Minggu, 27 November 2022

Desa Tugusari Digerojok Bantuan

Penerimaan bantuan dipusatkan di Balai Desa Tugusari Bangsalsari Jember. (Foto: Yant Kaiy) 

JEMBER, apoymadura.com -  Hari ini, Sabtu (26/11/2022) di Balai Desa Tugusari Bangsalsari Jember ada penerimaan bantuan PKH, BPNT, BBM dan lain-lain. Sedangkan penerima manfaat bantuan kurang-lebih 1600 warga.

"Alhamdulillah, penyerahan bantuan berjalan lancar, tak menemui kendala apa pun. Warga begitu tertib dalam antrian, sesuai apa yang dikehendaki bersama," terang Pram salah seorang perangkat Desa Tugusari kepada jurnalis media ini. [Kay]

Baksos Therapy Banyu Urip 2022 di Malang

MS Arifin sedang menerapi salah sorang pasien perempuan warga Malang. (Foto: Yant Kaiy) 

MALANG, apoymadura.com - Kali ini Baksos (Bakti Sosial) Therapy Banyu Urip International 2022 diselenggarakan di Blau, Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Baksos dipimpin langsung MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. Senin (28/11/2022). 

"Baksos hari ini diselenggarakan atas kerja sama kami dengan salah sorang tokoh masyarakat setempat. Diluar ekspektasi, ternyata antusias masyarakat di daerah ini sungguh luar biasa. Patut diacungi jempol. Kami mendapat sambutan begitu luar biasa," ucap MS Arifin singkat.

Dirinya percaya kalau masyarakat yang datang sebagian besar adalah mereka yang sudah tahu tentang Therapy Banyu Urip. Bahkan ada juga diantara pasien yang hadir adalah pengguna Ramuan Banyu Urip. 

"Selain yang datang adalah masyarakat yang punya keluhan penyakit, ada pula diantara warga masyarakat yang ingin merasakan keampuhan Therapy Banyu Urip dalam menyembuhkan penyakit," tegas MS Arifin.

Perlu diketahui, MS Arifin berangkat dari Yogyakarta bersama dua terapis dari Komunitas Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Ditambah dua terapis lagi dari Komunitas Therapy Banyu Urip Cabang Jember. 

"Setelah dari Malang, nanti malam kami akan meluncur ke Sumenep Madura. Disana kami juga akan menghadiri Penyelenggaraan Baksos Therapy Banyu Urip. Kemungkinan besar, Baksos di Sumenep akan lebih lama waktunya. Karena di Madura Baksos ada dibeberapa titik," tandas MS Arifin. [Kay]

Manfaat Daun Kelor untuk Mata

BONDOWOSO, apoymadura.com Banyak literatur yang menjelaskan tentang beragam manfaat daun kelor untuk menjaga kesehatan tubuh. Bahkan lebih dari itu, daun kelor dapat menjadi obat penyembuh beraneka macam penyakit.

Kenyataan itu tak bisa terbantahkan lagi setelah baru-baru ini para ahli gizi melakukan riset cukup mendalam terhadap daun kelor. Lalu mereka membeberkan beberapa kandungan kelor yang cukup menakjubkan. Ahad (27/11/2022). 

"Tanaman kelor atau Moringa oleifera merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Madura. Biasanya tanaman ini tumbuh tanpa ada perawatan sama sekali. Tidak pula dipupuk. Tanaman kelor dimanfaatkan daunnya oleh masyarakat disana, yakni menjadi sayur kuah. Biasanya ia dikonsumsi saban hari oleh sebagian besar warga masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep," terang Supriyadi, owner Terapi Gondowangi Bondowoso.

Supriyadi banyak tahu tentang menu makanan sederhana orang Madura karena istrinya berdarah Sumenep. Kalau dirinya pulang kampung, selalu keluarga besar istrinya menghidangkan sayur kuah kelor setiapkali makan bersama. Sedangkan lauknya adalah ikan laut segar. Biasanya nasinya adalah campuran beras dan jagung. 
Tidak ada rasa bosan dengan menu sayur kelor tersebut.

"Kelor sering disebut sebagai tanaman ajaib karena ada banyak manfaat daun kelor bagi kesehatan. Seperti mencegah penyakit diabetes, menurunkan kolesterol, melawan radikal bebas, tinggi nutrisi, menurunkan berat badan, menurunkan kadar asam urat, menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan mata, mencegah penuaan dini, sebagai obat cacingan, meningkatkan produksi ASI, mencegah keropos tulang, menjaga daya tahan tubuh, dan masih banyak manfaat lain dengan mengonsumsi daun kelor," terang Supriyadi, pakar ramuan tradisional kelahiran Bondowoso.

Dari sekian banyak manfaat daun kelor untuk kesehatan, Supriyadi telah berulangkali melakukan penelitian tetang orang Sumenep yang jarang terkena buta warna. Fakta kuat lantaran orang Sumenep sejak bayi sudah diberi asupan daun kelor. Dari dulu hingga kini, kaum ibu acapkali memberikan sayur kuah kelor pada makanan balita. 

"Tak ada pasien Terapi Gondowangi yang buta warna berasal dari Sumenep. Dari sinilah saya mencoba menelaah lebih spesifik, kenapa orang Sumenep jarang terkena penyakit buta warna. Akhirnya saya bisa menarik kesimpulan, ternyata warga masyarakat Sumenep setiap hari mengonsumsi sayur kelor," ucap Supriyadi.

Daun kelor mengandung aneka nutrisi yang ada di dalamnya dan diketahui baik untuk mata, seperti vitamin A, vitamin C, serta antioksidan, seperti flavonoid, fenol dan lutein serta antioksidan.l

Berkat kandungan nutrisi dan antioksidan di dalamnya, daun kelor sangat bermanfaat untuk kesehatan mata. Daun kelor dapat mengobati mata merah akibat peradangan pada mata karena infeksi kuman atau alergi. Kondisi ini diduga mampu diatasi oleh daun kelor karena mengandung senyawa yang bersifat antiradang, antialergi, dan antikuman. 

Manfaat daun kelor untuk mata selanjutnya yakni sebagai proteksi kerusakan mata. Para pakar gizi menyatakan bahwa konsumsi daun kelor yang kaya akan vitamin A dan senyawa antioksidan alami dapat mencegah seseorang terkena kerusakan akibat paparan radikal bebas dan sinar matahari.

"Pemanfaatan daun kelor sebagai obat luar, yakni dengan merebus daun kelor hingga 5 menit. Setelah dingin rebusan tersebut, mata bisa langsung direndam," ucap Supriyadi.

Ada tambahan sedikit. Supriyadi adalah owner Terapi Gondowangi yang beralamat di Desa Mengok RT.04/RW.01 Pujer Bondowoso. [Kay]


Jumat, 25 November 2022

Harga Resmi Herbal Gondo Wangi di Seluruh Indonesia

Herbal Gondo Wangi, penyembuh segala macam penyakit berat. (Foto: Yant Kaiy) 

BONDOWOSO, apoymadura.com - Herbal Gondo Wangi adalah ramuan ekstrak kering dari bahan-bahan pilihan berkualitas super. Terbukti ramuan herbal ini sangat ampuh menyembuhkan segala macam penyakit berat dan menahun. 

Seperti diabetes mellitus, hipertensi, jantung koroner, lambung, batu ginjal, infeksi saluran kemih, prostat, haid tidak teratur, kista pada perempuan, liver, paru-paru, asam lambung, kanker, asam urat, kolesterol, dan lain sebagainya. Sabtu (26/11/2022). 

Berkat khasiatnya yang langsung terasa sejak pertamakali minum, Herbal Gondo Wangi saat ini laris manis terjual di pasaran. Lantaran harganya cukup murah kalau dibandingkan dengan manfaat yang bakal didapat. 

Apalagi Herbal Gondo Wangi bisa dikonsumsi selama satu bulan lebih. Hal itu kalau dikonsumsi sesuai aturan pakai yang disarankan, yakni tiga kali sehari. 

"Cara bikin Herbal Gondo Wangi cukup praktis. Ambil 1 sendok makan Herbal Gondo Wangi lalu digodok dengan 1 hingga 1,5 liter air. Biarkan sampai mendidih minimal 5 menit atau lebih. Setelah itu matikan api dan tunggu beberapa saat. Sebelum diminum, terlebih dulu disaring," terang Supriyadi, owner Terapi Gondowangi Bondowoso. 

Lebih jauh Supriyadi menjelaskan tata cara minum Herbal Gondo Wangi yang disarankan. Seduhan Herbal Gondo Wangi bisa diminum 3 kali sehari (pagi, siang, dan malam). Supaya manjur, 
takaran sekali minum yaitu satu gelas (250-300 cc).

Produk home industri Terapi Gondo Wangi banyak dipesan juga oleh orang-orang luar negeri. Seperti orang Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. 

"Awalnya para TKI yang membawa Herbal Gondo Wangi ke luar negeri. Lalu orang-orang negara setempat mencobanya. Karena merasa cocok dengan ramuan kami, mereka lantas membelinya. Sehingga bertambah banyak yang memesan ramuan kami. Karena Herbal Gondo Wangi mampu menyembuhkan keluhan penyakit yang dideritanya," cerita Supriyadi.

Ada tambahan sedikit. Herbal Gondo Wangi bisa dipesan lewat nomor WA: 0852-3078-0919. Harga per botol Rp 200.000,- Free ongkos kirim. [Kay] 

Kamis, 24 November 2022

Gondo Netro Menyembuhkan Aneka Macam Penyakit Mata

Herbal Gondo Kusumo, produk dari Terapi Gondowangi Bondowoso. (Foto: Yant Kaiy) 

BONDOWOSO, apoymadura.com - Daya penglihatan mata pada manusia akhir-akhir ini semakin tidak membaik. Tidak kondusif karena faktor penggunaan smart-phone, televisi, laptop yang tak bisa dihindari manusia modern. Akibat penggunaan alat-alat elektronik tersebut, mata menjadi tegang dan mata terpapar radiasi setiap hari.

Wajar kalau akhirnya mata mengalami beberapa gangguan atau penyakit. 

Kecenderungan menurunnya daya penglihatan mata akibat perilaku penggunaan smart-phone dan peralatan canggih lainnya yang berlebihan, maka mata perlu mendapat perhatian lebih lewat perawatan dan lain sebagainya. Jumat (25/11/2022). 

"Tiap hari mata butuh pemenuhan asupan gizi dari sumber vitamin A, supaya mata kita tidak mengalami gangguan atau penyakit. Tapi kadang kita seringkali mengabaikan lantaran kesibukan dan lain semacamnya. Maka berlebihan kalau akhirnya ketajaman penglihatan mata terus menurun," terang Supriyadi, owner Terapi Gondowangi Bondowoso.

Berkaitan dengan penyakit mata atau gangguan penglihatan, klinik Terapi Gondowangi mempunyai solusi, yaitu berupa perawatan sekaligus penyembuhan lewat Herbal Gondo Netro. Perawatan mandiri mata bisa dilakukan di rumah masing-masing pasien. 

"Herbal Gondo Netro dibuat dari bahan-bahan alami berupa dedaunan dan ratusan macam bunga. Kemudian semua bahan tersebut diolah lewat proses distilasi atau penyulingan. Ada beberapa bahan yang sulit didapat karena bunga-bunga tertentu  muncul setelah musim hujan," papar Supriyadi apa adanya. 

Cara pemakaian Herbal Gondo Netro yaitu diteteskan ke mata setiap hari. Ramuan cair dari sari bunga ini sangat aman dan tanpa efek samping. Seperti biasa, dalam awal pemakaian agak perih. Tapi itu hanya sebentar. 

"Herbal Gondo Netro untuk mengobati buta warna, mata kabur, saraf, mata katarak, mata minus, mata plus. Cara pakainya 1 sampai 2 kali setiap hari. 1-2 tetes dalam pemakaiannya. Insya Allah 1 botol cukup untuk satu tahun," terang Supriyadi lebih jauh.

Untuk pemesanan via WA ke nomor 0852-3078-0919. Harga per botol Rp 200.000 dengan gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia. [Kay]

Khasiat Dahsyat Herbal Gondo Kusumo

Herbal Gondo Kusumo kemasan 1.500 ml. (Foto:Yant Kaiy) 

BONDOWOSO, apoymadura.com - Herbal Gondo Kusumo adalah ramuan cair siap dikonsumsi kapan saja dan dimana saja. Praktis dalam kemasan botol 1.500 ml. Ramuan dari bahan-bahan pilihan ini terbukti sangat ampuh mengobati penyakit jantung, ginjal akut, infeksi/luka lambung, ambein berdarah, diabetes mellitus, paru-paru luka, dan penyakit luka seluruh organ tubuh lainnya. Kamis (24/11/2022). 

"Herbal Gondo Kusumo sudah siap tinggal minum dan dihangati saja. 
Dari bahan alami. Nol persen kimia. Higienis. Dan yang pasti tidak ada efek samping," terang Supriyadi, pakar ramuan alami Jawa-Cina. 

Ia menambahkan, cara minum Herbal Gondo Kusumo yaitu dengan minum segelas (250 cc) 1 kali sehari disaat mau istirahat. Dengan metode ini penyembuhan penyakit yang dimaksud akan lebih cepat sembuh.

Berapa harga Herbal Gondo Kusumo per botol? 

"Harga per botol Herbal Gondo Kusumo yaitu Rp 250.000,- Tidak mahal sih kalau dibandingkan dengan khasiatnya. Apalagi bahan-bahan Herbal Gondo Kusumo agak sulit didapat. Pemakaian ramuan cair ini selama satu minggu. Bisa masuk dalam kulkas. 
Karena pengawet yang dipakai alami. Nol persen kimia dan 100 persen alami," jelas Supriyadi. 

Pemesanan Herbal Gondo Kusumo lewat nomor hape (WA): 0852-3078-0919. Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia. 

Selama ini Supriyadi menggunakan bendera Terapi Gondowangi Bondowoso sebagai label. Home industri Terapi Gondowangi berdiri karena suatu desakan kebutuhan masyarakat sekitar tempat dimana Supriyadi tinggal.

Fenomena masyarakat banyak menghendaki perawatan dan pengobatan alternatif lewat pengobatan herbal. 

Penggabungan pijat refleksi dan minum ramuan herbal menambah daya sembuh lebih optimal. Lebih efektif. [Kay]

Selasa, 22 November 2022

Kadus Sempong Barat Bermain Pingpong dalam Program PTSL

Asmu'i, Kepala Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. (Foto: Yant Kaiy) 

SUMENEP, apoymadura.com - Sundari, perempuan beranak dua, warga Dusun Sempong Barat sudah berulangkali mendaftarkan tanahnya untuk diukur kepada Kadus (Kepala Dusun) Sempong Barat, Asmu'i. Rabu (23/11/2022). 

Kebetulan Desa Pasongsongan mendapat program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) sejak Agustus 2022. PTSL merupakan program dari BPN untuk pendaftaran pembuatan sertifikat tanah bagi masyarakat. 

"Sejak awal ada pengukuran tanah massal, Agustus 2022, saya sudah mendaftarkan tanah atas nama ibu kepada Kadus Sempong Barat. Tapi beliau selalu meminta salinan SPPT pada saya. Lalu saya balik bertanya, apakah itu merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi setiap pemilik tanah yang mau diukur. Rupanya Asmu'i mencoba bermain pingpong dalam program PTSL ini," cerita Sundari tersenyum ringan.

Sundari sedikit banyak tahu tentang program PTSL ini. Maka saat Kadus Asmu'i meminta salinan SPPT kepada dirinya, ia mulai mencium sesuatu yang tidak benar. 

Ketika ibu dari Sundari kemarin, Selasa (22/11/2022), menanyakan kapan tanah miliknya diukur. 

"Tenang. Nanti masih ada program lanjutan pengukuran tanah. Lagi pula SPPT-nya milik sampeyan tidak ada," ucap Asmu'i ringan ketika dirinya dengan perangkat desa lainnya sedang melakukan pengukuran tanah di sebelah utara rumah Sundari.[Kay]

Kidung Satpam

Catatan: Yant Kaiy (Pimred apoymadura.com) 

Tanpa banyak basa-basi. Serius. Bahkan seringkali dingin. Saya selalu mengambil sikap disiplin. Menanggalkan muka sosial; persaudaraan, pertemanan, pernah kenal, pernah bertemu. Tak hiraukan latar-belakang. Kaya atau kuasa. Miskin angkuh luar biasa. Semua dipukul rata.

Saya pasang wajah balok. Tubuh tak ubah robot. Suara terdengar datar. Menyasar. Tak mau ambil pusing, siapa mereka. Apa pula kedudukannya. 

Saya jalankan perintah. Tak peduli hujan-panas menghalangi tugas dan kewajiban. 

Terpaksa saya lakukan lantaran mereka sering mencoba membuka ruang transaksi. Gelap. Ruang bisa bernegosiasi. Bahkan, lorong intimidasi. Kalau sudah begini, wajib hati-hati. 

Memang capek seharian auto bersikap kaku. Itulah tuntutan. Jiwa tertekan. Hati terpenjara. Raga ikuti program kerja penguasa saja. 

Sepekan masuk kerja, banyak protes dilayangkan. Semua atas nama costumer tempat saya bekerja. Nadanya sumbang.  Terdengar di telinga nyelekit. Semua menyudutkan. Semua mengolah opini agar saya dipecat. 

Atasan mulai tak tahan. Diombang-ambingkan rayu. Bisik-bisik manis mengelus dadanya. Banyak kepentingan lain memboncengi. 

Sebagai Satpam, saya mulai dikuliti habis-habisan. Tak ada pembelaan. Atasan melemparkan amplop pesangon. Segera saya berlalu. Selamat datang kebebasan. 

Itulah mimpi saya sebelum melamar jadi Satpam. Mimpi buruk. Mimpi bawahan.[]

Senin, 21 November 2022

Penjaga Gawang dan Penjaga Sekolah

Catatan: Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Satu kesebelasan sepak bola membutuhkan penjaga gawang. Tujuannya agar tidak kemasukan bola. Biar tidak gol. Satu kesebelasan akan senantiada berupaya sekuat tenaga bertahan disaat ada gempuran pemain lawan. Segala cara terus dilakukan. Bahu-membahu satu sama lain. 

Sisi lainnya, tim tersebut berjuang mati-matian untuk memasukkan bola ke gawang lawan. Tugas penting ini wajib dilakukan agar timnya bisa jadi kampiun. 

Skill berkelas masing-masing pemain, pola main berkualitas sesuai tugas pokok dan fungsinya menjadi salah satu faktor penentu kemenangan kompetisi sepak bola. 

Saling serang dan saling bertahan lewat teknik terarah dan terukur untuk mencuri kemenangan. Otot dan otak semua personal pemain juga terus "on".

Gol menjadi penentu kemenangan tim. Gol tercipta karena bola lolos dari tangkapan penjaga gawang. Proses terjadinya gol kadang cepat, kadang pula lama.

Proses permainan bermuara pada gol. Gol dan gawang. Gawang dan penjaga. 

Ilustrasi sepak bola dan lembaga pendidikan; sama-sama memiliki penjaga. Pada sepak bola ada ada penjaga gawang. Pada lembaga pendidikan ada penjaga sekolah. 

Keduanya memang mempunyai tugas pokok dan fungsi yang berbeda. Namun keduanya memiliki peranan penting dan tidak bisa dianggap sebelah mata.

Kesebelasan sepak bola tanpa penjaga gawang akan selalu terjadi gol. Lembaga pendidikan tanpa penjaga sekolah, jelas kebersihan dan keasrian lingkungan pendidikan sangat buruk. 

Seingat saya, pada tahun 80-an, semua Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep mempunyai penjaga sekolah. Tanpa terkecuali. Satu sekolah, satu penjaga. 

Tapi kini, oleh beberapa pihak penjaga sekolah tidak dianggap penting, seiring tidak adanya rekrutmen di satuan pendidikan Sekolah Dasar. Padahal, penjaga sekolah sudah banyak yang pensiun. Kalaupun ada hanya tinggal beberapa orang saja.

Sedangkan penjaringan guru kelas (PPPK) dua tahun belakangan ini sudah beberapakali digelar. Mungkin akan lebih bijak lagi kalau ada pengangkatan juga bagi penjaga sekolah baru (PPPK) sebagai implementasi jaminan masa depan. 

Kegiatan belajar mengajar mungkin tidak akan berjalan seperti yang diharapkan. Lantai kelas kurang bersih, bangku tidak tersusun rapi, jendela kaca kotor, meja guru dan papan tulis kurang representatif, ruang kelas acak-acakan membuat penghuninya tidak merasa nyaman.

Halaman sekolah kotor dengan bekas bungkus makanan dan minuman. Daun pepohonan berserakan dipermainkan angin, rumput dan tanaman liar lainnya tumbuh subur. Semua tak terawat. Semrawut. Terlihat jelas kalau kurang perawatan. 

Sejatinya pemangku kebijakan bisa lebih arif menyikapi kurangnya personil penjaga di masing-masing sekolah.

Semoga penjaga sekolah kedepan mendapatkan atensi lebih dari pemangku kebijakan, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Sehingga banyak Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Pasongsongan mendapat sentuhan artistik cukup menawan. Muaranya bakal bermunculan setiap hari gairah belajar diantara peserta didik. []


Minggu, 20 November 2022

Kenali Kopi Rempah Jember, Banyak Varian

Pram bersama contoh produk Kopi Rempah Tugusari Jember. (Foto: Yant Kaiy). 

Jember - Pram namanya. Pria asli  Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Aktivis muda itu tergabung dalam Komunitas Tugusari Peduli (KTP) . Tanpa kenal lelah, ia menggerakkan banyak kegiatan di desanya. Ahad (20/11/2022).

KTP merupakan pusat segala kegiatan orang-orang di Desa Tugusari. KTP berada di lingkungan struktur organisasi desa tersebut.

"Selain beraktivitas di KTP, saya saat ini bergelut di pemasaran Kopi Rempah produksi orang Tugusari. Kita tidak mau munafik, bahwa rumah tangga kita butuh uang belanja setiap," ucap Pram sejujurnya pada apoymadura.com, tanpa beban. 

Lebih rinci, Pram menjelaskan. Ada 2 varian kopi produksi orang Desa Tugusari tersebut, yakni Kopi Lanang dan Kopi Rempah. 

"Kedua varian kopinya bukan hanya bisa dinikmati rasa kopinya saja. Namun juga untuk menjaga kesehatan tubuh penikmatnya. Pemesanan via WA 085334474576," tegas Pram berpromosi.

Bisa juga transaksi di Lazada Toko Pram Jaya Abadi. [Kay]


Sabtu, 19 November 2022

Air Mata Guru PAI Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Carut-marut rekrutmen guru PPPK 2022 di Kota Keris Sumenep, terdengar menyayat kalbu. Jika ada yang lebih menyakitkan; (mungkin) mencabik-cabik sekujur atma. Lantas diledakkannya tanpa sisa. Jadi debu.

Tumpang-tindih kebijakan dinas terkait menyeret emosi pekerja (honorer) ke laut tak berpantai. Tak bertepi. Semua jadi tak menentu. 

Meski ada secercah impian dalam balutan khayal. Itu hanya pada bagian tertentu saja. Tak tercover semua pernik aspirasinya. 

Berkali-kali penjaringan guru PPPK di kota ujung timur Pulau Garam Madura ini memberangus ampera guru honorer PAI. Meski dedikasi antara mereka dengan kelompok guru kelas/umum sama segi kualitas kerjanya. Mereka sebelas-dua belas.

Tapi guru PAI dianak-tirikan. Ditelantarkan. Mereka kian ditenggelamkan dalam lingkaran kebijakan Pemkab tak populis. Apalagi gema mereka tak terdengar. Kalaupun terdengar di telinga, itu hanya bisik-bisik tetangga.

Itulah vignet seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sumenep: Mengajar SD/SMP lebih 15 tahun, gaji Rp 10.000,- per hari, naik sepeda motor pulang-pergi, di rumahnya mengerjakan tugas sekolah hingga larut malam, tak ada jaminan hidup layak. Apalagi tunjangan hari tua. 

Menyesakkan dada. Menguras air mata. 

Aset guru sukwan umumnya ada sebelum menikah. Menempati rumah mertua. Sepeda motor dibelikan kedua orang tua. Laptop dan hape android, warisan saat kuliah. 

Mereka tak menunjukkan derita ini di depan peserta didiknya. Biarlah... yang tahu hanya Tuhan. 

Setelah diwisuda bingung cari kerja. Boro-boro menciptakan lapangan kerja. Terpaksa jadi sukwan, guru honorer. 

Negeri ini tidak bisa menciptakan lapangan kerja. Pejabat pemerintah lebih mengutamakan kebijakan politik kelompoknya. Kalaupun terpenuhi, mereka baru melemparkan pada koncoisme partainya. Hm... 

Kendati mereka tahu, honor guru sukwan jauh lebih besar jadi kuli bangunan. Tiap hari kuli bangunan dibayar Rp 100.000,-  plus rokok dan makan bukan dari koceknya. 

Tembang "Terpaksa" Rhoma Irama jadi alasan guru PAI. Tiada pilihan lain. Mereka mendedikasikan ilmunya demi akhirat. Tetapi mereka bukan malaikat. Mereka punya anak dan istri taat.

Bahkan banyak diantara guru PAI tersebut usianya sudah lebih 50 tahun. Hanya menghitung hari, sebentar lagi jemari mereka menulis akan gemetar. Kacamata plusnya semakin tebal. 

Impian hari tuanya menyublim. Sungguh miris garis nasibnya. Lantas siapa yang bakal menanggung dosa ini?

© Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...