Langsung ke konten utama

Baksos Therapy Banyu Urip 2022 di Malang

MS Arifin sedang menerapi salah sorang pasien perempuan warga Malang. (Foto: Yant Kaiy) 

MALANG, apoymadura.com - Kali ini Baksos (Bakti Sosial) Therapy Banyu Urip International 2022 diselenggarakan di Blau, Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Baksos dipimpin langsung MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International. Senin (28/11/2022). 

"Baksos hari ini diselenggarakan atas kerja sama kami dengan salah sorang tokoh masyarakat setempat. Diluar ekspektasi, ternyata antusias masyarakat di daerah ini sungguh luar biasa. Patut diacungi jempol. Kami mendapat sambutan begitu luar biasa," ucap MS Arifin singkat.

Dirinya percaya kalau masyarakat yang datang sebagian besar adalah mereka yang sudah tahu tentang Therapy Banyu Urip. Bahkan ada juga diantara pasien yang hadir adalah pengguna Ramuan Banyu Urip. 

"Selain yang datang adalah masyarakat yang punya keluhan penyakit, ada pula diantara warga masyarakat yang ingin merasakan keampuhan Therapy Banyu Urip dalam menyembuhkan penyakit," tegas MS Arifin.

Perlu diketahui, MS Arifin berangkat dari Yogyakarta bersama dua terapis dari Komunitas Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Ditambah dua terapis lagi dari Komunitas Therapy Banyu Urip Cabang Jember. 

"Setelah dari Malang, nanti malam kami akan meluncur ke Sumenep Madura. Disana kami juga akan menghadiri Penyelenggaraan Baksos Therapy Banyu Urip. Kemungkinan besar, Baksos di Sumenep akan lebih lama waktunya. Karena di Madura Baksos ada dibeberapa titik," tandas MS Arifin. [Kay]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasib Guru Honorer PAI di Sumenep tidak Terurus

Catatan: Yant Kaiy Tidak adanya rekrutmen PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) bagi guru PAI (Pendidikan Agama Islam) di lingkungan Dinas Pendidikan Sumenep, menambah panjang penderitaan mereka. Karena harga dari profesi mulia mereka sebagai pendidik dibayar tidak lebih dari Rp 300.000,- per bulan. Rupanya pihak pemangku kebijakan masih belum terketuk hatinya untuk mengangkis mereka dari lembah ketidak-adilan. Sekian lama guru PAI terjebak di lingkaran mimpi berkepanjangan. Impian para guru PAI ini untuk menjadi PPPK menyublim seiring tidak adanya jaminan kesejahteraan. Namun mereka tetap berkarya nyata walau kesejahteraan keluarganya jadi taruhan. Mereka tetap tersenyum mencurahkan keilmuannya terhadap murid-muridnya. Animo itu terus bersemi karena ada janji Allah, bahwa siapa pun orang yang mendermakan ilmu agamanya, maka jaminannya kelak adalah surga. Barangkali inilah yang membuat mereka tidak bergolak dalam menyampaikan aspirasinya. Mereka tidak turu

Panji Gumilang Pesohor Akhir Kekuasaan Jokowi

Catatan: Yant Kaiy Emosi rakyat Indonesia berpekan-pekan tercurah ke Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang. Episode demi episode tentangnya menggelinding bebas di altar mayapada. Akhirnya, lewat tangan-tangan penguasa ketenangan dan kenyamanan Panji Gumilang mulai terusik. Telusur mereka berdasar pernyataan dirinya tentang beberapa hal yang dianggap sesat oleh sebagian besar umat Islam di tanah air. Cerita tentangnya menenggelamkan beraneka berita krusial dalam negeri. Isu ketidakadilan, kasus besar menyangkut hajat hidup orang banyak menyublim di dasar laut Al Zaytun. Banyak orang bertanya-tanya, seberapa perkasa Panji Gumilang di mata hukum Indonesia. Ia bertakhta atas nama kebenaran walau kadang berseberangan jalan dengan organisasi Islam yang ada. Mungkin baginya, berbeda itu indah. Sekarang tugas penguasa menyembuhkan suasana negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. Tidak ada nilai tawar.[] - Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

SDN Panaongan 3 Layak Menyandang Predikat Sekolah Terbaik di Pasongsongan

Agus Sugianto (kanan) bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra. [Foto: Sur] apoymadura.com  - SDN Panaongan 3 terletak di Dusun Campaka Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Lokasinya masuk pelosok dengan jalan rusak ringan. Warga masyarakatnya sebagai besar bekerja di ladang sebagai petani. Musim penghujan mereka bercocok tanam jagung. Musim kemarau masyarakat lebih banyak menanam tembakau.  Ada pula sebagian dari mereka merantau ke kota lain. Bahkan ada yang bekerja di Malaysia, mengadu peruntungan agar kesejahteraan hidup lebih baik. Etos kerja warga masyarakat cukup tinggi. Mereka sadar, putra-putri mereka paling tidak harus punya pondasi keilmuan yang cukup. Agar dalam mengarungi hidup lebih indah, sesuai impiannya. Kendati perekonomian mereka rata-rata lemah, namun masalah pendidikan anak-anaknya menjadi sebuah prioritas. Karena mereka sadar, hidup bahagia itu lebih lestari dengan ilmu. Mereka menginginkan pendidikan putra-putrinya ke tingkat p