Senin, 24 Agustus 2020

Sepatuku Melayang


Cerita Humor: Yant Kaiy

Kwjadian ini kualami sekitar setahun yang lalu. Tatkala si "Leher Beton", Mike Tyson dipukul 'KO' oleh James "Buster" Douglas di Tokyo (Rabu, 28 Februari 1990). Saat itu aku menghadiri malam resepsi pernikahan kakakku yang sulung di Sumenep.

Padatnya acara ditambah banyaknya pekerjaan kasar di resepsi itu membuatku tidak tidur semalam suntuk. Pagi harinya, aku pamitan untuk pulang. Lantaran hari itu ada ulangan Fisika di sekolah.

Aku pulang naik bus jurusan Sumenep-Kamal. Aku mengambil tempat duduk paling depan dekat pintu masuk. Penumpang saat itu sedikit, namun setelah beberapa saat lamanya berjalan, bus pun jadi penuh.

Dalam situasi mengantuk akhirnya aku tertidur. Terlebih buaian angi semilir seperti membiusku. Ditengah keterlenaanku, aku terbangun. Kaget. Seorang kondektur membangunkan. Minta ongkos.

"Mas bayar dulu, baru tidurl", katanya. Aku bingung. Mengucek-ngucekmata. Tingkahku membuat si kondektur senyum-senyum sambil geleng-geleng kepala, masih diiringi  gelak-tawa penumpang lainnya, terutama para cewek.

Aku cuek, saja. Tapi lagi-lagi kantukku menyerang hingga pulas kembali. Baru kira-kira sepeminum teh, tiba-tiba bus bergoyang agak keras. Aku terbangun. Tersentak kaget. Aku gugup dan mencoba mencari keseimbangan dengan kaki berusaha menginjak lantai bus, eh ternyata justru menginjak ruang kosong, yaitu tangga bus di pintu masuk.

"Aduuhl", pekikku lantaran wajahku terantuk besi pegangan, dan dibarengi sepatuku yang masih baru terjatuh, terlempar ke luar. Sial!

"Stop! Stop…" teriakku agar bus mau berhenti, tapi bus terus melaju tak peduli. Penumpang di sekitarku pada senyum-senyum, bahkan tergelak melihat kakiku yang cuma mengenakan sebelah sepatu. Aku jadi bahan tertawaan gratis.

Bus baru berhenti di terminal kotaku. Dengan kaki terpincang-pincang aku ngeloyor, langsung cari sandal
jepit. Sial, sial… Gara-gara tertidur sepatu baru melayang sebelah! Huh,sopir brengsek. Nggak mau berhenti. Nasib... nasib! []

Publish: Tabloid Idola (21/5/1991)

Empat Jurus Pujian untuk Suami


Artikel Keluarga: Yant Kaiy

Rumah tangga yang bahagia dan sejahtera merupakan idaman mutlak semua manusia di mayapada. Namun, untuk mencapainya bukanlah perkara gampang dan sangat memerlukan aturan main. Aturan main itu harus dijalankan sungguh-sungguh, ikhlas dan tulus. Karena itu keduanya harus saling memberikan apa-apa yang dibutuhkan suami atau istri.

Misalnya, suami berjuang memperlihatkan "kejantanannya" di atas ranjang, tapi si istri tetap bungkam saja alias dingin. Seolah-olah, istri adalah "peternak" dan suami merupakan "sapi perah”.

Perlu disadari kiranya, bahwa suami adalah partner bagi istri. Rumah tangga akan berjalan harmonis apabila suami-istri mempunyai semangat dan saling membutuhkan. Dengan demikian, apabila sang suami ada tanda-tanda haus akan pujian, maka istri yang bijaksana akan memberikan pujian.

Jikalau suami mendapatkan pujian dari istrinya, ada kecenderungan untuk mempertahankan segala kebaikannya kepada istri. Untuk itu, ada beberapa cara yang perlu ditempuh oleh istri yang ingin memberikan pujian buat suaminya. Berikut akan diberikan empat jurus dalam memberikan pujian buat suami.

1. Di atas ranjang
Ketika usai bercengkerama, biasanya sang suami menatap lurus ke langit-langit kamar. Hal ini ada dua kemungkinan, mungkin saja sang suami sedang membayangkan kenikmatan yang baru saja direguknya. Atau mungkin suami sedang bertanya-tanya dalam hatinya, "Puaskah istriku?”.

Di sini pihak istri diperlukan sikap yang tanggap terhadap suasana, tentu dengan sigap segera bertindak. Misalnya, istri menawarkan minuman kepada suami sambil memeluknya sembari berbicara lembut. Tindakan istri seperti itu biasanya merupakan bentuk pujian yang amat menggembirakan hati sang suami.

2. DI hari libur
Apabila suami sedang libur, jelas saja ia akan membutuhkan suasana tenang, santai dan nyaman. Dalam suasana rileks seperti itu suami sangat memerlukan teman untuk berbincang-bincang atau untuk bersenda gurau.

Untuk istri yang bijak, tentunya setiap hari libur akan selalu menemani suaminya bersantai di rumah. Dan di sini istri dapat menunjukkan rasa cintanya. Misalnya dengan mengajak ngobrol sambil sesekali tersenyum manis.

3. Di waktu pagi
Apabila suami Anda pekerjaannya di kantor, hal ini jelas ia punya kesibukan tersendiri saban pagi ketika hendak akan berangkat. Umumnya kesibukan tersebut bermula sang suami dari usai mandi. Misalnya, suami sibuk mengurus alal-alat kantornya, menyisir rambut, mengenakan dasi, sepatu, atau sibuk merapikan baju, dan lain sebagainya.

Sebenarnya kesibukan suami tersebut terlihat ringan-ringan saja, tapi kesibukan yang tampaknya ringan tersebut bagi suami dapat saja merepotkan. Suami akan sangat gembira bila istri turut membantu kesibukan suami  dengan merapikan baju atau dasinya.

Kecuali dari itu, suami akan begitu lega jikalau istri memuji penampilan sang suami. Misalnya istri mengatakan, “Wah, Papa tampaknya semakin gagah dan muda saja mengenakan dasi ini.”

4. Di waktu sore
Ketika sang suami pulang dari kantor, umumnya akan cukup lelah. Suami yang baru pulang dari kantor, biasanya juga akan haus. Namun karena saking lelahnya, tentu sang suami akan enggan untuk mengambil minuman sendiri. Nah, disinilah pihak istri perlu segera turun langan. Sambil melepaskan baju sang suami, istri lalu memberikan minuman kesukaannya.

Kesediaan istri semacam itu sebenarnya merupakan bentuk kongkret dari pujian. Dan Suami akan mengakui bahwa keberadaan dirinya tetap dipandang sebagai kepala rumah tangga.

Di sini perlu dicatat, kendatipun pihak istri tidak mengucapkan kata-kata pujian, sebetulnya suami telah dapat merasakan suatu pujian. Memang, pujian dari seorang istri tidak selamanya berbentuk kata-kata. Tapi dari bentuk sikap juga merupakan pujian terhadap sang suami.[]


Publish: Koran Berita Yudha (5/1/1992)

Mengatasi Sulit Tidur


Artikel Kesehatan: Yant Kaiy

Tidur adalah salah satu kebutuhan manusia yang harus terpenuhi, karena aktivitas ini selain untuk kesegaran badan, juga dengan tidur semua gerak otot dan pikiran/rasa selama kita bergerak atau bekerja selama sehari penuh dapat beristirahat total.

Namun ada sebagian orang yang mengalami kesulitan tidur, sehingga dengan berbagai macam cara mereka mulai mencari penyebabnya. Mulai dari konsultasi ke dokter sampai penggunaan obat/ramuan tradisional.

Sebenarnya, itu semua datangnya dari diri kita sendiri. Karena seperti apa yang dikatakan oleh para ahli psikolog, untuk mengetahui penyakit ini, kita harus mengenal penyebabnya. Dan cara mengatasinya pun dari dalam diri kita sendiri. Tetapi dibawah ini ada beberapa tips ringan yang umum dipakai dan diterapkan oleh sebagian masyarakat yang punya penyakit ini.

Mandi dengan air hangat
Bila anda mengalami sulit tidur, mandilah dengan air hangat, karena air ini dapat mengurangi ketegangan atau melemaskan otot- otot setelah seharian penuh anda bekerja. Dengan mandi air hangat, maka badan akan
terasa segar dan enak dibawa tidur. Usahakan air jangan terlalu dingin dan
jangan terlalu panas, cukup suam-suam kuku sekedar menghilangkan
penat di tubuh

Olah raga
Olah raga disini sifatnya yang ringan saja, seperti lari-lari di tempat sekitar kamar tidur atau bisa juga senam ringan di atas tempat tidur. Kalau suasana malam hari cukup satu gerakan saja dan jangan banyak
mengeluarkan energi. Karena udara malam tidak baik untuk berolah raga keras  Olah raga di sini hanya cukup untuk relaksasi otot yang terasa kaku.

Makanan
Apakah ada kaitannya antara makanan dan kenyenyakan tidur? Tentu ada, terutama setelah para ahli menemukan salah satu zat makanan yang disebut trytophan. Selama dalam pencernaan, zat ini diubah menjadi asam amino yang disebut L-trytophan dan kemudian bersirkulasi mengalami perubahan oleh enzim. Perubahan ini menyebabkan otak memproduksi bahan kimia yang disebut serotonin, hormon inilah yang sangat penting untuk tidur.

Dr. Rosemary Nicol, pakar pengobatan alamiah Insomnia pernah mengatakan, bahwa jika anda dapat memakan makanan yang sesuai pada
malam hari maka anda dapat tidur lebih nyenyak.

Ada tiga pedoman sebagai berikut:
- Pertama; jika masalahnya hanya tidak dapat tidur waktu hendak berangkat tidur, maka makanlah makanan yang banyak mengandung karbohidrat atau kombinasi antara lemak dan karbohidrat, dua sampai empat jam sebelum tidur sehingga serotonin akan dibebaskan tepat pada waktu menjelang tidur.
- Kedua, kalau siang hari makanlah sesering mungkin bahan makanan yang mengandung trytophan.
- Ketiga, bila sering terbangun tengah malam atau sedikit
tidur, perbanyaklah menyantap roti yang mengandung karbohidrat atau campuran dengan lemak.

Membaca Buku
Dengan membaca buku kita dapat mengundang rasa kantuk, karena
dengan membaca mata akan menjadi lelah. Pada umumnya bahan yang
menjadi bacaan untuk mengundang rasa kantuk adalah buku-buku bacaan ilmiah, sebab memerlukan konsentrasi yang baik dari otak ataupun mata.

Lama atau tidaknya ketahanan membaca tergantung kondisi kelelahan sejak semula. Bahkan pikiran kita yang tentu saja juga mempengaruhinya. Sebab tanpa sadar posisi kita masih seperti membaca, padahal mata sudah menutup sampai pagi datang.

Mengganti uasana
Faktor suasana juga perlu diperhitungkan untuk mengubahnya. Karena dengan suasana yang monoton akan mendatangkan rasa jenuh, sehingga tidak akan menimbulkan rasa kantuk. Mengubah suasana kamar mulai dari cat dinding sampai hiasan pernik-pernik di dinding dapat menimbulkan rasa senang. Karena suasananya sudah membuat anda betah dan mungkin juga akan mendatangkan kantuk.

Mendengarkan musik
Kadangkala orang mempunyai kebiasaan ini. Mendengarkan alunan suara musik yang merdu, memang bisa membuat anda terlena dan terbuai oleh suara musik. Sehingga tanpa disadari anda bisa terlelap.

Minuman
Dr. Rosemary Nicol, juga menyarankan beberapa macam minuman yang terbukti mampu mengantarkan kita untuk cepat bisa tidur dengan nyenyak di malam hari. Diantaranya minum air hangat, teh khusus yang mengandung camomile atau satu gelas air hangat yang diberi tiga atau empat tetes peppermint.[]


Publish: Koran Karya Darma (14/8/1991)

Minggu, 23 Agustus 2020

Informasi Berimbang Apoymadura.com


Catatan: Yant Kaiy

Banyaknya komentar bernada miring dari netizen terhadap website apoymadura.com, karena menurut mereka, kami tidak berimbang dalam penyampaian informasi masyarakat.  Hal ini memunculkan kritikan pedas yang sering dilayangkan kepada media ini.

Saya sebagai penjaga gawang apoymadura.com sebelumnya menyampaikan banyak terima kasih terhadap pembaca budiman. Lantaran saya telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyajikan news terbaik bagi mereka. Tapi kendalanya, seringkali narasumber tidak mau namanya dicatut ke ranah publik. Beragam alasan pun mereka ketengahkan. Mulai dari sungkan hingga takut mendapat teror dari pihak-pihak tertentu.

Seperti kejadian tadi siang, Minggu (23/8/2020) di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Ada seorang tokoh pemuda berbincang santai dengan saya di tempat tinggalnya. Ia sangat berapi-api mengkritisi kebijakan salah satu kepala desa di Kecamatan Pasongsongan. Ketika saya mau mengabadikan dirinya dengan kamera handphone, ia menolaknya dan menyumpahi saya supaya tidak mempublikasikan wawancaranya.

Saya pun tak memaksa. Dalam hati saya berpikir, ini sikap pengecut. Padahal apa yang diucapkan sesuai fakta di lapangan.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Gambar Literasi SDN Padangdangan II dan Saniman

Akhmad Jasimul Ahyak (kiri) dan Saniman

Apoymadura, Sumenep – Perupa asal Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, Akmad Jasimul Ahyak, pada Minggu (23/8/2020) telah menyelesaikan gambar literasi dinding SDN Padangdangan ll Kecamatan Pasongsongan. Ada pengalaman yang begitu berkesan di hati Jasimul selama melukis literasi.

“Selama sembilan hari saya melukis ditemani Saniman (69 Tahun). Sebelumnya kami tidak pernah saling kenal. Dia telah membantu saya menyapukan cat dengan kuas ke dinding sekolah. Saya terkesan sama Saniman karena dalam bekerja tanpa pamrih,” tandas Jasimul tak dapat menyembunyikan kekagumannya.
 
Kumpulan lierasi dinding SDN Padangdangan II Kecamatan Pasongsongan
 karya Akhmad Jasimul Ahyak
Jasimul menambahkan, jika tanpa bantuan Saniman dalam menggambar literasi barangkali akan butuh waktu lama.

“Bagi saya, dia cukup memperhatikan apa yang saya inginkan. Saya menghargai cara kerjanya,” tukas Jasimul. (Yant Kaiy)

Sabtu, 22 Agustus 2020

Mungkinkah Politik Uang Di Pilkada Sumenep 2020


Catatan: Yant Kaiy
Berkaca pada beberapa putaran pemilihan berlabel apa pun di bumi nusantara ini, mulai dari Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) hingga Pilpres (Pemilihan Presiden) tampaknya materi (uang dan sembako) menjadi atensi special dari para kandidat yang bakal bertarung di pesta demokrasi. Elemen ini tak bisa terbantahkan keberadaannya, seolah menjadi tradisi lama yang tidak bisa lenyap begitu saja.

Menelisik kehidupan rakyat di bumi gemah ripah loh jinawi, banyak diantara mereka yang hidupnya berada di bawah garis kemiskinan. Karakter rakyat sudah terbiasa dinina bobokan bantuan tumpang-tindih menjadikan mereka sulit tersapih. Bisa dimaklumi kalau mereka akhirnya bergantung dan tunduk patuh terhadap individu pemberi manfaat instan.

Menurut beberapa pengamat politik, kemungkinan poin tersebut akan berlaku juga pada Pilkada Sumenep 2020 nanti. Walau tidak sepenuhnya. Tapi kalau kamus ini terus menggelinding, tidak menutup kemungkinan kandidat pemilik uang banyak yang finish duluan.[]


Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Jalan Penghubung Sempong dan Morasen

Akhmad Jasimul Ahyak (Foto: Yant Kaiy)

Apoymadura, Sumenep – Jalan yang menghubungkan Dusun Morasen dan Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura saat ini rusak parah. Beberapa komentar bernada miring banyak bermunculan ke permukaan. Salah satunya dari pemerhati kebijakan publik Pasongsongan, Akhmad Jasimul Ahyak.

“Jalan merupakan sarana urgen bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya masyarakat setempat, tapi semua orang yang melintas di jalan tersebut. Rusaknya jalan penghubung Dusun Sempong Barat dan Morasen menjadi keprihatinan kita semua. Sejatinya jalan ini mendapat atensi lebih dari pemangku kebijakan desa,” papar Akhmad Jasimul Ahyak via sambungan telepon kepada apoymadura.com. Sabtu (22/8/2020).

Lelaki yang berdomisili di Dusun Lebak Desa Pasongsongan ini menambahkan, kalau dirinya sering melintas di jalan rusak tersebut dan merasakan sendiri kalau perjalanannya amat merasa tidak nyaman. (Yant Kaiy)

Nasib Petani Tembakau, Siapa Peduli

Muhammad Amsu (Foto: Yant Kaiy)

Apoymadura, Sumenep -  Di sisi selatan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, tepatnya di Dusun Sempong Barat dan Sempong Timur, mayoritas masyarakatnya bekerja bercocok tanam. Di samping itu, sebagian dari mereka bekerja di laut, menjadi nelayan.

Setiap musim tanam tembakau kedua dusun ini tidak ketinggalan warganya menanam tembakau. Mereka mencoba mencari keberuntungan pada tanaman untuk konsumsi rokok ini, walau tahun kemarin harga tembakau rajang cukup murah.

“Tahun ini saya menanam tembakau tidak lebih dari 4.000 pohon. Tapi karena harga tembakau rajang masih murah, terpaksa saya menunda dulu memanennya,” terang Muhammad Amsu, warga Dusun Sempong Barat kepada apoymadura.com. Sabtu (22/8/2020).

Ketika ditanya tentang harga tembakau rajang per kilonya saat sekarang, ia mengatakan tidak lebih dari Rp 20.000,-


“Kabarnya gudang pabrikan rokok masih belum buka. Saat ini yang membeli tembakau rajang adalah pedagang spekulan. Mereka menimbunnya dulu, kalau sudah gudang pabrikan buka maka mereka akan menjualnya,” tegas Muhammad Amsu lebih lanjut. (Yant Kaiy)

Jumat, 21 Agustus 2020

Karya Terbaru Gambar Literasi Jasimul

Lukisan dinding karya Akhmad Jasimul Ahyak di SDN Padangdangan II
Kecamatan Pasongsongan Sumenep


Apoymadura, Sumenep – Perupa dari Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, Akhmad Jasimul Ahyak, dalam lukisan dinding literasi SDN Padangdangan II Kecamatan Pasongsongan Sumenep lebih banyak memilih tema alam dan lingkungan bersih.

“Dalam gambar literasi dinding di SDN Padangdangan II ini, kali ini saya ingin memberikan pesan moral terhadap murid-murid di sini, bahwa lingkungan bersih itu sangat penting untuk tetap dijaga keberadaannya. Menanamkan pola hidup bersih bagian edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan,” terang Jasimul kepada apoymadura.com. Jumat (21/8/2020).




Ia menambahkan, kedisiplinan merupakan modal utama dalam banyak hal supaya kepribadian seorang anak mencintai lingkungannya seperti mencintai dirinya sendiri. (Yant Kaiy)

Terlanjur


Pentigraf: Yant Kaiy

Kuakui dia cantik, muda, menggairahkan, penuh senyum menggoda. Tapi dia tetap menganggapku sebagai gurunya. Cintanya sebatas itu terhadap hasrat diri. Dan aku tak bisa mengelak ketika hujan cinta menyiksa malam-malam berhalimunku.

Tatkala kupegang tangannya, dia menundukkan kepalanya. Ketika kuraih lehernya, dia bergeming hingga desah nafasnya menyentuh darah syahwatku.

Setelah kubaui keperawanannya, kami tak menyesal dalam kenikmatan membuncah. Namun di dasar kalbuku, virus penyesalan membombardir alam sadarku. Dia seperti darah dagingku.[]


Pasongsongan, 27/8/2020

Kiai Haji Ismail Macan Madura


Catatan: Yant Kaiy

Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas respons netizen terhadap video yang saya unggah di salah satu sosial media. Dalam video itu berisi ceramah Kia Haji Ismail Macan Madura tentang Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Respons para netizen bukan terhadap kandungan ceramah da’i yang berasal dari Desa Paberasan Kecamatan Kota Sumenep tersebut, melainkan atensi mereka terhadap imbuhan nama ‘Macan Madura’.

Mayoritas orang di Pulau Garam Madura sudah pernah menyaksikan aksi panggung ceramah Kiai Haji Ismail. Dalam siraman rohani beliau seringkali menyisipkan tembang-tembang Macapat Madura yang diambil dari petuah bijak Wali Songo terhadap para santrinya. Maka wajar pula kalau para pengagum (penggemar) beliau kemudian menyisipkan imbuhan ‘Tembang Pamungkas’ di belakang namanya. Beliau tidak keberatan.
Baru-baru ini Kiai Haji Ismail mendapat label baru di belakang namanya, ‘Macan Madura’ setelah seringkali beliau diundang mengisi pengajian agama di eks-Keresidenan Besuki dan beberapa kota lain di Jawa Timur. Beliau enjoy saja, menerima dengan lapang dada atas imbuhan nama tersebut.

Bahkan ketika saya sowan pada beliau di kediamannya beberapa bulan lalu, Kiai Haji Ismail justru tersenyum manis seraya menunjukkan jempolnya tatkala saya menyebutkan ‘Macan Madura’ di belakang namanya. Maka cukup aneh kalau ada orang yang merasa risih terhadap penambahan merk ‘Macan Madura’ di belakang nama beliau.

Kita ambil contoh saja. Presiden Direktur dalam sebuah jabatan di perusahaan. Toh, tidak akan menyalahi (mengganggu) tatanan sosial dan budaya salah kaprah tentang jabatan dari Presiden Republik Indonesia sebagai Kepala Negara. Apakah juga harus diamputasi nama Muhammad Bla-bla menjadi Bla-bla saja karena orang tersebut terlibat skandal mega korupsi. Maksudnya, nama Muhammad dihilangkan saja karena mencoreng wajah umat Islam di seluruh dunia.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...