Selasa, 16 September 2025

Sosialisasi Imunisasi Campak Massal di MI Annajah Pasongsongan, Cegah Penyakit Sejak Dini

Puskesmas Pasongsongan
Sosialisisasi pemberian imunisasi campak. [Foto: sh]

SUMENEP — Aula MI Annajah menjadi tempat berlangsungnya acara sosialisasi pemberian imunisasi campak secara massal yang dihadiri wali murid RA Annajah dan MI Annajah. Selasa (16/9/2025). 

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya imunisasi campak sebagai upaya pencegahan penyakit menular pada anak.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ahmad Saleh, M.Pd (Pengawas MI), Fariz Aulia Utomo, S.STP., M.Si (Camat Pasongsongan), dr. Ariyanis Rasdyahati, M.Kes (Kepala Puskesmas Pasongsongan), Koramil Pasongsongan, serta perwakilan WHO Pusat, dr. Maftun.

Dalam kesempatan itu, dr. Maftun menyampaikan, bahwa campak merupakan penyakit berbahaya yang hingga kini tidak memiliki obat khusus. 

“Meski tidak ada obatnya, campak bisa dicegah melalui imunisasi. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyediakan vaksin campak secara gratis di fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah sakit terakreditasi,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari para wali murid. 

Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membawa anak-anak mereka mengikuti program imunisasi campak massal. [sh]

Sosialisasi Imunisasi Campak Massal di MI Annajah Pasongsongan

Mi annajah dan ra annajah
Pemberian imunisasi campak. [Foto: sh]

SUMENEP - RA Annajah dan MI Annajah menggelar acara sosialisasi pemberian imunisasi campak secara massal di aula sekolah tersebut. Selasa (16/9/2025). 

Kegiatan ini dihadiri oleh wali murid RA Annajah dan MI Annajah serta berbagai tokoh penting.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ahmad Saleh, M.Pd (Pengawas MI), Camat Pasongsongan (Fariz Aulia Utomo, S.STP., M.Si), Kepala Puskesmas Pasongsongan (dr. Ariyanis Rasdyahati, M.Kes) dan perwakilan WHO Pusat (dr. Maftun).

Dalam kesempatan itu, para narasumber menekankan pentingnya imunisasi campak untuk mencegah penularan penyakit menular yang rentan menyerang anak-anak. 

Program imunisasi massal ini diharapkan mampu meningkatkan kekebalan tubuh anak sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan generasi sehat dan bebas campak.

Acara berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari para wali murid yang hadir. 

Mereka menyambut positif langkah kolaboratif antara sekolah, pemerintah, tenaga medis, dan lembaga internasional dalam menjaga kesehatan anak-anak. [sh]

Senin, 15 September 2025

Peringatan Maulid Nabi di SDN Pasongsongan 1, Ustadz Akhmad Kusyairi: Teladan Rasulullah Tetap Relevan Hingga Kiamat

Sdn Pasongsongan 1kecamatan pasongsongan
Dua dari kanan: Ustadz Akhmad Kusyairi. [Foto: sh]

SUMENEP — SDN Pasongsongan 1 Kecamatan Pasongsongan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di aula sekolah tersebut. Sabtu (13/9/2025). 

Kegiatan ini diisi dengan tausiah yang disampaikan Ustadz Akhmad Kusyairi.

Dalam ceramahnya, Ustadz Akhmad Kusyairi menegaskan bahwa tidak ada teladan terbaik di alam dunia ini selain Baginda Rasulullah SAW. 

Sdn Pasongsongan kecamatan Pasongsongan

“Akhlaknya begitu terpuji membuat beliau patut dijadikan teladan bagi umat manusia. Kehidupan dan ajaran beliau jadi panduan dalam menjalani berbagai aspek kehidupan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keteladanan Rasulullah tetap relevan hingga akhir zaman. 

Karena itu, generasi muda diharapkan mampu meneladani sifat-sifat beliau dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

Acara berlangsung khidmat dan diikuti dengan penuh antusias oleh para guru serta siswa SDN Pasongsongan 1. [sh]

Minggu, 14 September 2025

SDN Padangdangan 2 Pasongsongan Rutin Gelar Upacara Bendera Setiap Senin

Sdn Padangdangan 2
Upacara bendera SDN Padangdangan 2. [foto: sh]

SUMENEP — SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan secara rutin menyelenggarakan upacara bendera. Senin (15/9/2025). 

Kegiatan ini jadi sarana penting bagi sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan sekaligus mempererat rasa kebangsaan para siswa.

Dalam upacara terbaru, Yenny AL selaku pembina upacara memberikan amanat yang menekankan pentingnya penerapan 7 Kebiasaan Jadi Anak Indonesia Hebat. 

Menurutnya, kebiasaan tersebut bermanfaat dalam membentuk karakter positif anak didik.

“Manfaatnya untuk membentuk karakter positif yang meliputi religius, bermoral, sehat, cerdas, kreatif, kerja keras, disiplin, mandiri, dan bermanfaat," ucap Yenny AL. 

Lebih jauh Yenny AL mengatakan, 7 kebiasaan ini akan menciptakan individu yang sehat secara fisik dan mental, disiplin, serta memiliki daya saing global. 

Pihak sekolah berharap melalui kegiatan rutin ini, siswa bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab, cinta tanah air, serta mampu mempraktikkan nilai-nilai karakter yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. [sh]

Kesombongan Tona dan Ketulusan Debur

Cerita singkat

By: Suriyanto Hasyim

Luar biasa, Tona begitu lihai memainkan perannya. 

Dengan rayuan dan kepura-puraan, ia berhasil membuat Debur salah langkah dalam menentukan pilihan hidup. 

Cinta yang ditawarkan Tona hanyalah topeng kesombongan, yang ujungnya menjerumuskan Debur dalam kehidupan rumah tangga yang penuh derita bersama istrinya.

Bagi Tona, kepuasan terletak pada keberhasilannya menenggelamkan kehidupan Debur. 

Ia merasa menang, seolah dendam lama terbalaskan dengan cara yang paling halus. 

Akan tetapi, di balik semua kepahitan itu, Debur tidak pernah menyimpan kebencian.

Bagi Debur, Tona hanyalah bagian dari masa lalu yang sudah ditutup rapat. 

Ia memilih berjalan tanpa dendam, meski hatinya pernah disayat oleh permainan cinta yang menyesakkan. 

Dalam diam, ia justru mendoakan Tona, agar kelak sadar bahwa kesombongan tak pernah memberi kemenangan sejati.[]

CERPEN: Mengalah Demi Cinta Abadi

Cerita singkat apoy madura

By: Suriyanto Hasyim

Debur menatap jauh ke cakrawala senja, hatinya remuk oleh kenyataan yang tak bisa ia ubah. 

Cinta kepada Tona begitu dalam, tapi di hadapannya terbentang dinding bernama keluarga. 

Ia tahu, jika ia memaksakan kehendak, maka Tona akan terseret dalam pusaran perpecahan yang kelak menghancurkan kehangatan rumah keluarganya.

Dengan harta dan kedudukan yang ia miliki, sesungguhnya mudah saja bagi Debur untuk merebut Tona dari genggaman siapa pun. 

Tapi ia memilih jalan berbeda: Jalan mengalah. 

Bukan karena ia lemah, melainkan karena ia tak ingin melihat Tona tersingkir dari lingkaran kasih sayang keluarganya sendiri.

“Mungkin aku bisa memenangkan cinta ini,” bisik Debur dalam hati, “tapi aku tak akan pernah tega mengorbankan keluarganya.”

Keputusan itu pahit, tapi baginya cinta sejati bukan soal memiliki, melainkan menjaga agar orang yang dicintai tetap bahagia, meski kebahagiaan itu tak bersanding dengan dirinya. []

CERPEN: Luka Menganga Debur

Cerita pendek apoy madura

By: Suriyanto Hasyim

Senantiasa Debur berusaha keras menata hidupnya agar jadi manusia seutuhnya; bertanggung jawab, bekerja jujur, dan membahagiakan keluarganya. 

Dalam setiap tetes keringatnya, tersimpan doa agar rumah tangga yang ia bina bersama Tona tetap kokoh.

Tapi lacur, harapan itu seketika hancur berkeping-keping. 

Suatu sore, langkah Debur lebih cepat dari biasanya, ia pulang kerja tanpa memberi kabar. 

Sesampainya di rumah, sunyi yang menyelimuti ruang tamu terasa ganjil. 

Ia melangkah ke kamar, dan di sanalah kenyataan pahit menusuk hatinya.

Tona, istrinya, tengah larut dalam pelukan adik kandungnya sendiri. 

Mata Debur membelalak, jantungnya seakan berhenti berdetak. 

Bau pengkhianatan tercium lebih menyengat daripada bau bangkai. 

Dunia Debur runtuh dalam sekejap, menyisakan luka yang sulit diobati.

Harapannya untuk hidup utuh bersama Tona kini retak. 

Ia berdiri di antara cinta yang dikhianati.

Debur berlalu, genggam bara api dalam hatinya. 

Tapi tak mungkin ia menupahkan amarah bergolak di dadanya. []

Sabtu, 13 September 2025

CERPEN: Hujan Cinta yang Tak Membasahi

Cerpen terbaik suriyanto Hasyim

By: Suriyanto Hasyim

Debur berdiri di bawah langit berawan. 

Hujan deras menyiram bumi kerontang. 

Ia duduk terdiam, seolah ingin meredam segala resah yang bertumpuk di dadanya. 

Tapi, hujan cinta yang ia tunggu tak pernah benar-benar mampu membasahi derita yang menyayat hati.

Ia tersungkur dalam harapan tak bertepi. 

Tiap langkahnya seakan terhenti oleh bayangan kegagalan dan penantian panjang yang tak kunjung temukan ujung. 

Meski jiwanya penuh dengan harapan, ia terus berusaha merangkai kepingan mimpinya.

Debur hanya ingin satu hal sederhana: Menuntun masa mudanya menuju jenjang perkawinan, agar cintanya tak lagi hanya bersemayam dalam doa. 

Tapi cinta baginya adalah perjalanan panjang, penuh luka dan air mata, yang entah kapan akan terbalas dengan kebahagiaan.[]

CERPEN: Cinta di Tebing Penyesalan

Cerpen apoy madura

By: Suriyanto Hasyim

Tona berdiri di ambang senja, menatap laut yang seakan menyimpan rahasia hatinya. 

Ombak berdebur, seirama dengan kegelisahan yang ia pendam. 

Di sanubarinya, ada nama yang tak pernah bisa ia hapus 'Debur'. 

Tapi luka janji yang pernah ia ingkari masih menghantui. 

Tona merasa bersalah, karena dulu ia yang lebih dulu melepaskan genggaman tangan, padahal Debur pernah berjanji untuk selalu bertahan. 

Kini, di tengah kehampaan hidupnya, bayangan Debur terus hadir, seperti cahaya samar di kegelapan.

Hatinya bimbang. Apakah ia pantas kembali menyulam cinta yang pernah ia patahkan sendiri? 

Apakah Debur masih menyisakan ruang untuk maaf? 

Pertanyaan itu terus menghantui, membuat langkahnya ragu, meski cinta suci itu masih bersemayam di dalam dada.

Tona hanya bisa memendam, menahan perih kerinduan yang tak tersampaikan. 

Ia sadar, cinta sejati tak selalu berakhir dengan kebersamaan. 

Kadang, cinta harus rela menjadi doa yang dipeluk dalam diam, meski hati bergetar ingin kembali.[]

CERPEN: Rumah Tangga Terpuruk Akibat Hutang Bank

Cerpen apoy madura

By: Suriyanto Hasyim

Hidup rumah tangga Debur berubah sejak ia salah mengambil satu keputusan besar dalam bisnis kecilnya. 

Awalnya ia percaya, kerja sama dengan seorang rekan akan membawa keuntungan besar. 

Tapi harapan itu runtuh ketika usaha yang mereka bangun justru merugi.

Tagihan dari bank terus berdatangan, menumpuk bagaikan beban tak terlihat yang menekan setiap langkahnya. 

Debur hanya bisa terdiam, menahan rasa getir setiap kali istrinya bertanya bagaimana mereka bisa melunasi hutang.

Yang lebih menyakitkan, rekan kerjanya tak mau ikut bertanggung jawab. 

Padahal saat ada untung, hasilnya mereka bagi berdua dengan senyum lebar. 

Kini, ketika kerugian datang, Debur dibiarkan menanggung semuanya sendiri.

Malam-malamnya penuh gelisah, memikirkan masa depan anak dan istri. 

Hidupnya terasa kian sempit, terjerat kemelaratan akibat keputusan yang pernah ia kira bijak. 

Tapi dalam hati kecilnya, Debur masih menyimpan harapan, bahwa badai ini suatu saat akan berlalu, dan ia bisa bangkit kembali dari keterpurukan.[]

CERPEN: Kisah Debur dan Tona: Cinta yang Tinggal Kenangan

Cerpen apoy Madura

By: Suriyanto Hasyim

Debur berdiri di tepi pantai, menatap ombak yang bergulung tanpa henti. 

Di sanalah dulu ia dan Tona sering berbagi cerita, menertawakan hal-hal kecil, dan menata mimpi bersama. 

Tapi kini semua itu hanya tinggal kenangan.

Ia baru saja mengetahui, Tona memilih untuk tidak mengenalnya lagi. Sikap dingin Tona bagai tembok yang sulit ditembus, seolah semua perjalanan cinta yang pernah mereka jalani tak pernah ada.

Debur tidak bermaksud mengulang kisah lama, tidak pula ingin meraih kembali hati yang sudah pergi. 

Ia hanya berharap Tona masih mengingat, bahwa ada jejak langkah mereka yang pernah terukir di pasir waktu. 

Tapi, kenyataan berkata lain.

Senyum pahit tersungging di bibirnya. 

"Kalau memang begitu, biarlah aku yang menyimpan semua kenangan itu," bisiknya.

Debur pun melangkah pergi, membiarkan debur ombak menjadi saksi bisu kecewa yang ia simpan sendiri.[]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...