Postingan

Tekad Kuat Lesbumi MWC NU Pasongsongan Lestarikan Macopat Lewat Pentas Bergilir

Gambar
Akhmad Jasimul Ahyak (2 dari kiri). SUMENEP   -- Para pengurus dan anggota perkumpulan Macopat Lesbumi MWC NU Pasongsongan menyatakan kebulatan tekad untuk terus melestarikan kesenian tradisional Madura melalui sistem pentas bergilir dari rumah ke rumah. Sabtu (3/1/2026). Tradisi anjangsana ini tetap dipertahankan bukan hanya sebagai ruang ekspresi seni, tapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga dan menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap bait macopat. Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan, Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.I, menegaskan bahwa dirinya mengakomodir keinginan penuh dari seluruh pengurus dan anggota untuk menjaga warisan leluhur ini agar tidak punah ditelan zaman. “Kami menghidupkan kembali macopat di tengah masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan identitas budaya Madura tetap eksis di tengah gempuran modernisasi,” ucap Jasimul. Melalui komitmen ini, Lesbumi MWC NU Pasongsongan berharap kegiatan rutin tersebut bi...

Persiapan TKA, Siswa SDN Padangdangan 2 Diminta Tingkatkan Jam Belajar

Gambar
SUMENEP – Pelaksanaan upacara bendera rutin hari Senin di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, berlangsung dengan penuh khidmat dan lancar. Senin (5/1/2026).  Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala Sekolah, Madun, S.Pd, SD.  Ia memberikan arahan khusus dalam amanat singkatnya. Ia juga menekankan pentingnya disiplin akademik mengingat agenda besar yang akan segera dihadapi oleh para siswa. Fokus Menghadapi TKA Dalam pidatonya, Madun mengingatkan para siswa untuk mulai mengatur waktu dengan lebih baik.  Hal ini berkaitan dengan rencana pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan akan berlangsung pada periode Maret hingga April mendatang. "Saya minta anak-anak sekalian untuk senantiasa meningkatkan jam belajarnya, baik saat berada di sekolah maupun di rumah. Persiapkan diri kalian dengan maksimal untuk menghadapi TKA," tegas Madun di hadapan peserta upacara. Membangun Kedisiplinan Selain aspek akademik, upacara ini juga jadi sarana bagi pihak se...

Jejak Ju’ Keng: Saudagar Tibet di Pesisir Pasongsongan dan Pusaranya di Komplek Sunan Ampel

Gambar
Kiai Muhammad Ersyad (kiri) bersama penulis.  [sh] Desa Pasongsongan di Kabupaten Sumenep tidak hanya dikenal dengan pesona lautnya, tapi juga menyimpan narasi sejarah yang kuat tentang asimilasi budaya dan kejayaan ekonomi. Salah satu tokoh kunci yang jadi akar silsilah masyarakat setempat adalah Ju’ Keng, seorang leluhur berasal dari Tionghoa yang membawa pengaruh besar sejak abad ke-17. Kedatangan Sang Saudagar dari Tibet Menurut penuturan Kiai Ersyad, salah seorang keturunan Ju’ Keng yang kini usianya telah sepuh di Pasongsongan, Ju’ Keng bukanlah pendatang biasa. Ia diyakini berasal dari wilayah Tiongkok Tibet. Ju’ Keng diperkirakan menginjakkan kaki di bumi Sumenep melalui pelabuhan pesisir Pasongsongan pada sekitar abad ke-17 Masehi. Pada masa itu, Pasongsongan merupakan titik strategis bagi perdagangan maritim, lantaran para Raja Sumenep jika hendak melakukan perjalanan laut melalui pelabuhan ini. Kedatangan Ju’ Keng menandai awal mula geliat ekonomi yang sign...

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Gambar
Giat Bersase SDN Padangdangan 2. [sh] SUMENEP – Mengawali kegiatan di awal masuk sekolah, SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan kembali menghidupkan rutinitas positif melalui program Bersase (Bersih Sampah Sekolah). Sabtu (3/1/2026).  Kegiatan yang dilaksanakan tiap hari Sabtu ini jadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan belajar. Kegiatan Bersase kali ini terasa berbeda karena merupakan aksi perdana setelah para siswa dan guru menjalani masa libur panjang.  Kondisi halaman sekolah yang dipenuhi dedaunan kering berserakan jadi target utama dalam aksi bersih-bersih tersebut. Semangat Baru dengan Kehadiran Guru Tambahan Salah seorang guru honorer SDN Padangdangan 2, Zainudin, S.Pd, menjelaskan bahwa program Bersase bukan sekadar rutinitas membersihkan lingkungan, melainkan upaya membentuk karakter peduli lingkungan bagi para siswa. "Bersase kali ini adalah yang perdana dilaksanakan setelah masa libur panjang. Otomatis sampah dedaunan banyak...

Jejak Ju’ Keng: Saudagar Tibet di Pesisir Pasongsongan dan Pusaranya di Kompleks Sunan Ampel

Gambar
Kiai Muhammad Ersyad (kiri) bersama penulis. [sh] Desa Pasongsongan di Kabupaten Sumenep tidak hanya dikenal dengan hasil lautnya yang melimpah, tapi juga menyimpan narasi sejarah tentang asimilasi budaya dan kejayaan ekonomi. Salah satu tokoh kunci yang jadi akar silsilah masyarakat setempat adalah Ju’ Keng, seorang leluhur peranakan Tionghoa yang membawa pengaruh besar sejak abad ke-17. Kedatangan Sang Saudagar dari Tibet Menurut penuturan Kiai Ersyad, salah seorang keturunan Ju’ Keng yang kini telah sepuh di Pasongsongan, Ju’ Keng bukanlah pendatang biasa. Ia diyakini berasal dari wilayah Tiongkok Tibet. Ju’ Keng diperkirakan menginjakkan kaki di bumi Sumenep melalui pelabuhan pesisir Pasongsongan pada sekitar abad ke-17 Masehi. Pada masa itu, Pasongsongan merupakan titik strategis bagi perdagangan maritim. Kedatangan Ju’ Keng menandai awal mula geliat ekonomi yang signifikan di wilayah tersebut. Ia tidak hanya membawa komoditas dagangan, tapi juga visi bisnis yang mel...

Menelusuri Jejak Ju’ Keng: Leluhur Peranakan Tionghoa di Pesisir Pasongsongan

Gambar
Kiai Muhammad Ersyad (kiri) bersama penulis. [sh] Desa/Kecamatan Pasongsongan di Kabupaten Sumenep dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir dengan sejarah maritim yang kuat. Tempo dulu, pelabuhan pesisir Pasongsongan merupakan tempat para Raja Sumenep ketika hendak bepergian ke pulau lain. Tapi, di balik deburan ombaknya, tersimpan sebuah kisah silsilah yang unik mengenai sosok Ju’ Keng, sosok leluhur peranakan Tionghoa yang jadi bagian penting dari sejarah komunitas lokal di sana. Kedatangan dari Tibet di Abad ke-17 Berdasarkan penuturan Kiai Ersyad, salah satu keturunan Ju’ Keng yang kini telah sepuh di Pasongsongan, Ju’ Keng diperkirakan tiba di Sumenep pada abad ke-17 Masehi. Beliau disebut berasal dari wilayah Tiongkok bagian Tibet. Kedatangan Ju’ Keng ke Madura tidak melalui jalur darat, melainkan masuk melalui gerbang maritim utama di masa itu, yakni pelabuhan pesisir Pasongsongan. Kehadirannya di abad ke-17 ini bertepatan dengan masa dimana perdagangan Nusantara...

Meluruskan Citra: Madas dan Solidaritas Warga Madura di Perantauan

Gambar
Kasus pengusiran seorang nenek di Surabaya yang belakangan ini viral telah menimbulkan gelombang spekulasi di tengah masyarakat, terutama mengenai keterlibatan organisasi kemasyarakatan Madas (Madura Asli). Meskipun tudingan miring sempat berhembus kencang, pengurus pusat Madas dengan tegas membantah bahwa pelaku tindakan tersebut adalah bagian dari anggota mereka. Penting bagi publik untuk tidak terjebak dalam penghakiman sepihak sebelum fakta hukum terungkap sepenuhnya, agar sebuah isu individual tidak berkembang menjadi sentimen negatif terhadap sebuah entitas organisasi yang sah. Sejatinya, Madas hadir sebagai wadah strategis yang mengakomodir berbagai kepentingan positif serta menjalin silaturrahmi erat sesama warga Madura di perantauan. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, Madas berfungsi sebagai jembatan sosial bagi warga Madura untuk saling membantu dalam beradaptasi dan berkontribusi di tanah rantau. Keberadaan organisasi seperti ini sangat k...

Jurnal PPG 2025: Pembelajaran Mendalam dan Asesmen, Topik 2 "Pembelajaran Berdiferensiasi"

Gambar
  1. Latar Belakang Belajar merupakan sebuah proses evolusi dinamis yang melibatkan berbagai pihak, sehingga menuntut guru profesional untuk menguasai pembelajaran berdiferensiasi. Pendekatan ini jadi sangat esensial karena mengakui keunikan setiap siswa, baik dari segi gaya belajar, minat, maupun kemampuan mereka. Dalam praktiknya, diferensiasi mengharuskan pendidik untuk meninggalkan metode pengajaran yang seragam dan beralih pada penyesuaian materi, aktivitas, serta penilaian yang spesifik. Dengan demikian, kebutuhan belajar individu bisa terpenuhi secara optimal melalui strategi yang selaras dengan karakteristik masing-masing siswa. 2. Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pedagogis yang secara sadar menyesuaikan konten, proses, dan produk belajar berdasarkan kebutuhan, minat, serta profil peserta didik. Sejalan dengan pandangan Carol Ann Tomlinson, pendekatan ini didefinisikan sebagai ikhtiar melahirkan kesesuaian a...

MAKALAH: Perkembangan Konsep Matematika Dasar dan Implementasinya dalam Pembelajaran SD

Gambar

Gaji Guru PPPK Paruh Waktu dan Ironi Bantuan Sosial

Gambar
Gaji guru PPPK Paruh Waktu sangat bergantung pada kemampuan Pemerintah Daerah. Akibatnya, banyak guru menerima penghasilan yang jauh dari kata layak, meskipun mereka memikul tanggung jawab besar. Menjadi guru membutuhkan kesiapan mental menghadapi peserta didik, ditambah beban administrasi yang mengharuskan mereka berjam-jam di depan laptop mengunggah berbagai data dan berkas. Di sisi lain, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) rutin menerima bantuan pemerintah. PKH tentu sangat pantas diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Tapi, yang jadi persoalan adalah masih ditemukannya sebagian penerima PKH yang secara ekonomi tergolong cukup sejahtera, sementara guru PPPK Paruh Waktu justru harus berjuang dengan gaji minim tanpa kepastian kesejahteraan. Kondisi ini menimbulkan rasa ketidakadilan. Guru yang berperan langsung mencerdaskan generasi bangsa seolah kurang memperoleh atensi pemangku kebijakan, sementara bantuan sosial belum sepenuhnya tepat sasaran. S...

Gaji Guru PPPK Paruh Waktu yang Belum Berkeadilan

Gambar
Gaji guru PPPK Paruh Waktu saat ini masih sangat beragam di setiap daerah karena bergantung pada kemampuan keuangan Pemerintah Daerah. Kondisi ini membuat banyak guru menerima gaji yang jauh dari kata layak, walau beban kerja dan tanggung jawab mereka sama. Padahal, jadi guru bukanlah pekerjaan ringan. Guru dituntut memiliki kesiapan mental dalam menghadapi berbagai karakter peserta didik. Selain mengajar, mereka juga harus mengerjakan banyak tugas administrasi, seperti mengunggah data dan berkas pembelajaran melalui berbagai aplikasi, yang sering kali memakan waktu dan tenaga. Gaji yang rendah tentu berdampak pada kesejahteraan dan motivasi guru. Sangat tidak adil jika tuntutan profesionalisme tinggi tidak diimbangi dengan penghasilan yang memadai. Pendidikan yang berkualitas tidak akan terwujud jika para pendidiknya terus bekerja dalam keterbatasan. Sudah seharusnya ada perhatian lebih serius dari pemerintah agar gaji guru PPPK Paruh Waktu lebih layak dan berkeadilan. ...