Kamis, 25 Juni 2020

Therapy Banyu Urip International Membuka Cabang di Sumenep

MS.Arifin (kiri) bersama Akhmad Jasimul Ahyak dari apoymadura.com


Apoymadura, Sumenep – CEO Therapy Banyu Urip (TBU) International, MS. Arifin lagi pulang kampung. Banyak teman-teman dari SMPN 1 Pasongsongan-Sumenep angkatan 1988 beranjangsana ke kediamannya, di kawasan Jalan Kiai Abubakar Sidik Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura. Karena MS. Arifin termasuk alumni juga.

“Terima kasih atas kunjungan Anda semua,” MS. Arifin menyambut para rekan-rekannya seraya berjabat tangan. Kamis (25/6/2020).

Lalu acara ramah-tamah pun berlangsung sangat akrab. Tidak ada yang berubah dari sosok MS. Arifin sebagai pengusaha sukses dalam bidang pengobatan alternatif. Sikapnya selalu merendah yang merupakan ciri khasnya sejak kecil.

Ketika apoymadura.com menanyakan tentang perkembangan bisnisnya di tengah pandemi Covid-19, sehubungan banyak pengusaha di tanah air menjerit akibat perusahaannya ditutup sementara waktu.

“Saya juga menginstruksikan pada semua cabang Therapy Banyu Urip International untuk mentaati protokol kesehatan. Tujuannya mencegah penyebaran virus corona. Namun sebagian cabang kami ada yang buka, terutama di luar negeri yang menyesuaikan situasi dan kondisi di negara masing-masing,” terang MS.Arifin.

Sedangkan kepulangannya ke tanah kelahirannya kali ini akan membuka lagi cabang Therapy Banyu Urip  International. Bertempat di rumah yang diperkirakan dibangun pada abad XVII, MS. Arifin sudah mulai merenovasi bagian depan rumahnya untuk dijadikan tempat praktek.


“Untuk cabang di Pasongsongan ini ada yang special. Sedangkan pengobatan Jum’at, Sabtu dan Minggu akan kami gratiskan. Ini cara Therapy Banyu Urip dalam berbagi terhadap sesama,” papar MS. Arifin lebih lanjut. (Yant Kaiy)

Mata Apoy Madura


Opini: Akhmad Jasimul Ahyak

Manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan yang ia miliki terhadap dirinya. Tuhan menciptakan segala bentuk tubuh dari beberapa organ baik mata, telinga, tangan, dan kaki, serta organ tubuh lainnya. Semua itu pasti berfungsi menurut  apa yang mau ia butuhkan.

Mata kita memiliki kemampuan untuk menangkap banyak informasi apa yang ada di sekitar kita, karena mata bisa mengirim sinyal ke otak sehingga bisa dapat melihat bentuk warna tekstur dan gerak. Mata juga bisa memainkan peran kursial pada hampir semua yang kita lakukan, sehingga mata memiliki banyak fungsi. Tergantung diri kita mau difungsikan ke hal yang negatif atau positif. 

Jadi  kita sadari bahwa kekurangan dan kelebihan yang kita miliki harus di syukuri. Dengan terciptanya seluruh organ tubuh hingga bisa membawa pemikiran, langkah, dan gerak prilaku sehingga saya bersama teman-teman bisa menciptakan suatu ispirasi melalui daya kerja otak sehingga tercipta suatu media yaitu “Apoy Madura”. Meski media ini tidak seberapa besar ketimbang media-media lainnya.

“Apoy Madura” menurut saya; adalah suatu nama yang pas media yang ada di Madura. Menurut arti “Apoy” mengandung makna perjuangan, semangat, dan menyala. Sedang “Madura” adalah madu dan rasa. Jadi dalam artian saya menciptakan rumah media membutuhkan perjuangan serta semangat yang menyala sehingga melepaskan cahaya rasa manis kepada seluruh masyarakat (penikmat dan pembaca).

Di mata media, Apoy Madura merupakan media komunikasi sebagai sebuah proses pertukaran informasi antara satu individu dengan individu lainnya dengan melalui pelantara tertentu dan diharapkan adanya Feedback dari individu yang menerima informasi tersebut. 

Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi merupakan sebuah proses yang melibatkan dua atau lebih orang dalam satu waktu. Mengenai sebuah komunikasi maka kita harus mengetahui definisi umum secara luas adanya paradigma kekinian. Kemanfaatan media ini oleh masyarakat penikmat atau si pembaca untuk digunakan sebagai alat untuk mengubah posisinya ke tempat yang lebih baik. 

Maka untuk itu media Apoy Madura membutuhkan sport dan dukungan kepada masyarakat Madura khususnya masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Sumenep, tak kalah pentingnya terutama masyarakat Pasongsongan.[]

*Akhmad Jasimul Ahyak seorang guru di MA Itmamunnajah Pasongsongan-Sumenep





Rabu, 24 Juni 2020

Air Mata Bahagia


 Pentigraf: Yant Kaiy

Meski Tonah selalu dikhianati oleh rekannya sendiri, namun pikirannya tak pernah merenda buat membenci mereka. Baginya, mereka belum mengerti benar tentang hidup sehat nan menentramkan jiwa gelisah yang pasti hinggap pada setiap jiwa. Bukankah segala perilaku akan kembali pada pribadi orang bersangkutan. Semua takkan tertukar.

Tonah berjuang sekuat tenaga mendobrak dinding keangkuhannya sendiri. Ia menyadari, bahwa persoalan hidup tidak akan pernah kering dalam tiap desah napasnya. Semua orang tahu akan hal ini. Namun masih sedikit orang menerapkannya dalam alam nyata.

Sesakit dan seperih bagaimanapun hatinya karena fitnah mereka, Tonah berusaha melepaskan diri dari belenggu kisruh. Ia tidak mempedulikan lagi siapa lawan dan kawan. Sepotong senyumnya senantiasa menyapa siapa saja.[]


Pasongsongan, 24/6/2020

Selasa, 23 Juni 2020

Relawan Hairul Anwar, Membuat Keder Lawan

Hairul Anwar, Ketua PSSI Sumenep

 Opini: Yant Kaiy

Aliansi “Relawan Hairul Anwar” adalah ancaman signifikan bagi lawan lantaran lahirnya kelompok ini dilatarbelakangi kesetiaan mereka kepada sosok populer Hairul Anwar. Mereka tergolong pendukung maniak, tak mudah ditumbangkan oleh seabrek janji manis. Mereka merupakan orang-orang yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Orang-orang yang ada didalam komunitas “Relawan Hairul Anwar” adalah mereka yang mendambakan ternatalnya pemimpin terhebat dan terbaik supaya Kota Keris Sumenep bisa menyejahterakan masyarakatnya nan berkeadilan. Kiranya seluruh lapisan rakyat Sumenep satu suara, memiliki cita-cita mulia seperti itu.

Tapi haluan mereka akan berbeda manakala filter perspektif tentang pemimpin ditelisik dari rekam jejak, kapabilitas, intelektualitas, pengalaman di lingkungan birokrasi, dan seluk-beluk selama berkarier di bidang pemerintahan, out-put tatkala ia berkarya bagi masyarakat luas, dan kualitas dalam mencari solusi dalam setiap warna problema. Elemen ini akan menjadi tolak ukur bagi pemilih didalam menetapkan suaranya. Dan semua elemen ini terdapat pada Fattah Jasin.

Maka setelah melewati proses kajian komprehensif, akhirnya aliansi yang di bawah kemudi Hairul Anwar ini menetapkan sikap akan menjatuhkan pilihannya kepada Fattah Jasin.

Mereka hakkul yakin, jika Fattah Jasin bisa membawa angin perubahan bagi kabupaten paling timur Pulau Garam Madura. Apalagi para pemilih millenial saat ini wawasannya amat cerdas. Baginya uang bukanlah magnet kuat menyedot perhatiannya.

Sedang peluang Fattah Jasin untuk meraup suara terbanyak, menurut para pemerhati politik akan didulang dari Relawan Hairul Anwar yang menyebar luas di setiap kecamatan, baik daratan dan kepulauan. Maka tak heran kalau Hairul Anwar didepak dari PAN. Ini sebagai bukti kuat kalau mereka sudah tahu persis jika kekuatan massa pendukung Hairul Anwar luar biasa besar. Dan kekuatan ini pula yang membikin lawan politiknya ketar-ketir.[]


Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Senin, 22 Juni 2020

Arah Politik Hairul di Pilkada Sumenep

Hairul Anwar, Ketua KADIN Sumenep

Apoy Madura, Sumenep – Hairul Anwar memang telah tersingkir dari Bacawabup Sumenep karena tidak mendapat rekomendasi dari DPP PAN, kendati dalam rapat pleno DPD PAN sebelumnya sudah bulat, kalau Hairul Anwar-lah yang akan diusulkan. Tapi Surat Keputusan itu tidak hinggap pada dirinya, melainkan jatuh ke tangan pasangan Fauzi-Eva.

“Saya yakin kalau Allah akan selalu menolong hamba-Nya yang didzolimi. Bagi saya, ini merupakan konspirasi politik. Hikmah dari itu semua, ternyata baru-baru ini saya didesak oleh para pendukung militan untuk membentuk aliansi Relawan Hairul Anwar. Saya pun mengakomodir keinginan mereka,” terang Hairul Anwar kepada apoymadura.com di kantornya, kawasan Jalan Basuki Rahmad Sumenep. Senin (22/6/2020).

Deklarasi Relawan Hairul Anwar menunggu pengukuhan pasangan Fattah Jasin dan wakilnya dalam minggu ini, tambah owner Goa Soekarno Pasongsongan-Sumenep. Relawan Hairul Anwar akan menjadi lokomotif utama dalam pemenangan Fattah Jasin.

Tatkala apoymadura.com menanyakan, kenapa arah politiknya harus ke Fattah Jasin?

“Fattah Jasin memiliki kapabilitas sangat meyakinkan. Beliau akan mampu membawa Sumenep menjadi lebih baik, lebih makmur dan lebih bermartabat serta lebih bijaksana dalam mengayomi seluruh rakyatnya. Saya lebih mencermati rekam jejaknya. Beliau figur pemimpin terbaik dan punya segudang pengalaman,” tandas Hairul Anwar bergairah.

Hairul Anwar lebih jauh mempertegas, kalau Fattah Jasin calon pemimpin ideal Sumenep yang akan sanggup menjawab segala tantangan.

“Masyarakat Sumenep akan bisa lebih jernih menggunakan akal pikirannya, siapa calon pemimpin terbaik saat ini. Maka sejatinya kita sebagai insan berhati nurani tidak akan terpengaruh atas rayuan dan iming-iming duit mereka. Saya akan menekankan pada Relawan Hairul Anwar tentang poin ini,” tegasnya lebih jauh. (Yant Kaiy)


Minggu, 21 Juni 2020

Relawan Hairul: Kekuatan Baru di Pilkada Sumenep 2020

Hairul Anwar, ST,MT.

 Opini: Yant Kaiy

Dengan lahirnya aliansi baru di putaran Pilkada Sumenep 2020, kini begitu kentara terasa di suasana peta politik Sumenep akhir-akhir ini, yakni dengan munculnya “Relawan Hairul Anwar”. Ternyata daya magis Hairul Anwar tetap sangat kuat menancap di hati mereka walau ia tidak termasuk dalam kandidat di kompetisi perebutan Bacabup dan Bacawabup Sumenep. Orang-orang yang ‘setia’ terhadapnya tetap menunggu dengan ikhlas vonis kemana arah politik Hairul Anwar akan bersandar.

Ini sebuah realita atas kegagalan Hairul Anwar mendapatkan restu dari DPP PAN maju menjadi Bacawabup Sumenep. Biarpun baginya tidak bisa melenggang ke arena Pilkada, namun tentu ia akan berbuat sesuatu yang berarti demi terwujudnya Sumenep yang adil, sejahtera, makmur dan maju menyongsong hari esok penuh harapan. Bagi Hairul Anwar tidak ada ruginya dirinya tidak lolos, itu tidak begitu penting. Ia pun tidak kecewa, lantaran ia tahu kalau dirinya didzolimi rekannya sendiri.

Perlu digarisbawahi, bahwa dalam batin Hairul Anwar sangat mendambakan Kota Keris Sumenep dipimpin oleh orang yang amanah dan jujur terhadap diri pribadinya dan rakyatnya. Tentu juga Kabupaten Sumenep harus bisa lebih baik dari hari ini.

Ini merupakan impian sederhana barangkali menurut banyak orang. Tapi di era sekarang, orang jujur dan berakhlak mulia sulit ditemukan. Maka bagi Hairul Anwar merupakan sebuah keniscayaan kalau aspirasi dirinya dan pendukung beratnya berlabuh pada dermaga yang baik. Kemudian dibangunlah satu komunitas dalam mewujudkan itu semua.

Lalu dipilihlah label “Relawan Hairul Anwar” sebagai produk dan wadah anyar untuk menjalin kerja sama dengan pasangan calon di Pilkada Sumenep nantinya.

Ini akan menjadi ancaman besar bagi rivalnya. Karena massa “Relawan Hairul Anwar” cukup merata di seluruh kecamatan yang ada di Sumenep, wabil khusus di Dapil IV (Kecamatan Pasongsongan, Ambunten, Rubaru dan Dasuk) yang merupakan pendukung fanatiknya.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com


Sabtu, 20 Juni 2020

Power PAN Pasca Terdepaknya Hairul Anwar

Hairul Anwar, kader PAN terbaik di Sumenep

 Opini: Yant Kaiy

Partai Amanat Nasional (PAN) telah meluncurkan Surat Keputusannya kepada pasangan Fauzi-Eva dalam Pilkada Sumenep 2020. Partai berlambang matahari terbit ini dinilai oleh banyak pengamat politik telah mengkhianati Hairul Anwar yang jelas-jelas dia adalah kader terbaik dan telah banyak berkorban untuk kepentingan partai.

Padahal sebelumnya dalam rapat pleno yang dihadiri semua DPC se-Kabupaten Sumenep, nama Hairul Anwar yang akan diajukan ke DPP PAN. Tapi yang mendapatkan rekomendasi justru bukan dari kader PAN. Ini menimbulkan kocar-kacir semua kepengurusan partai sehingga mereka terpecah menjadi dua kubu. Satu kubu kepada Fauzi-Eva, satu lagi tetap ‘setia’ kepada figur Hairul Anwar lantaran mereka sudah merasakan sentuhan lembut darinya sehingga PAN sangat disegani oleh partai-partai lainnya.

Tapi kini “taring” PAN sudah tidak tajam lagi di kabupaten paling timur Pulau Madura seiring terdepaknya Hairul Anwar. Menurut para pemerhati partai, itu dikarenakan prosentase organisasi keagamaan NU dan Muhammadiyah lebih banyak NU pengikutnya. Kalau warga Muhammadiyah pindah ke partai lain, jelas PAN akan sangat sedikit mendapat perolehan suara dari masyarakat.

Rupanya DPP PAN tidak menyadari, dengan menyingkirkan Hairul Anwar sebenarnya telah mengamputasi kaki dan tangannya sendiri. Kini kekuatan PAN di Kabupaten Sumenep sudah tidak terasa lagi. Kalaupun ada ombak, itu hanya buih di lautan saja. Sungguh sangat disayangkan. Nasi sudah jadi bubur.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com


Senja Tak Berbekas


Cerpen: Akhmad Jasimul Ahyak

Kembali aku diam, namun aku mendengar, aku melihat, dan aku menyimpan di tempat yang paling dalam tentang rindu pada seorang perempuan yang dulu aku kenal.

Sedikit berbicara tentang kekasih, dulu waktu saya masih sekolah SMA memiliki pacar, namanya Supriyati, dan aku sering memanggilnya Pri, awal kita menjalin hubungannya sejak aku masih SMA kelas X, sedang mereka masih SMP kelas IX . dia adalah anak seorang pejabat Perhutani, dan kebetulan dinas di daerah tempat tinggal saya, kekasihku Pri sangat baik dan sederhana, sedikit kelihatannya agak nakal, tapi dia berbakti sama kedua orang tuanya sehingga aku membuat jatuh hati kepadanya, tubuhnya tinggi, rambutnya tidak begitu panjang, namun bola matanya yang sayu sendu bagai sinar bulan yang sedikit tertutup awan malam. Mengingat tentang sedikit cerita kenapa saya dan Pri tidak terjadi jodoh, dan tidak bersama lagi.

Selama menjalin hubungan kurang lebih 2 tahun, ada banyak hal bahagia dan sedih yang dilalui bersama, saat-saat bahagia, saat-saat mengecewakan yang tetap ku anggap hal yang begitu indah karena kita lalui bersama Pri, dan itu sangat berbekas dalam ingatan, Pri sangat pengertian, suka membuatku senang, kadang setiap harinya dia membuatku tertawa, karena tingkah lakunya yang juga agak tomboy. 

Dia sering membuatku terkesan dengan apa yang dia lakukan, terima kesederhanaannya. Pada saat itu aku merasa laki-laki yang paling bahagia di dunia karena Pri selalu bersamaku, apalagi saat kita bersama berangkat ke sekolah. Hal yang tak bisa kulupakan saat kala aku tidak punya uang untuk ongkos naik taxi ke sekolah, dia yang selalu memberiku uang untuk bayar taxi, karena sekolahku jauh, sedang sekolah Pri hanya sekitar daerah aku.

Pada saat pagi itu, pas hari ahad, merupakan hari libur bagi semua sekolah, dia si Pri mengajakku jalan-jalan untuk menghirup udara pagi ke suatu tempat yang tidak jauh dengan sekolahnya Pri. Pagi itu juga banyak teman-teman Pri yang juga jalan-jalan pagi, kita berdua tidak ada rasa malu dan sungkan karena teman-teman Pri sudah tau bahwa aku adalah pacarnya. 

Pada saat itu mendung ingin hujan, sedangkan aku dan Pri masih duduk di tepian pasir pantai yang tidak jauh dengan sekolah Pri. Dia menghampiriku karena gerimis sudah membasahi tubuhnya. “Mas sudah gerimis ayo kita pulang” tandas Pri. 

“jangan pulang sekarang Pri, ini masih gerimis, tunggu dulu, saya membawamu ke suatu tempat untuk berteduh” kataku. “ke mana mas”, katanya padaku. “Sabarlah”, sambil aku menarik tangan Pri, lari-lari kecil menuju pohon besar untuk sekedar berteduh. “bagaimana sudah tidak kena gerimis lagi”, kataku pada Pri.

Kembali aku berdua duduk lagi di bawah pohon yang sangat rindang, Pri tersenyum, dan aku pun mengelus-elus kepala Pri. Aku melihat mata Pri tidak berkedip karena menyaksikan pemandangan pantai yang sangat asri, kala itu masih gerimis membasahi wajah Pri. Aku pun memberanikan diri memegang tangan Pri, saat itu juga kita berdua saling ucap janji untuk selalu bersamanya.

“Aku harap, saat-saat seperti ini akan selalu terjadi sampai kita tua nanti, jadi tolong tetaplah bersamaku Pri ku”.
“apakah kau tidak takut sakit, ketika di waktu tua kita masih bermain di bawah gerimis hujan”, kata Pri
“Kenapa aku harus takut sakit Pri, aku selalu bahagia jika itu tentangmu,bukanlah bahagia lebih penting dari segalanya”, kataku, sembari aku masih tetap menggenggam tangannya.
“Tapi aku tidak suka berdua di bawah gerimis hujan”. Memang kenapa, bukankah hal seperti ini yang membuat kita lebih dekat Pri”.bukan  seperti itu kata Pri. “tapi aku tidak biasa melihatmu dengan jelas, melihat senyummu karena tertutup gerimis hujan mas, aku suka pada suasana yang bisa membuatku lebih dekat dan jelas ketika bersamamu, pada saat senja”.

Setelah itu, Pri selalu membawaku untuk melihat senja di pantai, saat-saat indah yang kita lalui bersama, pada setiap kali aku melihat dan menikmati senja, pundaknyalah yang menjadi salah satu tempat ternyaman, senja yang makin larut maka makin tampak warna meronanya, yang indahnya bersaing dengan senyum merona milik Pri, pada saat itu, pada saat senja, doaku selalu melangitkan harapan agar kutetap menikmati saat-saat seperti ini bersamanya hingga waktu tua, sembari bersandar di pundak lesunya.

Setelah pelulusan SMA, saya memutuskan untuk mencari kerja, sedangkan Pri setelah lulus SMP akan melanjutkan lagi ke SMA, perasaan tidak rela memang kurasakan sebab baru kali ini saya dan Pri berjauhan dengan waktu yang lama, dan pastinya akan ada hari-hari penuh rindu yang akan saya lalui. Setelah setahun lebih kita menjalaninya, ada saja dinamika yang terjadi. Sampai saat ini Pri tak ada kabar. 

Pada saat itu tepat hari ulang tahun saya, Pri tak memberikan kabar, apalagi ucapan romantis, beribu tanya yang timbul dalam benakku. Aku cuman pasrah dengan keadaan, mungkin Pri tidak membutuhkan aku lagi.

Pada suatu hari, pas pukul 12.00 WIB, Pri menelpon, ingin bertemu sore ini, di tempat biasa. Tiba di tempat biasa, di sore hari tepatnya waktu senja. Pri menungguku sesekali melemparkan senyum padaku, tatapan kali ini senyumannya berbeda, seperti senyum yang menyembunyikan sesuatu, kuhampiri dia dengan perasaan tak menentu, antara bahagia karena bertemu dengannya dan perasaan kecewa dia tak pernah ada kabar. “Apa kabar Pri, kau makin cantik saja”, kataku sambil berbicara lirih padanya.

“Bicara apa yang ingin kau katakan” kataku dengan lembut padanya. “Maafkan aku mas beberapa hari aku tak memberiku kabar apalagi memberi sesuatu di hari ulang tahun kamu mas”
“Maafkan aku mas aku salah, saat ini saya ingin membicarakan tentang hubungan kita mas, karena ada hal yang ingin aku katakan sama kamu mas. 

Setelah Pri mengutarakan bahwa ingin melanjutkan sekolah SMA ke Jawa, karena ikut bapaknya sebab tigas bapaknya, dalam minggu ini mau di pindah ke kampung halamannya yaitu di Jawa, maafkan aku ya mas”, sambil kulempar pandangan pada senja. Pri kemudian menggenggam tanganku, sambil menyandarkan kepalanya di pundakku, sembari bersua dengannya dan memandangi senja warna sendunya kala itu.
“Apakah ini senja terakhir yang akan kita nikmati bersama mas”, Tanya Pri kepadaku. “yah senja terakhir yang kita nikmati sebagai sepasang kekasih”, cetusku

Memang benar, senja kali ini adalah senja terakhir yang kita nikmati bersama, sebab sekarang Pria sekeluarga mau indah ke kampung halamannya di Jawa, karena demi kedua orang tuannya, kerelaan hatilah yang membuat kita berpisah, harapanku kepadanya semoga Tuhan masih mempertemukan kita berdua, serta kelak dia menjadi seorang perempuan yang sukses.

Senja seperti apalagi yang kau minta, sedangkan aku kembali terjebak dengan rasa ini, rindu yang kini mulai hidup dan bersinar, kini menjadi layu dan mati, mengakar kuat di jantung hati. Meski aku tak berani lagi berharap seperti dulu, masih bolehkah aku merindumu?, ataukah engkau benar-benar pergi dari cintaku?. 

Tanpamu hatiku hampa, harusnya ruang kosong ini ringan di rasa, namun ternyata semakin sesak dalam dada. Ini bukan kesalahan kita, juga bukan kebenaran. Darimu kutemukan bahagia, darimu pula kutemukan luka, dan air mata. Kini hatimu semakin jauh, bahkan bayangmu pun tak mampu aku sentuh, apalagi pelukmu. Mungkin untukku rindumu sudah tak utuh.

Itulah sedikit cerita mengenai kenangan yang indah bersama Supriyatiku, hal yang kupetik dari ceritaku bersama Supriyatiku, dan cerita ini adalah merupakan pendewasaan dan hati yang lapanglah membawa kita pada bahagia yang semestinya. Jadikanlah masa lalunsebagai guru yang terbaik untuk menjadi murid paling bijaksana di hari ini dan masa nanti.


Pasongsongan, 20/6/2020

Editor: Yant Kaiy

Jumat, 19 Juni 2020

Manuver Politik Jelang Pilkada Sumenep 2020



 Opini: Yant Kaiy

Awal Juni 2020 kali ini, para politikus di Kota Keris Sumenep mulai menggiring opini publik supaya mereka hanyut dalam perangkap pembenaran dirinya atau kepentingan terselubung. Ada pula wacana membingungkan dari para tokoh partai politik sehingga menciptakan kegamangan signifikan di tengah-tengah masyarakat dalam menjelang fase New Normal. Beragam statemen dari mereka pun mampu menatalkan nuansa tendensi sensani sedikit kentara.

Ada pula yang memaksakan diri melontarkan komentar over acting sehingga terkesan konyol dan lucu. Sangat disayangkan memang. Meskipun tentu para politkus itu sudah bisa memahami, bahwa saat inilah kans terbaik untuk mendapatkan atensi dari seluruh unsur masyarakat. Utamanya mereka yang akan berkompetisi di Pilkada Sumenep 2020 nanti.

Walau saat ini adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan perhatian lebih dari semua warga Sumenep, namun etika politik akan menjadi kajian berarti bagi para pemilih. Sebab dalam mencuri hati masyarakat perlu adanya politik santun.

Namun ada juga seorang politikus bersikap biasa-biasa saja. Tidak menampakkan riak strategi ke tengah-tengah publik, tapi ia tetap bergerilya merapatkan barisan kepada komunitasnya.

Itulah warna-warni politik menjelang Pilkada Sumenep 2020. Dan ini wajar-wajar saja, sebagai wujud promosi diri agar terpilih nanti.

Kita berharap agar putaran Pilkada Sumenep kali ini berlangsung aman dan baik. Sehingga kita bisa memperoleh pemimpin sesuai aspirasi. Mulai sekarang semua akan bisa menakar poin lebih pada sosok pemimpin yang dikehendaki berdasarkan hati nurani.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com


Rabu, 17 Juni 2020

Puisi: Akhmad Jasimul Ahyak



Menjemput Bulan

Malam yang pucat ingin menjemput fajar
Kini langit tergurat benih cinta
Telah ditebar pada bulan yang didandani matahari
Sedang aku mengikuti perjalanan sepotong senja
Di atas tebing retak dan berkarat
Tuk menjemput kasih...
Yang lelap tertidur di atas bulan
Bersama malam syahdu penuh rindu

Malam kini mengecup hening kening kasih
Terlihat air mata bening mengalir sepanjang kering
Bulan pun redup, cahayanya menghampiri seseorang
Yang memeram cinta dalam kelamaan
Kini embun kasih membasahi ubun
Mendekap rembulan bersimpuh raga
Pada kalam-kalam rindu

Mata malam menyibak pelataran langit
Bulan pun menangis...
Karena cinta akan dipanggul ke lembah puncak bukit
Ada tetesan air mata mengalir, di jejak pengusiran
Yang terukir disepanjang retakan tebing
Lalu kau dan aku tercipta kembali
Di lepas sang bulan penuh kasih.


Pasongsongan, 2020

Selasa, 16 Juni 2020

Amanah


Pentigraf: Yant Kaiy

Berasal dari kampung terpencil yang mayoritas lingkungannya mengais rejeki jadi petani dan kuli bangunan, Tonah terdidik sedari kecil untuk senantiasa amanah hidup di dunia dalam banyak hal. Begitu yang selalu diajarkan oleh ustadz di sekolah Madrasah Diniyah. Sedangkan pendidikan formalnya hanya sampai di bangku SMP

Lalu Tonah pindah ke kota, bekerja jadi buruh pabrik perusahaan rokok. Diantara sekian ribu karyawati hanya ia yang tidak pegang hape android. Saat jam istirahat makan siang, teman-temannya memanfaatkan waktu untuk bersosial media. Tapi tidak dengan Tonah, sehabis makan ia langsung menunaikan kewajibannya sebagai muslim, menunaikan sholat dhuhur. Setelah itu langsung kerja lagi.

Etos kerja tinggi dan disiplin waktu, akhirnya gaji Tonah meroket naik ketimbang karyawati lainnya. Cemburu sosial mereka pun tak terkendali. Mereka kemudian merencanakan agar Tonah bisa mengalami kecelakaan saat pulang kerja naik sepeda motor. Dan itu benar-benar menimpanya.[]


Pasongsongan, 16/6/2020

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...