Sentuh Sisi Spiritual Siswa, SDN Soddara 1 Tanamkan Nilai Iman dan Takwa Lewat "LIBAS JAMAN"

 

Sukses Gelar LIBAS JAMAN, Ini Cara SDN Soddara 1 Didik Karakter Siswa

PASONGSONGAN – Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, penanaman karakter berbasis agama jadi fondasi krusial bagi generasi muda. 

Menyadari hal tersebut, SDN Soddara 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, konsisten menyuburkan nilai-nilai spiritualitas peserta didik melalui kegiatan rutin bulanan "LIBAS JAMAN" (Religi dan Bakti Sosial Jumat Manis) yang sukses digelar di halaman sekolah. Jumat (29/5/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah madrasah kehidupan bagi siswa untuk memperkuat hubungan kepada Sang Pencipta (hablum minallah) sekaligus mempererat hubungan antar-manusia (hablum minannas).

Mengetuk Pintu Langit Lewat Yasin dan Doa Bersama

Sejak pagi hari, suasana khusyuk dan religius menyelimuti halaman sekolah. 

Dengan duduk bersila, seluruh siswa dibimbing untuk membuka hari dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Rangkaian kegiatan spiritual ini diawali dengan:

1. Pembacaan tawassul sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.

2. Lantunan Surah Yasin secara berjamaah yang menggema penuh khidmat.

3. Doa bersama sebagai ruang bagi siswa untuk berserah diri dan memohon kemudahan.

Kepala SDN Soddara 1, Sarkawi, S.Pd., menegaskan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah membangun kecerdasan spiritual siswa sejak dini.

"Kami ingin anak-anak memahami bahwa ilmu tanpa agama itu buta. Melalui doa bersama ini, kita menanamkan kesadaran pada jiwa mereka bahwa kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menuntut ilmu semata-mata adalah pemberian Allah SWT yang harus dijemput dengan ikhtiar batin," tutur Sarkawi.

Mengasah Empati: Manifestasi Iman Melalui Berbagi

Nilai spiritual yang diajarkan tidak berhenti pada ritual ibadah semata, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata. 

Lewat aksi bakti sosial pengumpulan dana spontan, para siswa diajarkan esensi dari ajaran agama tentang kepedulian sosial.

Siswa dilatih untuk mengikis sifat kikir dan menumbuhkan rasa empati terhadap teman sejawat yang kurang mampu. 

Aktivitas ini jadi laboratorium langsung bagi peserta didik untuk mempraktikkan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Ditutup dengan Keberkahan dan Rasa Syukur

Sebagai penutup ritual spiritual hari itu, seluruh warga sekolah melebur dalam acara makan bersama dengan menu masakan lokal yang sederhana.

Momen ini menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang diberikan-Nya. 

Di bawah langit pagi, para siswa belajar menghargai kesederhanaan, merasakan indahnya hidup berbagi, dan merayakan kebersamaan tanpa memandang latar belakang sosial.

Melalui "LIBAS JAMAN", SDN Soddara 1 membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga mengetuk pintu langit dengan iman yang kokoh dan akhlak yang mulia. [Kaiy]

Postingan populer dari blog ini

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Dari Pasongsongan ke Jember: Refleksi 33 Tahun Perjalanan Hidup Syamsul Arifin