Sapusa: Cara SDN Padangdangan 2 Pasongsongan Tanamkan Jiwa Peduli Lingkungan
PASONGSONGAN – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan sudah jadi bagian dari karakter warga sekolah. Sabtu (30/5/2026).
Hal ini terlihat nyata di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, di mana seluruh elemen sekolah kompak menyukseskan program gerakan Sabtu Pungut Sampah (Sapusa).
Setiap hari Sabtu, suasana di lingkungan SDN Padangdangan 2 tampak berbeda dan penuh semangat.
Tanpa sekat, mulai dari para murid, guru, hingga staf tata usaha berbaur bersama menyisir setiap sudut halaman, ruang kelas, hingga area luar pagar sekolah untuk memungut sampah.
Kesadaran yang Menyatu dalam Jiwa
Gerakan rutin ini terbukti efektif dalam memupuk rasa tanggung jawab bersama.
Antusiasme yang konsisten dari seluruh warga sekolah ini pun mendapat apresiasi dari internal sekolah sendiri.
Menurut Suriyanto, selaku penjaga sekolah di SDN Padangdangan 2, aksi bersih-bersih ini tidak lagi terasa sebagai beban atau perintah yang dipaksakan.
Ia mengamati adanya perubahan paradigma yang luar biasa pada seluruh personal di sekolah.
"Kesadaran warga sekolah terhadap kebersihan lingkungan sekolah tampaknya sudah menyatu dalam jiwa masing-masing personal warga sekolah," ungkap Suriyanto saat memberikan kesaksian mengenai dampak positif program Sapusa tersebut.
Dampak Positif Program Sapusa
Selain menciptakan lingkungan belajar yang asri dan sehat, program Sapusa ini juga membawa multiplier effect bagi ekosistem sekolah:
- Pendidikan Karakter Nyata: Murid-murid belajar mengaplikasikan teori kebersihan secara langsung sejak dini.
- Solidaritas & Keakraban: Mempererat hubungan emosional dan gotong royong antara guru, staf, dan siswa di luar jam pelajaran formal.
- Kenyamanan Belajar: Lingkungan yang bebas sampah secara psikologis meningkatkan fokus dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar pada hari-hari berikutnya.
Melalui konsistensi gerakan Sapusa ini, SDN Padangdangan 2 membuktikan bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama-sama secara rutin mampu membawa dampak besar bagi kenyamanan dan keindahan tempat menuntut ilmu.
Program ini diharapkan dapat terus berjalan dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar. [Kaiy]
