Postingan

Antologi Puisi Fragmen Nasib (30)

Gambar
Karya: Yant Kaiy L autan Pui s i tiap detak jantung mengalir pui s i menu m puk diantara kian tersik s anya raga keberada a n diri s erba pas - pasan berbunga duka se kerat derita bermandikan air mata darah   sampanku diombang-ambingkan puisi menghalau tenggelam kosa kata s epotong rembulan menghias langit mengkristal di lautan angan layar pun mengumpulkan angin dingin mendorong bahtera riak mimpi memainkan bendera di atas tiang ikan - ikanku adalah lukisan nelayan ulung entah akan menepi dimana diri ini nanti atau esok masih belum pasti ?   aku terus terbuai angin melelapkan impian b e rbantalkan keteguhan, ketabahan, kesabaran … dan entah apa lagi bintang bertaburan merupakan kisah seniman tertelan mega - mega penghabus panorama ket id akmengertianku lahir dar i hak i kat ikhtiar berteriak tanpa suara, jauh dari kebisingan   di sinikah aku akan menyele s aikan , bidang penderitaan selamanya? hi dup terasing, ...

Antologi Puisi Fragmen Nasib (29)

Gambar
Karya: Yant Kaiy Senja Teduh keperkasaan senja ditunjukkannya padaku di ufuk barat menjingga nasibku seorang diri menggantung tanpa selera, resahlah… berbaring tanpa kemampuan menantang kodrat membuiku serentang kebebasan bernyanyi riang   keramahan senja serta kelembutannya mengingatkanku pada masa kanak-kanak yang dipikirkan makan setelah bermain tak pernah terbayangkan masa depan gemilang lepas bebas melayang dengan satu arah   mengembara sesuka raga diantara tawa sampai senja merebahkan tubuhku bergelimangkan keletihan menggempur segala penjuru nostalgia masa lalu menggeliat di perjalananku merenda mimpi jadi kaya, damba tiap insan apa memang begitu semua hidup manusia kini?   kududukkan segala perkara merawat keping senja di bumiku kepasrahan menggalau seketika itu mencambuki amarah lepas dari kandangnya langkah tertatih kuteruskan juga acapkali membeku kepastianku   ada bias-bias kebanggaan ternatal me...

Tanggapan Wakil Rektor INSTIKA Atas Keterlambatan Ijazah

Gambar
Dr. Damanhuri, M.Ag, Wakil Rektor (WR) 1 INSTIKA. (Foto: Yant Kaiy) Sumenep – Salah satu Perguruan Tinggi Swasta terkemuka di Kota Keris Sumenep, yaitu INSTIKA (Institut Ilmu Keislaman Annuqayah) Guluk-Guluk Sumenep, untuk tahun ini penerbitan ijazah bagi para mahasiswanya mengalami keterlambatan. Hal ini erat kaitannya dengan situasi pandemi Covid-19.   “Biasanya ijazah keluar beberapa bulan setelah mahasiswa diwisuda. Tapi tahun ini sedikit ada keterlambatan. Kita tahu bersama, sekarang dalam situasi pandemi Covid-19. Kami telah berusaha semaksimal mungkin supaya para mahasiswa bisa segera mendapatkan ijazah,” terang Wakil Rektor (WR) 1 INSTIKA, Dr. Damanhuri, M.Ag. Kamis (8/7/2021).   Selain dari Rektor dan Dekan INSTIKA, proses pengesahan ijazah itu ditandangani juga oleh Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya. Ini penting untuk diketahui oleh semua pihak.   “Kami kemarin secara khusus bertatap muka secara langsung dengan salah seorang mahasiswi berna...

Antologi Puisi Fragmen Nasib (28)

Gambar
Karya: Yant Kaiy Tak Rela seringkali kutertipu oleh beragam buaian tidurku pun dibuat tak nyenyak karenanya kadang merasa bersalah mengiringi detak jantung kubangkitkan protes menjejali keyakinan banyak mata kejeraannyalah yang kuharapakan selama ini, lain tidak lantaran dendamku masih berkecamuk tak mau padam   amarah meletup-letup ingin cepat hempaskan segala menyiksa sekujur atma tanpa ampun tanpa celah kesabaran menjelma menenggelamkan harga diri   kutengadahkan wajah atas segala khilaf terpapar terik menghujam pori kususun segala sengketa, lepaslah aib merajalela saling bunuh asa sesama bias keangkaramurkaan kita atau potret kesewenang-wenangan menghias suasana liku hidup   kemudian, perutnya yang buncít jadikan iklan di media massa atau mulutnya seperti harimau dipakainya jadi senjata rayu ketakikhlasanku begitu menggunung kefrustasianku membara hak asasiku seolah lenyap tertelan ombak politik nista n...

Antologi Puisi Fragmen Nasib (27)

Gambar
Karya: Yant Kaiy Angin Cinta kulabuhkan segala pandangan mengukir pantai sesekali angin menjelma dalam ilusi cinta tersisa diterpa mentarí hiaskan langit berjuta burung pemangsa ikan riuh terbang rendah menyentuh laut ombak menghamburkan buih lamunanku mengkristal lazuardi mengiringi asmara menghijau kalbu berbunga-bunga tanpa himpitan lara   seorang dara menghibur diriku seakan tak ada keresahan tersembul dukanya terpolesi bedak memikat hati anak adam ingin menerkam bulat-bulat pandangannya seketika kubulatkan tekad tertatih langkah menuju rimbun impian bertaburan cinta hadir terkulai   berbicara setinggi langit tanpa horison angan-angan kesemuan semata dari gerak tubuhnya isyarat sandiwara anak manusia abad ini tak mustahil mereka bersaing mengeruknya hanya sepotong kepuasan jadi tujuan kebusukannya sungguh menyakitkan hati kutak suka asmara dara itu   biarlah kesendirianku tetaplah abadi meski topan mengancam ...

Antologi Puisi Fragmen Nasib (26)

Gambar
Karya: Yant Kaiy Mata Wanita mata itu menikamku dalam tak mampu diri menepisnya meski hasratku senantiasa bergejolak cengeng rasanya tunduk tanpa syarat   bagi banyak teman itu kesempatan aku disimbolkan sebagai lelaki banci tak berani mengambil mawar berduri apalagi menguraikan kalimat manis seolah tumpul segala pisau cinta   perbuatan tabu teman sekolah walau keping rindu acapkali meruah luruh semua mimpi di taman hatiku hanya dedaunan bersemi menghíburku   aku bersyukur diciptakan Tuhan begini jadi manusia serba penakut dosa kuakui karunia terindah ini   memang, cinta terpendam membara di sekujur raga kadang ada berjuta penyesalan tak ternilai kutak sanggup menahan luapan asmara namun bagaimana kumenuangkannya terlalu bodoh, sumpahku seringkali terlontar rasa minder tak berkesudahan   aku jadi pemurung ditengah pergaulan sekali lagi bola mata itu menelanjangiku seolah ia ingin menyelami dasar...

Antologi Puisi Fragmen Nasib (25)

Gambar
Karya: Yant Kaiy Kepada Seorang Dara kaulah ternyata pemban g kit kelesuanku belajar s am pai malam sunyi ber karib kan bayangan paras ayu aku khawatir menyelami sikapmu menjerat lelaki bisa juga ka u bersandi w ara , sembunyikan liar mengolah senyu m an semanis mungkin agar sepertiku tersesat jalan di lingkaran asmaramu   sukar menebak geliat pesonamu acapkali sikapmu begitu lugu begitu meng agumkan semua mata insan aku tahu kau jad i idola semua teman sekolahku jangan mengelabui , ta wam u merenda kebi m bangan   keteguhan puncak gunung imanku kadang goyah oleh gempa kebersamaan secepat kilat kau t ancapkan bera gam siasat sikap pengundang nafsu kelelakian t erlalu kotor nodai usia dinimu masih panjang harapan masa depan   b u kan k ah ke cantikan itu relatif tapi pintar mengasah otak k ita masih anak sekolah menimba ilmu lebih utama   orang tua menambatkan impian cita -cita dan masa depan gemilan...

Vaksin Covid-19 dan Air Kelapa

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Masyarakat Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep dan sekitarnya, pada umumnya amat percaya kalau air kelapa dapat menetralisir reaksi vaksin Covid-19. Jangankan masyarakat awam di pelosok desa terpencil, warga berlatar pendidikan sarjana juga banyak minum air kelapa setelah divaksin.   Realita ini berlaku bagi sebagian masyarakat lantaran takut (gamang) bahwa vaksin itu aman bagi tubuh. Mereka terkontaminasi kabar burung tentang kematian akibat disuntik vaksin. Wacana ini tentu bertolak belakang dengan pendapat para dokter, bahwa vaksin itu aman bagi tubuh.   Memang hingga detik ini tak ada data kematian akibat vaksin Covid-19 yang dilansir dari tim medis (dalam hal ini pemerintah). Kalaupun data itu ada dan terpublikasikan, sudah barang tentu akan berakibat ketakutan luar biasa di bumi pertiwi.   Umumnya mereka terpaksa mau divaksin lantaran takut apabila nanti terkendala/kesulitan bila berurusan dengan soal administrasi dipemerintah...

Antologi Puisi Fragmen Nasib (24)

Gambar
Karya: Yant Kaiy B erbicara Tanpa Makna m e m akna i celoteh sahabat pengangguran di per s impangan j a lan berdebu m erokok me m beli eceran ti a da s ungkan membalut mata hati nya berjalan menyusuri tepi jalan raya angan acapkali mengopeni hasrat di ba ngk itkan luapan pelangi surut tertelan senja menjingga   kupeluk kembali segala lamunan berserakan terpancar asa dibalik ri m bun bunga hati sontak muncrat lahar di raga tanpa jeda bersenyawa kebi m bangan tak terelakkan kesadaran terpatri menelanjangi relung jiwa luruh berpencar dia m kan lazuardi menuntun duka sementara masih banyak g aris penghalang menghadang tiap ayunan kaki   ber g en gg a m an tangan sebagai sahabat kendati jalan ka m i berbeda jiblat n amun satu -kesatuan sebagai penderita makan seadanya, pakaian sebiasanya sepatu satu kupakai aus seny a mannya belajar tanpa peduli akan keletihan mengurung tanpa tedeng aling-aling kututup angan tak menentu ...

Antologi Puisi Fragmen Nasib (23)

Gambar
Karya: Yant Kaiy Perjalanan mantapkan harapan s ebiru m ungkin impian ter kontaminasi senoktah kegamangan membuntuti segala sengketa di benak menua tanpa kendali, kodratku sebagai manu s ia duri - duri me neror tiap detak jantung kukuatkan hati rapuh pada titian ikhtiar seberapa kuasa diri menelanjangi langkah tak terurai meluap peluh mengukir sekujur bumiku di bingkai emosi   kusarungkan n i at tak be c us menggoda merayu telinga hati terpesona bangkit mimpi men yu suri beragam nostalgia ter c ipta di mata irama sumbang terdengar menderaskan hujan kerinduan permata indah bukit-bukit menghijau kupasrahkan bekal perjalanan terkikis waktu menye sa tkan berbaur lelah sesekali ternatal kecewa mengkristal lepaslah kesu m pekan bergelimang, tak menentu arah...   aku kian menghilang dalam bayangan ilusi panora m a diri merenungi bersama luka terabaikan diantara takdir kuusir duka menerkam bias naluri melepuh nyanyikan lar...

Warga Pasongsongan Berduka

Gambar
Kiai Haji Muhammad Mustofa Mukammal (kiri) bersama putrinya, Nyai Hajjah Jauharatun Nafisah. (Foto: Yant Kaiy) Catatan: Yant Kaiy Kiai Haji Muhammad Mustofa Mukammal, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Istikmal Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep meninggal dunia tadi siang. Beliau menghembuskan nafas sekira pukul 14.00 WIB (Ahad, 14/7/2021).   Kiai Mukammal menyusul putri kesayangannya, Nyai Hajjah Jauharatun Nafisah yang belum genap sepekan dipanggil menghadap Sang Khalik. Peristiwa ini cukup menggemparkan banyak pihak. Sebab masyarakat umum sudah tahu kalau Kiai Mukammal adalah Rais Syuriah MWC NU Pasongsongan.   Beliau panutan masyarakat luas. Umat benar-benar merasa kehilangan. Dan keberadaan pondok pesantren yang diasuhnya merupakan paling awal ada di Desa Pasongsongan.   Disamping itu Kiai Mukammal adalah keturunan Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin, penyebar Islam pertama di wilayah pantai utara Pulau Madura pada abad XV Masehi.[] ...