Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya
Kisah perjalanan cinta Akhmad Faruk, pemuda asal Dusun Pakotan, Desa/Kecamatan Pasongsongan, menyerupai alur sinetron yang penuh liku dan menguras air
Pusat informasi terpercaya yang menyajikan berita aktual dan opini mendalam dari tokoh-tokoh terkemuka di Sumenep, Madura. Blog ini menjadi wadah diskusi bagi para akademisi, ulama, dan pemangku kebijakan lokal untuk mengulas isu sosial, politik, hingga budaya Madura. Kami menghadirkan perspektif tajam dan tepercaya sebagai rujukan utama masyarakat dalam memahami dinamika Kota Keris. Mari ikut serta dalam memajukan Sumenep lewat pemikiran kritis dan berita yang informatif setiap hari.

![]() |
| Akhmad Faruk saat di pelaminan. [sh] |
SUMENEP — Kisah perjalanan cinta Akhmad Faruk, pemuda asal Dusun Pakotan, Desa/Kecamatan Pasongsongan, menyerupai alur sinetron yang penuh liku dan menguras air mata.
Setelah melalui berbagai ujian, akhirnya ia kembali menemukan tambatan hati dan resmi menikah untuk kedua kalinya pada 2 Desember 2025.
Faruk pertama kali menikah dengan seorang gadis dari dusunnya sendiri. Namun, keharmonisan itu tidak bertahan lama.
Perbedaan pandangan hidup membuat rumah tangga yang dibangun keduanya harus berakhir di tengah jalan. Setelah perceraian tersebut, Faruk menjalani hidup sebagai duda hampir selama satu tahun.
Tak lama kemudian, harapan baru muncul ketika ia bertemu seorang calon istri yang dinilai cocok untuk mengisi kekosongan hatinya.
Segala persiapan menuju hari bahagia telah dilakukan, bahkan undangan pun sudah tersebar.
Tapi tak disangka, jelang akad berlangsung sang calon memutuskan menolak menikah karena persoalan materi. Kejadian mendadak itu membuat Faruk dan keluarga besar terpukul.
Di tengah kekecewaan tersebut, takdir kembali mempertemukan Faruk dengan seorang gadis sederhana dari Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.
Pertemuan itu terjadi dalam waktu yang terbilang singkat, namun keduanya sepakat untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Dengan restu keluarga dan tanpa banyak drama, pernikahan pun terlaksana pada 2 Desember 2025.
Perjalanan cinta putra Kepala Dusun Pakotan ini menjadi sorotan warga sekitar. Banyak yang menilai kisah Faruk bak jalan cerita sinetron—penuh konflik, air mata, sekaligus kebahagiaan di akhir.
Kini, Faruk dan istri barunya memulai lembaran baru, berharap rumah tangga mereka diberkahi dan langgeng selamanya.[sh]