Sabtu, 20 Agustus 2022

Ramuan Banyu Urip dapat Menyembuhkan Segala Penyakit

MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Ditemui di tempat prakteknya, Jalan Selokan Mataram Karanganyar RT 10/RW 29 Nomor 197-A Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta, MS Arifin menjelaskan, bahwa Ramuan Banyu Urip tidak hanya menyembuhkan penderita buta warna saja. Ahad (21/8/2022).

"Memang saat ini pasien buta warna di tempat kami semakin banyak saja. Pasien ini menduduki peringkat satu," terang lelaki purnawirawan TNI ini.

Di Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta untuk penderita buta warna ada pilihan paket,  hal itu berdasar keparahan penyakitnya.

"Kami menyediakan tiga paket murah, disesuaikan tes baca pasien. Seluruh pasien menjalani rawat inap. Selain diterapi tetes, mereka mendapat penginapan dan menu makanan serta minuman yang bisa membantu kesembuhan buta warnanya," papar MS Arifin.

Selama ini seluruh pasien buta warna 100 persen sembuh permanen kalau berobat di tempat prakteknya


"Cuma harinya berbeda. Kalau ringan tingkat kesembuhannya lebih cepat," pungkasnya. (Kay)

Pasien Buta Warna Duduki Peringkat Pertama di Therapy Banyu Urip Yogyakarta

MS Arifin, CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International

Yogyakarta - Pengidap buta warna menduduki peringkat pertama dari sekian banyak pasien yang datang ke Therapy Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Sabtu (20/8/2022).

"Dua tahun terakhir ini,  pasien buta warna terus berdatangan ke pengobatan Ramuan Banyu Urip kami. Rata-rata pasien berusia muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya," terang CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin.

Ia menambahkan, bahwa beberapa guru Sekolah Menengah Atas di pelosok tanah air banyak yang merekomendasikan para siswa penderita buta warna ke Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta.

"Ini tandanya kalau pengobatan pasien  buta warna di tempat kami sudah terbukti 100 persen berhasil sembuh permanen," tegas MS Arifin. 

Maka tak berlebihan kalau pasien selalu  membanjiri klinik Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta. (Kay)

Kamis, 18 Agustus 2022

Akibat Minum Kopi Berlebih Timbulkan Penyakit Ginjal

MS Arifin (kiri) CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International sedang  menangani pasien penyakit ginjal. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Seorang anak kecil pengidap penyakit ginjal datang ke tempat pengobatan Therapy Ramuan Banyu Urip Pusat Yogyakarta. Ia didampingi kedua orang tuanya. Jumat siang (19/8/2022).

"Salah satu akibat seseorang sering minum kopi dan minuman kemasan botol sebabkan ia terserang penyakit ginjal. Maka perlu adanya perhatian khusus dari orang tua untuk mengawasi putra-putrinya sebaik mungkin"jar MS Arifin.

Memang banyak faktor lain seseorang terserang penyakit ginjal, tambah MS Arifin kepada apoymadura.com.

Solusinya dengan mengonsumsi, mengoleskan dan mengompres bagian tubuh yang terkena penyakit dengan  Ramuan Banyu Urip.

"Selain itu pasien penyakit ginjal harus minum air Husada Pamungkas produk kami. Gunanya sebagai pemenuhan nutrisi dan daya imun," terang MS Arifin lebih jauh. (Kay)

Rabu, 17 Agustus 2022

Ramuan Banyu Urip Sikat Habis Penyakit Infeksi Lambung

Pak Tarigan didampingi istrinya. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Pak Tarigan asal Medan mengidap penyakit infeksi lambung akut. Ia didampingi istrinya datang ke Pusat Therapy Banyu Urip Yogyakarta. 

"Saya sudah keluar-masuk rumah sakit. Berbagai pengobatan alternatif pun telah dicobanya. Tapi semuanya tidak berhasil. Nihil," ucap Pak Tarigan. Kamis (18/8/2022).

Menurutnya, gejala yang ia rasakan adalah perutnya seringkali nyeri, kembung, sakit ulu hati, sendawa berlebihan. 

"Tiap hari perut saya berbunyi. Aktivitas saya terganggu. Otomatis saya lebih banyak di rumah," tegasnya.

Setelah menjalani perawatan selama tiga hari di Komunitas Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta, infeksi lambung Pak Tarigan pun sembuh.

"Bagi saya ini keajaiban. Perut saya saat ini terasa nyaman. Nanti sore saya akan pulang ke Medan," ucap Pak Tarigan dengan senyum bahagia. (Kay)

Pasien Buta Warna Terus Membanjiri Pengobatan Ramuan Banyu Urip

MS Arifin (kanan) bersama pasien Mohammad Ikbal dari Prancis. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Belakangan Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip International Pusat Yogyakarta terus dibanjiri pasien pengidap buta warna. Pasien buta warna tersebut datang dari dalam dan luar negeri.

Sebagian besar usia mereka masih muda. Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena diantara mereka akan melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Kamis (18/8/2022).

"Semua pasien buta warna mendapat perlakuan yang sama. Pasien memperoleh jatah makan dan penginapan dengan tarif murah," papar CEO Therapy Banyu Urip International, MS Arifin kepada apoymadura.com.

Semua pasien diperkenankan pulang setelah mendapat kesembuhan sempurna. Plus mereka mendapatkan ramuan gratis untuk digunakan di rumah masing-masing.

"Di tempat kami juga disediakan alat-alat olah raga agar tubuh  pasien tetap bugar. Karena diantara mereka akan memasuki pendidikan TNI atau Polri," terang MS Arifin. (Kay)

Selasa, 16 Agustus 2022

Warga Prancis di Semarak Malam Tirakatan Yogyakarta

CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International MS Arifin (kiri) bersama tamunya dari Prancis, Mohammad Ikbal. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Mohàmmad Ikbal, warga negara Prancis kelahiran Singapura ini begitu terkesan dengan acara Semarak Malam Tirakatan yang di gelar di wilayah Karanganyar RT.10/29 Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Selasa malam (16/8/2022).

"Saya baru pertama kali menikmati acara Kemerdekaan RI ke-77 ini. Jelas terlihat kerukunan warga di daerah ini masih kental. Tampak semua orang bersuka cita," ucap Mohammad Ikbal agak kaku berbahasa Indonesia.

Ia datang ke Indonesia dalam rangka menjalani perawatan kesehatan di Pusat Therapy Ramuan Banyu Urip International Yogyakarta.

"Saya jatuh dari ketinggian 2 meter yang mengakibatkan dada jadi sesak. Sekarang sembuh total dengan ramuan multi fungsi ini," tegas Mohammad Ikbal sambil menunjukkan botol Ramuan Banyu Urip.

Sebelumnyà ia telah mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan penyakitnya, tapi tidak berhasil. Setelah menggunakan ramuan herbal Banyu Urip, dirinya sembuh total.  (Kay)

Malam Tirakatan 17 Agustus 2022 di Karanganyar Yogyakarta

MS Arifin ketika memberikan kata sambutan di Semarak Malam Tirakatan. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Beragam bentuk puji syukur ke hadirat Tuhan atas Kemerdekaan RI yang ke-77 dirayakan warga masyarakat di seluruh tanah air. Salah satunya acara Semarak Malam Tirakatan. Selasa (16/8/2022).

Tradisi Malam Tirakatan merupakan sebuah tradisi lama yang ada disebagian besar wilayah Yogyakarta.

"Sukses Malam Tirakatan kali ini tak lepas dari kekompakan segenap warga Karanganyar RT.10/29 Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Saya CEO Therapy Ramuan Banyu Urip International berterima kasih yang sebesar-besarnya atas sukses dan kerja keras para panitia," papar MS Arifin dalam sambutannya.

Ia didaulat memberikan kata sambutan karena perusahaannya telah memberikan kontribusi amat besar terhadap acara HUT RI ke-77 kali ini. (Kay)

Sabtu, 13 Agustus 2022

Implementasikan Program Kapolda, Polres Sumenep Gelar Piramida bersama Persatuan Jurnalis Indonesia

Kapolres Sumenep ngopi bareng dengan PJI Sumenep. (Foto Istinewa).

Sumenep - Satukan visi dan misi, Kepolisian Resor (Polres) Sumenep terus
memantapkan diri menjalin sinergitas dengan berbagai elemen, salah satunya dengan awak media.

Program Piramida menjadi salah satu program yang wajib diimplementasikan oleh segenap jajaran Kepolisian di wilayah Jatim setelah resmi dicetuskan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta.

Persatuan Jurnalis Indonesia menerima giliran dalam program ngopi bareng bertajuk Piramida pada Jumat malam (12/8/2022).

Kegiatan sinergitas Kepolisian dengan awak media ini digelar di Cafe Brobaks Jl, Urip Sumoharjo, Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura.

Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko., S.H, S.I.K., M.H mengucapkan: Kegiatan ngopi bareng bersama semua  awak media ini bertujuan menjalin sinergitas agar awak media tetap searah-sejalan dengan Kepolisian dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif.

"Program Piramida atau Ngopi bareng dengan awak media ini dicetuskan oleh Kapolda Jawa Timur dan sudah berjalan kurang lebih 8 bulan dan wajib diterapkan oleh semua Kapolres dan jajarannya," ujar Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko.

Lebih jauh Kapolres Sumenep yang dibanjiri ucapan apresiasi dari berbagai kalangan ini meminta agar media berperan serta untuk mengedukasi masyarakat dan turut menyukseskan semua program Polri.

"Karena peran media itu sangat penting. Oleh karenanya Program Piramida ini sangatlah positif untuk kita semua," tukas Kapolres. 

Pihaknya berpesan kepada Persatuan Jurnalis Indonesia agar menjadi wadah perjuangan dalam mengedukasi hal-hal positif demi kemajuan Kabupaten Sumenep.

"Hanya itu harapan kami. Semoga Persatuan Jurnalis Indonesia turut serta berperan serta menciptakan Harkamtibmas di Kabupaten Sumenep," tandas Kapolres Sumenep.

Sementara itu, Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia, Andi Kusmanto mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Sumenep atas undangannya.

"Terima kasih untuk Kapolres Sumenep, Wakapolres, Kasi Humas, Kasatreskrim, Kasat Lantas dan KBO Intel Polres Sumenep,  atas undangannya kepada Persatuan Jurnalis Indonesia. PJI siap mendukung Polres Sumenep," tutur Andi Kusmanto saat acara berlangsung.

Andi berharap PJI dan Polres Sumenep tetap menjadi mItra yang baik dalam mewujudkan Harkamtibmas di Kabupaten Sumenep.

"PJI Sumenep akan terus mendukung kinerja Kepolisian Resort Sumenep," tegasnya.

"Persatuan Jurnalis Indonesia secara khusus mengapresiasi kinerja Kapolres Sumenep beserta jajarannya," tambahnya. 

Kapolres Sumenep sudah melakukan bermacam ikhtiar dengan terobosan baru, seperti kegiatan anjangsana ke para tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap jajaran Polsek.

"Hal itu patut diapresiasi, karena untuk menyukseskan sebuah terobosan brilian membutuhkan keseriusan, kerja keras, tenaga dan pikiran," pungkasnya.

Sekedar informasi, kegiatan piramida dihadiri oleh Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko, S.H., S.I.K.,M.H, Wakapolres Sumenep, Soekris Tri Hartono,S.Sos,  Kasatreskrim Polres Sumenep.,AKP Fared Yusuf, S.H, Kasatlantas Polres Sumenep.,AKP Lamudji.,S.H, Kasi Humas Akp Widiarti S.,S.H, KBO Intelkam Agus Rusdiyanto.,S.H, Ketua PJI Sumenep, Andi Kusmanto dan segenap anggota Persatuan Jurnalis Indonesia DPC Sumenep. (Red)

Rabu, 10 Agustus 2022

Membengkak Jumlah Pasien Buta Warna di Therapy Banyu Urip Yogyakarta

Widuri (kanan) admin Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip International Pusat Yogyakarta. (Foto: Yant Kaiy).

Yogyakarta - Menurut data yang tercatat di admin, jumlah pasien buta warna di Komunitas Therapy Banyu Urip International Pusat Yogyakarta mengalami peningkatan luar biasa tiap tahunnya. Rabu sore (10/8/2022).

"Ada beberapa unsur penyebab kian tingginya angka pasien di Komunitas Ramuan Banyu Urip. Yakni tingkat kesembuhan yang permanen. Bahkan ada pasien yang sembuh lebih cepat dari estimasi awal," terang Widuri. 

Karena di  tempat pengobatan kami ada buku tes buta warna yang tak bisa diragukan lagi keberadaannya.

"Buku tesnya standar medis. Biar pasien tidak khawatir, kami menambahkan buku tes lagi berjumlah 150 lembar," tandasnya.

Admin berparas cantik ini menegaskan, selain itu pasien yang menjalani rawat inap senantiasa dimotivasi untuk membangun mindset positif tentang kesembuhannya.

Ini penting bagi kami lantaran ada wacana tidak benar, bahwa buta warna tidak bisa disembuhkan. Membangun mental dari dalam harus terus digalakkan terhadap diri pasien.

"Kebanyakan pasien buta warna di pengobatan kami wajib menaati aturan yang sudah kami tetapkan," pintasnya.

Contoh soal menu makanan. Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari. Jam istirahat agar imun tubuh tetap terjaga dengan baik tak luput dari perhatian para terapis. (Kay)

Selasa, 09 Agustus 2022

Mengenal Terapis dari Ramuan Banyu Urip Yogyakarta

Ahmad Rasidi, terapis muda berbakat. (Foto: Yant Kaiy)

Yogyakarta - Ahmad Rasidi merupakan salah seorang terapis yang dimiliki Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip International Pusat Yogyakarta. Usianya masih muda

Lelaki lajang ini berasal dari Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Sengaja Ahmad Rasidi dipilih CEO Therapy Banyu Urip International Pusat Yogyakarta karena kapasitasnya sebagai terapis sudah teruji oleh waktu.

Ketika dijumpai di tempat prakteknya, Jalan Selokan Mataram Karanganyar RT.10/RW.29 No 197A Sinduadi Mlati Sleman, Ahmad Rasidi sedang menangani banyak pasien buta warna. Rabu pagi (10/8/2022).

"Saat ini ada sembilan pasien buta warna yang menjalani rawat inap. Ada yang dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Jawa. Sebagian besar dari mereka akan melamar pendidikan tentara dan polisi," ujar Ahmad Rasidi.

Selama menjani rawat inap, pasien mendapat menu makanan dan jus buah segar untuk pemenuhan nutrisi sebagai penunjang kesembuhan.

"Kami sangat memperhatikan asupan gizi makanan agar kesembuhan pasien buta warna permanen," terangnya.

Saat ditanya soal biaya, Ahmad Rasidi menegaskan, "Sangat bersahabat dan lebih murah dari tarif pengobatan alternatif yang lain."

Sebelumnya ada 33 pasien buta warna yang sembuh dan sudah pulang. Ada diantara mereka yang lolos seleksi TNI/Polri. (Kay)

Minggu, 07 Agustus 2022

Buta Warna: Firman Allah Jadi Dasar Penyembuhnya

Yogyakarta - Dari sebagian kalangan ahli  pengobatan, baik medis maupun non-medis mengatakan, bahwa buta warna tidak bisa disembuhkan. Lalu masyarakat latah percaya dengan wacana dan opini tersebut.

Tetapi tidak begitu dengan MS Arifin (CEO Therapy Banyu Urip International). Ia menegaskan kembali, jika semua penyakit datang dari Allah SWT. Dan Dialah yang akan menyembuhkannya lewat ikhtiar manusia itu sendiri. Senin (8/8/2022).

"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Jadi setiap penyakit jelas ada obatnya. Kecuali kematian. Kematian tidak bisa disembuhkan. Namun kalau penyakit fisik dan psikis pasti ada penangkalnya," tegas MS Arifin di tempat prakteknya, Jalan Selokan Mataram Karanganyar RT.10/RW.29 No.197 A Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta.

Dirinya kalau berbicara masalah bukti mungkin ada orang yang tidak percaya. Tapi di tempat prakteknya banyak pasien buta warna yang sedang menjalani terapi.

MS Arifin menegaskan,  "Di tempat praktek saya  sekarang ada banyak pasien buta warna dan sebagian diantara mereka sudah diperbolekan pulang lantaran telah sembuh total."

Tentu pasien telah melewati tahapan tes buta warna sebelum dipulangkan.

"Satu kata kuncinya, saya berpatokan pada firman Allah dalam Al-Quran Surah Al-Anbiya ayat 83:
"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya: "(Ya Tuhanku) sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Maha Penyayang dari semua yang penyayang," ucap MS Arifin mengutip kandungan ayat suci Al-Quran.

Dari sini kita dapat menarik benang merah, bahwa setiap penyakit apa pun pasti ada penyembuhnya.

"Yang lebih gamblang lagi ada hadis Nabi Muhammad SAW (HR. Bukhori). Begini bunyinya: "Allah tidak akan menurunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan juga obatnya," ujar MS Arifin sambil melafalkan bahasa Arabnya. (Kay)



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...