![]() |
| MS Arifin (2 dari kanan) bersama pasien dari Hongkong (3 dari kiri). [Foto: sh] |
YOGYAKARTA -- Pengobatan tradisional Therapy Banyu Urip terus menunjukkan eksistensinya dengan berdirinya sejumlah cabang baru di berbagai daerah, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Perkembangan ini jadi bukti nyata bahwa Therapy Banyu Urip makin diterima
masyarakat luas dan dinilai cocok untuk berbagai kalangan.
Salah satu faktor yang membuat Therapy Banyu
Urip diminati adalah tarifnya relatif terjangkau, sehingga mudah diakses masyarakat
dari berbagai latar belakang.
Selain itu, banyak pula pasien yang merasakan manfaat nyata dari terapi ini
dan melaporkan kondisi kesehatan mereka yang kian membaik setelah menjalani perawatan
secara rutin.
CEO Therapy Banyu Urip International, MS
Arifin, dalam siaran persnya mengungkapkan bahwa pertumbuhan cabang baru
terjadi cukup pesat, khususnya di wilayah Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa
Kota Pasuruan jadi salah satu daerah dengan peningkatan jumlah pasien yang
sangat signifikan dari waktu ke waktu.
Hal ini, menurutnya, jadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat
terhadap metode pengobatan tradisional yang diterapkan oleh Therapy Banyu Urip.
“Peningkatan jumlah pasien di berbagai cabang,
terutama di Kota Pasuruan, menunjukkan bahwa terapi ini benar-benar dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat,” ujar MS Arifin di kantornya, Jalan Selokan
Mataram, Sleman,Yogyakarta.
Selain menjabat sebagai CEO, MS Arifin juga
merupakan Ketua PAP3I (Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia) Jawa
Timur.
Dalam perannya tersebut, ia terus mendorong para terapis Therapy Banyu Urip
untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien tanpa pandang bulu.
“Seluruh terapis yang tergabung dengan Therapy Banyu Urip telah mengantongi
sertifikat resmi sebagai bentuk profesionalisme dan jaminan kualitas layanan,”
imbuh MS Arifin.
Dengan terus bertambahnya cabang dan meningkatnya kepercayaan masyarakat, Therapy Banyu Urip diharapkan bisa terus berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan pengobatan tradisional yang aman, terjangkau, dan berorientasi pada pelayanan maksimal. [sh]














