Jumat, 18 April 2025

Janggal‼️ Penumpang Kapal Express Bahari Lompat ke Laut, Identitas Lengkap Korban Belum Diketahui🆘

Orang tenggelam ke laut

Dilansir dari relasipublik.com, edisi Jumat (18/4/2025), seorang penumpang kapal Express Bahari 9C rute Kalianget menuju Pulau Kangean diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat ke laut di perairan Takat Noko. Identitas lengkap korban belum diketahui, meskipun hasil pengecekan awal menunjukkan nama AAF. Pihak kapal hanya memiliki nama penumpang tersebut, tanpa informasi alamat atau identitas lainnya, memunculkan dugaan adanya praktik penjualan tiket tidak resmi atau overload sistem. Pihak berwenang masih melakukan pencarian korban dan investigasi terkait penyebab kejadian tersebut.[]

Terbukti‼️ Teknik Pemulihan K👁️rnea Mata Mengecil (keratoconus) dengan Ramuan Banyu Urip

Therapy Banyu Urip
MS Arifin sedang mengobati pasien keratoconus. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA - Keratoconus adalah suatu kondisi di mana kornea mata menipis dan menonjol keluar membentuk kerucut, menyebabkan penglihatan buram dan sensitivitas terhadap cahaya. Jumat (18/4/2025). 

Salah satu metode alternatif yang diklaim bisa membantu pemulihan kondisi ini adalah Ramuan Banyu Urip, yang dipromosikan MS Arifin sebagai pemiliknya. 

Ia menjelaskan teknik pemulihan keratoconus menggunakan Ramuan Banyu Urip. 

"Pertana kompres kepala dengan Ramuan Banyu Urip. Proses ini bertujuan untuk merangsang sirkulasi darah dan energi di sekitar area kepala serta mata," ucapnya. 

Selanjutnya, pasien menjalani terapi gurah (pembersihan racun) di bawah lidah menggunakan Ramuan Banyu Urip. 

Menurut MS Arifin, gurah ini membantu mengeluarkan toksin dari tubuh yang mungkin memengaruhi kesehatan mata.

"Tahap terakhir adalah meneteskan Ramuan Banyu Urip ke mata," tambahnya. 

Namun, ada teknik khusus yang harus diikuti: Pasien diminta memejamkan mata terlebih dahulu.

Setelah mata terpejam, Ramuan Banyu Urip diteteskan ke bagian mata yang tertutup.

Pasien kemudian membuka mata sebentar, lalu menutupnya kembali agar ramuan meresap dengan baik.

"Metode ini bertujuan untuk memperbaiki struktur kornea yang melemah pada penderita keratoconus," pungkas MS Arifin. [Surya]

Kamis, 17 April 2025

Kisah Nyata‼️ Ramuan Banyu Urip Sembuhkan Hernia Balita dalam 1️⃣2️⃣Menit

Therapy Banyu Urip
MS Arifin (kiri) bersama balita yang mengidap hernia. [Surya]

YOGYAKARTA - Seorang balita laki-laki berhasil sembuh dari penyakit hernia hanya dalam waktu 12 menit setelah diolesi Ramuan Banyu Urip. Jumat (18/4/2025). 

Awalnya, sang anak mengalami pembengkakan di area hernia, sehingga ia kesulitan berjalan dan kerap rewel karena rasa sakit.

"Awalnya membengkak sehingga balita agak susah berjalan," jelas MS Arifin, pemilik Ramuan Banyu Urip. 

Namun, setelah diberikan ramuan tradisional ini, kondisi anak tersebut membaik dengan cepat.

Apa Itu Ramuan Banyu Urip?

Ramuan Banyu Urip adalah obat herbal turun-temurun yang diyakini memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk hernia, tanpa operasi. 

Ramuan ini terbuat dari bahan-bahan alami yang diracik secara khusus dan telah digunakan oleh banyak orang selama puluhan tahun.

Yang mengejutkan, dalam kasus balita ini, hernia yang semula membengkak langsung menunjukkan perubahan signifikan hanya dalam 12 menit setelah pengolesan. 

Keluarga balita pun merasa lega karena sang anak bisa kembali beraktivitas normal tanpa rasa sakit.

Kisah kesembuhan ini memberikan harapan bagi orang tua yang anaknya mengidap hernia, terutama bagi mereka yang ingin menghindari tindakan operasi. 

MS Arifin menegaskan bahwa Ramuan Banyu Urip telah membantu banyak pasien dengan cara alami dan minim efek samping.

"Kami berharap ramuan ini bisa menjadi solusi bagi keluarga yang membutuhkan penyembuhan tanpa harus melalui prosedur medis yang rumit," tutupnya. [Surya]

Madura United ⚽ Sambut Hangat Kembalinya Prof Achsanul Qosasi, AQ Disambut Chant Meriah❗

Madura united

Dilansir dari k-tvofficial.com, edisi Kamis (17/4/2025), ribuan suporter, pemain, dan official Madura United menyambut hangat kembalinya Prof. Dr. Achsanul Qosasi (AQ) dalam pertandingan melawan Preah Khan Svay Rieng FC di Stadion Joko Samudro, Gresik. AQ disambut dengan chant "Selamat Datang, Pak Achsanul" dan banyak yang mengajak swafoto selfie. Meskipun Madura United kalah agregat 3-6 dengan hasil imbang 3-3, kehadiran AQ disambut baik oleh para pendukung tim, yang merayakan gol bersama dan melepas kerinduan lama tidak berjumpa.[]

Praktik Korupsi BSPS di Sumenep Terungkap, Kades 🅱️🅾️ngkar Sistem Jual Beli yang Merugikan

Kades di kabupaten Sumenep

Dilansir dari suaramadura.id, edisi Jumat (18/4/2025), salah seorang Kepala Desa (Kades) di Sumenep, yang disebut sebagai Budi, mengaku telah membayar sejumlah uang kepada tenaga fasilitator lapangan (TFL) BSPS untuk mendapatkan kuota program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di desanya. Budi membayar Rp3,5 juta per unit penerima BSPS, dengan total lebih dari Rp200 juta, serta membayar Rp1,25 juta per SPJ. Budi juga menyatakan bahwa praktik jual beli program BSPS ini terjadi di semua desa penerima dan dia telah menyimpan bukti transfer pembayaran. Budi berharap agar praktik ini bisa berakhir dan tidak terjadi lagi. Ia telah memberikan keterangan dan bukti-bukti tersebut kepada Kejari Sumenep. []

Polisi dan Kejaksaan Berbeda Pernyataan Soal Kasus Judi di Sumenep, Apa yang Terjadi❓

Polisi dan Kejaksaan Sumenep

Dilansir dari suarapers.net, edisi Kamis (17/4/2025), kasus perjudian di Desa Torbeng Kecamatan Batuan Sumenep, yang melibatkan enam orang, termasuk dua perangkat desa aktif, menimbulkan kejanggalan setelah perbedaan pernyataan antara polisi dan kejaksaan. Polres Sumenep telah menetapkan para pelaku sebagai tersangka dan menyatakan berkas perkara sudah tahap dua, namun Kejaksaan Negeri Sumenep membantah telah menerima berkas perkara tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar dan kecurigaan publik tentang penanganan kasus ini, terutama karena para tersangka diberi penangguhan penahanan dan belum jelas kapan kasus ini akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.[]

Rabu, 16 April 2025

Dispensasi Nikah di PA Sumenep Berbiaya Rp2️⃣,6️⃣ Juta❓ Ini Penjelasan Humas PA

Pengadilan agama Sumenep

Dilansir dari mediajatim.com, edisi Rabu (16/4/2025). Seorang warga Kecamatan Giligenting, Sumenep, mengeluhkan biaya dispensasi nikah di Pengadilan Agama (PA) Sumenep yang mencapai Rp2.650.000, bahkan ada desa lain yang biayanya naik jadi Rp3.200.000. Biaya ini diduga pungutan liar karena jauh melebihi standar yang seharusnya, yaitu sekitar Rp390.000 untuk perkara yang diajukan secara elektronik. Humas PA Sumenep, Hirmawan Susilo, membantah biaya tersebut dan menjelaskan bahwa biaya yang ditetapkan hakim biasanya sekitar Rp390.000, bahkan bisa gratis jika diajukan secara prodeo untuk pihak yang tidak mampu. []

Benarkah⁉️ Praktik Jual Beli Pita Cukai Ilegal di Sumenep, Oknum Kades Meddelen Terlibat❓

Pita cukai rokok Sumenep

Dilansir dari suarapers.net, edisi Rabu (16/4) 2025), seorang oknum Kepala Desa Meddelen, Kecamatan Lenteng, Sumenep, diduga terlibat dalam praktik jual beli pita cukai ilegal. Dugaan ini muncul setelah laporan mengenai aktivitas distribusi pita cukai palsu di wilayah tersebut. Menurut salah satu warga, oknum kades terseut memiliki perusahaan yang sebelumnya memproduksi rokok ilegal dan kini diduga mengedarkan pita cukai ilegal. Praktik ini merugikan negara dan berdampak pada perekonomian lokal, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin mereka. Hingga kini, oknum kades tersebut belum memberikan keterangan terkait dugaan tersebut. []

Terkini‼️ BKN Pastikan Pamekasan Jadi Lokasi Tes PPPK 2024 Zona Madura, 8️⃣3️⃣0️⃣0️⃣ Peserta Siap Bersaing

Pppk Sumenep pamekasan sampang

Dilansit dari kabarmadura.id, edisi Selasa (15/4/2024), Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah memastikan bahwa lokasi tes seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2024 tahap 2, khusus zona Madura akan dilaksanakan di Pamekasan. Tes ini akan diikuti oleh 8.300 peserta dari Kabupaten Sumenep, Pamekasan, dan Sampang, dengan 1.257 peserta di antaranya berasal dari Pamekasan. Meskipun lokasi tes telah dipastikan, tanggal dan detail pelaksanaan masih belum ditentukan dan menunggu keputusan dari BKN. Pemilihan lokasi tes diputuskan melalui vendor dan BKN, sedangkan panitia di kabupaten hanya bertanggung jawab atas teknis pelaksanaan.[]

Selasa, 15 April 2025

Disoal⁉️ Kapolres Sumenep Akan Teliti Pelat Nomor Mobil Dinas Bupati dan Wabup yang Tidak Sesuai

Kapolres Sumenep

Dilansir dari mediajatim.com, edisi Senin (14/4/2025), ternyata pelat nomor mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati Sumenep tidak sesuai dengan data kendaraan yang tercatat di kepolisian. Pelat nomor M 1 TP yang digunakan Bupati seharusnya terpasang pada Hyundai Santa FE, justru malah digunakan pada Hyundai Ioniq. Sementara itu, pelat nomor M 2 VP milik Wakil Bupati seharusnya terpasang pada Toyota Corolla Altis, tetapi digunakan pada Toyota Voxy. Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, menyatakan akan meneliti persoalan tersebut. Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 280, pengemudi yang tidak memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan kepolisian bisa dipidana kurungan maksimal dua bulan atau denda Rp500.000.[]

Ibu Sulimah😭 Warga Pamekasan yang Buta Huruf, Ditetapkan sebagai Tersangka Pencemaran Nama Baik⁉️

Pengadilan negeri pamekasan

Dilansir dari pamekasanchannel.com, edisi Selasa (15/4/2025), Ibu Sulimah, warga Sumber Batu, Blumbungan, Pamekasan, ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik oleh Polsek Kadur, Pamekasan. Kasus ini bermula dari laporan kehilangan emas dan uang tunai milik Ibu Samsiyah dan anaknya, yang kemudian dilaporkan ke polisi. Sulimah yang diminta tolong untuk menanyakan dan memediasi kasus tersebut, justru dilaporkan balik oleh pihak yang diperiksa, yaitu Kholisah. Sulimah yang memiliki keterbatasan membaca dan menulis merasa dirugikan dalam proses hukum karena tidak diberi kesempatan untuk memahami hasil BAP sebelum menandatanganinya. Kini, Sulimah dan anak Ibu Samsiyah, Ali Wahdi, menjadi terdakwa dalam kasus pencemaran nama baik di PN Pamekasan, sementara kasus kehilangan emas dan uang masih dalam proses penyidikan.[]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...