Biografi Hairul Anwar Masa Kecil (Bagian 6 dari 8 Tulisan)

Hairul Anwar, owner Goa Soekarno Pasongsongan-Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Seiring perjalanan waktu, setelah lulus SDN Panaongan I (1986-1992), Hairul Anwar melanjutkan ke SMPN I Pasongsongan – Sumenep (1992-1995). Di SMP kecerdasan otaknya semakin kentara. Kemampuan mengingat (menghafal) pelajaran menjadi nilai lebih yang dimilikinya. Ia memiliki beraneka tips dalam menghafal rumus pelajaran. Ia lalu didapuk menjadi Ketua OSIS (1993-1994). Inilah awal mula Hairul Anwar memimpin organisasi sekolah yang siswanya ratusan orang. Dari sini pula terlihat kapabilitas Hairul Anwar menjadi seorang pemimpin.

Menurut teman-teman seangkatannya, Hairul Anwar dalam menyampaikan ide atau program di depan para siswa dan guru cukup matang, terarah, dan realistis. Visi dan misinya dijalankan sesuai dengan apa yang diamanatkan sebelumnya. Begitu juga dalam pemaparan konsep kerja organisasi cenderung sangat mudah dipahami, gamblang. Maka tak ayal capaian-capaian yang telah ditargetkan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sukses terselesaikan sangat baik.

Pada saat itu untuk menjadi kandididat Ketua OSIS adalah seorang siswa yang memiliki kapasitas mumpuni dalam banyak hal. Terutama ia harus menduduki rangking tiga besar. Memang bukan aturan baku. Namun kemampuan penyampaian kata sambutan di depan orang banyak menjadi parameter tersendiri untuk menjadi Ketua OSIS. Plus ia harus pintar dalam berorasi. Ini mengajarkan pada banyak pihak, kalau orang bodoh tidak pantas menjadi pimpinan apa pun. Sebab orang bodoh memimpin memakai unsur emosi/nafsu semata karena otaknya tidak jalan.

Bagi Hairul Anwar menjadi Ketua OSIS merupakan kenangan yang sangat berkesan dan menjadi barometer baginya dalam meniti hidup . Ia tidak mabuk karena menjadi siswa terbaik bisa menduduki jabatan Ketua OSIS, namun Hairul Anwar justru sibuk karena berkaitan pertanggungjawaban moral dititipi amanah teman-temannya.

Rasa percaya diri Hairul Anwar akan masa depannya menjadi modal dia untuk selalu bisa mempertahankan statusnya sebagai siswa terbaik. Dalam usia masih dini dia sudah bisa menjalankan roda organisasi sekolah dengan cukup baik. Ia mendapat banyak pujian lantaran sukses membawa biduk organisasi lebih maju. Banyak perubahan dan manuver yang Hairul Anwar kerjakan bersama pengurus lainnya sehingga decak kagum dewan guru bertambah yakin kalau lelaki berkulit kuning bersih itu memiliki potensi luar biasa dalam memimpin sebuah organisasi.

Salah faktor kunci sukses Hairul Anwar dalam memimpin organisasi adalah transparansi meliputi banyak hal. Terutama soal keuangan. Hairul Anwar sering mewanti-wanti pada pengurus organisasi sekolahnya agar tidak berlaku korupsi dalam penggunaan anggaran sekecil apa pun. Sikap ini mengajarkan kepada banyak pihak, terutama pemimpin, untuk tetap menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan amanah yang dipercayakan anggota kepadanya.

Belajar dari pengalaman ini, Hairul Anwar dapat memetik hikmah, bahwa seseorang yang menjadi pimpinan apa pun dan menjalankan amanah sesuai kesepakatan bersama tentu ia akan sangat disukai semua pihak. Lawan menjadi sungkan, kawan menjadi hormat. Baginya tak perlu berkoar-koar kalau dirinya sebagai pemimpin terbaik, tapi mereka akan sangat menghargai kita kalau berlaku amanah dalam banyak hal dan mengakomodir aspirasi mereka semua tanpa membeda-bedakan satu sama lainnya.

Maka tak berlebihan ketika Hairul Anwar melanjutkan ke jenjang pendidikan SMAN 1 Jember (1996 – 1997) masuk ke jajaran pengurus OSIS kembali. Eksistensi Hairul Anwar di lingkungan perkotaan lebih maju ketimbang tempat tinggalnya Kecamatan Pasongsongan, akan tetapi masih bisa berkompetisi dengan pelajar terbaik di Kota Jember. Kecerdasan Hairul Anwar sebagai pelajar terbaik masih bisa disandangnya. 

Walau bukan sebagai Ketua OSIS namun peranannya di organisasi terus bersinar cemerlang. Potensi ini menunjukkan kepada banyak orang kalau ia sebagai pelajar sudah bisa berkiprah dengan baik dalam jenjang pendidikan lebih tinggi dengan lingkungan pendidikan lebih banyak siswanya.


Tentu dewan guru di SMAN 1 Jember sudah mempertimbangkan dengan bijak akan kompetensi Hairul Anwar yang memiliki poin lebih dari pada siswa lainnya. Jiwa berorganisasinya mampu bersaing dengan pelajar asli Kota Jember, namun karena Hairul Anwar bukan kelahiran asli kota ini, plus karena pelajar satu-satunya dari Kabupaten Sumenep, maka secara otomatis para siswa yang mayoritas berasal dari Jember lebih memilih siswa asal sebagai ketua OSIS. 

Sentimen tanah kelahiran menjadi hal fundamental bagi pelajar untuk tidak memilih Hairul Anwar sebagai ketua organisasi sekolah. Tapi mereka tetap mengakui kalau Hairul Anwar sesungguhnya tetap lebih layak menjadi ketua OSIS.

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Komentar

Popular Posts

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

NU Abu-Abu Soal Imigran Yaman, Diam yang Justru Menggelapkan Akal Sehat

Indonesia Milik Siapa? Anekdot Klaim Aulia Tarim dan Nasab yang Merasa Paling Berhak