Postingan

Kisah King dan Pelabuhan Pasongsongan

Gambar
Amaniyah Tahir (foto: Yant Kaiy) Apoymadura, Sumenep – Cerita tentang King yang berasal dari Tiongkok Tibet sangat kental mewarnai nuansa keragaman sosial-budaya masyarakat di Pasongsongan. Dari harmonisasi kemajemukan inilah akhirnya memunculkan kemajuan perekonomian amat pesat di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pamekasan. Amaniyah Tahir, salah seorang keturunan king bertempat tinggal di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep punya cerita tentang nenek moyangnya. “Menurut cerita orang tua, King adalah leluhur peranakan Cina yang ada di Pasongsongan. King dan keluarganya mendarat di Pelabuhan Pasongsongan sekira abad XVII. Kemudian ia melakukan aktivitas bisnis. King merajai perniagaan hingga akhirnya berangkat naik haji ke Tanah Suci, Mekah,” terang Amaniyah Tahir pada apoymadura.com. Rabu (29/7/2020). Ini jelas ada korelasi yang menunjukkan kepada khalayak luas kalau Pelabuhan Pasongsongan merupakan pelabuhan termasyhur dan ra...

Dampak Penggunaan Tikar Daun Lontar

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Diperkirakan pertengahan Agustus 2020, panen tembakau di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura sebentar lagi akan dimulai. Cuaca sepertinya agak bersahabat dengan tidak turun hujan, tentu akan menambah kualitas tembakau lebih baik. Harapan banyak petani, harga tembakau kali ini tidak anjlok seperti tahun kemarin. Dimana petani mengalami kerugian cukup parah dengan harga tembakau rajang berkisar Rp 10.000,- per kilogram. Alih-alih mau mendapat keuntungan, modal yang dikeluarkan hanya kembali separuh. Dibalik proses hasil tembakau, biasanya tembakau rajang akan dibungkus tikar yang terbuat dari daun lontar. Kita tentu tahu kalau daun lontar diambil dari pohon siwalan yang keberadaannya saat ini sudah sedikit. Hal ini membuat harga tikar menjadi mahal. Kalau tahun lalu berkisar Rp 50.000,- per satu tikar. Setelah sampai di gudang pabrikan rokok, tikar pembungkus itu dibuang begitu saja. Sangat disayangkan. Kalau saja pembungkus tembakau raja...

Pembelajaran Daring dan Literasi SDN Pasongsongan IV

Gambar
Haji Akh. Busri, S.Pd, M.Pd. Kepala SDN Pasongsongan IV Apoymadura, Sumenep – Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan SDN Pasongsongan IV Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep ternyata tidak mengalami kendala berarti. Semua berjalan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep selama pandemi Covid-19. “Pembelajaran daring di SDN Pasongsongan IV dilaksanakan oleh dewan guru di sekolah. Sedangkan para murid tinggal di rumah masing-masing. Lewat aplikasi WA, guru memberikan materi pelajaran kepada semua anak didiknya,” terang Kepala Sekolah SDN Pasongsongan IV Haji Akh. Busri, S.Pd, M.Pd kepada apoymadura.com. Minggu (26/7/2020). Pernyataan ini sekaligus menepis isu kalau semua peserta didiknya masuk ke sekolah. Yang benar, semua guru yang masuk ke sekolah dan para murid tetap di rumah mengikuti pelajaran yang diberikan gurunya secara online. Literasi Sekolah Untuk mengisi waktu luang, dewan guru di SDN Pasongsongan IV melaks...

Therapy Banyu Urip Pusat Madura Berbagi

Gambar
Yant Kaiy dari apoymadura.com (kiri) dan MS.Arifin Apoymadura, Sumenep – CEO Therapy Banyu Urip International, MS. Arifin pulang kampung halaman dalam rangka mau berkurban sapi di Hari Raya Idul Adha. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kurban sapi dilaksanakan di dua tempat, yakni di Yogyakarta dan Sumenep Madura. “Bagi saya, menyembelih hewan kurban wajib hukumnya untuk seorang muslim yang berkecukupan. Ini saya lakukan dalam rangka berbagi terhadap sesama,” ujar MS. Arifin tidak terkesan menyombongkan diri. Dijumpai di rumahnya yang asri, Jalan Kiai Abubakar Sidik, Depan Bank Jatim Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, MS. Arifin mengatakan kalau kedatangannya selain berkurban, dia juga akan merenovasi rumah yang baru dibelinya. “Nantinya rumah ini selain menjadi tempat tinggal bagi kami, juga akan dijadikan rumah sehat. Tempat therapy bagi pasien. Tidak harus menunggu grand opening, mulai saat ini bila ada orang sakit, langsung saja datang ke sini. Atau bi...

Kekuatan Paslon Fattah Jasin-Kiai Fikri

Gambar
Hairul Anwar (kiri) dan Nyai Mila (kanan) Catatan: Yant Kaiy Dari banyak media online diberitakan, kalau Nyai Mila akan menjadi daya gedor anyar aliansi Relawan Hairul Anwar. Beliau dipercaya  sebagai Ketua Tim Relawan Hairul Anwar For Fattah Jasin. Kabar ini semakin membuat pasangan calon (Paslon) Fattah Jasin-Kiai Fikri mendapat keyakinan bisa merebut suara terbesar dari Pilkada Sumenep 2020 kali ini. Ini tentu surprise. Nyai Mila atau nama lengkapnya Wafiqoh Jamila adalah mantan istri Kiai Haji A. Busyro Karim (Bupati Sumenep). Jelas dia dipercaya menjadi poros terdepan membawa perempuan Sumenep memilih Fattah Jasin-Kiai Fikri. Sedangkan kepastian deklarasi perempuan da’i ini tinggal menunggu saat yang tepat. Menurut para pengamat politik, Nyai Mila akan menjadi motor vital dalam kampanye nanti. Karena beliau ahli dalam berceramah. Semua orang tahu, jikalau tokoh agamawan bagi sebagian besar warga masyarakat Sumenep merupakan corong terbaik mempengaruhi minds...

Menyikapi Maraknya Pesta Pernikahan di Pasongsongan

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Sepuluh hari terakhir di Juli 2020 mulai marak pesta pernikahan di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura. Itu bisa terdengar dari suara sound system dari beberapa penjuru desa. Padahal dari beberapa kantor pemerintah dan swasta masih tetap menerapkan protokol kesehatan. Sekolah-sekolah juga ditutup. Lantaran pemerintah pusat masih belum memberi aba-aba kalau situasi sudah masuk ke zona new normal. Realita ini terkesan ada rasa tidak percaya dari masyarakat terhadap pernyataan gugus tugas penanganan Covid-19, kalau virus corona masih ada dan mengancam jiwa warga masyarakat. Beberapa alasan mengalir lantaran disinyalir ada kebohongan dari sekian episode pasien Covid-19. Ada pula kejanggalan-kejanggalan yang mereka temukan berdasarkan cerita dari mulut ke mulut. Entah kenapa masyarakat lebih percaya kabar tidak jelas (abu-abu) dari pada pernyataan resmi dari pemerintah. Dinamika ini sejatinya menjadi kajian bersama dan bisa menarik benan...

Lagu Lama Pabrikan Rokok di Madura

Gambar
Seorang petani tembakau di Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan-Sumenep. Catatan: Yant Kaiy Seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu saja gudang pembelian tembakau di Sumenep dan Pamekasan melakukan manuver politik dagang tidak adil. Tidak berpihak pada kaum petani tembakau. Senantiasa mau enaknya sendiri. Bahkan, petani selalu menjadi objek permainan mereka. Sungguh ironis. Tapi itulah yang terjadi dan tetap berlaku dari dulu hingga kini. Ketika panen tembakau hanya satu dua orang biasanya harga mengikuti anjuran pemerintah daerah setempat, sesuai kesepakatan sebelumnya. Namun ketika panen tembakau sudah banyak, harga kemudian turun. Petani pun pasrah karena tidak mungkin tembakau rajangan itu dibuat rokok sendiri. Parahnya lagi gudang pabrikan rokok tutup dengan alasan kebutuhan tembakau sudah terpenuhi. Permainan ini tentu akan sangat mengiris hati nurani sang petani. Sebab tidak sedikit biaya seorang petani yang digelontorkan sejak mulai menanam hingga pan...

Pelangi Covid-19 di Pasongsongan

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Kerinduan peserta didik dan dewan guru pada kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak dapat terbendung lagi. Diantara mereka tidak bisa lagi menyembunyikan keinginannya masuk kembali ke lembaga pendidikannya. Setelah sekian lama terkurung dalam protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dengan alasan demi keselamatan bersama. Pro-kontra di masyarakat akar rumput tentang gonjang-ganjing virus corona memantik keresahan amat serius. Hampir empat bulan masyarakat berada di bawah bayang-bayang hitam Covid-19. Fenomena itu ternyata pada awalnya saja, tapi pada episode terakhir (medio Juli 2020) sebagian besar masyarakat jemu membicarakannya. Seolah ketakutan mereka sudah luntur tergerus informasi simpang-siur. Akan tetapi lembaga pendidikan swasta dan negeri, baik tingkat TK sampai SMA di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tetap tidak mengadakan pembelajaran tatap muka, melainkan pembelajaran daring dari rumah masing-masing dengan model interaktif ...

Dilema Petani Tembakau Pasongsongan Sumenep

Gambar
Tanaman tembakau milik seorang warga Desa Pasongsongan Catatan: Yant Kaiy Diperkirakan akhir Agustus 2020 panen tembakau di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan segera dimulai. Gonjang-ganjing tentang adanya beberapa pabrik rokok yang takkan membeli tembakau Madura, ternyata tak membuat kendor semangat para petani. Mereka tetap bergairah dalam menanam tembakau seperti tahun-tahun sebelumnya. Warga masyarakat Desa Pasongsongan yang melakukan penanaman tembakau meliputi Dusun Sempong Barat dan Dusun Sempong Timur. Kendati demikian, sebagian dari mereka ada yang membeli tembakau dari luar Pasongsongan. Kemudian mereka merajangnya. Sebenarnya lahan penanaman tembakau di dua dusun ini masih banyak yang tidak ditanami. Alasan dari mereka karena faktor air. Umumnya mereka mengambil air dari sumur yang kedalamannya berkisar 20 meter. Tapi airnya tidak cukup. Beruntunglah kemarin hujan turun dua kali sehingga tanaman tembakau mereka tampak lebih baik ketimbang tah...

Inovasi Kades Pasongsongan AS Harianto

Gambar
Kades Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto Catatan: Yant Kaiy Terobosan mengesankan Kepala Desa (Kades) Pasongsongan Kabupaten Sumenep, Ahmad Saleh Harianto, S.Pt sangat mendapat apresiasi luar biasa dari segenap warganya. Walau masih belum genap satu tahun menjabat, Kades AS Harianto sudah melakukan beberapa renovasi dan pembangunan sarana dan prasarana. Mulai dari pembangunan jalan ke beberapa pelosok dusun, pembenahan Balai Desa, kedisiplinan dan instruksi peningkatan pelayanan aparatur desa terhadap semua warga masyarakatnya yang tidak tebang pilih, efisiensi anggaran sesuai peruntukannya yang diambil dari Dana Desa. Semua bergerak menciptakan nuansa baru demi satu tujuan, kemajuan desa untuk kesejahteraan bersama. Atensi dari Kades AS Harianto melahirkan harapan baru menjanjikan. Bahkan tidak lama lagi akan segera dibangun swalayan BUMDes yang letaknya begitu strategis, simpang tiga menuju Pelabuhan Pasongsongan. Diharapkan dengan dibukannya swalayan ini dapat membe...

Sistem Tangkap Ikan Nelayan Pasongsongan

Gambar
Kusmawardi, tokoh nelayan Desa Padangdangan Kecamatan Pasongsongan-Sumenep Apoymadura, Sumenep – Nelayan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura dikenal sebagai nelayan tangguh dan pemberani. Menurut para tokoh sejarah, sebelum abad XV nelayan-nelayan Pasongsongan sudah pernah sampai ke daerah Aceh, Sulawesi dan Kalimantan. Karena hasil tangkap ikan nelayan Pasongsongan melimpah, lalu para pedagang banyak melakukan transaksi ikan di pelabuhan. Lambat laun pelabuhan pesisir Pasongsongan mulai banyak diperbincangkan banyak orang keberadaannya. Oleh sebab itu, kemudian para pedagang dalam dan luar negeri singgah di pelabuhan pantai Pasongsongan, menjajakan dagangannya. “Hingga saat ini hasil tangkap ikan nelayan Pasongsongan terbilang yang terbesar di Madura. Tapi sayang di Pasongsongan tidak ada pengolahan hasil ikan,” komentar Kusmawardi, seorang tokoh pengamat kelautan berasal dari Desa Padangdangan Kecamatan Pasongsongan Sumenep kepada apoymadura.com. Seni...