Postingan

Memupuk Anak agar Mandiri (Bagian IV (Habis))

Gambar
Kegiatan melipat baju sendiri dimulai sejak duduk di bangku SD. (Foto: Yant Kaiy) Artikel Keluarga: Yant Kaiy Dalam mengembangkan daya kreasi anak seringkali kita melihat bahwa orang tualah yang menghambat proses daya kreasi dan daya cipta anak. Karena kita tahu, dalam memupuk anak agar mandiri bukan harus kita memberikannya pada orang lain namun memberikan pandangan-pandangan yang berhaluan baik. Dengan hal itu akan membuat anak dapat benkembang dengan wajar. Memang kadang-kadang kita memerlukan ketenangan-ketenangan di rumah. Apabila anak-anak yang bermain-main dan membikin ribut serta ramai, maka rasanya kepala akan meledak. Juga jika ada pekerjaan kantor yang dibawa pulang atau sedang ada persoalan yang sulit di kantor. Demi kepentingan si anak, maka seharusnya kita sebagai orang tua, mau tak mau harus berusaha untuk mengatasinya dalam batas kewajaran, karena apabila anak tadi setiap kali selalu dilarang, maka daya kreasinya akan mati. Bahkan kita harus membimbingn...

Memupuk Anak agar Mandiri (Bagian III dari 4 Tulisan)

Gambar
Kegiatan melipat baju sendiri dimulai dari sejak kecil (Foto: Yant Kaiy) Artikel Keluarga: Yant Kaiy Sebenarnya selain sikap mandiri, kebanyakan orang tua juga menginginkan anaknya mempunyai rasa tanggung jawab. Menurut Drs. Dewa Ketut Sukardi dalam bukunya: “Bimbingan Perkembangan Anak”, mengatakan bahwa anak yang hidup di tengah-tengah kecaman dan kritik akan menyebabkan anak tak memiliki rasa tanggung jawab. Hal tersebut berarti anak belajar meragukan kemampuannya sendiri dan mencurigai iktikad serta maksud-maksud orang lain. Lebih ironisnya seorang anak akan dihantui kecemasan setiap saat dan tertimpa hantaman yang menghancurkan masa depannya. Dengan menanamkan rasa tanggung jawab pada anak sangat dibutuhkan tenggang rasa orang tua. Karena rasa tanggung jawab bukanlah dibawa anak semenjak lahir, melainkan diperolehnya secara bertahap menurut perkembangan dan menurut tingkat usianya. Menurut Ketut, anak belajar bertanggung jawab jika diberikan kesempatan-kesempatan unt...

Memupuk Anak agar Mandiri (Bagian II dari 4 Tulisan)

Gambar
Kegiatan merapikan baju dimulai sejak kecil (Foto: Yant Kaiy) Artikel Keluarga: Yant Kaiy Cobalah kita lihat di sekeliling kita, maka di situ kita akan melihat bermacam-macam perwujudan daya kreasi anak-anak tersebut. Ada yang membuat rumah-rumahan, ada yang mencorat-coret tanah dengan berusaha menggambar seekor kelinci. Dan masih banyak perwujudan-perwujudan anak yang dapat kita lihat. Memang daya kreasi pada anak tidak mungkin bisa diajarkan atau dibeli dengan uang, akan tetapi orang tua serta guru-guru yang akan dapat mengarahkan dan membimbing anak tersebut untuk mengembangkan daya kreasinya. Sebenamya dalam membimbing anak untuk mengembangkan serta menyalurkan bakat-bakatnya merupakan keadaan yang wajar, bahwa anak akan diliputi rasa ingin tahu yang sangat besar serta anak akan selalu menginginkan melakukan segala sesuatu menurut keinginan dan caranya sendiri. Betapa senangnya si bayi setelah ia menemukan kakinya. Setelah itu ia mulai bermain-main dengan sebuah se...

Memupuk Anak agar Mandiri (Bagian I dari 4 Tulisan)

Gambar
Kegiatan melipat baju sendiri dimulai sejak kecil. (Foto: Yant Kaiy) Artikel Keluarga: Yant Kaiy Berbagai keluhan dan pujian dari kalangan orang tua mengenai kondisi dan pendidikan anak-anak senantiasa menyita perhatian keluarga. Mapan memang apabila seorang anak dalam hal pelajaran sangat bagus dan pintar, kreatif serta santun pada orang tua. Tetapi banyak juga anak-anak yang telah umur sembilan tahun sangat berani atau justru sering menangis. Kita semua sadar, memang kehidupan manusia di atas planet bumi sudah turun temurun, namun pendidikan anak masih merupakan suatu hal yang sangat perlu untuk mempelajarinya serta bagaimana mendidik anak yang baik. Sebab tumbuh kembang anak biasanya dipengaruhi juga oleh perkembangan jaman. Karakter, pribadi, sikap, dan tingkah laku anak bermacam-macam. Bergantung dari pendidikannya di lingkungan anak tersebut tinggal. Juga keluarga, masyarakat sekitar (lingkungan) dan sekolah. Pada umumnya cara mendidik yang diterapkan orang tua p...

Nyai Madiya: Zikir Samman Pasongsongan

Gambar
Surat tanah dari Raja Sumenep diberikan pada Nyai Agung Madiya atas jasanya memenangkan perang mengusir penjajah Belanda di Aceh. (Foto: Yant Kaiy). Catatan: Yant Kaiy Di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, setiap tanggal 14 Jumadil Akhir tahun Hijriah digelar kebudayaan Islam Zikir Samman. Perhelatan Zikir Samman setiap tahun itu merupakan implementasi dalam mengenang meninggalnya tokoh ulama berpengaruh Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin pada tanggal 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah. Pada abad XVII Masehi, Raja Bindara Saod meminta bantuan kepada putri Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin bernama Nyai Agung Madiya untuk mengusir penjajah Belanda di bumi Aceh. Sebelumnya Raja Aceh sudah menjalin persahabatan dengan Raja Sumenep sebagai sesama kerajaan Islam di bumi nusantara. Nyai Agung Madiya didaulat menjadi Panglima Perang dalam tugas memberantas tentara kolonial Belanda. Nyai Agung Madiya berhasil pulang membawa kemenangan. Sampai di Sumenep, Ny...

Sosmed pada Harga Tembakau

Gambar
Durri Herianto (Foto: Yant Kaiy) Apoymadura, Sumenep - Peran sosial media (sosmed) dampaknya sungguh luar biasa bagi kehidupan manusia saat sekarang. Seringkali masyarakat gampang terseret pada informasi keliru. Lantaran gempuran bertubi-tubi dari sosmed tak terbendung sehingga masyarakat pun hanyut pada pusarannya. “Banyaknya pengguna HP-android telah memudahkan masyarakat membagi kabar via sosmed. Kabar tersebut kadang belum jelas kebenarannya tapi langsung di-share kebeberapa temannya sehingga semakin melebar,” papar Durri Herianto kepada apoymadura.com. Senin (14/9/2020). Apa hubungannya dengan harga tembakau? “Beberapa hari yang lalu ada kabar di sosmed, di suatu daerah tembakau rajang dibakar. Bisa jadi ini perilaku segelintir orang untuk mempengaruhi harga tembakau supaya murah. Hal ini mendorong para petani untuk segera menjualnya lantaran tembakau rajang kalau lama dalam penyimpanan, maka kualitasnya kian rendah,” tambah Durri Herianto di kediamannya, Desa ...

Harga Tembakau Madura Berkisar Rp 15 Ribu

Gambar
Sudirman (Foto: Yant Kaiy) Apoymadura, Sumenep – Harga tembakau  di wilayah Desa Pasongsongan, Desa Panaongan, Desa Padangdangan, dan Desa Sodara Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep berkisar Rp 15 ribu per kilogram. Harga tembakau tersebut juga berlaku di Desa Dempo Timur, Desa Dempo Barat, dan Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. “Harga tembakau itu di tingkat petani. Entahlah kalau sudah ke gudang pabrikan rokok. Ini sangat merugikan petani. Ditambah lagi potongan 4 kilogram per satu bal oleh pihak pedagang,” terang Sudirman kepada apoymadura.com di kediamannya, Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Senin (14/9/2020). Dirinya mensinyalir kalau harga tembakau ditingkat petani itu adalah permainan para pedagang semata. Dengan berpropaganda kalau gudang pabrikan rokok menetapkan kriteria super ketat tentang kualitas tembakau. Mulai dari corak dan harum khas tembakau. “Gerakan harga rendah berjamaah pedagang ini men...

Lampu Jalan Kiai Imam Khoir

Gambar
Hairus Samad Apoymadura, Sumenep – Beberapa titik di Dusun Morasen, Sempong Barat, dan Sempong Timur Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep kini tidak gelap lagi kalau malam. Hal ini berkat adanya bantuan lampu jalan yang dipasang di tempat-tempat strategi dan rawan dari tindak kejahatan. “Lampu jalan itu bantuan pribadi Kiai  Imam Khoir. Atas nama warga Desa Pasongsongan saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian beliau terhadap lingkungannya. Kendati dia bukan asli warga Pasongsongan, tapi perhatiannya patut mendapat atensi dari segenap warga,” ujar Hairus Samad, tokoh pemuda Pasongsongan. Minggu (13/9/2020) Hairus berharap agar lampu penerangan jalan tersebut tidak dirusak dan selalu dijaga keberadaannya. “Langkah bijak Kiai Imam Khoir ini semoga menjadi inspirasi bagi warga lain, utamanya mereka yang berkecukupan ekonomi,” tandas Hairus di kediamannya. (Yant Kaiy)

Rapimcab Pergunu PC Sumenep

Gambar
Peserta Rapimcab Pergunu Sumenep. Apoy m adura, Sumenep - Pengurus Cabang Pergunu (Persatuan Guru NU) Sumenep dalam acara Rapimcab (Rapat P impinan C abang ) P ergunu , Sabtu ( 12 /9/ 2020 ) mengundang seluruh K etua dan S ekretaris PAC seluruh Kabupaten Sumenep , membahas tentang agenda kerja Pengurus Cabang Pergunu Kabupaten Sumenep. Dalam sambutannya Muhammad Sholeh, M.Pd (ketua PC Pergunu Sumenep) menekankan kepada seluruh PAC ditiap Kecamatan se - Kabupaten Sumenep agar mengedepankan visi dan misi Pergunu , terutama tentang ideologi yang merupakan cara pandang membentuk karakter yang di miliki NU, yaitu guru harus mengedepankan ke Aswaja - an. Akhmad Jasimul Ahyak (kanan) Ketua PAC Pergunu Pasongsongan. Dari hasil agenda kerja PC Pergunu Kabupaten Sumenep tadi yang di laksanakan di aula K antor NU Kabupaten Sumenep menghasilkan beberapa keputusan , diantaranya: Keanggotaan Pergunu per -K ecamatan harus ada penambahan . Mengadakan Diklat desain graf...

Tidak Membeli Tembakau Madura, Boikot

Gambar
Akhmad Jasimul Ahyak (Foto: Yant Kaiy) Apoymadura, Sumenep – Bisakah aksi membalas ketidakpedulian terhadap nasib petani tembakau dilakukan. Aksi ini bertujuan sebagai shock therapy kepada perusahaan rokok yang membeli tembakau dengan harga murah dan tidak manusiawi. Seperti memboikot hasil produksi pabrik rokok yang gudangnya ada di Madura. “Kalau aksi boikot secara personal kemungkinan bisa dilakukan. Sudah barang tentu hal ini tidak menabrak aturan yang ada. Tapi kalau aksi boikot ini diserukan oleh sebuah lembaga pemerintah, pasti akan menimbulkan kegaduhan dan persoalan,” papar Akhmad Jasimul Ahyak di kediamannya, Dusun Lebak Desa/Kecamatan Pasongsongan Sumenep. Sabtu (12/9/2020). Lantas bagaimana kiatnya? “Organisasi masyarakat yang menyerukan. Seperti LSM. Walau hanya dalam lingkup kecamatan, tentu dampaknya cukup masif. Tinggal menunggu hitungan hari saja, akan ada aksi solidaritas bermunculan di kecamatan-kecamatan lain di Madura melakukan aksi serupa,” ta...

Mengaji pada Harga Tembakau

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Harga tembakau tahun ini benar-benar merugikan para petani. Sangat murah lantaran tak mampu menutupi cost yang dikeluarkan para petani itu sendiri. Memang amat memilukan. Keprihatinan ini menatalkan opini yang menjurus menyalahkan banyak pihak. Mulai dari Pemerintah Daerah, gudang pabrikan rokok, pedagang tembakau hingga legislatif sebagai penyambung lidah rakyat. Kita jelas tahu akan pepatah: Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Di alam fana ini berlaku hukum kausalitas. Dalam suasana harga tembakau murah dan petani menjerit, akan tetapi pemangku kebijakan tak punya power yang bisa mengangkisnya. Padahal kepadanyalah muara dari semua persoalan/kepentingan rakyat dapat ditangani. Namun harapan itu hanya ilusi. Mengaji pada realita ini, sejatinya kita berpikir ke belakang. Saat mereka meminta (mengemis) suara kepada rakyat tentu tidak gratis. Mereka juga mengeluarkan cost tidak sedikit. Mafhum kalau ada persoalan yang tidak bernilai profit oriented...