20 Anak Dikhitan, SDN Panaongan 3 sebagai Agen PerubahanšŸ”„

Sdn Panaongan 3 kecamatan pasongsongan
Agus Sugianto menyerahkan bingkisan terhadap peserta khitan. [Foto: Surya]

SUMENEP - Pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu, tapi juga bagaimana sekolah hadir sebagai bagian solutif dari masalah masyarakat. 

Ini dibuktikan SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, yang untuk ketiga kalinya gelar khitan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Pasongsongan, Pemerintah Desa Panaongan, serta dukungan media seperti Detikzone dan stakeholder lokal. 

Kegiatan ini tak hanya menjawab kebutuhan kesehatan,  juga memperkuat peran sekolah sebagai jembatan sosial.

Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, menekankan bahwa tahun ini khitan gratis mengalami peningkatan signifikansi. 

"Peserta tidak hanya dari Pasongsongan, tapi juga datang dari Kecamatan Ambunten," ujarnya. 

Dari 20 anak yang dikhitan, masing-masing mendapat bingkisan sarung sebagai bentuk apresiasi.

Kebijakan Agus Sugianto menjadikan SDN Panaongan 3 sebagai hubungan sosial patut diapresiasi. 

Dalam konteks Indonesia, terutama di daerah pelosok, sekolah seringkali jadi satu-satunya institusi yang dipercaya masyarakat. 

Khitan massal gratis di SDN Panaongan 3 adalah bukti bahwa sekolah bisa jadi agen perubahan. 

Di tangan pemimpin visioner seperti Agus Sugianto, lembaga pendidikan tak hanya mencetak generasi pintar, tapi juga generasi yang peduli pada masalah sosial. 

Semoga inisiatif ini menginspirasi daerah lain untuk melihat sekolah sebagai mitra strategis pembangunan. [Surya]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaji Rp300 Ribu di 2026: Potret Nasib Guru Honorer dan Nakes yang Terlupakan Negara

Terobosan Baru: Pusat Therapy Buta Warna Indonesia Beri Harapan Nyata Bagi Penderita Buta Warna

Ijazah Jokowi Tak Kunjung Ditunjukkan, Cinta Rakyat Berubah Jadi Kekecewaan