Selasa, 31 Januari 2023
Maulid Nabi yang Haram
Jumat, 27 Januari 2023
Pasukan Pengumpul Amal Masjid Pinggir Jalan Raya Marak di Madura
Tips bagi pengumpul amal
Sabtu, 21 Januari 2023
Penjual Belos dan Pengemis
![]() |
| Belos merupakan penganan khas Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy] |
Rumah Pengemis Mirip Istana
Pekan lalu, istri mengajak saya beranjangsana ke rumah temannya semasa kuliah di daerah Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Belum sampai tempat tujuan, hujan lebat tiba-tiba mengguyur bumi. Saya tepikan sepeda motor di pintu gerbang mirip rumah sultan.
Rabu, 18 Januari 2023
Berita dan Informasi Jalan Rusak Terkini dan Terbaru Hari ini – apoymadura.com
![]() |
| Jalan rusak di sebelah timur Kantor Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Pamekasan. [Foto: Yant Kaiy] |
PAMEKASAN – Akibat curah hujan sangat tinggi dan berlangsung
lama, membuat sebagian ruas jalan yang menghubungkan Desa Dempo Timur dan Desa
Dempo Barat Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan mengalami rusak parah. Menurut
informasi salah seorang warga masyarakat setempat, hujan turun mulai pukul
17.00 WIB hingga pukul 22.15 WIB. Kamis (19/1/2023).
Jurnalis apoymadura.com mengamati dari dekat rusaknya sarana jalan tersebut cukup parah. Jalan yang rusak tersebut karena tergerus aliran air begitu deras. Irigasi tidak bisa menampung air hujan dari dataran tinggi. Akibatnya pelengsengan jebol sehingga jalan diatasnya ikut terbawa aliran air.
![]() |
| Jalan rusak di sebelah barat Wamira Mart Desa Dempo Barat Kecamatan Pasean Pamekasan. [Foto: Yant Kaiy] |
Jalan rusak parah pertama di sebelah timur Kantor Desa Dempo Timur. Tumpukan material dan tanah memenuhi ruas jalan. Adanya air yang terus mengalir menyebabkan jalan jadi licin.
Yang kedua di sebelah barat toko modern, Wamira Mart, Dempo Barat. Di jalan ini tersisa separuh, hanya satu jalur.
Disarankan bagi pengendara roda dua dan roda empat untuk berhati-hati apabila melintas di jalan tersebut. Banyaknya kerikil dan tanah di sepanjang jalan rawan akan terjadinya kecelakaan lalu lintas. [kay]
Orang Madura Perlu Tahu, Ini Kaidah Ejaan Kata Bahasa Madura yang Benar
Catatan: Yant Kaiy
Salah
seorang teman guru SDN Panaongan 1 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
mengirimkan daftar kata bahasa Madura yang sesuai kaidah. Ini penting, sebagai orang
Madura semestinya dalam menuliskan kata-kata sesuai dengan ejaan yang benar.
Semoga
kedepan kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama
dalam bersosial media yang acapkali salah menuliskan ejaan sesuai kaidah. Berikut
daftar kata bahasa Madura yang dimaksud.
Selasa, 17 Januari 2023
SKJ SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep
![]() |
| Agus Salim,S.Pd melatih SKJ siswa kelas 4 SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. [ Foto: Yant Kaiy] |
Haji Rusdi Nilai Positif Kinerja Kepala SDN Panaongan 3
![]() |
| Haji Rusdi (2 dari kiri), Agus Sugianto (3 dari kiri) dalam acara Sosialisasi Dampak Narkoba di SDN Panaongan 3 Pasongsongan. [Foto: Yant Kaiy] |
SUMENEP - Pengawas TK/SD UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, Haji Rusdi mengapresiasi kinerja Kepala SDN Panaongan 3 dalam menggelar acara Sosialisasi Dampak Bahaya Narkoba di sekolah tersebut. Selasa (17/1/2023).
Hadir dalam acara tersebut tim BNN Kabupaten Sumenep sebagai narasumber. Tim inilah yang membeberkan tentang bahaya narkoba bagi generasi bangsa, utamanya bagi anak usia SD.
"Kegiatan
sosialisasi anti narkoba semacam ini patut mendapat dukungan semua pihak. Terutama
wali murid. Kita tidak menghendaki anak-anak kita menjadi pengguna narkoba.
Karena kita tahu narkoba bisa merusak jasmani dan jiwa anak bangsa,"
terang Haji Rusdi di hadapan para guru dan wali murid SDN Panaongan 3.
Sedikit Haji Rusdi memaparkan, bahwa Agus Sugianto menjabat sebagai Kepala SDN Panaongan 3 masih belum genap satu tahun. Tapi ia telah membuat beraneka gebrakan berupa kegiatan sosial dan keagamaan di sekolahnya.
Terakhir Agus Sugianto menghadirkan Wakil Bupati Sumenep Hj Dewi Khalifah dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Tak berlebihan kalau akhirnya Agus Sugianto mendapat banyak pujian dari berbagai pihak. Terutama dari para wali murid. [kay]
Senin, 16 Januari 2023
SDN Panaongan 3 Gandeng BNN Sumenep Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba
Cerpen JANDA DI UJUNG RINDU MENUA
Karya: Yant Kaiy
Muak
pada kenyataan hidup acapkali menghias alam pikirnya. Mita tak mampu menghalau
prasangka buruk tentang Debur. Gadis sintal itu tak mau gagal untuk ketiga
kalinya.
Terlalu
kental pengorbanan Mita untuknya. Korban harga diri, materi, waktu dan rindu
karena jarak telah memisahkan keduanya. Debur meninggalkan Mita karena satu
pekerjaan. Itu demi masa depan rumah tangganya.
Mita
menjanda dua kali tanpa anak. Lalu ia dinikahi Debur. Paras cantiknya, bentuk
tubuhnya dan kulit mulusnya memikat kaum Adam untuk memilikinya. Tapi Mita
punya kekurangan. Yakni Mudah cemburu buta.
Sedangkan
Debur adalah pemain sepak bola. Walau bukan sebagai pemain bintang, namun
ketampanannya memikat hati Mita. Keduanya saling jatuh cinta. Lalu mereka
mengikat ikrar suci di depan penghulu.
Belum
genap lima bulan pernikahannya, Debur ikut kerja temannya di luar kota. Awalnya
biasa-biasa saja. Akan tetapi Mita tidak kuasa menahan gejolak asmara. Mita
cukup tersiksa karena kebutuhan biologisnya tak terpenuhi.
Ketika
rindu belai kasih sayang membuncah, lalu Mita mencari mangsa. Kebetulan Roni
keponakan Debur ada disitu. Ia baru tamat SMP.
“Ron,
tante minta tolong,” tukas Mita tanpa sungkan.
“Ya,
Tante,” sahut Roni yang lagi bersosial media dengan hapenya. Ia bangkit
mendekat, berdiri di samping Mita yang lagi tiduran sembari nonton televisi.
“Tolong
pijitin tante, dong. Tubuh tante lagi pegal-pegal nih,” pinta Mita sambil
membuka bajunya. Lalu ia tengkurap.
Roni
agak gelagapan. Mita memberikan minyak urut. Roni menjalankan tugasnya dengan
baik. Sejurus kemudian, Mita terlentang. Roni jadi kikuk demi melihat payudara
Mita. Belum habis kaget Roni, Mita langsung menariknya.
“Jangan,
Tante!... Tante tidak ubahnya ibu aku sendiri,” tolak Roni tanpa ragu.
“Justru
itulah kamu harus menurut, Ron!” sahut Mita yang lagi dirasuki iblis.
Akhirnya
Roni hanyut juga. Kemudian Roni membaui Mita berkali-kali dalam satu malam.[]
Medio Januari 2023
Nyai Agung Madiya Pasongsongan, Panglima Perang Wanita Raja Sumenep ke 29
| Senjata tombak kecil Nyai Agung Madiya ketika berperang melawan tentara kolonial Belanda. [Foto: Yant Kaiy] |
Catatan: Yant Kaiy
Tidak ada catatan spesifik yang
mengangkat sosok panglima perang perempuan berasal dari Dusun Pakotan
Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep ini. Kisahnya hanya menjadi
cerita dari mulut ke mulut. Dia adalah Nyai Agung Madiya.
Bukti peninggalannya berupa
senjata berbentuk tombak dan kayu berbentuk tangan manusia. Senjata itulah yang
digunakan Nyai Agung Madiya saat melawan penjajah Belanda di tanah Aceh.
Orang di luar Pasongsongan tentu banyak yang tidak tahu,
siapa sesungguhnya Nyai Agung Madiya. Dialah panglima perang Kerajaan Sumenep
semasa kepemimpinan Raja Bindara Saod. Jasa-jasanya yang prestisius perlu
kiranya dikenang bagi masyarakat Sumenep.
Perempuan berpostur tegap ini adalah puteri kesayangan
Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin. Masyarakat Pasongsongan mengenal betul ayahanda
Nyai Agung Madiya adalah seorang ulama kharismatik yang cukup disegani. Syekh
Ali Akbar merupakan tokoh utama penyebar agama Islam pada abad XV Masehi di
pesisir utara Pulau Garam Madura.
Sedangkan Nyai Agung Madiya adalah seorang perempuan yang
lemah-lembut tingkah laku kesehariannya. Selalu hormat kepada siapa saja, tanpa
pandang bulu. Tetapi ia sangat garang kalau sudah maju ke medan pertempuran.
Nyai Agung Madiya tujuh bersaudara, diantaranya Kiai
Sarep, Kiai Kendel, Kiai Amrun, Kiai Lembung, Kiai Jengguk, dan Nyai Agung
Singrum. Diantara tujuh bersaudara itu hanya Nyai Agung Madiya yang mempunyai
kemampuan untuk maju ke medan perang. Beliau memiliki ilmu kanuragan tingkat
tinggi.
Menurut para keturunan dari Syekh Ali Akbar, kebanyakan dari
mereka saat ini tinggal di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten
Sumenep, ilmu kanuragan itu yakni ilmu yang berguna untuk membentengi diri
pribadi secara supranatural. Ilmu ini meliputi kemampuan bertahan terhadap
serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang amat dahsyat/diluar
daya nalar manusia dan tidak masuk akal.
| Senjata Nyai Agung Madiya Pasongsongan berbahan kayu berbentuk tangan manusia. [Foto: Yant Kaiy] |
Perang Melawan Penjajah Belanda
Suatu ketika Kerajaan Aceh minta bantuan kepada Raja Bindara Saod untuk mengusir penjajah Belanda. Akan tetapi malang tak dapat ditolak, pasukan Kerajaan Sumenep kalah dalam peperangan dengan tentara kolonial Belanda di bumi Aceh. Tak ada satu pun pasukan perang Kerajaan Sumenep yang kembali. Semuanya gugur. Raja Bindara Saod dirundung duka cukup mendalam.
Dalam keadaan risau, lalu Bindara Saod berkunjung ke
Pasongsongan untuk meminta bantuan kepada Syekh Ali Akbar. Karena saking iba
demi mendengar cerita Sang Raja, maka Syekh Ali Akbar merelakan putri
tercintanya untuk dikirim ke Aceh. Menumpas tentara kolonial Belanda.
Sebelum Nyai Agung Madiya berangkat ke Aceh, ia didoakan oleh Syekh Ali Akbar agar selamat dalam peperangan. Sang Ayahanda juga memberikan siasat perang yang harus dijalankan nantinya di medan laga.
Singkat cerita, pasukan perang Kerajaan Sumenep pulang
membawa kemenangan. Nyai Agung Madiya dan Syekh Ali Akbar mendapat penghargaan
dari raja berupa tanah luas di Dusun Pakotan Pasongsongan-Sumenep. Orang-orang
Pasongsongan menyebut tanah pemberian raja itu dengan sebutan ‘tanah
mardikan’.
Menurut para keturunan Syekh Ali Akbar, tanah pemberian Raja Sumenep tersebut dulunya bebas pajak, tapi setelah Presiden Suharto tanah itu dikenakan pajak.[]
©Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
Minggu, 15 Januari 2023
Haji Rusdi Rutin Melakukan Inspeksi pada Tiap Sekolah Binaan
# Featured
Buka Puasa Hari ini dalam Ironi
Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...
-
Catatan: Yant Kaiy Membantu seorang teman membuatkan soal-soal Bahasa Madura. Dia seorang guru yang mengajar di salah sebuah SDN di Ke...
-
Catatan: Yant Kaiy Pada Sabtu (24/4/2021) salah seorang teman guru honorer datang ke rumah. Ia meminta dibuatkan soal-soal Bahasa Madura...








