Langsung ke konten utama

Kapolres Sumenep Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Desa Romben Guna

Kapolres Sumenep pantau langsung jalannya vaksinasi Kecamatan Dungkek.

Sumenep -  AKBP Rahman Wijaya, Kapolres Sumenep,  terus bergerilya memantau pelaksanaan percepatan vaksinasi di kabupaten ujung timur Pulau Madura. Sabtu (15/1/2022).

Terbaru, orang nomor satu di lingkungan Korps Bhayangkara Sumekar ini turun ke beberapa desa di wilayah Kecamatan Dungkek seperti Desa Romben Guna. Di desa yang berpenghuni sebanyak 3 ribu lebih penduduk ini, Kapolres AKBP Rahman Wijaya memantau secara langsung masyarakat yang sedang melaksanakan vaksinasi.

"Kedatangan saya kesini untuk melihat lebih dekat pelaksanaan percepatan vaksinasi," kata Kapolres Sumenep, saat di Balai Desa Romben Guna.

"Jadi, untuk penanganan COVID-19 itu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan," imbuhnya.

Lebih lanjut eks Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jatim ini menjelaskan, yang perlu diperhatikan pertama dalam penanganan COVID-19 adalah disiplin didalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes).

Kedua, penerapan 3 T yang merupakan sebuah upaya atau tindakan dalam melakukan tes (Testing), penelusuran kontak erat (Tracing) dan tindak lanjut (Treatment) berupa perawatan bagi penderita COVID-19.

"Kemudian yang ketiga itu adalah herd immunty untuk membentuk kekebalan tubuh yang dapat kita saksikan dengan cara pelaksanaan vaksinasi seperti ini," tegas AKBP Rahman Wijaya.

Selanjutnya, pria yang memikul dua bunga melati emas di pundaknya ini berharap kepada seluruh masyarakat agar menyukseskan program vaksinasi untuk mencapai minimal 70%.

"Kepada seluruh masyarakat khusunya di Kecamatan Dungkek ini agar ikut berpartisipasi dalam rangka percepatan vaksinasi," harap AKBP Rahman Wijaya.

Sementara itu, Kepala Desa Romben Guna, Yunni Nur Fatjrona mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Kapolres Sumenep dalam memantau pelaksanaan percepatan vaksinasi.

"Kami atas nama masyarakat Desa Romben Guna mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran Pak Kapolres ke sini," kata Kades yang akrab disapa Vera.

"Semoga masyarakat semakin sadar betapa pentingnya vaksin ini untuk membentuk kekebalan tubuh," kata dia, menambahkan. (Slm/Yant Kaiy)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasib Guru Honorer PAI di Sumenep tidak Terurus

Catatan: Yant Kaiy Tidak adanya rekrutmen PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) bagi guru PAI (Pendidikan Agama Islam) di lingkungan Dinas Pendidikan Sumenep, menambah panjang penderitaan mereka. Karena harga dari profesi mulia mereka sebagai pendidik dibayar tidak lebih dari Rp 300.000,- per bulan. Rupanya pihak pemangku kebijakan masih belum terketuk hatinya untuk mengangkis mereka dari lembah ketidak-adilan. Sekian lama guru PAI terjebak di lingkaran mimpi berkepanjangan. Impian para guru PAI ini untuk menjadi PPPK menyublim seiring tidak adanya jaminan kesejahteraan. Namun mereka tetap berkarya nyata walau kesejahteraan keluarganya jadi taruhan. Mereka tetap tersenyum mencurahkan keilmuannya terhadap murid-muridnya. Animo itu terus bersemi karena ada janji Allah, bahwa siapa pun orang yang mendermakan ilmu agamanya, maka jaminannya kelak adalah surga. Barangkali inilah yang membuat mereka tidak bergolak dalam menyampaikan aspirasinya. Mereka tidak turu

Panji Gumilang Pesohor Akhir Kekuasaan Jokowi

Catatan: Yant Kaiy Emosi rakyat Indonesia berpekan-pekan tercurah ke Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang. Episode demi episode tentangnya menggelinding bebas di altar mayapada. Akhirnya, lewat tangan-tangan penguasa ketenangan dan kenyamanan Panji Gumilang mulai terusik. Telusur mereka berdasar pernyataan dirinya tentang beberapa hal yang dianggap sesat oleh sebagian besar umat Islam di tanah air. Cerita tentangnya menenggelamkan beraneka berita krusial dalam negeri. Isu ketidakadilan, kasus besar menyangkut hajat hidup orang banyak menyublim di dasar laut Al Zaytun. Banyak orang bertanya-tanya, seberapa perkasa Panji Gumilang di mata hukum Indonesia. Ia bertakhta atas nama kebenaran walau kadang berseberangan jalan dengan organisasi Islam yang ada. Mungkin baginya, berbeda itu indah. Sekarang tugas penguasa menyembuhkan suasana negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. Tidak ada nilai tawar.[] - Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

SDN Panaongan 3 Layak Menyandang Predikat Sekolah Terbaik di Pasongsongan

Agus Sugianto (kanan) bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra. [Foto: Sur] apoymadura.com  - SDN Panaongan 3 terletak di Dusun Campaka Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Lokasinya masuk pelosok dengan jalan rusak ringan. Warga masyarakatnya sebagai besar bekerja di ladang sebagai petani. Musim penghujan mereka bercocok tanam jagung. Musim kemarau masyarakat lebih banyak menanam tembakau.  Ada pula sebagian dari mereka merantau ke kota lain. Bahkan ada yang bekerja di Malaysia, mengadu peruntungan agar kesejahteraan hidup lebih baik. Etos kerja warga masyarakat cukup tinggi. Mereka sadar, putra-putri mereka paling tidak harus punya pondasi keilmuan yang cukup. Agar dalam mengarungi hidup lebih indah, sesuai impiannya. Kendati perekonomian mereka rata-rata lemah, namun masalah pendidikan anak-anaknya menjadi sebuah prioritas. Karena mereka sadar, hidup bahagia itu lebih lestari dengan ilmu. Mereka menginginkan pendidikan putra-putrinya ke tingkat p