekolah dan masyarakat, serta menarik minat calon siswa baru.

“Kalau begini terus, sekolah negeri bakal terus tertinggal. Regulasi yang harusnya melindungi, malah membelenggu,” tambahnya. 

Mereka menuntut adanya perubahan. Aturan-aturan yang kaku dinilai sudah saatnya dievaluasi. 

Sekolah negeri perlu diberi ruang yang sama untuk berkembang seperti sekolah swasta.

“Jangan biarkan sekolah negeri jadi korban sistem yang tidak adil. Sudah cukup lama diam,” pungkasnya. [Surya]

Komentar

Popular Posts

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

NU Abu-Abu Soal Imigran Yaman, Diam yang Justru Menggelapkan Akal Sehat

Indonesia Milik Siapa? Anekdot Klaim Aulia Tarim dan Nasab yang Merasa Paling Berhak