Sabtu, 22 Juni 2024

Khitan Gratis di SDN Panaongan 3: Kolaborasi Sehat dengan Puskesmas Pasongsongan dan Kades Panaongan

Khitan gratis
Agus Sugianto berada di tengah-tengah para medis dari Puskesmas Pasongsongan. [Foto: Yant Kaiy]

apoymadura.com  - Khitan atau sunat merupakan salah satu prosedur medis yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Melalui kerjasama antara SDN Panaongan 3, Kepala Desa Panaongan, dan Puskesmas Pasongsongan Sumenep, program khitan gratis telah dilaksanakan dan memberikan berbagai manfaat signifikan bagi para siswa dan masyarakat sekitar. Sabtu (22/6/2024). 

"Dengan adanya program khitan gratis, siswa SDN Panaongan 3 mendapatkan kesempatan untuk menjalani prosedur ini tanpa biaya, pada akhirnya meningkatkan kesehatan dan kebersihan mereka," harap Kepala Puskesmas Pasongsongan, Ariyanis Rasdyahati, M.Kes.

Lantaran biaya untuk khitan bisa menjadi beban bagi beberapa keluarga, terutama yang memiliki keterbatasan finansial. 

"Program khitan gratis ini membantu mengurangi beban tersebut dan memastikan bahwa semua anak memiliki akses yang sama terhadap perawatan kesehatan," terang Ariyanis. 

Dari program sunat gratis ini, secara tidak langsung siswa dan orang tua mendapatkan edukasi mengenai pentingnya khitan dan kesehatan reproduksi.

"Edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang praktik kesehatan yang baik," ucap Ariyanis. 

Harapan

"Kami berharap program khitan gratis ini bisa membangun rasa solidaritas dan kebersamaan di antara para siswa, orang tua, dan para guru," terang Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.

Sebanyak 17 anak menjalani khitan dengan didampingi orang tuanya. Peserta khitan tidak hanya berasal dari sekolah SDN Panaongan 3 saja, tetapi ada yang berasal dari lembaga pendidikan lain.

"Kami ingin menjadikan bakti sosial ini sebagai wujud kebersamaan, sehingga masyarakat di sekitar kami menjadi merasa turut memiliki," damba Agus Sugianto.

Tidak jarang ada diantara sekolah yang kurang peduli dengan masyarakat di lingkungannya, sehingga lembaga pendidikan tampak eksklusif. 

"Dengan kegiatan sosial ini kami mengharap ada nilai-nilai kebersamaan diantara kami," tandasnya. [k4iy]

Jumat, 21 Juni 2024

Khitanan Gratis: Kerjasama SDN Panaongan 3 dan Puskesmas Pasongsongan

Khitanan Gratis: Kerjasama SDN Panaongan 3 dan
Kepala Puskesmas Pasongsongan [kiri] bersama Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy) 


apoymadura.com - Dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Desa Panaongan, SDN Panaongan 3 bekerja sama dengan Puskesmas Pasongsongan Kabupaten Sumenep mengadakan kegiatan sosial berupa khitanan gratis. 

Perlu diketahui, kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan sejak Agus Sugianto menjabat sebagai Kepala Sekolah di SDN Panaongan 3. Sabtu pagi (22/6/2024). 

Bertempat di sekolah tersebut, khitanan gratis berlangsung sesuai rencana yang diinginkan semua pihak. 

"Kegiatan sosial ini menjadi salah satu program unggulan yang kami kembangkan dengan menggandeng Puskesmas Pasongsongan. Tentu program ini tidak hanya bermanfaat bagi para siswa tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan layanan kesehatan ini," terang Agus Sugianto. 

Kegiatan khitanan gratis ini melibatkan tenaga medis profesional dari Puskesmas Pasongsongan. 

"Ada 17 anak yang sudah didaftarkan orang tuanya pada kami. Sebagian diantara mereka bukan dari SDN Panaongan 3," jelas Agus Sugianto. 

Pelaksanaan khitan

Sebelum pelaksanaan khitan dilakukan persiapan secara matang, yakni dengan melibatkan koordinasi antara pihak sekolah dan Puskesmas. 

Para siswa yang akan dikhitan didata terlebih dahulu, dan orang tua mereka diberikan informasi dan persetujuan untuk mengikuti program ini. 

"Pasca khitan, anak-anak juga mendapatkan paket perawatan dan edukasi kesehatan," terang Kepala Puskesmas Pasongsongan, dr. Ariyanis Rasdyahati, M.Kes.

Proses khitan dilakukan dengan standar medis yang tinggi, menjamin kesehatan dan keselamatan anak.

"Yang pasti, kegiatan ini membantu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama bagi mereka yang kurang mampu," tegas Ariyanis. [k4iy]

Nilai Lebih Ramuan Madura yang Terkenal hingga Mancanegara

Rempah atau ramuan madura


Madura, sebuah pulau di Indonesia yang dikenal dengan budaya dan tradisinya yang kaya, juga memiliki warisan pengobatan herbal yang telah dikenal luas, baik di dalam negeri maupun di mancanegara.

Ramuan Madura memiliki nilai lebih yang membuatnya sangat dihargai dalam dunia pengobatan alternatif.

Tulisan ini akan membahas berbagai nilai lebih dari ramuan Madura yang menjadikannya terkenal hingga ke berbagai belahan dunia.

1. Keaslian dan Kekayaan Bahan Alami

Ramuan Madura dibuat dari bahan-bahan alami yang tumbuh subur di tanah Madura. Tanaman-tanaman herbal seperti daun sirsak, daun salam, kayu manis, kunyit, dan pare, dipilih dengan teliti untuk memastikan kualitas dan efektivitasnya. Keaslian bahan-bahan ini memberikan jaminan bahwa ramuan tersebut bebas dari bahan kimia sintetis yang berbahaya bagi tubuh.

2. Warisan Budaya dan Pengetahuan Tradisional

Ramuan Madura tidak hanya sekadar produk herbal, tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. 

Pengetahuan tentang cara meramu dan menggunakan tanaman obat ini telah melewati uji waktu dan terbukti efektif dalam pengobatan berbagai penyakit. 

Nilai tradisional ini memberikan kepercayaan tambahan bagi para pengguna di seluruh dunia.

3. Efektivitas yang Terbukti

Banyak penelitian dan pengalaman pengguna yang menunjukkan bahwa ramuan Madura efektif dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes, masalah pencernaan, dan gangguan menstruasi. 

Efektivitas ini telah diakui tidak hanya oleh masyarakat lokal tetapi juga oleh komunitas medis dan pengguna di luar negeri.

4. Ramah Lingkungan

Produksi ramuan Madura dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan. Penggunaan bahan-bahan alami dan metode pengolahan tradisional memastikan bahwa proses pembuatan ramuan ini tidak merusak ekosistem. 

Hal ini membuat ramuan Madura menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang peduli dengan kelestarian lingkungan.

5. Dukungan Riset Ilmiah

Seiring dengan popularitasnya yang semakin mendunia, ramuan Madura kini mulai menarik perhatian para peneliti dan ilmuwan. 

Berbagai penelitian ilmiah telah dilakukan untuk mengkaji kandungan dan khasiat ramuan ini. Dukungan riset ilmiah ini semakin memperkuat posisi ramuan Madura sebagai produk herbal yang dapat diandalkan.

6. Pemasaran dan Distribusi Global

Ramuan Madura kini telah dipasarkan secara global melalui berbagai platform e-commerce dan distributor internasional. Ketersediaannya di pasar global memudahkan konsumen di berbagai negara untuk mendapatkan produk ini dengan mudah. 

Selain itu, kemasan yang menarik dan informasi produk yang jelas juga menambah nilai jual ramuan Madura di pasar internasional.

7. Testimoni Positif dari Pengguna

Testimoni positif dari pengguna di berbagai negara menjadi bukti nyata keampuhan ramuan Madura. 

Banyak pengguna yang mengaku mendapatkan manfaat signifikan setelah menggunakan ramuan ini. Kesaksian ini menjadi promosi alami yang efektif dan membantu memperluas jangkauan pasar ramuan Madura.

Kesimpulan

Ramuan Madura memiliki berbagai nilai lebih yang menjadikannya terkenal hingga ke mancanegara. Keaslian bahan alami, warisan budaya, efektivitas yang terbukti, ramah lingkungan, dukungan riset ilmiah, pemasaran global, dan testimoni positif dari pengguna, semuanya berkontribusi pada popularitas ramuan ini. 

Sebagai bagian dari kekayaan alam dan budaya Indonesia, ramuan Madura terus menunjukkan potensinya sebagai solusi herbal yang efektif dan terpercaya.[k4iy]

Rabu, 19 Juni 2024

Ajang Kreasi Seni 2024: Malam Semarak Lepas Pisah Siswa Akhir SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep

Agus sugianto kepala sdn panaongan 3 pasongsongan
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]

apoymadura.com  - Malam Semarak Lepas Pisah Siswa Akhir SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep berhasil menjadi ajang yang tidak hanya meriah tetapi juga penuh makna. Rabu malam (19/6/2024). 

"Kami memilih kreasi seni budaya sebagai bentuk perayaan perpisahan lantaran kami ingin menunjukkan komitmen dalam mendidik siswa menjadi individu yang kreatif, berbakat, dan berbudaya," terang Agus Sugianto. 

Berbeda dengan kebanyakan sekolah yang memilih untuk mengadakan study tour sebagai perayaan perpisahan, SDN Panaongan 3 mengambil langkah unik dengan menyelenggarakan ajang kreasi seni budaya di lingkungan sekolah mereka sendiri.

"Keputusan untuk menggelar ajang kreasi seni ini bukan tanpa alasan. Bagi kami, pilihan ini didasarkan pada keyakinan bahwa kegiatan seni dan budaya memiliki nilai lebih dalam membangun kreativitas dan karakter siswa," ujar Agus Sugianto. 

Lebih jauh Kepala SDN Panaongan 3 ini berharap, bahwa dirinya ingin anak didiknya tidak hanya menikmati masa-masa perpisahan mereka, tetapi juga belajar dan mengekspresikan diri melalui seni dan budaya lokal. 

Rangkaian Acara

Acara dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah. Kemudian, para siswa menampilkan berbagai jenis pertunjukan seni. Mulai dari group musik al-banjari, paduan suara, kesenian Macopat, baca puisi, lagu daerah, musik hadrah.

"Acara prosesi penyerahan ijazah berlangsung haru, karena para siswa setelah menerima ijazah langsung sungkem kepada para guru dan orang tuanya," terang Agus Sugianto. 

Banyak diantara peserta didik dan orang tuanya yang mencucurkan air. Perasaan haru bercampur bahagia menyelimuti hati mereka. 

Kemudian acara pun ditutup dengan doa. 

Tanggapan wali murid

Salah seorang wali murid, Ustadz Slamet Riyadi yang putrinya lulus tahun ini memberikan komentarnya:

"Saya melihat anak saya sangat antusias dan lebih berani tampil di depan umum. Ini pengalaman yang sangat berkesan bagi kami."

Ia juga berharap, semoga tahun depan dan seterusnya, acara lepas pisah berlangsung lebih semarak lagi. [Kaiy]


Semarak Lepas Pisah 2024, Penghargaan Siswa Teladan SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep

Kepala sdn panaongan 3 pasongsongan sumenep
Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]

apoymadura.com - SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep selalu mengadakan acara penghargaan siswa teladan untuk memberikan apresiasi kepada para siswa yang menunjukkan sikap hormat dan menghargai, baik terhadap para guru, orang tua, maupun lingkungan sekitarnya. Rabu malam (19/6/2024). 

Acara ini digelar setiap tahun dengan tujuan memotivasi siswa untuk selalu berperilaku baik dan menjadi teladan bagi teman-temannya.

"Penghargaan ini kami berikan kepada siswa yang selalu menunjukkan sikap hormat kepada para guru. Mereka selalu mendengarkan dengan seksama, tidak pernah melawan, dan selalu mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh sekolah," terang Agus Sugianto dalam kata sambutannya. 

Kepala SDN Panaongan 3 ini juga menambahkan, bahwa sikap sopan dan santun ini tidak hanya ditunjukkan di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. 

Misalnya, saat bertemu guru di jalan, mereka selalu menyapa dengan penuh hormat dan tersenyum.

"Selain menghormati guru, penghargaan ini juga diberikan kepada siswa yang selalu menghargai orang tua mereka. Mereka selalu patuh terhadap nasihat dan perintah orang tua, serta membantu pekerjaan rumah tanpa disuruh," sela Agus Sugianto. 

Sikap ini mencerminkan rasa hormat dan cinta mereka kepada orang tua yang telah berjuang keras demi pendidikan dan masa depan mereka.

Siswa siswi dan guru sdn panaongan 3 pasongsongan
Para guru dan para siswa kelas 6 SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]

Siswa teladan juga dituntut untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka tidak membuang sampah sembarangan, selalu menjaga kebersihan, dan ikut serta dalam kegiatan gotong royong di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka. 

"Sikap peduli lingkungan ini menunjukkan bahwa mereka memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam untuk generasi mendatang," imbuh Agus Sugianto.

Perlu diketahui, penyerahan penghargaan siswa teladan ini dilaksanakan pada acara Semarak Lepas Pisah Siswa Akhir SDN Panaongan 3 yang ditempatkan di halaman sekolah tersebut. 

"Penghargaan siswa teladan di SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep bukan hanya sekedar penghargaan, tetapi juga merupakan bentuk apresiasi atas sikap hormat dan menghargai yang ditunjukkan oleh para siswa," ucapnya. 

Sikap-sikap positif ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari karakter mereka sehingga dapat menjadi teladan yang baik di masa depan.

Penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa sikap hormat dan menghargai sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.[kaiy]

Sabtu, 15 Juni 2024

Lepas Pisah SDN Pasongsongan 1 Sumenep 2024, Mengutamakan Ajang Kreasi Siswa daripada Study Tour

Mariatul Qibtiyah
Mariatul Qibtiyah, Kepala SDN Pasongsongan 1 ketika memberikan kata sambutan. [Foto: Yant Kaiy]


apoymadura.com  - Seperti tahun kemarin, kali ini SDN Pasongsongan 1 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menggelar acara lepas pisah dengan menampilkan kreasi seni dari para peserta didiknya. Sabtu malam (15/6/2024). 

Ternyata sekolah ini lebih memilih untuk menampilkan ajang kreasi para siswanya. Pilihan ini diambil dengan beberapa pertimbangan yang matang dan masuk akal.

"Alasan utama dibalik keputusan ini adalah untuk mendorong pengembangan kreativitas siswa," ucap Kepala SDN Pasongsongan  1, Mariatul Qibtiyah atau Mery sapaan akrabnya. 

Dalam ajang kreasi, siswa diberi kesempatan untuk menampilkan berbagai bakat dan keterampilan mereka. 

Mulai dari seni tari, menyanyikan lagu-lagu tradisional hingga memainkan gamelan. 

"Kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga mengasah kemampuan siswa dalam berbagai bidang seni," terang Mery. 

Dengan tampil di depan umum, siswa akan terus belajar untuk mengatasi rasa gugup dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. 

Ini adalah keterampilan penting yang akan sangat berguna di masa depan, baik dalam lingkungan akademis maupun profesional.

Mery juga punya pandangan cerdas, bahwa Mengadakan ajang kreasi di sekolah tentunya lebih ekonomis dibandingkan dengan study tour. 

"Dana yang biasanya digunakan untuk transportasi, akomodasi, dan biaya masuk tempat wisata bisa dialokasikan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat bagi siswa dan sekolah."

Tanggapan Positif
Sedangkan dalam acara perpisahan tersebut hadir pula Ketua KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Pasongsongan, yakni Ahmad Busri. 

"Ajang kreasi ini sesungguhnya merupakan sebuah bentuk penghargaan terhadap kerja keras siswa selama ini," terang Ahmad Busri. 

Ajang kreativitas
Dari kiri: Suami Kepala SDN Pasongsongan 1, Ahmad Busri, dan Agus Sugianto

Ia juga memaparkan, bahwasanya para peserta didik telah mempersiapkan penampilan mereka dengan latihan yang intensif dan dedikasi yang tinggi. 

Dengan memberikan mereka panggung untuk menunjukkan hasil kerja keras tersebut, sekolah memberikan apresiasi yang layak kepada para siswa. 

Tanggapan positif lainnya datang dari Hasanudin, Ketua Komite SDN Pasongsongan 1. 

"Ajang kreasi di sekolah memungkinkan partisipasi aktif dari orang tua dan komunitas sekitar. Mereka dapat datang dan menyaksikan langsung penampilan anak-anak mereka, yang tentunya menjadi momen kebanggaan tersendiri," ungkap Hasanudin. 

Hal ini juga dapat mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Lebih jauh Hasanudin membeberkan, bahwasanya keputusan SDN Pasongsongan 1 Sumenep untuk mengutamakan ajang kreasi siswa dalam acara lepas pisah adalah langkah yang bijaksana. 

Hemat Anggaran
Diantara beberapa Kepala Sekolah di wilayah Kecamatan Pasongsongan yang hadir, salah satunya Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto. 

Ketika dimintai tanggapannya tentang semarak perpisahan tersebut, Agus Sugianto sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. 

"Selain memberikan wadah bagi siswa untuk mengekspresikan diri, kegiatan ini juga mendukung pengembangan berbagai keterampilan penting, menghemat biaya, dan mempererat hubungan antara sekolah dan komunitas," ucap Agus Sugianto yang pernah mengajar di sekolah tersebut. 

Agus Sugianto juga berharap, semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam merancang kegiatan yang bermanfaat bagi siswa mereka. [Kaiy]

Rabu, 08 Mei 2024

Taman Baca dan Menanam: Kegiatan Seru SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan

Sdn panaongan 3
Agus Sugianto (kanan) bersama petugas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]


SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan berlokasi agak ke pelosok desa. Kendati demikian, sekolah ini acapkali menyelenggarakan beragam kegiatan positif yang memacu para peserta didiknya untuk terus belajar tanpa kenal lelah. 

Beragam prestasi telah ditorehkan para siswanya. Mulai juara OSN, O2SN,  dan lain sebagainya. Mulai tingkat kecamatan hingga provinsi. 

"Kami memahami, bahwa kegiatan belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melintasi batas-batas sekolah. Dua kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan di sekolah ini menjadi momen yang menyenangkan dan bermanfaat bagi para siswa," ucap Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.

Lebih jauh Agus Sugianto menjelaskan, bahwa mobil perpustakasn keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep diharapkan bisa membawa suasana perubahan kegiatan belajar mengajar. 

Dari pantauan media ini, suasana di SDN Panaongan 3 menjadi terasa hidup.  Antrian siswa sudah menunggu dengan antusias, siap memilih buku-buku favorit mereka. 

"Mobil perpustakaan ini tidak hanya membawa buku-buku untuk dibaca, tetapi juga membawa semangat bagi peserta didik kami untuk mengeksplorasi dunia melalui halaman-halaman yang terbuka," beber Agus Sugianto. 

Para siswa diberi kebebasan untuk memilih buku sesuai dengan minat dan tingkat bacaan mereka. 

Dengan beragamnya koleksi buku yang disediakan, setiap siswa dapat menemukan sesuatu yang menarik perhatian mereka. Mulai dari cerita petualangan hingga buku-buku pelajaran, semuanya ada di sini.

Bantuan Bibit Sayuran

Sementara para siswa menikmati petualangan literasi dengan buku-buku dari mobil perpustakaan keliling, Agus Sugianto di kantornya menerima bantuan bibit sayuran. 

Sdn panaongan 3 menerima bantuan bibit sayuran
Serah terima bibit sayuran dengan Kepala SDN Panaongan 3 Pasongsongan. [Foto: Yant Kaiy]


Adalah BPP Dinas Pertanian Kecamatan Pasongsongan yang memberikan bantuan bibit sayur-mayur kepada sekolah.

Selesai melakukan serah terima, Agus Sugianto memberikan komentarnya:

"Bantuan ini bukan hanya tentang memberikan bibit, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai penting kepada para siswa untuk cinta lingkungan. Dengan menanam, para siswa belajar tentang proses tumbuh kembang tanaman, kebutuhan tanaman akan air dan nutrisi, serta pentingnya perawatan untuk memastikan hasil panen yang baik" tegas Agus Sugianto. 

Selain itu, kegiatan menanam juga mengajarkan tanggung jawab dan kebersamaan. Para siswa belajar bekerja sama untuk merawat tanaman mereka, membagi tugas dan bertanggung jawab atas perannya masing-masing. 

Mereka belajar bahwa setiap tindakan mereka memiliki dampak, baik bagi tanaman maupun lingkungan sekitar.

Dengan menggabungkan kegiatan membaca dan menanam, SDN Panaongan 3 menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan beragam. Para siswa tidak hanya belajar melalui buku, tetapi juga melalui pengalaman nyata di lapangan. 

"Mereka belajar tentang dunia tidak hanya dari kata-kata, tetapi juga dari sentuhan tanah dan dedaunan yang hijau,"  imbuhnya. 

Ada tambahan sedikit, direncanakan bibit tanaman itu akan ditanam di lahan kosong yang ada di sekolah tersebut. [surya]

Selasa, 07 Mei 2024

Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep hadir di SDN Panaongan 3 Pasongsongan

Dari kiri: Sofyan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep dan Agus Sugianto Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Yant Kaiy]

apoymadura.com  - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep telah meluncurkan inisiatif yang luar biasa dengan membawa mobil perpustakaan keliling ke SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan. Rabu pagi (8/5/2024). 

Perjalanan ini membawa lebih dari sekadar buku-buku; itu membawa impian, inspirasi, dan akses ke pengetahuan bagi para peserta didik yang notabene sekolah pelosok. 

"Dengan membawa perpustakaan keliling ke sekolah kami, semua peserta didik tersebut memiliki kesempatan yang luar biasa untuk memperluas wawasan mereka tanpa harus meninggalkan lingkungan belajarnya," ujar Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 bersemangat. 

Kehadiran perpustakaan keliling ini membawa angin segar menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh para siswa dan guru di sekolah tersebut. 

"Anak didik kami menyambutnya dengan antusiasme yang besar, menunjukkan betapa pentingnya akses ke literasi bagi perkembangan pendidikan mereka," imbuh Guru Penggerak angkatan pertama ini di tengah para muridnya yang asyik membaca. 

Dengan beragam buku-buku dari fiksi hingga non-fiksi, dari cerita anak-anak hingga buku pelajaran, perpustakaan keliling ini telah menghadirkan dunia pengetahuan ke beberapa sekolah. 
Para guru SDN Panaongan 3 bersama petugas Perpustakaan Keliling. [Foto: Yant Kaiy]

Anak-anak dapat mengeksplorasi berbagai topik, memperdalam minat mereka, dan membuka pintu bagi impian masa depan mereka.

Diharapkan pula, perpustakaan keliling ini juga membawa perangkat pembelajaran interaktif yang memperkaya pengalaman belajar para siswa. Dengan teknologi yang memadukan pembelajaran dan hiburan, mereka dapat mengeksplorasi dunia dengan cara yang lebih menarik dan mendalam.

Sementara itu, Sofyan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep ketika dimintai komentarnya mengatakan:
"Inisiatif seperti perpustakaan keliling kami ini bukan hanya tentang memberikan akses ke buku, tetapi juga tentang memupuk cinta akan minat membaca dan belajar."

Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran, Dinas Perpustakaan Kabupaten Sumenep telah membuka jendela kesempatan bagi generasi masa depan. Generasi yang mampu menjawab tantangan zaman. 

"Melalui upaya ini, peserta didik tidak hanya membaca buku ketika ada Perpustakaan Keliling saja, tetapi juga membawa impian, aspirasi, dan harapan. Semoga perpustakaan keliling ini terus menginspirasi dan memberdayakan para siswa di seluruh Kabupaten Sumenep untuk meraih mimpi-mimpi mereka dengan membuka buku setiap hari," pungkas Sofyan. [Surya]

Penyunatan Dana Operasional KPPS Desa Pasongsongan Sekitar Rp 1.454.000.

apoymadura.com - Besok akan diselenggarakan Pemilihan Umum serentak di seluruh tanah air. Namun Pemilu kali ini dicederai oleh oknum tak bertanggung jawab. Terjadi penyunatan dana operasional KPPS. Selasa (13/02/2024). 

Tugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sangat vital dalam menjamin kelancaran dan keberhasilan suatu pemilihan.

Namun, seringkali masalah keuangan menjadi tantangan serius yang dihadapi oleh KPPS, seperti yang terjadi di Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

"Pemotongan Dana Operasional KPPS dalam proses pemilihan umum di Desa Pasongsongan, sejatinya harus ada transparansi antara PPS, PPK dan KPPS. Kita tahu, salah satu faktor penting yang mendukung kinerja mereka adalah dana operasional yang cukup. Namun, dalam praktiknya, dana operasional yang seharusnya dialokasikan untuk KPPS tidak sepenuhnya terdistribusi dengan baik," keluh salah seorang anggota KPPS Desa Pasongsongan berinisial Ltf ke media ini. 

Dana operasional yang seharusnya mencapai Rp 4.454.000, ternyata mengalami penyunatan sehingga yang diterima oleh KPPS hanya sebesar Rp 3.000.000. 

Berikut rinciannya. Jadi Rp 4.454.000 dana yang seharusnya teralokasikan meliputi Operasional KPPS, Rp 1.000.000, Pembuatan TPS Rp 2.000.000, Alat Penggandaan Dokumen/Formulir Rp 500.000, Konsumsi Rp 954.000.

"Ada indikasi, penyunatan ini dilakukan oleh Penyelenggara Pemungutan Suara (PPK) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) setempat tanpa alasan yang jelas," tambah lelaki berkulit sawo matang tersebut. 

Hal ini menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap kinerja dan motivasi KPPS dalam melaksanakan tugasnya.

Penyunatan dana operasional menyebabkan KPPS harus beroperasi dengan keterbatasan sumber daya. 

"Kurangnya dana operasional dapat menurunkan motivasi anggota KPPS. Mereka mungkin merasa kurang dihargai dan kurang termotivasi untuk melakukan tugas mereka dengan baik, mengingat mereka telah diberikan tanggung jawab yang besar dalam proses demokrasi," terang salah seorang Ketua KPPS Desa Pasongsongan yang lain. 

Penyunatan dana operasional tanpa alasan yang jelas juga dapat menyebabkan kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran pemilihan umum di tingkat lokal. 

Hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran akan adanya penyalahgunaan keuangan yang perlu diwaspadai.

Penyunatan dana operasional KPPS Desa Pasongsongan oleh PPK dan PPS setempat telah menimbulkan berbagai dampak negatif yang perlu mendapat perhatian serius.

Karena merasa tidak puas, beberapa anggota KPPS Desa Pasongsongan langsung menghubungi KPU Sumenep via telepon. Tapi mereka belum mendapat informasi yang jelas. [Surya]

Kamis, 22 Februari 2024

Soal dan Kunci Jawaban Matematika kelas 5 SD Semester Genap 2024

Berikut ini redaksi apoymadura.com akan membagikan soal-soal dan kunci jawaban mata pelajaran matematika kelas 5 SD. Semoga peserta didik kita menjadi siswa-siswi teladan dan terus bersemangat gemar dan giat belajar.

Pilihlah jawaban paling benar dengan memberi tanda silang pada huruf a, b, c, atau d
1.Berapakah hasil dari 3 x 5?
a. 8
b. 12
c. 15
d. 18
Jawaban: c. 15
 
2.Jika sebuah segitiga memiliki panjang sisi 4 cm, 5 cm, dan 6 cm, maka sisi mana yang merupakan sisi terpanjang?
a. 4 cm
b. 5 cm
c. 6 cm
d. Tidak ada yang lebih panjang
Jawaban: c. 6 cm
 
3. Sebuah kotak memiliki panjang 8 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 3 cm. Berapakah volume kotak tersebut?
a. 24 cm³
b. 40 cm³
c. 120 cm³
d. 15 cm³
Jawaban: b. 40 cm³
 
4. Jika sebuah buku memiliki 120 halaman, dan setiap halaman berisi 30 kata, berapakah total kata dalam buku tersebut?
a. 150 kata
b. 3,600 kata
c. 3,000 kata
d. 36,000 kata
Jawaban: d. 36,000 kata
 
5. Ibu membeli 3 kilogram apel seharga Rp 4,500 per kilogram, berapa total yang harus dibayar ibu?
a. Rp 12,500
b. Rp 13,500
c. Rp 14,500
d. Rp 15,000
Jawaban: b. Rp 13,500
 
6. Sebuah taman memiliki panjang 15 meter dan lebar 10 meter. Berapakah keliling taman tersebut?
a. 20 meter
b. 30 meter
c. 40 meter
d. 50 meter
Jawaban: c. 40 meter
 
7. Jika sebuah bendera memiliki panjang 2 meter dan lebar 1 meter, berapakah luas bendera tersebut?
a. 1 meter persegi
b. 2 meter persegi
c. 3 meter persegi
d. 4 meter persegi
Jawaban: b. 2 meter persegi
 
8. Sebuah balok memiliki panjang 3 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 4 meter. Berapakah volume balok tersebut?
a. 6 meter kubik
b. 16 meter kubik
c. 24 meter kubik
d. 30 meter kubik
Jawaban: c. 24 meter kubik
 
9. Berat sebuah kantong beras adalah 5 kilogram. Berapa total berat 4 kantong beras tersebut?
a. 9 kilogram
b. 15 kilogram
c. 18 kilogram
d. 20 kilogram
Jawaban: b. 20 kilogram
 
10. Ibu membeli 2 liter susu seharga Rp 10,000 per liter. Berapa total yang harus dibayar ibu?
a. Rp 15,000
b. Rp 18,000
c. Rp 20,000
d. Rp 22,000
Jawaban: c. Rp 20,000.[]

Rabu, 21 Februari 2024

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Semester Genap 2024

Kemarau
Pada salah sebuah desa kecil yang berlokasi di daerah pedalaman, terdapat sebuah komunitas yang telah lama menghadapi tantangan kekeringan saat musim kemarau tiba.
 
Warga desa tersebut, dipimpin oleh salah seorang pemuda bernama Andi, bersama-sama berusaha menemukan solusi untuk mengatasi masalah kekeringan yang seringkali dialami dalam kehidupan mereka.
 
Andi sadar bahwa salah satu kunci utama untuk menghadapi kekeringan adalah pemanfaatan air secara efisien. Dengan bantuan penduduk desa lainnya, mereka mulai mengembangkan berbagai inovasi untuk mengumpulkan dan menggunakan air dengan lebih bijak.
 
Pertama-tama, mereka membangun sistem pengumpulan air hujan yang efisien. Setiap rumah di desa dilengkapi dengan tangki air yang besar untuk menampung air hujan.
 
Air hujan yang tertampung kemudian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan membersihkan rumah. Dengan demikian, mereka bisa mengurangi ketergantungan pada sumber air permukaan yang cenderung menipis selama musim kemarau.
 
Selain itu, Andi dan timnya juga menggalakkan penggunaan teknologi irigasi tetes untuk pertanian mereka. Mereka memasang sistem irigasi yang mengalirkan air secara langsung ke akar tanaman dengan tetesan-tetesan kecil.
 
Dengan cara ini, air dapat digunakan secara efisien tanpa pemborosan, dan tanaman tetap mendapatkan pasokan air meskipun saat kemarau panjang.
 
Selain itu, Andi juga mengajak warga desa agar melakukan reboisasi di sekitar sumber air dan sungai. Mereka menanam pohon-pohon yang tahan kekeringan di sekitar area aliran sungai untuk membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi penguapan air.
 
Berkat upaya keras mereka, desa tersebut berhasil mengurangi dampak kekeringan yang biasanya melanda saat musim kemarau. Mereka belajar untuk menggunakan air secara bijak dan efisien, serta memanfaatkan teknologi yang tepat untuk mengatasi tantangan lingkungan yang mereka hadapi.
 
Kini, desa itu menjadi contoh bagi komunitas lain dalam pencegahan kekeringan dan pemanfaatan air yang berkelanjutan.
 
Jawab dengan uraian pertanyaan berikut ini sesuai dengan cerita di atas!
1. Jelaskan tindakan yang dilakukan oleh Andi dan warga desa dalam menghadapi masalah kekeringan!
Jawaban:
Andi dan warga desa melakukan berbagai tindakan untuk menghadapi masalah kekeringan. Mereka membangun sistem pengumpulan air hujan di setiap rumah, memasang teknologi irigasi tetes untuk pertanian, dan melakukan reboisasi di sekitar sumber air dan sungai. Semua ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber air permukaan dan memastikan penggunaan air yang efisien.
 
2. Seberapa penting pemanfaatan air hujan dalam upaya mengatasi persoalan kekeringan?
Jawaban:
Pemanfaatan air hujan penting karena dapat menjadi sumber air alternatif saat musim kemarau panjang. Dengan mengumpulkan air hujan, kita dapat mengurangi ketergantungan pada sumber air permukaan yang cenderung menipis selama musim kemarau. Selain itu, penggunaan air hujan juga membantu dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem alami.
 
3. Bagaimana teknologi irigasi tetes dapat membantu dalam mengatasi kekeringan?
Jawaban:
Teknologi irigasi tetes membantu dalam mengatasi kekeringan dengan cara mengalirkan air secara langsung ke akar tanaman dengan tetesan-tetesan kecil. Hal ini memungkinkan penggunaan air secara efisien tanpa pemborosan, dan tanaman tetap mendapatkan pasokan air meskipun saat kemarau panjang. Dengan demikian, teknologi ini membantu menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di tengah kondisi lingkungan yang keras.
 
4. Apa manfaat melakukan reboisasi di sekitar sumber air dan sungai?
Jawaban:
Melakukan reboisasi di sekitar sumber air dan sungai memiliki beberapa manfaat. Pertama, pohon-pohon yang ditanam dapat membantu menjaga kelembaban tanah dengan menyerap air dan mengurangi penguapan. Kedua, akar pohon dapat menahan erosi tanah dan mengurangi risiko banjir. Terakhir, reboisasi juga membantu dalam menjaga keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan secara keseluruhan.
 
5. Mengapa desa tersebut menjadi contoh bagi komunitas lain dalam pencegahan kekeringan?
Jawaban:
Desa tersebut menjadi contoh bagi komunitas lain dalam pencegahan kekeringan karena berhasil mengatasi masalah kekeringan dengan berbagai inovasi dan upaya nyata. Mereka tidak hanya mengandalkan sumber air permukaan, tetapi juga memanfaatkan air hujan, menggunakan teknologi irigasi yang efisien, dan melakukan reboisasi untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, desa tersebut memberikan inspirasi dan pelajaran berharga bagi komunitas lain dalam menghadapi tantangan kekeringan yang serupa.[]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...