Kiai Ahmad Riyadi, M.Pd. (kiri) dalam rapat persiapan Harlah NU ke-99. (Foto: Yant Kaiy)
Sumenep - Rapat
konsolidasi jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan-Sumenep, membahas “Haul
Muassis NU dalam Rangka Harlah NU ke-99” berlangsung Kamis (13/1/2022) sore di
Kantor MWC NU Pasongsongan.
Kiai
Ahmad Riyadi, M.Pd merinci sangat detail tentang pelaksanaan Harlah NU. Semua
bertujuan agar sukses tercapai sesuai harapan.
“Untuk
jadwal kegiatan Harlah, MWC NU Pasongsongan mendapat alokasi waktu dari tanggal
2 sampai 16 Pebruari 2022. Maka kami menyusun jadwal agar tidak berbenturan
satu sama lain. Sebab kegiatan Harlah akan diselenggarakan per Pengurus Ranting
NU se-Kecamatan Pasongsongan,” ujar Kiai Ahmad Riyadi sebagai Ketua MWC NU
Pasongsongan.
Ia
menambahkan, sedangkan seluruh Lembaga dan Badan Otonom MWC NU Pasongsongan
diproyeksikan menghelat Harlah NU pada 19 sampai 20 Pebruari 2022.
“Kami
percaya seluruh jajaran pengurus MWC NU Pasongsongan akan menjalankan keputusan
ini. Ya, keputusan yang tak ada nilai tawar lagi,” tandas Kiai Ahmad Riyadi.
(Yant Kaiy)
Sumenep - Brawijaya University Studentfrom Sumenep (BUSS) menggelar kegiatan sosial
menyambangi salah satu desadi Kabupaten Sumenep, yakniDesa Pinggir Papas Kecamatan Kalianget.Rabu
(12/1/2022).
Aksi
sosial meliputi bersih-bersih sampah dan cek kesehatan secara gratis kepada masyarakat setempat.Kegiatan
ini bekerja sama dengan Dinkes dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Acara ini
merupakan rangkaian dari Brawijaya Festival tahun ini.
Sambangi desa dengan
bersih sampah merupakan implementasi dari
nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi
yakni, wujud pengabdian kepada masyarakat.
“Acara ini bertujuan memberikan edukasi dan membuka wawasan
baru bagi masyarakat sekitar, tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” terang Ketua
BUSS Sumenep Fahrur Rozi pada apoymadura.com.
Tujuan
membangun mental dan pola pikir
masyarakat, sasarannya menjadikan masyarakat memiliki empati terhadap lingkungan. Karena lingkungan juga merupakan bagian dari, untuk
dan oleh masyarakat itu sendiri.
Menurut alumni TMII
Al-Amien, kegiatan bersih-bersih sampah di sekitar Balai
Desa Pinggir Papas, terpilih karena
kurangnya tingkat kesadaran masyarakat
terhadap pengelolaan sampah di sekitarnya
yang notabene merupakan masyarakat pesisir.
"Bersamaan
dengan hal tersebut, BUSS juga mengadakan check-up kesehatan gratis bagi
masyarakat sekitar terutama para lansia. Check kadar glukosa, kolesterol, dan
asam urat menjadi titik poin pada pemeriksaan kali ini," ungkap Fahrur Rozi.
Sedangkan
Jefry Andy Agusty selaku Ketua
Pelaksana BRAWFEST 2022, mengungkapkan alasan pemilihan Desa Pinggir Papas
sebagai tempat pelaksanaan Sambang Desa.
"Kami memilih Desa Pinggir Papas sebagai tempat pelaksanaan Sambang
Desa berdasarkan beberapa kriteria yang sudah kami tentukan. Dan kami merasa Desa Pinggir Papas memenuhi kriteriasesuai dengan kegiatan pengabdian yang akan
kami laksanakan," ujar Jefry.
Ia juga menambahkan perihal pentingnya
kebersihan yang menjadi salah satu agenda Sambang Desa Brawijaya Festival 2022.
"Tantangan
kita di era saat ini bukan lagi melawan penjajah. Melainkan bagaimana kita menghadapi permasalahan lingkungan," pungkasnya. (RS/Yant Kaiy)
Pasongsongan –Nama Abdul Hadi belakangan ini viral karena pasien stroke,
darah tinggi, kencing manis, kolesterol dan beberapa penyakit berat lainnya
sembuh di tangannya. Setiap hari kediamannya ramai oleh pasien yang datang dari
beberapa daerah di Madura.
Lelaki
berusia lebih dari kepala lima ini menggabungkan beberapa metode pengobatan
alternatif. Ternyata jurus penyembuhan gaya barunya itu cukup efektif.
“Mula-mula
pasien diberi minum ramuan. Setelah itu dilakukan pijat refleksi di areal kaki.
Lalu dilanjutkan pengurutan di titik-titik tertentu pada tubuh pasien. Saya
juga menyalurkan tenaga dalam agar penyakit sirna. Selesai itu, saya doakan
pasien,” terang Abdul Hadi. Rabu (12/1/2022).
Ia
juga menjelaskan, ramuan minum itu terdiri dari temu lawak, kunyit dan daun
sirsak. Pusat penyakit sumbernya terletak di kaki, maka penting dilakukan pijat
refleksi. Sedangkan tenaga dalam berfungsi melancarkan peredaran darah. Doa
membangun mental pasien.
“Membangun
mental pasien penting dilakukan agar daya dorong penyembuhan dari dalam
berjalan maksimal,” terang Abdul Hadi di rumahnya yang beralamat di Dusun Sumur
Keramat Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. (Yant Kaiy)
Sumenep – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, perlu
adanya upaya pencegahan bersama. Penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Sumenep hingga saat ini terus ditingkatkan. Hal itu disampaikan
Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya, S.I.K di ruang kerjanya. Rabu (12/1/2022).
Menurut Kapolres, jajarannya masih terus melakukan
penanganan
serius Covid-19, baik prokes
maupun peningkatan vaksinasi bagi mereka yang
belum divaksin.
“Dalam penanganan
pencegahan Covid-19, ada beberapa langkah yang kami ambil. Yang pertama dengan melaksanakan kegiatan prokes. Yang kedua meningkatkan kegiatan testing, tracing,
treatment (3T). Yang ketiga
berkaitan dengan herd immunity. Hal itu
bisa terbentuk apabila vaksinasi mencapai angka 70 persen,” terang Kapolres.
Pihaknya bersama seluruh komponen masyarakat
berupaya sekuat
tenaga meningkatkan percepatan
vaksinasi di Kabupaten Sumenep. Dengan peningkatan vaksinasi diharapankan herd immunity ini segera terbangun.
“Kami
berharap kepada seluruh warga masyarakat
Sumenep supaya tetap mematuhi protokol kesehatan. Kita berdoa, semoga Covid-19 cepat sirna dari muka bumi
ini. Juga tidak
ada penyebaran virus Omicron di Kabupaten Sumenep,” tambah Kapolres AKBP Rahman.(SD/Yant Kaiy)
Panggilan
jiwa. Begitu kira-kira jawaban saya terhadap sekian banyak pertanyaan para
sahabat. Mereka menanyakan pendapatan saya dari dunia tulis-menulis saat ini.
Saya
bilang sejujurnya. Bahwa, dulu menulis di koran atau majalah honornya pasti
ada. Media massa cetak membayar semua tulisan terpublis.
Tapi
kini berbeda. Dunia internet memberi kebebasan terhadap semua penulis dalam hal
berkarya. Mereka dituntut berjuang keras mempromosikan sendiri hasil karyanya
ke berbagai sosial media. Kalau personal itu sukses menggaet pembaca
sebanyak-banyaknya, duit pun akan menghampiri.
Ketika
seseorang gagal mendapat massa, ia akan membutuhkan jangka waktu lama menggapai
impian. Bagi mereka yang bukan panggilan jiwa akan tumbang dengan sendirinya. Mungkin
mereka akan pindah ke dunia lain; meninggalkan dunia tulis-menulis.[]
Sumenep–Akhirnya majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sumenep
menjatuhkan vonis enam tahun penjara, denda Rp 30 juta, dan subsider dua bulan
kurungan kepada oknum guru berinisial S di Sekolah Dasar Batuputih Sumenep. Selasa (4/1/2022).
Oknum guru itu
dinyatakan terbukti mencabuli anak dibawah umur kepada beberapa muridnya di
sekolah.
"Menyatakan
terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindakan
pidana melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu
muslihat untuk melakukan perbuatan cabul sebagaimana dakwaan dari JPU,” kata
Nur Fajjriyah, SH, JPU Kejaksaan Negeri Sumenep, Rabu pagi.
Terdakwa S
dinyatakan terbukti melakukan perbuatan asusila, yakni perbuatan cabul yang cakupannya
lebih luas. Dampaknya beberapa korban mengalami trauma ketika bertemu dengan
terdakwa.
Majelis hakim
menilai hal yang memberatkan karena terdakwa S berbelit-belit saat memberikan
keterangan dan tidak mengakui perbuatannya.Selain itu, sebagai guru, terdakwa tidak patut
melakukan perbuatan tersebut.
“Terdakwa divonis oleh hakim pengadilan Sumenep dengan dakwaan UU No. 35 tahun 2014 Pasal 82
ayat 2 dengan putusan 6 tahun penjara subsider
2 bulan masa tahanan serta denda Rp30 juta,”
tambah Nur Fajjriyah, SH.
Sementara itu
menurut Fendi Riyanto Ketua LSM GMBI Sumenep selaku kuasa hukum dari korban menyatakan dan menyampaikan banyak terimakasih kepada para penegak hukum, baik Kepolisian Kejaksaan maupun Pengadilan yang
sudah memberikan bukti bahwa hukum itu memang benar-benar adil.
"Hukum di
Indonesia khususnya di Sumenep itu tidak
memandang siapa dan apa, buktinya klien kita yang berasal dari masyarakat bawah
ini benar-benar merasakan keadilan tersebut," tandas
Fendi.
"Awalnya kita
tidak terlalu percaya bahwa hukum itu tetap tajam ke atas, bahkan kita mengira
hukum itu tumpul ke atas tajam ke bawah, tapi berkat bantuan dari LSM GMBI Sumenep
akhirnya kita merasa lega," ujar Titin, salah
satu orang tua korban. (FendiSP/Yant Kaiy)
Sumenep –Pengobatan gratis oleh Komunitas Therapy Banyu Urip
di Desa Banasare Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep mendapat sambutan luar
biasa dari warga masyarakat. Bertempat di rumah salah seorang warga, beberapa
tokoh masyarakat setempat hadir pula menjalani terapi. Senin (10/1/2022)
“Pelaksanaan
bakti sosial ini dilakukan atas permintaan salah seorang warga. Ia peduli atas
kesehatan para tetangganya. Masyarakat hadir berbondong-bondong dan kami
melayaninya dengan senang hati,” ucap MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip
International.
Dirinya
membawa 9 terapis profesional dari Kecamatan Pasongsongan, Ambunten dan
Yogyakarta. Satu diantaranya seorang terapis perempuan.
“Sangat
senang bisa membantu sesama. Kami besok akan melakukan terapi gratis di
Kecamatan Bluto-Sumenep. Ini juga atas permintaan seorang tokoh masyarakat,”
pungkas MS Arifin.(Yant Kaiy)
Sumenep - Mahasiswa Brawijaya asal Sumenep
yang tergabung dalam Brawijaya university Student from Sumenep (BUSS) mengelar
try Out Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Seleksi Bersama Masuk
Perguruan Tinggi (SBMPTN). Ahad, 9
Januari 2021.
Kegiatan ini dengan
mengusung tema"Mengabdi dengan
Aksi Bergerak dengan Hati". Try Out UTBK SBMPTN
ini berhasil menggaet ratusan peserta dari kalangan siswa SMA/MA/SMK sederajat
se-Kabupaten Sumenep.
BUSS Sumenep
bekerja sama dengan Brawijaya Intensive Centre (BIC), Try Out ini dilaksanakan
dengan menggunakan sistem terbaru berbasis komputer dan di-setting semirip
mungkin dengan pelaksanaan UTBK yang sesungguhnya.
Hesti Pujiyanti, Penanggung Jawab kegiatan ini menjelaskan,
bahwasanya, kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan diri para peserta sehingga mereka dapat menyiapkan
strategi yang tepat ketika UTBK dilaksanakan nanti.
"Try Out ini
juga akan melatih para peserta untuk beradaptasi dalam mengerjakan soal-soal
sulit dalam waktu terbatas", Kata Hesti kepada Santrinews.com.
Selain Try Out UTBK
SBMPTN, program kerja Brawijaya Festival 2022 juga turut menggelar rangkaian
acara lainnya seperti BUSS Visit School (BVS), Webinar Nasional, Sambang Desa,
serta Awarding Day & Expo Campus.
Ketua Umum BUSS
Sumenep Fahrur Rozi, mengugkapkan, bahwa kegiatan Brawijaya Festival diadakan
atas dasar keinginan mahasiswa untuk implementasikan nilai-nilai tri dharma
perguruan tinggi serta atas kecintaan yang begitu mendalam untuk daerah tanah
kelahiran.
"Harapannya
masyarakat kabupaten sumenep khususnya anak muda dapat mengikuti setiap
rangkaian acara Brawijaya Festival 2022" tuturnya.
Menurut Rosi,
pelaksana Brawijaya Festival berarap bahwa panitia pelaksana Brawijaya festival
2022 dengan dilaksanakannya salah satu
rangkaian BRAWFEST yaitu TRYOUT UTBK SBMPTN nantinya siswa SMA dan MA sederajat
mendapatkan pengetahuan baru perihal soal-soal UTBK, dan TRYOUT. Nantinya, tambah
Rosi, ini bisa menjadi bekal bagi mereka
untuk masuk universitas jalur SBMPTN.
"Harapan
lainnya yang di inginkan oleh panitia pelaksana yaitu siswa SMA dan MA
sederajat bisa menerapkan pengetahuannya ini agar bisa berpeluang lebih untuk
masuk di perguruan tinggi," pungkasnya.(RS/Yant Kaiy)
Sumenep- Seorang nelayan
pagi ini ditemukan sudah tidak bernyawa di tengah laut. Nelayan yang diketahui
bernama Muna'em yang beralamat di Dusun Gerdana, Desa Jambuir, Kecamatan Gayam,
Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Ahad
(9/1/2022).
Korban
ditemukan pertama kali oleh sesama
nelayan disaat mereka akan pulang setelah melakukan aktivitas mencari ikan di
perairan Sapudi. Seperti yang disampaikan oleh Kanit
Reskrim Polsek Sapudi Aipda Rizal Afandi kepada apoyadura.com melalui sambungan telepon.
"Nelayan yang
akan pulang, melihat korban mengambang ditengah laut. Selanjutnya mereka
membawa korban ke daratan, tepatnya korban dievakuasi ke pantai Desa Banasem Kecamatan Gayam," Katanya.
Kami setelah
berkoordinasi dengan, Koramil Sapudi dan Puskesmas setempat langsung
mengevakuasi korban. Yang awalnya akan kami bawa ke Puskesmas untuk dilakukan
otopsi. Namun keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan meminta jenazah
korban untuk langsung dibawa ke rumah duka.
"Hasil dari
pemeriksaan luar pada jenazah korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan, dan
saat ini korban sudah berada dirumah duka, untuk proses pemakaman," pungkasnya.
Keterangan lain
yang dihimpun awak media dari Anggota Koramil 0827/20 Sapudi, Sertu Bambang
Harianto yang terjun langsung kelokasi
melakukan evakuasi mayat dari laut ke
pantai.
Menyatakan Korban
dalam posisi tengkurap dengan dililit senar
pancing dan pada tangan kanannya terkena
tusukan pancing.(Jn/Yant Kaiy)
Ach. Thoiril Hafidz (kanan) bersama Rifaqussyauqi. (Foto: Yant Kaiy)
Sumenep – MWC NU Pasongsongan mendelegasikan 4 peserta untuk
mengikuti Pelatihan dan Pendidikan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar
Banser) di Kecamatan Dasuk, 31
Desember 2021 sampai 02 Januari 2022.
Salah satu dari
keempat peserta tersebut ada Ach.
Thoiril Hafidz, peserta berusia 12 tahun. Ia masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Sekarang sudah resmi menjadi anggota Banser MWC NU Pasongsongan-Sumenep.
“Saya mendukung penuh, supaya tertanam niat tulus mengabdi, tidak main-main
di NU. Jujur, saya berharap anak kami bisa menjadi kader militan meskipun usianya
masih anak-anak. Saya yakin, dengan adanya
arahan dari berbagai pihak, anak kami bisa mengemban
amanah," harap Kiai Hafidz Sulaiman, orang tua Ach. Thoiril Hafidz pada apoymadura.com. Senin (10/1/2022).
Rifaqussyauqi selaku
Kasatkoryon mengatakan, dirinya harus mendampingi jikalau
ada peserta dari Pasongsongan ikut pelatihan Banser.
“Meskipun belum masuk usia kader Ansor Banser, saya apresiasi semangatnya saat mengikuti pelatihan. Dalam hal
ini yang bersangkutan tidak ada bedanya dengan peserta lain dalam mengikuti
seluruh rangkaian kegitan pelatihan yang cukup berat untuk anak usia 12 tahun,” timpal Rifaqussyauqi. (Yant Kaiy/Aj4)
Sumenep – Sudah dua tahun berlalu, kaum petani sangat
kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Kalaupun ada, mereka menebusnya dengan
harga fantastis. Karena diantara mereka ada yang membeli pupuk di daerah lain. Tentu
hal itu menyebabkan cost tinggi. Tak jarang hasil jual panen para petani hanya
kembali modal.
Keprihatinan
ini sejatinya cepat ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Karena petani
merupakan garda terdepan dalam masalah ketahanan pangan nasional.
Terkait
kesulitan pupuk yang dialami petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,
mendapatkan respon cepat Bupati setempat, Achmad Fauzi SH, MH.
Orang
nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini langsung menandatangani SK terkait
penyaluran dan HET pupuk bersubsidi tahun 2022.
Gerak
cepat tersebut diambil Bupati agar seluruh petani di wilayahnya bisa segera
menebus pupuk bersubsidi.
SK
yang ditandatangani Bupati Fauzi terkait penyaluran dan HET pupuk bersubsidi
kali ini hanya berselang satu hari setelah Pemerintah Kabupaten Sumenep
menerima SK dari Gubernur Jawa Timur pada Kamis, (6 Januari 2022), siang
kemarin.
“Diawal
tahun ini petani kesulitan mendapat pupuk bersubsidi karena SK dari Gubernur
baru turun. Otomatis pupuknya memang belum bisa disalurkan,” katanya, Jumat
(7/1/2022) sore.
Menurut
politisi muda PDI Perjuangan tersebut, hal seperti itu tidak hanya terjadi di
Sumenep, tapi juga dialami daerah lain di Jawa Timur.
“Makanya
setelah SK Gubernur turun kemarin, hari ini saya langsung menindaklanjuti agar
petani bisa segera menebus pupuk,” Terang Fauzi lebih jauh.
Bahkan,
langkah mempercepat penandatanganan SK penyaluran pupuk bersubsidi itu,
merupakan yang tercepat di Jawa Timur. Tujuannya tidak lain agar petani bisa
segera mendapatkan pupuk.
Sekadar
diketahui, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013
tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian,
penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan berdasarkan rencana kebutuhan.
Rencana
kebutuhan itu ditetapkan dalam peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang pertanian, dan peraturan pelaksanaannya ditetapkan oleh
gubernur atau bupati/wali kota.
Sementara
itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep juga telah memanggil para
distributor pupuk untuk melakukan rapat koordinasi.
“Hari
ini kami mengumpulkan para distributor untuk melakukan rapat koordinasi. Sehingga
ketika SK Bupati Sumenep sudah turun, distributor juga bisa start,” kata Kepala
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep Arif Firmanto. (Salamet Pbrs/Yant Kaiy)