Postingan

Beda Pandangan

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Setelah terpisah karena menempuh pendidikan berbeda kota, kami dipertemukan lagi dalam sebuah acara pernikahan anak tetangga sebelah rumah. Penampilannya begitu meniscaya dengan balutan busana batik lengan panjang. Kami pernah dekat dalam jalinan cinta ingusan masa silam. Masih melekat di kelopak mataku. Layaknya seperti kemarin saja kenangan tersebut. Sebelum beranjak ke kota tujuan kami, sebenarnya ikatan asmara itu telah retak. Karena sebuah keyakinan akan Tuhan kami. Mau tidak mau, kami pun menempuh jalan masing-masing. Buat apa dipertahankan. Dan… Sekarang kami saling menyapa, mesra. Namun tanpa getar-getar cinta.[] Pasongsongan, 14/1/2021

Konsep Therapy Banyu Urip untuk Swalayan Jaya Samudra Pasongsongan

Gambar
CEO Therapy Banyu Urip International Yogyakarta, MS.Arifin (Foto: Yant Kaiy) Apoymadura, Sumenep – CEO Therapy Banyu Urip Yogyakarta, MS.Arifin memiliki konsep cemerlang tentang Swalayan Jaya Samudra Pasongsongan. Pengusaha pengobatan alternatif ini kebetulan pulang kampung ke tanah kelahirannya, Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, dalam rangka meninjau pembangunan gedung serba guna miliknya. “Konsep one shop shoping adalah konsep perniagaan sangat berprospek cerah dan menjanjikan. Saya yakin jurus ini mampu menjawab kebutuhan konsumen saat ini. Karena di beberapa kota di Pulau Jawa sudah ada yang menerapkannya. Jika swalayan Jaya Samudra mengaplikasikan konsep ini, saya siap menanamkan modal di situ,” janji MS.Arifin di rumah barunya, kawasan Jalan Kiai Abubakar Sidik Pasongsongan. Kamis (14/1/2021). Ia menambahkan, bahwa dirinya sudah beberapakali bertemu AS.Harianto, tapi masih belum ada pembicaraan spesifik tentang jalinan kerjasama di swalayan milik BUMDes Pasongs...

Senantiasa Berkarya

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Hari-hariku diisi terus menulis apa saja yang ada di batok kepala. Tak peduli badai merontokkan pepohonan di sekitarku. Bahkan pernah ada yang ingin memberangus karierku. Bersyukur aku selamat dari maut impian. Mereka berpikir dari dulu kalau bekerja membanting tulang bisa menjamin hidup sejahtera. Ketimbang aku yang hanya duduk di depan komputer; merangkai aksara menjadi kata. Seperti masa bodohku, apa orang lain mau membaca atau tidak tulisanku di sosial media.[] Pasongsongan, 13/1/2021

Baru Sadar

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Lama aku tenggelam dalam laut penyesalan tak berpantai. Terlunta dari sekian hasrat tentang hidup sejahtera melebihi dari mereka tergolong bodoh saat di bangku sekolah. Ya, ketimbang mereka, akulah siswa terbaik ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan guru. Aku iri kepada mereka. Hidupku hancur tak berupa. Diambang kehancuran itulah kemudian Tuhan menurunkan inspirasi tentang arti hidup sesungguhnya. Bahwa di dunia tempat manusia menjalani ujian dan cobaan.[] Pasongsongan, 13/1/2021

Panah Rindu

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Saat aku jauh darinya, dikala kesunyian malam menyelimuti lamunan, senantiasa aku melayangkan hasrat bersamanya. Walau diantara kami belum ada ikrar bersatu suatu hari kelak. Tak kuhiraukan pertanyaan jiwa, mungkinkah dia sama seperti yang kualami. Aku tak peduli. Masa bodoh apa kata dunia. Aku merasa lebih bergairah jika hari-hari bersama bayang-bayangnya. Entah sampai kapan berakhir cinta bertepuk sebelah tangan ini. Apakah ini akan mengelupas kesehatan tubuhku? Tapi aku sehat-sehat saja. Berat badanku masih tetap 71 kilogram. Aku tentu hanya bisa mendekatinya kalaupun ada kesempatan. Sebab jarak memisahkan dalam tugas negara di rantau.[] Pasongsongan, 13/1/2021

Banyu Urip Menyembuhkan Buta Warna

Gambar
CEO Pusat Therapy Banyu Urip International (Foto: Yant Kaiy) Apoymadura, Sumenep – Penyakit mata buta warna adalah gangguan menurunnya kualitas penglihatan seseorang terhadap suatu objek berwarna yang kalau dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan kebutaan. Pemeriksaan dini terhadap mata penting dilakukan untuk mengetahui seberapa parah penyakit buta warna tersebut. “Sudah banyak penderita buta warna disembuhkan oleh Therapy Banyu Urip. Pasien luar negeri saja datang ke tempat kami, mengobati penyakit buta warna. Mereka mengakui keampuhan herbal Banyu Urip lantaran penyakit mata jenis ini sulit disembuhkan,” terang CEO Therapy Banyu Urip International Yogyakarta, MS.Arifin. Rabu (13/1/2021). Ia menambahkan, apabila ada gejala tidak nyaman pada kondisi mata, jangan sungkan-sungkan untuk memeriksakan diri di Therapy Banyu Urip. “Insya Allah penyakit yang berkenaan dengan mata akan bisa disembuhkan oleh herbal Banyu Urip,” pungkas MS.Arifin di tempat praktiknya . (Yant Kaiy)

Tetanus Amblas oleh Ramuan Banyu Urip

Gambar
Pasien tetanus dari Sampang Madura (Foto: Yant Kaiy) Apoymadura, Sumenep – Penyakit tetanus disebabkan oleh masuknya bakteri melalui luka terbuka. Dan luka tersebut tidak dirawat dengan baik. Bakteri berkembang dalam tubuh dan menyebabkan gejala seperti: Otot rahang kaku, otot pada wajah dan leher kaku, perut terasa keras saat di sentuh, kesulitan menelan, terjadi demam berkeringat. Kemarin, Selasa (12/1/2021), salah seorang pasien pengidap tetanus dari Sampang Madura datang ke Pusat Teraphy Banyu Urip International Pasongsongan-Sumenep. Pasien ini menempuh perjalanan dari rumahnya yang berjarak 57 km dengan sepeda motor bersama saudaranya. Setelah dikompres lukanya oleh CEO Therapy Banyu Urip, MS.Arifin, hanya tidak lebih satu jam, pasien tersebut mulai bisa berjalan normal. Proses penyerapan bakteri oleh Ramuan Herbal Banyu Urip terbilang sangat cepat. “Luar biasa. Dahsyat. Ramuan Banyu Urip tokcer.” Itu kata-kata yang acapkali terlontar dari pasien tetanus dari Sampang-Madur...

Doa Terakhir

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Perpisahan diakhir tahun lalu terasa seperti kemarin sore. Suamiku dinyatakan terpapar Covid-19 oleh tim dokter. Aku seolah tidak percaya. Kepergiannya terlampau cepat. Hanya dua hari berada di rumah sakit. Kami tidak boleh menemaninya. Sendiri membeku dalam kesendirian, berteman sunyi. Jiwaku terguncang. Bagiku dia tipe lelaki setia, ketika aku melahirkan anak pertama, perhatiannya tidak kutemukan bandingnya. Ia ibarat pembantu melayani sang ratu, segala keinginanku terkabulkan, terlayani dengan baik sekali. “Rawatlah anak kita. Semoga kau cepat menikah!” Kalimat mengiris kalbu, terlontar lirih dari bibirnya, menjelang ke rumah sakit.[] Pasongsongan, 12/1/2021

Cinta Monyet

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Baru kali ini aku merasakan sentuhan tangan lelaki. Dahsyat. Jiwaku mengembara tak tentu rimbanya lagi. Seiring itu pula, ada resah bergelora. Rindu berkecamuk. Menguliti hari-hariku riang gembira bersamanya. Kalimatnya amat puitis, mendesah di telinga. Tak ada waktu lagi tanpa membayangkan tingkahnya, senyumnya memburu langkah demi langkah. Semangat belajar kian meningkat kuat. Entah mengapa api cemburu selalu menghampiri ketika dia berbicara dengan teman perempuanku. Tapi ketika di dekatnya aku jadi malu, serba salah. Diwaktu kesendirianku, tubuh bergetar panas-dingin.[] Pasongsongan, 12/1/2021

Sekilas Tentang MS. Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International Yogyakarta

Gambar
MS.Arifin, CEO Therapy Banyu Urip International Yogyakarta (Foto: Yant Kaiy) Catatan: Yant Kaiy Nama lengkapnya Muhammad Syamsul Arifin. Ia dari keluarga sederhana. Lahir dan besar di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Dalam tubuhnya mengalir darah Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin, penyebar agama Islam pada abad XV Masehi di wilayah pantura Pulau Madura. Syekh Ali Akbar adalah paman dari Raja Sumenep, Bindara Saod. Sedari kecil MS. Arifin senang ilmu bela diri sampai akhirnya menjadi seorang tentara dengan bermodal ijazah SMP (lulus 1988). Mujur tidak dapat ditolak. Bersama istrinya membuat ramuan herbal yang diberi nama Banyu Urip. Ia tawarkan dari rumah ke rumah. Berjuang tanpa kenal lelah. Ikhtiarnya membuahkan hasil. Ramuan herbalnya kini menembus dunia. Banyak cabang Therapy Banyu Urip berdiri di mancanegara. Sampai 2021, MS. Arifin disebut-sebut orang tersukses membawa nama harum Desa Pasongsongan go international.[] Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Vaksin Covid-19, Sebuah Dilema

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Masyarakat di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep akhir-akhir ini terpapar sindrom takut akan vaksin Covid-19. Ketakutan mereka bukan tidak beralasan, berbagai informasi via sosial media membombardir mindset penduduk saban hari, bahwa vaksin tersebut tidak baik bagi tubuh manusia. Mereka tidak bisa memfilter mana informasi hoaks dan sahih. Masyarakat kini cenderung mengambil informasi bukan dari pejabat publik. Mereka tidak punya pegangan kuat. Mereka berada di posisi terombang-ambing. Tapi sebagian besar dari mereka bukan orang bodoh yang bisa ditipu segampang membalikkan telapak tangan. Sedangkan potensi krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya anjlok sampai titik nadir mengkhawatirkan. Itu disebabkan karena beberapa kejanggalan kasus Covid-19 di pelosok kampung mencederainya. Seolah-olah rakyat adalah “korban” dari sebuah kepentingan oknum dalam meraup keuntungan. Sejatinya pejabat pemerintah pusat bisa membongkar sindikat manipulatif C...