Minggu, 31 Mei 2020

Falsafah Madura: Ja’ Nobi’an…


Opini: Yant Kaiy

Suatu ketika, istri saya menyimpan tabungan murid-murid SDN Padangdangan II Kecamatan Pasongsongan di salah satu bank swasta di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Terus terang, kami punya atensi karena ingin bank tersebut bisa tumbuh subur di kecamatan pesisir utara Pulau Madura.

Pada awalnya kami senang mendapat pelayanan ramah dari karyawan bank tersebut. Setahun kemudian, tabungan itu mau diambil karena kenaikan kelas. Ternyata istri saya diinterogasi dengan nada agak keberatan kalau tabungan mau ditarik. Lalu istri pun berjanji pada saya untuk tidak menabung pada bank itu lagi. Ia merasa kecewa.

Dilain waktu, saya mau membeli minyak goreng satu jeriken pada salah satu toko sembako di Desa/Kecamatan Pasongsongan. Saya menunggu karena sedang ada pembeli lain. Saya mengalah karena mereka membeli barang dalam jumlah sedikit.

Nah, ketika banyak orang berbelanja, tiba-tiba saya disuruh membeli ke tempat lain. Kalau tidak kenal mungkin wajar. Tapi saya berteman di waktu kecil. Sejak saat itu kaki ini berat rasanya melangkah ke tokonya, apalagi untuk berbelanja.

Betapa etika menjadi penting bagi sebuah kemajuan usaha (bisnis) apa pun. Apalagi di era millenial seperti sekarang, persaingan kian ketat. Otak manusia banyak yang pintar, sejatinya kepintaran itu disandingkan dengan etika yang baik pula.

Ada falsafah orang Madura: Ja’ nobi’an oreng mon aba’na etobi’ sake’. Makna luasnya: Jangan suka mencubit orang jika dirinya merasa sakit kalau dicubit. Sepatutnya falsafah ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Supaya kita dalam bertindak dan berkata-kata memakai tali rasa.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com


Kidung Pilu “Yanti Salon” Panaongan

Yanti, owner "Yanti Salon" di Desa Panaongan
Kecamatan Pasongsongan-Sumenep

Apoy Madura, Sumenep – Banyak job rias pengantin dan dekorasi serta rias karnaval peserta didik di lembaga pendidikan swasta  di masa pandemi Covid-19 kali ini tidak jadi terlaksana. Padahal mereka jauh hari sudah ada yang membayar uang muka. Tapi apa boleh buat, himbauan pemerintah mesti ditaati demi kemaslahatan sesama manusia.

“Biasanya sebelum Ramadhan, salon kecantikan saya banjir job. Terutama dari sekolah swasta yang menyelenggarakan karnaval dalam haflatul imtihan. Selain merias wajah, anak-anak juga ada yang menyewa busana dan aksesorisnya,” terang Yanti kepada apoymadura.com via sosial media. Minggu (31/5/2020).

Sudah menjadi tradisi di wilayah Sumenep dan Pamekasan, umumnya lembaga pendidikan swasta dalam tahun ajaran baru menggelar acara haflatul imtihan. Kemeriahan ini bertujuan menarik minat peserta didik baru dan wali murid agar masuk ke lembaga tersebut.

“Sebelum Ramadhan kami juga punya job rias pengantin dan dekorasi yang jumlahnya puluhan orang. Kalau saya kalkulasi, lebih seratus juta rupiah uang menguap begitu saja di tangan,” pintasnya bernada kecewa.
Ini salah satu dekorasi milik "Yanti Salon"


Kisah pilu ini memang tidak hanya dialami dirinya. Pelaku usaha salon kecantikan lainnya juga terimbas dampak pandemi Covid-19.

“Selama pandemi Covid-19 salon kami lebih banyak tutup. Terpaksa kami jualan pentol untuk makan sehari-hari,” ujar Yanti yang salon kecantikannya terletak di sebelah barat Pasar Pasongsongan Kabupaten Sumenep.


Yanti berharap ada atensi dari Pemkab Sumenep dalam keberlangsungan pelaku usaha tata rias kecantikan. Semoga new normal segera berlaku agar para pengusaha tidak kelimpungan, tambah Yanti mengakhiri perbincangan. (Yant Kaiy)

Corona dalam Perspektif Islam

Eko Supriyono

Opini: Eko Supriyono, S.Pd., M.Pd.
Saat ini dunia sedang disibukkan dengan upaya untuk menanggulangi virus corona covid 19, bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sebagai pandemi. Dan Presiden Joko Widodo menetapkan status darurat nasional corona. Lalu apa virus corona/covid 19 itu? 
Menurut situs WHO, virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Pada Manusia, corona diketahui dapat menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Virus corona tidak hanya berdampak bagi kesehatan, akan tetapi berdampak dalam segala aspek kehidupan manusia. Perekonomian lumpuh, bahkan pertumbuhannya minus (CNN Indonesia).Virus corona telah menimbulkan kematian yang luar biasa, pada negara-negara yang terdampak virus ini, ribuan manusia telah menjadi korban. 
Bahkan banyak tenaga medis yang ikut membantu menanganipun ikut jadi korban (meninggal dunia). Kebanyakan korban meninggal dialami oleh penderita dengan usia manula dan memiliki penyakit penyerta seperti bronchitis, dan lain-lain. 
Anjuran physical distancing yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia membuat orang-orang tetap di rumah dan tidak pergi keluar untuk melakukan aktivitas biasanya, belajar, bekerja, berdoa dari rumah.
Apakah corona itu muncul secara tiba tiba? Tentu saja tidak, mari kita cermati firman Allah berikut ini :
Dalam QS At Tagabun :11,“ Tidak ada musibah yang menimpa ( seseorang, golongan / bangsa ) kecuali dengan izin Allah, dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah mengetahui segala sesuatu”.
Dalam QS An Nissa : 79, “Kebajikan apapun yang kamu peroleh semua dari Allah, keburukkan apapun yang menimpamu berasal dari kesalahanmu ssendiri”.
Dalam QS Ar Rum : 41, “ Kerusakan yang terjadi di darat dan laut karena perbuatan manusia. Allah menghendaki agar manusia merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar”.
Dengan pandemi corona ini kita bisa mengambil hikmah yang positif : dengan corona : segala bentuk kemaksiatan berhenti ( tempat hiburan, karaoke, tempat perjudian, tempat pelacuran tutup semua), keluarga kumpul kembali dengan pola hidup sederhana, corona mengajarkan hidup bersih, cara bersin, cara menguap dan cara batuk yang benar. 
Corona meyadarkan bahwa kematian itu dekat dengan kita,. Corona mengingatkan kita untuk selalu mohon ampunan dan pertolongan Allah SWT., bahkan dari hasil pantauan NASA dengan berhentinya aktivitas industri dan transportasi beberapa bulan ini lapisan ozon yang lubang menutup dan menebal lagi, es di kutub juga menjadi tebal kembali.
Walaupun banyak dampak positif yang kita dapatkan akan tetapi mayoritas manusia banyak yang berkeluh kesah kepada Tuhannya, Ya Allah pandemi apa yang menimpa kami ini?  "Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan”.(QS Al baqarah : 155).
Kemudian ada yang mengeluh mengapa kami harus diuji dengan pandemi (wabah) seperti ini?  "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan “kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”, ( QS Al AnKabut:2 ), sebagian dari mereka mengeluh mengapa harus terjadi pada kami?Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” ( QS. Al Ankabut :3), sebagian yang lain mengeluh, darimana datangnya musibah ini ya Allah?.
“Dari mana datangnya musibah ini ? Katakanlah, itu dari dirimu sendiri.” (QS Al Imran :165), dan mereka ada yang memprotes,tapi Ya Allah, wabah ini sungguh buruk bagi kami …, “ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah : 216), mererka yang tidak kuat berkata, telah sesak nafas kami, berat hidup kami, gara-gara wabah ini …, “ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” ( QS Al Baqarah : 286), mereka yang biasa beraktifitas mengeluh, kami tidak bisa bekerja ya Allah, kami dikurung dirumah saja, kami tidak bisa berbuat apa-apa…, “ janganlah kamu bersikap lemah, dan jangan pula kamu bersedih hati, kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” ( QS Al Imran : 139 ).
Sebagian orang yang lain berkata, terkadang wabah ini memberikan tekanan yang demikian dahsyat kepada kami. Rasanya kami telah menyerah kalah. Sebagian dari kami bahkan telah berputus asa. “ Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat (QS Al Hijr : 56), sebagian orang yang lain menyahut, kami menjadi gelisah, tidak tenang, karena beban berat yang kami hadapi akibat wabah ini… “ orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah, Ingatlah, hanya dengan mengngat Allah hati menjadi tenteram. ( QS Ar-Ra’du : 28).
Orang yang telah putus asa berkata,di saat sempit seperti ini, masih adakah jalan keluar bagi kami? Masih adakah pintu rezeki untuk menyambung hidup kami ya Allah ?. “ Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar ( dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki yang tidak disangka-sangkanya.”( QS Ath-Thalaq : 2-3).
Para karyawan pabrik mengeluh, perusahaan telah memotong gaji kami, bahkan sebagian dari kami, sudah tidak memiliki pekerjaaan lagi. Siapa yang akan memberikan rezeki kepada kami?. “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah yang memberikan rezekinya”. ( QS Hud : 6 ).
Mereka yang tidak betah di rumah mengeluh, sudah lebih satu bulan kami menjalani kebijakan Stay At Home. Rasanya sudah tidak kuat untuk terus menerus dikurung didalam rumah. Lelah ya Allah. Sungguh kami tidak tahu, sampai kapan suasana ini... “Hai orang-orangyang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung” ( QS. Al Imran : 200 ).
Mengapa kami disuruh bersabar ya Allah, lanjut mereka … “Allah menyukai orang-orang yang sabar”. (QS.Ali Imran : 146). Adakah balasan atas kesabarankami ya Allah ?. “sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl : 96 ). Alhamdulillah ya Allah, seberapa banyakkah pahala yang akan Paduka berikan kami ?. ”Sesungguhnya hanyaorang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”( QS.Az Zumar : 10).
Subhanallah… lalu bagiamana nasib kami di akherat ya Allah ?. ”sedang para malaikat masuk ke tetmpat-tempat mereka dari semua pintu (surga), (sambil mengucapkan) selamat atas kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” ( QS. Ar-Ra’du:23-24 ). Alhamdulillah , alhamdulillah, alhamdulillah. Sekarang kami tenang ya Allah. Kami ridha dengan ketentuan-Mu. Kami sabar dengan ujian-Mu. “Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya “ ( QS. Al-Bayyinah: 8 ). “Dan keridhaan allah adalah lebih besar,itu adalah keberuntungan yang besar.” ( QS. At-Taubah : 72). (Walau a’lam)
Ya Allah yang membolak balikkan hati manusia, jangan Engkau bolak balik hati kami agar selalu beriman dan taat kepada-Mu. Aamiin.[]
- Eko Supriyono, S.Pd., M.Pd.( Guru Geografi SMAN 3 Nganjuk Jatim)

Sabtu, 30 Mei 2020

Therapy Banyu Urip Yogyakarta Go International

Pasien dari Hongkong (pakai T-shirt putih)
dan M.S. Arifin (2 dari kanan)


Apoy Madura, Yogyakarta –  Seiring dengan permintaan pasar di luar negeri semakin meningkat dan banyaknya negara yang melakukan pembelian Ramuan Banyu Urip dalam jumlah besar, maka CEO Therapy Banyu Urip International, M.S. Arifin memandang wajib untuk terus menata manajemen perusahaannya lebih profesional lagi.

“Kami bersyukur ke hadirat Allah SWT ramuan herbal produk kami bisa diterima dengan baik di luar negeri. Ini membuat kami semakin yakin kalau Ramuan Banyu Urip juga cocok menjadi solusi pengobatan alternatif,” ujar M.S. Arifin di tempat praktiknya Jalan Selokan Mataram 197A Sleman Yogyakarta. Minggu (31/5/2020).

Pasien dari Malaysia

Menurutnya, semua costumer di luar negeri merasa puas setelah menggunakan ramuan nusantara produknya. Mereka banyak sembuh dari penyakitnya, terhindar dari operasi, dan tertolong dari kematian.

Ketika ditanya, pasien dari negara mana saja yang sudah menjalani pengobatan di tempat praktiknya.

“Dari seluruh dunia. Umumnya para pasien dari luar negeri tersebut berhasil sembuh dari penyakitnya. Tak ayal mereka menjadi duta promosi di negerinya sehingga banyak diantara mereka memesan ramuan herbal kepada kami,” imbuh M.S. Arifin apa adanya.



Lelaki purnawirawan TNI ini menjelaskan, kalau di beberapa negara sudah berdiri cabang Therapy Banyu Urip, seperti di benua Afrika, Amerika, dan Eropa. Ini merupakan sebuah pembuktian kalau masyarakat dunia merasa cocok dengan Ramuan Banyu Urip. (Yant Kaiy)

Jerit Karyawan Goa Soekarno Pasongsongan

Kunti, karyawati Goa Soekarno Pasongsongan- Sumenep

Apoy Madura, Sumenep – Salah seorang karyawan Goa Soekarno Pasongsongan Kabupaten Sumenep, Yande, kini nasibnya tidak menentu. Karena tempat kerjanya tutup dalam waktu cukup panjang di masa pandemi Covid-19.

Yande bekerja di Goa Soekarno bagian musik. Musisi yang malang melintang di dunia hiburan ini dulu pernah tergabung dengan salah satu band ternama di Kota Sumenep.

“Saya lebih banyak di rumah. Tetap bermusik. Harus bagaimana lagi,” sahutnya ketika apoymadura.com menghubunginya via sambungan telepon. Sabtu (30/5/2020).

Dirinya berharap pandemi Covid-19 semoga cepat berlalu dari bumi Indonesia agar bisa mengais rejeki kembali.
 
Yande, karyawan Goa Soekarno Pasongsongan Sumenep
Harapan yang sama juga terlontar dari salah seorang karyawan Goa Soekarno lainnya, Yoga Pratama.

“Pemerintah punya wewenang memberi aturan agar virus corona tidak menyebar liar ke masyarakat luas. Tapi nasib kami juga tolong diperhatikan. Saat ini saya kerja serabutan untuk menghidupi anak-istri,” komentar Yoga Pratama.

Kunti Adriama Najayanti, admin kafe dari Goa Soekarno juga menanggapi berlarut-larutnya penutupan seluruh destinasi wisata di Sumenep sangat merugikan banyak pelaku usaha pariwisata.

“Apalagi saat ini masa Lebaran, tentu pengunjung akan memadati tempat-tempat wisata yang ada di Sumenep. Sayang moment baik ini harus dilewatkan begitu saja,” ujar Kunti, perempuan kelahiran Pasongsongan.

Harapannya agar bisa beraktivitas seperti biasanya kendati ditengah pandemi Covid-19.

“Tentu dengan syarat wajib melengkapi protokol kesehatan yang berlaku. Seperti wajib pakai masker, face shield bagi karyawan, tersedianya bilik disinfektan, hand sanitizer, dan tempat cuci tangan,” tegas Kunti via sosial media. (Yant Kaiy)

Jumat, 29 Mei 2020

Biografi Hairul Anwar Masa Kecil (Bagian 8 dari 8 Tulisan)

Hairul Anwar, owner Goa Soekarno Pasongsongan-Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Mencatat perjalanan diri dalam kehidupan di alam fana dalam sebuah buku ternyata kesannya berbeda ketimbang menulis kisah hidup di media elektronik, seperti di sosial media. Walau jaman sudah serba instan dan canggih dalam hal teknologi, namun menulis biografi dan dibuat menjadi sebuah buku, rasanya begitu berlainan karena maknanya teramat mendalam. Buktinya eksistensi perpustakaan masih ada disetiap pelosok negeri ini. Seringkali pula buku-buku di perpustakaan menjadi referensi banyak kalangan dalam menulis buku. Lebih-lebih mereka yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa.

Berpijak dari tradisi masyarakat, yaitu tentang buudaya mencatat bangsa Indonesia begitu minus. Yang lazim berlaku di bangsa kita adalah budaya mengingat. Maka sebagai insan bijak, agar kelak anak-cucu masih bisa mengenal sejarah kita dan ada peluang mereka mendoakan kita, salah satunya dengan membuat buku biografi.

Hakikat tujuan dari pembuatan buku bukan untuk bergaya atau sebagai penebar pesona belaka, menunjukkan kelas sebagai manusia ekslusif, atau sebagai ikhtiar pencitraan semata. Akan tetapi arah tujuan itu berlandaskan menumbuh-kembangkan pengetahuan kepada para generasi penerus bangsa.

Terus terang penulis sangat alergi dengan niat busuk semacam itu. Karena hal tersebut sebagai pengaburan atau perbuatan melanggar etika sebagai seorang penulis. Apakah ini berdosa? Tentu. Lantaran tulisan tentang riwayat hidup dipelintir untuk menggiring opini publik pada jalur salah.

Memang ada segelintir penulis yang bersikap munafik, mengangkat kesan terbaik dari sebuah subjek agar bernilai tinggi. Padahal realitanya tidak berbanding lurus di lapangan. Sehingga nilai dari buku itu terkesan karya fiksi. Ini menjadi bumerang terhadap dunia perpustakaan di tanah air. Ujung-ujungnya malah mendatangkan cibiran dan cemooh dari banyak kalangan.

Menghindari penilaian miring dari masyarakat dan mencegah terjadinya kisruh di tengah publik terutama para keturunan pelaku sejarah, penulis mencoba menyajikan artikel apa adanya tentang sosok Hairul Anwar sebenarnya tanpa mengurangi dan menambah sedikit pun. Alasan pertama karena biografi Hairul Anwar sangat  erat kaitannya dengan tokoh sejarah penyebar agama Islam yang ada di Pasongsongan. Tokoh sejarah itu adalah Syekh Ali Akbar dan King. Sejarah kedua tokoh ini masing-masing keturunan sudah memilikinya.

Maka sebagai pertanggung jawaban moral, penulis memandang perlu untuk melakukan beberapa wawancara kepada mereka yang paham betul tentang sejarah kedua tokoh tersebut. Penulis terus bergerilya menjumpai mereka ke rumah masing-masing. Tak jarang penulis harus gigit jari ketika orang yang mau dijumpai sedang tidak bersedia untuk diwawancarai. Kadang ada pul tidak ada di rumahnya.

Kehati-hatian penulis merupakan sebuah prinsip dasar agar biografi Hairul Anwar tidak terkotori noktah bombastis. Karena siapa pun berhak mengatakan kalau seseorang itu keturunan orang ini dan itu. Hak itu akan mulia di mata khalayak ramai kalau realitanya benar adanya. Hak itu akan menjadi sangat berharga ketika yang bersangkutan membuat biografi bukan untuk bergaya-gaya supaya bisa membersihkan nama jeleknya. Atau sekadar mencari popularitas belaka.


Biografi Hairul Anwar dipandang perlu bagi penulis untuk diangkat ke permukaan. Sebab karya Hairul Anwar untuk rakyat Madura luar biasa besar. Totalitas dalam mewarnai kesejahteraan kaum tidak berpunya tersemat pada kepribadiannya yang tak lekang oleh waktu, lantaran kesan tersebut sudah terpahat jelas artinya di hati mereka. 

Penulis yakin kalau masyarakat luas sangat ingin mengenal Hairul Anwar lebih dekat lagi. Barangkali dengan diterbitkannya buku ini akan menjawab keinginan sebagian besar masyarakat di Sumenep khususnya. Semoga!

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Biografi Hairul Anwar Masa Kecil (Bagian 7 dari 8 Tulisan)

Hairul Anwar, owner Goa Soekarno Pasongsongan-Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Ayah Hairul Anwar bernama Salim Muhni. Orang tua  Salim Muhni bernama Kiai Abdul Muhni. Sedangkan Kiai Abdul Muhni keturunan Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin (trah Arab). Biasanya ciri-ciri keturunan Syek Ali Akbar adalah berkulit kuning, rambut ikal bergelombang, dan tubuh gagah. Keturunan beliau banyak menempati Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan.

Perlu diketahui, Salim Muhni mengenyam pendidikan agama Islam di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Ia seorang tokoh Nahdatul Ulama kharismatik yang punya banyak pengikut. Berjuang untuk kepentingan syiar Islam bagi Salim Muhni lebih utama dari pada sebuah jabatan. Haluan dari buah perjuangannya menjadikan nuansa keagamaan di Kecamatan Pasongsongan semakin kokoh tak terbantahkan seiring perjalanan waktu.

Berbeda jauh dengan jaman sekarang. Perjuangan para tokoh agama dan tokoh masyarakat mengalami metamorfose signifikan, bukan untuk kepentingan umat, melainkan kepentingan diri sendiri dan kelompok serta golongannya saja. Mereka manfaatkan kepercayaan khalayak umum untuk sebuah jabatan, pangkat, karier yang ujung-ujungnya duit sebagai tujuan akhir, sengaja dilapisi performan tulus memperjuangkan nasib umat. Penuh pura-pura, tipu-tipu. Hilanglah wibawa dari mereka.

Memang tidak semuanya, mereka berbuat begitu, sebagian para tokoh itu ada yang tetap berpegang teguh pada falsafah ikhlas berjuang buat umat. Sebagian lagi mereka yang berlabel pemimpin keagamaan hanyut terseret ke lembah nista karena ikut berpolitik juga. Dengan dalih tidak ada figur yang mempunyai falsafah agama kuat dan itu sangat berbahaya. Maka dicarilah dalil yang bisa menggiring opini publik bahwa figur terbaik adalah orang yang punya landasa agama dan ditokohkan oleh banyak pihak. Tetapi setelah terpilih jadi pemimpin, ia justru terlibat kasus penggelapan uang negara. Akhirnya masuk bui.

Syekh Ali Akbar tokoh penyebar agama Islam di pesisir pantura Pulau Madura pada abad XV dan beliau adalah paman Raja Sumenep ke-29, yakni Raja Bindara Saod. Ibunda Raja Bindara Saod, Nyai Nurima saudara sepupu Syekh Ali Akbar.

Syekh Ali Akbar meninggal dunia pada tanggal 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah atau bertepatan dengan Sabtu, 28 Maret 1592 Masehi. Kuburan Syekh Ali Akbar ada di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, ibu Hairul Anwar bernama Hajah Subaidah. Ibunda Hajah Subaidah bernama Nyai Absa. Sedangkan orang tua Nyai Absa adalah Nyai Sitti. Nyai Sitti anak dari Ken Lian. Dan, Ken Lian berdarah peranakan Cina keturunan King. King berasal dari Tiongkok Tibet beragama Islam, masuk ke Pasongsongan pada abad XVIII.

King meninggal dunia di Surabaya setelah pulang dari tanah suci Mekkah, melaksanakan rukun Islam yang kelima, melaksanakan ibadah haji. King kemudian dikebumikan di kawasan pemakaman Sunan Ampel Surabaya.

Mencermati bibit, bebet, bobot Hairul Anwar memang tidak diragukan lagi. Ia keturunan orang hebat yang pernah mewarnai sejarah Islam di bumi Pasongsongan Sumenep. Kendati demikian, Hairul Anwar tak pernah membanggakan diri dalam hal itu. Menurutnya, manusia bergantung pada akhlak dan kepribadiannya sendiri. Manusia bergantung pada kecakapannya membangun segala apa yang dimiliki. Semua akan kembali terhadap diri manusia itu sendiri. 

Ketika manusia itu berbuat baik, maka kebaikan pula yang bakal didapatkannya. Sebaliknya, bila berperilaku jahat, maka keburukan pula yang didapatkannya. Walau keturunan raja sekalipun tapi tidak mau belajar ketika duduk di bangku sekolah, maka ia tidak akan menjadi penerus kekuasaan orang tuanya.

Begitu pula dengan anak seorang kiai, kalau ia tidak mau belajar tentu pondok pesantrennya akan tinggal puing-puing saja karena santrinya akan pindah ke pondok pesantren lain. Sama juga dengan anak seorang pengusaha, kalau tidak dipersiapkan sedini mungkin anaknya menguasai ilmu perniagaan, maka tinggal menunggu bom waktu  saja, kerajaan bisnisnya akan hancur berkeping-keping seiring waktu.
Membentengi ilmu kepada anak-anak sebagai generasi penerus merupakan tindakan bijaksana. Imbas kebajikannya akan kembali pada lingkungan sekitar, khususnya pada keluarganya sendiri.

Memang ada sebagian pendapat yang mengatakan kalau nasab itu cukup kuat dalam mempengaruhi perjalanan hidup manusia di alam semesta ini. Tapi semua itu kembali pada tingkah laku orang tersebut. Apabila semasa hidupnya selalu menebar kebaikan, tentu ia akan mendapat banyak kebaikan pula. Sebaliknya, kalau ia menebar keburukan maka tidak sampai meninggalkan dunia ini, ia akan mendapatkan balasan setimpal dari apa yang diperbuatnya.


Hal itu selaras dengan pepatah lama: “Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”. Maksud pepatah ini, bahwa orang tua yang berakhlak dan bermoral baik secara manusiawi akan menular alami kepada anaknya. Walau ini bukan hukum mutlak, tapi beberapa kajian sejarah orang-orang terdahulu menunjukkan bahwa pepatah tersebut ada benarnya.

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Biografi Hairul Anwar Masa Kecil (Bagian 6 dari 8 Tulisan)

Hairul Anwar, owner Goa Soekarno Pasongsongan-Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Seiring perjalanan waktu, setelah lulus SDN Panaongan I (1986-1992), Hairul Anwar melanjutkan ke SMPN I Pasongsongan – Sumenep (1992-1995). Di SMP kecerdasan otaknya semakin kentara. Kemampuan mengingat (menghafal) pelajaran menjadi nilai lebih yang dimilikinya. Ia memiliki beraneka tips dalam menghafal rumus pelajaran. Ia lalu didapuk menjadi Ketua OSIS (1993-1994). Inilah awal mula Hairul Anwar memimpin organisasi sekolah yang siswanya ratusan orang. Dari sini pula terlihat kapabilitas Hairul Anwar menjadi seorang pemimpin.

Menurut teman-teman seangkatannya, Hairul Anwar dalam menyampaikan ide atau program di depan para siswa dan guru cukup matang, terarah, dan realistis. Visi dan misinya dijalankan sesuai dengan apa yang diamanatkan sebelumnya. Begitu juga dalam pemaparan konsep kerja organisasi cenderung sangat mudah dipahami, gamblang. Maka tak ayal capaian-capaian yang telah ditargetkan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sukses terselesaikan sangat baik.

Pada saat itu untuk menjadi kandididat Ketua OSIS adalah seorang siswa yang memiliki kapasitas mumpuni dalam banyak hal. Terutama ia harus menduduki rangking tiga besar. Memang bukan aturan baku. Namun kemampuan penyampaian kata sambutan di depan orang banyak menjadi parameter tersendiri untuk menjadi Ketua OSIS. Plus ia harus pintar dalam berorasi. Ini mengajarkan pada banyak pihak, kalau orang bodoh tidak pantas menjadi pimpinan apa pun. Sebab orang bodoh memimpin memakai unsur emosi/nafsu semata karena otaknya tidak jalan.

Bagi Hairul Anwar menjadi Ketua OSIS merupakan kenangan yang sangat berkesan dan menjadi barometer baginya dalam meniti hidup . Ia tidak mabuk karena menjadi siswa terbaik bisa menduduki jabatan Ketua OSIS, namun Hairul Anwar justru sibuk karena berkaitan pertanggungjawaban moral dititipi amanah teman-temannya.

Rasa percaya diri Hairul Anwar akan masa depannya menjadi modal dia untuk selalu bisa mempertahankan statusnya sebagai siswa terbaik. Dalam usia masih dini dia sudah bisa menjalankan roda organisasi sekolah dengan cukup baik. Ia mendapat banyak pujian lantaran sukses membawa biduk organisasi lebih maju. Banyak perubahan dan manuver yang Hairul Anwar kerjakan bersama pengurus lainnya sehingga decak kagum dewan guru bertambah yakin kalau lelaki berkulit kuning bersih itu memiliki potensi luar biasa dalam memimpin sebuah organisasi.

Salah faktor kunci sukses Hairul Anwar dalam memimpin organisasi adalah transparansi meliputi banyak hal. Terutama soal keuangan. Hairul Anwar sering mewanti-wanti pada pengurus organisasi sekolahnya agar tidak berlaku korupsi dalam penggunaan anggaran sekecil apa pun. Sikap ini mengajarkan kepada banyak pihak, terutama pemimpin, untuk tetap menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan amanah yang dipercayakan anggota kepadanya.

Belajar dari pengalaman ini, Hairul Anwar dapat memetik hikmah, bahwa seseorang yang menjadi pimpinan apa pun dan menjalankan amanah sesuai kesepakatan bersama tentu ia akan sangat disukai semua pihak. Lawan menjadi sungkan, kawan menjadi hormat. Baginya tak perlu berkoar-koar kalau dirinya sebagai pemimpin terbaik, tapi mereka akan sangat menghargai kita kalau berlaku amanah dalam banyak hal dan mengakomodir aspirasi mereka semua tanpa membeda-bedakan satu sama lainnya.

Maka tak berlebihan ketika Hairul Anwar melanjutkan ke jenjang pendidikan SMAN 1 Jember (1996 – 1997) masuk ke jajaran pengurus OSIS kembali. Eksistensi Hairul Anwar di lingkungan perkotaan lebih maju ketimbang tempat tinggalnya Kecamatan Pasongsongan, akan tetapi masih bisa berkompetisi dengan pelajar terbaik di Kota Jember. Kecerdasan Hairul Anwar sebagai pelajar terbaik masih bisa disandangnya. 

Walau bukan sebagai Ketua OSIS namun peranannya di organisasi terus bersinar cemerlang. Potensi ini menunjukkan kepada banyak orang kalau ia sebagai pelajar sudah bisa berkiprah dengan baik dalam jenjang pendidikan lebih tinggi dengan lingkungan pendidikan lebih banyak siswanya.


Tentu dewan guru di SMAN 1 Jember sudah mempertimbangkan dengan bijak akan kompetensi Hairul Anwar yang memiliki poin lebih dari pada siswa lainnya. Jiwa berorganisasinya mampu bersaing dengan pelajar asli Kota Jember, namun karena Hairul Anwar bukan kelahiran asli kota ini, plus karena pelajar satu-satunya dari Kabupaten Sumenep, maka secara otomatis para siswa yang mayoritas berasal dari Jember lebih memilih siswa asal sebagai ketua OSIS. 

Sentimen tanah kelahiran menjadi hal fundamental bagi pelajar untuk tidak memilih Hairul Anwar sebagai ketua organisasi sekolah. Tapi mereka tetap mengakui kalau Hairul Anwar sesungguhnya tetap lebih layak menjadi ketua OSIS.

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Biografi Hairul Anwar Masa Kecil (Bagian 5 dari 8 Tulisan)

Hairul Anwar, owner Goa Soekarno Pasongsongan-Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Memang tidak mudah menakar keimanan seseorang. Karena keimanan seseorang erat kaitannya dengan soal ketakwaan. Keimanan seseorang ibarat batu yang ada di dasar danau. Kalau batu di dalam danau dilihat dari atas wujudnya tentu tidak seperti aslinya. Mungkin juga bentuknya akan seperti roti. Kalau air danau tertimpa sinar matahari tentu rupa batu tersebut berubah pula. Begitu pula ketika airnya beriak, maka rupa batu berganti seperti makhluk hidup.

Banyak orang yang sudah beragama dalam menjalankan ibadah ritual karena takut dikatakan sebagai manusia bejat. Pura-pura khusyuk seperti penampilan orang yang ahli beribadah. Padahal dalam batinnya ingin memperoleh puja-puji dari orang lain. Ia sebenarnya ingin mendapat legitimasi bahwa dirinya insan terbaik, terhormat, termulia diantara orang-orang yang ada di lingkungannya.

Ada pula yang beribadah karena mengharapkan dunia saja. Ia melakukan kewajiban beribadah lantaran ingin diterima sebagai menantu orang kaya. Padahal mereka tahu kalau beribadah semacam itu adalah perbuatan mubazir. Hanya buang-buang tenaga dan hanya dapat lelah.

Apalagi di era millenial saat ini, banyak keimanan tergadaikan dengan melakukan penyelewengan amanah yang diberikan pada dirinya. Mereka mencemari hidupnya dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Padahal setiap bulan pasti mendapat gaji tepat waktu. Bukan mereka tidak mengerti kalau semua itu perbuatan dosa, 

Justru mereka adalah tokoh agama yang nota bene sudah pakar dalam hukum-hukum agama yang dianutnya.
Jadi kapasitas keimanan seseorang tidak bisa hanya dilihat dari sisi performanya saja. Tidak pula bisa diintip dari sisi penampilan baju dan sikapnya. Namun kualitas keimanan seseorang bisa dilihat dari perilaku saban harinya. Seperti halnya beribadah ritual, bergaul dengan orang-orang sekitarnya. Adalah orang-orang terdekat yang bisa mengukur sampai seberapa hebat keimanan seseorang dibanding dengan orang lain.

Atau bisa jadi menakar keimanan seseorang itu lewat wawancara dengan tetangganya. Biasanya mereka akan memberikan penjelasan, gambaran kepribadian, dan tingkah lakunya secara transparan. Sebab mereka yang lebih tahu karakter, tingkah laku ketika berada di tengah-tengah masyarakat, sikapnya dalam berinteraksi dengan teman dan keluarga serta tetangga sekitarnya, sikapnya dalam mengatasi persoalan atau konflik dengan keluarga dan lingkungan.

Jadi mengukur keimanan seseorang bisa ditelisik oleh mereka yang ada di sekitarnya. Syaratnya orang yang mau ditakar keimanannya adalah orang yang sedari kecil sudah ada di lingkungan tersebut. Berbeda dengan warga pendatang. Mereka akan cukup kesulitan menakar keimanan seseorang. Memang ini bukan sesuatu yang mutlak. Namun paling tidak menjadi salah satu acuan awal dalam mengukur kualitas keimanan seseorang.

Hairul Anwar penganut agama Islam taat. Sedari kecil ia telah diajarkan halal-haram oleh orang tuanya. Mereka menyadari kalau saat kecillah yang paling tepat menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ternyata sesuai dengan impian orang tuanya, Hairul Anwar kecil menyukai ilmu-ilmu Islam yang diajarkan guru mengaji dan para ustadz di Madrasah Ibtidaiyah.

Orang tua Hairul Anwar memahami benar kalau menjalankan ibadah amaliah adalah harga mati. Tak bisa ditawar-tawar. Sebab setiap manusia beragama yang tidak menjalankan kewajibannya, maka hidupnya takkan bahagia dunia dan akhirat. Mereka tidak akan tenang.

Maka ketika Hairul Anwar sangat menguasai Kitab Sullam Safinah, beberapa saudara dari kedua orang tuanya menganjurkan Hairul Anwar untuk dimasukkan pada salah satu pondok pesantren di Pulau Jawa. Pada waktu itu dia masih di bangku Sekolah Dasar. Seperti tradisi para leluhurnya, menimba ilmu agama Islam dengan menjadi santri di pondok pesantren. Tujuannya agar Hairul Anwar bisa menggantikan posisi pamannya, Kiai Mustamar, melanjutkan pengelolaan pondok pesantrennya.

Kenapa mesti Hairul Anwar? Hal itu karena dia mempunyai nilai lebih ketimbang saudara-saudaranya yang lain. Mereka percaya kalau di tangan Hairul Anwar pondok pesantren warisan dari leluhurnya itu bisa berkembang dan menjadi pondok pesantren besar.

Menurut sejarahnya, dulu pondok pesantren Kiai Mustamar merupakan salah satu pondok pesantren satu-satunya yang melakukan kajian kitab kuning di Kecamatan Pasongsongan. Walau bukan pondok pesantren tertua, tapi pada awal Kemerdekaan Indonesia pondok pesantren leluhur Hairul Anwar sudah memiliki ratusan santri. Kiai Mustamar membidik Hairul Anwar untuk menggantikan posisinya karena ada firasat baik dalam dirinya.


Di mata Kiai Mustamar, Hairul Anwar punya sikap penyabar, santun, berbakti kepada kedua orang tuanya, sangat hormat pada orang yang lebih dewasa, mudah diajak berdiskusi, tidak pendendam, suka memaafkan, dan yang terpenting lagi dia anak berotak brilian. Cukup syarat bagi Hairul Anwar untuk menduduki pengasuh pondok pesantren.

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Biografi Hairul Anwar Masa Kecil (Bagian 4 dari 8 Tulisan)

Hairul Anwar, owner Goa Soekarno Pasongsongan-Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Menurut teman-teman bermain di kampung halamannya, Hairul Anwar sangat akrab dengan siapa saja dalam bergaul. Ia tak pernah membeda-bedakan latar belakang seorang teman. Baginya semua teman sama. Meski begitu, Hairul Anwar akan bersikap spesial terhadap teman yang lebih baik dari dirinya dalam segala hal.

Sedangkan salah satu faktor dominan yang menjadikan semua temannya senang terhadap Hairul Anwar adalah sikapnya yang jujur. Sikap jujur Hairul Anwar adalah didikan orang tuanya dalam rumah tangga. Jujur memang harus dimulai dari rumah tangga dulu. Setelah itu kejujuran akan ternatal dengan sendirinya dalam kehidupan setiap hari pada lingkungan. Orang tuanya saban hari senantiasa mengawasi Hairul Anwar dalam tiga hal. 

Pertama jujur kepada Allah. Ciri-cirinya selalu mentaati perintah Allah dimana pun dan kapan pun. Yang kedua jujur kepada diri sendiri yang bisa meningkatkan prestasi dan rasa percaya diri. Dan yang ketiga jujur kepada orang lain. Kalau orang lain mengetahui seseorang jujur, biasanya akan mengasihi. Tapi sebaliknya, orang yang berlaku tidak jujur akan ditinggalkan oleh banyak orang. Lebih miris kalau ia tertimpa musibah. Maka orang-orang tidak aka ada yang peduli padanya, karena semua menganggap yang diperbuatnya hanyalah pura-pura, meski apa yang terjadi adalah yang sebenarnya.

Ada salah seorang teman sekolah Hairul Anwar ketika di bangku SD menyatakan, kalau Hairul Anwar itu orangnya ikhlas dalam membantu kawan-kawannya. Hairul Anwar dalam beramal begitu sungguh-sungguh tanpa mengharapkan pujian dari orang lain. Pujian bukan harapannya walaupun ada orang yang memujinya. Dalam beramal dia juga begitu tekun dan rajin semata-mata karena tindakan itu adalah perintah Allah. Jelas ada yang memuji, namun pujian bukan tujuan.

Teman Hairul Anwar yang lain juga memberikan pernyataan, kalau dia tidak pernah memamerkan dan menceritakan amalnya kepada orang lain. Hairul Anwar juga tidak pernah mengeluh dalam melaksanakan tugas sesulit apa pun. Inilah bentuk ikhlas yang sebenarnya dari sosok Hairul Anwar.

Untuk teman Hairul Anwar di Madrasah Ibtidaiyah An-Najah Pasongsongan, mempunyai kesan tersendiri tentang sisi hidupnya, kalau Hairul Anwar hidupnya dijalani dengan sederhana. Tentu sederhana dalam banyak hal.

Ada banyak salah tafsir tentang hidup sederhana ini. Maka perlu sebuah pemahaman agar tidak terjerumus kedalam pengertian salah kaprah.

Pengertian sederhana dalam Al-Qur’an itu yakni, hidup diantara berlebihan dan pelit. Hidup berlebihan artinya tidak wajar atau menghambur-hamburkan sesuatu melebihi dari takaran wajar. Sedangkan pelit itu terlalu kikir dan hidupnya menjadi sengsara.

Menurut orang bijak, keuntungan hidup sederhana begitu luas dalam kehidupan di jagad raya ini. Orang yang menjalani hidup sederhana berarti ia telah mengamalkan ajaran agama atau perintah Allah dan orang tersebut mendapat pahala. Orang yang hidupnya dijalani dengan sederhana berarti ia telah mampu melawan godaan setan yang mendorong hidup bermewah-mewah. Orang yang hidup sederhana biasanya rendah hati dan disenangi banyak orang. Orang yang hidup sederhana tidak akan ditimpa sebuah penyakit gelisah. Yang lebih penting lagi, orang yang hidup sederhana tidak akan pernah mengambil harta orang lain.


Dan untuk teman mengaji Hairul Anwar mempunyai kesan, bahwa Hairul Anwar adalah anak yang sangat menghormati kedua orang tuanya.

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Biografi Hairul Anwar Masa Kecil (Bagian 3 dari 8 Tulisan)

Hairul Anwar, owner Goa Soekarno Pasongsongan-Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Tarik-menarik antar keluarga agar Hairul Anwar setelah besar nanti bisa menjadi penerima “tahta” pengasuh pondok pesantren cukup menyita perhatian. Kubu satunya menginginkan supaya Hairul Anwar menjadi pegawai negeri saja agar masa depannya jelas dan sejahtera. Masuk akal. Kalau menjadi pegawai negeri tidak menanggung risiko bangkrut. Penghasilan rutin setiap bulan mengalir ke buku tabungan, busana yang dikenakan rapi dan bersih, menu makanan standard empat sehat lima sempurna, dan kerja cukup ringan.

Sedangkan menjadi pengasuh pondok pesantren dari sisi pendapatan uang kurang baik. Prospek ekonominya tidak aman. Kalau tidak melakukan inovasi konsep berbau modern mengikuti perkembangan jaman maka pondok pesantren akan bangkrut secara meyakinkan. Maka sangat dibutuhkan satu jurus pintar, cerdas dalam mengelola dan mengembangkannya. Semua bertujuan agar pondok pesantren tidak ditinggalkan para santrinya.

Kalau hanya terpaku pada “sedekah” dari wali santri tentu itu takkan cukup. Sebab operasional pondok pesantren tidak sedikit dalam memerlukan suntikan dana segar. Masih perlu bentuk bantuan yang tidak hanya berupa materi, tapi juga diperlukan bantuan tenaga dan pikiran agar pondok pesantren tetap eksis dalam mencerdaskan anak bangsa yang bermoral baik.

Pondok pesantren harus punya pendidikan formal dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi sebagai implementasi dari perkembangan jaman dan menjawab kebutuhan masyarakat luas. Dengan tenaga pengajar yang berkualitas baik tentu akan berdatangan calon-calon pelajar dari berbagai pelosok negeri. Dengan demikian pondok pesantren akan berkembang seiring waktu.

Akhir dari keputusan keluarga tentang tarik-menarik ketika Hairul Anwar akan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. Satu sisi menghendaki Hairul Anwar supaya ke pondok pesantren sambil melanjutkan pendidikan formalnya supaya setelah lulus langsung memegang estafet pengasuh pondok pesantren. Satu sisi keluarga lagi menginginkan Hairul Anwar meneruskan pendidikannya ke lembaga formal saja. Agar tidak terjadi gesekan yang bisa membuat jalinan kekerabatan tidak baik antar keluarga, maka selanjutnya keputusan diserahkan sepenuhnya kepada Hairul Anwar.

Untuk itu Hairul Anwar memilih SMAN 1 Jember karena ia punyak banyak kerabat di kota itu. Lalu Hairul Anwar memberikan sebuah alasan lagi kepada mereka kenapa ia memilih SMAN 1 Jember, hal itu untuk mengukur kemampuan dirinya dalam bersaing dengan pelajar baru. Di Jember juga ada pondok pesantren yang bisa dimanfaatkan untuk belajar ilmu agama. Kapan-kapan Hairul Anwar bisa juga sembari menjadi santri tidak tetap.

Memang diantara beberapa keluarga besar Hairul Anwar ada yang kecewa dengan keputusan tersebut. Tapi Hairul Anwar tidak munafik, kalau hatinya berhasrat tidak melanjutkan ke pondok pesantren, maka tak mungkin baginya memaksakan ego itu. Kata hatinya, ia ingin membahagiakan orang tua dan kedua kakaknya sebagai wujud balas budi.

Hairul Anwar juga melemparkan opini yang realistis terhadap mereka. Bahwa dirinya bercita-cita mau menjadi anak saleh saja. Ia tak mau muluk-muluk. Kalau kelak ia ditakdir jadi dokter, namun harus menjadi dokter yang saleh, jadi insinyur yang saleh, jadi kiai yang saleh. Ciri-ciri dari anak saleh adalah taat kepada Allah SWT., jujur, hormat dan patuh kepada kedua orang tua, hormat dan patuh terhadap guru, setia kawan, serta menghargai sesama.

Misalnya seorang kiai. Kalau dasarnya bukan orang saleh, tentu ketika mendapat amanah dari umat, maka kemungkinan besar mereka akan menyalah-gunakan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Sebab kiai juga merupakan titel dari umat yang diberikan secara suka rela karena dedikasinya terhadap agama. 

Beda dengan gelar nabi yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Tentu yang terpilih menjadi nabi adalah manusia terbaik yang ada di muka bumi. Bersih hatinya dari niat tercela, sikapnya perwujudan akhlak mulia.

Hairul Anwar tidak mau pusing dengan urusan label. Dirinya senantiasa fokus pada pelajaran yang telah diberikan para gurunya. Apalah pentingnya label kalu nanti justru mencekik lehernya, membelenggu gerak langkahnya setiap detik karena takut label itu raib dari nama harumnya.

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...