Puisi: Akhmad Jasimul Ahyak



Menjemput Bulan

Malam yang pucat ingin menjemput fajar
Kini langit tergurat benih cinta
Telah ditebar pada bulan yang didandani matahari
Sedang aku mengikuti perjalanan sepotong senja
Di atas tebing retak dan berkarat
Tuk menjemput kasih...
Yang lelap tertidur di atas bulan
Bersama malam syahdu penuh rindu

Malam kini mengecup hening kening kasih
Terlihat air mata bening mengalir sepanjang kering
Bulan pun redup, cahayanya menghampiri seseorang
Yang memeram cinta dalam kelamaan
Kini embun kasih membasahi ubun
Mendekap rembulan bersimpuh raga
Pada kalam-kalam rindu

Mata malam menyibak pelataran langit
Bulan pun menangis...
Karena cinta akan dipanggul ke lembah puncak bukit
Ada tetesan air mata mengalir, di jejak pengusiran
Yang terukir disepanjang retakan tebing
Lalu kau dan aku tercipta kembali
Di lepas sang bulan penuh kasih.


Pasongsongan, 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Mitos Uang Bernomer 999

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1