Momentum Penuh Haru dan Motivasi, TK Negeri dan SDN Guluk-Guluk 1 Gelar Lepas Pisah serta Kenaikan Kelas

Haru & Motivasi! Lepas Pisah TK Negeri & SDN Guluk-Guluk 1 Sukses Digelar

SUMENEP – Suasana penuh haru, bangga, dan khidmat menyelimuti halaman sekolah saat TK Negeri Guluk-Guluk berkolaborasi dengan SDN Guluk-Guluk 1, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, menggelar acara Lepas Pisah siswa kelas VI serta Kenaikan Kelas bagi siswa kelas I hingga V. Kamis (18/6/2025). 

Acara tahunan yang dinanti-nantikan ini dihadiri jajaran komite sekolah, para wali murid, tokoh masyarakat setempat, serta Pengawas Bina SD,  instansi terkait.

Acara yang dikemas secara apik ini menampilkan berbagai kreativitas seni dari para siswa, mulai dari tarian tradisional, hafalan surat-surat pendek, hingga paduan suara yang membawakan lagu-lagu perpisahan. 

Ragam penampilan ini jadi bukti nyata dari keberhasilan proses pembelajaran dan penggalian bakat minat yang dilakukan para guru sepanjang tahun ajaran.

Penuh Pesan Mendalam, Ini Kemeriahan Kelulusan SDN Guluk-Guluk 1 Sumenep

Jaga Akhlak Menghadapi Tantangan Masa Depan

Dalam sambutannya yang menyentuh hati, Kepala SDN Guluk-Guluk 1 yang juga mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala TK Negeri Guluk-Guluk, memberikan ucapan selamat sekaligus wejangan mendalam kepada para lulusan. 

Ia menekankan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan gerbang awal menuju fase pendidikan yang lebih dinamis.

"Kalian akan bertemu dengan tantangan yang lebih besar, maka jagalah akhlak, hormati orang tua dan guru, dan tetap belajar," pesan Kepala Sekolah dengan penuh penekanan di hadapan ratusan pasang mata yang hadir.

Pesan tersebut jadi pengingat penting bagi para siswa agar tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga mengedepankan keluhuran budi pekerti. 

Menurutnya, tantangan zaman di tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan jauh lebih kompleks, dan fondasi terbaik untuk membentengi diri adalah dengan menjaga etika serta rasa hormat kepada mereka yang telah berjasa mendidik di rumah maupun di sekolah.

Menavigasi Digitalisasi dan Sinergi Pendidikan

Suasana edukatif semakin kental saat Pengawas Bina SD Kecamatan Guluk-Guluk, Bapak Mahmud, S.Pd., M.Pd., naik ke podium untuk memberikan sambutan dan arahan strategis. 

Dalam pemaparannya, eks Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan ini menyoroti empat poin krusial yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan saat ini.

Pertama, Mahmud menggarisbawahi fenomena transformasi teknologi. "Digitalisasi pendidikan positifnya luar biasa," ujarnya. 

Ia mengajak para guru dan orang tua untuk tidak tabu terhadap teknologi, melainkan mengarahkannya agar menjadi alat bantu belajar yang efektif demi memperluas cakrawala ilmu pengetahuan anak-anak di era modern.

Kedua, terkait dengan peran dan tanggung jawab dalam mendidik generasi bangsa, ia mengingatkan esensi keterlibatan keluarga. 

Mahmud menegaskan bahwa lingkungan keluarga tetap jadi tempat pendidikan yang utama dan pertama bagi anak. 

Sementara itu, kehadiran lembaga formal seperti sekolah berfungsi sebagai wadah yang memfasilitasi, mengarahkan, dan menyempurnakan potensi akademis serta karakter anak agar tumbuh optimal. 

Sinergi yang kuat antara rumah dan sekolah adalah kunci keberhasilan sejati.

Penuh Pesan Mendalam, Ini Kemeriahan Kelulusan SDN Guluk-Guluk 1 Sumenep

Membangun Fondasi dan Merawat Tradisi Penghormatan

Selanjutnya, perhatian Mahmud tertuju khusus kepada para siswa kelas VI yang bersiap meninggalkan bangku sekolah dasar.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan mereka masih sangat panjang untuk mencapai cita-cita yang diimpikan.

"Untuk anak kelas VI, perjalanan kalian masih akan menempuh jalur yang sangat panjang. Di jenjang SD inilah tempat kita membangun dasar atau fondasi utamanya," tutur Mahmud memotivasi. 

Fondasi yang kokoh berupa kemampuan literasi, numerasi, dan ketahanan mental yang dibentuk di SDN Guluk-Guluk 1 diharapkan menjadi modal berharga di jenjang SMP atau MTs kelak.

Sebagai penutup arahan, Mahmud menitipkan sebuah pesan budaya adab yang mulai tergerus zaman. 

Ia meminta agar nilai-nilai kesopanan khas Nusantara tetap dijaga erat oleh para siswa, kemana pun mereka melangkah.

"Murid harus tetap sungkem kalau ketemu dengan gurunya," pungkas Mahmud. 

Tradisi mencium tangan atau bersungkem saat berpapasan dengan guru bukan sekadar formalitas, melainkan simbol keberkahan ilmu dan rasa takzim yang harus terus mengalir, meskipun status mereka sudah menjadi alumni. [Kaiy]

Postingan populer dari blog ini

Rayakan Kelulusan, SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Gelar Wisata Religi hingga Pentas Seni

Panen Apresiasi, Kelulusan Siswa Kelas VI SDN Panaongan 3 Banjir Ucapan Selamat dari Tokoh Penting

Semarak Malam Perpisahan Kelas 6 SDN Pasongsongan 1, Lestarikan Budaya Lewat Tari Topeng Dalang