Kesombongan Tona dan Ketulusan Debur

Cerita singkat

By: Suriyanto Hasyim

Luar biasa, Tona begitu lihai memainkan perannya. 

Dengan rayuan dan kepura-puraan, ia berhasil membuat Debur salah langkah dalam menentukan pilihan hidup. 

Cinta yang ditawarkan Tona hanyalah topeng kesombongan, yang ujungnya menjerumuskan Debur dalam kehidupan rumah tangga yang penuh derita bersama istrinya.

Bagi Tona, kepuasan terletak pada keberhasilannya menenggelamkan kehidupan Debur. 

Ia merasa menang, seolah dendam lama terbalaskan dengan cara yang paling halus. 

Akan tetapi, di balik semua kepahitan itu, Debur tidak pernah menyimpan kebencian.

Bagi Debur, Tona hanyalah bagian dari masa lalu yang sudah ditutup rapat. 

Ia memilih berjalan tanpa dendam, meski hatinya pernah disayat oleh permainan cinta yang menyesakkan. 

Dalam diam, ia justru mendoakan Tona, agar kelak sadar bahwa kesombongan tak pernah memberi kemenangan sejati.[]

Komentar

Popular Posts

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

NU Abu-Abu Soal Imigran Yaman, Diam yang Justru Menggelapkan Akal Sehat

Indonesia Milik Siapa? Anekdot Klaim Aulia Tarim dan Nasab yang Merasa Paling Berhak