Jumat, 16 Desember 2022

Mengetahui Khasiat Herbal Gondo Kusumo

Supriyadi (kanan) bersama salah seorang pasien. (Foto: Yant Kaiy)

BONDOWOSO, apoymadura.com – Herbal Gondo Kusumo adalah ramuan yang dikemas dalam sebuah botol berukuran 1500 ml. Jamu produksi Terapi Gondowangi Bondowoso ini berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Diantaranya mengobati jantung koroner, ginjal akut, infeksi lambung/luka, wasir berdarah, atau segala macam luka dalam lainnya. Jumat (16/12/2022).

Ramuan ini dikemas dalam bentuk cair. Bahan pengawetnya bukan dari bahan kimia, sangat aman dikonsumsi segala usia dan tanpa efek samping menyertainya.

“Semua produk ramuan kami tanpa campuran bahan kimia. Semuanya alami tanpa bahan pengawet. Herbal Gondo Kusumo diminum ketika hendak tidur atau beristirahat dan tidak mengonsumsi makanan lagi setelahnya. Tujuannya agar ramuan bisa berfungsi maksimal dalam proses penyembuhan penyakit,” terang Supriyadi, Owner Terapi Gondowangi Bondowoso.

Herbal Gondo Kusumo cara mengonsumsinya dengan dihangatkan terlebih dulu. Sisanya disimpan dalam kulkas. Pemakaian ramuan ini tiap hari menjelang tidur selama sepekan. Takarannya sekali minum satu gelas (250 cc).

Sebenarnya banyak testimoni tentang orang-orang yang sembuh dari penyakitnya setelah mengonsumsi Herbal Gondo Kusumo. Cara kerja ramuan ini relatif cepat. Langsung akan terasa perubahannya setelah pemakaian.

“Kami sering menerima pesanan dari luar Pulau Jawa. Mereka umumnya akan mengirimkan testimoni berupa video atau foto pada saya. Mereka rata-rata menyatakan puas dengan hasil yang didapat,” ucap Supriyadi di tempat praktiknya, Desa Mengok RT.04/RW.01 Pujer Bondowoso.

Lewat media online ini, Supriyadi menyatakan permintaan maaf kepada costumer service atau pelanggan Herbal Gondo Kusumo yang kadang harus antri. Karena dari saking banyaknya permintaan. Seiring terbatasnya bahan-bahan ramuan yang didapat.

“Jujur, saya tidak ingin mengecewakan mereka. Saya tak mau mengurangi campuran bahan-bahan Herbal Gondo Kusumo. Ini soal pertanggung jawaban saya terhadap Allah. Untuk apa saya mendapatkan uang banyak kalau tidak barokah,” selanya.

Ia tak mau tergiur dengan uang. Sementara khasiat ramuan berkurang karena ada salah satu bahan ramuan yang dikurangi. Tentu khasiat ramuan akan kurang manjur.

Diakuinya, memang ada bahan-bahan Herbal Gondo Kusumo yang cukup sulit didapat. Maka tak heran jika halaman di belakang rumah Supriyadi tumbuh beberapa tanaman. Tanaman yang dimaksud itulah jenis tumbuhan sebagai toga (tanaman obat keluarga).

 

Terapi Gondowangi

Selain meracik ramuan tradisional, Supriyadi kesehariannya di rumah disibukkan pula dengan banyak pasien. Ia beri nama tempat pengobatannya dengan Terapi Gondowangi Bondowoso. Tempat pengobatannya cukup terkenal di daerahnya. Tarifnya pun sangat murah kalau dibandingkan dengan kesembuhan penyakit yang diidap seorang pasian.

“Kami juga menyediakan tempat khusus bagi pasien dari luar kota. Rawat inap tersebut sengaja saya sediakan agar pasien cepat pulih,” tambahnya ringan.

Pasien yang menjalani rawat inap nantinya akan mendapatkan terapi pijat refleksi. Pelayanan maksimal ini amat menunjang kesembuhan pasien. Karena pasien akan selalu dikontrol perkembangan kesehatannya.

Selain itu, pasien juga akan mendapatkan asupan ramuan plus dan menu makanan yang menunjang lebih cepatnya kesembuhan.

Bagi yang berminat melakukan rawat inap, Supriyadi menganjurkan untuk menghubungi dulu di nomor telepon 0852-3379-0060. [Kay]





Kamis, 15 Desember 2022

Buta Warna Sembuh dengan Therapy Banyu Urip

Puji Suwuk (kiri) bersama salah seorang pasien buta warna dari Bangka. Pasien ini sembuh dari buta warna setelah menjalani pengobatan di Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi. [Foto: Yant Kaiy]

BEKASI, apoymadura.com – Penyakit buta warna menjadi momok cukup menakutkan bagi mereka yang hendak melanjutkan pendidikan di bidang karier tertentu. Seperti mau melanjutkan pendidikan ke dunia kedokteran, perkereta-apian, penerbangan, perkapalan, TNI atau Polri, atau yang mau berkarier di bidang pekerjaan yang mewajibkan karyawannya tidak boleh buta warna.

“Ketakutan itu sangat cukup beralasan. Karena sekian lama ada pernyataan dari dunia kedokteran, bahwa penyakit buta warna tidak dapat disembuhkan dengan obat atau alat medis apa pun. Vonis ini telah berlaku berpuluh-puluh tahun. Akhinya masyarakat awam pun ikut-ikutan, tunduk pada keputusan tersebut,” ucap Puji Suwuk, pimpinan Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi. Rabu (14/12/2022).

Tertutup harapan bagi mereka yang mengidap penyakit buta warna untuk menembus mimpinya. Mereka menyerah kalah tak bersyarat. Terkuburlah cita-citanya bersama penyesalan.

Selama ini juga belum ada pengobatan alternatif yang mematahkan pernyataan kalangan kedokteran tersebut. Yang ada hanya sebatas menghafal buku tes buta warna.

“Namun, sejak awal 2000 statement para medis itu dianulir atau lebih tepatnya diberangus oleh kehadiran Therapy Banyu Urip. Di pengobatan herbal ini penyakit buta warna bisa disembuhkan. Bukan omong kosong. Bisa dibuktikan. Biasanya pasien akan kami antar ke rumah sakit. Setelah dapat catatan, bahwa pasien tidak buta warna, baru pasien itu kami perbolehkan pulang,” ucap pria yang dinobatkan sebagai pimpinan Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi terbesar dalam penjualan Ramuan Banyu Urip.

Buku ishihara merupakan sebuah buku untuk memeriksa kemampuan mata dalam melihat dan membedakan warna. Di pengobatan herbal Ramuan Banyu Urip buku ishiharanya adalah gabungan dari beberapa buku tes ishihara yang ada. Jadi kalau seorang pasien dinyatakan sembuh oleh tim terapis dari Therapy Banyu Urip, maka 100 persen kalau ia diperiksa oleh para spesialis mata, ia akan dinyatakan sembuh.

“Perhatian dunia sekarang tercurah kepada Therapy Banyu Urip. Karena hanya Therapy Banyu Urip yang berani melontarkan pernyataan, bahwa penyakit buta warna bisa disembuhkan. Bukan hanya sekadar diobati,” sela Puji Suwok.

Di tempat praktiknya yang selalu ramai dengan pasien saban harinya itu. Ia senantiasa mengampanyekan bahwa Therapy Banyu Urip bisa menyembuhkan segala macam penyakit, terutama saat ini yang lagi ngetren adalah penyakit buta warna.

“Sudah banyak pasien buta warna yang kami sembuhkan. Dan kami sebagai cabang tetap mengikuti arahan dan petunjuk CEO Therapy Banyu Urip International, yakni Bapak MS Arifin,” tegas Puji Suwuk lebih jauh.

Ada tambahan sedikit. Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi miliknya beralamat di Taman Rahayu Regency 1 Blok B 17 No.64 RT.11/RW.08 Gang Mawar 1 Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi. Atau bisa langsung menghubungi Puji Suwuk di nomor hp 0812-8062-6333. [Kay]

Senin, 12 Desember 2022

Buta Bisa Melihat karena Ramuan Banyu Urip

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy) 


SUMENEP, apoymadura.com 
- Ada kejadian menakjubkan pada Bakti Sosial (Baksos) Therapy Banyu Urip di Desa Legung Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep beberapa hari yang lalu. 

Seorang pasien penderita buta total (tunanetra), yang sudah sejak lama diidapnya itu datang ke tempat Baksos, diantar oleh cucunya. Dia perempuan berusia 68 tahun warga Desa Legung. Setelah diterapi dengan metode pengobatan Ramuan Banyu Urip, ia langsung bisa melihat. Semua yang datang di Baksos ikut terheran-heran demi mengetahui hal tersebut. Senin (12/12/2022).

Lebih-lebih keluarga nenek dan para tetangganya. Karena mereka telah melakukan kunjungan kebeberapa pusat pengobatan masyarakat, namun upayanya tidak membuahkan hasil. Pihak keluarga nenek itu juga membawanya ke banyak tempat pengobatan alternatif. Namun semuanya  juga sia-sia. 

"Allah yang menyembuhkan segala macam penyakit. Ini bukan sulap. Ramuan Banyu Urip hakikatnya hanya sebagai media penyembuh. Saya pribadi tidak heran dengan kesembuhan ini. Pengobatan Therapy Banyu Urip sudah seringkali mengalami kejadian seperti ini," ucap MS Arifin bijak.

Atas kesembuhannya, keluarga nenek buta itu berulangkali mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh terapis dari Banyu Urip. Lebih-lebih kepada MS Arifin sebagai CEO Therapy Banyu Urip International.

Orang-orang yang hadir di Baksos mulai terkagum-kagum dengan Ramuan Banyu Urip. Semua turut menyaksikan peristiwa luar biasa tersebut dengan mata kepala sendiri. Tapi tim Therapy Banyu Urip tetap berpegang pada prinsip, bahwa semua pengobatannya disandarkan pada Tuhan Yang Maha Penyembuh. 

Semula mereka berpikir kalau yang namanya pengobatan gratis (Baksos) biasanya pengobatan tipu-tipu. Atau pengobatan yang ingin menjebak masyarakat agar ramuannya bisa dibeli. 

MS Arifin mulai menjelaskan kepada para hadirin, bahwa produk ramuan herbal Banyu Urip sudah mendapat pengakuan masyarakat dunia internasional. Buktinya, cabang Therapy Banyu Urip di luar negeri sudah banyak berdiri. Tak terhitung jumlahnya, karena satu negara ada yang lebih empat cabang. Seperti di Malaysia. 

"Masyarakat internasional banyak yang cocok dengan ramuan kami. Bahwa Ramuan Banyu Urip tidak hanya sekadar mengobati, tapi mampu menyembuhkan segala macam penyakit sampai ke akarnya. Sampai tuntas. Hebatnya lagi, tidak ada efek samping yang menyertainya," tandas MS Arifin. [Kay]




Cerpen: Debar

Cerpen: Yant Kaiy

Sangat ingin Luna melampiaskan cintanya pada Debur. Debar jantungnya acapkali meledak ketika matanya bersirobok. Selebihnya Luna hanya tersenyum seolah tak terjadi apa-apa. Lalu terdengar sapa seperti biasanya. Sekadar basa-basi. Menetralisir suasana hati kian tak menentu.

“Sudah tadi?”

“Baru saja,” pintas Debur sembari menyibukkan diri dengan tugasnya sebagai karyawan apotek.

Sikap Debur yang kaku tak menyurutkan rasa kasmaran Luna. Gadis berkulit putih itu masih belum menemukan ide; bagaimana bisa melumpuhkan cinta pria idamannya. Tipe Luna sendiri agak tertutup. Bukan apa-apa, karena ia pernah trauma ketika sikap terbukanya dimanfaatkan orang lain. Dulu, kekasihnya direbut teman sekolahnya. Kecewa berat. Sakit hati jadinya. Ia tak ingin mengulanginya lagi. Biarlah rahasia hati itu menggantung di langit biru.

Luna gadis bermata sipit. Peranakan Cina muslim. Ia adalah owner apotek tempat dimana Debur bekerja.

“Aku ingin mengundangmu nanti malam!” pinta Luna ketika Debur hendak pulang.

“Nanti malam?”

“Ya.”

“Dimana?”

“Di rumah.”

Debur menatap wajah Luna. Ada perasaan tak percaya berbaur resah menggunung.

“Kau punya acara ya?”

“Ti… tidak.”

“Lalu?”

“Hanya kaget saja,” jawab Debur sekenanya.

Luna tersenyum penuh makna. Debur langsung berlalu. Segudang tanya mengiring langkahnya.  Gerangan apakah kemauan atasannya. Sebab baru kali ini Debur mendapat undangan makan malam.

Senja berganti malam.

Debur mengenakan busana terbaik menuju rumah Luna. Ia disambut baik dengan kedua orang tua Luna. Sehabis makan malam bersama keluarga besar Luna, mereka berdua menuju taman yang ada di samping rumahnya.

Perbincangan dua sejoli awalnya berlangsung hambar. Sengaja Debur memosisikan dirinya sebagai bawahan Luna. Namun ketika Gadis berambut lurus itu mulai menanyakan tentang masalah cinta, Debur bergeming.

Dan ketika tangan Luna mendarat di jemari Debur. Pria perkasa tersebut agak ragu sikapnya. Pandangan mata Luna menanti reaksinya.

“Aku menyukaimu! Aku butuh jawabanmu. Aku tak mau terbakar api asmara sendirian. Kalaupun kau…”

Debur menatapnya dalam. Ia tak bisa berkata apa-apa. Hatinya bergemuruh, antara mimpi dan kenyataan. Debur hanya bisa menganggukkan kepala. Tanpa ragu lagi Luna menyandarkan kepalanya di dada Debur.[]

 

 

 


Minggu, 11 Desember 2022

Ajaib, Tuli Bisa Mendengar Berkat Ramuan Banyu Urip

MS Arifin tampak melakukan pengobatan untuk pasien tuli. (Foto: Yant Kaiy) 

SUMENEP, apoymadura.com - Aneh bin ajaib. Tidak masuk akal, tapi nyata adanya. Kira-kira begitu realitanya. Seorang pasien dengan keluhan penyakit tuli datang ke Pusat Therapy Banyu Urip Madura yang berlokasi di Jalan Kiai Abubakar Sidik Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Setelah diobati dengan metode penyembuhan Therapy Ramuan Banyu Urip, pasien tuli tersebut langsung bisa mendengar. Ahad (11/12/2022). 

Pasien tuli berusia 22 tahun itu diantar oleh empat orang keluarganya. Mereka datang dari Desa Legung Kecamatan Batang-Batang. Mereka mengendarai mobil, datang pada malam hari. 

"Pasien tuli total ini bukan penyakit bawaan dari lahir. Penyebab pemuda gagah ini tuli, yakni awalnya terkena penyakit tifus. Lantaran mengonsumsi obat berlebih akhirnya pendengarannya terganggu. Begitu keterangan dari keluarganya," terang MS Arifin.

Keluarga pasien tuli tersebut membenarkan apa yang diucapkan MS Arifin. 

Pada awalnya si pasien sakit tifus. Ia dibawa ke salah seorang dokter. Tetapi tetap saja demamnya tidak turun setelah disuntik dan minum obat. Demi mengetahui kondisi demam anaknya tinggi, kedua orang tuanya panik. Tanpa pikir panjang, langsung saja orang tuanya meningkatkan pemberian dosis obat dari dokter kepada anaknya. Dengan maksud supaya panas tubuh anaknya turun. Begitulah cerita singkat orang tua pasien tuli kepada CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin.

Setelah sembuh dari tifus, ternyata pendengaran anaknya terganggu. Seminggu kemudian si anak tersebut tuli total. 

"Pasien ini sudah tuli dua tahun lebih. Selama masa tuli tersebut kedua orang tuanya terus mengupayakan anaknya berobat. Mulai dari beberapa dokter spesialis sampai pengobatan alternatif lainnya. Namun titik terang kesembuhan itu tak terlihat," terang MS Arifin lebih jauh. 

Pengobatan ala Banyu Urip
Awal mula terapi pasien tuli tersebut, yakni kepalanya dibasahi Ramuan Banyu Urip seraya dilakukan pemijatan di titik-titik tertentu. Sedangkan telinganya ditutupi kapas yang sudah dibasahi ramuan. 

Kemudian lehernya diolesi herbal Banyu Urip sembari dipijat karena ada beberapa urat yang agak kaku.

"Pemberian Ramuan Banyu Urip di kepala dan leher bertujuan agar urat syaraf disitu menjadi lentur," ucap MS Arifin

Kemudian si pasien disuruh minum Ramuan Banyu Urip. Metode pengobatan ini bertujuan agar perut pasien terbebas dari segala macam kuman penyakit. Bersih dari kotoran yang ada dalam perutnya.

Yang terakhir, pasien tuli tersebut matanya ditetesi ramuan. Sedikit perih memang.

Satu jam kemudian, pasien tuli tersebut langsung menjalani tes pendengaran. Tak disangka sang pasien itu sembuh. Seluruh keluarganya melakukan sujud syukur ke hadirat Ilahi. [Kay] 

Sabtu, 10 Desember 2022

Kesenian Gantiran Macopat Sambung Tresno Pasongsongan

Haji Abdurrahman Sempong (kanan) bersama Yant Kaiy dalam perbincangan di kanal YouTube Apoy Madura. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP, apoymadura.com - Sebagian besar kaum muda era sekarang masih belum banyak tahu tentang apa itu kesenian Gantiran (baca: gentiren). Kesenian yang satu ini ada seiring dengan lahir dan berkembangnya kesenian Macopat Madura di bumi Sumenep. Sabtu (10/12/2022).

"Kesenian Gantiran merupakan perpaduan dari dua kesenian, yaitu Macopat dan gamelan. Didalam Gantiran ada gending-gending Macopat Madura yang sesekali diiringi irama gamelan," terang Haji Abdurrahman Sempong dirumahnya, Dusun Sempong Timur Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura.

Lebih jauh ketua Perkumpulan Macopat Sambung Tresno ini menjelaskan, kesenian Gantiran tetap mengusung kesenian Macopat secara utuh. Maksudnya, tembang-tembang Macopat tetap dilagukan seperti biasanya. Setelah itu Macopat diartikan dengan memakai bahasa Madura.

Sebutan bagi orang yang mengartikan itu dinamakan pamaksod. Tugas pamaksod sebenarnya sangat berat, karena ia harus bisa mengartikan tembang berbahasa Jawa kedalam bahasa Madura. Disamping itu, pamaksod harus bisa menyanyikannya dengan irama tertentu. 

Di sela-sela berkumandangnya tembang-tembang Macopat, sesekali irama gamelan mengalun lembut sesuai dengan tembang yang ditampilkan. 

"Alhamdulillah, saat sekarang Perkumpulan Macopat Sambung Tresno Pasongsongan mulai menggagas kesenian Gantiran. Kita tahu, memang tidak semua penembang Macopat bisa meleburkan suaranya kedalam kesenian Gantiran. Ada kesulitan tertentu dalam mengawinkan tembang Macopat dengan irama gamelan. Dibutuhkan skill khusus. Skill itu dapat diperoleh dengan banyak berlatih," ucap Haji Abdurrahman.

Harmonisasi tembang Macopat dengan gamelan merupakan sebuah keniscayaan. Tidak ada nilai tawar bagi seorang penembang Macopat untuk tidak menjaga nuansa 'kawinnya' suaranya dengan irama gamelan.

"Kami tetap mengayomi para penembang Macopat yang masih belum bisa beradaptasi dengan  irama gamelan," pintasnya. 

Dalam sesi latihan bersama yang digelar tadi malam, Sabtu (10/12/2022), hadir beberapa pakar Macopat dari beberapa desa di wilayah Kabupaten Sumenep. Diantaranya dari Desa Pasongsongan, Desa Panaongan, Desa Padangdangan, Desa Soddara, dan Desa Lebeng Barat.

Sedangkan dari Kabupaten Pamekasan datang dari Desa Bindang dan Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean.

Ditelisik dari usia para pakar Macopat yang hadir tersebut, usianya rata-rata 60 tahun lebih. Tidak ada yang dibawah 50 tahun.

Namun Haji Abdurrahman tetap optimis kalau kesenian Gantiran akan tetap lestari. Kendati kemungkinan besar peminatnya tidak terlalu banyak. Tidak seperti ketika tahun 70-an.

Rasa optimis itu bukan tidak beralasan. Sebab warga masyarakat di pelosok desa masih banyak yang menyukai irama gamelan. Otomatis Gantiran akan tetap ada selama gending-gending itu tetap berkumandang.

"Lewat Perkumpulan Macapat Sambung Tresno, kami akan terus membuat gerakan atau trik, bagaimana caranya kesenian Macapat Madura bisa tetap ada di bumi nusantara ini," tegas pria berkumis tersebut. [Kay]

Selasa, 06 Desember 2022

Kistan Sitorus, Korban Mafia Tanah

Kistan Sitorus (kanan) bersama istri. [Foto: Istimewa]

MEDAN - Kistan Sitorus (72 tahun) beralamat di Jalan Gaharu GG.Langgar No 44 Kel Durian Kec Medan Timur Kota Medan, merupakan korban dari mafia tanah. Ia menggugat Kabupaten Toba atas nama Kores Sirait dan kawan-kawan.

Direncanakan sidang kedua akan digelar Rabu (7/12/2022) pada pukul 10.00 WIB.
Sedangkan tempat sidang kedua yaitu di Kantor PTUN Kota Medan Jalan Bunga Raya No.18, Asam Kumbang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara.

Supaya mata dunia terbuka lebar, Kistan Sitorus tidak lupa mengajukan permohonan kepada seluruh wartawan media online dan cetak untuk meliput jalannya persidangan dirinya. Lelaki yang pekerjaannya sebagai penarik becak motor setiap hari ini juga melayangkan surat tembusan permohonam kepada seluruh stasiun televisi didalam negeri untuk mengawal dan memviralkan kasusnya. Karena ia tidak ingin kasus serupa terjadi lagi di pelosok negeri ini. 

Dalam jumpa pers, Kistan Sitorus menyebutkan nama-nama orang penting yang menjadi tergugat. Diantaranya:
1. Kores Sirait
2. Lurah Patane III Thn 2007 a.n Manna Sirait.
3. David Sirait.
4. Mirna Sirait.
5. Saut Sirait.
6. N.Sirait 
7. Lurah Patane III.
8. Camat Porsea.
9. Kepala BPN Kab Toba.
10. Alm Parulian Manurung/Marni Butat-Butar.

Diharapkan oleh banyak pihak, sidang kedua pada kasus ini akan menjadi sejarah bangkitnya keadilan . Apakah benar ilustrasi hukum tajam kebawah dan tumpul keatas. Kita akan menantikan episode seru keberadaan hukum di Indonesia. [Kay]

Minggu, 04 Desember 2022

Baksos Akhir 2022 Therapy Banyu Urip di Sumenep


SUMENEP, apoymadura.com - Tim Baksos (Bakti Sosial) Therapy Banyu Urip terus menyasar beberapa lokasi di wilayah kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura. Baksos dipimpin langsung CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin. Safari Baksos di Sumenep tersebut berlangsung tiap hari. Kegiatan pengobatan gratis ini terselenggara atas permohonan beberapa tokoh masyarakat dan pemuka agama Islam di beberapa kecamatan di Kota Keris Sumenep. Ahad (4/12/2022).

"Selama ini banyak warga masyarakat di Madura tidak tahu kalau Ramuan Banyu Urip sesungguhnya dibuat di Pasongsongan Sumenep. Wajar, mereka tidak tahu. Karena kata-kata 'Banyu Urip' berasal dari bahasa Jawa. Sehingga masyarakat punya asumsi kalau Ramuan Banyu Urip yang mendunia tersebut bukan berasal dari Madura," terang MS Arifin. 

Lewat Baksos, MS Arifin berharap besar agar produknya bisa dicintai oleh seluruh lapisan warga masyarakat dimana saja, utamanya orang-orang di Sumenep.

Terdengar kurang baik apabila ada orang Sumenep tidak tahu akan Ramuan Banyu Urip. Sementara masyarakat dunia sudah banyak tahu akan Therapy Banyu Urip. Bahkan banyak diantara mereka yang tahu khasiat dalam ramuan tersebut.

"Menjadi tugas kami untuk terus menerus membumikan Therapy Banyu Urip di daerah Kabupaten Sumenep. Tidak heran bila kami selalu mengabulkan proposal para tokoh masyarakat dan tokoh agama serta organisasi masyarakat yang mau menyelenggarakan Bakti Sosial," terang MS Arifin. 

Sesungguhnya permintaan Baksos cukup banyak, tapi tidak semuanya diluluskan oleh MS Arifin. Hal itu terkait saking banyaknya permohonan. Ia mengambil sikap bijak dengan mengurut sesuai antrian. 

"Bukannya sombong, Ramuan Banyu Urip sudah go international. Dan penjualan produk kami terus mengalami peningkatan signifikan. Seiring Cabang Therapy Banyu Urip di luar negeri sudah banyak berdiri. Apalagi sejak dulu masyarakat disana sangat percaya, bahwa herbal Banyu Urip terbukti bukan sekadar mengobati, namun dapat menyembuhkan penyakit sampai keakarnya," tegas lelaki kelahiran Pasongsongan Sumenep tersebut meniscaya.

Belakangan ini gerakan back to nature masyarakat Eropa dan Amerika terus dikampanyekan. Seiring trend penyembuhan penyakit yang tak berefek samping dengan menggunakan ramuan.

Apalagi kemasan Ramuan Banyu Urip sangat praktis dibawa kemana pergi. Demikian pula cara pemakaiannya yang cukup mudah. [Kay]

Jumat, 02 Desember 2022

Cara Therapy Banyu Urip Berbagi Sehat pada Sesama

MS Arifin sedang mengobati pasien. (Foto: Yant Kaiy) 

SUMENEP, apoymadura.com - Safari Baksos (Bakti Sosial) Therapy Banyu Urip 2022 kali ini akan digelar dibeberapa lokasi di Sumenep. Setelah sebelumnya Baksos sukses dilaksanakan di Malang dan Pamekasan.
Hari ini, Sabtu (3/12/2022), akan digelar Baksos Therapy Banyu Urip didua tempat di wilayah Kota Sumenep. 

"Baksos kali ini atas permintaan salah seorang tokoh masyarakat kepada kami. Sebenarnya, pengajuan Baksos ini sudah lama kami terima. Tapi semuanya harus menunggu giliran," terang MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. 

Pelaksanaan Baksos akan ditempatkan di salah sebuah rumah warga. Tapi sangat memadai untuk menampung pasien lebih dari 100 orang. 

"Pagi ini, saya dan tim mendapat laporan dari panitia pelaksana Baksos Sumenep, bahwa secara keseluruhan kesiapan tersebut sudah matang. Saya akan membawa lima terapis kesitu, supaya tiap pasien mendapat pelayanan maksimal sesuai apa yang diharapkan," tegas MS Arifin.

Jujur, lelaki eks Polisi Militer ini tidak akan setengah hati melayani tiap pasien yang datang. Semuanya pasti akan mendapat pelayanan terbaik.

"Dimanapun  kami menyelenggarakan Baksos, kami tidak setengah hati melayani tiap pasien. Ini menjadi prinsip pengobatan gratis kami," tandas MS Arifin lebih jauh. [Kay]

Pejabat Tak Tahu Diri

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq
(Penasehat Hukum Fauzi)

Safiuddin adalah tokoh, yang berani menyalakan api, dan tak kuasa memadamkannya.

Tulisan ini hanya pendapat, pesan, kesan dan penilaian. Semacam _raport_ yang nilainya diberikan publik secara bebas kepada pejabat yang makan dan hidupnya dari duit hasil keringat rakyat. 

Bahasa-bahasa dalam tulisan ini semacam satire, metaforik, terkadang sarkastik. Jangan samakan dengan sajian fakta dalam kaidah hukum. Agar tidak tersesat.

Tindakan Safiuddin cenderung "menjijikkan". Sekali meludah, tiga dunia sekaligus bisa bau amis: dunia peradilan, dunia LSM dan dunia Pers.

Dunia peradilan adalah tempat ia mencurahkan tugas negara, karena ia seorang ASN, tepatnya Panitera Pengganti di lembaga peradilan. 

Dunia LSM, ia jadikan sebagai sarana _personal branding_, sarana agar bisa berlagak aktifis, bersikap kritis, bahkan sarana memuji-muji kekuasaan--untuk tidak mengatakan cari muka dan licik.

Selain berprofesi sebagai Panitera Pengganti di Pengadilan Agama Pamekasan, manusia ini juga Ketua LSM.

Biasanya bertindak sebagai: Ketua Komunitas Warga Kepulauan (KWK) Sumenep, Ketua Lembaga Penelitian, Mediasi, Advokasi dan Bantuan Hukum (BANHUM MERDEKA) Sumenep, Pengurus Lembaga Perlindungan Konsumen dan Kebijakan Publik (LPK KP).

Dunia pers ia jadikan alat agitasi dan propaganda. Alat menebar fitnah, alat menyerang kehormatan "mangsa", agar "mangsa" tunduk pada skenario atau skema yang ia susun sendiri. Alat memuji dan "menjilat pantat" kekuasaan. 

Saya curiga, ada pamrih atau keuntungan yang ia kejar dari propaganda-propaganda yang ia lakukan. 

Entah untuk kepentingan biaya membuat istri lebih glowing, atau kepentingan lain berkaitan dengan orbitisasi pasangan yang kebetulan juga advokat.

Jurnalsekilas.com dan KWK News salah satu media yang patut diduga dalam kendali dirinya.

PT. Media Kaweka Merdeka adalah badan hukum Jurnal Sekilas, Direkturnya bernama Nur Jannah, SH.,MH, istri Safiuddin sendiri. KWK News berkantor di alamat yang sama dengan Jurnal Sekilas. 

Cukup menjadi penanda, bagaimana Safiuddin mengatur skema dan skenario sendiri untuk tujuan tertentu yang hanya Allah, dia sendiri dan malaikat yang tahu _ultimate goal_ nya kemana.

Safiuddin menyalakan api dan membuat peta konflik. Paling mutakhir, memilih lawan Fauzi As, yang ia kira mudah dijagal. Ia lupa, Fauzi anak besi. Fauzi bukan manusia, ia dinamit yang bisa meledak atau diledakkan kapan saja.

Jurnal Sekilas yang dikomandani Tammo selaku Pimred, bawahan Nur Jannah, istri Safiuddin, sempat menyerang dan menggores nama baik Fauzi. 

Fauzi dicitrakan sebagai penipu dan makelar kasus. Tapi akhirnya Tammo menyebut bahwa isi berita itu tidak benar.

Tammo minta maaf dan menyatakan isi berita bukan berasal dari dirinya, melainkan intervensi seseorang. Dugaan saya diintervensi Safiuddin. 

Mengapa begitu? Karena media dan wartawan-wartawan lainnya telah mengakui siapa yang mengkoordinir skenario untuk "menjagal" Fauzi. Berapa duit mereka terima. 

Sudah ada rekaman permintaan maaf sekaligus testimoni, serta surat-surat lain yang isinya klarifikasi dan minta maaf.

Tammo menyatakan akan keluar dari Jurnal Sekilas, karena ia merasa tidak punya kemerdekaan sebagai Pimred.

Nama Tammo digunakan dalam posisi yang rawan pidana pada pemberitaan fitnah, tak hanya menabrak KEJ.

Isi berita sudah ada yang atur. Bahkan tanpa nara sumber. Skenario fitnah berjalan sesuai intervensi. 

Sunanto, Kepala Desa Buddi Arjasa Sumenep, yang diakui Safiuddin sebagai ponaannya, bahkan menyatakan tidak pernah jumpa pers, tidak pernah memberikan rilis dan tidak pernah menjadi nara sumber media manapun.

Tapi, media-media yang patut diduga dikoordinir Safiuddin itu menyusun judul dan isi berita yang menghakimi Fauzi, seolah-olah Fauzi makelar kasus dan menipu. Meski akhirnya meminta maaf pada Fauzi.

Safiuddin yang rajin _share_ berita-berita fitnah itu. Badan hukum Jurnal Sekilas yang ia jadikan alat penebar fitnah, milik istrinya sendiri. Media -media lain makmum saja. Luar biasa.

Ia lupa dirinya ASN atau Panitera Pengganti yang makan dari uang rakyat. Yang dalam pekerjaannya pasti bersentuhan dengan saya dan tim-tim saya di pengadilan.

Kami tahu bagaimana lambannya tugas-tugas Safiuddin di pengadilan. Karena perkara itu perkara-perkara klien yang diurus tim kami.

Seolah-olah, profesi LSM prioritas dan Panitera Pengganti hanya sampingan. Sehingga potensial terjadi _conflict of intrrest._

Ketika Pengadilan Agama Pamekasan mau diserbu unras oleh aktifis-aktifis Gerakan Mahasiswa Merdeka (GMM), yang notabene merupakan aksi protes publik terhadap perilaku Safiuddin, detik1.com nyerempet saya.

Media itu mengaitkan nama saya dengan skema aksi, meski saya tak mengenal siapa aktifis-aktifis GMM dan apa tujuannya. 

Seolah-olah, detik1.com digunakan untuk memberi sinyal, bahwa Safiuddin dapat mengendalikan warga kepulauan untuk mengepung Kodim Sumenep. Tujuannya hanya satu, unras GMM batal. Rasanya pret amat.

Nara sumber detik1.com itu Abdul Waris, dicitrakan sebagai tokoh muda kepulauan Sumenep, yang ternyata wartawan Jurnal Sekilas, media istri Safiuddin.

Setelah serempet saya lewat detik1.com, Safiuddin juga menyeret nama saya kedalam grup WA Pengadilan Agama Pamekasan yang menggambarkan bahwa saya sebagai PH Fauzi As dinilai buntu logika.

Safiuddin menyatakan telah berhasil menekan, bahkan mengancam Dandim Sumenep agar unras urung. Meski setelah saya konfirmasi ke Dandim, ternyata pernyataan itu palsu.

Namun disisi lain, Safiuddin mengaku ditekan agar Pelapor mencabut laporan. Tak jelas, siapa yang menekan. Padahal, Fauzi As justru meminta laporan diteruskan dan dibuktikan. Jika Fauzi bersalah menurut hukum, ia akan patuh dan kooperatif.

Tapi, jika tak terbukti, Sunanto hendaknya juga patuh hukum dan kooperatif, jika Fauzi As mengambil langkah pidana karena laporan palsu. Jadilah lelaki jantan.

Manusia Pi'u ini _trouble maker_. Pejabat tak tahu malu. Pejabat tak tahu diri. Berusaha ambil kesempatan dalam kesempitan.

Jika terus nyampah, dia pasti terseret gelombang besar dan masuk kedalam tubir yang gulita. Akan sulit bangkit dan pasti dijauhi teman.

Jika Safiuddin tidak percaya, teruslah nyampah. Kita lihat tahun depan, gelombang apa yang menyeretnya (*)

Kamis, 01 Desember 2022

Safari Baksos Therapy Banyu Urip Penghujung 2022

MS Arifin dalam poster. (Foto: Yant Kaiy) 

PAMEKASAN, apoymadura.com - Baksos (Bakti Sosial) adalah salah satu cara pendekatan diri dari hati ke hati terhadap orang lain. Diharapkan dengan interaksi sosial semacam ini bisa melahirkan rasa cinta. Ujung-ujungnya herbal Banyu Urip akan menjadi sahabat setia dalam kondisi apapun. Kamis (1/12/2022). 

"Biar yang tidak tahu tentang herbal Banyu Urip nantinya akan jadi kenal. Sedangkan yang telah kenal akan jadi sahabat terbaik seterusnya. Itulah prinsip safari Baksos kami dimanapun," ucap MS Arifin dalam kata sambutannya dipelaksanaan Baksos Therapy Banyu Urip Pamekasan 2022.

Baksos dipimpin langsung MS Arifin sebagai CEO Therapy Banyu Urip International. Dalam aksi sosial ini dirinya dibantu empat terapis berasal dari Yogyakarta, Jember dan Sumenep. 

Lokasi Baksos berada dibeberapa titik di wilayah Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan.

"Hari ini adalah hari kedua kami menyelenggarakan Baksos di Pamekasan. Dalam Baksos jelas tidak ada keuntungan finansial. Keuntungan yang kami dapat adalah bisa mengenalkan herbal Banyu Urip kepada masyarakat luas," ujar lelaki eks Polisi Militer ini apa adanya.

MS Arifin menegaskan, anggaran yang digelontorkan dalam Baksos ini tentu lebih besar dari pada beriklan di media cetak. Biaya yang dikeluarkan meliputi penginapan (hotel), konsumsi, dan transportasi. 

Ada tambahan sedikit. Sebelum Baksos Therapy Banyu Urip di Pamekasan, MS Arifin telah menggelar Baksos serupa di  Malang. [Kay]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...